cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
HUBUNGAN DAYA TARIK SPONSORSHIP DAN CITRA MEREK DENGAN KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KOSMETIK SARIAYU Shendy Amalia, Agneta; Widowati Herieningsih, Sri
Interaksi Online Vol 7, No 3: Agustus 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.501 KB)

Abstract

Sponsors are one of the marketing strategies currently chosen by companies to market their products to the wider community. The sponsorship program that has the attraction that is expected to attract the attention of the public to have the decision to buy. In addition, brand image is a strong factor to attract consumers in choosing products. The purpose of this study was to study the relationship of Sponsor attractiveness and brand image with the decision to purchase Sariayu cosmetic products. The theory used in this study is cognitive response theory and reasoned action theory. The sample technique used is Non-Probability Sampling, namely Purposive Sampling. The number of samples discussed in this study were 50 respondents with female characters domiciled in Semarang City knowing the Sariayu sponsorship program with the Miss Indonesia event and knowing Sariayu cosmetic products. Analysis of the data used in this study is the Chi-Square trial. The results of the study show that the production attracts sponsors with the purchase decision of Sariayu products having a significant relationship, the significance value and results produced after testing the Chi-Square formula with SPSS which is equal to 0,000. This is in accordance with the cognitive response theory used in this study where this theory states about the relationship of the attraction of sponsors to purchasing decisions. Furthermore, for the result image with the purchase also has a significant relationship where the significance value and results are generated after testing the Chi-Square formula with SPSS which is equal to 0,000. This is in accordance with the theory of reasoned action used in this study where this theory states about the relationship between brand image and the purchase decision of Sariayu cosmetic products.
Public Relations Branding Komunitas Lopen Semarang ‘Semarang Historie’ Divisi Program Directordan Divisi Production Director Ramada, Jaza Akmala; Naryoso, Agus; Lailiyah, Nuriyatul; Widagdo, M Bayu; Setyabudi, Djoko
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.041 KB)

Abstract

Masyarakat saat ini banyak yang telah melupakan sejarah, karena dianggap sebagai sesuatu yang membosankan. Padahal sejarah merupakan pengungkap identitas suatu bangsa, kota, dan daerah tertentu. Lopen Semarang sebagai komunitas pecinta sejarah di kota Semarang berupaya untuk mengajak masyarakat mencintai sejarah dengan melakukan penelusuran dan aksi pelestarian sejarah. Akan tetapi komunitas Lopen Semarang kurang begitu dikenal di publik, sehingga kesulitan dalam upaya mengajak masyarakat tersebut. Berdasarkan teori, persuasi diperlukan untuk meyakinkan khalayak yang menjadi sasaran untuk mengadopsi sikap, opini atau perilaku tertentu. Wujud dari karya bidang ini adalah sebuah rangkaian acara kampanye event‘Semarang Historie’ yang terdiri dari acara Roadshow, Press Conference, Histography, Journalist Writing & Photo Contest, Semarang Heritage Race,dan Awarding Night. Pemilihan kegiatan ini didasari atas message “Menjelajahi masa lampau dengan hal-hal kekinian”. Oleh karena itu program-program ini sangat berkaitan dengan gaya hidup dan interestanak muda masa sekarang. Pesan ini diterapkan ke seluruh elemen program, konsep desain, dan produksi. Sebagai Program Directordan Production Director, penulis bertanggung jawab pada penyusunan program dan pembuatan konsep produksi secara keseluruhan. Hasilnya, kampanye eventSemarang Historie ini efektif untuk mengedukasi peserta mengenalkan cara yang mudah dan fundalam melakukan aksi pelestarian sejarah kota Semarang. Selain itu, publisitas yang didapatkan selama pelaksanaan acara Semarang Historie terbukti mampu membuat komunitas Lopen Semarang menjadi lebih dikenal di publik dan juga mendapatkan tambahan beberapa anggota. Untuk kedepan, Lopen Semarang perlu untuk membuat kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan engagement dengan target audiens, dan hal ini bisa dilakukan dengan pelaksanaan agenda secara kontinyu beberapa acara Semarang Historie. Kata kunci : Sejarah, Branding, Komunitas.
Construction of Female Sexuality in Sexting Activity Victorius Paskah; Dr. Hapsari Dwiningtyas, S.Sos, MA
Interaksi Online Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.37 KB)

