cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Penghancuran Simbolik (Symbolic Annihilation) Pada Perempuan di Iklan Televisi Wonderful Indonesia The Journey to a Wonderful World Septiayu Damayanti; Sunarto .
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.132 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan praktek-praktek dan bentuk-bentuk symbolic annihilation di iklan televisi Wonderful Indonesia The Journey to A Wonderful World dan mendeskripsikan latar belakang ideologi gender dominan yang menyebabkan symbolic annihilation di iklan televisi sekarang. Subjek penelitian ini adalah iklan Wonderful Indonesia The Journey to a Wonderful World. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dalam pendekatan kualitatif dengan kerangka paradigma kritis dan metode penelitian ini menggunakan analisis semiotik yang dikembangkan oleh John Fiske. Teori yang digunakan adalah teori standpoint  untuk menjelaskan bagaimana media iklan televisi merekonstruksi gender kepada khalayak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan Wonderful Indonesia melakukan bentuk penghancuran simbolik dengan mendomestifikasikan perempuan. Iklan Woderful Indonesia mengkonstruksi perempuan dengan cara mendomestifikasikan walaupun hanya dalam beberapa scene, bentuk domestikasi yang dimaksudkan adalah domestifikasi sektor domestik dan domestikfikasi sektor publik, contoh prakteknya adalah peran utama perempuan yang belajar membatik dan dibandingkan dengan peran utama laki-laki yang melakukan olahraga ekstrim, kemudian peran pembantu utama yang berprofesi sebagai pembuat kain tenun Toraja sedangkan peran pembantu laki-laki bekerja sebagai supir becak bemo. Kemudian, ideologi kapitalisme dan patriarki menjadi latar belakang ideologi gender dominan yang menyebabkan terjadinya penghancuran simbolik pada perempuan di iklan Wonderful Indonesia. Kaum kapitalis melanggengkan patriarki dengan menempatkan perempuan di bawah kuasa laki-laki. Dalam kondisi masyarakat kapitalis, semua perempuan didefinisikan secara sosial sebagai istri, sementara laki-laki pencari nafkah. Sekarang, kapitalisme mengambil keuntungan dari pola pikir perempuan yang sudah terbentuk tentang peran apa yang harus dimainkan perempuan, dan tambah melanggengkan ideologi patriarki dalam masyarakat. 
ANALISIS FRAMING BERITA KASUS SUAP KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI PADA KORAN TEMPO Lintang Andini; Adi Nugroho; Taufik Suprihatini; Much Yulianto
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.206 KB)

Abstract

Mahkamah Konstitusi adalah salah satu lembaga tinggi negara yang harus menjaga konstitusi dan menegakkan hukum di Indonesia. Namun, yang terjadi justru Ketua Mahkamah Konstitusi ditangkap KPK karena terlibat suap dalam sengketa Pilkada Gunung Mas dan Pilkada Lebak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Koran Tempo membingkai kasus suap yang melibatkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar. Penelitian dilakukan terhadap Koran Tempo, karena koran ini dianggap layak dan memiliki keunggulan dibanding koran lain.Teori yang digunakan adalah teori konstruksi realitas sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Penelitian menggunakan pendekatan analisis framing yang dikembangkan Robert N. Entman, yang terdiri dari empat perangkat, yaitu Define Problems(pendefinisian masalah), Diagnose Cause (memperkirakan sumber masalah), Make Moral Judgement (membuat keputusan moral) dan Treatment Recommendation(menekankan penyelesaian). Hasil penelitian menunjukkan, define problem adalah Koran Tempo memahami kasus ini sebagai skandal besar di Indonesia. Kasus suap ini melibatkan ketua Mahkamah Konstitusi yang seharusnya menegakkan hukum dan memberantas korupsi. Diagnose Cause adalah Akil dianggap sebagai pihak yang bersalah dalam kasus ini. Make Moral Judgementyang diberikan Koran Tempo adalah penilaian negatif terhadap Akil, misalnya Akil dianggap hakim yang tidak netral dan diduga melakukan pencucian uang. Penilaian negatif juga ditujukan pada Mahkamah Konstitusi dengan memberitakan bahwa praktek pemerasan pihak berperkara sudah biasa terjadi disana. Treatment Recommendationdari Koran Tempo adalah KPK harus mengusut tuntas kasus ini. Koran Tempo memiliki ciri khas yang memberi perhatian khusus dan berani mengungkap kasus-kasus khusunya kasus korupsi dan suap. Bahasa yang digunakan Koran Tempo cenderung lebih berani. Pemberitaan Koran Tempo juga didukung dengan hasil investigasi yang mengungkap fakta bahwa banyak kejanggalan yang dilakukan Akil. Dapat disimpulkan, Koran Tempo membentuk konstruksi bahwa Akil Mochtar adalah pihak yang bersalah dalam kasus ini. Mahkamah Konstitusi juga dikonstruksikan sebagai lembaga yang tidak bersih dari tindak korupsi. Koran Tempo bersikap tidak netral dengan cenderung memihak pada KPK. Key Words: Mahkamah Konstitusi, Praktik Suap, Koran Tempo
The Influence of Organizational Communication Climate and Leaderships Comunication on Employee’s Work Motivation on Faculty of Farm Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto Budi Wirawan, Kukuh; Suprihartini, M.Si, Dra. Taufik
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.955 KB)

