cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Pembuatan Website Berita www.seputarpewarta.com (Reporter & Fotografer ) Nur Fajriani Falah; M Rofiuddin; Triyono Lukmantoro; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.56 KB)

Abstract

Memasuki era media baru, konsumen media cenderung mencari berita yangterfokus pada apa yang mereka butuhkan. Begitu pula dalam sebuah lembagaorganisasi, berbagai website resmi disediakan untuk mengakses berita mengenailembaga tersebut.Menyadari tidak adanya website yang memberitakan mengenai bidangjurnalistik di Semarang, maka dibuatlah website berita www.seputarpewarta.com.Bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, selama satubulan website ini secara terus menerus memberitakan isu seputar jurnalistik,kegiatan dan profil jurnalis. Penyebaran informasi mengenai website jugadilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter, danofficial line.Beberapa tugas yang dilaksanakan selama pengerjaan website ini diantaranya adalah reporter, fotografer, editor, dan desainer grafis. Sebagaireporter, tugas yang dilaksanakan yakni melakukan liputan serta menulis naskah,dan sebagai fotografer pengambilan gambar juga dilakukan saat liputan.Sedangkan sebagai editor, yang dilakukan adalah mengedit naskah berita yangtelah ditulis oleh reporter lainnya. Dan sebagai designer grafis kegiatanmenggunggah berita ke website “Seputar Pewarta” kemudian mempromosikannyake media sosial juga dilakukan.Meskipun begitu ada pula beberapa hambatan yang dialami sepertikualitas foto yang diupload, kesalahan dalam penulisan, hingga kesulitan dalampengaturan jadwal wawancara dengan narasumber. Namun, secara keseluruhanhambatan tersebut bisa diatasi.Selanjutnya, dari hasil perhitungan setelah pelaksanan, sebanyak 40 beritatelah diunggah dan meraih total 14.489 pageviews. Hasil tersebut didapat dari tigakonten yang ada pada website “Seputar Pewarta”, yakni konten berita, artikel, dansosok. Meskipun begitu masih terdapat beberapa kekurangan dalam website,seperti kualitas tulisan berita, tampilan website serta publikasi. Hal tersebut perludiperbaiki agar website “Seputar Pewarta” menjadi lebih baik.
KOMUNIKASI ANTARA PETUGAS PEMBINA DAN WARGA BINAAN DALAM PROSES PEMBINAAN PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KLAS IIA SEMARANG Anzilna Mubaroka; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.942 KB)

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan merupakan institusi yang dihuni oleh pelaku tindak pidana. Petugas Pembina menjadi keluarga pengganti dan melakukan proses pembinaan pada Warga Binaan, salah satunya dengan berkomunikasi. Pada kenyataannya, tetap terdapat batas dan jarak yang tercipta dalam komunikasi antara Petugas Pembina dan Warga Binaan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode penelitian studi kasus untuk melihat bagaimana realita yang sebenarnya terjadi di dalam LAPAS. Untuk menjelaskan realita tersebut, teori komunikasi antarpribadi yaitu Interactional View digunakan. Teori ini menjelaskan mengenai komunikasi dalam keluarga dan interaksi antar anggota keluarga. Hasil penelitian memperlihatkan, walaupun pada situasi dan kondisi terbatas, komunikasi tetap dilakukan oleh Warga Binaan di dalam LAPAS. Terdapat banyak topik yang dibicarakan tetapi kebanyakan hanya seputar proses pembinaan dan pekerjaan. Komunikasi di dalam LAPAS menggunakan bahasa Indonesia yang baku selama proses pembinaan, kedekatan antara Petugas dan Warga Binaan tidak memengaruhi hal tersebut. Kedalaman hubungan yang tercipta antara Warga Binaan dan Petugas Pembina tidak banyak yang sampai kearah privasi. Warga Binaan dapat membicarakan tentang hal privasi mereka, namun Petugas Pembina tidak begitu membuka mengenai dirinya. Dan walaupun konteks nya merupakan komunikasi antarpribadi dan dalam tatanan keluarga, masih terdapat jenjang, kekuasaan lebih yang dimiliki oleh Petugas Pembina kepada Warga Binaan.
PENGARUH INTENSITAS MENGAKSES TWITTER DUTA IM3 TERHADAP KEPUASAN PENGALAMAN ADOPSI DAN KEPUASAN PENGALAMAN ADOPSI TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN PROGRAM IM3 Ayu Kinasih, Diyan Hafdinovianti; Pradekso, Tandiyo; Setiabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.539 KB)

