cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Memahami Komunikasi Ibu yang Berkarier dalam Membentuk Konsep Diri Anak Sebagai Pribadi yang Mandiri Rakasiwi Oktaviana Hadi Saputri; Sri Budi Lestari; Agus Naryoso; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.475 KB)

Abstract

Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah fenomena ibu yang berkarier membuat anak harus bersikap mandiri dalam melakukan setiap hal dikarenakan kesibukan orangtua, oleh karena itu setiap ibu yang berkarier menginginkan anaknya memiliki konsep diri sebagai pribadi yang mandiri. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi antara ibu yang berkarier dalam membentuk konsep diri anak sebagai pribadi yang mandiri. Penelitian ini merujuk pada paradigma interpretif dan teknik analisa data yang digunakan mengacu pada metode fenomenologi. Subyek penelitian ini ialah tiga pasang informan dari keluarga dengan ibu yang berkarier dan memiliki anak berusia 12-14 tahun (Sekolah Menengah Pertama). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Relationship Development dan Close Relationship. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis pekerjaan yang digeluti oleh ibu yang berkarier berpengaruh pada intensitas pertemuan, frekuensi dan durasi komunikasi antara ibu dan anak. Hal tersebut berpengaruh pada kedekatan antara keduanya sehingga pengembangan hubungan dengan cara komunikasi yang efektif perlu dilakukan. Respon positif dari orangtua membuat anak senang untuk bercerita sehingga keterbukaan dan kedekatan antara keduanya dapat terbentuk. Kedekatan yang tercipta membuat anak merasa bergantung pada orangtua dalam hal pengambilan keputusan mengenai masa depan, yakni mereka lebih mantap untuk memutuskan suatu hal setelah berdiskusi terlebih dahulu dengan orangtua. Komunikasi yang efektif antara ibu dan anak serta sikap orangtua yang konsisten memberlakukan pembagian tugas dirumah disertai dengan pemberian reward dan punishment, akan membuat anak memiliki konsep diri positif. Dua dari tiga informan anak memiliki konsep diri positif dan kemandirian meskipun masih terbatas pada kemandirian emosi dan intelektual, sedangkan informan anak lainnya memiliki konsep diri negatif karena kurangnya intensitas komunikasi antara ibu yang berkarier dengan anaknya serta kemandirian dalam hal intelektual dan sosial
Pemaknaan Khalayak Etnis Tionghoa terhadap Stereotip dalam Film Cek Toko Sebelah Fadhila Husodo, Husna; Dwiningtyas Sulityani, Hapsari
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.218 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keragaman pemaknaan khalayak etnis Tionghoa terhadap stereotip yang muncul dalam film Cek Toko Sebelah. Paradigma yang digunakan adalah paradigma interpretif dengan metode analisis resepsi Stuart Hall. Penelitian ini juga menggunakan analisis semiotika John Fiske yang menjelaskan tiga level analisis yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Kemudian, teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stereotip. Teori ini digunakan untuk mengungkap bagaimana sebenarnya stereotip muncul. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah para informan mampu memberikan pemaknaan terhadap stereotip yang ditampilkan dalam film Cek Toko Sebelah. Hasil pemaknaan menunjukkan adanya keragaman posisi pemaknaan yaitu dominant-hegemonic reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Pada kategori stereotip etnis Tionghoa pelit preferred reading yang muncul dari adegan film Cek Toko Sebelah justru menunjukkan hal sebaliknya. Pemaknaan hampir semua informan pada preferred reading ini menunjukkan dominan. Untuk kategori stereotip etnis Tionghoa identik dengan pedagang preferred reading yang muncul dari adegan dimaknai secara dominan oleh hampir semua informan. Kategori terakhir yaitu hubungan etnis Tionghoa dan etnis Jawa pemaknaan setiap informan cukup berbeda satu sama lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa informan dalam penelitian ini adalah khalayak aktif. Pemaknaan informan dalam penelitian ini berdasarkan pengalaman masing-masing dan dipengaruhi faktor usia dan pekerjaan.
Divisi Program Manager dalam Kampanye PR Undip Environmentally Friendly Campus "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)" Wulandari, Irawati Sri; Naryoso, Agus; Nugroho, Adi; Ulfa, Nurrist Suraya
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.973 KB)