Abstract

Development of ways of communicating direct the community about what is being communicated. The ease of communication that can now be done quickly and not only sending the text has been made public, especially young people to communicate different messages such as sexting activity. Where in the activities that typically occur sexually suggestive pictures of exchange between men and women. This study aims to determine the construction of female sexuality in sexting activity. Through a phenomenological approach, this study refers to the interpretive paradigm. This study uses the theory foundation of Self-Objectification and Social Exchange Theory. The results of this study indicate that the activity of sexting is usually done by a partner in a dating relationship. Men in sexting activity known to always be the initiator of doing sexting. Usually men ask sexually suggestive images of women to masturbate because it was unable to meet with their partner. But it did not happen in women, women in the study known to never ask sexually suggestive images to masturbate. Sexting behavior is often accompanied by behavioral spreading the sexually suggestive pictures, men in this study are known to be the only party that did the spread of it. While women have always delete the sexually suggestive pictures she has received for fear if the image was known by others, and then consider them as a woman who behaves badly. The study also revealed that praise in sexting activity plays an important role. Men known to always praise sexually suggestive images being sent by a woman. Women on the other hand feel happy if the pictures they send praise, it also encourages them to send the picture again. Women in a patriarchal culture has internalized the value of the subject itself or in other words, has made itself the object which therefore requires an appreciation (praise). The study also revealed that there are differences regarding sexually suggestive pictures sent in by a woman and sent by men. When asked to send a sexually suggestive images it sends an image that shows the entire body, but when men send pictures it sends images showing genitals only. In this study, women never send a picture before his partner (male) asked him to do so. Although women were aware of the risk of the spread of the images, they still gave it because they feel responsible to satisfy the desires of their partner (male).
MEMAHAMI PROSES KOMUNIKASI PERSUASIF PENJUAL UNTUK MEMBENTUK KEPERCAYAAN PEMBELI PADA TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE MELALUI FORUM JUAL BELI KASKUS Setyo Adhi Nugroho; Djoko Setyabudi; Nurist Surraya ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENDAHULUAN Berbagai transaksi jual beli yang dahulu hanya bisa dilakukan secara tatapmuka, kini sangat mudah dan dapat dilakukan melalui media internet(http://id.wikipedia.org/wiki/Internet). Cara jual beli yang konvensionalsebenarnya masih digunakan, tetapi banyak juga orang yang menawarkan barangdan / atau jasa melalui online shopping. Akhir-akhir ini penjual, selainmempunyai toko untuk melakukan aktivitas jual beli secara konvensional, jugamenggunakan akses internet sebagai wadah untuk menawarkan dagangan mereka.Transaksi melalui online shopping di Indonesia diawali dari Forum JualBeli Kaskus (FJB Kaskus), yang kemudian secara bergantian mulai bermunculanforum-forum sejenis yang juga menyediakan layanan forum jual beli. Socialnetwork atau situs jejaring sosial seperti facebook dan multiply juga mulaimenjadi media belanja online selain TokoBagus, Rakuten, dan Berniaga.com.Melalui forum-forum, situs jejaring sosial, situs jual beli, dan media belanja inilahbanyak sekali transaksi jual beli yang dilakukan masyarakat melalui aksesinternet.Kaskus merupakan situs komunitas yang pertama dan bahkan yangterbesar di Indonesia, dimana situs tersebut yang pertama menyediakan forumkhusus untuk melakukan transaksi jual beli secara online. Berdasarkan data, lebihdari 60 persen total trafic pengunjung Kaskus yang per bulannya mencapai 40 jutaorang lebih, berasal dari FJB. Sementara total transaksi diprediksi mencapaimiliaran rupiah setiap bulannya(http://techno.okezone.com/read/2011/03/03/55/431121/online-shopping-mulaimarak-di-indonesia). Karena hal inilah, banyak masyarakat Indonesia yangmengakses dan memanfaatkan FJB Kaskus untuk mencari barang atau pun jasayang diinginkan.Melalui FJB Kaskus, calon pembeli dapat mencari barang yang diinginkandengan cara mengetikkan “key word” berupa barang atau jasa yang diinginkanpada kolom “search”, dan akan muncul beberapa thread yang berisi mengenaibarang atau jasa yang ingin dicari atau dibeli tersebut. Pada thread jual beli yangdibuat oleh TS (thread starter), berisikan informasi-informasi mengenai barangatau jasa yang di jual tersebut, dan informasi mengenai penjual yang diperlukan.Calon pembeli juga dapat mengetahui reputasi TS, selaku penjual, dengan melihatdi kolom profil milik TS. Selain spesifikasi barang yang akan dijual dan reputasidari TS, calon pembeli juga dapat melihat beberapa testimonial dari pembelipembeliyang pernah melakukan transaksi dengan TS.Dengan lebih dulu melihat informasi-informasi mengenai barang yangdijual dan profil dari beberapa TS, calon pembeli kemudian akan mengontak TSyang menurutnya dapat dipercaya untuk segera memesan barang yang diinginkan,karena beberapa Kaskuser bisa saja menjual barang yang sama atau sejenis.Setelah mengontak penjual, biasanya calon pembeli akan melakukan tawarmenawarharga sampai kedua belah pihak menyetujui berapa harga yang harusdibayar untuk barang yang diinginkan tersebut. Baru lah setelah kedua belahpihak saling setuju masalah harga, calon pembeli akan melakukan transaksi.Untuk pembayaran pada transaksi jual beli melalui FJB Kaskus yaitupembeli dapat melakukan proses pembayaran dengan cara melakukan