Abstract

This Research was based by Indonesia’s government policy to given theperformance compensation to all employee that works on Civil University acrossIndonesia. The policy to given the performance compensation itself was arranged onPerpres No. 88 Tahun 2013 and Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no.107 Tahun 2013. This policy is aim to motivate all employee that works on CivilUniversity in Indonesia to increased or keep their work motivation in a good condition.However, this policy wasn’t given any effects on employee’s work motivation inFaculty of Farm Science, Jenderal Soedirman University. The employee’s workmotivation in Faculty of Farm Science, Jenderal Soedirman University is still not in agood condition, indicated by the high number of indiciplinary action done by theemployee, and the low number of participants in the job promotion test. After doing pre- research survey, the researcher finds out that there is an issue about lack of trustbetween the employee and their leaders, lack of coordination between staff and theirleaders, and the leaders that not listened to complain, idea, and opinion shared by theirstaff. This issue indicating there is a problem in Organizational CommunicationClimate and Leaderships Communications between the Employee and their leaders inFaculty of Farm Science, Jenderal Soedirman University.This research is aim to find out the influence of Organizational CommunicationClimate and Leaderships Communications on Employee’s Work Motivations. TheConcept that used in this research is Organizational Communication Climate conceptby Wayne Pace and Don F. Faules (Pace and Faules, 2010 :156) and LeadershipsCommunication Concept by Abdullah Masmuh (2008:280). The population on thisresearch is 68 civil servant that works in Faculty of Farm Science, Jenderal SoedirmanUniversity. The Sampling method used in this research is total sampling method, andthe data will be analyzed using simple linear regression analysis with the help of SPSSVersion 20 Software.The result from the research conclude that Organizational CommunicationClimate affected Employee’s work motivation in positive way. That means if thecondition of Organizational Communication Climate gets better, the employee workmotivation will be increased. The results showed the value of F Significance is 0,001which means there is significance influence between Organizational CommunicationClimate and Employee Work Motivations (0,001<0,05), And the value of regressioncoefficient is 0,275, indicating that the influence given by OrganizationalCommunication Climate to Employee Work Motivation is in positive way. The resultalso conclude that Leaderships Communication also has affected Employee’s WorkMotivation in positive way. That means when condition of Leadership Communicationbetter, the employee work motivation will be increased. The results ashowed the valueof F significance is 0,014. Which means there is significance influence betweenLeaderships Communications and Employee Work Motivations (0,014<0,05), and thevalue of regression coefficient is 0,330, indicating that influenced given by LeadershipsCommunications to Employee Work Motivations is in Positive Way.
Resepsi Khalayak Mengenai Imitasi Pada Tayangan Boyband dan Girlband Indonesia di Media Televisi” Amalia Dessy Witari
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.863 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerimaan pemirsa mengenai tayangan Boyband dan Girlband Indonesia di media televisi, khsususnya mengenai peniruan yang dilakukan Boyband dan Girlband Indonesia. Tujuan tayangan ini sebenarnya untuk memberi hiburan pada pemirsa dan menonjolkan kekreatifan sebagai aspek penting dalam dunia musik, namun peniruan dan penggunaan suara palsu yang dilakukan Boyband dan Girlband Indonesia menuai baik opini pro maupun kontra dari masyarakat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerimaan masyarakat terhadap tayangan Boyband dan Girlband Indonesia. Teori yang digunakan adalah Teori Perbedaan Individual (Melvin D. Defleur, 1970), Teori Belajar Sosial (Albert Bandura, 1977) dan Budaya Populer (Storey, 2007). Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis resepsi untuk meneliti bagaimana interpretasi pemirsa mengenai tayangan Boyband dan Girlband Indonesia di media televisi. Analisis resepsi dipilih karena memiliki cara pandang khusus tentang audiens atau dalam hal ini adalah pemirsa yang menonton tayangan Boyband dan Girlband Indonesia dimana pemirsa dipandang bukan hanya sebagai konsumen dari isi media tetapi juga sebagai producer of meaning.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagai bagian dari interpretive communities, perbedaan pemaknaan antara masing-masing informan penelitian turut dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti selera dan kebiasaan menonton televisi. Namun latar belakang sosial serta tingkat pendidikan mereka juga menentukan pandangan dan argumen yang mendukung opini mereka. Pembacaan informan dalam memaknai tayangan Boyband dan Girlband Indonesia bervariasi. Informan yang menganggap bahwa tayangan Boyband dan Girlband Indonesia masih dalam batas wajar, memaknai tayangan Boyband dan Girlband Indonesia dengan media memiliki hubungan simbiosis mutualisme (dominant reading). Informan juga ada yang menganggap memilih bersikap negosiatif (negotiated reading). Informan menerima teks tayangan Boyband dan Girlband Indonesia yang ditawarkan tapi juga mengkritisi sesuai dengan kerangka pikir mereka. Namun sebagian informan cenderung berada dalam posisi radikal (oppositional reading). Informan memaknai tayangan Boyband dan Girlband mengandung unsur imitasi dan terdapat pembodohan publik karena dalam tayangannya menggunakan suara palsu atau lypsinc. Implikasi teoritis pada penelitian ini adalah informan terbagi menjadi tiga tipe pemaknaan. Implikasi praktis menunjukan bahwa media harus membuat tayangan atas keasadaran bersama untuk membangun masyarakat yang lebih bermoral dengan penyiaran hiburan yang sehat. Sedangkan implikasi sosial diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para pemirsa untuk dapat melihat sedikit lebih dalam lagi nilai-nilai apa yang dilekatkan oleh media dalam tayangan Boyband dan Girlband Indonesia.
PRESENTASI DIRI PEMILIK DUA AKUN INSTAGRAM DI AKUN UTAMA DAN AKUN ALTER Intris Restuningrum Pamungkas; Nuriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.743 KB)