Abstract

Pemanasan global sedang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dunia. Karena ulah manusia, planet ini sedang mengalami pemanasan global, atau yang biasa disebut sebagai global warming. Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi. Universitas sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam usaha pelestarian lingkungan sebagai usaha melindungi dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi di lingkungannya. Undip memiliki komitmen untuk mereduksi pemanasan yang terjadi di bumi, terutama di kota Semarang dan sekitarnya. Undip memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan lingkungan melalui tagline Undip Environmentally Friendly Campus. Berdasarkan riset pra event, didapatkan hasil bahwa sebagian besar responden belum mengerti mengenai global warming, apalagi indikator universitas ramah lingkungan.Berdasarkan riset pra event tersebut, event dipilih sebagai cara untuk memperkenalkan Undip Environmentally Friendly Campus kepada khalayak target. Adapun khalayak target yang dipilih adalah berasal dari kalangan siswa SMA/SMK/MA yang berada di kawasan sekitar Undip, khususnya di kecamatan Tembalang dan Banyumanik. Event diberi nama “Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)” dengan diawali roadshow ke sekolah-sekolah, photography challence, journalist writing contest, dan serangkaian acara yang memperkenalkan langsung peserta dengan praktisi Undip untuk memberikan pengetahuan mengenai Undip Environmentally Friendly Campus dan usaha pelestarian lingkungan.Event ini telah sukses dilaksanakan, diketahui dengan meningkatnya pengetahuan peserta sebanyak 37,90% dari hasil kuesioner pra event. Untuk keseluruhan program event "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)", berjalan efektif sesuai harapan panitia. Kegiatan yang efektif adalah roadshow, Photography Challence, Undip Gowes Ceria dan Field Trip, talkshow Undip Environmentally Friendly Campus, games dan kuis, penyerahan bibit tanaman mahoni, dan live accoustic. Sedangkan kegiatan yang kurang efektif adalah Journalist Writing Contest. Kata kunci: kampanye PR, event, universitas
Image of College Student Movement Organization After Reformation of Indonesia Fuad .; Nuriyatul Lailiyah, S.Sos, M.I.Kom
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.031 KB)

Abstract

College Student Movement Organization of Indonesia is inseperable part from politic reformation of Indonesia. “Agent of Change” is the appropriate word to describe them. However, after politic reformation of Indonesia, college student movement as if experience derivation of image among college students. Viewed from reduction of college students participation to join college student movement organization.This study aims to understand and comprehend about image of college student movement organization, using qualitative and quantitative (mix method). The concepts which used by this study are related with image of stakeholder and public relation. The study found image of college student movement organization after reformation of Indonesia politic.The findings were compiled in a few points: 1) Positive image of college student movement organization viewed as popular, have good personality, closer, have qualified qadres and loyal to intra campus organization in intra campus’s organizational. Then, have qualified leadership, have good academic capability, improtant for Indonesia, innovative, have good contribution for Indonesia’s future, attractive to follow, have competence and talented cadres in intra campus’s organizational, have good communication with stakeholder, be responsible to their activity. 2) Negative image of colege student movement organization viewed as unpopular in common college students’s perspective, not closer with common college students, key stakeholders have compound perspective in cadre’s personality, key stakeholders have compound perspective in cadre’s loyality for intra campus organizational, have not loyal perspective to Indonesian people’s impotance, inra campus organizationals have less competence perspective about college student movement board’s management, key stakeholders have compound perspective for cadre’s qulified, intra campus organizationals have less good perspective about transparence about fund source and management. All negative images of college student movement organization relate to stakeholder reaction are on disappointment and surprise level with trust damaged on trust questioned (which may recover rapidly)and trust dented (which recover by good public relationship). The effort to restore stakeholder trust are with openness and expose related to gaits, activities, and values which embraced bu college student movement organization to stakeholder. Then do some internal revamping for college student movement organization cadres related to first oriented cultivation and values of organization.
Memahami Pengalaman Komunikasi Suporter Perempuan Jak Angel Dalam Usaha Menegaskan Eksistensi Di Dunia Sepakbola Emily Nurulhuda
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.687 KB)

