cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Divisi Brand Communication Manager dalam Kampanye PR Undip Environmentally Friendly Campus "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)" Arditya Drimulrestu; Adi Nugroho; Agus Naryoso; Nurrist Suraya Ulfa
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.14 KB)

Abstract

 Peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan di bumi yang disebabkan oleh global warming yang terjadi belakangan ini, menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat dunia. Universitas sebagai salah satu bagian dari penting dari masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam usaha pelestarian lingkungan sebagai usaha melindungi dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi di lingkungannya. Undip, sebagai salah satu bagian dari kota Semarang, juga memiliki komitmen untuk mereduksi pemanasan yang terjadi di bumi, terutama di kota Semarang dan sekitarnya. Undip memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan lingkungan melalui tagline Environmentally Friendly Campus.              Berdasarkan analisis situasi, khalayak dan mempertimbangkan indikator universitas ramah lingkungan perlu dilakukan sebuah event yang dapat memberikan mereka pengetahuan yang menyenangkan mengenai Undip Environmentally Friendly Campus dan kegiatan apa saja didalamnya yang pernah dilakukan Undip agar Undip lebih tertanam dalam benak mereka tidak hanya sebagai universitas yang bergengsi dalam hal akademik tapi juga dalam komitmennya dalam menjaga lingkungan. Adapun khalayak target yang dipilih adalah berasal dari kalangan siswa SMA/SMK di sekitar wilayah Undip Tembalang. Event diberi nama "Grenade (Green Action To Avoid Earth Destruction)" dengan format sepeda santai, Photography Challange, Journalist Writing Contest, serta Talkshow mengenai Undip Envinronmentally Friendly Campus.Kegiatan promosi ini merupakan usaha untuk memberikan pengetahuan mengenai Universitas yang ramah lingkungan kepada target audience dan membutuhkan publikasi yang meluas. Karenanya, posisi brand communication manager merupakan salah satu komponen penting dalam panitia pengelola kegiatan ini. Posisi ini berguna untuk mengelola usaha publikasi, merancang sekaligus mewujudkan identitas Universitas untuk keperluan event. Dengan memiliki pemahaman tentang segmen khalayak yang dituju, kemampuan berkoordinasi, kemampuan membangun relasi serta kemampuan mengambil keputusan dengan cepat, tugas yang dibebankan kepada posisi ini dapat diselesaikan dengan baik. Kata kunci : Brand Communication Manager, Undip Environmentally Friendly Campus, Grenade
The Effect of Intensity of Watching “Anak Jalanan” TV Series and Parental Mediation towards Violent Behavior Done by Children Puji Susanti; Dra. Sri Widowati Herieningsih, MS
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.633 KB)

Abstract

Today, there are so many violent cases which are done by children. Meanwhile, Television, as the most consumed medium, mostly shows violent programs which one of the example is Anak Jalanan TV series. Children in their development stages are feared to imitate the violence because of what they have watched in television. Nevertheless, there is a possibility of another factor such as parental mediation in children’s television consumption. The purpose of this study is to understand the influence of the intensity of watching “Anak Jalanan” TV series and parental mediation towards violent behavior by children. The theories that are used in this study are the Social Learning Theory and Parental Mediation Theory. This study is an explanatory research with 100 samples which are taken by using non-probability sampling techniques. The hypothesis testing in this study uses Linear Regression analysis which is performed after passing the classical assumption test and Pearson Product Moment correlation test. The result of the classical assumption test in this study is qualified to become a regression model, but the significant value of the three dependent variables, according to the result of correlation test, are bigger than 0,05. The significant value of those three dependent variables are 0,255 of the intensity of watching “Anak Jalanan” TV series; 0,614 of restrictive mediation variable and 0,165 of active mediation variable. The result of correlation test shows that the three independent variables do not have relation with the violent behavior by children. The absence of the relation indicates that there is no influence of the intensity of watching “Anak Jalanan” towards violent behavior by children, the influence of restrictive mediation towards violent behavior by children and the influence of active mediation towards violent behavior by children. All the hypotheses in this study are rejected. It means that all the violent behavior by children are more influenced by other factors beyond the intensity of watching “Anak Jalanan” TV series and parental mediation.
Hubungan Iklan Grab di Televisi dan Intensitas Komunikasi Peer Group dengan Minat Menggunakan Grab Try Anggara S, Bima; Pudjo Santosa, Hedi
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.986 KB)

Abstract

The purpose of this research is to study the relationship between exposure to Grab ads on Television and Peer Group Communication Intensity with Grab Interest. This research is a quantitative research with explanatory type. This study uses a non random technique with a sample size of 100 people, ages 17-35 years, domiciled in Semarang city, and has been exposed to Grab ads on Television. Based on the Hypothesis Test conducted using the Chi-Square test shows that there is a relationship between exposure to Grab ads on Television with an interest in using Grab, the findings related to the significance value is smaller than 0.05, 0.02. The relationship between these variables makes the theory of the Ad Exposure Process can be done. Means that the higher a person is exposed to advertising, it will encourage people's interest to take action. The next hypothesis test is performed using the Chi-Square test. The results of the Chi-Square Test show the relationship between communication with the Peer Group with an interest in using Grab, the findings related to the significance value of less than 0.01, namely 0,000. Obtained relationship between these required variables. Reference Groups can be accepted. The higher someone who supports with peers, the higher the interest of that person to use Grab. The Function of Group Reference Theory used in this study is a comparative function which means that someone will compare their behavior with supportive groups to find the best from these results.
Studi Deskriptif Diseminasi Informasi Pesan Kebencanaan di Kelompok Masyarakat Kawasan Rawan Bencana Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Endang Retnowati; Much. Yulianto; Agus Naryoso; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 3, No 1: Januari 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.898 KB)