Abstract

One of the most popular is one of the most popular. When someone asks about another person, they might have lots of questions about other people that will be asked to other people who will think about it or will be asked to people who make this a person who wants to know about others as if it is good enough before your opponent he spoke. The assessment of him is what ultimately makes the account owner in a special social media is Instagram that can be ordered compilation will be taken alone. Instagram unconsciously influences a person's insecurity which ultimately makes individuals needed to worry about any content that they poultry to meet certain standards. The existence of standards in social media makes a person feel unable to freely think whatever he feels and experiences because he will be afraid of being judged by others for the content they have on poultry on a special social media, which makes every individual can construct Different identities on the same account that is instgaram or in other words have more than one account on the same social media but have a different identity on each account that it uses. This study shows the stage used on the main account and the stage used by the owner on his alter account, thus creating a different identity on each account. The theory used in this study is Dramaturgi's theory in which the account owner represents an actor who is playing his role on Instagram social media.
PEMAKNAAN MASYARAKAT BELITUNG TERHADAP MARGINALISASI KELOMPOK DAN MOTIVASI DALAM FILM LASKAR PELANGI Putri Ramadhini; Sri Budi Lestari; Wiwid Noor Rakhmad; Triyono Lukmantoro
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.719 KB)

Abstract

Phenomenal movie titled Laskar Pelangi represent group discrepancy occur in Belitong. Interpretation of Belitong’s citizen toward group marginalization and motivation that happen in Belitong potrayed in Laskar Pelangi to be background of this research. The problem that arises is movie has many multiple interpretations message that could be interpreted by audience in asymmetric way. Audience within Belitong Island have their own mindset to interpret Laskar Pelangi, accompanied their straight experience because the movie has background as it main story in Belitung. The purpose of this research to discribe the interpretation of Belitong’s citizens about marginalization symptom that newcomer group did toward local group, and motivation as represented in Laskar Pelangi movie. This reserarch uses theory of social stratifications, theory of active audience, and theory of audience interpretation with reception analyze methods. Object of research is Belitong’s local citizens that watched Laskar Pelangi movie. The result is show audience capability to identify group marginalization potrayed in many scene such as the comparison between students PN Timah primary school with Muhammadiyah primary school. Discrepancy also seen from the difference of look, tools and infrastucture of school, activities during holiday and their job. Boundary areas between groups be marked on guardrail with disallowance to enter specific area. Informants have different interpretation and interpret movie based on mindset that being affected b y their own background. Based on the decoding-encoding audience theory of Stuart Hall, informants grouped in Dominant-Hegemonic Position, Negotiated Position and Oppositional Position.Informant at Dominant-Hegemonic position accept the meaning as it contained in the film about group marginalization and motivation recognized by the informant indeed found in the real life. Informant at Negotiated position generally accept the meaning as it defined and signed but deny some inappropriate aspect because being represented excessively and unsuitable according Belitongs conditions are better than before. Informant at Opppositional position measure scenes in the film were too excessive and only intended to make the story being more attractive, even considered disfigure the condition of Belitong’s society that couldn’t found in the real life.
Produksi Program Radio “Jateng Pagi” di RRI PRO 1 Semarang (Pengarah Acara) Josinita Endah Juniarlin; Lintang Ratri Rahmiaji
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.655 KB)

