cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
PRODUKSI PROGRAM KEBUDAYAAN GAMBANG SEMARANG PADA PROGRAM ACARA SLUMAN SLUMUN CAKRA SEMARANG TV Syahdam Arrahman; Yanuar Luqman; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PRODUKSI PROGRAM KEBUDAYAAN GAMBANG SEMARANGPADA PROGRAM ACARA SLUMAN SLUMUN CAKRA SEMARANG TVABSTRAKGambang Semarang merupakan sebuah kesenian tradisional kerakyatan yang berkembang dikota Semarang sejak tahun 1930, hal ini berdasarkan peneltian yang dilakukan oleh tim peneliti kesenian Gambang Semarang, fakultas Ilmu Budaya, Universitas Dipongoro. Dalam sejarahnya kesenian Gambang Semarang merupakan sebuah kesenian yang berasal ataupun memiliki kemiripan dengan Gambang Kromong yang berasal dari Ciputat, dan ini menjadi sebuah perdebatan dalam asal-usul kesenian Gambang Semarang itu sendiri. Walaupun menjadi sebuah perdebatan, kini Gambang Semarang diamini oleh warga kota Semarang sebagai kesenian khas kota Semarang. oleh karena itu juga, tim peneliti kesenian Gambang Semarang FIB mengangkat kesenian gambang Semarang sebagai identitas budaya Semarang.Mengapa kemudian Gambang Semarang di anggap menjadi sebuah kesenian khas dan menjadi identitas kesenian kota Semarang, hal tersebut berdasarkan melalui proses sejarah, dimana Gambang Semarang memiliki sejarah yang panjang di kota ini, berkembang dan mendapat apresiasi dari warga kota Semarang. Dalam perkembangannya, Gambang Semarang mendapat penataan tari yang menggambarkan keadaan geografis kota Semarang. Tidak hanya tari, penataan alat musik turut serta dikembangkan baik itu bentuk, rupa, notasinya serta penggunaan lagu-lagu yang bernuansa Semarang. tidak hanya unsur musik dan tari, kesenian gambang semarang juga memiliki unsur lawak.Beragam kesenian dikota semarang sejatinya tidak bisa terlepas dari berbagai etnis yang berada di kota Semarang Yakni, etnis Jawa, Arab dan Cina. Ini juga yang terlihat dalam kesenian Gambang Semarang, dimana didalamnnya terdapat unsur Cina dan Jawa, baik itu dari segi peralatan dan juga pemainnya. Tak kadang pula perkembangan kesenian tersebut merupakan buah usaha dari berbagai etnis dalam melahirkan, mempertahankan hingga melestarikannya. Oleh karena itu gambang semarang memiliki visi misi sebagai kesenian yang membawa misi akulturasi, hibridasi dan juga asimiliasi.Dalam perkembangannya kesenian gambang semarang mengalami pasang surut, dan keadaan surut paling dirasakan pada tahun 2010, sebagian besar pemain Gambang Semarang klasik telah meninggal dunia. Agar tetap ada yang bisa melestarikan maka terbentuklah sebuah komunitas ang bernama Gambang Semarang Art Company. Melaui komunitas tersebutlah kesenian Gambang Semarang bisa terus ada, dan menjadi sebuah kesenian khas dan identitas kesenian di kota Semarang.Kata kunci : Identitas, Gambang Semarang, perkembangan, pelestarian.AbstractGambang Semarang is a traditional art that developed in a Semarang city since the 1930s, based on a research done by a team of art researchers of Gambang Semarang from the Faculty of Culture, Diponegoro University. In its history, Gambang Semarang is an art that having a resemblance to Gambang Kromong from Ciputat and it becomes a debate about the true origin of art Gambang Semarang itself. Despite being a debate, now Gambang Semarang has agreed by the citizens of the city as a landmark art of Semarang. Hence also, the researchers team art Gambang Semarang a FIB raised art Gambang Semarang as cultural identity of Semarang.Then why Gambang Semarang in deem to be a distinctive culture and art director of semarang city into the identity of it is based on the process of history, through where gambang semarang has a long history in this town, Develop and got appreciation of the people of Semarang. In its development, Gambang Semarang got the arrangement a dance that describe the state of geographical the city of Semarang. Not only dance, the arrangement and developed musical instrument played a good shape, a way notasinya and the use of songs features semarang. Not only element of the music and dance, art gambang semarang also have an element buffoonery.Diverse art in a Semarang city actually can't in spite of different ethnicities located in the town of semarang are ethnic Java, Arab, and China. Is also seen in the arts of Gambang director of Semarang where didalamnnya there is an element of china and java whether it ' s in terms of equipment and also gradually. Don't sometimes also the development of the music business is the result of different ethnicities in childbirth, maintain to preserve it. Hence Gambang Semarang have a vision of the mission as the arts which bring mission acculturation, hybrid and also asimiliasi.In its development the arts Gambang Semarang experiencing ups and downs, and the State's most experienced recede in 2010, most of the players of classical Xylophone Semarang had died. In order to keep anyone can preserve then formed a community called Gambang ang Semarang Art Company. Through the community that the arts Gambang Semarang could continue to exist, and be a typical arts and identity of the arts in the city of Semarang.Keywords: Identity, Gambang Semarang, development, sustainability.PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang:Banyak sudah yang meyakini bahwa Gambang Semarang itu merupakan produk khas dari Kota Semarang, hal ini didasarkan pada penelitian Dewi Yuliati dkk penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi, dengan judul Penataan Kesenian Gambang Semarang sebagai Identitas Budaya Semarang. Tetapi ada juga pihak yang mempertanyakan apakah Gambang Semarang Merupakan produk khas dari kota Semarang.Seiring perkembangan Zaman kini tidak banyak lagi yang tahu apa itu sebenarnya Gambang Semarang, bahkan ada yang menganggap bahwa Gambang Semarang itu judul sebuah lagu, ada pula yang menganggap bahawa adalah jenis alat musik. Sejatinya, Gambang Semarang merupakan salah satu kesenian yang lahir dan berkembang di kota Semarang, yang menampilkan unsur-unsur seni musik, vokal, tari dan lawak. Jika dilihat pola garapannya, Gambang Semarang dapat dikategorikan sebagai kesenian tradisional kerakyatan, karena ia berkembang di kalangan rakyat jelata, dan telah menempuh perjalanan sejarah yang cukup lama, dimana perkembangannya tetap bertumpu pada unsur-unsur seni yang telah dimilikinya sejak dulu (Dewi Yuliati dkk penelitian Hibah Bersaing Perguruan Tinggi, dengan judul Penataan Kesenian Gambang Semarang sebagai Identitas Budaya Semarang).Sebagai salah satu kesenian khas, apakah Gambang Semarang memiliki identitas yang ada kotanya, dari penelusuran jurnnais, Identitas yang terdapat pada Gambang Semarang salah satunya adalah Perpaduan antara unsur-unsur seni Cina dan Jawa baik itu dalam hal alat music dan juga pemainya. Inilah yang menjadisalah satu identitas yang