cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
PENGARUH IKLIM KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) CABANG SEMARANG SELATAN Nikolas Prima Ginting; Turnomo Rahardjo; Tandiyo Pradekso; Hapsari Dwiningtyas Sulistyani
Interaksi Online Vol 3, No 4: Oktober 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.545 KB)

Abstract

Communication climate in organization taking objective in the internal environment of an organization that includes members of the organization's perception based on the events that occur within the organization. conducive and democratic communication atmosphere in an organization made employee satisfactied of their works, made a positive performance and then produce willingness to seek a high level of performance, and facilitate the achievement of corporate goals.The goal of this research is to explain the influence of communication climate on employee performance in Regional Water Company (Perusahaan Daerah Air Minum - PDAM) South Semarang branch. Using a quantitative approach based questionnaire, based on five critical dimensions of communication climate that will be analyzed by the method / theory of science communication climate inventory developed by Peterson and pace (1976)Based on the analysis of data using Kendall tau correlation and the overall results of research, this study produce the conclusion that there is a relationship or correlation between organizational communication climate with PDAM employee performance semarang southern branch. The hypothesis stated that there is a significant relationship between organizational communication climate influence on employee performance. Employees found that organizational communication climate in the company is well run and effectiveAdvice can be given by researchers that the company should pay more attention to supporting factors to improve communication climate in the office, such as supportivenes behavior that used to observe that their communication with the boss to help them build and maintain confidence, can participate, transparency, trustworthy. Employees should be able to create a good atmosphere of the communication quality, both among fellow employees and the office leader to make each individual within the company to trust each other, motivate each other, and cooperate in running the tasks and responsibilities of the job. Employees should be more focused and strive to create harmony in the work, for example by building solid teamwork and also can cooperate with each other to settle the improvement to employee’s job satisfaction
Pengaruh Kebutuhan Akan Informasi Tentang Figur Publik dan Intensitas Mengakses Berita Clickbait di Situs Berita Media Daring Terhadap Tingkat Kepuasan Pembaca yang Mengaksesnya Hajar Azizatun Niswah; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 6, No 4: Oktober 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.249 KB)

Abstract

Situs berita yang ada di media daring, demi mendapatkan jumlah pengunjung (pageviews) yang banyak, menggunakan berita clickbait sebagai strategi ampuh karena dianggap efektif untuk menarik pengiklan dan mendapatkan keuntungan. Tanpa mempedulikan Kode Etik Jurnalistik yang benar dan unsur berita yang lengkap, berita clickbait merambah di segala aspek termasuk di berita mengenai figur publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara kebutuhan akan informasi tentang figur publik dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan convenience sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat berusia 20-49 tahun yang mengakses situs berita media daring minimal tiga kali dalam satu minggu. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 responden.            Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara kebutuhan akan informasi tentang figur publik dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya, dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya karena nilai signifikansinya 0,280 dan 0,348 (>0,05). Selanjutnya, kebutuhan akan informasi tentang figur publik dan intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring sama-sama tidak berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya karena nilai signifikansinya 0,313 (>0,05). Tidak adanya pengaruh dari hasil penelitian menunjukkan bahwa responden selektif dalam mencari informasi yang bisa memuaskan dirinya, dan menunjukkan bahwa berita clickbait tidak dapat menghasilkan kepuasan bagi pembacanya. Saran yang diberikan yaitu tidak adanya pengaruh kebutuhan akan informasi tentang figur publik, intensitas mengakses berita clickbait di situs berita media daring dengan tingkat kepuasan pembaca yang mengaksesnya adalah hasil yang menggembirakan. Dengan begitu, berita clickbait bisa diabaikan dan tidak perlu diperhatikan karena tidak berbahaya sebab tidak bisa memberikan kepuasan bagi para pembacanya.
HUBUNGAN INTENSITAS MENONTON TAYANGAN DRAMA SERI KOREA DI TELEVISI TERHADAP MODEL RAMBUT DI KALANGAN REMAJA Ghita Kriska Dwi Ananda; M Bayu Widagdo; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.601 KB)

