cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Interaksi Online
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Interaksi Online adalah jurnal yang memuat karya ilmiah mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP Undip. Interaksi Online menerima artikel-artikel yang berfokus pada topik yang ada dalam ranah kajian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial
Arjuna Subject : -
Articles 1,563 Documents
Proses Komunikasi untuk Mempertahankan Hubungan Berpacaran Nindya Siniwi; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.791 KB)

Abstract

Hubungan berpacaran terjalin melalui proses komunikasi yang terus berkembang ke arah yang lebih intim, yaitu diawali dengan proses pendekatan untuk mengenal sikap serta kecocokan satu sama lain. Pendekatan tersebut dilakukan melalui tahap perkenalan, penjajagan, penggiatan, dan tahap pengikatan hingga membentuk kebersamaan. Hubungan yang dilandasi oleh rasa saling menyayangi serta adanya komitmen merupakan langkah awal untuk menuju tahap pernikahan. Namun, mereka yang terlibat jarang melakukan pemeliharaan hubungan untuk menjaga kestabilan kualitas hubungan, sehingga rawan terjadi konflik yang dapat berujung pada pemutusan hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi yang dilakukan setiap pasangan untuk mempertahankan hubungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, paradigma interpretif, serta teknik analisa data mengacu pada metode fenomenologi. Subjek penelitian adalah tiga pasang informan yang menjalin hubungan berpacaran. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Relational Maintenance Theory. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa tidak semua pasangan melalui semua tahap atau proses komunikasi untuk menuju hubungan yang lebih intim. Pasangan pertama dan kedua tidak diawali dengan tahap perkenalan, namun diawali dengan tahap penjajagan, penggiatan, dan pengikatan, sedangkan pasangan ketiga melalui semua tahap. Upaya pemeliharaan hubungan untuk mempertahankan hubungan pada ketiga pasangan juga berbeda – beda. Pasangan pertama melakukan upaya openess, assurance, dan avoidance. Upaya yang dilakukan pada pasangan kedua yaitu assurance, avidance, serta humor. Sedangkan pada pasangan ketiga, upaya yang dilakukan adalah assurance, openess, dan avodance. Ketiga pasangan telah melakukan tahap pendekatan serta upaya untuk mempertahankan hubungan dengan caranya masing – masing.
Kampanye Literasi Media “Cerdas Memilah dan Memilih Tayangan Televisi” Abstraksi Dhyah Shanti Nur Kartika; Tandiyo Pradekso; Turnomo Rahardjo; Djoko Setyabudi
Interaksi Online Vol 2, No 3: Agustus 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.796 KB)

Abstract

Semakin banyak bermunculan stasiun penyiaran televisi yang dapat diaksesdengan mudah menimbulkan keprihatinan atas muatan isi siaran televisi khususnya bagianak. Diketahui bahwa tidak semua sajian isi siaran tayangan televisi berkualitas,terdapat tayangan yang cenderung membodohi bahkan masuknya materi orang dewasapada program anak dan penggunaan pemeran anak dalam tayangan. Hal tersebut tidaksesuai dengan kebutuhan perkembangan khususnya pada anak karena belum memilikifilter secara utuh pada pengalaman mengkonsumsi isi siaran televisi. Melalui kampanyeliterasi media dengan tema “Cerdas Memilah dan Memilih Tayangan Televisi” digunakansebagai alat komunikasi pemasaran yang memiliki tujuan agar anak memilikiketerampilan dalam memilah dan memilih tayangan televisi sesuai dengan usia. Hal inisebagai salah satu upaya mengurangi pengaruh negatif isi siaran televisi yang cenderungkurang ramah bagi anak. Sedangkan strategi yang digunakan pada kampanye literasimedia ini menggunakan pendekatan komunikasi persuasif.Kata Kunci : Kampanye, Literasi Media, Komunikasi Persuasif
Produksi Program Acara “Berkah Islami” di Kompas TV Jawa Tengah (Produser) Setiarama .; M.Bayu Widagdo
Interaksi Online Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.36 KB)

Abstract

Television is a medium that is still widely used to obtain information and entertainment by the public. Because of its ease od acces, all people can enjoy television shows. One program that is still in high demand is the religious program. For that reason, the writer and the team created a religious program that could be an alternative choice for the community, namely “Berkah Islami”. Tge producer is in charge of determining the theme, selecting the production team and marketing team, arranging the production schedule, finding sponsors, marketing the program to the audience, and contacting various stockholder during the production process. The Berkah Islami program airs on Kompas TV Jawa Tengah every Sunday at 05.00 AM. Aired for 30 minutes, Berkah Islami discusses about the manners and dunnah that is done everyday. First aired from 1 September 2019 to 24 November 2019.
PENGARUH FREKUENSI AKSES BBM, PATH, FACEBOOK TERHADAP INTENSITAS KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI Dinda Dwimanda Wahyuningtias; Agus Naryoso; Sri Budi Lestari; Joyo NS Gono
Interaksi Online Vol 3, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.56 KB)