menonjol dalam kesenian tersebut. Terlepas dari kontroversi mengenai asal-usul Gambang Semarang, tidak dapat diingkari bahwa kesenian itu lahir atas prakarsa masyarakat Semarang sendiri dan sampai kini juga masih dibutuhkan serta diperhatikan oleh banyak pihak di Semarang. Lagi pula, Gambang Semarang terus mengalami pengembangan sesuai dengan selera masyarakat Semarang.Seiring berkembangn waktu pula, tak banyak yang mengetahui kesenian Gambang Semarang itu apa. Tidak banyak yang tahu tentang perkembangannya dari masa ke masa tentang kesenian Gambang Semarang yang dijadikan simbol kesenian khas di ibu kota Jawa Tengah ini, apakah Kesenian Gambang semarang ini asli Semarang atau bahkan budaya dari luar Semarang yang diadaptasi. Maka perlu adanya sebuah langkah untuk kembali mempopulerkan kesenian Gambang Semarang tersebut, salah satunya melalui media massa, khususnya Televisi. Televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan informasi secara cepat dan mampu mencapai pemirsa dalam jumlah banyak dalam waktu bersamaan. Televisi (TV) dengan berbagai acara yang ditampilkan telah mampu menarik minat pemirsanya, dan mampu membius pemirsanya untuk selalu menyaksikan berbagai tayangan yang disiarkan televisi. Terlebih lagi TV merupakan media yang menyuguhkan tampilan melalui bentuk audio visual (suara dan gambar) sehingga tentunya membuat masyarakat lebih tertarik kepada televisi daripada media massa lainnya.Banyaknya audien televisi mejadikannya sebagai medium dengan efek yang besar terhadap orang, kultur dan juga terhadap media lain. Sekarang televisi adalah medium massa dominan (Vivian, 2008:225). Televisi menjadi media komunikasi massa yang tidak terpisahkan dengan masyarakat. Tidak hanyamenjadi sumber informasi, tetapi juga media hiburan dan edukasi bagi masyarakat. Masyarakat dari segala usia menjadi sangat akrab dengan TV. Berbicara tentang televisi akan membawa pada program-program yang ditayangkan di dalamnya, ada komedi situasi, berita, reality show, kuis / permainan dan salah satunya dokumenter. Dokumenter sebagai salah satu produk jurnalistik menjadi suatu program yang penting untuk tayang pada suatu stasiun televisi.Dokumenter sebagai salah satu produk jurnalistik memiliki konten lengkap untuk dikonsumsi. Dokumenter mampu memberikan informasi, pendidikan, sekaligus hiburan secara mendalam terhadap suatu objek untuk audien. Ketika teknologi audio-visual berkembang − salah satunya kemunculan televisi – maka bentuk dan gaya dokumenter pun ikut berkembang. Karena produksi program televisi bertujuan komersial seperti halnya barang dagangan, para sineas (jurnalis) mencoba segala macam cara untuk menyajikan tontonan dokumenter dengan format televisi yang baik. Akhirnya, bentuk dokumenter terpecah menjadi dua kategori produksi. Yang pertama, film dokumenter; yang kedua, televisi dokumenter (Ayawaila, 2008 : 21).Jurnalis dalam pembuatan dokumenter Gambang Semarang ini nantinya akan menggunakan format Televisi dokumenter, karena hasil dokumenter ini nantinya akan dipublikasi melalui media massa televisi.Dalam penyusunan proposal dan pelaporan, tugas akhir karya bidang ini, saya menggunakan istilah jurnalis, bukan dokumentaris. Selain itu istilah dokumenter, saya menggunakan istilah news feature, karena sebagai mahasiswa jurusan Ilmu komunikasi, kami merupakan mahasiswa dengan konsentrasi jurnalistsik, bukan mahasiswa pembuat film maupun video. Alasan lainnya adalah jurnalis memilikitanggung jawab untuk mempublikasikan sebuah karyanya. Jika dokumentaris hanya sebatas membuat film dan ada pihak yang akan mempublikasikannya.1.2. TujuanMelalui News feature ini jurnalis ingin menginformasikan kepada target audiens mengenai identitas semarang apa saja yang terdapat dalam Kesenian Gambang Semarang. Seperti Identitas yang terdapat pada Gambang Semarang salah satunya dalah Perpaduan antara unsur-unsur seni Cina dan Jawa. Dalam kesenian Gambang Semarang merupakan salah satu gambaran bahwa di kalangan masyarakat Semarang telah terjadi proses integrasi atapun akulturasi antara unsur-unsur budaya pribumi dan budaya Cina. Dan mempertanyakan kenapa kesenian Gambang Semarang bisa menjadi kesenian khas kota Semarang1.3. Tinjauan Pustaka1. Dokumenter Sebagai Produk JurnalistikMenurut Suhandang dalam pengertian jurnalistik dia mendefinisikan jurnalistik sebagai seni dan ketrampilan mencari, mengumpulkan, mengolah, menyusun dan menyajikan berita tentang peristiwa yang terjadi sehari-hari secara indah, dalam rangka memenuhi segala kebutuhan hati nurani khalayaknya, sehingga terjadi perubahan sikap, sifat pendapat, dan perilaku khalayak sesuai dengan kehendak para jurnalisnya (Suhandang, 2004:21).Pengertian lain menyebutkan bahwa Good Journalism adalah kegiatan dan produk jurnalistik yang dapat mengajak kebersamaan masyarakat disaat krisis. Ketika sebuah kejadian terjadi, media mampu memberi sesuatu yang dapat dipegang oleh masyarakat. Fakta-fakta,penjelasan dan ruang diskusi yang menolong banyak orang terhadap sesuatu yang tak terduga kejadiannya. Downie dan Kaiser (Santana, 2005:4).Salah satu ciri dari komunikasi massa (mass communication), yaitu Kemampuan untuk menjangkau ribuan, atau bahkan jutaan orang, yang dilakukan melalui medium massa seperti radio, televisi atau koran. Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses penggunaan sebuah medium massa untuk mengirim pesan kepada audien yang luas untuk tujuan memberi informasi, menghibur, atau membujuk.Tidak hanya menjadi sumber informasi, Televisi juga berperan menjadi media hiburan dan edukasi bagi masyarakat. Masyarakat dari segala usia menjadi sangat akrab dengan TV. Berbicara tentang televisi akan membawa pada program-program yang ditayangkan di dalamnya, ada komedi situasi, berita, reality show, kuis / permainan dan salah satunya dokumenter. Di sinilah jurnalis sebagai komunikator massa membutuhkan sarana agar pesan dapat tersampaikan dengan baik kepada audien yang ditarget. Sarana tersebut bukan lain adalah melalui News feature yang ditayangkan di televisi, karena Televisi menjadi media komunikasi massa yang tidak terpisahkan dengan masyarakat.Dokumenter sebagai salah satu produk jurnalistik menjadi suatu program yang penting untuk tayang pada suatu stasiun televisi. Dokumenter sebagai salah satu produk jurnalistik memiliki konten lengkap untuk dikonsumsi. Dokumenter mampu memberikan informasi, pendidikan, sekaligus hiburan secara mendalam terhadap suatu objek untuk audien.2. Gaya dan Strukur DokumenterAda banyak tipe, kategori, dan bentuk penuturan dalam documenter. Beberapa contoh yang berdasarkan gaya dan bentuk bertutur itu, antara lain: laporan perjalanan, sejarah, potret atau biografi, perbandingan, kontradiksi, ilmu pengetahuan, nostalgia, rekonstruksi, investigasi, association picture story, buku harian, dan dokudrama. Dalam pembuatan