Abstract

Demam Korea (Korean wave) saat ini telah memasuki negeri Indonesia. Hal itu diakibatkan penyebaran dan pengaruh budaya Korea di Indonesia terutama dari Drama Korea yang muncul di tahun 2002. Para remaja cenderung ingin selalu mengikuti perkembangan mode yang sedang populer agar tampil modis, salah satunya adalah model rambut Hal ini dilakukan karena para remaja ingin seperti apa yang ditampilkan oleh tokoh yang dilihatnya Perilaku bergaya rambut Korea pada remaja tersebut disinyalir merupakan akibat dari faktor intensitas menonton tayangan drama seri Korea di televisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas menonton tayangan drama seri Korea di televisi terhadap model rambut di kalangan remaja. Peneliti menggunakan Teori Powerfull Effect. Responden pada penelitian ini berasal dari kalangan remaja di Kota Semarang yang berumur 16 hingga 22 tahun. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 50 orang dimana pengambilan sampel dilakukan dengan metode non random, serta accidental sampeluntuk teknik pengambilan sampel. Berdasarkan hasil penelitian, maka tingginya intensitas menonton tayangan drama seri Korea di televisi tidak diikuti dengan model rambut yang modis pada remaja. Hal ini dikarenakan responden dengan intensitas menonton tinggi, sedang dan rendah tidak terpengaruh untuk mengikuti model rambut seperti apa yang ditampilkan dalam tayangan tersebut.  Kata kunci: Drama Seri Korea, Model Rambut, Semarang
Correlation of Olx Indonesia Television Advertising Exposure and Intensity of Peer Group Communication with Desire of Transacting in Olx.co.id Rahman Zulhardi, Alfin; Herieningsih, MS, Dra. Sri Widowati
Interaksi Online Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.826 KB)

Abstract

Advertising is one of the most efffective way to inform audience about the products. Olx Indonesia television advertising exposure potentially related to desire of transacting in Olx.co.id. Intensity of peer group communication about transacting in Olx.co.id also potentially related to desire of transacting in Olx.co.id. This study aims to determine the correlation of Olx Indonesia television advertising exposure and intensity of peer group communication with desire of transacting in Olx.co.id. The rational used is the Advertisig Exposure Theory and How peer group affect consumer behaviour. This type of research is explanatory research, using technique of Non-probability sampling with accidental sampling method to determine the sample. The total sample of 100 respondent who have seen Olx Indonesia television advertising aged 15 – 25 years old in the city of Semarang. Analysis of the data used is Pearson correlation SPSS. The first hypothesis test results show that the variable Olx Indonesia television advertising exposure (X1) is not correlated to desire of transacting in Olx.co.id (Y) and showed no significant results, with the result Sig/significance worth 0.588 or greater than 0,05. The second hypothesis test showed intensity of peer group communication (X2) is correlated to desire of transacting in Olx.co.id (Y), with the result Sig/significance worth 0.002 or less than 0.05. Advice can be given is OLX Indonesia can do another promotion as using Social Media to reach audience directly, especially teenagers, considering direct communication has more positive impact to desire of transacting in Olx.co.id.
Representasi Konflik Ideologi antar Kelas dalam film The Help Afidah, Astri Nur
Interaksi Online Vol 1, No 1: Januari 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.036 KB)