transfersejumlah uang ke rekening yang sebelumnya terdapat dalam thread yang dibuatTS, dengan menggunakan sistem COD (Cash on Delivery), atau denganmelibatkan penyedia jasa rekber.Dalam hal pembayaran ini, sebagian besar pembeli melakukan transaksidengan cara mentransfer uang ke rekening penjual terlebih dahulu, baru kemudianbarang akan dikirim ke pembeli. Cara ini memang cara yang paling banyakdigunakan dalam melakukan transaksi jual beli secara online karena cara inidianggap sebagai cara yang paling mudah, apalagi bagi penjual dan pembeli yangberdomisili di kota atau daerah yang berbeda atau berjauhan. Sebenarnya cara inisangatlah rawan akan tindak penipuan. Kebanyakan penipuan yang terjadidikarenakan penjual yang tidak mengirim barang yang diminta oleh pembeli,padahal pembeli sudah mentransfer sejumlah uang kepada penjual. Walaupundemikian, jumlah transaksi jual beli yang terjadi melalui FJB Kaskus tetaplahbanyak. Tingkat kepercayaan Kaskuser terhadap Kaskus dan Kaskuser lain jugamasih tinggi. Kepercayaan tersebut tidak terjadi secara begitu saja, melainkanmelalui persuasi dari penjual kepada pembeli, dan persuasi tersebut dilakukansecara bertahap.PEMBAHASANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman penjual dalammelakukan komunikasi persuasi kepada pembeli sehingga pembeli bersedia untukmelakukan perilaku pembelian melalui FJB Kaskus. Penelitian ini dilakukandengan menggunakan pendekatan fenomenologi dengan mengaitkan antarapengalaman-pengalaman penjual dengan teori persuasi untuk menjelaskanmengenai upaya-upaya yang dilakukan penjual dalam menawarkan danmempromosikan barang dagangannya melalui FJB Kaskus, serta upaya-upayayang dilakukan penjual untuk menumbuhkan kepercayaan (trust) dari pembeli,sehingga pembeli bersedia melakukan pembelian. Peneliti juga mencobamenjelaskan mengenai upaya-upaya yang dilakukan pembeli dalam mencaribarang hingga membeli barang yang diinginkan melalui FJB Kaskus.Penelitian ini membahas mengenai ecommrece, yaitu transaksi jual beliyang dilakukan secara online. Beberapa kalangan akademisi pun sepakatmendefinisikan ecommerce sebagai salah satu cara memperbaiki kinerja danmekanisme pertukaran barang, jasa, informasi, dan pengetahuan denganmemanfaatkan teknologi berbasis jaringan peralatan digital (Indrajit, 2001: 11).Dari beberapa definisi yang dijelaskan dan dipergunakan oleh berbagaikalangan, terdapat kesamaan dari masing-masing definisi, dimana ecommercememiliki karakteristik sebagai berikut: Terjadinya transaksi antara dua belah pihak; Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi; dan Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanismeperdagangan tersebut.Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa transaksi jual beli onlinemelalui FJB Kaskus merupakan bentuk dari kegiatan ecommerce, karenadilakukan oleh dua pihak, terdapat pertukaran barang dan jasa, dan interaksi yangdilakukan menggunakan internet sebagai medium utama.Untuk menjelaskan mengenai upaya-upaya yang dilakukan penjual dalammenawarkan dan mempromosikan barang dagangannya melalui FJB Kaskus,digunakan konsep berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yaitu intergrity yangmembahas mengenai cara-cara yang biasa dilakukan penjual dalam menjualbarang dagangannya (Rofiq, 2007: 33), familiarity yang berkaitan dengankeakraban yang terjadi setelah penjual dan pembeli melakukan interaksi (Lu dkk,2009: 349), perceived similarity yang membahas mengenai kesamaan persepsiantara penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual beli secara onlinemelalui FJB Kaskus (Lu dkk, 2009: 350), dan structural assurance yang berkaitandengan jaminan-jaminan yang diberikan kepada pembeli (Kauffman, Robert J.,Patrick Y. K. Chau, Terry R. Payne, J. Christopher Westland, 2012: 346-360).Untuk menumbuhkan kepercayaan (trust) dari pembeli sehingga pembelibersedia melakukan pembelian, maka akan dikaitkan dengan karakteristikkomunikasi persuasif yang dilakukan oleh penjual. Karakteristik dari komunikasipersuasif yaitu terdapat interaksi antara penjual dan pembeli, adanya perilakuyang tidak memaksa dari penjual, dan adanya usaha-usaha untuk merubahperilaku (Adler, 2006: 428-430).Interaksi dilakukan karena apabila tidak ada interaksi, maka tidak akanterjadi suatu komunikasi antara penjual dan pembeli, dan jika tidak adakomunikasi, maka tidak akan terjadi suatu transaksi jual beli. Komunikasipersuasi yang dilakukan juga tidak memaksakan kehendak, namun lebih kepadameyakinkan orang lain, dalam hal ini yaitu pembeli, supaya pembeli bersediamelakukan suatu perilaku pembelian. Dan tujuan akhir dari komunikasi persuasiyaitu berusaha untuk melakukan perubahan perilaku.Perubahan perilaku ini tidak dapat terjadi secara langsung, melainkanmemerlukan adanya suatu proses. Komunikasi persuasif digunakan oleh penjualdalam FJB Kaskus untuk mengubah kepercayaan konsumen dan berusahamenimbulkan perubahan perilaku untuk melakukan jual beli online. Kepercayaanmerupakan komponen afektif yang menjadi salah satu unsur di dalam sikap yangmasuk ke dalam tahapan perubahan sikap pembelian konsumen.Kepercayaan tersebut akan muncul pada konsumen FJB Kaskus saatmelakukan penelusuran-penelusuran yang berkaitan dengan kemasan yang dibuat,serta janji-janji yang diberikan penjual, seperti thread yang dibuat, reply, quote,PM, VM, bahkan YM sekalipun. Setelah timbulnya kepercayaan ini, maka akandiikuti dengan komponen behavioral yakni perilaku terhadap sesuatu. Maka padatahap ini timbul tindakan untuk membeli atau tidak membeli.Masyarakat secara umum sudah sangat terbiasa melakukan kegiatanbelanja secara konvensional, dengan mendatangi penjual, melihat barang ataujasa, dan melakukan pembayaran secara langsung menggunakan uang tunai.Namun belanja secara online tentunya melawan kebiasaan yang telah ada padamasyarakat secara umum. Berikut adalah cara-cara yang dapat digunakan