Abstract

Nama : Diyan H Ayu KinasihNIM : D2C009029Judul : Pengaruh Intensitas Mengakses Twitter Duta IM3 terhadapKepuasan Pengalaman Adopsi dan Kepuasan PengalamanAdopsi terhadap Keputusan Penggunaan Program IM3ABSTRAKTwitter sebagai salah satu promotion tools yang digunakan oleh PTIndosat Tbk, diharapkan dapat memperkenalkan program-program serta eventyang dilakukan oleh Indosat. Melalui duta IM3 sebagai brand ambassador, Indosatmencoba meraih pasar anak muda dengan melakukan kegiatan promosi.Tipe penelitian ini adalah eksplanatory yang menjelaskan pengaruhintensitas mengakses twitter duta IM3 terhadap kepuasan pengalaman adopsiterhadap kepuasan pengalaman adopsi, dan kepuasan pengalaman adopsi terhadapkeputusan penggunaan program IM3. Teknik pengambilan sampling denganproporsional random sampling. Uji pengaruh antara variabel intensitasmengakses twitter duta IM3 (X1) terhadap kepuasan pengalaman adopsi (X2)menggunakan Uji Regresi Linier Sederhana sementara uji pengaruh variabelkepuasan pengalaman adopsi (X2) terhadap keputusan penggunaan program IM3(Y) menggunakan Uji Regresi Logistik Biner.Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat intensitas mengakses twitterduta IM3 berpengaruh negatif terhadap kepuasan pengalaman adopsi dimanahanya 6,1% perubahan pada variabel Kepuasan Pengalaman Adopsi (X2)disebabkan oleh variabel Intensitas Mengakses Twitter Duta IM3 (X1) sisanya93,9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diajukan. Serta kepuasanpengalaman adopsi (X2) berpengaruh positif terhadap keputusan penggunaanprogram IM3 (Y) dengan taraf kepercayaan sebesar 95%. Twitter merupakanmedia sosial yang bersifat real time. Sifat real time ini dapat menjadi kelebihanyaitu twitter mampu memberikan informasi secara cepa, namun juga memberikankelemahan yaitu cepat berlalunya informasi Dalam penelitian ini, twitter duta IM3dirasa kurang memberikan pengaruh yang maksimal dalam kegiatan komunikasipemasaran. Masih rendahnya frekuensi responden terhadap jumlah tweet yangdilihat per harinya menjadi salah satu penyebabnya. Pada kepuasan pengalamanadopsi, untuk kategori persyaratan tarif sendiri masih terhitung rendah namunsecara keseluruhan sudah merasa puas terhadap program-program IM3. Padaakhirnya keputusan yang diambil dalam penelitian ini adalah memutuskan untuktetap menggunakan program IM3, yang paling mendominasi adalah besarnyakeinginan untuk tetap merekomendasikan program IM3 kepada orang lain.Kata kunci: komunikasi pemasaran, intensitas mengakses twitter duta im3,keputusan menggunakan program im3.Nama : Diyan H Ayu KinasihNIM : D2C009029Judul : The influence of Intensity of Accessing to Twitter IM3Ambassador against Satisfaction of The Adoption Experienceand Satisfaction of The Adoption Experience against TheDecision Use of IM3 ProgramsABSTRACTTwitter as one of promotion tools used by PT Indosat Tbk, is expected tointroduce programmes and events carried out by Indosat. Through AmbassadorIM3 Indosat as brand ambassador, trying to grab the youth market by conductingpromotional activities.This research type is explanatory which explains the influence ofintensity of accessing twitter IM3 ambassadors against satisfaction of the adoptionexperience, and satisfaction of the adoption experience against decision use ofIM3 program. Retrieval technique of sampling with proportional randomsampling. Test of influence of variable intensity access twitter ambassadors IM3(X 1) to the satisfaction of the adoption experience (X 2) using Simple Linearregression test while the test influences of variable satisfaction the experience ofadoption (x 2) against the decision use of IM3 programs (Y) using BinaryLogistic regression test.The results of this research indicate there is an intensity to access twitterambassadors IM3 effect negatively to the satisfaction of the adoption experiencewhere only 6.1% change in the variable Satisfaction of the adoption Experience(X 2) the variable Intensity caused by Accessing Twitter Ambassadors IM3 (X 1)rest 93,9% influenced by variables other than the model asked. As well assatisfaction of the adoption experience (X2) have a positive effect against thedecision of the IM3 program (Y) with 95% confidence level. Twitter is a socialmedia in real time. This real time can be an excess of twitter to provideinformation we have load, but also give a quick passage of the weakness of theinformation. In this study, twitter proved less IM3 Ambassadors providemaximum influence in the activity of marketing communications. Still the lowfrequency of respondents against the number of tweets viewed per day to be oneof the cause. On the adoption experience, satisfaction for its own costrequirements category still accounts for low but overall it feels satisfied towardsIM3 programs. Ultimately the decision taken in this research is decided to stay,using program im3 most dominate is the desire to remain im3 programrecommends to others.Keywords: marketing communications, intensity of accessing twitter im3ambassadors, decision of the use of im3 programs.I Latar BelakangBanyak operator seluler di Indonesia menjadikan persaingan pasarsemakin ketat. Masing-masing operator meluncurkan program-program tambahanyang menawarkan berbagai macam bonus seperti bonus sms, telepon, maupuninternet. Untuk memperkenalkan program-program tersebut tentu dibutuhkanbauran promosi seperti TVC, radio, flayer, billboard/baliho, poster, event, maupunsponsorship.Dari hasil survey awareness yang dilakukan kepada masyarakat Bandungterhadap salah satu program Indosat yaitu 7 Hari 7 Malam, menunjukkan hasilbahwa responden mengetahui program tersebut dengan presentase 88%.Sementara responden yang memahami informasi yang didapat sebanyak 44%.Dan responden yang menggunakan program tersebut hanya 35% saja. Kurangnyainformasi dari Indosat inilah yang mengakibatkan responden tidak menggunakanprogram tersebut. Informasi disini berkaitan tentang cara pemakaian, berapanominal pulsa yang harus dipakai, serta apa kelebihan dan kekurangan dariprogram tersebut. Masyarakat Bandung mengetahui program tersebut mayoritasdari iklan televisi dan radio dengan presentase 86%, sementara sisanya mengakumengetahui program tersebut dari billboard/baliho, event, maupunbanner(http://www.academia.edu/3519915/HASIL_SURVEY_AWARENESS_MASYARAKAT_BANDUNG_TERHADAP_PROMO_INDOSAT_7h7m).Dengan menggunakan sosial media twitter melalui akun pribadi duta IM3diharapkan mampu mempromosikan segala program maupun event Indosatkepada masyarakat.II Perumusan MasalahMenurut hasil survey terhadap salah satu program Indosat yaitu 7 hari 7malam yang dilakukan di Kota Bandung, menunjukkan bahwa mayoritasresponden sudah mengetahui adanya program 7 hari 7 malam, namun karenakurangnya pemahaman informasi tentang program 7 hari 7 malam