Abstract

Film merupakan media massa yang mempunyai kemampuan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak. The Help merupakan salah satu film yang mencoba menggambarkan keadaan masyarakat pembantu kulit hitam yang mencoba melawan struktur dominansi majikan kulit putih sebagai akibat dari adanya tindakan diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana tindakan resistensi yang dilakukan oleh pembantu kulit hitam, gambaran karakter orang kulit hitam serta bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan yang direpresentasikan melalui simbol-simbol visual dan linguistik dan mengungkap ideologi yang ada. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis John Fiske untuk mengkaji dan meneliti tanda-tanda dalam film The Help. Ada tigal level yang diungkapkan Fiske, yakni level realitas, representasi, dan ideologi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk resistensi terjadi dalam bentuk secara langsung ataupun secara tidak langsung. Bentuk perlawanan secara langsung terjadi secara verbal melalui pengucapan kata-kata kasar, jorok, umpatan, pemberian julukan, bentakan, dan sangkalan. Bentuk perlawanan secara langsung juga terjadi secara non verbal dengan cara mengcengkeram lengan baju, mengabaikan ucapan, dan melotot. Bentuk resistensi yang dilakukan oleh pembantu kulit hitam dapat juga berupa ucapan verbal dan tindakan secara tidak langsung.Pengucapan cemoohan dan mengumpat di belakang majikan kulit putih adalah salah satu bentuk resisitensi dalam bentuk verbal secara tidak langsung. Penerbitan buku yang berisi tentang pemikiran dan perasaan orang kulit hitam adalah bentuk resistensi budak kulit hitam secara tidak langsung dan non verbal. Sebagian besar gambaran perlawanan tersebut dapat dilihat melalui penokohan, latar belakang cerita, simbol, tindakan tokoh dalam adegan, serta dialog. Tanda-tanda komunikasi dalam film ini diungkap melalui kerja kamera, pencahayaan, tata artistik, serta dialog. Film ini menunjukkan bagaimana kaum minoritas dapat berjuang melawan keterbatasan agar dapat setara dengan kaum mayoritas.Keywords : Semiotika, Film, Ras, Kelas, Kulit Hitam
Pengaruh Terpaan Iklan Televisi dan Intensitas Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian di Shopee Rahmasari Tunggal Sukma, Dinda; Yulianto, Muchammad
Interaksi Online Vol 7, No 4: Oktober 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.312 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of exposure to television advertising and the intensity of word of mouth communication on purchasing decisions at Shopee. In determining the hypothesis, this study uses the theory of Advertising Exposure and the Traditional Word Of Mouth Communication Theory. To determine the sample, this study uses non-probability sampling techniques with the type of purposive sampling. The research sample consisted of 60 people with the characteristics of residents who live in Semarang with the age of 21-49 years and exposed to Shopee ads on television and do word of mouth communication related to Shopee. Analysis of the data used in this study is Simple Linear Regression Analysis. Based on the results of the analysis note that there is an influence between the exposure to television advertising on purchasing decisions in Shopee by 46% with a significant correlation between the two variables. The effect of the intensity of word of mouth communication on purchasing decisions in Shopee was 56.4% with a significant correlation between the two variables. The purchase decision at Shopee is relatively high with a percentage of 77% deciding to make a purchase at Shopee.
Kontruksi Agama dan Identitas dalam film Cinta Tapi Beda (Analisis Semiotika Film Cinta Tapi Beda) Fitriana Nur Indah S; Triyono Lukmantoro; Wiwid Noor Rakhmad; M Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 3, No 2: April 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.385 KB)

Abstract

Cinta Tapi Beda (2012) that produced by Hestu Saputra and Hanung Bramantyo is one example of the film with the theme of love story of different religions and ethnicities. When released in theaters, December 2012, the film has some pros and cons in the society. Many people found this movie humiliate Minangkabau ethnic group as native of Padang. However, it also had many positive comments because the film is considered to be able to describe the complexity of the love story of different religions and ethnicities in Indonesia. The purpose of this study was to examine how religion and identity construction carried out and communicated in Cinta Tapi Beda (2012). This study uses theory of social construction of Peter L. Berger and Thomas Luckmann in konstrutivis paradigm. The method used in this research is the analysis of semiotic codes of television technical analysis of John Fiske (in Fiske, 1987: 5), which is divided into three levels, namely reality, representation, and ideology.From this research, the findings, which are syntagmatic Islam and Christian is displayed in a simple, not overdone, and obedient to the teachings of his religion. There is a difference between the portrayal of women by men who are Muslims. Munawaroh, Cahyo’s mother and Retno , Cahyo’s sister as Muslim women are described as soft and solehah. They wear veils as evidence of obedient on religion. While the appearance of Cahyo and Fadholi use man’s clothes in general, but they use the peci when pray. They are also described as personal hard and adamant, but still obey to the teachings of religion. As for players who are Christians, the appearance of men and women there was no significant difference. They look like in general. The use of accessories such as necklaces cross only Diana and David.The second finding is based on paradigmatic analysis performed is the myth of religion is presented, which is considered both religion is intolerant of other religions. Other findings is the truth claims made interreligious conflict. Understanding of different religions romantic relationship with all the obstacles. Finally, the attitude of tolerance towards religious pluralism and identity.
Resepsi Khalayak Terhadap Pemberitaan Kasus Antasari Azhar Dalam Portal Berita Online Ramdani Soalohon; Hedi Pudjo Santoso, M.Si
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.257 KB)