Abstract

Partisipasi perempuan dalam sepakbola masih menuai kontroversi dengan adanya sejumlah pengalaman komunikasi buruk yang dialami oleh sejumlah suporter perempuan melalui berbagai bentuk diskriminasi dan pandangan negatif dari masyarakat. Jak Angel sebagai bagian dari suporter perempuan tentunya tidak terlepas dari proses interaksi dengan masyarakat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap pengalaman komunikasi mereka dengan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami pengalaman komunikasi suporter perempuan Jak Angel dalam usaha menegaskan eksistensi di dunia sepakbola. Sehingga akan di dapat pemahaman persoalan yang dihadapi Jak Angel ketika berinteraksi dengan masyarakat dalam usahanya menegaskan eksistensi sebagai suporter perempuan Persija. Penelitian ini menggunakan asumsi dasar Muted Group Theory (Kramarae, 1981) Penelitian ini didasarkan pada paradigma intepretif dan pendekatan fenomenologi dimana mencoba mengungkapkan realita melalui pengalaman alamiah seseorang yang diciptakan melalui penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.Hasil penelitian ini menemukan bahwa eksistensi Jak Angel sebagai suporter perempuan Persija tidak secara utuh mendapat dukungan dan pandangan positif dari masyarakat. Faktor partisipasi perempuan yang masih dianggap tabu dalam sepakpola serta perilaku negatif yang ditunjukkan oleh Jak Angel pada akhirnya membuat citra Jak Angel di mata masyarakat buruk dan mempengaruhi pengalaman komunikasi mereka ketika berinterkasi dengan masyarakat. Pengalaman komunikasi yang buruk secara eksplisit terlihat dari adanya prasangka tingkat antilocution dan physical attack yang didapat oleh Jak Angel dari masyarakat ketika setiap kali Jak Angel berusaha menegaskan eksistensi sebagai suporter perempuan Persija.Jak Angel menggunakan strategi komunikasi akomodasi asertif yaitu berusaha mempertahankan identitas mereka dan menjalin hubungan yang positif dengan masyarakat guna memperbaiki citra buruk yang berkembang. Sikap apatis masyarakat terhadap usaha yang dilakukan oleh Jak Angel serta kurangnya kesadaran diri Jak Angel menjadi kendala utama yang dialami oleh Jak Angel dalam setiap usaha yang dilakukan. Sehingga usaha yang dilakukan Jak Angel tidak berjalan maksimal dan mengakibatkan relasi yang terjalin antara Jak Angel dan masyarakat tidak berjalan harmonis.Keyword: Pengalaman komunikasi, Strategi komunikasi, Suporter perempuan, Jak Angel
PEMAKNAAN PENGGEMAR K-POP INDONESIA DI BAWAH UMUR TERHADAP VIDEO MUSIK BIGBANG R-RATED Nurul Hidayah; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.099 KB)

Abstract

This research discuss how Indonesian underage K-Pop fans interprets of BIGBANG’s Bae Bae music video. BIGBANG Bae Bae music video get label 19 (R-Rated) and is not allowed to air on music program on one of Korea's national television. However, this music video is not age-restricted and can be easily accessed by Indonesian fans on Youtube. BIGBANG has leaked the concept of its music video specifically for audiences 19 years and older. The aim of this research is to find out Indonesian underage K-Pop Fans Reception of BIGBANG R-Rated Music Video. This research uses Roland Barthes's semiotic analysis to determine the preferred reading and Stuart Hall's reception analysis to find the audiences reception category in dominant, negotiated, or oppositional. The research results showed that most informants interpreted Bae Bae's music video in a negotiated reading. This is because of the three informants have interpreted the music video in accordance with the preferred reading. However, there are other messages that are interpreted based on the personal opinions of each informant after finding out from the lyrics of the Bae Bae song and the contents of the music video story as well as their assumption about the music video in question is the work of art from music makers.
Hubungan Antara Terpaan Informasi Garuda Indonesia di Media Sosial Twitter @Garuda_UK dan Terpaan Sponsorship Garuda Indonesia dalam Pertandingan Liverpool Footbal Club dengan Kesadaran Merek Garuda Indonesia Nurina, Shafira Inas; Rahardjo, Turnomo; Pradekso, Tandiyo; Lailiyah, Nuriyatul
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.315 KB)

Abstract

Kerjasama co-branding Garuda Indonesia – Liverpool FC membuat Garuda Indonesia mendapat keuntungan untuk menjalankan kegiatan komunikasi pemasaran dengan tujuanmenciptakan kesadaran merek. Terkait dengan hal tersebut, Garuda Indonesia belum melakukan evaluasi yang berhubungan dengan tujuan diadakannya kerjasama Garuda Indonesia dengan Liverpool FC, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara terpaan informasi Garuda Indonesia di media sosial Twitter @Garuda_UK dan terpaan sponsorship Garuda Indonesia dalam pertandingan Liverpool FC dengan kesadaran merek Garuda Indonesia. Teori mengenai kesadaran merek yang didukung denganteori mengenai terpaan informasi di media sosial dan teori mengenai terpaan sponsorship menjadi dasar pemikiran dalam penelitian ini.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif tipe eksplanatif dengan metode penarikan sampel non random sampling dan teknik penarikan sampel adalahpurposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 50 orang yang merupakan fans Liverpool FC yang berdomisili di Negara Inggris.Analisis data yang digunakan adalah uji Korelasi Pearson dengan hasil yang didapat adalah bahwa terdapat hubungan yang sigifikan antara terpaan informasi Garuda Indonesia di media sosial Twitter @Garuda_UK (X1) dengan kesadaran merek Garuda Indonesia (Y) karena menghasilkan angka signifikansi 0,014 dengan koefisien korelasi Pearson sebesar 0,345 serta terdapat hubungan yang signifikan antara terpaan sponsorship Garuda Indonesia dalam pertandingan Liverpool FC (X2) dengan kesadaran merek Garuda Indonesia (Y) menghasilkan angka signifikansi 0,002 dengan koefisien korelasi Pearson sebesar 0,418.Hasil temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi Garuda Indonesia agar dapat memanfaatkan media sosial dan sponsorship secara lebih efektif.
Correlation Between Advertising Exposure of Traveloka and Level of Income with People Interest in Transact on Traveloka Anugerah Dwitama; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.316 KB)