sepertiinformasi mengenai cara pemakaian, berapa nominal pulsa yang harus digunakan,dan apa kelebihan-kekurangan dari program tersebut menjadikan masyarakatmemilih untuk tidak menggunakan program 7 hari 7 malam. Ketika ditanyaresponden mengetahui program tersebut darimana, responden mayoritasmenjawab dari iklan televisi dan radio. Kedua media iklan yang disebutkan olehresponden merupakan media iklan yang bersifat satu arah, dimana tidak terdapatumpan balik atau feedback dari pengirim pesan.Keterbatasan informasi yang disampaikan serta komunikasi yang terjalinbersifat satu arah inilah yang menjadi awal mula terjadinya masalah. Awarenessmasyarakat mengenai produk memang sudah baik, namun dikarenakanketerbatasan informasi yang diberikan dari Indosat menjadikan masyarakatenggan untuk mencoba menggunakan program tertentu.Melihat keterbatasan tersebut, Indosat dengan menggunakan sosial mediatwitter melalui para duta IM3 melakukan kegiatan promosi mengenai setiapprogram-program terbaru yang dikeluarkan oleh Indosat. Duta IM3 yang dipilihdari anak-anak SMA inilah akan mendapat tugas sebagai ambassador, salesendorser, public influencer, community acquisition, indosat representatif.Kecenderungan konsumsi remaja menggunakan sosial media twitter inilah yangmenjadi alasan Indosat untuk menggerakkan duta IM3 melakukan promosi disosial media khususnya twitter. Dengan demikian, apakah ada pengaruh antaraintensitas mengakses twitter duta IM3 terhadap kepuasan pengalaman adopsi dankepuasan pengalamn adopsi terhadap keputusan penggunaan program IM3.III Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara intensitasmengakses twitter duta IM3 terhadap kepuasan pengalaman adopsi. Dan pengaruhantara kepuasan pengalaman adopsi terhadap keputusan penggunaan programIM3.IV HipotesisDalam penelitian ini dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :1. Terdapat pengaruh positif antara intensitas mengakses twitter duta IM3(X1) terhadap kepuasan pengalaman adopsi (X2)2. Terdapat pengaruh positif antara kepuasan pengalaman adopsi (X2)terhadap keputusan penggunaan program IM3 (Y)V Landasan TeoriDalam penelitian ini, peneliti menggunakan 3 teori yang menjadi acuanatau dasar dalam pengerjaan penelitian ini yakni :Teori Difusi InovasiPada proses pengambilan keputusan inovasi, konsumen akan melaluibeberapa tahap yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dankonfirmasi (Shimp, 2003: 270).Low Involvement HierarchyLow involvement hierarchy menyebutkan bahwa tahapan perubahansikap untuk produk low involvement yaitu penerima setelah menerima pesan yangdikomunikasikan atau tahap kognitif, penerima akan langsung melakukantindakan (behavior), dan baru setelah itu kemudian dipandang sebagai lewat dariingatan untuk perilaku untuk sikap perubahan (afektif) (Belch, 2003 : 152).Teori Hierarki BelajarTeori hirarki belajar (The Learning Hierarchy Theory) (Liliweri, 1992 :90) menerangkan bahwa setiap informasi pertama-tama akan menerpa khalayakdan akibatnya terjadi perubahan komponen kognitif dari khalayak tersebut.Perubahan itu meliputi kesadaran, perhatian, pemahaman khalayak terhadapproduk yang dipersuasifkan. Dengan kata lain, khalayak pertama-tama harusmemperhatikan, mengerti, dan paham tentang informasi.VI Metoda PenelitianTipe penelitian ini adalah penelitian eksplanatori, yaitu penelitian yangmenjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel yaitu intensitas mengaksestwitter duta IM3, kepuasan pengalaman adopsi, dan keputusan penggunaanprogram IM3.Dari total populasi 19511 follower duta IM3 Semarang, diambilsebanyak 100 responden sebagai sampel dengan teknik pengambilan sampelproporsional random sampling. Metode pengambilan sampel ini digunakanapabila populasi terdiri dari beberapa unit yang memiliki besar kecil yangberbeda. Dengan mengetahui jumlah setiap unit populasi yang ada, sampelkemudian diambil dari setiap unit secara berimbang berdasarkan besar kecilnyajumlah. Dari ukuran sampel 100, kemudian didistribusikan secara proporsionalmasing-masing ke dalam 10 unit duta IM3, yang disesuaikan dengan persentasejumlah total populasi yang dimiliki sampel. Kemudian tiap follower pada 10 unitduta IM3 diberi nomer terlebih dahulu, sesuai dengan jumlah anggota populasidan dilakukan pengundian.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengajukanpertanyaan secara langsung atau wawancara terhadap responden mengenaipertanyaan-pertanyaan yang tertera pada kuesioner.VII PembahasanHasil penelitian ini menunjukkan terdapat intensitas mengakses twitterduta IM3 berpengaruh negatif terhadap kepuasan pengalaman adopsi dimanahanya 6,1% perubahan pada variabel Kepuasan Pengalaman Adopsi (X2)disebabkan oleh variabel Intensitas Mengakses Twitter Duta IM3 (X1) sisanya93,9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model yang diajukan. Sehingga H1ditolak.Serta kepuasan pengalaman adopsi (X2) berpengaruh positif terhadapkeputusan penggunaan program IM3 (Y) dengan taraf kepercayaan sebesar 95%.Sehingga H2 diterima.Twitter merupakan media sosial yang bersifat real time. Sifat real timeini dapat menjadi kelebihan yaitu twitter mampu memberikan informasi secaracepa, namun juga memberikan kelemahan yaitu cepat berlalunya informasi Dalampenelitian ini, twitter duta IM3 dirasa kurang memberikan pengaruh yangmaksimal dalam kegiatan komunikasi pemasaran. Masih rendahnya frekuensiresponden terhadap jumlah tweet yang dilihat per harinya menjadi salah satupenyebabnya. Pada kepuasan pengalaman adopsi, untuk kategori persyaratan tarifsendiri masih terhitung rendah namun secara keseluruhan sudah merasa puasterhadap program-program IM3. Pada akhirnya keputusan yang diambil dalampenelitian ini adalah memutuskan untuk tetap menggunakan program IM3, yangpaling mendominasi adalah besarnya keinginan untuk tetap merekomendasikanprogram IM3 kepada orang lain.VIII KesimpulanBerdasarkan uraian pokok bahasan penelitian sebelumnya, maka dalambab ini berisi tentang kesimpulan atas hasil penelitian pengaruh intensitasmengakses twitter duta IM3 terhadap kepuasan pengalaman adopsi dan kepuasanpengalaman adopsi terhadap keputusan penggunaan program IM3 :1. Intensitas mengakses twitter duta IM3 berpengaruh negatif terhadap kepuasanpengalaman adopsi. Setiap kenaikan pada frekuensi dan durasi twittermenyebabkan penurunan pada kepuasan pengalaman adopsi.2. Kepuasan pengalaman adopsi berpengaruh positif terhadap keputusanpenggunaan program IM3. Tingkat kepuasan pengalaman adopsi membuatfollower twitter memutuskan untuk tetap menggunakan program Indosat.IX Saran1. Penggunaan twitter melalui akun pribadi duta IM3 dirasa masih kurangmemberikan pengaruh yang maksimal dalam aktifitas komunikasipemasaran, oleh karena itu penggunaan promotion tools lainnya perludipertimbangkan.2. Perlu adanya perencanaan dalam penggunaan sosial