Abstract

Komunikasi merupakan suatu elemen penting dalam pelaksanaan mitigasi bencana. Penanganan bencana yang menghendaki kecepatan & ketepatan dalam membantu korban, mendorong berbagai kelompok masyarakat ikut andil dalam memberikan bantuan. Namun disayangkan, pola pemberian bantuan kurangdipahami, akibat minimnya informasi penanganan bencana yang terintegratif dari Pemerintah, dinas terkait, & masyarakat agar pesan dapat sampai & dipahami dengan baik sehingga pada akhirnya dapat menekan tingkat jumlah korban bencana. Penelitian ini merupakan penelitia n deskriptif kuantitatif dengan mengambil lokasi penelitian di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Sampling di lakukan di Dusun Pentingsari, Gambretan, Gondang, Pangukrejo & Pelemsari. Teknik sampling yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Penelititan kuantitatif dengan format deskriptif bertujuan untuk menjelaskan, meringkaskan berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul di masyarakat ya ng menjadi objek penelitian berdasarkan apa yang terjadi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan diseminasi/penyebaran informasi pesan kebencanaan di kelompok masyarakatkawasan rawan bencana (KRB) Desa Umbulharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Informasi pesan kebencanaan yang tersebar di Desa Umbulharjo sudah dapat dipahami&diikuti responden dengan baik. 2) Kemampuan tenaga penyuluh menyampaikan informasi pesan kebencanaan ke masyarakat Desa Umbulharjo sudah kredibel&kompeten. 3) Media saluran pesan kebencanaan yang dominan dimanfaatkan di Desa Umbulharjo yaitu televisi&media luar ruang. 4) Ketertarikan masyarakat Desa Umbulharjo terhadap informasi pesan kebencanaan sudah tergolong tinggi. 5) Informasi pesan kebencanaan yang tersebar di Desa Umbulharjo sudah sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat setempat. Pemerintah&dinas terkait diharapkan dapat memaksimalkan potensi yang ada pada kelompok masyarakat agar penyebaran informasi pesan kebencanaan menjadi lebih efektif & efisien.Kata Kunci : Diseminasi Informasi, Pesan Kebencanaan, Kawasan Rawan Bencana, Kelompok Masyarakat
STRATEGI LOBI DAN NEGOSIASI SERIKAT PEKERJA DALAM MANAJEMEN KRISIS PERUSAHAAN (STUDI KASUS STRATEGI LOBI DAN NEGOSIASI FEDERASI SERIKAT PEKERJA PERTAMINA BERSATU (FSPPB) DALAM PROSES ALIH KELOLA BLOK MAHAKAM) NUR CAHYANINGSIH, DEWI; Ratri Rahmiaji, Lintang
Interaksi Online Vol 5, No 4: Oktober 2017
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.464 KB)

Abstract

Pertamina merupakan BUMN yang sering menjadi sorotan karena berbagai krisis besar yangdialaminya. Kasus krisis paling menarik adalah proses alih kelola Blok Mahakam yang telahbergulir selama delapan tahun terakhir walaupun kini Pertamina sudah mendapat payunghukum dari pemerintah. Proses alih kelola Blok Mahakam menimbulkan berbagai reaksi, adayang bersikap mendukung dan meragukan jika pengelolaan Blok Mahakam yang semuladilakukan oleh Total dan Inpex diambil alih oleh Pertamina. Manajemen krisis umumnyadilakukan oleh public relation (PR), namun di Pertamina yang berperan adalah serikatpekerja. Peneliti ingin mengetahui peranan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu(FSPPB) dalam manajemen krisis perusahaan melalui strategi lobi dan negosiasi pada kasusalih kelola Blok Mahakam.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus.Peneliti menggunakan teknik penjodohan pola (pattern matching) untuk menghubungkandata-data kualitatif yang didapatkan dengan konsep yang sudah dibangun pada kerangkapemikiran. Subjek yang diteliti adalah serikat pekerja yang tergabung dalam FSPPB danstakeholder krisis Blok Mahakam.Hasil penelitian yang diperoleh adalah FSPPB dalam kasus Blok Mahakam melakukanperanan manajemen krisis dengan strategi lobi dan negosiasi ke berbagai stakeholder.Strategi lobi yang dilakukan terdiri dari pendekatan brainstorming, pengondisian,networking, institution building, cognitive problem, five breaking, manipulasi kekuatan, costand benefit, dan futuristik atau antisipatif. Strategi negosiasi yang dilakukan ialah win-lose,di mana pihak FSPPB sebagai pihak yang menang sedangkan Kementerian ESDM sebagaipihak yang kalah. Adapun teknik-teknik yang digunakan adalah membuat agenda berupaforum-forum resmi, membuat tenggat waktu dengan intimidasi, good guy bad guy denganbertukar peran tertentu (wiseman, sniper, pengamat), dan meminta konsesi kepadaKementerian ESDM dan Direksi Pertamina. FSPPB melakukan lobi dan negosiasi kepadapara stakeholder karena mempunyai peranan dalam manajemen krisis perusahaan.Penelitian ini menambahkan konsep bahwa serikat pekerja dapat mempunyai peranan dalammanajemen krisis perusahaan. Peranan tersebut akan semakin besar dengan adanyaPerjanjian Kerja Bersama (PKB) yang memuat peran-peran istimewa serikat pekerja,sehingga dapat memperkuat bargaining position serikat pekerja dalam melakukanmanajemen krisis perusahaan. Di Pertamina, FSPPB mempunyai peran istimewa untukmenjaga kelangsungan bisnis perusahaan dan mengupayakan kedaulatan energi Indonesia.Adapun strategi lobi yang paling dominan dan efektif dilakukan oleh FSPPB dalam kasus ini2adalah pendekatan manipulasi kekuatan, sedangkan untuk strategi negosiasinya adalah winlosedengan teknik good guy bad guy.
REPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM SOEGIJA 100% INDONESIA Theresa Christya A; Hedi Pudjo Santosa; Nurul Hasfi
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.601 KB)