Abstract

Online media is electronic-technology through internet network providing information and entertainment speedily, affordable and easily to access by public. In every online media, we may discover a number of news portals that provide various informations speedily and easily in our daily life. The statement from Antasari Azhar, stating that he was criminalised by his political opponents, caused special attraction from online media to cover it as news continuously. Therefore, the objective of this study is to reveal how the reception from the public toward the case covering Antasari Azhar in online news portals is. This study is qualitative descriptive research by using reception analysis as the approach. It applies encoding-decoding model from Stuart Hall’s to explain the process of encoding-decoding news from online news portals. The results of this study shows that; different background found between informants and media, as well all different educational background of each other, tended to create different assumption. On the informant, who possess similar cultural knowledge to the media and have middle to high educational background, tended to assume the texts offered by media (dominant reading), the public received the fact covered by online news portal based on preferred reading (the meaning offered by media). They gave stigma that Antasari Azhar was not involved in act of Nazrudin Zulkarnaen murder. While Informant, who possess middle to low and middle to high educational background, whose social status and cultural experience are different from the media, tended to read the news in negotiative way (negotiated reading), they were neutral since some texts coming from similar media, but some are assummed differently, so that the stigma given from Antasari Azhar case was negotiative. While the informants, who have middle to high educational background, tended to read the news radically (oppositional reading), their stigma was the news reported by online news portals were not neutral, and the informants assumed that they did not really know whether Nasrudin Zulkarnaen was murdered by Antasari Azhar, or Antasari Azhar did murder Nasrudin Zulkarnaen. This study is open to be examined from different points of view and methods and becomes the basis of further research, especially about the political issue in online news portal and active audience, so it may enrich the study about audience/public reception.
Representasi Black Campaign Dalam Spanduk Kampanye Pilkada Jakarta 2012 Anugerah, Sony Kusuma; Santosa, Hedi Pudjo; Rahardjo, Turnomo
Interaksi Online Vol 1, No 3: Agustus 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.296 KB)