dalamrangka mengubah perilaku konsumen melalui perubahan komponen kognitif(Yusriana, 2011: 16-17):1. Mengubah keyakinanStrategi ini meliputi mengubah keyakinan satu atau beberapa daripenampilan atau kemasan produk.2. Mengganti hal-hal pentingBanyak konsumen yang berpikir bahwa tidak semua unsur-unsur produkitu penting. Maka dari itu perubahan dapat dilakukan melalui menonjolkanhal-hal yang dianggap tidak penting.3. Menambah keyakinanPada FJB Kaskus, keyakinan akan produk ditambah melalui memberikanfakta-fakta kemudahan dalam berbelanja selain itu menjadikan belanjaonline sebagai gaya hidup baru.4. Mengubah idealPada FJB Kaskus, idealisme membeli secara tatap muka tentu menjadiberkurang, dan perlahan digantikan model baru walaupun masih adabeberapa yang melakukannya dengan cara COD.Melalui tahap perubahan-perubahan kognitif tersebut, maka komponenafektif dan behavioral dapat berubah dengan sendirinya. Maka dalam penelitianini digunakan teori komunikasi persuasif dengan mengkombinasikan tiga konsepdasar perasaan awal individu atas sebuah produk dan metode perubahan kognitifuntuk mengubah afektif. Ketiga teori tersebut diharapkan mampu menjelaskanupaya seperti apa yang digunakan untuk membangun kepercayaan pembeli di FJBKaskus.Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiandeskriptif kualitatif, dengan menggunakan paradigma interpretif, melaluipendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksuduntuk mengemukakan gambaran atau pemahaman (understanding) mengenaibagaimana dan mengapa suatu gejala atau realitas komunikasi terjadi (Pawito,2007: 35).Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif karena seperti yangdijelaskan Rahardjo (Modul Tim Fisip Undip, 2006: 8) bahwa paradigmainterpretif membantu dalam menginterpretasikan alasan-alasan yang dilakukanoleh para pelaku dalam melakukan tindakan-tindakan sosial.Karena peneliti ingin melihat pengalaman yang dialami oleh penjual danpembeli dalam berinteraksi melalui FJB Kaskus, maka penelitian inimenggunakan pendekatan fenomenologi. Hal ini berdasarkan penjelasanLittlejohn (2002), bahwa fenomenologi sebagai suatu gerakan dalam berpikir dandapat diartikan sebagai upaya studi tentang pengetahuan yang timbul karena rasakesadaran ingin mengetahui. Objek pengetahuan berupa gejala atau kejadiankejadianyang dipahami melalui pengalaman secara sadar (councious experience).Fenomenologi menganggap pengalaman yang aktual sebagai data tentang realitasyang dipelajari (Pawito, 2007: 54).Subjek dari penelitian ini adalah individu (kaskuser) yang memilikipengalaman dalam kegiatan transaksi jual beli melalui Forum Jual Beli Kaskus.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknikwawancara secara mendalam (in-depth interview). Teknik ini digunakan untukmemperoleh data yang diperlukan untuk penelitian ini, yang dilakukan kepadasetiap informan dengan menggunakan teknik wawancara terbuka dan tidakberstruktur. Hal terpenting dalam pengambilan data dari informan adalahmenjelaskan makna pengalaman hidup (life experience) dari sejumlah orang itu(Mulyana dan Solatun, 2007: 97).PENUTUPTujuan dari penelitian ini yaitu berkaitan dengan upaya mencari tahutentang bagaimana kepercayaan dari pembeli pada transaksi jual beli onlinemelalui FJB Kaskus terbentuk melalui komunikasi persuasi dari penjual.Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan bagaimana proses terbentuknyakepercayaan pembeli.Hasilnya, ditemukan bahwa penjual menyampaikan pesan denganmembuat, memperkenalkan, dan mempromosikan barang dagangannya denganmembuat thread yang berisi berbagai macam informasi mengenai barang, lokasipenjual, nomor telepon penjual, testimonial, dan cara-cara yang dapat dipakaiuntuk pembayaran.Di lain pihak, pembeli berusaha mencari barang yang diinginkan melaluikolom pencarian yang tersedia pada situs Kaskus. Kemudian yang dilakukanpembeli adalah menghubungi penjual yang dipilihnya untuk menanyakan hal-halyang berkaitan dengan barang yang diinginkannya. Setelah itu, penjual akan mulaimelakukan persuasi kepada calon pembeli. Persuasi yang dilakukan penjual sesuaidengan karakteristik komunikasi persuasi, yaitu adanya interaksi, tidak memaksa,serta merubah perilaku.Kemudian setelah adanya interaksi antara penjual dan pembeli, terdapatkesepakatan mengenai pembayaran yang akan dilakukan oleh pembeli, apakahmenggunakan sistem transfer, COD, atau dapat melibatkan penyedia jasa rekber.Dan akhirnya, penjual dan pembeli akan melakukan transaksi jual beli.DAFTAR PUSTAKAAdler, Ronald. B and George Rodman. 2006. Understanding HumanCommunication Ninth Edition. New York: Oxford University Press.Indrajit, R. E., 2001. E-Commerce: Kiat dan Strategi Bisnis di Dunia Maya.Jakarta: PT Elex Media Komputindo.Kauffman, Robert J., Patrick Y. K. Chau, Terry R. Payne, J. ChristopherWestland. 2012. Electronic Commerce and Applications. Amsterdam:Elsevier Science Publisher B.V.Rofiq, Ainur. 2007. Pengaruh Dimensi Kepercayaan (Trust) Terhadap PartisipasiPelanggan E-Commerce. Tesis. Malang.Mulyana, Deddy, dan Solatun. 2007. Metode Penelitian Komunikasi: ContohcontohPenelitian Kualitatif Dengan Pendekatan Praktis. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.Pawito, Ph.D. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LKiS.Rahardjo, Turnomo dkk. 2006. Modul Pelatihan Metodologi Peneitian Kualitatif.Tim Fisip Undip.Yusriana, Amida. 2011. Upaya Pembentukan Trust pada Konsumen di OnlineShop Facebook. Skripsi. Undip.http://id.wikipedia.org/wiki/Internet. Diakses 24 maret 2011 / 22:03.http://techno.okezone.com/read/2011/03/03/55/431121/online-shopping-mulaimarak-di-indonesia. Diakses 25 maret 2011 / 00:24.
Interpretasi Pembaca Terhadap Materi Pornografi dalam Komik Hentai Virgin Na Kankei Putri, Swasti Kirana; Lukmantoro, Triyono; Gono, Joyo NS; Suprihatini, Taufik
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.353 KB)