media dalam kegiatankomunikasi pemasaran, hal ini berkaitan dengan pemilihan waktu yangtepat untuk melakukan aktifitas dalam twitter. Para duta IM3 sebaiknyamemperhatikan waktu-waktu yang tergolong “premier” dimana pada jamjamtersebut mayoritas follower twitternya sedang mengakses twitter.3. Indosat perlu memperhatikan kembali ketentuan tarif yang dikenakanuntuk menggunakan program tertentu dengan melihat banyak respondenyang merasa kurang puas dengan persyaratan tarif program. Denganbegitu diharapkan masyarakat akan tetap menggunakan program IM3yang ditawarkan.DAFTAR PUSTAKABelch, George and Michael A Belch. (2003). Advertising and Promotion:AnIntegrated Marketing Communications Perspective (6th ed.). The McGraw-HillCompaniesDuden. (2003). Deutsche Grammatik. Manheim Leipzig Wein: DudenverlagFahmi, Abu Bakar. (2011). Mencerna Situs Jejaring Sosial. Jakarta: PT ElexMedia KomputindoKasali, Rhenald. (1995). Manajemen Periklanan. Jakarta: Pustaka Utama GrafitiSumartono. (2002). Terperangkap dalam Iklan:Meneropong Imbas Pesan IklanKomputer. Bandung: CV AlfabetaKotler, Philip. (1995). Manajemen Pemasaran Analysis Perencanaan danImplementasi. Jakarta: Salemba EmpatLiliweri, Alo. (1992). Dasar-Dasar Komunikasi Periklanan. Bandung: PT CitraAditya BaktiNisfiannoor, Muhammad. (2009). Pendekatan Statistika Modern untuk IlmuSosial. Jakarta: Salemba HumanikaRuslan, Rosadi. (2006). Metode Penelitian Public Relation dan Komunikasi.Jakarta: PT Raja Grafindo PersadaShimp A, Terence. (2003). Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan KomunikasiPemasaran Terpadu (5th ed. Jilid 1). Jakarta: ErlanggaSugiarto, dkk. (2001). Teknik Sampling. Jakarta: Gramedia Pustaka UtamaSugiyono. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV AlfabetaTrihendradi,C. 2011. Langkah Mudah Melakukan Analisis Statistik MenggunakanSPSS 19. Yogyakarta : Penerbit AndiSumber Internet :Hasil Survey Top Brand Index. (2013). Dalam http://www.topbrandaward.com/top-brand-survey/survey-result/top-brand-index-2013/ Diunduh pada10 April 2013 pukul 10.30 WIBAdhima, Faza. (2013). Hasil Survey Awareness Masyarakat Bandung TerhadapPromo Indosat 7 Hari 7 Malam. Dalamhttp://www.academia.edu/3519915/HASIL_SURVEY_AWARENESS_MASYARAKAT_BANDUNG_TERHADAP_PROMO_INDOSAT_7h7m Diunduhpada 15 Mei 2013 pukul 13.00 WIBDela Permata Jadi Duta IM3 Queen 2012. (2012). Dalamhttp://www.tribunnews.com/2012/06/17/della-permata-jadi-duta-im3-queen-2012 Diunduh pada 15 Mei 2013 pukul 14.00 WIBHariyanti, Dini. (2011). Remaja, 64 Persen Pengguna Jejaring Sosial. Dalamhttp://www.jurnas.com/news/34328/Remaja,_64_Persen_Pengguna_Jejaring_Sosial_/2/Sosial_Budaya/Saintek Diunduh pada 16 Mei 2013 pukul 20.00 WIBhttps://twitter.com/search?q=%23DUTAIM3SASMG&src=hash Diunduh pada16 Mei 2013 pukul 21.30 WIBhttp://www.telkomsel.com/kartuas Diunduh pada 2 Agustus 2013 pukul 19.30WIBhttp://www.telkomsel.com/product/simpati/631-simPATI-Freedom.htmlDiunduh pada 2 Agusutus 2013 pukul 20.00 WIBhttp://www.telkomsel.com/promosimpati Diunduh pada 2 Agustus 2013 pukul21.00 WIBhttp://www.xl.co.id/id/internet/paket/hotrod Diunduh pada 21 Agustus 2013pukul 19.00http://www.xl.co.id/id/prabayar Diunduh pada 21 Agustus 2013 pukul 20.00http://www.xl.co.id/id/prabayar/perdana/xl-ku Diunduh pada 21 Agustus 2013pukul 20.30http://www.indosat.com/Personal/IM3_Update/IM3_Sekalee Diunduh pada 22Agustus 2013 pukul 15.00http://www.indosat.com/Personal/IM3_Update/IM3_SMS_SUKA_SUKADiunduh pada 22 Agustus 2013 pukul 15.30http://indosat.com/Personal/Personal/DOBEL_1000_BERKAH Diunduh pada22 Agustus 2013 pukul 17.00http://icity.indosat.com/t5/Events-Announcements/Terbaru-Dari-Indosat-Pulsa-Isi-Ulang-12000/td-p/78840 Diunduh pada 7 November 2013 pukul 19.00http://www.indosat.com/Personal/IM3_Update/IM3_Play Diunduh pada 7November 2013 pukul 19.30http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/113510 Diunduh pada 9 April2013 pukul 21.00http://www.indosat.com/Public_Relations/Press_Release_Photo_Gallery/INDOSAT_GELAR_IM3_MOBILE_ACADEMY_KE6 Diunduh pada 7 November 2013pukul 20.00Jurnal dan Skripsi :Raditya, C. (2012). Hubungan intensitas penggunaan situs jejaring sosial twitterdengan intensitas komunikasi interpersonal mahasiswa program studi ilmukomunikasi UPN FISIP “veteran” Yogyakarta. Skripsi. UPN VeteranYogyakarta.Kwon, Eun Sook and Yongjun Sung. (2011). Follow Me! Global MarketersTwitter Use. Journal of Interactive Advertising: 1-11Sari, Viranti Mustika. (2012). Pengaruh Eletronic Word of Mouth (eWOM) disocial media twitter terhadap minat beli konsumen: Studi pada RestoranHolycowsteak. Skripsi. Universitas IndonesiaSteyer, Alexandre, Renaud Garcia Bardidia, Pascale Quester. (2010). OnlineDiscussion Groups as Social Networks: An Empirical Investigation of Word ofMouth on The Internet. Journal of Interactive Adevertising: 1-6
PEMBERITAAN CALON KEPALA DAERAH DALAM PILKADA 2015 (KAJIAN TERHADAP PROSES SELEKSI BERITA DI HARIAN SUARA MERDEKA DALAM MELIPUT PASANGAN CALON WALI KOTA SEMARANG) Andrianto, Sigit; Lukmantoro, S.Sos, M.Si, Triyono
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.507 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah menjelang pilkada serentak 2015, Harian Suara Merdeka secara berkelanjutan menerbitkan pemberitaan mengenai calon wali kota Semarang dengan segala aktivitas kampanyenya. Pemberitaan Suara Merdeka hanya terarah pada hal positif berkaitan dengan calon wali kota, tanpa adanya berita kritis mengenai masing-masing calon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori gatekeeping dan teori politik media massa. Untuk mengetahui proses gatekeeping dalam produksi berita pemilihan wali kota (pilwalkot) Semarang 2015 di Suara Merdeka, diwawancarai sejumlah awak media Suara Merdeka yang terlibat secara langsung dalam proses produksi berita pilwalkot Semarang 2015 yaitu reporter, koordinator liputan, kepala desk kota, redaktur pelaksana dan wakil pemimpin redaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level individual, produksi berita pilwalkot Semarang 2015 di Suara Merdeka dipengaruhi oleh pengalaman serta pengetahuan jurnalis dan editor. Pada level rutinitas media, rapat redaksi menjadi penentu dalam setiap pemilihan berita serta keputusan pemuatan berita. Struktur, kepemilikan media, dan tujuan organisasi menjelaskan pengaruh level organisasi pada proses seleksi berita di Suara Merdeka. Di level ekstra media, berita Suara Merdeka dipengaruhi oleh pemasang iklan, sebelum aturan KPU diberlakukan. Terakhir, pada level sistem sosial, falsafah Jawa Suara Merdeka menuntun bagaimana pemberitan Suara Merdeka dilakukan.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL OLEH WARTAWAN JAWA POS RADAR SEMARANG DALAM PEMBUATAN BERITA Ova Adelia; S. Rouli Manalu
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.804 KB)