Abstract

NATIONALISM REPRESENTATION OF SOEGIJA 100% INDONESIA MOVIEAbstractRepresentation is the act of bringing back or represent the process as well as productfrom the meaning of a sign, whether in the form of person, event or object. Representation inthe movie was built by human, as social actor who define meaning. It has similarity withstory of the movie. Story of the movie is the construction of the author and the audience whoproduce that meaning.In the Soegija 100% Indonesia movie, nationalism was illustrated by the strugle of itsmain character Soegija, the first Catholic prelate in Indonesia. He fights for independency ofIndonesia through diplomacy with Western countries. He has compassion to social life,prosperity, and sanity of people around him.The purpose of this research is exposing nationalism’s form in Soegija 100%Indonesia movie. It uses Representation theory from Stuart Hall. Researcher analyzesmeaning that emerge by John Fiske’s semiotics analysis, that put social codes in three levels,reality, representation and ideological level.The result shows that natioalism of Soegija was manifest in the form ofcompassionate capitalism, religious nationalism, filia and agape love. Compassionatecapitalism was showed by Soegija’s attitude. Although he is a religion leader, he can controlhis human desire with a logicality that nation’s importance have to be considered as the mostimportant. Reigious nationalism of Soegija was showed in his struggling through religion forindepency of Indonesia. Filia and agape love which showed by Soegija emerge as his feelingthat he and others are in the same boat, struggle for independency of their country.Key words : representation, movie, nationalism, semioticsREPRESENTASI NASIONALISME DALAM FILM SOEGIJA 100% INDONESIAAbstraksiRepesentasi merupakan tindakan menghadirkan kembali atau merepresentasikanproses maupun produk dari pemaknaan suatu tanda, baik berupa orang, peristiwa ataupunobjek. Representasi dalam film dibangun oleh manusia sebagai aktor sosial yang membangunmakna, begitu pula dengan cerita di dalam film merupakan konstruksi pembuatnya danpenonton yang memproduksi makna tersebut.Nasionalisme dalam film layar lebar banyak diangkat oleh para sineas dengan lebihkreatif dan dikemas berbeda dengan film-film tema nasionalisme yang dibuat setelah masamasakemerdekaan. Pada film Soegija 100% Indonesia, nasionalisme digambarkan denganperjuangan tokoh utamanya Soegija seorang Uskup Katholik pertama di Indonesia. Diamemperjuangkan kemerdekaan bukan dengan mengangkat senjata maupun hal-hal berbaukekerasan, tetapi melalui jalan diplomasi dengan negara-negara Barat untuk membantuproses kemerdekaan Indonesia. Rasa kemanusiaannya sangat besar terhadap kehidupansosial, kesejahteraan dan kesehatan masyarakat sekitarnya selama masa penjajahan tanpamempedulikan latarbelakang dari orang yang dibantunya .Penelitian ini bertujuan untuk untuk membongkar bentuk-bentuk nasionalisme yangterdapat dalam film Soegija 100% Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori Representasiyang dikemukakan oleh Stuart Hall. Peneliti menganalisis makna yang muncul melaluianalisis semiotika John Fiske yang memasukkan kode-kode sosial ke dalam tiga level yaknirealitas, representasi dan level ideologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasionalisme tokoh Soegija diwujudkan dalambentuk compassionate capitalism, nasionalisme religius, dan termasuk dalam cinta filia sertaagape. Compassionate capitalism (kapitalisme berwajah lemah lembut) ditampilkan padasikap Soegija dimana dia ditempatkan sebagai pemimpin suatu agama, tetapi dia mampumengontrol hasrat manusiawinya dengan penalaran bahwa kepentingan bangsa harusdiutamakan. Nasionalisme religius Soegija ditampilkan dalam bentuk perjuangannya melaluijalur agama untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Cinta filia dan agape yangditampilkan Soegija muncul sebagai wujud rasa senasib sepenanggungannya sebagai pribumiyang membuat dirinya berjuang untuk kemerdekaan negaranya.Key words : representasi, film, nasionalisme, semiotikaBAB IPENDAHULUANLatar BelakangMunculnya film Soegija 100% Indonesia yang mengusung tema nasionalisme melaluijalan perjuangan yang berbeda yaitu perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia lewat jaluragama. Hal ini membuat masyarakat Indonesia menganggap bahwa kemunculan film tersebutmerupakan bentuk Kristenisasi padahal di dalam film ini tidak menampilkan ajaran ataudoktrin-doktrin agama terkait. Jika menilik ke belakang, film-film di Indonesia banyakmenuai kontroversi terutama film yang mengusung tema keagamaan. Film ini sendiriditekankan oleh pembuatnya bukan sebagai film agama melainkan film yang menampilkansisi-sisi nasionalisme seorang Uskup (pemimpin agama Katholik) pada jaman penjajahanJepang dan Belanda menuju kemerdekaan Indonesia.Perumusan MasalahBagaimana representasi nasionalisme ditampilkan dalam Film Soegija 100%Indonesia?Tujuan PenelitianBerdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah untukmembongkar Representasi Nasionalisme dalam Film Soegija 100% IndonesiaSignifikasi TeoritisPenelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menambah kajian komunikasi masaterutama dalam konteks film. Lebih khusus lagi