Abstract

Representasi Black Campaign Dalam Spanduk Kampanye Pilkada Jakarta2012SkripsiDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikanPendidikan Strata 1Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroPenyusunNama : Sony Kusuma AnugerahNim : D2C008103JURUSAN ILMU KOMUNIKASIFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIKUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2013Nama : Sony Kusuma AnugerahNIM : D2C008103Judul : Representasi Black Campaign Dalam Spanduk Kampanye Pilkada Jakarta 2012AbstrakKampanye merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan, saat menjelang suatupemilihan umum. Berbagai cara dilakukan dalam kampanye untuk menarik simpati masyarakat.Banyak cara berkampaye yang dilakukan tim sukses dari partai atau calon untuk bisamemperoleh dukungan dari masyrakat, bahkan kampanye hitam. Kampanye hitam dianggapmampu membentuk opini publik untuk menciptakan citra buruk pihak lawan politik. Sepertiyang terjadi pada Pilkada Jakarta 2012 kemarin, banyaknya temuan pelanggaran terutama dalamkaitan kampanye hitam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk kampanye hitamyang terjadi pada Pilkada Jakarta 2012 melalui konstruksi makna pada salah satu mediaberkampanye, yaitu spanduk.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisissemiotika untuk menganalisis objek penelitian. Teknik analisis yang dilakukan denganmenggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teks atau kata dalam spanduk diuraikan dalamdua tahap untuk mencari makna-makna yang terkandung didalamnya. Tahap pertamapembahasan kata melalui makna denotasi, dan tahap kedua pembahasan kata melalui maknakonotasi yang selanjutnya akan didapat mitos yang berkembang dimasyarakat.Kata-kata pada teks dalam spanduk penelitian ini, merupakan sesuatu yang ambigu.Dibutuhkan kedalaman makna yang dilanjutkan dengan mengkonstruksikan makna, sehinggaakan didapat suatu cerita atau fenomena yang terjadi didalamnya. Black campaign merupakansalah satu bentuk kegiatan propaganda politik, yang berkonotasi negatif dalam penilaian publik.Black campaign bertujuan untuk membentuk opini publik untuk citra yang buruk terhadap lawanpolitiknya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam spanduk kampanye Pilkada Jakarta ini,Black campaign digunakan sebagai kampanye yang menyerang sisi pribadi, kebijakan-kebijakanpolitik, dan dilakukan oleh pelaku yang anonim.Kata kunci: Representasi, Black Campaign, Kampanye.Name : Sony Kusuma AnugerahNIM : D2C008103Title : Black Campaign Representation Inside The Banner Campaign From Elections ofRegional Heads Jakarta 2012AbstractThe campaign is one of the routine activities performed, the eve of a general election.Various methods are used in a campaign to draw public sympathy. Many ways to conducted asuccessful team of the party or candidate to earn the support of the community, even blackcampaign. Black campaign is considered capable of forming public opinion to create a badimage of the political opposition. As happened in Jakarta 2012 elections yesterday, the numberof findings of violations, especially in relation to black campaign. This research aims to describethe shape of a black campaign that occurred in Jakarta Election 2012 through the construction ofmeaning in one of the media campaign, the banner.This research used a qualitative approach using semiotic analysis to analyze the researchobject. Engineering analysis performed using Roland Barthes' semiotic theory. Text or words inthe banner outlined in two stages to find the meanings contained therein. The first stage of thediscussion of the meaning of words through denotation, and the second stage through thediscussion of connotations which would then be obtained myths that developed in thecommunity.The words on the banner text in this research, is something that is ambiguous. It takes adepth of meaning that continue to construct meaning, to get up a story or phenomena that occurtherein. Black campaign is one form of political propaganda