Abstract

This study aims to find out how social media use by Jawa Pos Radar Semarang’s journalist in making news. In addition, it is also to find out the reasons for using social media, what social media is used, and the contribution made by the use of social media to Jawa Pos Radar Semarang’s journalist (positive or negative). This is motivated by the widespread use of social media in traditional media practices which creates a gap because of the polarization of the impact felt by traditional media journalists. In this study using a intrinsic case study approach using explanatory analysis methods. The subjects of this study consisted of six the informant was the Jawa Pos Radar Semarang’s journalist who used social media with several methods of data collection, including documentation, archival recordings, open-ended interviews, field observations, and participant observation. The results of this study found the conclusion that the use of social media by Jawa Pos Radar Semarang journalists in making news was indeed proven in several stages, namely the stages of news planning, news editing, and news publishing. The researcher concluded that from the use of social media, Jawa Pos journalist Radar Semarang received a positive contribution because social media provided benefits in terms of data transfer, speed of information, and ease of sharing, considering that in carrying out their work practices, journalists were still guided by the Press Law and Code of Ethics Journalism.
Pemeliharaan Komunikasi Antar Pribadi Tkw Untuk Harmonisasi Keluarga Silvia Kartika C Dewi; Wiwid Noor Rakhmad; Agus Naryoso; Sri Widowati Herieningsih
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.272 KB)

Abstract

Pernikahan jarak jauh sering menimbulkan masalah, tidak bisa dihindari masalah muncul karena frekuensi pertemuan dan intensitas komunikasi dengan pasangan semakin berkurang. Begitupun bagi para TKW, mereka menjalani hubungan jarak jauh dan rela membanting tulang di negeri orang demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga dengan tujuan untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga. Namun terkadang hal itu malah menjadi bumerang bagi mereka. Hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi yang di lakukan oleh para TKWdengan pasangan dan keluargga. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemeliharaan komunikasi yang dilakukan oleh para TKW untuk menjaga keharmonisan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mendasari diri pada pendekatan fenomenologis.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, intensitas, durasi komunikasi dan cara berkomunikasi yang baik merupakan faktor yang sangat penting dan sangat mempengaruhi hubungan dan keharmonisan terutama bagi keluarga yang menjalani long distance. Untukmenjaga keharmonisan di dalam sebuah keluarga yang di pisahkan oleh jarak adalah bagaimana individu melakukan keterbukaan kepada pasangan atau keluarga. Dengan selalu menceritakankegiatan apa saja yang dilakukan setiap harinya merupakan bentuk dari pengungkapan diri yang dilakukan oleh masing-masing keluarga, dalam hubungan rumah tangga yang harmonis dan seimbang, suami istri berupaya saling melengkapi dan menyempurnakan. Terlebih didalam keluarga long distance, mereka harus menyatu dan ikut merasakan apa yang dirasakan anggota keluarga yang lain. Saling percaya satu sama lain merupakan salah satu modal utama yang harus dimiliki dalam keluarga long distance untuk menciptakan rasa nyaman. Mereka harus bisa menjaga kepercayaan yang diberika dan tidak berburuk sangka terhadap pasangan.Kata Kunci: Pemeliharaan Hubungan, Komunikasi Antar Pribadi, Keharmonisan Keluarga
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN PENGAWASAN ORANGTUA TERHADAP PERILAKU ANTISOSIAL (Kasus penggunaan Smartphone dan Pengawasan Orangtua Siswa SMP Purnama 3 Semarang terhadap Munculnya Perilaku Antisosial) Wahyuningsih, Dwi; Suprihartini, M.Si, Dra. Taufik
Interaksi Online Vol 5, No 2: April 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.159 KB)

Abstract

Orangtua dapat berperan sebgai guru, teman bahkan gatekeeper bagi anak-anak mereka. Seperti yang dikatakan oleh Soekanto (2004;87) orangtua sangat berpengaruh dalam mendidik anak-anak mereka yang boleh dikatakan masih sangat bergantung pada lingkungan keluarganya. Pengawasan orang tua sangat berperan bagi remaja ketika menggunakan smartphone agar dapat mengurangi pengaruh negatif yang ditimbulkan dari penggunaan smartphone. Penelitian yang bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh antara intensitas penggunaan smartphone dan pengawasan orangtua terhadap perilaku antisosial pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivistic untuk mengetahui adanya hubungan kausalitas atau sebabakibat. Penelitian ini menggunakan Teori Literasi Media, Media Equation Theory, Teori Kognitif Sosial dan Parental Mediation Theory. Penelitian akan dilakukan kepada 32 responden yang memiliki karakteristik sama. Responden diambil anak usia remaja karena dianggap masih membutuhkan pengawasan orang tua pada saat menggunakan smartphone. Hasil penelitian ini diperoleh F hitung sebesar 29,976 lebih besar daripafa F tabel sebesar 3,33, maka intensitas penggunaan smartphonedan pengawasan orangtua secara simultan berpengaruh pada munculnya perilaku antisosial pada remaja. Pada pengujian koefisien regresi secara parsial diperoleh intensitas penggunaan smartphone sebesar 6,789 dan pengawasan orang tua sebesar -4,801, semua perhitungan menunjukkan lebih besar dari perhitungan T tabel yakni sebesar 2,042, artinya bahwa semua variabel bebas berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat. Pengawasan orang tua terhadap anak remaja sangat dibutuhkan pada saat menggunakan smartphone agar dapat mengurangi pengaruh negatif yang ditimbulkan oleh smartphone tersebut. Karena anak – anak pada saat keadaan emosi lebih suka mengekspresikannya dengan perilaku – perilaku antisosial yang tidak sesuai dengan norma yang ada. Pada saat ini anak menganggap bahwa perilaku seerti menampar atau berkelahi dengan teman adalah suatu hal yang wajar. Peraturan-peraturan yang digunakan oleh orangtua dalam membatasi anak-anak pada saat menggunakan smartphone mengenai apa saja konten yang boleh diakses dalam smartphone mereka dapat berperan dalam mengurangi munculnya perilaku antisosial pada remaja.
Stereotip Etnis Tionghoa Dalam Stand-Up Comedy pada lakon “KOPER” (Analisis Semiotika) Nur Aini; Adi Nugroho; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.113 KB)