penelitian menggunakan semiotika inidiharapkan mampu memberikan penjelasan mengenai ideologi apa yang terjadi dalam proseskreatif sebuah film.Signifikasi PraktisSecara praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat luasbahwa film ini tidak menyiarkan keagamaan melainkan penghargaan terhadapmultikulturalisme serta rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya.Kerangka Pemikiran TeoritisParadigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis. Kajianpokok dalam paradigma konstruktivis menerangkan bahwa substansi bentuk kehidupan dimasyarakat tidak hanya dilihat dari penilaian objektif saja, melainkan dilihat dari tindakanperorangan yang timbul dari alasan-alasan subjektif.a. Media MassaMedia merupakan lokasi (atau forum) yang semakin berperan untukmenampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat baik yang bertaraf nasionalmaupun internasional. Media telah menjadi sumber dominan bukan saja bagiindividu untuk memperoleh gambaran dan citra realitas sosial tetapi juga bagimasyarakat dan kelompok secara kolektif, media juga turut menyuguhkan nilai-nilaidan penilaian normatif yang dibaurkan dengan berita dan hiburan (McQuail,2005:8).Menurut Melvin DeFleur dalam Deddy Mulyana (2008:129-131) mengatakanbahwa pada dasarnya media massa (termasuk film) lewat sajiannya yang selektif dantekanannya pada tema-tema tertentu, menciptakan kesan-kesan pada khalayaknyabahwa norma-norma budaya bersama mengenai topik-topik yang ditonjolkandidefinisikan dengan suatu cara tertentu artinya media massa termasuk film berkuasamendefinisikan norma-norma budaya untuk khalayaknyab. FilmFilm merupakan salah satu media komunikasi karena film memiliki pesantertentu yang disampaikan baik tersirat atau pun tersurat di dalamnya. Dalam duniaseni, film merupakan media yang paling efektif dalam proses pembelajaranmasyarakat.Oey Hong Lee dalam Sobur (2003: 126) mengemukakan bahwa film sebagaialat komunikasi massa yang kedua muncul di dunia, mempunyai massapertumbuhannya pada akhir abad ke-19 dengan perkataan lain pada waktu unsurunsuryang merintangi perkembangan surat kabar sudah dibuat lenyapFilm tidak menangkap kenyataan realitas apa adanya, tetapi manusia sebagai aktorsosial yang membangun makna. Cerita di dalam film adalah konstruksi pembuatnya(yang memilih realitas-realitas tertentu untuk dimasukkan ke dalam karyanya), danpenonton pun memproduksi makna.Menurut Seno Gumira Adijarma dalam Buku Membaca Film Garin, diamenjelaskan bahwa film adalah reproduksi dari kenyataan seperti apa adanya. Ketikafilm ditemukan orang berbondong-bondong memasuki ruang gelap hanya untukmelihat bagaimana kenyataan ditampilkan kembali sama persisnya seperti jika terlihatdengan matanya sendiri. Dengan kata lain, sinematografi memang menjadi ekstensifotografi.c. Representasi dalam FilmRepresentasi sendiri adalah tindakan menghadirkan kembali ataumerepresentasikan proses maupun produk dari pemaknaan suatu tanda, baik berupaorang, peristiwa atau pun objek. Representasi ini belum tentu bersifat nyata, tetapidapat juga menunjukkan dunia khayalan, fantasi, dan ide-ide abstrak (Hall, 1997: 28).Stuart Hall (1997: 24) melalui teori representasinya mengambil dimensipraktek-praktek pemaknaan yang diproduksi dalam pikiran pikiran melalui bahasa.Tiga teori pada representasi: reflective, intentional, constructive approaches.Dalam pendekatan reflektiv, makna ditujukan untuk menglabuhi objek yangdimaksudkan, abik itu orang, ide atau pun suatu kejadian di dunia yang nyata danfungsi bahasa sebagai cermin untuk merefleksikan maksud sebenarnya sepertikeadaan yang sebenarnya di dunia. Sedangkan pendekatan intensional merupakanpendekatan yang berkaitan erat dengan pembicara atau penulis yang menekankanpada diri sendiri mengenai pemaknaan yang unik di dunia ini melalui bahasa. Katakatayang dihasilkan memiliki makna sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis(Hall, 1997: 24-25).d. Tanda dan Makna dalam SemiotikaDalam semiotika, penerima atau pembaca dipandang memainkan peran yanglebih aktif. Istilah “pembaca” untuk “penerima” dipilih karena hal tersebut secara taklangsung menunjukkan deajat aktivitas yang lebih besar dan juga pembaca merupakansesuatu yang dipelajari untuk melakukannya, karena itu pembacaan tersebutditentukan oleh pengalaman kultural pembacanya. Pembaca membantu menciptakanmakna teks dengan membawa pengalaman, sikap dan emosinya terhadap teks tersebut(Fiske, 2007: 61).Ideologi dipegang sebagai ide-ide, makna-makna dan praktek ketika merekamengakui sebagai kebenaran universal, ideologiadalah peta dari makna yangmendorong kekuatan dari kelas sosial tertentu. Disini, ideologi tidak terpisah dariaktivitas praktek dari kehidupan namun menyediakan bagi masyarakat mengenai tatacara berperilaku dan kebiasaan moral pada kehidupan sehari-hari (Burton, 2005:62-63).Metode PenelitianTipe PenelitianPenelitian tentang representasi nasionalisme dalam film Soegija 100% Indonesiamenggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan menggunakan analisis semiotika untukmenganalisis obyek yang diteliti. Penelitian ini mengacu pada semiotika televisi John Fiske.Semiotika televisi John Fiske memasukkan kode-kode sosial ke dalam tiga level yaitu levelrealitas (reality), representasi (representasi) dan