Abstract

Komik merupakan salah satu media yang dapat dinikmati dan diakses dengan mudah oleh semua kalangan. Mayoritas komik yang beredar di Indonesia adalah komik yang berasal dari Jepang. Salah satu genre komik Jepang yang beredar di Indonesia adalah komik Hentai. Komik Hentai dianggap sebagai salah satu media yang memuat materi pornografi di Indonesia karena menampilkan gambar tubuh telanjang manusia dan hubungan seks secara vulgar dan erotis. Komik Hentai menampilkan hal yang tidak etis dan tidak sesuai dengan kebudayaan masyarakat Indonesia serta berbahaya dan berdampak buruk bagi pembacanya. Salah satu komik Hentai yang beredar di Indonesia adalah Virgin Na Kankei.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana interpretasi pembaca terhadap materi pornografi dalam komik Hentai Virgin Na Kankei, serta eksploitasi dan komodifikasi tubuh perempuan yang ditampilkan dalam komik tersebut. Teori yang digunakan adalah teori komik (Scott McCloud, 1993), teori analisis resepsi (Ien Ang, 1990) dan teori politik-ekonomi media (Dennis McQuail, 1987). Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan interpretatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan indepth interview kepada empat orang informan yang pernah membaca komik Virgin Na Kankei.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perbedaan pemaknaan mengenai eksploitasi perempuan dalam komik Virgin Na Kankei, dua informan berpendapat terjadi eksploitasi sedangkan dua informan lainnya berpendapat tidak terjadi eksploitasi tubuh perempuan dalam komik tersebut. Dalam hal komodifikasi tubuh perempuan dalam komik Virgin Na Kankei, tiga orang informan berpendapat bahwa terjadi komodifikasi tubuh perempuan sedangkan satu orang informan lainnya berpendapat sebaliknya. Perbedaan pemaknaan dari para informan juga terjadi terkait dengan materi pornografi yang ditampilkan dalam komik Virgin Na Kankei. Informan perempuan berpendapat bahwa percakapan yang ditampilkan dalam komik tersebut merupakan materi pornografi, sedangkan informan laki-laki berpendapat sebaliknya. Dari segi penggambaran tokoh yang ditampilkan dalam komik Virgin Na Kankei, tiga informan berpendapat bahwa hal tersebut bukan materi pornografi, sedangkan satu orang lainnya memandang hal tersebut sebagai materi pornografi. Seluruh informan berpendapat bahwa cerita dalam komik Virgin Na Kankei bukan merupakan materi pornografi. Seluruh informan juga sepakat bahwa penggambaran adegan seksual dalam komik tersebut merupakan materi pornografi.
Program Acara Feature “Perempuan Bercerita” di iNews Semarang Sebagai Produser Pada Episode 4, 6 dan 9 Ayu Puspitasari, Ramadhiana; Pradekso, Tandiyo
Interaksi Online Vol 6, No 3: Juli 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.555 KB)

Abstract

Program televisi masa kini semakin memberikan pilihan acara yang beragam. Salah satunya adalah program bertema perempuan yang kini mulai ada di permukaan. Namun berdasarkan data yang di dapat, televisi lebih banyak menampilkan kehidupan perempuan di perkotaan, seperti mengangkat gaya atau lifestyle saat ini. Berangkat dari belum adanya program yang mengangkat tentang perempuan secara mendalam, khususnya peran perempuan lokal di Kota Semarang. Maka hal ini menjadikan tantangan bagi pelaku dunia jurnalistik untuk membuat sebuah program yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan khususnya di Kota Semarang Program ini berjudul Perempuan Bercerita dengan format feature dan menyajikan program yang mengangkat dua sosok perempuan inspiratif di setiap episodenya. Program ini di produksi untuk menampilkan eksistensi perempuan yang patut di akui dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, budaya, dan masih banyak lagi. Menceritakan bagaimana perempuan mengambil peran di tengah masyarakat dengan mengangkat kisah perempuan di Semarang berdasarkan tema yang berbeda. Pemilihan sosok perempuan lokal di Kota Semarang sendiri, diharapkan mampu menimbulkan kedekatan kepada penonton yang ada di Semarang dan sekitarnya. Dalam program ini, tim dibagi untuk menjalankan beberapa tanggung jawab yang berbeda di setiap episodenya mulai dari proses pra-produksi, produksi, dan pasca produksi sebagai produser, program director, reporter, penulis naskah, juru kamera, editor, dan dubber sehingga semua anggota tim mendapatkan pengalaman yang berbeda di setiap episodenya. Program Perempuan Bercerita tayang sebanyak 13 episode mulai dari tanggal 4 Maret 2018 – 4 Juni 2018 di iNews Semarang. Acara ini di tayangkan setiap hari Senin pukul 10.00 pagi dengan durasi acara 21-24 menit. Program Feature Perempuan Bercerita diharapkan mampu meberikan program yang lebih segar sehingga bisa menjadi salah satu program yang dapat memberikan kontribusi untuk meningkatkan popularitas iNews Semarang. Selain itu mampu memberikan masyarakat informasi, edukasi, semangat dan inspirasi untuk bisa terus berkarya, berperan aktif, dan positif di lingkungannya.
Analisis Resepsi Terhadap Pemberitaan Penangkapan Kasus Narkoba Raffi Ahmad Pada Tabloid Cempaka Neazar Astina Prabawani; Sunarto Sunarto; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.861 KB)