Abstract

With total advertisement spend of Rp 687.7 billion throughout 2016, Traveloka has been very intent explaining the advantages and convenience of their sites and applications to the people of Indonesia. Therefore, Traveloka should be the main reference in the matter of booking airline tickets and hotel reservations in Indonesia. However, Traveloka has not succeeded in becoming the ultimate reference in the matter of reserving airline tickets or hotel reservations by the public. The purpose of this research is to know the correlation between advertising exposure of Traveloka and level of income with people interest in transact on Traveloka. The theory that used in this research is Advertising Exposure Theory and Theory of Social Category. This research is a quantitative research with explanatory type. This study uses people in Semarang who are 17-35 years old that has been exposed to advertising exposure of Traveloka and traveling out of town or overseas at least once a year. Based on the hypothesis test that conducted using Kendall’s Tau-b correlation analysis, shows that : First, there is a positive correlation between advertising exposure of Traveloka with people interest in transact on Traveloka with significance value 0,002 and correlation coefficient value 0,315. The higher advertising exposure of Traveloka, the higher people interest in transact on Traveloka, vice versa. Second, there is a positive correlation between level of income with people interest in transact on Traveloka with significance value 0,000 and correlation coefficiet 0,475. The higher level of income, the higher people interest in transact on Traveloka, vice versa. With these results, suggested to Traveloka to create ads with a variety of messages according to the desired segmentation, in order to reach the segmentation of potential travelers Traveloka in order to have interest to use Traveloka.
STRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN BRANDING RUMAH SAKIT TELOGOREJO MENJADI SEMARANG MEDICAL CENTER Rifka Ayu Pertiwi; Agus Naryoso; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.918 KB)