Abstract

Radio Republik Indonesia is the oldest radio in Indonesia and the only government-owned radio that has the vision to realize Indonesia's public broadcasting institution as the largest networked radio, nation character builder, world-class. RRI has very wide network from Aceh to Papua. However, there are still many young people who do not know Radio Republik Indonesia. The number of private radios emerging has made RRI's popularity waning. The main reason is the image of RRI as a radio news and radio for parents, so less attractive for young people who are thirsty for entertainment and the latest things. One solution is to re-concept or re-create "Jateng Pagi" talk show program with a new concept by involving students as resource persons in this program and targeting the youth as the target audience, so it is expected to increase radio audience especially RRI PRO 1 Semarang. During the program's execution, the author served as a creative director who re-created “Jateng Pagi”. The results of the post-production questionnaire showed through the production of "Jateng Pagi", the team succeeded in increasing the number of listeners of "Jateng Pagi" RRI PRO 1 Semarang to 81 listeners. Similarly, at first the active listeners only 3 pepople in each episode, with the new concept now "Jateng Pagi" managed to increase 8 to 19 active listeners in each episode
VIDEO REPORTASE INVESTIGASI: “MENGUAK JOKI SKRIPSI DI PERGURUAN TINGGI DI SEMARANG” Louisa Yunita Pia Duna; Muchamad Yulianto; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.096 KB)