Abstract

ANALISIS RESEPSI KHALAYAK TERHADAP PEMBERITAANPENANGKAPAN KASUS NARKOBA RAFFI AHMAD PADA TABLOIDCEMPAKAAbstrakRamainya pemberitaan terhadap kasus penangkapan artis Raffi Ahmad terkaitnarkoba ini telah dimuat di berbagai media yang menjadi santapan publik sehinggamenimbulkan berbagai opini dalam masyarakat. Dalam pengemasaannya pemberitaaninfotainment sering mengalami kekeliruan diantaranya mengandung gosip, tidakbersifat edukatif, mengangkat berita sensasional, mendramatisir serta tidak berimbangsehingga melanggar etika dan aturan jurnalistik. Hal ini berpotensi memunculkanprosesgatekeeping pada masyarakat pada saat menerima informasi. Baik informasiyangbaik atau yang buruk dari pesohor idolanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna sebagaimana dimaksud olehmedia dan interpretasi khalayak terhadap pemberitaan penangkapan kasus narkobaRaffi Ahmad oleh BNN pada tabloid Cempaka. Tipe penelitian adalah kualitatifdengan pendekatan analisis resepsi, khalayak dipandang sebagai produser maknatidak hanya manjadi konsumen isi media. Penelitian ini menggunakan modelencoding-decoding Stuart Hall. Interpretasi khalayak terbagi dalam tiga posisipemaknaan yaitu Dominant Reading. Negotiated Reading, dan Oppositional Reading.Hasil penelitian menunjukkan bahwa khalayak aktif dalammenginterpretasikan berita infotainment dalam tabloid cempaka yangditerimanya.Informan tidak menerima begitu saja informasi yang disajikan dalamtabloid Cempaka sehingga pemaknaan informan cenderung termasuk dalam posisinegotiated reading. Dalam proses konsumsi dan produksi makna terhadappemberitaan kasus narkoba selebritis, perbedaan latar belakang, tingkat pendidikandan pekerjaan informan menjadi faktor yang penting yang membedakan pemaknaanmereka.Key Words : infotainment; selebritis; interpretasi;, resepsi.PUBLIC PERCEPTION ANALYSIS ON THE REPORTING OF RAFFIAHMAD DRUG ARRESTED IN CEMPAKA TABLOIDAbstractHectical news reports on the arrest of Raffi Ahmad, related to drugs in variousmass media consumed by the public, various public opinions arose. The format ofinfotainment reports often makes mistakes, such as containing gossips, being noteducational, reporting sensational news, dramatizing, as well as unfair, so they violatejournalistic ethics and regulations. This could potentially causes gatekeeping processin the public when receiving information, whether good or bad information of theircelebrity idols.This study was aimed to study the meaning as intended by the media andpublic’s interpretation on the reports of the drug arrest of Raffi Ahmad by BNN inCempakatabloid. The type of the study was qualitative using reception analysisapproach, the public was viewed as meaning producers, not only consumers of mediacontents. This study used Stuart Hall’sencoding-decoding model. Public’sinterpretation was divided into three meaning positions, i.e. Dominant Reading,Negotiated Reading, and Oppositional Reading.Study result showed that the public was active in interpretinginfotainmentnews in Cempaka tabloid.Informants didn’t just accept informationpresented in Cempaka tabloid so that informants meaning tended to be in negotiatedreading position. In the process of consuming and producing meanings on the reportsof celebrity drug cases difference in informants backgrounds, education levels, andoccupations became significant factors which differentiated their meanings.Key Words : infotainment; celebrity; interpretation;, reception.PENDAHULUANPublik selalu tertarik dengan aktivitas selebritis, adanya informasi media yangsenantiasa mengangkat aktivitas selebritis, selalu dinanti oleh masyarakat, terutamaberita terbaru mengenai aktivitas selebritis. Jika publik kemudian mengetahui adaaktivitas selebritis yang memakai jenis narkoba baru, atau narkoba yang lama tapibaru dikenal, dalam satu kasus penangkapan selebritis, maka publik langsungmengarahkan spot light nya ke kasus selebritis ini.Media mempengaruhi pandangan masyarakat dalam proses pembentukanopini atau sudut pandangnya. Media massa memang memiliki pengaruh yang sangatbesar dalam pembentukan opini publik sehingga dalam hal ini informasi yangdiberikan dapat mempengaruhi keadaan komunikasi sosial pada masyarakat. Olehkarena itu dari berbagai pemberitaan di media massa mengenai kasus penangkapanRaffi Ahmad ini menimbulkan berbagi opini dari masyarakat.Setiap khalayak akan memiliki pandangan dan interpretasi yang berbedaterhadap suatu pemberitaan dalam suatu media termasuk dalam menginterpretasikankasus selebritis pengguna narkoba. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pengalamanpribadi masing-masing. Media menawarkan suat pemaknaan (preferred reading).Namun hal itu ternyata tidak begitu saja mempengaruhi informan dalam memaknaipemberitaan tersebut. Informan memaknainya berdasarkan pengalaman merekamasing-masing. Ini sesuai dengan pernyataan Stuart Hall dalam John Fiske (2004 :156) bahwa setiap teks yang sama akan menghasilkan makna yang berbedatergantung latar sosial pembacanya. Ini bisa dilihat dari tema-tema pemaknaan yangdisampaikan oleh informan. Dalam konteks ini, informan melakukan pembacaanterhadap pemberitaan kasus narkoba oleh artis Raffi Ahmad dengan cara masingmasingyang berbeda satu sama lain sehingga memunculkan pemaknaan yangberbeda pula sesuai dengan latar belakang serta pengalaman mereka. Pemaknaantersebut terbagi menjadi tiga pemaknaan menurut Stuart Hall. Hal ini sekaligus dapatmenjawab tujuan penelitian yang ingin memahami keberagaman resepsi khalayakdengan berbagai interpretasi serta pemaknaannya terhadap konstruksi media ataspemberitaan penangkapan kasus narkoba Raffi Ahmad yang ditampilkan oleh media.Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif. Penelitian kualitatifmerupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalamdalamnyamelalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Pendekatan yangdigunakkan dalam penelitian ini yaitu analisis resepsi.Pendekatan analisis resepsi memberi kesempatan bagi audiens untuk lebihkritis terhadap pesan yang disampaikan dalam suatu pemberitaan. Penerimaanpemirsa tentang pemberitaan penangkapan kasus narkoba Raffi Ahmad akan berbedasatu sama lain, sehingga ada kemungkinan munculnya makna baru dari pemberitaankasus tersebut.Secara operasional, dalam penelitian ini berusaha untuk memahamipenerimaan audiens tentang pemberitaan kasus penagkapan Raffi Ahamad. Pemirsayang aktif akan dapat mengkritisi dan mengeksploitasi pemberitaan penangkapanartis Raffi Ahmad. Masyarakat sebagai konsumen dari isi media sekaligus sebagaiproducer of meaning akan memaknai tayangan ini secara berbeda, karena teks yangsama mungkin bermakna berbeda pada audiens yang berbeda.Terkait dengan isi, infotainment sekarang merupakan tayangan yangmenyajikan berita-berita dunia hiburan, para selebriti dan orang-orang terkenal ditanah air. Berita infotainment saat ini tidak jauh dari unsur sensasi, dalam penelitianini ditemukan 3 unsur berita sensasi yaitu dramatisasi, gosip dan tidak seimbang(cover both side).Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memaknai secara berbeda,meskipun referensi media informan sama, yaitu tabloid Cempaka. Seluruh informantermasuk dalam kategori audiens aktif karena semua informan mengetahui dan dapatmenjelaskan mengenai pemberitaan penangkapan kasus narkoba Raffi Ahmad olehBNN. Informan menanggapi pemberitaan tersebut dengan berbeda antara informansatu dengan yang lainnya. Dari ketiga informan, dua diantaranya termasuk dalamnegotiated reading. Hal ini memperlihatkan bahwa sesungguhnya makna teks tidakbersifat tetap dan tunggal melainkan bisa ditafsirkan secara berbeda-beda olehkhalayak. Informan memaknai teks pemberitaan berdasarkan pengalaman danstruktur pengetahuan yang dimiliki.DAFTAR PUSTAKAAmir Piliang, Yasraf. (2003). Hipersemiotika Tafsir Cultural Studies AtasMatinya Makna. Yogyakarta : Jalasutra.Baudrillard, Jean. (2004). Masyarakat Konsumsi. Yogyakarta: KreasiWacana.Bungin, Burhan. (2003). Metodologi Penelitian Kualitatif AktualisasiMetodologis ke Arah Ragam Varian Kontemporer. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.Barker, Chris. (2005). Cultural Studies: Teori dan Praktek. Yogyakarta:Bentang Pustaka.Denzin, Norman K. & Yvonna S. Lincoln. (2009). Handbook of QualitativeResearch. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Downing, John. (1990). Questioning The Media: A Critical Introduction.USA, New Burry Park California: SAGE Publication.Eriyanto. (2002). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media.Yogyakarta: LKiS.Fiske, John. (2011). Cultural and Communication Studies. Yogyakarta:Jalasutra.Junaedhi, Kurniawan. (1991). Ensiklopedia Pers Indonesia. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka UtamaKriyantono, Rachmat. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta:Kencana.Kusumaningrat, Hikmat dan Purnama Kusumaningrat. (2006). Jurnalistik:Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.Littlejohn, Stephen. (2009). Teori Komunikasi (Theories of HumanCommunication). Salemba Humanika. Jakarta.McQuail, Dennis. (2002). Teori Komunikasi Massa, Suatu Pengantar.Jakarta: PT. ErlanggaMoleong, Lexy J. (2007) Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung, RemajaRosdakarya.Morissan. (2013). Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. Jakarta:Kencana Prenada Media Group.Richard West, Lynn H.Turner. (2008). Pengantar Teori Komunikasi: Analisisdan Aplikasi (Buku2) (Edisi 3) Jakarta: Salemba Humanika.Sobur, Alex. (2001). Analisis Teks Media. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Sobur, Alex. (2006). Psikologi Umum. 2006. Bandung: Pusataka Setia.Syahputra, Iswandi. (2006). Jurnalistik Infotainment, Kancah Baru Jurnalistikdalam Industri Televisi, Jakarta: Pilar Media.Tubbs, Strewart L., dan Sylvia Moss. (1996). Human CommunicationPrinsip-Prinsip Dasar. Bandung: Rosda Karya.Rayner Philip, Petter Wall, dan Stephen Kruger. (2004). Media Studies: TheEssential Resource. London: Routledge.InternetKapanlagi. (2013). Hotma Sitompul: Masyarakat Tahu Kasus Raffi Janggal.Dalam http://id.omg.yahoo.com/news/hotma-sitompul-masyarakattahu-kasus-raffi-janggal-052600026.html. Diakses pada 21 Maret2013.Halishin. (2013). Kejanggalan Kasus Raffi Ahmad. Dalamhttp://m.okezone.com/comment/2013/03/14/33/776037/. Diakses pada21 Maret 2013UU Pers. (1999). Dalam http://www.pwi.or.id/index.php/uu-kej. Diakses pada9 April 2013.Anom, Erman. (2011). Wajah Pers Indonesia 1999-2011. Dalamhttp://www.ukm.my/jkom/journal/pdf_files/2011/V27_1_7.pdf.Diunduh pada 20 Mei 2013.Juliastuti, Nuraini. (2002). Studi Selebritis. Dalamhttp://kunci.or.id/collections/pdf/newsletter-kunci-11/. Diunduh pada20 Mei 2013.Arifianto, S. (2013). Literasi Media dan Pemberdayaan Peran Kearifan.LokalMasyarakat. Dalam http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang/aptikaikp/files/2013/02/LITERASI-MEDIA-DAN-PEMBERDAYAANMASYARAKAT.pdf. Diunduh pada 20 Januari 2014.
The Correlation between The Intensity of Parent – Child Communication, Peer Groups, and Girl’s Interest to Marry Early Merina Wulandari; Dra. Sri Widowati Herieningsih, MS
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.223 KB)