Abstract

viiiSTRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN BRANDINGRUMAH SAKIT TELOGOREJO MENJADI SEMARANG MEDICALCENTERAbstrakPerubahan brand merupakan hal yang sering terjadi pada sebuah institusi atauperusahaan. Hal ini menjadi salah satu pekerjaan humas yang bersangkutan dalammendapatkan kesadaran target audiens terhadap perubahan brand tersebut.RS Telogorejo melakukan perubahan brand menjadi Semarang MedicalCenter. Sedangkan brand RS Telogorejo sudah melekat di benak target audienssebagai rumah sakit swasta nomor satu, terlihat dari jumlah kunjungan yangmenempati peringkat tertinggi di Semarang. Hal ini diperlukan strategi tertentuyang meliputi berbagai proses dalam membangun brand tersebut di benak targetaudiens.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi humas RSTelogorejo dalam melakukan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasiuntuk pembangunan branding pada RS Telogorejo Semarang serta untukmengetahui indikator keberhasilan branding Semarang Medical Center. Olehkarena itu, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatifdengan pendekatan studi kasus.Hasil penelitian ini menunjukkan strategi yang dilakukan humas RSTelogorejo dalam membangun branding Semarang Medical Center yang terfokuspada media promosi, yaitu dengan mengganti logo RS Telogorejo yang ada dimedia promosi menjadi logo Semarang Medical Center. Selain itu, humas jugamemanfaatkan media cetak dan media elektronik untuk melakukan perubahanbranding, dan mengirim press release ke media.Kata Kunci : branding, rumah sakit, Telogorejo, strategi, humasixPUBLIC RELATIONS STRATEGY FOR THE BRANDING OFTELOGOREJO HOSPITAL INTO SEMARANG MEDICAL CENTERABSTRACTRebranding is a common thing in an institution or company. This hasbecome one of the public relations work is concerned in getting the awareness ofthe target audience for the new brand.RS Telogorejo rebrand to Semarang Medical Center. While the RS brandhas adhered minds Telogorejo target audience as the number one private hospital,seen from the number of visits that ranks highest in Semarang. This particularstrategy is needed that includes a variety of processes in building the brand in theminds of the target audience.The purpose of this study was to determine the RS Telogorejo publicrelations strategy in conducting the planning, implementation, and evaluation forthe development of branding on Telogorejo Hospital Semarang and to determineindicators of the success of branding Semarang Medical Center. Therefore, theresearch method used was a qualitative research method with a case studyapproach.The results of this study indicate that conducted public relations strategy tobuild branding Telogorejo Hospital Semarang Medical Center that focuses on themedia campaign, which is to replace the existing logo Telogorejo Hospital inmedia promotion became the Semarang Medical Center. In addition, the publicistalso utilize print and electronic media for rebranding, and send press releases tothe media.Key words : branding, hospital, Telogorejo, strategy, public relationsSTRATEGI PUBLIC RELATIONS DALAM MEMBANGUN BRANDING RUMAHSAKIT TELOGOREJO MENJADI SEMARANG MEDICAL CENTER1. PendahuluanPublic Relations atau humas adalah bidang yang berkaitan dengan penciptaan sertapemeliharaan citra dari perusahaan, institusi, pemerintah, serta figur-figur ternama sepertiselebritis dan politisi. Dari waktu ke waktu, kebutuhan akan pelaku public relations selalumeningkat. Klien-klien yang dilayani bisa dari pemerintahan, institusi pendidikan,organisasi, industri, perusahaan, club olahraga, pelaku dunia hiburan, rumah sakit, danlain-lain. Bidang public relations melibatkan para tenaga ahli untuk melancarkan tugasdiantara penerbit, pakar media, analis, dan ahli komunikasi. Humas pada sebuah RumahSakit dalam menjalankan fungsinya tidak jauh berbeda dengan fungsi humas lembaga yanglain baik pemerintah maupun swasta. Yang membedakan adalah, tanggung jawab seoranghumas atau public relations rumah sakit yaitu melaksanakan penyampaian informasitentang Rumah Sakit kepada customer baik pelanggan tetap maupun calon pelanggandengan lengkap dan data yang akurat.RS Telogorejo melakukan perubahan brand menjadi Semarang Medical Center.Hal ini dilatarbelakangi karena RS Telogorejo ingin menjadi pusat kesehatan di kotaSemarang. Sedangkan brand RS Telogorejo sebenarnya telah melekat di benak targetaudiensnya. Tanpa melakukan perubahan brand, RS Telogorejo telah menjadi rumah sakitswasta nomor satu di kota Semarang dilihat dari jumlah kunjungan yang meningkat daritahun 2009-2011. Dengan perubahan brand ini, menimbulkan pekerjaan tersendiri bagihumas RS Telogorejo karena membutuhkan strategi khusus yang diimplementasikanmelalui tahapan strategik meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam rangkamembangun brand Semarang Medical Center di benak target audiens, dan stakeholderinternal maupun eksternal. Mengamati kondisi tersebut, penelitian ini bermaksudmerumuskan permasalahan tentang bagaimana strategi humas RS Telogorejo dalammelakukan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk pembangunanbranding RS Telogorejo sebagai Semarang Medical Center?Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi humas RS Telogorejodalam melakukan kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk pembangunanbranding pada RS Telogorejo Semarang serta untuk mengetahui indikator keberhasilanbranding Semarang Medical Center. Metode penelitian yang digunakan adalah metodepenelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifdengan menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian deskriptif kualitatif bertujuanuntuk menggambarkan, meringkas berbagai realitas sosial yang ada di masayarakat yangmenjadi objek penelitian dan menarik realitas tersebut kepermukaan sebagai gambarantentang fenomena tertentu.2. PembahasanDalam melakukan strategi untuk mengubah branding diperlukan survey pendahuluanterlebih dahulu. Akan tetapi humas tidak melakukan survey secara eksternal, hanyamelakukan survey secara internal. Target dari survey tersebut adalah karyawan per divisi,office in charge (orang yang bertanggungjawab dalam setiap divisi), dan yayasan. Surveyyang dilakukan humas RS Telogorejo dengan cara menggunakan questioner. Dalamquestioner tersebut ada beberapa pilihan yaitu perubahan nama rumah sakit, logo rumahsakit, desain pembangunan gedung, dan desain seragam karyawan. Kegiatan surveydilakukan pada saat sebelum dibangunnya brand yang baru yaitu pada tahun 2010. Akantetapi, nama rumah sakit berubah setelah pembangunan gedung mencapai 70% yaitu padaJanuari 2013.Strategi yang digunakan public relations dalam pembangunan branding adalahpersuasive dan event. Media yang digunakan dalam strategi ini adalah media cetak sepertikoran, media promosi seperti poster, spanduk, leaflet, kalender, serta media elektronikseperti web, facebook, dan twitter. Bentuk kegiatan yang dilakukan media cetak yaitudengan pemberitahuan adanya seminar, donor darah, produk baru rumah sakit. Dalampemberitahuan tersebut selalu menggunakan SMC dan menampilkan logo baru SMC.Selain itu, event yang dilakukan untuk membangun brand dengan cara seminar kesehatandan membuka stand kesehatan yang diselenggarakan di hotel dan mall.Humas rumah sakit Telogorejo Semarang Medical Center melakukan perubahanbranding tidak hanya dari logo saja, tetapi juga pembangunan gedung baru, fasilitas baru,dan pelayanan yang baru. Alokasi dana yang dibutuhkan untuk melakukan perubahanbranding sebesar ratusan milyar rupiah. Perubahan yang dilakukan oleh Humas RumahSakit Telogorejo adalah logo baru, pembangunan gedung, fasilitas baru, dan pelayananyang baru.Program-program yang dilaksanakan humas RS Telogorejo dalam membangunbranding yang pertama adalah memberi logo baru Rumah sakit yaitu SMC (SemarangMedical Center) melalui media promosi seperti koran, poster, brosur, ambulance,cybernet, souvenir, dan lain-lain. Souvenir diberikan kepada pasien rawat inap yangsedang berulang tahun dan diberikan untuk masyarakat yang menyumbangkan darahnya(donor darah) di RS Telogorejo. Souvenir dengan logo SMC itu diberikan dengan tujuanagar masyarakat mengetahui perubahan branding RS Telogorejo. Souvenir yang diberikanantara lain adalah payung, mug, dan jam dinding. Kemudian humas mengganti logo RSTelogorejo menjadi SMC yang ada disetiap sudut rumah sakit. Strategi lain yang dilakukanhumas dalam mengubah branding yaitu apabila ada seminar atau penyuluhan kesehatankepada masyarakat, humas selalu memberikan informasi mengenai brand baru rumah sakitagar masyarakat mengetahui perubahan branding RS Telogorejo. Kemudian humas jugamengganti semua logo di website, kop surat, screen komputer karyawan, seragamkaryawan, memberi logo SMC pada petunjuk jalan, tempat parkir, dan setiap sudut ruangstrategis yang ada di rumah sakitHumas RS Telogorejo SMC juga memanfaatkan media cetak dan media elektronikuntuk melakukan perubahan branding. Bentuk kegiatan yang dilakukan pada media cetakadalah pemberitahuan adanya seminar, donor darah, dan produk baru yang ada di rumahsakit. Dalam pemberitahuan tersebut selalu menampilkan logo SMC. Selain itu humas jugaselalu mengirim press release ke media, baik cetak maupun cybernews. Bentuk kegiatanyang dilakukan pada media elektronik yaitu dengan cara beriklan di radio Trijaya FM.Iklan tersebut tayang setiap hari selama tiga bulan sejak dibangunnya branding (Januari –Maret 2013).Dalam membangun branding Semarang Medical Center, humas melakukanevaluasi untuk mengetahui keberhasilannya. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan sekali.Proses evaluasi dalam kegiatan pembangunan branding dengan cara observasi, yaitumenghitung jumlah pasien rawat inap. Target setiap bulan adalah 301 pasien. Sedangkanpemberitaan di media minimal empat kali pemberitaan setiap bulan. Untuk menghitungjumlah pasien, humas bekerjasama dengan bagian rekam medis. sedangkan untukmenghitung pemberitaan di media, setiap pemberitaan yang dimuat di media selalu dikliping.3. PenutupBerdasarkan permasalahan dan tujuan dari penelitian ini, maka dapat dipaparkankesimpulan yaitu dalam melakukan strategi untuk membangun branding SemarangMedical Center diperlukan beberapa tahapan, antara lain:1. Penelitian (Research)Dalam membangun branding, strategi pertama yang dilakukan humas RSTelogorejo dengan cara melakukan survey. Survey dilakukan secara internal yaitumemberikan questioner kepada staf dan karyawan rumah sakit. Dalam questionertersebut ada beberapa pilihan yaitu perubahan nama rumah sakit, logo rumah sakit,desain pembangunan gedung, dan desain seragam karyawan. Humas tidakmelakukan survey penelitian mengenai situasi khalayak serta sikap dan opinimasyarakat. Setelah memperoleh hasil survey, humas melakukan tahapperencanaan untuk membangun branding Semarang Medical Center.2. Perencanaan (Planning)Dalam melakukan kegiatan branding, humas RS Telogorejo menggunakan tahapperencanaan. RS Telogorejo mengubah branding menjadi Semarang MedicalCenter dengan tujuan agar masyarakat mengetahui bahwa pusat kesehatan di KotaSemarang adalah RS Telogorejo. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya prestasiprestasidan reputasi medis yang dimiliki rumah sakit yaitu pada tanggal 29 April2009, RS Telogorejo menerima sertifikat ISO 9001:2008 yang dikeluarkan VNZNew Zealand. Sertifikat ini sekaligus menempatkan RS Telogorejo menjadi rumahsakit pertama di Indonesia yang menerima ISO 9001:2008. Pada tahapperencanaan, humas telah menyusun waktu pelaksanaan kegiatan branding, yaitusejak Januari 2013. Cara atau strategi yang dilakukan humas dalam membangunbranding Semarang Medical Center adalah persuasive, event, dan tactic. Targetaudience dari kegiatan branding ini adalah masyarakat Jawa Tengah danmasyarakat Indonesia pada umumnya, dan masyarakat Semarang pada khususnya.Dana yang dibutuhkan dalam membangun branding berkisar hingga ratusan milyarrupiah.3. Pelaksanaan (action)Dalam membangun branding, kegiatan yang dilakukan yaitu menggunakankomunikasi antar personal dengan cara memberikan souvenir untuk pasien yangberulang tahun, memberikan souvenir kepada pengunjung yang mendonorkandarahnya, membuka stand dan pameran kesehatan dengan cara cek kesehatan gratisdi mall. Sedangkan komunikasi kelompok yang dilakukan humas adalahmengadakan seminar kesehatan, mengadakan kegiatan donor darah, danmengadakan gathering untuk komunitas-komunitas yang ada di rumah sakit.Komunikasi mass media yang dilakukan humas RS Telogorejo dengan caramenginformasikan kegiatan yang akan dilakukan melalui media cetak, cybernewsdan facebook, membuat press release dan advetorial, memberikan informasimengenai perubahan branding melalui poster, leaflet, acrylic, dll.4. Evaluasi (Evaluation)Evaluasi merupakan tahap penilaian. Evaluasi adalah tahap terakhir setelah tahapanpenelitian, perencanaan dan action tersebut. Monitoring dan evaluasi dalammembangun branding RS Telogorejo SMC dilakukan oleh humas rumah sakit.Indikator dalam monitoring tersebut yaitu publikasi kegiatan rumah sakit, publikasikegiatan di luar rumah sakit, penyuluhan intern, kegiatan donor darah, promosimedia elektronik (televisi dan radio), event organizer kegiatan rumah sakit,pemasangan media promosi, CSR Rumah Sakit Telogorejo, pemberian parcel hariraya, pembuatan majalah, pembuatan website, dan pembuatan brosur. Evaluasidilakukan setiap tiga bulan sekali. Proses evaluasi dalam kegiatan pembangunanbranding dengan cara observasi, yaitu menghitung jumlah pasien rawat inap.Target setiap bulan adalah 301 pasien. Sedangkan pemberitaan di media minimalempat kali pemberitaan setiap bulan. Untuk menghitung jumlah pasien, humasbekerjasama dengan bagian rekam medis. sedangkan untuk menghitungpemberitaan di media, setiap pemberitaan yang dimuat di media selalu di kliping.5. Indikator keberhasilanAda 2 hal yang menjadi indikator keberhasilan dalam kegiatan branding RSTelogorejo SMC:a. Jumlah PasienJumlah pasien memperlihatkan kenaikkan atau penurunan jumlah pasien.Target jumlah pasien yang harus dicapai dalam pembangunan branding iniadalah 80%-90% bed atau 301 bed per bulan.b. Pemberitaan di MediaPemberitaan di media mempengaruhi jumlah pengunjung RS TelogorejoSMC. Humas menargetkan 50x pemberitaan setiap tahunnya.DAFTAR PUSTAKAAaker, D. A. (1996). Measuring Brand Equity Across Products and Markets. CaliforniaManagement Review. Berkeley: Spring. Vol.38. Iss.3Arafat, Wilson. (2006). Behind a Powerful Image. Yogyakarta : Andi Offset.Baran, Stanley J ,Dennis. & K.. Davis (2004). Teori Komunikasi Massa : DasarPergolakan, dan masa Depan. Jakarta : Salemba Humanika.Buchari, Alma. (2008). Manajemen Corporate dan Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan.Bandung : Alfabeta.Bungin, Burhan. (2008). Konstruksi Sosial Media. Jakarta : Prenada Media Group.Clarkson, B. E. M. (1995). A Stakeholder Framework For Analysing and EvaluatingCorporate Social Performance : Academy of Management ReviewCicik, Erika. (2012). Peran Humas Rumah Sakit Telogorejo Dalam Meningkatkan CitraPositif di Hadapan Masyarakat. Undip : Semarang.Coulson, Colin, Thomas. (2002). Pedoman Praktis Untuk Public Relations. Jakarta : BumiAksara.Cutlip, Scott M. (2007). Effective Public Relations. Jakarta : Kencana.Effendy, Onong Uchyana. (2009). Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek. Bandung:Rosdakarya.Endah P, Chatarina. (2011). Mix Methodology Dalam Penelitian Komunikasi. Yogyakarta: Aspikom.http://www.facebook.com/rs.telogorejo.7?fref=tshttp://dglib.uns.ac.id/pengguna.php?mn=detail&d_id=18179http://www.imtj.com/articles/2008/indonesia-why-indonesians-go-overseas-for-medicalcare/http://hospitals.webometrics.info/en/Asia/Indonesia%20Jefkins, Frank. (2004). Public Relations. Jakarta : Erlangga.Kasali, Rhenald. (2003). Manajemen Public Relations. Jakarta : PT Pustaka Utama Grafiti.Kapferer, Jean-Noel. (2008). New Strategic Brand Management : Creating and SustainingBrand Equity Long Term 4th Edition. London and Philadelphia : Kogan Page.Lincoln, Yvona S dan Egon G. Guba. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills : SagePublications.Maya Sari, Vita. (2009). Peran Public Relations Rumah Sakit Roemani Semarang DalamMembangun Citra Positif di Masyarakat. Undip : Semarang.Moleong, Lexy J. (2007).Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Rosda.Moore, Frazier. (2005). Humas : Membangun Citra Dengan Komunikasi. Bandung : PTRemaja Rosdakarya.Morissan. (2008). Manajemen Public Relations. Jakarta : Kencana.Morissan. (2010). Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta : Kencana.Patton, Michael Quinn. (2006). Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta : Pustaka.Rangkuti, Freddy.( 2004). The Power Of Brand tehnik mengelola Brand Equity danStrategi Pengembangan Merek. Jakarta : Gramedia.Roslan, Rosady. (2004). Etika Kehumasan. Jakarta : Raja Grafindo Persada.Roslan, Rosady. (2006). Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta :Raja Grafindo Persada.Schiffman, L.G., Kanuk, L.L. (2000). Consumers Behavior 7th ed. New Jersey : Prentice-Hall, IncSetiadi, N. J. (2003). Perilaku Konsumen : konsep dan Implikasi untuk Strategi danPenelitian Pemasaran. Jakarta : Prenada Media.Severin, Werner J dan James W Tankard. (2005). Teori Komunikasi. Jakarta : PrenadaMedia.Theaker, Alison. (2001). The Public Relations Handbook. Roudledge.Uyung, Sulaksana. (2005). Integrated Marketing Communication. Yogyakarta : PustakaPelajar.Yin, Robert K. (2011). Studi Kasus:Desain dan Metode. Jakarta : PT.RajagrafindoPersada.
PENGARUH DURASI BERMAIN ADVERGAME TERHADAP LEVELS OF COMPREHENSION (TINGKAT PEMAHAMAN) DARI BRAND MESSAGE (PESAN MEREK) Ghany, Drasthya Estha; Ulfa, Nurist Surayya; Setiabudi, Djoko; Purbaningrum, Dwi
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.478 KB)