activities, which is a negativeconnotation in the public assessment. Black campaign aims to shape public opinion to a badimage against his political opponents.Results of this research indicate that in the Jakarta election campaign banners, Blackcampaign is used as a campaign attacking the personal, political policies, and conducted by theanonymous perpetrator.Key Word: Representation, Black Campaign, Campaign.PENDAHULUANIndonesia telah menjadi salah satu negara yang menganut demokrasi sebagai sistempemerintahannya. Salah satu instrumen terbesar dari sistem demokrasi di Indonesia adalahadanya proses pemilu. Pada tahun 2005, Indonesia mengalami kemajuan proses demokrasikarena rakyat Indonesia mendapatkan haknya untuk memilih langsung calon pemimpin wilayahatau daerahnya melalui PILKADA, yang pada awalnya Kepala Daerah dicalonkan oleh DPRDdan dipilih atau diputuskan oleh Presiden.Kegiatan Pilkada tentu saja tidak lepas dari kegiatan berkampanye. Charles U Larson(dalam Ruslan, 2008:25-26) membagi jenis kampanye menjadi tiga jenis, yaitu kegiatan menjualproduk, gagasan perubahan sosial, dan kandidat. Kampanye kandidat merupakan kampanye yangberorientasi bagi calon untuk kepentingan kampanye politik. Hal ini tentu saja berkaitan untukmendapatkan dukungan dari pemilih atau pemegang hak suara. Namun pada kenyataannyasekarang ini banyak kegiatan kampanye yang dilakukan untuk menyerang lawan politiknya(attacking campaign).Kampanye menyerang terdapat dua jenis kampanye, yaitu black campain dan negativecampaign. Black Campaign merupakan model kampanye dengan cara membuat suatu isu ataugosip yang ditujukan kepada pihak lawan, tanpa didukung fakta atau bukti yang jelas (fitnah).Sedangkan Negative Campaign merupakan model kampanye yang lebih menonjolkan dari segikekurangan lawan politik, dan dari apa yang telah disampaikan mempunyai bukti atau fakta yangjelas.Black campaign terlihat seperti dibawah ini yang terdapat pada spanduk kampanyePilkada untuk menjatuhkan salah satu pasangan Cagub dan Cawagub Jokowi-Ahok.Gambar 1.1 Spanduk Pilkada 2012Gambar 1.2 Spanduk Pilkada 2012Pada dasarnya, black campaign merupakan kampanye yang terselubung. Pelaku blackcampaign biasanya juga tidak memperlihatkan identitas seseorang ataupun kelompok politik. Isidari black campaign pun tidak irasional dan tidak dapat dibahas secara terbuka, sehinggakebanyakan khalayak akan menerima isi kampanye ini secara “bulat”, tanpa memproses dari isikampanye hitam ini. Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti tertarik untuk meneliti Bagaimanabentuk black campaign melalui konstruksi makna dalam spanduk kampanye Pilkada Jakarta2012?.ISIPenelitian ini menggunakan perspektif interpretif yaitu untuk mencari sebuahpemahaman bagaimana kita membentuk dunia pemaknaan melalui interaksi dan bagaimana kitaberperilaku terhadap dunia yang kita bentuk itu. (Ardianto & Q-Anees,2007:124-150Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai makna suatu tanda dengan menggunakananalisis semiotika yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika Roland Barthes.Barthes menggunakan istilah konotasi (makna ganda) dan denotasi (makna tunggal) yangmenunjukan tingkatan-tingkatan makna. Maka denotasi adalah tingkat pertama yang bersifatobjektif yang dapat diberikan.Jadi dalam konsep Barthes, tanda konotatif tidak sekedar memiliki makna tambahan,namun juga mengandung makna kedua bagi tanda denotatif yang melandasi kebenarannya.Barthes menyebut denotasi, yaitu makna paling nyata dari tanda. Konotasi adalah istilah yangdigunakan barthes untuk menunjukkan signifikasi tahap kedua. Tanda konotatif menggambarkaninteraksi yang terjadi ketika tanda bertemu dengan perasaan atau emosi dari pembaca serta nilainilai dari kebudayaannya (Sobur, 2009:128). Signifikasi tahap kedua yang berhubungan denganisi tanda bekerja melalui mitos (myth). Mitos adalah bagaimana kebudayaan menjelaskan ataumemahami beberapa aspek tentang realitas atau gejala alam.Secara denotatif kalimat “Endonesa Tercina” (spanduk 1) merupakan kalimat