Abstract

The background of this research is based on many cases of early mariages that under age girls do. Early marriages that occur in children is related with their sorroundings, such as family and peer groups. This research aims to determine the correlation of the intensity of parent – child communication, the intensity of communication with peer groups, an girl’s interest to marry early. The method which is used in this research is the quantitative with positivistic approach. This research used The Reasoned Action Theory and The Reference Group Theory. This research is using non probability samling technique. The population in this research is girls age 10-16 in Indramayu district. While the sample is 60 respondens. The data is analyzed with the aid of SPSS aplication with Pearson correlation test. The result of this research indicate there is correlation between the intensity of parent – child communication and girl’s interest to marry early with significance value is 0,001 and Pearson correlation value is -0,434. It means the correlation’s power of the intensity of parent – child communication and girl’s interest to marry early is medium with not unidirectional. So, if the intensity of parent – child communication is high, then girl’s interest to marry early is low. If the intensity of parent – child communication is low, then girl’s interest to marry early is high. And also there is correlation between the intensity of communication with peer groups and girl’s interest to marry early with significance value is 0,006 and Pearson correlation value is 0,353. It means the correlation’s power is weak and unidirectional. So, if the intensity of communication with peer groups is high, then girl’s interest to marry early is high. If the intensity of communication with peer groups is low, then girl’s interest to marry early is low. The suggestion of the researcher is for the goverment to give counseling for parents through BKKBN about early marriage and its impact, and also for parents go intensify the communication with their children, so the children will get knowledge and a good understanding about early marriage and its impact on them. The counseling can be done through local resident’s regular meeting.
STRATEGI BRANDING KOMPAS TV sebagai TELEVISI BERITA “INDEPENDEN TERPERCAYA” Maria Elgyptya Assegaff; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.393 KB)

Abstract

If Kompas TV wants to survive in the television industry, KompasTV is demanded to return to its essence, news. To make the maneuver, KompasTV must carry out the branding process in order to position its new image as news television. Based on the company's ideology, “Independen Terpercaya” was finally chosen by KompasTV as the tagline. This research objective is to find out the branding strategy and process carried out by KompasTV to be evaluated later. The concept of branding planning, especially in terms of strengthening brand equity as a basis for evaluating the “Independen Terpercaya” KompasTV branding. Therefore, this study uses a qualitative descriptive method with a positivistic approach. The results showed that the branding carried out by Kompas TV was in accordance with the existing branding planning concept and could be executed properly. This can be seen from Kompas TV's efforts to build the “Independen Terpercaya” Kompas TV branding both through on-air programs, events until digital media.
PENGGUNAAN SIMBOL VERBAL DAN NONVERBAL DALAM PEMELIHARAAN HUBUNGAN ASMARA PASANGAN DISABILITAS INTELEKTUAL Susanto, Velina Prismayanti; Herieningsih, Sri Widowati; Naryoso, Agus; Rakhmad, Wiwid Noor
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.563 KB)

Abstract

Penyandang disabilitas intelektual menjelaskan kondisi anak yang kecerdasannya jauh dibawah rata-rata normal yang menyebabkan kemampuan anak terbatas dalam hal perilaku adaptif, perkembangan bahasa, dan kemampuan dalam interaksi sosial. Pada dasarnya penyandang disabilitas intelektual juga mengalami masa puber ketika menginjak usia remaja sehingga memiliki hasrat untuk mengenal lawan jenis dan menjalin hubungan asmara. Dengan keterbatasan intelektualnya, pasangan disabilitas intelektual sering mengalami inkonsistensi antara pesan verbal dan nonverbal yang memicu konflik dalam hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemeliharaan hubungan pasangan disabilitas intelektual ringan melalui penggunaan simbol verbal dan nonverbal. Teori Interaksi Simbolik, Teori Pemeliharaan Hubungan, Teori Dialektika Relasional dan Teori Manajemen Privasi Komunikasi menjadi landasan yang digunakan untuk menjawab permasalahan dan tujuan penelitian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologiuntuk mengungkapkan pengalaman unik subyek penelitian, yaitu 1 pasangan disabilitas intelektual yang menjalin hubungan asmara. Metode pengumpulan data yaitu observasi pastisipatif dan wawancara mendalam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan asmara pasangan disabilitas intelektual dibatasi oleh aturan di lingkungan mereka yang memberikan pengaruh terhadap setiap perilaku komunikasi verbal dan nonverbal antar pasangan. Pemeliharaan hubungan pasangan disabilitas intelektual ringan dilakukan dengan cara menjaga komunikasi, komitmen dan kepuasan hubungan. Komitmen di dalam hubungan dijaga melalui komunikasi yang konsisten, baik secara verbal saat bertatap muka maupun nonverbal seperti sentuhan fisik, gerakan dan ekspresi wajah, serta kontak mata. Pasangan disabilitas intelektual ini juga saling merasakan kepuasan selama menjalin hubungan asmara dan terbuka satu sama lain mengenai hal-hal umum yang dialami pasangan. Pasangan disabilitas intelektual mengelola konflik dengan cara menghindari hal-hal yang memicu konflik, menghindar dari pasangan saat terjadi konflik, secara alamiah melupakan konflik, dan menghadirkan pihak ketiga. Pasangan disabilitas intelektual pun mampu mengelola informasi privat dan publik untuk menghindari konflik. Pasangan disabilitas intelektual bertindak sesuai dengan keinginan dari dalam dirinya sesuai dengan karakter keterbelakangannya. Kata Kunci : Disabilitas, Pemeliharaan Hubungan, Hubungan Asmara

Page 56 of 157 | Total Record : 1563