dokumenter ini, jurnalis memilih menggunakan gaya dialogis.Berkaitan dengan struktur, jurnalis menggunakan struktur penuturan tematis, dimana cerita dipecah ke dalam beberapa kelompok tema yang menempatkan sebab dan akibat dan digabungkan kedalam tiap sekuens.1.4. Konstribusi KaryaNews feature ini dibuat sebagai tugas akhir untuk persyaratan kelulusan dalam Program Studi S-1 jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNDIP. Selain itu juga dapat dimanfaatkan untuk :1. Media dalam mengkomunikasikan identitas semarang dalam Kesenian Gambang Semarang2. Sarana promosi daerah tentang makna dan nilai dari Kesenian Gambang Semarang3. Bahan kajian dan penelitian dalam pelestarian kesenian tradisional Gambang Semarang.4. Sarana untuk memperkenalkan dan membuka wawasan tentang kesenian Gambang Semarang yang artistik dalam hal persepsi tentang penari yang bergerak erotis1.5. Konsep Film Bentuk dokumenter tematik.Dengan cara bertutur tematis dan dimana cerita dipecah ke dalam beberapa kelompok tema yang menempatkan sebab dan akibat digabungkan kedalam tiap sekuens. Struktur penuturan ini biasanya digunakan apabila fokus cerita adalah sebuah objek lokasi yang merupakan tempat sejumlah orang melakukan aktivitasnya. Seperti halnya ronggo warsito yang merupakan tempat paguyuban seni di kota Semarang dan didukung argument dari pihak-pihak yang pernah meneliti, menikmati serta tergabung dalam kesenian Gambang Semarang tersebut. Selain tematis, dokumenter ini akan disusun secara kronologis karena akan dituturkan bagaimana perjalanan gambang semarang itu sendiri tercipta sampai akhirnya terdapat makna-makna didalamnnya. Dengan harapan melalui karya dokumenter ini mampu memberikan pencerahan dan juga mempertegas maksud dan makna yang terkandung dalam tarian Gambang Semarang yang sejalan dengan identitas kota Semarang itu sendiri.1.6. JOB DESCRIPTIONDalam pembuatan News feature televisi ini, tim terdiri dari dua orang yang terdiri dari :1. Nama : Gilang WicaksonoNIM : D2C607017Telp/HP : 081233340870Jabatan : Produser, Penyunting gambar dan Tata Cahaya2. Nama : Syahdam ArrahmanNIM : D2C009089Telp/HP : 085741852114Jabatan : Sutradara, Juru kamera, dan Penulis naskah1.7. Rencana KerjaPembuatan News feature ini dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu :Tabel 1.1 Rencana kerjaNoKegiatanUraianPenanggung jawab1Pra Produksi Perencanaan Riset Penentuan Ide Cerita Persiapan PeralatanPersiapan Pengambilan Gambar Membuat budgeting Membuat timeline PerijinanGilang Wicaksono2Produksi Menentukan ide, struktur, pendekatan Membuat skenario Eksekusi Pengambilan Gambar latihan, pementasan WawancaraSyahdam Arrahman3PascaProduksi Capturing Editing Publikasi dan penayanganGilang Wicaksono &Syahdam ArrahmanKarya bidang ini dibuat oleh dua (2) orang mahasiswa dalam sebuah sistem kerja yang dirancang sedemikian rupa untuk penilaian yang independen dalam laporan yang disusun. Job description tersebut sebagai berikut :A. Gilang Wicaksono Producer : Penanggung jawab dalam suatu produksi acara radio atau televisi. Editor : bertugas memilih dan menyambung gambar atau siaran audio (Wibowo, Fred. 1997:23) Lighting operator : Orang yang bertangggung jawab dalam bidang lighting (cahaya) dalam produksi acara televisi.B. Syahdam Arrahman Penulis Naskah/Reporter : Orang yang berprofesi sebagai peliput atau pencari berita, menulis naskah atau melaporkan (to report) suatu event atau peristiwa atau kejadian pada media radio tau televisi. Program Director/Sutradara : Orang yang bertanggung jawab dalam mengarahkan suatu proses produksi acara radio atau televisi. Juru Kamera (cameraman) : Orang yang berprofesi merekam gambar dan suara (audio-video) atau shooting suatu obyek untuk disiarkan di media televisi.PENUTUPMembuat sebuah film baik itu fiksi ataupun non fiksi diperlukan riset yang matang. Dalam pembuatan news faeture , riset secara mendalam sangat dibutuhkan karena news faeture tidak disajikan dalam sisi estetika saja tetapi juga kelengkapan informasi dalam news faeture tersebut. Dalam proses pembuatanya, video news faeture merupakan sebuah karya yang berdasarkan pada peristiwa nyata yang benar-benar terjadi. Umumnya dalam news faeture terdapat fakta-fakta tertentu yang ingin diinformasikan pada masyarakat. Kesimpulan1. Bertindak Sebagai sutradara dan juru kamera, jurnalis bertanggung jawab atas proses pelaksanaan dilapangan dalam hal ini proses produksi. Baik itu menentukan alur cerita, jenis pendekatan, bentuk penuturan dan strukstur penuturan news faeture . Tidak sebatas itu dokumentaris juga bertindak menyusun treatment, dan pembuatan naskah skenario, pada saat proses produksi mengatur tim produksi baik itu alat yang digunakan, posisi kamera, teknik pengambilan gambar, dan format kamera yang digunakan2. Pemahaman tentang karakter tempat atau lokasi pengambilan gambar perlu diperhatikan baik itu cuaca, ukuran lokasi syuting, dan juga sumber daya manusia yang terlibat didalamnnya pemain, crew dan juga lainnya. Karena ini akan mempengaruhi totalitas dalam proses produksi tersebut. Kerna ada beberapa waktu pementasan, suasana tidak sesuai dengan apa yg diharapkan oleh tim produksi3. Agar lebih mendalami pembuatan news feature ini, riset secara mendalam sangat perlu dilakukan agar sudut pandang/Angle newsfeature yang dikerjakan nanti memiliki konten yang kuat dan bernilai tinggi4. Pengetahuan tentang kamera, jenis lensa dan kegunaanya sangat mutlak bagi seorang juru kamera, sehingga jika terdapat kendala dilapangan khususnya pencahayaan, tidak menjadi hambatan ketika memasuki proses editing.5. Penggunaan SOP dalam sebuah stasiun Tv sangat penting di berikan kepada mahasiswa yang akan membuat karya bidang, karena ini akan berkaitan dengan produk yang akan dibuat oleh mahasiswa tersebut. Informasi tentang “apakah munculnya running text mengganggu grafis, tittle dalam karya tersebut. Pemotongan adegan, gambar atau statement dan lain sebagainya. Pada proses ini jurnalis, melakukan kesalahan perhitungan lebar running text. Pada saat editing grafis/tittle yang telah dibuat oleh editor tertutupi oleh keberadaan running text tersebut. Sehingga bisa membuat informasi yang disampaikan tidak sampai.6. Pendalaman tokoh narasumber menjadi perhatian khusus, karena dengan memiliki kedekatan yang lebih intim, proses pengambilan gambar dan pencarian informasi bisa menjadi leluasa. Pada tahap ini jurnalis harus mencari narasumber pengganti dikarenakan narasumber tersebut menolak untuk melakukan proses pengambilan gambar secara audio-visual, padahal beberapa waktu sebelumnnya jurnalis telah membuat kesepakan tentang pengambilan gambar dan wawancara.
Male Reception Towards Masculinity Construction on L-MEN’s Instagram Social Media Izdihar Khalisha, Annisa; Dwiningtyas, S.Sos, MA, Dr. Hapsari
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.861 KB)