Abstract

INVESTIGATION REPORT VIDEO: “INVESTIGATING THESIS “JOKI” IN AUNIVERISITY AT SEMARANGABSTRACTThesis is one of the requirements in achieving undergraduate degree. The purpose isenable the students to arrange and write their scientific paper according to their subject major.The problem raises when the students feel that they are unable to compose thesis by themselves.It causes a phenomenon called thesis jockey. Thesis jockey is an illegal action where a personearns someone to do a thesis. Thesis jockey appears because there is a demand and order fromthe students. It is also because of the low academic culture, market doer (a thesis jockey), andunclear regulation. The government regulation also becomes the problem. This investigation canbe a reflection that this case really happens in Indonesian education. It can be a bad image foreducation. The investigation of the fact was based on the curiosity of the journalist inellaborating the truth. This bussiness, thesis jockey is influenced by some factors. One of themis the low awareness of the students in doing scientific research among the academicenvironment in university.This bussiness has been spreading out throughout the universities and it challenges forthe university to overcome it. Thesis jockey is an ilegal action that can give bad image foreducation. It will produce unqualified undergraduate students. The students tended to use thesisjockey because there was no regulation which can give punishment to the doer. Thisinvestigation could be a reflection on the existance of thesis jockey within education institution.The result of investigation could be used as the reference for the parents, educators, and thestudents in order to increase the quality of education in Indonesia.The investigation was done in order to obtain the facts. This investigation also used amethod which consists of some phases namely, pre-production, production, and post production.This investigation report has been broadcasted by Cakra TV Semarang on Monday June 17th2013. This investigation video was broadcasted after getting an agreement and negoitation.Keywords: investigation, students, thesis jockey, televisionVIDEO REPORTASE INVESTIGASI: “MENGUAK JOKI SKRIPSI DI PERGURUANTINGGI DI SEMARANG”____________________________________________________________________ABSTRAKSkripsi merupakan syarat seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjanadengan tujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai denganbidang ilmunya. Permasalahan muncul ketika mahasiswa merasa tidak cukup mampu untukmenyelesaikan tugas penulisan skripsi. Fenomena joki skripsi hadir karena adanya permintaandan penawaran. kultur akademik yang rendah, adanya pelaku pasar (para joki), serta regulasiyang tidak jelas. Regulasi pemerintah juga menjadi problem tersendiri. Investigasi ini dapatmenjadi gambaran bagi masyarakat dan dunia akademik tentang adanya praktek joki skripsi yangmencoreng institusi pendidikan. Penelusuran fakta dalam jurnalisme investigasi didasarkan padakeinginan wartawan untuk mengetahui. Penelusuran fakta dilakukan untuk memaparkankebenaran. Maraknya bisnis joki skripsi dipengaruhi pula oleh beberapa faktor, diantaranyaadalah rendahnya budaya penelitian di kalangan civitas akademika perguruan tinggi.Maraknya jasa pembuatan skripsi di beberapa kota merupakan tantangan serius bagiperguruan-perguruan tinggi. Joki skripsi merupakan salah satu hal yang merusak citra pendidikankarena melahirkan sarjana yang tidak berkualitas. Mahasiswa cenderung menggunakan jasa jokiskripsi karena belum adanya sanksi yang menjerat. Sanksi terhadap pengguna jasa joki skripsibelum ada. Investigasi ini menjadi gambaran bagi masyarakat dan dunia akademik tentangadanya praktek joki skripsi yang mencoreng institusi pendidikan. Hasil dari investigasi ini dapatmenjadi referensi bagi orang tua, tenaga pendidik, dan mahasiswa agar menghindari praktekperjokian skripsi untuk memperbaiki kualitas pendidikan.Investigasi perlu dilakukan untuk mendapatkan fakta lebih lanjut. Cara kerjamenggunakan metode investigasi yang terdiri dari beberapa tahap: pra produksi, produksi danpaska produksi. Reportase investigasi ini ditayangkan oleh stasiun televisi yaitu programTarget Investigasi di Cakra TV Semarang pada hari Senin tanggal 17 Juni 2013.Penyangan karya bidang pada program Target Investigasi dilakukan setelah proses negosiasi dandirasa cocok dengan program acara tersebut.Kata kunci : investigasi, mahasiswa, joki skripsi, televisiPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangBerdasarkan definisi awam yang dirumuskan skripsi mengandung komponenpengertian berikut : karya tulis ilmiah hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswaberkualifikasi sarjana (Rahyono FX,2010:23). Skripsi merupakan syarat seorangmahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan tujuan agar mahasiswa mampumenyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Mahasiswayang mampu menulis skripsi dianggap mampu memadukan pengetahuan danketrampilannya dalam memahami, menganalisis, menggambarkan dan menjelaskanmasalah yang berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. Skripsi merupakanpersyaratan untuk mendapatkan status sarjana (S1) di setiap Perguruan Tinggi Negeri(PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Menurut kamusbesar bahasa Indonesia, skripsi diartikan sebagai suatu karangan ilmiah yang diwajibkansebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis.Permasalahan mulai muncul ketika mahasiswa merasa tidak cukup mampu untukmenyelesaikan tugas penulisan skripsi. inilah yang membuat beberapa pihakmemanfaatkan kesempatan untuk sekedar membuka jasa pengetikan ataupun melayanipengolahan data. Selain itu muncul juga jasa pembuatan skripsi yang semakin bertebarandan mudah untuk ditemui. Jika dahulu mungkin dilakukan dengan sembunyi-sembunyi,dan informasi di sebarkan dari mulut ke mulut, maka saat ini jasa penulisan skripsidengan mudah diakses oleh mahasiswa melalui internet. Hanya dengan memasukkan katakunci “konsultasi skripsi” dengan mesin pencari, hasilnya adalah 