level ideologi (ideology) (Fiske, 1987:5).Pada level reality kode-kode sosialnya antara lain adalah appearance (penampilan),dress (kostum/pakaian), make-up (riasan), environment (lingkungan), behavior (tingkahlaku), speech (gaya bicara), gesture (bahasa), expression (ekspresi), sound (suara)dan lainlain(Fiske, 1987: 4).Hal-hal dalam level reality telah diencode secara elektronik oleh kode-kode teknis(technical code), sedangkan dalam level ke-2, yaitu level representation di dalamnya terdapatbeberapa aspek, seperti camera (kamera), lighting (pencahayaan), editing (pengeditan), music(musik), dan sound (suara) dan aspek-aspek lain dalam level representation adalahpenarasian, konflik, dialog, karakter dan pemeranan (Fiske, 2001: 5).Analisis paradigmatik kode-kode ideologis konsep nasionalisme dalam film Soegija 100%Indonesia meliputi :a. Prinsip-Prinsip Nasionalisme dalam Film Soegija 100% IndonesiaTerdapat begitu banyak jenis cinta karena ada demikian banyak cara yang kitatempuh untuk mencerminkan dan menginterpretasikan berbagai dorongan, motivasi danrelasi interpersonal (Beall dan Stenberg dalam Friedman, 2008:144). Menurut MichaelAflag dari Syria, “Nasionalisme adalah cinta”. Kedourie mengatakan bahwa nasionalismemerupakan cinta abstrak yang telah menyulut tindakan-tindakan teror terhebat (Smith,2003:38). Menurut Douglas Weeks nasionalisme merupakan formalisasi dari kesadarannasional yang membentuk bangsa dalam arti politik yaitu negara nasional (CliffordGeertz dalam Pigay, 2000:55)Rollo may mendeskripsikan berbagai tipe cinta. Tipe-tipe cinta ini terdiri dari :seks (peredaan ketegangan, nafsu); eros (cinta prokreatif-pengalaman yang enak); filia(cinta persaudaraan); agape(pengabdian pada kesejahteraan orang lain, cinta yang tidakhanya memikirkan diri sendiri); cinta otentik, yang menggabungkan tipe-tipe cintalainnya (Friedman, 2008: 145).Berdasarkan pendapat tersebut maka nasionalisme yang ditunjukkan oleh Soegijatermasuk jenis filia (cinta persudaraan) dan agape (pengabdian pada kesejahteraan oranglain, cinta yang tidak hanya memikirkan diri sendiri). Hal ini dikarenakan nasionalismetidak lepas dari rasa persaudaraan, rasa senasib sepenanggungan (filia) danmengutamakan kepentingan bangsa (agape).b. Compassionate Capitalism Rich de VosCompassionate capitalism dikenal dengan kapitalisme berwajah lemah lembut danbelas kasih dengan kepedulian social. Pernyataan ini dikenalkan oleh Rich de Vos daripemikiran Adam Smith. Pengertian compassionate capitalism sendiri adalah meskipunmanusia diatur oleh hasrat-hasrat (dan energi libido) mereka, namun mereka memilikikemampuan penalaran dan juga belas kasih. Ia mampu mengontrol hasrat tersebut denganpenalarannya sendiri dengan kekuatan moralnya sendiri. (Piliang, 2010: 118)c. Nasionalisme ReligiusNasionalisme religius sendiri adalah paham mengenai kebangsaan yangmeletakkan nilai-nilai keagamaan sebagai sendi dasar dalam kehidupan bernegara. Padafilm Soegija 100% Indonesia, pengamalan dari Nasionalisme religius ditunjukkan olehtokoh Soegija bukan berarti bahwa dia mengunggulkan kebaikan-kebaikan dari agamayang dipimpinnya ataupun memiliki misi khusus penyebaran agamanya yang diselipkandalam misi kemanusiaan selama masa perjuangan kemerdekaan,Nasionalisme religius dari tokoh Soegija tercermin melalui salah satu bentukperjuangannya melalui jalur agama untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi bangsaIndonesia. Dapat kita lihat pada gerakan diplomasi yang Soegija lakukan dengan pihakRoma, Vatikan. Roma Vatikan merupakan pusat dari agama Katholik dunia.Implikasi SosialFilm ini menyajikan tentang gambaran keadaan Indonesia saat masa penjajahanJepang dan Belanda, khususnya perjuangan seorang Uskup pribumi pertama Albertus Soegijadalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Banyak hal positif yang dapat ditarik darifilm tersebut untuk kemajuan kehidupan sosial diantaranyaa. Sikap Soegija yang memiliki kepedulian yang besar terhadap masyarakat disekitarnyasecara umum dengan tidak membedakan latar belakang agama,suku maupunperbedaan apapun yang ada pada tiap individub. Melalui film ini kita semakin memahami bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsayang kaya akan perbedaan baik suku, agama, ras dan kebudayaan.Perbedaan rakyatIndonesia ditampilkan pada film ini secara jelas melalui bahasa, logat, warna kulit,ciri-ciri tubuh dan juga agama.c. Dalam film ini digambarkan secara jelas bahwa perang akan membawa penderitaanserta kesedihan pada semua pihak. Penderitaan dan kesedihan muncul pada pihakyang menjajah maupun pihak yang dijajahImplikasi TeoritisPenelitian mengenai representasi nasionalisme dalam film ini diharapkan dapatmemberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi media massa khususnyaperfilman. Penelitian ini diharapkan mampu memperkaya pengetahuan mengenai bentukbaru dari film-film yang mengusung tema nasionalisme. Terkait dengan teknik analisis yangdigunakan, yaituberdasarkan teori “The Codes Of Television” merupakan teori yang cocokuntuk digunakan dalam menganalisa moving object seperti filmImplikasi PraktisSecara praktis, film yang mengusung tema nasionalisme dan multikulturalisme inidiharapkan menjadi inspirasi bagi sineas lain untuk mengembangkan karyanya dalammembuat film tentang nasionalisme yang dikemas lebih kreatif lagi untuk dapat diterima olehgenerasi muda selanjutnya sehingga pesan-pesan cinta tanah air serta penghargaan terhadapmultikulturalisme dapat disisipkan di dalamnya dengan lebih kuatDAFTAR PUSTAKASumber Buku:Burton, Graeme. (2008). Yang Tersembunyi di Balik Media. Yogyakarta: JalasutraCheach, Philip dkk.