Abstract

Cool Cubes, sebuah advergame yang dirancang khusus untukmenyampaikan brand message (pesan merek) dari Lipton Ice Tea. Brand message(pesan merek) di dalam advergame ini disampaikan melalui konten-konten yangada di dalam advergame. Advergame sendiri merupakan salah satu alatkomunikasi pemasaran yang sudah lama digunakan di luar negeri, tetapi masihjarang digunakan di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi bermainadvergame terhadap levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brandmessage (pesan merek). Dengan pendekatan positivism, penelitian ini digunakanuntuk menjelaskan relasi sebab-akibat antar 2 variabel, dengan total 24 indikator.Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah eksperimental dengan tekniknon-probability sampling dengan jumlah total populasi sampling sebanyak 30sample. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan empat proseduryaitu uji normalitas Kolomogrov Smirnov dengan uji beda dua kali pengukuranWilcoxon dan uji normalitas Saphiro Wilk dengan analisis komparatif duakelompok beda Independent Sample T-Test sehingga ditemukan pemgaruh durasibermain advergame terhadap levels of comprehension (tingkat pemahaman) daribrand message (pesan merek).Hasil penelitian menemukan bahwa ada pengaruh antara durasi bermainadvergame terhadap levels of comprehension (tingkat pemahaman) dari brandmessage (pesan merek). Pengaruh ini ditunjukan melalui perbedaan nilai rata-ratadari levels of comprehension (tingkat pemahaman) pada dua kelompok yang diuji.Kelompok yang memainkan advergame dengan durasi yang tinggi memiliki levelsof comprehension (tingkat pemahaman) yang lebih tinggi dibandingkan dengankelompok yang memainkan advergame dengan durasi rendah.

Page 48 of 157 | Total Record : 1563