Abstract

This research envisages information about how the construction of masculinty showed on @LMEN’s Instagram influences male’s perspective in case of the ideal appearance of masculinity. The purposes of this research are to analyze how @LMEN’s Instagram constructs the male’s masculinity and how the man interprets those of masculinity concepts. Critical paradigm is used to analyze this research, furthurmore, this research also uses reception analysis method written by Ien Ang. Muscular Male Body Ideal Theory Susan Bordo and Disciplining The Body Theory Michel Foucault used as a theory that explains how the criteria muscular body as a symbol of men’s masculinity develops in the privacy and public, as well as the disciplinary body of what is being done to meet the image of the ideal man who constructed by media. The results showed the informant meaning of the meaning of dominant (preferred reading) have a diversity of meanings for different background influenced, among others, by categories of weight, age and occupation. Preferred reading offered on medium text Instagram is a man to be conducted disciplinary body form of exercise regime using the tool weights at the gym and taking supplements of L-MEN to have a muscular body (mesomoprh) to be recognized masculinity, a male figure that is ideal, strong, inspire, attractive, handsome and sexy. There are groups of informants men who have the same meaning with the dominant meaning, and there are groups that have meaning outside of the dominant meaning because it is associated with an internal value on themselves. And the informant dominant group are those who accept the dominant meaning of the text media from Instagram L-MEN.
Branding Komunitas Lumpia Komik Melalui Kegiatan Public Relations (Divisi General Affairs) Deni Arifiin; Djoko Setyabudi; Tandiyo Pradekso; Agus Naryoso; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.248 KB)

Abstract

Sepanjang tahun 2013, keadaan industri komik Indonesia mulai bangkit,hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya bermunculan judul komik lokal seperti Si Juki, Tuti and Friends, Nebi, Si Gundul, Nusantaranger dan judul komik lainnya. Hal ini menyebabkan bermunculan komunitas penggemar komik baru, salah satunya adalah Lumpia Komik. Lumpia Komik adalah sebuah komunitas pecinta komik yang didirikan pada bulan Maret 2014 oleh beberapa pecinta komik dan komikus yang ingin mendukung dan memajukan industri komik lokal,khususnya di Jawa Tengah. Masih dininya usia dari Lumpia Komik menyebabkan kurangnya awareness masyarakat terhadap komunitas ini.Kegiatan public relations ini memiliki tujuan untuk meningkatkan awareness dan menumbuhkan minat atau interest untuk bergabung dengan komunitas Lumpia Komik. Audiens yang menjadi target primer adalah pelajar dan mahasiswa berusia 14-21 tahun yang menyukai komik dan berdomisili di Kota Semarang dan sekitarnya, target sekunder adalah masyarakat umum yang menyukai komik. Karya bidang ini menggunakan pendekatan persuasif serta menggunakan konsep brand activation dan IMC (Integrated Marketing Communication) untuk mencapai tujuan. Strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan IMC dan tools yang digunakan adalah dengan PR dan brand activation.General affairs bertugas untuk mempersiapkan segala kebutuhan properti untuk menunjang program acara, melakukan kegiatan sponsorship, melakukan kegiatan periklanan, mengelola akun media sosial dan pembuatan video teaser. Hasil kegiatan marketing communication ini adalah peningkatan awarenessterhadap lumpia komik dari 8% menjadi 20% dan 21 orang bergabung dalam komunitas Lumpia Komik.Kata kunci : General Affairs, Public Relations, Lumpia Komik
Strategi Public Relations Majlis Tafsir Al-Qur’an dalam Pengelolaan Krisis Dampak Isi Siaran Dakwah Islam pada Komunitas Masyarakat Blora Anindhita Puspasari; Much. Yulianto; Turnomo Rahardjo; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.112 KB)

Abstract

Perbedaan pandangan mengenai Islam sering kali terjadi antar organisasi – organisasi Islam. Tidak dipungkiri perbedaan pandangan dalam keyakinan yang sama pun dapat menimbulkan konflik. Konflik dalam Islam yang dipicu dengan perbedaan pandangan pernah dialami oleh Majlis Tafsir Al-Qur’an di desa Kamolan Blora pada tahun 2012. Konflik disebabkan beberapa faktor diantaranya isi siaran dakwah yang cenderung keras dan berani, memuat perbedaan pandangan dalam ajaran Islam diantara kelompok – kelompok organisasi Islam yang lain. Akibat yang akan timbul apabila terjadi sebuah konflik yang menimpa organisasi ialah krisis yang dapat mengganggu kestabilan organisasi. Organisasi dapat dikatakan sedangan mengalami krisis ialah ketika terjadi peristiwa, rumor, atau informasi yang membawa pengaruh buruk terhadap reputasi, citra, dan kredibilitas dalam organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi public relations Majlis Tafsir Al-Qur’an dalam pengelolaan krisis isi siaran dakwah Islam pada komunitas masyarakat Blora. Pendekatan metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini termasuk kategori kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan manajemen krisis yang dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya analisis situasi, penetapan tujuan, identifikasi khalayak, strategi dan taktik yang digunakan, serta evaluasi. Dalam prosesnya, perencanaan komunikasi pengelolaan krisis tidak dilakukan secara spesifik. Dalam penyelesaiannya, Majlis Tafsir Al-Qur’an melakukan beberapa pendekatan diantara pendekatan hukum, personal, serta media relations. Sebagai respon organisasi pasca krisis Majlis Tafsir Al-Qur’an secara inisiatif melakukan program – program CSR. Berhasil atau tidaknya sebuah kegiatan komunikasi sangat ditentukan melalui kegiatan evaluasi. Majlis Tafsir Al-Qur’an belum melakukan kegiatan – kegiatan komunikasi secara maksimal. Sebagai lembaga yang besar, perlu untuk memiliki tim PR serta tim manajemen yang mampu menjalankan fungsi dan peran PR dalam organisasi yaitu sebagai pembangun opini, persepsi, citra baik bagi organisasi dalam prinsip – prinsip hubungan yang harmonis, baik internal relations maupun external relations.
PENGARUH KOMPETENSI KOMUNIKASI TRAINER PERTANIAN ORGANIK TERHADAP KOGNISI PETANI MENGENAI SISTEM PERTANIAN ORGANIK. Rizky Kaharudin Supriyadi; Much. Yuliyanto
Interaksi Online Vol 6, No 2: April 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.831 KB)