(2002). Membaca Film Garin. Yogyakarta: PustakaPelajarChandler, Daniel. (2002). Semiotics, the Basics. New York : RooutledgeDanesi, Marcel. (2010). PesanTandadanMakna. Yogyakarta: JalasutraDenzin, K Norman.(2009). Qualitative Research. Yogyakarta: PustakaPelajarEffendy, Onong Uchjana. (1989). Kamus Komunikasi. Bandung: Mandar MajuFiske, John. (1987). Television Culture. London and New York : RoutledgeFiske, John. (2007). Cultural and Communication Studies. Yogyakarta: JalasutraFriedman, Howard. S dan Miriam W. Schustack. (2008). Kepribadian, Teori Klasik dan RisetModern Jilid 2. Penerjemah Sumitro. Jakarta, ErlanggaHall, Stuart. (1997). Representation : Cultural Signifying and Practices, London: SagePublicationKohn, Hans. (1984). NasionalismedanArtiSejarahnya, Jakarta: ErlanggaKristanto, JB. (2004). Nonton Film Nonton Indonesia. Jakarta : Penerbit Buku KompasMcQuail, Denis. (2005) .TeoriKomunikasi Massa, Erlangga: JakartaMoleong, J Lexy. (2010). MetodologiPenelitianKualitatif. Bandung: RemajaRosdakaryaMulyana,Deddy. (2008). Komunikasi Massa Kontroversi, TeoridanAplikasi. Bandung:WidyaPadjajaranNaratama. (2004). Menjadi Sutradara Televisi. Jakarta : GrasindoNasution, M. Arif. (2005). NasionalismedanIsu-IsuLokal, Medan: USU PressNoviani, Ratna.(2002). JalantengahMemahamiIklan, Yogyakarta: PustakaPelajarPigay, Decki Natalis. (2000). Evolusi Nasionalisme dan Sejarah Konflik Politik di Papua.Jakarta : PT. Sinar HarapanPiliang, Amir Yasraf. (2011). Dunia Yang Dilipat, Bandung : MatahariPratista, Himawan. (2008). Memahami Film. Yogyakarta : Homerian PustakaPurnamawati, Sri. (2009). Teknik Pembuatan Film. Surabaya : Iranti Mitra UtamaSen, Khrisna. (2009). Kuasa dalam Sinema : Negara, Masyarakat dan Sinema Orde Baru.Yogyakarta : OmbakSobur, Alex. (2003). SemiotikaKomunikasi, Bandung: RemajaRosdakaryaSumarno, Marselli. (1996). Dasar-DasarApresiasi Film, Jakarta: GrasindoSmith, D Anthony.(2003). NasionalismeTeoriIdeologiSejarah. Jakarta: ErlanggaUtami, Ayu. (2012). Soegija 100% Indonesia, Jakarta: PT. GramediaVivian, John. (2008). TeoriKomunikasiMassa.Kencana, Media: JakartaWidagdo, M Bayu dan Winastwan Gora. (2007). Bikin Film Indie ItuMudah, Yogyakarta:Andi Offset.Sumber Lain :Wardani, Krisna. (2010). Representasi Distorsi Islam dalam Film “My Name is Khan”.Skripsi. Universitas DiponegoroMega, Mahar (2009). Mitos Yesus dalam film The Da Vinci Code. Skripsi. UniversitasDiponegoroGaspar, Matej (2010).Representasi Nasionalisme dalam Film Merah Putih.Skripsi.Universitas DiponegoroSumber Internet :Bandung LautanApi. (2013).http://www.indonesianfilmcenter.com/pages/filminfo/movie.php/uid_c2ddiakses pada15 Januari 2013Hadi Murti. (2012). Soegija Bukan Film Dakwah. http://filmindonesia.or.id/article/murtihadi-sj-soegija-bukan-film-dakwah diaksespada 15 Oktober 2012KeretaApiTerakhir. (2013)http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-k017-81-049431_ diaksespada 15 JanuariLima Unsur Komunikasi. (2011). http://organisasi.org/analisis-pengertian-komunikasi-dan-5-lima-unsur-komunikasi-menurut-harold-lasswelldiaksespada 20 November 2012Long March DarahdanDoa.(2013). Dalam http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-l023-50-918455Diunduh pada 15 Januari 2013SehelaiMerahPutih. (2013). Dalam http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-s017-60-211376Diunduhpada15 Januari 2013Soegija Mau Diboikot Karena Berbau Kristenisasi. (2012).http://indonesia.faithfreedom.org/forum/film-soegija-mau-diboikot-karena-berbaukristenisasi-t48732/diakses pada 15 Oktober 2012Soegija Presentasi Kolosal Non Religius. (2012).http://www.fimela.com/read/2012/06/12/soegija-presentasi-kolosal-non-religiusdiaksespada 15 Oktober 2012Soegija Sebuah Film Perenungan. (2012).http://oase.kompas.com/read/2012/05/26/21323439/.Soegija.Sebuah.Film.untuk.Perenungan.diaksespada 15 Oktober 2012Soegija Film Kontroversial 2012. (2012). http://www.beritaremaja.com/2012/05/soegijafilm-kontroversial-2012.html diaksespada 17 Oktober 2012Soerabaia 45. (2013). http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-s011-90-726785Diunduh pada15 Januari 2013Tanda Wewenang Uskup. (2013). Dalamhttp://yesaya.indocell.net/id763.htm/TandaWewenangUskupdiakses pada 5 April2013Tanggapan Garin Nugroho Tentang Boikot Soegija. (2012).http://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/kabar/54358-ada-ajakan-boikotqsoegijaq-apa-tanggapan-garin-nugroho-.htmldiakses 17 Oktober 201210 Film Indonesia terlaris. (2011). http://www.tabloidbintang.com/film-tvmusik/kabar/19294 diakses pada 18 Desember 201210 Film Indonesia terlaris. (2012). http://hot.detik.com/topten/read/111445/2121204/1468diakses pada 18 Desember 2012
PENGARUH INTENSITAS KOMUNIKASI DALAM KELUARGA DAN TINGKAT KEDEKATAN FISIK TERHADAP INTIMATE RELATIONSHIP Desy Nurulita; Agus Naryoso; Sri Budi Lestari; Nurriyatul Lailiyah
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.493 KB)