23.400 file padawww.yahoo.com, 90.300 file pada www.google.com. Bahkan para penyedia jasapembuatan skripsi tidak segan untuk menempel iklan di beberapa tempat misalnyadinding atau pohon di sekitar kampus. Jasa seperti ini seolah-olah dilegalkan, karenatidak pernah terdengar ada yang biro jasa skripsi yang dimeja hijaukan. Fenomena jokiskripsi hadir karena adanya permintaan dan penawaran. Sistem yang dibangun duniapendidikan ternyata memuat kekuatan-kekuatan pasar yang terbilang anomin (Wahono,2001:4-9).Ada berbagai alasan mengapa joki skripsi menjadi hal yang makin marak dan jasaini diminati oleh mahasiswa tingkat akhir. Menurut Nugroho, Dosen Fakultas IlmuPendidikan (FIP) Unnes, ada tiga variabel yang menyebabkan maraknya bisnis jokiskripsi. Yakni kultur akademik yang rendah, adanya pelaku pasar (para joki), sertaregulasi yang tidak jelas. Regulasi pemerintah juga menjadi problem tersendiri.Pemerintah memaksakan agar kuantitas lulusan perguruan tinggi meningkat. Program ituditangkap secara jeli oleh perguruan tinggi dengan menyelenggarakan perkuliahan"instan", model ekstensi atau semester pendek. Alhasil, perguruan tinggi menjadiprodusen sarjana berkualitas fast food. (Suara Merdeka, 21 April 2005). Programperkuliahan ekstensi banyak dinilai menjadi salah satu faktor mengapa joki skripsi tetapberjaya di tengah-tengah masyarakat. Bisnis joki skripsi ini kian menyeruak saatperguruan tinggi ramai-ramai membuka program ekstensi. (Suara Merdeka, 14 April2005, hal 10).Alasan lain mengapa joki skripsi kian marak juga tidak lepas dari dosenpembimbing yang kurang maksimal dalam memberikan pelayanan pada mahasiswa.Wakil Direktur Bidang Akademik Sekolah Pascasarjana UGM menyatakan, ketikapembimbing itu overload, punya kesibukan yang banyak di luar kegiatan belajarmengajarmaka ada kecenderungan di dalam menyikapi tugas pembimbingan hanyasebagai rutinitas yang harus dia lakukan. Akhirnya, dosen-dosen pembimbing akancenderung untuk kemudian menjadi stereotipik. (Edhi Martono, 2009).1.2 Perumusan MasalahRumusan masalah yang dapat ditarik dari hal ini adalah : Bagaimanakah modus parapenyedia jasa joki skripsi?1.3 JudulMenguak joki skripsi di Perguruan Tinggi1.4 TujuanProgram ini dibuat untuk menginvestigasi praktek joki skripsi yang dilakukan olehmahasiswa S1 di Semarang.1.5 Penayangan karya bidangProgram : Target InvestigasiStasiun TV : Cakra TV SemarangPenayangan : Senin, 19.00-19.30 WIB1.6 Analisis target audiensPenayangan karya bidang ini akan ditayangkan di salah satu stasiun TV lokal diSemarang yaitu Cakra TV. Cakra TV Semarang merupakan salah satu stasiun televisilocal Semarang yang dimiliki oleh Indonetwork yang saat ini mempunyai beberapaprogram tayangan berita yang berkonten lokal cukup tinggi dan dinilai memiliki peluanguntuk dapat menayangkan program investigasi karya bidang tersebut. Target audienceCakra Semarang TV:Jenis Kelamin : Pria dan WanitaUmur : Primer 15-65 tahunSekunder <14 tahunTersier > 65 tahunDapat disimpulkan bahwa audiens Cakra Semarang TV merupakan masyarakat di usiaproduktif sehingga karya bidang berupa investigasi ini nantinya dapat disaksikan olehmasyarakat dari berbagai lapisan umur untuk dijadikan pengalaman dan pengetahuan.1.7 Durasi30 menit durasi penayangan di Cakra TV dengan rincian sebagai berikut:-Video : 26 menit-Iklan : 3 menit-Credit title : 1 menit1.8 Signifikansia. AkademisInvestigasi dibuat dalam bentuk video berdurasi 30 menit, merupakan salah satu bagiandari aplikasi mata kuliah konsentrasi jurnalistik yaitu Produksi Berita TV dan JurnalistikInvestigasi. Diharapkan karya bidang ini dapat memberikan kontribusi dalam bidangjurnalistik.b. PraktisSecara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang fenomenajoki skripsi. Investigasi ini merupakan bentuk aplikasi riil mahasiswa dari berbagai matakuliah seperti : Produksi Berita TV, dan Jurnalisme Investigasi yang sudah diajarkan diperkuliahan, sehingga apa yang telah dipelajari di perkuliahan dapat diaplikasikan dalambentuk karya bidang.c. SosialInvestigasi ini dapat menjadi gambaran bagi masyarakat dan dunia akademik tentangadanya praktek joki skripsi yang mencoreng institusi pendidikan. Selain itu dapat jugamenjadi referensi bagi orang tua, tenaga pendidik, dan mahasiswa agar menghindaripraktek perjokian skripsi untuk memperbaiki kualitas pendidikan.SEKILAS BISNIS JOKI SKRIPSI DAN PROGRAM TARGET INVESTIGASIBanyaknya perjokian skripsi dapat dilihat dari berbagi sisi, secara sosiologis, Soekantomenyebutkan bahwa maraknya perjokian skripsi merupakan salah satu budaya tanding terhadapkultur akademik perguruan tinggi, yang muncul dalam bentuk penyimpangan ataupenyelewengan (Soekanto,1995:190-191). Penyimpangan layanan bimbingan skripsi dianggapsebagai praktek penyelewengan di dunia akademik. Penulisan skripsi menjadi pranata sosialyang menuntut mahasiswa untuk dapat menyelesaikannya..Dari hasil survei maka, banyak data dan informasi yang membantu dalam menelusurilayanan perjokian skripsi. Berdasarkan penelusuran, cara pemasaran yang dilakukan oleh biropenyedia layanan bimbingan skripsi ini adalah dari mulut ke mulut. Selain itu untuk menunjangpemasaran bisnisnya, para penyedia jasa ini memasang iklan di jalan-jalan yang mudah dilihatorang bahkan ada juga yang memasang iklan di media massa seperti surat kabar. Cara klienmelakukan komunikasi juga dapat dilakukan melalui SMS dan juga telfon untuk membuat janjidan jadwal pertemuan. Sedangkan untuk proses bimbingan,klien dapat bertatap muka langsungdengan pembimbing yang telah ditunjuk atau dapat juga memalui email. Email menjadi andalankarena merupakan sarana yang praktis untuk mengirimkan data-data, sehingga pemakai jasahanya cukup berkonsultasi melalui email, apabila ada revisi maka hanya cukup denganmengirimkan melalui email saja. Waktu bimbingan dapat ditentukan bersama, klien dapatdengan mudah kapanpun menghubungi pembimbing atau joki skripsinya. Berbeda denganpembimbing dari kampus yaitu dosen yang memberikan batasan waktu untuk konsultasi,penyedia layanan joki skripsi menyediakan waktu secara maksimal bagi para kliennya. Waktulayananpun 2-3 