penegasan,untuk cinta Indonesia namun dengan cara penyampaian yang sedikit kasar atau dengan caramenyindir. Endonesa Tercina berarti bangsa yang tecinta. Spanduk ini sebenarnya bermaksuduntuk membangkitkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia namun dengan penyampaian yangberupa sindirianSedangkan spanduk 2 Secara denotatif kalimat “Haram...!!! Orang Kafir MenjadiPemimpin Orang Islam” mempunyai arti berupa himbauan ataupun penegasan larangan bagiyang membacanya. Kata-kata yang dipakai dalam teks ini merupakan kata-kata yang tegas,karena pada akhir kata pertama yaitu “haram” diakhiri dengan tanda seru “!”.Kalimat pada teks spanduk 2 ini merupakan kalimat dengan pesan persuasif. Pesanpersuasif adalah pesan yang berisikan bujukan, yakni mengingatkan kepada khalayak bahwatelah terdapat hukum yang mengatur orang (agama Islam) untuk memilih pemimpinnya.Sedangkan untuk makna konotasi representasi black campaign dalam spanduk EndonesaTercina! (spanduk 1) ini ditujukan kepada calon wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atauyang lebih dikenal dengan panggilan Ahok. Spanduk ini bertujuan untuk mempersuasipembacanya agar tidak memilih pasangan Jokowi – Ahok. Ahok yang merupakan orangketurunan Cina, pada dasarnya akan berpihak, menguntungkan, dan lebih mendahulukankaumnya. Latar belakang Ahok yang sebagai pengusaha, juga akan memuluskan pengusahapengusahanon-pribumi untuk mencari keuntungan di kota Jakarta.Sedangkan spanduk 2 ini bertujuan untuk mempersuasi pembacanya agar tidak memilihJokowi sebagai pemimpin (Gubernur) pada Pilkada Jakarta 2012. Spanduk ini mengatakanbahwa Jokowi merupaka sosok orang kafir, hal ini dikarenakan Jokowi merupakan anak dariperkawinan yang berbeda agama yaitu bapak dari Jokowi beragama Islam dan Ibu dari Jokowiberagama Nasrani. Perkawinan berbeda agama terutama bagi seorang muslim sangat terlarangdiajaran agama Islam.PENUTUPBlack campaign menjadi suatu cerminan politik di Indonesia pada saat ini, dimanakampanye dilakukan tidak didasari sesuai dengan undang-undang dan etika yang berlaku.Kampanye merupakan suatu kegiatan dari calon, tim sukses partai atau kelompok-kelompokyang mendukung untuk meyakinkan masyarakat agar mau memilihnya untuk menjabat, denganmenawarkan atau menjanjikan apa yang akan dilakukan dalam program kerjanya. Kampanyeyang positif tidak boleh dilakukan dengan cara menghina seseorang, ras, suku, agama, golongancalon atau peserta pemilu serta menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupunmasyarakat.Kenyataan pada saat ini, black campaign bisa menjadi bumerang bagi pihak pengirim isukarena masyarakat akan bersimpati terhadap korban kampanye ini. Gambaran ini tercermindengan terpilihnya pasangan Jokowi-Ahok untuk menjabat sebagai Gubernur dan WakilGubernur dengan banyaknya terpaan black campaign pada diri mereka.KESIMPULANBlack campaign pada spanduk ini, digambarkan sebagai kampanye yang menyerang sisipribadi, dan cenderung tidak ada hubungannya dengan kampanye serta mengesampingkan etikaundang-undang dalam berkampanye, seperti pada pasal 78 ayat 2 dan 3.Black campaign dianggap sebagai salah satu strategi yang jitu untuk menjatuhkan pihaklawan, serta tidak membutuhkan dana yang besar sehingga black campaign sangat mudah untukdilakukan. Orientasi semata-mata hanya untuk kekuasaan, sehingga berbagai cara dilakukan agartujuannya yaitu terpilih dalam pemilu tercapai.DAFTAR PUSTAKAArdianto, Elvinaro, dan Bambang Q-Anees. 2007. Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung:Simbiosa Rekatama MediaBudiardjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka UtamaBudiman, Kris. 2011. Semiotika Visual – Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta :JalasutraEmzir. 2010. Analisis Data : Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT. RajaGrafindoPersadaFiske, John. 1992. Introduction to Communiation Studies. Bandung : Citra Aditya BaktiFiske, John. 2011. Cultural and Communication Studies. Yogyakarta : JalasutraMulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: PT RemajaRosadakaryaNasution, S. 2003. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung : TarsitoRuslan, Rosady. 2008. Kiat dan Strategi Public Relations. Jakarta : PT. RajaGrafindoPersadaSobur, Alex. 2003. Analisis Teks Media : Suatu Pengantar Untuk Analisis Wacana, AnalisisSemiotik dan Analisis Framing. Bandung : PT. Remaja RosadakaryaSobur, Alex. 2006. Semiotika Komunikasi. Bandung : PT. Remaja RosdakaryaSunardi, St. 2004. Semiotika Negativa. Yogyakarta : Penerbit Buku Baik YogyakartaVan Zoest, Aart. 1991. Fiksi dan Nonfiksi Dalam Kajian Semiotik. Jakarta : IntermasaWibowo, Indiwan Seto Wahyu. 2011. Semiotika Komunikasi-Aplikasi Praktis BagiPenelitian dan Skripsi Komunikasi. Jakarta : Mitra Wacana MediaLain-lain :Laely Wulandari, S.H., M.Hum. Makalah “Black campaign sebagai tindak pidana politik”Internet :http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/09/12403053/Ini.Jenis.Kampanye.yang.Menyerang.Lawan. (diakses 13 oktober 2012, 16:00)http://id.wikipedia.org/http://abisyakir.wordpress.com/2012/09/17/prediksi-jokowi-menang-di-pilkada-dki-putaran-2/ (diakses 12 februari 2013, 22:08)http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=2319 (diakses 19 februari 2013, 00:51)http://www.merdeka.com/jakarta/tata-pkl-ahok-lirik-pengusaha-pribumi.html (diakses 1 mei2013, 01:00)http://finance.detik.com/read/2013/02/27/144925/2181170/4/ahok-tak-ada-lagi-pengusahadapat-proyek-cuma-karena-kedekatan (diakses 1 mei 2013, 01:10)http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/13/03/19/mjwfr1-ahokkeberatan-dengan-ump-perusahaan-silakan-minggir (diakses 1 mei 2013, 01:13)http://www.wartamerdeka.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2472:waktu-ahok-bupati-belitung-timur-banyak-hajikan-guru-ngaji&catid=77:dki-jakarta&Itemid=420(diakses 1 mei 2013, 01:23)http://www.republika.co.id/berita/menuju-jakarta-1/news/12/08/08/m8g2ta-fitnah-ibujokowi-rhoma-terancam-dipidanakan (diakses 23 april 2013, 18:35)http://ahok.org/berita/news/ini-komentar-ibunda-jokowi-soal-isu-sara/ (diakses 27 april 2013,00.25)
MEMAHAMI POLA KOMUNIKASI SINGLE MOTHER TERHADAP PERKEMBANGAN KONSEP DIRI ANAK PEREMPUAN Astifah Asdir; Sri Budi Lestari; Agus Naryoso; Dwi Purbaningrum
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.026 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah fenomena single mother yang berperan ganda dalam keluarga membuat tugas utamanya sebagai seorang ibu menjadi terabaikan, sehingga tidak sedikit anak menjadi korban dari keadaan keluarga yang tidak utuh. Potret ibu yang dapat memberikan kontribusi positif berperan besar bagi perkembangan konsep diri sebagai pribadi yang positif.Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi antara single mother dalam perkembangan konsep diri anak perempuan. Penelitian ini merujuk pada paradigma interpretif dan teknik analisa data yang mengacu pada fenomenologi. Subyek penelitian ini ialah dua pasang informan dengan ibu yang berperan sebagai single mother dan memiliki anak perempuan 12-21 tahun (usia remaja). Teori yang digunakan adalah teori skema hubungan dalam keluarga, teori kebohongan interpersonal, dan self-disclosure.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang berorientasi pada conversation orientation dan conformity orientation memberikan dampak pada perkembangan konsep diri anak. Hubungan ibu dan anak perempuannya terlihat dari komunikasi yang terjalin dan pengambilan keputusan yang tidak berpusat pada satu pihak semata. Feedback positif dari ibu memunculkan sikap keterbukaan bagi anak sehingga hubungan keduanya semakin intim. Dalam suatu hubungan yang intim, seseorang cenderung memercayai apa yang dikatakan oleh lawan bicaranya. Keterbukaan yang terjalin membuat kedua belah pihak dapat saling memahami satu sama lain meskipun anak pada pasangan kedua terkadang masih ada hal yang ditutupi. Komunikasi yang efektif antara ibu dan anak akan memberikan dampak pada perkembangan konsep diri yang positif pada anak.

Page 81 of 157 | Total Record : 1563