Abstract

Background of this research is caused by the condition in this modern era, when both parents working that makes low intensity of communication in family. Modern society work very hard and have a very little time to gather with family. This is why so many parents don’t have a good phisical proximity even emotional proximity to their children. Whereas communication during adolescence ia a significant challenge for parents. The result shows that intensity of family communication has the effect to intimate relationship which influenced by some factors like frequency and duration of meet, call and send message to their family. Phisical proximity has the effect to intimate relationship which influenced by some factors like frequency of  gather, eat, hang out, doing hobby, holiday, sleep, and pray together with family. And intensity of family communication and phisical proximity has the effect to intimate relationship as many as 33,2%.
PENCARIAN DAN PEMROSESAN INFORMASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERHENTI MEROKOK Ardelia, Alda; Dwiningtyas Sulityani, Hapsari
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.765 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas menganai bagaimana proses pencarian dan pemrosesan informasi dalam pengambilan keputusan untuk berhenti merokok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma interpretif, dan teknik analisa data yang mengacu pada metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah enam informan mantan perokok aktif yang merokok secara terbuka minimal 1 batang rokok setiap harinya selama minimal 1 tahun. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa dalam pencarian dan pemrosesan informasi seseorang dalam pengambilan keputusan itu memiliki pengalaman yang berbeda untuk berhenti merokok. Pada pencarian informasi mereka mendapatkan tekanan dari luar, dorongan tersebut didapatkan dari pasangan atau orangtua. Melakukan kegiatan lain sebagai penggantinya digunakan mereka sebagai pengalihan dari kegiatan rutin merokok mereka, kegiatan tersebut berupa meningkatkan frekuensi makan atau melakukan aktivitas olahraga. Kecemasan yang timbul dikurangi dengan mengafirmasi diri, afirmasi diri dilakukan dengan mensuggest pikiran dengan membayangkan bahwa rokok merupakan hal yang tidak mereka suka. Pada pemrosesan informasi dalam pengambilan keputusan, penggabungan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru yang didapat hanya sebagai tambahan informasi tetapi tidak memperkuat keyakinan serta tidak mengurangi kecemasan yang mereka rasakan ketika akan memutuskan untuk berhenti merokok karena hasil dari pengolahan informasi yang mereka lakukan bergantung pada besarnya motivasi yang dimiliki masing-masing individu.
Perempuan Sebagai Objek Seksual dalam Tabloid Otomotif (Analisis Semiotika Foto pada Rubrik “Cepot” hal 34 Tabloid Motorplus) Ulya Anggie Pradini; Dr Sunarto; Adi Nugroho; Hapsari Dwiningtyas
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.042 KB)