kali pertemuan dalam satu minggu dengan durasi 1-2 jam dalam tiappertemuannya.Para penyedia layanan bimbingan skripsi ini rata-rata mampu mengerjakan skripsi parakliennya selama kurang dari satu semester, apabila semakin sering melakukan bimbingan, makasemakin cepat proses penyelesaian skripsi tersebut. Jaminan ini yang menjadi titik kuncikepuasan para pengguna jasa joki skripsi. Penyedia jasa layanan bimbingan atau pembuatanskripsi menerima berbagi bidang dalam pengerjaan skripsi, hanya saja tarif yang ditawarkanpunberagam tergantung tingkat kesulitan, bidang hukum berbeda tarif dengan bidang teknik, begitujuga penelitian kualitatif akan berbeda dengan kuantitatif. Joki skripsi memberikan garansi mulaidari dari pemilihan judul, revisi tiap bab, bahkan hingga revisi setelah ujian skripsi. Pengarahanjuga diberikan sebelum klien menghadapi sidang supaya klien benar-benar mempersiapkan diriuntuk menghadapi sidang.Cakra Semarang TV memiliki jam siaran sebanyak 17 jam per harinya dimulai pukul06.30- 23.30 WIB. Cakra Semarang TV memiliki tak kurang dari 30 program acara. Targetinvestigasi sendiri, termasuk dalam salah satu program Cakra Semarang TV. Program ini tayangsetiap hari Senin pukul 19.00- 19.30 WIB. Target Investigasi adalah program yang mengulassecara mendalam mengenai suatu peristiwa atau isu yang hangat untuk disajikan dengan formatinvestigasi. Penayangan karya bidang kami dalam program Target Investigasi sangat tepat karenaprogram tersebut khusus menayangkan reportase investigasi.PELAKSANAAN, EVALUASI, DAN ANALISISJurnalisme investigatif adalah sebuah terminologi yang memberikan atribut penyelidikan,keingintahuan dan misi tertentu dari para wartawannya. Penelusuran fakta dalam pada jurnalismeinvestigasi didasarkan pada keinginan wartawan untuk mengetahui sesuatu, bukan seperti liputanregular seperti pada bentuk jurnalisme biasa. Penelusuran fakta dilakukan untuk memaparkankebenaran. Kebenaran yang ditemukan mempunyai tujuan untuk memperbaiki suatu keadaan didalam masyarakat yang salah. Jurnalisme investigasi mengungkap kebenaran dengan landasannilai-nilai moral.Tujuan reportase investigasi adalah sebagai berikut:1. Mengungkapkan informasi yang menyangkut kepentingan masyarakat, sehinggamasyarakat dapat berpartisipasi mengambilo keputusan2. Tidak hanya menyampaikan hal-hal yang secara operasional tidak sukses, namun jugasampai pada konsep yang keliru3. Beresiko tinggi dan bisa menimbulkan kontroversi, kontradiksi hingga konflik. Olehkarenanya harus menggali bahan-bahan yang dirahasiakan4. Karena beresiko tinggi, maka sebelumnya harus dipertimbangkan lebih dulu manfaat dankerugian bagi pihak-pihak yang terlibat5. Diperlukan idealisme, integritas, sikap adil, tenang dan tidak emosional pada diriwartawan maupun medianya.Tahap kerja wartawan investigasi:1. Tahap Pra ProduksiTahapan ini merupakan tahap awal dimana dilakukan persiapan perencanaan.Dimulai dari munculnya ide hingga pengembangan ide tersebut. (Darwanto, 2007; 175).Dalam pengembangan ide-ide awal, diperlukan langkah-langkah untuk mengumpulkandata awal.2. Tahap ProduksiPembuatan janji dengan narasumber dan pemilihan lokasiPenulis membuat janji dengan narasumber untuk melakukan wawancara dengan paranarasumber. Ada beberapa narasumber yaitu pengguna jasa joki skripsi, joki skripsi,pakar pendidikan dan psikolog.3. Pasca ProduksiPenulis sebagai reporter pada tahap paska produksi bertugas sebagai presenteryang menyajikan acara. Pengambilan gambar dilakukan sebanyak 2 kali, pertamapengambilan gambar dilakukan di rumah Amelia, namun karena oleh produser TargetInvestigasi dirasa kurang maka untuk pembuka dan penutup dirubah dengan melakukanpengambilan gambar ulang yaitu di kampus salah satu kampus perguruan tinggi swasta.Pemilihan lokasi dilakukan oleh pihak Cakra TV. Dalam tahap ini video sudah siapditayangkan karena sudah pada tahap akhir dan pihak dari Cakra TV bersediamenayangkan karya tersebut pada hari Senin 17 Juli 2013.SIMPULAN DAN SARANDalam karya bidang berbentuk produk jurnalistik dengan format video investigasi ini, adabeberapa kesimpulan yang dapat diambil selama proses pengerjaan yang dimulai dari tahap praproduksi, produksi, dan paska produksi.4.1 Kesimpulan1. Sebagai ReporterPenulis yang menjadi reporter melaksanakan tugas mulai dari mencari informasi,melakukan wawancara dan juga mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama kuliahkhusunya dalam mata kuliah jurnalistik investigasi.2. Sebagai EditorPenulis memegang tanggung jawab sebagai editor dengan meminta bantuan daripihak luar sebagai operator edit yang bekerja saling membantu dengan penulis dalamproses editing video. Proses editing ini dilakukan selama kurang lebih 2 minggu dandisesuaikan dengan naskah.4. 2 SaranBagi reporter selanjutnya: mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mempertajaminformasi yang diperoleh dari narasumber yang ada. Dalam melakukan pengamatanlangsung dilapangan, siapkan catatan. Bagi editor selanjutnya: editor harus lebih jelidalam melakukan proses pemilihan gambar.Daftar PustakaDarwanto. (2007). Televisi Sebagai Media Pendidikan. Yogyakarta: PustakaBelajar.Gaines, William. C. (2007). Laporan Investigasi untuk Media. Jakarta: ISAI.Kovach, Bill., dan Rosenstiel, Tom. (2006). Sembilan Elemen Jurnalisme.Jakarta: Yayasan Pantau.Laksono, Dhandy D. (2009). Menyingkap Fakta: Panduan Liputan InvestigasiMedia Cetak, Radio, dan Televisi. Jakarta: AJI.Muda, Deddy Iskandar. (2003). Jurnalistik Televisi. Bandung: Rosdakarya.Sanaky, Hujair dkk. (2011). Academics Underground. Yogyakarta: PusatStudi Islam UII.Santana K, Septiawan.( 2003). Jurnalisme Investigatif. Jakarta: YayasanObor.Santana K, Septiawan. (2005). Jurnalisme Kontemporer. Jakarta: YayasanObor.Suhandang, Kustadi. (2004). Pengantar Jurnalistik. Bandung: PenerbitNuansa.Vivian, John. (2008). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.
Produksi Program Acara Talk Show “Sore Binggo” di Pro 2 RRI Semarang (Produser) Damayanti, Fitri; Lukmantoro, Triyono; Rahmiaji, Lintang Ratri; Hendriama, Titiek
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.282 KB)