Abstract

1ABSTRAKSIJudul Skripsi : Stereotip Etnis Tionghoa Dalam Stand-Up Comedy padalakon “KOPER” (Analisis Semiotika)Nama : Nur AiniNim : D2C308012Jurusan : Ilmu KomunikasiKaum minoritas dapat dianggap sebagai kelompok subkultur yang dapat menyebabkan pergolakan di sebuah negara. Perbedaan identitas menjadi kerap muncul sebagai awal permasalahan SARA yang salah satunya ditandai dengan adanya stereotip kelompok, terutama pada kaum minoritas. Kemunculan stand-up comedy di Indonesia yang turut meramaikan hiburan tanah air, menjadi salah satu media bagi kaum minoritas untuk lebih terbuka dalam mengkomunikasikan hal tabu seperti rasisme yang dialami oleh etnis Tionghoa. Melalui stand-up comedy hal tersebut diangkat dengan perspektif dan cara yang lebih dapat diterima.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca tentang makna yang diungkapkan dalam pertunjukan stand-up comedy lakon “Koper” pada sesi Ernest Prakasa, seorang keturunan etnis Cina-Betawi. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk memaknai kode-kode secara denotatif dan konotatif, juga teknik analisis Fiske dengan menguraikan simbol-simbol tayangan yang disajikan melalui tiga level analisis yaitu reality, representation, dan ideology.Hasil penelitian menunjukkan adanya temuan mengenai representasi etnis Tionghoa yang digambarkan melalui stand-up comedy dalam lakon “Koper”. Pertama mengenai diskriminasi sosial yang dialami, etnis Tionghoa seringkali mendapatkan perilaku yang berbeda dari masyarakat karena dianggap sebagai liyan. Kedua, adanya stereotip tentang fisikalitas Tionghoa terutama bentuk mata sipit sebagai ciri khas yang dimiliki masyarakat Tionghoa atau keturunannya, hingga sekarang masih seringkali muncul. Dan yang ketiga adalah kemampuan sosial-ekonominya yang selalu dianggap berada di tingkat menengah ke atas, di mana hal tersebut berdampak pada kecemburuan sosial masyarakat.Disetujui oleh Pembimbing 1Semarang, Maret 2013Drs. Adi Nugroho, M.SiNIP 19651017.199311.1.0012PENDAHULUANIndonesia, sebuah negara besar yang terdiri dari berbagai kepulauan, memiliki begitu banyak ragam etnis kebudayaan. Salah satunya etnis Tionghoa yang meskipun dianggap sebagai kelompok subkultur, namun secara faktual merupakan warga Indonesia. Berbagai peristiwa yang terjadi, di negara ini seolah memandang etnis tersebut dengan sebelah mata. Adanya ketimpangan sosial yang terjadi pada masa lalu antara kelompok pribumi dan Tionghoa (keturunan) membuat pribumi merasa takut dan terancam. Refleksi ketakutan yang muncul dari kalangan pribumi tersebut pada akhirnya berubah menjadi persepsi umum. Charless A. Coppel dan Rizal Sukma (dalam http: //www.yusufmaulana.com/2009/07/menakar-diaspora-etnis-tionghoa.html) mengidentifikasi lima persepsi masyarakat pribumi terhadap karakter umum etnis Tionghoa, yaitu :1. Mereka adalah bangsa (ras) yang terpisah, yakni bangsa Cina;2. Posisi mereka diuntungkan dalam struktur sosial di bawah pemerintahan kolonial Belanda;3. Struktur sosial diskriminatif selama penjajahan Belanda menempatkan mayoritas mereka lebih suka mengidentifikasi dengan bangsa Belanda, memiliki sikap arogan, memandang rendah masyarakat Indonesia asli, cenderung eksklusif, dan mempertahankan hubungan kekerabatan dengan Cina daratan;4. Merupakan kelompok yang tidak mungkin berubah dan akan selalu memperhatikan nilai-nilai kulturalnya di mana pun mereka berada;35. Merupakan kelompok yang hanya peduli kepada kepentingan mereka sendiri, khususnya kepentingan ekonomi.Pemerintahan pasca-reformasi akhirnya kembali mengakui keberadaan etnis Tionghoa. Warga etnis Tionghoa diakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sah yang dilindungi dengan UU No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Etnis Tionghoa mulai menunjukkan eksistensinya pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat mulai dari bidang politik, sosial, budaya, tidak terkecuali dalam bidang hiburan.Dalam dunia hiburan, Indonesia kembali mengalami satu era baru dengan kemunculan stand-up comedy. Stand-up comedy adalah komedi tunggal secara monolog yang ditampilkan di atas panggung, berinteraksi secara langsung dengan audiens, dan memiliki konten atau materi humor yang lebih tajam dan kritis. Dalam bukunya, Sudarmo juga menyebutkan bahwa dengan stand-up comedy, orang-orang berbagi tawa untuk melepas kegetiran hidup (Sudarmo, 2012: 175).Sudarmo (2012: 175) juga menyebutkan bahwa dengan SUC, orang-orang berbagi tawa untuk melepas kegetiran hidup. Ia juga mendefinisikan stand-up comedy sebagai kombinasi antara teater dan lawak improvisasi. Tradisi teater mensyaratkan kesiapan naskah/skenario, latihan, dan arahan sutradara. Lawak improvisasi, meskipun sebenarnya memiliki konsep/naskah, namun tidak tertulis, atau hanya mengandalkan kesepakatan dalam brifing sutradara (Sudarmo, 2012: 182). Dalam Stand-up comedy lakon “Koper”, setiap comic menyampaikan materi mereka dengan tetap menjaga karakter kentalnya masing-masing. Pertunjukan ini menceritakan perjalanan sebuah koper yang tua dan besar yang hendak dibuang4oleh pemiliknya di sebuah terminal karena dianggap berisi kenangan tentang istrinya yang membawa sial. Koper tersebut kemudian berpindah tangan, dari orang yang satu ke orang lainnya yang tidak saling mengenal.Berkaitan dengan penelitian ini, stereotip etnis minoritas yang sudah ada sejak dulu dan secara umum dianggap negatif, digambarkan menggunakan humor yang pada penelitian ini dikemukakan dalam stand-up comedy lakon “KOPER”. Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin mengetahui adalah bagaimana representasi “Stereotip Etnis Tionghoa dalam Stand Up Comedy “KOPER”?”Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan representasi stereotip etnis Tionghoa dalam Stand Up Comedy pada lakon “KOPER”. Peneliti juga berharap agar penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan informasi kepada pembaca dalam memahami serta mengetahui studi semiotik mengenai representasi Stereotip Etnis Tionghoa dalam Stand Up Comedy “KOPER” serta dapat dijadikan bahan rujukan ataupun pertimbangan untuk kajian ilmu komunikasi dan menjadi sumber informasi bagi penelitian selanjutnya, serta menjadi masukan tersendiri di bidang Stand Up Comedy.Metodologi Penelitian1. Tipe PenelitianMenggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotik Barthes.2. Subyek PenelitianSasaran penelitian ini adalah stand-up comedy lakon “KOPER”, dengan subjek penelitian yaitu comic Ernest Prakasa.53. Unit AnalisisItem-item dalam stand-up comedy lakon “Koper” yang terdiri atas scene-scene, monolog yang terdiri dari bit-bit dan punchline yang mempunyai relevansi dengan rumusan masalah.4. Teknik Pengumpulan DataData primer penelitian ini berupa potongan gambar scene-scene dari pertunjukan yang disiarkan di Metro TV pada tanggal 19 dan 26 Februari 2012 dengan tajuk stand-up comedy lakon “Koper”. Sedangkan data sekundernya adalah studi pustaka mengenai sosok tionghoa yang diperoleh dari artikel, buku maupun sumber dari internet.5. Teknik Analisis DataTeknik analisis data pada penelitian ini didasarkan pada konsep The Codes of Television dipaparkan oleh Fiske (1987:5) bahwa peristiwa yang akan disiarkan telah dienkode oleh kode-kode sosial. Kode-kode tersebut terdiri dari beberapa level, sebagai berikut:a. Level 1: “Reality”b. Level 2: “Representation”c. Level 3: “Ideology”6HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANSosok Tionghoa dalam stand-up comedy lakon Koper hanya diwakili oleh karakter Ernest Prakasa sebagai comic. Dalam beberapa bagian, Ernest menggambarkan sebuah keadaan yang menjadi stereotip mengenai etnis Tionghoa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rahardjo (2005), dikemukakan persepsi orang Jawa tentang stereotip Cina dalam komunikasi antaretnis, sebagai berikut:Tabel 4.1Persepsi tentang stereotip dalam komunikasi antaretnisNoStereotipJawa - Cina (skala 1-5)1Pelit2,482Licik2,343Curiga2,144Sombong2,445Eksklusif2,276Mementingkan diri sendiri2,397Memandang rendah2,068Malas bekerja1,929Mudah disuap2,4110Hemat3,6611Jujur3,5012Sopan3,9213Ramah3,831. Diskriminasi Sosial Etnis TionghoaMonolog menggunakan kata “rasis” terdengar menyindir (meskipun dengan bercanda), yang ditujukan kepada panitia acara yang memilihkan peran itu untuknya sebagai penjaga toilet.7Seragam PDL. Seragam adalah simbol kepatuhan, kepasrahan, dan tunduk kepada peraturan. Pakaian yang dikenakan Ernest (PDL) adalah pakaian seragam yang digunakan oleh seorang pekerja lapangan, bekerja di luar kantor dan lebih banyak menggunakan tenaga. Seperti yang dikemukakan oleh Bungin (2006: 48), bahwa pekerja kasar, buruh harian, buruh lepas, dan semacamnya yang lebih banyak menggunakan tenaga dari pada kemampuan manajerial distratakan sebagai kelas sosial bawah (lower class).Gesture tubuh yang menyindir, terlihat dari cara mengibaskan baju seragamnya sembari melihat ke arah di luar penonton serta mengucapkan kata “ck..!”. Secara keseluruhan dimaknai sebagai sindiran akan diskriminasi sosial yang dialami oleh kelompok etnis Cina di masa lalu.2. Fisikalitas Etnis TionghoaBentuk mata sipit yang apabila dilihat oleh penonton dari kejauhan seperti orang yang berbicara dengan keadaan mata terpejam.Konotasinya, kalimat-kalimat yang muncul dalam bit tentang bentuk mata sipit merupakan hal yang lucu, ketika seorang comic membuat penonton menertawakannya melalui keadaan fisik yang berbeda pada dirinya. Humor semacam ini menunjukkan sebuah pengakuan atas ketidaksempurnaan dan kelemahan diri kepada penonton. Menurut Malcolm Khusner (dalam Sathyanarayana, 2007 92), meskipun pada menertawakan diri sendiri dapat menjatuhkan, namun sesungguhnya8humor tersebut dapat meningkatkan daya tarik dan membangun empati penonton.Adapun monolog yang sengaja mengganti istilah mata sipit dengan kurang belo, ciri khas yang biasa ditemui pada keturunan India dan Timur Tengah. Dalam teori humor, Ernest menggunakan self deprecating humor dimana mencela kaumnya sendiri merupakan salah satu bagian dari pengungkapan diri dengan menambahkan, “...lha mandang dua mata aja susah..! Apa lagi sebelah..!”. Ungkapan ini memiliki konotasi bahwa orang Cina tidak pernah merendahkan orang lain.Adanya stereotip bahwa orang Cina memiliki sifat angkuh, eksklusif dan memandang rendah etnis lain sengaja ditekankan bahwa hal tersebut tidak benar adanya. Dalam catatan Taher, disebutkan faktor kultural yang memiliki kaitan yang erat dengan permasalahan ini. Meskipun pada masa Orde Baru mengeluarkan kebijakan pemerintah tentang asimilasi (pembauran), ternyata Cina yang merupakan kebudayaan yang tertua di dunia ini cukup kuat dan berpengaruh di wilayah tertentu. Sebagai konsekuensinya, masyarakat Cina menjadi cenderung bersifat chauvinistik, sering memandang rendah kebudayaan bangsa-bangsa lain (Rahardjo, 2005: 19). Namun tentu saja tidak semua dari mereka memiliki sikap yang demikian. Tidak adil apabila stereotip itu dilekatkan pada semua orang Tionghoa padahal masih ada orang Tionghoa yang sangat bersahabat.93. Kelas Sosial-Ekonomi Etnis TionghoaDalam sebuah bit, dimana Ernest menemukan sebuah koper tidak bertuan yang tergeletak begitu saja di jalan. Kemudian dengan rasa penasaran, Ernest memperlihatkan dia sedang memeriksa koper tersebut dan mencoba menentengnya sembari berjalan. Ernest bercerita bahwa ternyata orang Cina tidak semuanya kaya.Konotasinya yaitu anggapan bahwa semua orang Tionghoa di negeri ini dianggap kaya dan memiliki kemampuan ekonomi yang mencukupi. Koper tersebut diartikan sebagai simbol kekayaan yang digunakan untuk menyimpan uang. Dalam bit tersebut Ernest menyebutkan, “gaya ya, kaya business man Shanghai!”. Secara harfiah, kalimat tersebut memiliki makna bahwa comic yang merupakan keturunan Cina-Betawi ini adalah bukan seorang pengusaha kaya seperti yang distereotipkan oleh masyarakat.Stereotip ini sendiri bermula dari pemerintahan kolonial Hindia-Belanda yang membagi masyarakat waktu itu menjadi tiga golongan, yaitu 1) orang Eropa yang kedudukannya paling tinggi; 2) orang Cina, India, dan Arab sebagai golongan Timur Asing dengan kedudukan sosial menengah; dan 3) golongan pribumi yang menempati kedudukan sosial terendah (Rahardjo, 2005: 18). Keistimewaan yang diberikan kepada masyarakat keturunan Cina memiliki posisi (ekonomi) yang lebih dominan dibanding komunitas masyarakat lokal. Hal ini membuat interaksi mereka dengan pribumi menjadi berjarak.10Keberhasilan banyak orang Tionghoa di bidang ekonomi memang seringkali menimbulkan kecemburuan sosial. Hanya saja keberhasilan ini tidak terjadi pada seluruh orang Tionghoa. Masih banyak orang Tionghoa biasa yang