Abstract

Media massa kini hadir dengan berbagai kemasan dan segmen. Diantaranya adalah media cetak yang berpengaruh besar terhadap perkembangan media massa, sebagai contoh adalah tabloid "Motorplus" yang merupakan tabloid dengan segmentasi pembaca pria. Pada salah satu rubrik tabloid Motorplus yang berjudul "Cepot", terdapat foto-foto perempuan yang menonjolkan sisi sensualitasnya. Jika dicermati secara kritis, tabloid tersebut menjadikan perempuan sebagai objek. Lalu, bagaimana bentuk objektifikasi perempuan dalam tabloid ini? Dan apa ideologi yang melatarbelakanginya?Penelitian ini bertujuan untuk melihat posisi perempuan sebagai objek melalui foto-foto yang terdapat dalam rubrik tersebut, dan menjelaskan ideologi dominan yang melatarbelakanginya. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori standpoint dan teori feminis radikal kultural. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes, yang terdiri dari analisis sintagmatik dan paradigmatik.Hasil dalam penelitian ini adalah pada tabloid "Motorplus" terdapat dua temuan bahwa perempuan dijadikan objek seksual. Pertama, perempuan dijadikan sebagai "objek santapan" atau komodifikasi seksual, yaitu perempuan dan nilai sensualitasnya dijadikan komoditas yang dijual kepada pembaca tabloid tersebut. Kedua, perempuan dijadikan sebagai objek tatapan atau objek hasrat seksual bagi pria pembaca tabloid ini. Kemudian pada penelitian ini subjek menjadi objektivikasi seksual aktif yang mana subjek juga dengan aktif dan sadar melakukan pose-pose sensual. Dan dalam hal ini ideology yang melatarbelakangi adalah patriarki. Dimana laki-laki lebih berkuasa penuh atas kontrol seksualnya.Kata Kunci: objek seksual, perempuan
INCREASING AWARENESS AND READERSHIP OF TRIBUN JAWA TENGAH NEWSPAPER AS PROJECT MANAGER Bimandhika Sunu Wardhana; Djoko Setyabudi, S.Sos, MM
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.588 KB)

Abstract

Tribun Jateng is one of a subsidiary company of the Kompas Gramedia. Tribun Jateng was formerly named Warta Jateng, nonetheless, on April, 29th 2013 it changed it’s name to become Tribun Jateng because the Tribun brand itself is a stronger brand already spreadingout in Indonesia. Three months after the re-named, Tribun Jateng is finally had an online news portal, which is jateng.tribunnews.com. “Spirit Baru Jawa Tengah” is the motto of Tribun Jateng. It’s vision is to become a larger, distributed, and a leading bussiness group of publising media in Central Java. Through the motto and vision, Tribun Jateng is constantly working to increase the awareness and readership from the people of Central Java. According to the preliminary data from Tribun Jateng, awareness and the readership of target objective is relatively low. This is further strengthened with the data survey conducted by writer in the field that it’s awareness and readership about Tribun Jateng is still low among the target the objective. Depart with this fact, the writer finally made two event to help improve awareness and readership stands Tribun Jateng. The first even was Semarang Youth Community (SYC). SYC is an event that dedicated for youth people in Semarang that involved local community and local music performer. The goals of Semarang Youth Community is to increase the awareness and readership among 18 – 25 years old. As the results from Semrang Youth Community is the increase in awareness in young people from, originally 71% up to 91 % and the readership from 52 % to 82 %. Whereas, the event of “Jalan Sehat Tribun Jateng Melangkah bersama Paramex ” is an event held in kabupaten grobogan, earmarked to the community of Grobogan County and the surrounding, was aimed to increase the awareness and readership the community of Grobogan County, considering Tribun Jateng had just re-opened the distribution within this area. The achievement of “Jalan Sehat Tribun Jateng Melangkah bersama Paramex” at Grobogan County is the increase of awareness that start at 44% to 69% and readership from 10% to 25% and also the increasing of oplah from 400 to 500 copies for one day. Project manager’s duty in both the event was to managing license of permission for place and security officials. Arranging the concept of the event, looking for talent, controlling flow of the event, stage manager, and lead communication manager and production manager

Page 63 of 157 | Total Record : 1563