Abstract

Kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis dalam pertanian menjadikan pertanian organik menarik perhatian baik di tingkat produsen maupun konsumen.Pemerintah telah berusaha mendukung pengembangan pertanian organik dengan meluncurkan Program Go Organic 2010 pada tahun 2008. Namun, karena rendahnya komitmen, program itu jauh dari tercapai. Hal ini didasarkan penyebaran dan adopsinya masih lambat karena mayoritas petani kurang memahami dan kurang tertarik untuk mempraktikkan pertanian organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kompetensi komunikasi trainer terhadap pengetahuan petani mengenai sistem pertanian organik.
Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap Motivasi Kerja Karyawan PT. PLN (Persero) Area Sidoarjo Raymond Soelistiono Filemon; Tandiyo Pradekso; Muchamad Yulianto
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.965 KB)

Abstract

ABSTRAKJUDUL: Pengaruh Iklim Komunikasi Organisasi Terhadap MotivasiKerja Karyawan PT. PLN (Persero) Area SidoarjoNAMA: Raymond Soelistiono FilemonNIM : D2C007071Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh dari iklimkomunikasi organisasi terhadap motivasi kerja karyawan, karena motivasikerja karyawan yang optimal adalah modal utama dari suatu tujuan institusi.Selain itu juga bertujuan untuk memberikan bukti empiris adanya hubunganyang positif antara iklim komunikasi dengan motivasi kerja karyawan.Penelitian ini menggunakan populasi karyawan PT. PLN (Persero)APJ Area Sidoarjo. Sampel yang digunakan berjumlah 70 responden.Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linierberganda.Berdasarkan hasil pengujian dengan SPSS diperoleh untuk variabelkepercayaan terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,702 dengansignifikansi 0,008 (p < 0,05). Pengaruh kejujuran terhadap motivasi kerjadiperoleh nilai t = 2,182 dengan signifikansi 0,031 (p < 0,05). Pengaruhpembuat keputusan bersama terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 7,040dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Pengaruh keterbukaan dalamkomunikasi kebawah terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,351 dengansignifikansi 0,021 (p < 0,05). Pengaruh mendengarkan dalam komunikasikeatas terhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,378 dengan signifikansi0,000 (p < 0,05). Pengaruh perhatian pada tujuan berkinerja tinggi terhadapmotivasi kerja diperoleh nilai t = 2,902 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05).Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh variabelindependen secara simultan berpengaruh positif terhadap variabel dependen.Variabel yang paling berpengaruh dalam peneitian ini adalah variabelpembuat keputusan bersama. Hal itu berarti bahwa iklim komunikasiorganisasi berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Semakin tinggi iklimkomunikasi organisasi maka semakin tinggi pula motivasi kerja yangdihasilkan.Kata Kunci : iklim komunikasi, motivasi kerja.ABSTRACTJUDUL: Organizational Communication Climate Influence on EmployeeMotivation PT. PLN (Persero) Sidoarjo AreaNAMA: Raymond Soelistiono FilemonNIM : D2C007071This study aimed to describe the influence of organizationalcommunication climate on employee motivation, because the optimalemployee motivation is the main capital of an institutional goal. It also aimsto provide empirical evidence of a positive relationship betweencommunication climate with karyawan.a work motivation.The population of this study of employees of PT. PLN (Persero) APJArea Sidoarjo. The samples used were 70 respondents. Testing thishypothesis using multiple linear regression analysis.Based on test results obtained with SPSS for confidence in the workmotivation variables obtained value t = 2.702 with a significance of 0.008 ( p< 0,05 ) . Honesty influence on work motivation obtained value t = 2.182with a significance of 0.031 ( p < 0,05 ) . Influence decision makers workingtogether to motivate obtained value t = 7.040 with a significance of 0.000 ( p< 0,05 ) . Effect of openness in communication down to the work motivationobtained value t = 2.351 with a significance of 0.021 ( p < 0,05 ) . Effect oflistening in communication up on work motivation obtained value t = 2.378with a significance of 0.000 ( p < 0,05 ) . Effect of attention on highperformancegoals on work motivation obtained value t = 2.902 with asignificance of 0.005 ( p < 0,05 ).The results of this study indicate that all the independent variablessimultaneously positive effect on the dependent variable . The mostinfluential variable in this fieldwork is variable with decision makers . Thatmeans that the positive effect of organizational communication climate onwork motivation . The higher the organizational communication climate , thehigher the resulting work motivation.Keywords: climate communication, work motivation.PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI ORGANISASITERHADAP MOTIVASI KERJA KARYAWAN PT. PLN(PERSERO) AREA SIDOARJOSkripsiPenyusun: Raymond Soelistiono Filemon NIM: D2C007071Dosen pembimbing: Drs. Tandiyo Pradekso, M. ScMuch. Yuliyanto, S. Sos. M. SiJurusan Ilmu KomunikasiFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroSemarang2013PENDAHULUANLembaga yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitasadalah salah satu cara organisasi untuk mempertahankan kelangsungan hiduporganisasinya, karena akan mempermudah suatu organisasi dalam mencapaitujuan yang diinginkan. Selain Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas,komunikasi dalam suatu organisasi juga merupakan hal utama yang tidak kalahpentingnya dalam mencapai tujuan organisasi.Hubungan komunikasi yang baikantara atasan dengan bawahan, bawahan dengan atasan, dan antara bawahandengan bawahan dalam suatu organisasi sangat berpengaruh besar dalammenjembatani terciptanya peningkatan produktivitas kerja karyawan di dalamorganisasi tersebut.PT. PLN (persero) Area Sidoarjo menyadari sebagai perusahaanpemerintah dituntut untuk meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakatatau pelanggannya. Masalah gesekan dalam komunikasipun pernah terjadi antarkaryawan, sehingga perlu dimaksimalkan peran dari iklim komunikasi yangsehat.PT. PLN (persero) Area Sidoarjo masih merasa kurang optimal kondisiiklim komunikasi antar karyawan, sehingga merasa perlu ada peningkatan dalamhubungan antar karyawan dalam komunikasi yang baik. Dalam peningkatanpelayanan kerja motivasi terhadap bawahan sangatlah penting, sehingga apabilaiklim komunikasi tercipta maka motivasi karyawan dalam bekerjapun juga akantinggi. Dalam proses peningkatan motivasi karyawan perlu terjalinnya komunikasiyang baik antar pimpinan dan bawahan juga antar rekan kerja, denganadanyaiklim komunikasi yang baik diharapkan mampu terjalinnya kerja sama yang baiksehingga dapat mengatasi semua permasalahan-permasalahan kerja dan kinerjakaryawan dapat meningkat dengan baik.Berdasar pada latar belakang masalah penelitian di atas selanjutnyamasalah di atas dirumuskan kedalam pertanyaan penelitian (Research Question)seperti dibawah ini:Bagaimanakah pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap motivasi kerjakaryawan PT. PLN(Persero) APJ Area Sidoarjo?REVIEW LITERATURTeori Iklim KomunikasiFalcione dalam Pace dan Faules (2001: 149) menyatakan bahwa, “iklimkomunikasi merupakan suatu citra makro, abstrak dan gabungan dari suatufenomena global yang disebut komunikasi organisasi. Iklim berkembang dariinteraksi antara sifat-sifat suatu organisasi dan persepsi individu atas sifatsifatitu. Iklim dipandang sebagai suatu kualitas pengalaman subjektif yangberasal dari persepsi atas karakter-karakter yang relatif langgeng padaorganisasi”. Untuk menganalisis iklim komunikasi di suatu organisasi, Pace danFaules mengemukakan enam faktor besar yang bisa digunakan untukmenganalisis masalah tersebut, yaitu:1. Kepercayaan, personel disemua tingkat harus berusaha keras untukmengembangkan dan mempertahankan hubungan yang didalamnyakepercayaan, keyakinan, dan kredibilitas didukung oleh pernyataandan tindakan.2. Pembuatan keputusan bersama, para pegawai disemua tingkat dalamorganisasi harus diajak berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai semuamasalah dalam semua wilayah kebijakan organisasi, yang relevan dengankedudukan mereka. Para pegawai disemua tingkat harus diberikankesempatan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan manajemendiatas mereka agar berperan serta dalam proses pembuatan keputusandan penentuan tujuan. Di PT. PLN (Persero) Area Sidoarjo, Pimpinan unitlangsung dapat berkomunikasi dengan bawahan, karena iklim komunikasiyang baik tetap harus menyertakan pendapat atau masukan dari bawahan.3. Kejujuran, suasana umum yang diliputi kejujuran dan keterusteranganharus mewarnai hubungan-hubungan dalam organisasi, dan para pegawaimampu mengatakan apa yang ada dalam pikiran mereka tanpamengindahkan apakah mereka berbicara kepada teman sejawat, bawahan,atau atasan. Dalam hal ini pimpinan harus dapat dipercaya oleh bawahan.4. Keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, kecuali untuk keperluaninformasi rahasia, anggota organisasi harus relatif mudah memperolehinformasi yang berhubungan langsung dengan tugas mereka saat itu,yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengkoordinasikanpekerjaan mereka dengan orang-orang atau bagian-bagian lainnya, danyang berhubungan luas dengan perusahaan, organisasi, para pemimpin,dan rencana-rencana.5. Mendengarkan dalam komunikasi keatas, personil disemua tingkat dalamorganisasi harus mendengarkan saran-saran atau laporan-laporan masalahyang dikemukakan personel disemua tingkat bawahan dalamorganisasi, secara berkesinambungan dan dengan pikiran terbuka.Informasi dari bawahan harus dipandang cukup penting untukdilaksanakan kecuali ada petunjuk yang berlawanan. Dalam hal ini harusada keselarasan komunikasi baik vertikal maupun horizontal.6. Perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi, personel disemua tingkatdalam organisasi harus menunjukkan suatu komitmen terhadap tujuantujuanberkinerja tinggi-produktivitas tinggi, kualitas tinggi, biaya rendahdemikianpula menunjukkan perhatian besar pada anggota organisasilainnya. Maka dari itu ada harapan yang lebih baik, dimana karyawan tahubahwa organisasi tempat bekerjanya ini memiliki tujuan bagus.Peneliti tertarik untuk mengambil enam faktor besar tersebut sebagaivariabel dalam penelitian, yaitu : kepercayaan, pembuat keputusan bersama,kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalamkomunikasi keatas, perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi.Teori Motivasi Kerjaa. Teori Hierarki KebutuhanTeori motivasi yang paling terkenal adalah hierarki kebutuhan (hierarchyof needs) milik Abraham Maslow.Ia membuat hipotesis bahwa dalam setiap dirimanusia terdapat hierarki dari lima kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan tersebutadalah:1. Fisiologis: meliputi rasa lapar, haus, berlindung, seksual, dan kebutuhan fisiklainya.2. Rasa aman: Meliputi rasa ingin melindungi dari bahaya fisik dan emosional.3. Sosial: Meliputi rasa kasih sayang, kepemilikan, penerimaan, danpersahabatan.4. Penghargaan: Meliputi faktor-faktor penghargaan internal seperti hormat diri,otonomi, dan pencapaian; dan faktor-faktor penghargaan eksternal sepertistatus, pengakuan dan perhatian.5. Aktualisasi diri: Dorongan untuk menjadi seseorang sesuai kecakapannya;meliputi pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan dirisendiri.Menurut teori tersebut mengatakan bahwa meskipun tidak ada kebutuhanyang benar-benar terpenuhi secara lengkap, sebuah kebutuhan yang pada dasarnyatelah dipenuhi tidak lagi memotivasi.Jadi bila ingin memotivasi seseorang,menurut Maslow, perlu memahami tingkat hierarki dimana orang tersebut beradasaat ini dan fokus untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas tingkat tersebut.Kelima kebutuhan tersebut sangat penting dan terkait dalam bentuk tingkatanyang teratur.Satu tingkat kebutuhan menjadi kuat setelah tingkat kebutuhan yanglebih rendah terpenuhi kepuasannya.b. Teori McClellandTeori kebutuhan McClelland (Robbins, 2008:5) menyatakan bahwapencapaian, kekuatan, dan hubungan adalah tiga kebutuhan penting yangmembantu menjelaskan motivasi. Teori kebutuhan McClelland (McClelland’stheory of needs) di kembangkan oleh David McClelland dan rekan-rekannya.Teori tersebut berfokus pada tiga kebutuhan: pencapaian, kekuatan, danhubungan. Hal-hal tersebut di definisikan sebagai berikut:1. Kebutuhan pencapaian (need for achievement): Dorongan untuk melebihi,mencapai standar-standar, berusaha keras untuk berhasil.2. Kebutuhan kekuatan (need for power): Kebutuhan untuk membuat individulain berperilaku sedemikian rupa sehingga mereka tidak akan berperilakusebaliknya.3. Kebutuhan hubungan (need for affiliation): Keinginan untuk menjalin suatuhubungan antar personal yang ramah dan akrab.Pada kelompok masing-masing karyawan akan mempunyai tingkatkebutuhan kekuasaan. Karyawan yang mempunyai tingkat kebutuhan kekuasaantinggi akan cenderung memilih situasi dimana mereka akan dapat memperolehdan mempertahankan kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain.Berdasarkan teori di atas, ada persamaan mengenai motivasi yangdikemukakan oleh Maslow, dan McClelland yaitu mereka sama-samamengemukakan bahwa seseorang termotivasi atas dasar kebutuhan, bukan atasdasar keadilan maupun harapan.HIPOTESISBerdasarkan uraian diatas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalahterdapat pengaruh positifiklim komunikasiterhadapmotivasi kerja karyawan PT.PLN.METODE PENELITIANTipe PenelitianDalam penelitian ini dipergunakan tipe penelitian yang bersifatmenjelaskan hubungan antar variabel penelitian (variabel dependen dan variabelindependen) dan menguji hipotesis yang sudah dirumuskan.Dengan demikianpenilitian ini termasuk dalam kategori Explanatory Research atau penelitianpenjelasan. Dalam penelitian ini akan dijelaskan pengaruh antara iklimkomunikasi yang merupakan variabel independen terhadap motivasi kerja. Selainitu penelitian ini akan menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atauditolak.SamplingAdapun pengambilan sampling dilakukan dengan pertimbangan bahwapopulasi memiliki jumlah yang besar dan menyulitkan untuk meneliti seluruhpopulasi yang ada.Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari karyawan PT.Pembuat keputusanbersama (X3)Motivasi Kerja(Y)Kepercayaan (X1)Keterbukaan dalamkomunikasi kebawah (X4)Mendengarkandalam komunikasikeatas (X5)Perhatian padatujuan-tujuanberkinerja tinggi(X6)Kejujuran (X2)PLN (Persero) APJ Area Sidoarjo. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 79orang.HASIL EMPIRIS1. Pengujian Hipotesis 1Hasil pengujian pengaruh Kepercayaan terhadap motivasi kerja diperolehnilai t = 2,702 dengan signifikansi 0,008 (p <0,05). Dengan signifikansi yanglebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, maka diperoleh bahwa Hipotesis 1diterima. Hal ini berarti bahwa kepercayaan yang semakin tinggi akanmemberikan motivasi kerja yang lebih baik pula.2. Pengujian Hipotesis 2Hasil pengujian pengaruh kejujuran terhadap motivasi kerja diperoleh nilait = 2,182 dengan signifikansi 0,031 (p < 0,05). Dengan signifikansi yang lebihkecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, maka diperoleh bahwa Hipotesis 2diterima. Hal ini berarti bahwa kejujuran yang lebih baik dari karyawan akanmemberikan motivasi kerja yang lebih baik pula.3. Pengujian Hipotesis 3Hasil pengujian pengaruh Pembuat keputusan bersama terhadap motivasikerja diperoleh nilai t = 7,040 dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengansignifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, maka diperolehbahwa Hipotesis 3 diterima. Hal ini berarti bahwa Pembuat keputusan bersamayang lebih tinggi atau yang lebih banyak diperoleh dari karyawan akanmemberikan kualitas motivasi kerja yang lebih baik pula.4. Pengujian Hipotesis4Hasil pengujian pengaruh Keterbukaan dalam komunikasi kebawahterhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,351 dengan signifikansi 0,021 (p <0,05). Dengan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif,maka diperoleh bahwa Hipotesis 4 diterima. Hal ini berarti bahwa factorketerbukaan dalam komunikasi keatas yang tinggi oleh karyawan akanmemberikan motivasi kerja yang lebih baik pula.5. Pengujian Hipotesis 5Hasil pengujian pengaruh Mendengarkan dalam komunikasi keatasterhadap motivasi kerja diperoleh nilai t = 2,378 dengan signifikansi 0,000 (p <0,05). Dengan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif,maka diperoleh bahwa Hipotesis 5 diterima. Hal ini berarti bahwa factorMendengarkan dalam komunikasi keatas oleh karyawan akan memberikanmotivasi kerja yang lebih baik pula.6. Pengujian Hipotesis 6Hasil pengujian pengaruh Perhatian pada tujuan berkinerja tinggi terhadapmotivasi kerja diperoleh nilai t = 2,902 dengan signifikansi 0,005 (p < 0,05).Dengan signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 dan arah koefisien positif, makadiperoleh bahwa Hipotesis 6 diterima. Hal ini berarti bahwa factor Perhatianpada tujuan berkinerja tinggi yang tinggi oleh karyawan akan memberikanmotivasi kerja yang lebih baik pula.Hasil perhitungan regresi dapat diketahui bahwa koefisien determinasi(adjusted R2) yang diperoleh sebesar 0,522. Hal ini berarti 52,2% motivasi kerjadapat dijelaskan dari 6 variabel yaitu kepercayaan, kejujuran, pembuat keputusanbersama, keterbukaan dalam komunikasi kebawah, mendengarkan dalamkomunikasi keatas, dan perhatian pada tujuan-tujuan berkinerja tinggi dan 47,8%dipengaruhi oleh variabel lain.KESIMPULANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan positif antaraiklim komunikasi dengan motivasi kerja. Hasil dari penelitian ini menunjukkanbahwa seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh positif terhadapvariabel dependen. Variabel yang paling berpengaruh dalam peneitian ini adalahvariabel pembuat keputusan bersama. Hal itu berarti bahwa iklim komunikasiorganisasi berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Semakin tinggi iklimkomunikasi organisasi maka semakin tinggi pula motivasi kerja yang dihasilkan.DAFTAR PUSTAKAChatman, Jennifer and Bersade, 1997. Employee Satisfaction, Factor AssociatedDevito, A Joseph. 1997. Komunikasi antar Manusia. Jakarta: Profesional Books.Dharma, Surya.2009. Manajemen Kinerja Falsafah Teori danPenerapannya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Effendy, Onong Uchjana. 1981. Kepemimpinan dan Komunikasi. Bandung:Penerbit Alumni.Falcione, Raymond L., Lyle Sussman, and Richard P. Herden (2001)”Communication Climate in Organization,” dalam Frederic M. Jablin etal. (eds). Handbook of Organizational Communication: AnInterdisciplinary Perspective. Newbury Park, CA: Sage Publications, Inc.Gibson, Ivancevich, Donnnelly. 2007. OrganisasiPerilaku,Struktur,Proses.Jakarta: Erlangga.Goldhaber, GeraldM. 1990. Organizational Communication Fifth Edition: Iowa:Wm.C. Brown Publishers.Grensing Lin dan Pophal. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia.Jakarta: PT.Ina Publikatama.Hersey, Blancchard. 1995. Theory Organization. London: Mercury Books.Kartono, Kartini, 1994, Psikologi Sosial untuk Manajemen, Perusahaan danindustri, Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.Lund, Daulatram B., 2003, Organizational Culture and Job Satisfaction, Journalof Business & Industrial Marketing, Vol. 18 No. 3.Luthans E.A., 1998, Organizational Behavior, Sixth Edition, Singapore: McGrawill Book Co.Mangkunegara, AA Anwar Prabu, 2001, Manajemen Sumber Daya ManusiaPerusahaan.Bandung PT.Remaja Rosdakarya.Morissan. 2009. Teori Komunikasi Organisasi. Bogor: Ghalia Indonesia.Muhamad, Arni. 2001. Komunikasi Organisasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Nawani, Hadari dan Hadari Martini.1992. Intrumen Penelitian Bidang Sosial.Yogyakarta: Gajah Mada University.Pace, Way R dan Faules, Don F. 2006.Komunikasi Organisasi strategiMeningkatkan Kinerja Perusahaan.Bandung : PT. Remaja Rosadakarya.PB.Triton.2007. Manajemen Seumber Daya Manusia. Yogyakarta: Tugu.Pool, Steven W., 1997 The Relationship of Job Satisfaction With Substitutes ofLeadership, Leadership Behavior, and Work Motivation, The JournalofPsychology, Vol. 13, MayRobbin, Stephen P dan Judge Timothy A. 2008.Perilaku Organisasi Jilid 2.Jakarta: Salemba Empat.Robbins, Stephen P dan Mary, Coulter. 2005. Manajemen. Jakarata: Gramedia.Siagian, P.S., 1997, Organisasi Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi,Jakarta: Gunung AgungSingaribun, Masri dan Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta :LP3ES.Thoha, Miftah. 2007. Perilaku Organisasi: Konsep Dasar dan Aplikasinya.Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Website: Artikel Komunikasi Organisasi. (2009). Dalamhttp://www.infonuklir.com/ modules/news/article.php?storyid=154/Diunduh pada tanggal 17 Maret 2010 pukul 14.00 WIBWith Company Performance, Journal Of Applied Psychology, February, 29.
Political Public Relations Campaign for Election of Mayor and Deputy Mayor of Solok Period 2016-2020, Creative Design Coordinator Division Sanjaya, Lovegi David; M.Si, Agus Naryoso; M.Si, Much Yulianto; Gono, Joyo M S; Ayun, Primada Qurrota
Interaksi Online Vol 4, No 2: April 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.119 KB)