hidup secara sederhana dengan usaha mereka dan masih berjuang untuk memenuhi kebutuhannya. Banyak orang Tionghoa yang memiliki kemapanan finansial, namun perlu ditekankan pula bahwa kemapanan tersebut adalah buah dari kerja keras mereka.Selain itu pada bit yang menyampaikan bahwa Engkong atau kakek Ernest adalah seorang warga Tionghoa asli yang merantau ke negeri ini, kemudian ditambahkan bahwa tidak semua produk Cina itu KW, diambil dari kata kualitas dengan pelafalan kwalitas, yang artinya barang tiruan.Ketika dianalisis berdasarkan makna konotasi, terdapat kalimat yang ambigu. Disebutkan di dalam penampilannya, kata asli dalam bit tersebut memiliki artinya yang lain. Stereotip yang ingin diperjelas disini adalah anggapan masyarakat yang menggeneralisasikan bahwa barang made in China (yang berupa produk tekstil/ garmen dan elektronik) bahwa barang Cina seringkali disebut sebagai barang yang memiliki image peyoratif/negatif. dikenal dengan barang tiruan, bermutu rendah, dan murah (dikutip dari republika.co.id), Hal ini seringkali dikaitkan dengan isu ekonomi kapitalis yang digencarkan di negeri tersebut, yang lebih mementingkan bisnis dan ekonomi daripada aspek yang lain, menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekayaan yang berlimpah.11PENUTUPStereotip yang direpresentasikan dalam stand-up comedy lakon Koper berbicara mengenai diskriminasi terhadap etnis Tionghoa dengan anggapan bahwa etnis Tionghoa adalah sebuah kelompok ras yang terpisah, sehingga dibeda-bedakan dengan kelompok masyarakat pribumi. Adapun ciri fisik yang khas dan mencolok yaitu bentuk mata sipit yang menjadi bahan untuk menyudutkan mereka dalam interaksi mereka dengan kaum mayoritas pribumi, dan menyebabkan etnis Tionghoa seringkali mendapatkan serangan verbal sebagai bentuk pengungkungan eksistensi mereka.Status sosial-ekonomi etnis Tionghoa distereotipkan sebagian besar lebih baik dari para pribumi. Padahal untuk mencapai tingkat kesuksesan seperti demikian, kaum Tionghoa telah menjalani kerja keras secara turun temurun. Namun demikian kecemburuan sosial yang merebak dan terstruktur dalam masyarakat Indonesia menyebabkan labelisasi „kaya‟ dan „eksklusif‟ bagi masyarakat Tionghoa. Akibatnya, gerak kaum Tionghoa seolah terkurung dalam ranah ekonomi yang semakin mengukuhkan dominasi finansial mereka.
Pembuatan Program Talkshow Wedangan di radio IBC FM Dyah Puspita Saraswati; Indra Prasetya; Primada Qurrota Ayun; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.49 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan waktu, media dalam bentuk radio mulai banyak ditinggalkan. Saat ini banyak yang lebih memilih menggunakan media televisi atau media-media baru lainnya. Radio cenderung ditinggalkan karena para pendengarnya tidak dapat melihat bentuk visualnya. Namun tidak serta merta radio ditinggalkan begitu saja. Radio sendiri memiliki fungsi dan kegunaan yang unik serta tetap memiliki pendengarnya sendiri.Menyadari adanya perkembangan pada media, radio juga harus melakukan sebuah inovasi agar tidak ditinggalkan para pendengarnya dan tetap menjadi sebuah media yang memiliki banyak fungsi. Dan dengan lahirnya ide-ide baru atau inovasi dalam program radio membuat penulis menciptakan sebuah program dalam bentuk talkshow yang berbentuk hiburan serta informatif. Melalui kerjasama dengan radio IBC FM penulis menuangkan segala ide kreatif untuk lahirnya sebuah program baru yang inovatif serta segar. Dengan menghadirkan nara sumber yang berbeda setiap minggunya membuat program talkshow ini menjadi lebih menarik.Adapun tugas yang dilaksanakan selama pengerjaan program radio Wedangan ini yaitu sebagai creative director. Creative director disini bertugas mengonsep secara keseluruhan program ini. Selain itu, membuat script mulai dari script siar, script iklan, hingga script promo merupakan tugas dan tanggung jawab creative. Tidak hanya itu, dalam membuat design poster mingguan dan melakukan promosi di media sosial juga menjadi tugas creative director. Dengan mengolah sebuah data yang diberikan oleh produser menjadi menarik adalah sebuah tugas yang berat dan bagaimana menjadikan sebuah program ini menjadi program yang menarik dan berbeda dengan program lainnya.Meskipun begitu ada pula beberapa hambatan yang dialami seperti kesiapan dalam membuat script, atau dalam menentukan angle yang akan diangkat menjadi tema besar, maupun topik yang keluar dari yang telah ditentukan. Namun, hambatan serta kesulitan seperti yang di jabarkan diatas, dapat diatasi dan tetap berjalan dengan baik.Selanjutnya, dalam hal pencapaian target pendengar program talkshow Wedangan, ternyata mampu menaikkan jumlah pendengar hingga 50 % dari target awal yaitu menaikkan jumlah pendengar sebesar 35%. Hasil ini didapatkan setelah melakukan survei setelah program berakhir. Meskipun begitu masih terdapat beberapa kekurangan dalam program talkshow ini, seperti kesiapan dalam pra- produksi hingga budgeting. Hal tersebut perlu diperbaiki agar program talkshow Wedangan dapat menjadi program yang lebih baik.
PEMBENTUKAN FEMME FATALE DALAM DRAMA SERIAL GAME OF THRONES PADA TOKOH CERSEI LANNISTER ELISABETH NATASIA; Hapsari Dwiningtyas Sulityani
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.833 KB)

Abstract

Game of Thrones merupakan drama serial televisi dengan genre fantasi. Drama ini layak dikaji karena terdapat tokoh penjahat perempuan yang mendominasi dan menjadi salah satu tokoh utama dalam ceritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah tokoh Cersei sebagai penjahat memiliki karakteristik femme fatale yang sering disandingkan dengan tokoh penjahat perempuan dalam drama dan bagaimana karakter femme fatale tersebut ditampilkan, serta mengetahui potensi power yang dimiliki femme fatale. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis wacana Sara Mills yang memiliki elemen karakter, fragmentasi, fokalisasi dan schemata, dan berdasarkan teori feminis film dan femme fatale. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dengan karakter femme fatale memiliki potensi untuk meraih kekuasaan. Penelitian juga menunjukkan bahwa femme fatale dalam drama menunjukkan sisi negatif dan positif dari karakternya, karena femme fatale tidak akan bisa dilepaskan dari tokoh female villain.

Page 50 of 157 | Total Record : 1563