Abstract

Kita memang tidak bisa menghindari perkembangan global, mau tidak mau kita harus menerima dan mengikuti perkembangan zaman apabila tidak ingin tertinggal. Perkembangan media informasi baru yang lebih efektif dan efisien sangat pesat sehingga dapat menyingkirkan media informasi konvensional seperti radio. Namun, dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkecimpung di bidang ini, membuat radio sampe sekarang masih eksis dan memiliki kelompok peminatnya sendiri.Inilah alasan penulis memilih membuat program di radio dan menyasar anak muda sebagai target pendengarnya. Karena penulis ingin kembali meningkatkan pendengar radio khususnya Pro 2 RRI Semarang di kalangan anak muda. Selama pelaksanaan program ini, penulis bertugas sebagai produser yang mengkonsep acara, menentukan tema, narasumber, jadwal narasumber, sampai mengawasi proses berjalannya program, serta melakukan evaluasi di akhir program agar kedepannya tidak terjadi kesalahan yang sama.Sore Binggo sendiri merupakan acara talk show yang informatif dan menghibur. Talk show ini berdurasi satu jam mulai pukul 4-5 sore, dan disiarkan setiap hari Kamis dan Jumat. Konsep dari talk show ini selain memberi informasi dan tetap menghibur juga memiliki tema yang berbeda-beda di tiap siarannya. Setiap Kamis, tema yang diangkat seputar kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak muda di Semarang, seperti kegiatan di kampus masing-masing atau bisa juga kegiatan perseorang yang dapat menginspirasi para pendengar. Sedangkan setiap Jumat, tema yang diangkat seputar film. Untuk tema film ini kami berhasil mengundang salah satu nominasi Eagle Award Metro TV untuk berbagi cara membuat film dokumenter bagi para pemula dan respon yang kami dapatkan dari para pendengar pun baik. Begitu pula untuk tema-tema lain.Proses pengerjaan program talk show ini bukan tidak menemui kendala, beberapa kendala yang kami hadapi selama proses pengerjaan adalah, narasumber yang harus diganti karena tidak bisa datang serta narasumber yang harus dihubungi via telephon karena berhalangan hadir. Namun, itu semua dapat dilalui dengan baik dan tidak menghalangi prose produksi. Terbukti dengan pencapaian yang diperoleh dengan berhasil menaikkan jumlah pendengar RRI Pro 2 Semarang yang awalnya hanya 29 % menjadi 70% dan juga bisa menaikkan jumlah pendengar Sore Binggo menjadi 83% yang awalnya hanya sebesar 3% saja.
STRATEGI KOMUNIKASI INTERPERSONAL DAN PENGELOLAAN KONFLIK UNTUK MENJAGA DINAMIKA KOMUNIKASI DALAM KOMUNITAS K-POP DANCE COVER LIGHT GALAXY ENTERTAINMENT SEMARANG AGAR TETAP EKSIS Lutfi Oktavia Dewi; Agus Naryoso
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.923 KB)

Abstract

Based on a research, since 2011 K-Pop phenomenon extremely booming not only internationally but also in Indonesia. K-Pop fans then started to imitate the dance of K-Pop idols called dance cover. This research was focused on understanding interpersonal communication strategy and conflict management among K-Pop dance cover community Light Galaxy Entertainment to maintain the dynamic as well as the affirmation of the relationship so that this community is exist and last up until now on. This research used in-depth interview and participant observation method. This research is a qualitative type with case study approach, and used pattern matching analysis method. Data collection done by in-depth interview and participant observation and also other necessary data included. The result of this research show that even when this community is heterogeneous with each member who has diverse background, however the diversity can be overcome by interpersonal approach. there were several conflicts occurred within Light Galaxy Entertainment and complicated self accommodation among the members within heterogeneous community, however it can be solved using interpersonal approach. Besides, by using interpersonal approach the members of this community can manage conflicts and build closer fellowship.

Page 60 of 157 | Total Record : 1563