Abstract

Public relations, as one of the strategies are quite effective for building the image, as well as long-term relationship with the community or public. This strategy is often combined with a political strategy to win a pair of political party candidates, which is the background of the writing of this scientific work ; the intention to won Irzal Ilyas and Alfauzi Bote as pair of political candidates to become mayor and deputy mayor of Solok period 2016-2021. There need to be applied various effective PR tools such as events, merchandising, advertising combined with two way communication to be established with both among the community leaders, traditional leaders and communities in Solok During the effective PR branding is applied, unique creative strategies is needed in order to create a positioning of the candidate to be accepted by the public successfuly. One of them by creating a tagline, and supporting visual design. In the progress, all of these tools will be in synergy with each other, to lead a better perception from the public about the candidate image. This “Kita Sahabat Imam” campaign has succeeded in shaping good public perception about the candidate image. although PR as one of the major contributing factors. but in the end, in the social and political world, there are always other major factors that determine the success of the elections of the candidate.
Hubungan Terpaan Iklan dan Citra Merek Bukalapak dengan Keputusan Pembelian Produk di Bukalapak Nadira Octova Yogiyanti; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.696 KB)

Abstract

Technology is developing very rapidly, especially in the field of information and telecommunications. With this, many e-commerce startups have emerged in Indonesia. E-commerce is a means of buying and selling online that can facilitate consumers in the process of buying and selling online. Indonesia is the largest and fastest growing e-commerce market in Southeast Asia. This study uses the Strong Theory of Advertising Theory and Reasoned Action. This research is quantitative research with explanatory types. The sample in this study were men, women, attending 17-35 years, domiciled in the city of Semarang, with the provision of opening the Bukalapak advertisement, and having visited the Bukalapak online buying and selling site. The number of respondents is 80 people taken based on the purposive technique aside. Data analysis used was Chi-Square analysis with the help of SPSS. The results of the first hypothesis test, exposure to Bukalapak advertisements has a positive relationship with product purchasing decisions at Bukalapak with a value of 0.001 < 3,841. Then the Bukalapak brand image with product purchase decisions at Bukalapak has a positive relationship with a value of 0.008 < 3,841.
Kuis Kebangsaan sebagai Propaganda Politik Novelia Irawan S; Much. Yulianto; Triyono Lukmantoro; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.173 KB)

Abstract

Propaganda dapat berarti menyampaikan pesan yang benar atau pun yang menyesatkan, dimana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-faktapilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu untuk mengubah pemikiran kognitif kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu. Propaganda diatur melalui simbol-simbol signifikan. Program acara Kuis Kebangsaan ini merupakan salahsatu bentuk nyata propaganda melalui simbol-simbol, dengan menampilkan simbol-simbol yang barkaitan dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Partai Hanura, yaitu Wiranto dan Hary Tanoesudibjo.Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan propaganda politik yang digunakan dalam program Kuis Kebangsaan pada stasiun RCTI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika model John Fiskemelalui tahapan analisis sintagmatik dan paradigmatik dengan tiga level, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Strategi propaganda program acara kuis ini adalah dengan menggunakan topeng pendidikan. Dalam program acara mencantumkan simbol-simbol WIN-HT pada dekorasi, editing, dan password. Narasumber yang hadir pun juga merupakan calon legislatif Partai Hanura. Setiap warna yang digunakan selalu diusahakan berkaitan dengan Hanura, yaitu kuning. Program acara ini juga menunjukkan propaganda secara ideologi. Pertama populisme, yaitu usaha-usaha dari pemimpin untuk “merakyat” melalui penggambaran sosok Wiranto dan Hary Tanoesudibjo yang terkesan nasionalis dan herois. Kedua dumbing down melalui penanyangan kuis pendidikan yang dikemas sebagai edutainment. Terakhir adalah demokrasi media. Dengan adanya kapitalisme media, maka pemilik media yang ikut dalam politik, dapat dengan mudah mengendalikan sisi politik melalui medianya. Berbagai teknik propaganda pun telah diterapkan dalam Kuis Kebangsaan.Propaganda politik yang ada di program acara Kuis Kebangsaan adalah propaganda yang tersusun dengan baik. Namun propaganda ini gagal dengan adanya sikap yang sudah ada dan tren sosial di masyarakat. Kata kunci : propaganda, politik, kuis
RELIGION COMMODITIZATION IN ADVERTISEMENT : SEMIOTIC ANALYSIS OF ZOYA VEIL ADVERTISEMENT IN INSTAGRAM Istiqomah, Nurul; Noor Rakhmad, M.I.Kom, Drs. Wiwid
Interaksi Online Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.192 KB)

Abstract

This research starts from phenomenon of Zoya, the company uploaded advertising about halal certified veil in their official Instagram account on February 2016. The purpose of this study is to reveal the myth of halal symbols in the Zoya veil ads which certified halal. This study used a qualitative approach with a version of Roland Barthes semiotic analysis through the analysis stage denotation and connotation. Through these stages at the level of denotation, sign was analyzed both verbally and non-verbally, then at the level of connotative, sign was classified in the linguistic message, which was encoded iconic message, and the message was not encoded iconic. The results of this study indicate that the halal symbol in this ad contains a mythical value of goodness and blessing that consumers will get more than the usual veil or headscarf from other brands who did not use the halal label. Halal symbol in this ad can be said contain commoditization, assuming the manufacturer has changed used value into exchange economic value. The purpose of manufacturers uses halal symbol on its products leads to consumerism, the manufacturer wants to earn the trust of Muslim consumers that are attached to the halal symbol, and ends on the consumer's decision to purchase the product Zoya.

Page 58 of 157 | Total Record : 1563