Abstract

Komunikasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari selama kita melakukan aktivitas.Semakin seringnya seseorang berkomunikasi informasi yang dipertukarkan semakin dalam dan luas.Tingginya frekuensi komunikasi melalui alat komunikasi yang disebabkan banyak faktor menjadikan orang lebih sering bertukar informasi melalui aplikasi yang tersedia, terlebih lagi kecanggihan teknologi membuat aplikasi komunikasi semakin baik hanya dengan memiliki smartphone sudah tersedia aplikasi seperti BBM, Path dan Facebook yang dijadikan sebagai media untuk bertukar cerita maupun informasi yang bersifat formal.Penelitian ini menggunakan teori CMC (Computer Mediated Communication) teori dimana program-program suatu aplikasi yang dapat menghubungkan dua orang atau lebih dengan suatu jaringan komputer atau format komputer di berbeda tempat. Sedangkan menurut Fulk dan Collins teori Computer Mediated Communication adalah teori yang dimaksudkan bukan tentang bagaimana dua atau lebih mesin saling berhubungan atau berinteraksi tetapi bagaimana dua atau lebih manusia bisa saling berubungan atau berinteraksi dengan dibantu menggunakan alat komputer pada program aplikasi tertentu yang tersedia pada komputer (Fulk dan Collins, 2001). Computer Mediated Communication juga melihat dan mempelajari cara membentuk kepribadian seseorang dengan pertukaran informasi melalui komputer khususnya pada jaringan internet pada komputer. Computer Mediated Communication memberikan dampak sosial kepada manusia. Rice dan Gattiker (2001) menyatakan bahwa Computer Mediated Communication berbeda dari komunikasi tatap muka. Computer Mediated Communication membatasi tingkat interaksi yang bisa menyebabkan penurunan aktifitas. Computer Mediated Communication dapat mengatasi masalah waktu dan keberadaan. Secara keseluruhan penggunaan Computer Mediated Communication menghasilkan beberapa perbedaan dalam komunikasi tatap muka yang dalam hal ini menjelaskan mengenai frekuensi tingginya orang menggunakan aplikasi BBM, Path, Facebook sehingga mengurangi intensitas komunikasi antar pribadi pada mahasiswa perantau yang ada di Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 orang.Analisis yang digunakan adalah korelasi kendalls dengan spss. Hasil uji hipotesis pertama menunjukan bahwa variabel frekuensi akses BBM berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.= 0,000) dengan koefisien korelasi -,509. Hasil uji hipotesis kedua menunjukan bahwa variabel frekuensi akses Path berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.=0,000) dengan koefisien korelasi -,403. Dan hasil uji hipotesis ketiga menunjukan bahwa variabel frekuensi akses Facebook berpengaruh terhadap variabel intensitas komunikasi antar pribadi dan signifikan (sig.= 0,000) dengan koefisien korelasi -,536.Saran yang diberikan penelitian ini adalah menjadikan aplikasi media sosial seperti BBM, Path dan Facebook sebagai media komunikasi dengan menjaga intensitas komunikasi antar pribadi terutama komunikasi pribadi tatap muka agar mampu menghasilkan kualitas komunikasi yang jauh lebih baik.
Pemahaman Pengguna Media Sosial Tinder terhadap Fenomena Kencan Online untuk Menjalin Hubungan Romantis Bagi Penggunanya Kinasih Dwi Cessia; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 6, No 1: Januari 2018
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.84 KB)

Abstract

Online Dating is a social phenomenon that is being popular among people active online users. Supported by an advance technology such as the internet and gadgets, online dating activities may generate new connections even in a romantic relationship. Online dating activities have different understandings for each user. Main differences of users understanding was led the research to conduct. This research aimed to determine the diversity of understanding of social media users Tinder in a romantic relationship through online dating, and how this understanding is raised by users. The results of this study found that each informant has the comprehension distinction in understanding online dating and romantic relationships generated through online dating. There are differences in understanding the variety of comprehension with the dimension of love based on Triangular Theory of Love. First and fourth informants understand the romantic relationship through online dating as a positive and efficient. They also understand it as a deep and meaningful, even feel the relationship result through online dating relationship equal to that generated directly (non-online). So they constructed the understanding by looking for a soul mate through Tinder to dispel loneliness with a serious romantic relationship, i.e. dating. They pay attention to all of love dimension, passion, intimacy and commitment, in understanding each process relationships resulting from online dating through the Tinder. In contrast, the second and third informants understand the romantic relationship through Tinder as the casual relationship. So they constructed a limited meaning as entertainment for having a sex partner or just entertain them when they have conflict with their partner. They only pay attention to the dimensions of the passion in understanding romantic relationships that result from online dating through Tinder.
HUBUNGAN ANTARA TERPAAN BERITA KASUS NARKOBA PESOHOR DENGAN CITRA PESOHOR DI MASYARAKAT Febrian Aditya Putra; Turnomo Rahardjo
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.904 KB)

Abstract

HUBUNGAN ANTARA TERPAAN BERITA KASUSNARKOBA PESOHOR DENGAN CITRA PESOHOR DIMASYARAKATJurnal LatpenPENDAHULUANPesohor sering sekali kita lihat di media massa, khususnya televisi dimanapada akhir-akhir ini televisi adalah sebuah media hiburan termudah, termurahyang bias dijangkau oleh banyak masyarakat. Besarnya kebutuhan masyarakatakan informasi dan hiburan pada media televisi memunculkan beberapa jenisprogram televise baru yang menampilkan sosok pesohor idola dan kehidupanpribadinya diluar pekerjaan seakan masyarakat dibawa lebih deakat dengankehidupan pesohor melalui beberapa program pemberitaan di televisi.Kemasan pemberitaan tentang pesohor sering menjadi komoditas utamatelevisi mengingat banyaknya stasiun televisi yang berlomba untuk memilikiprogram yang sama. Infotainment menampilkan sosok pesohor dalam sudutpandang yang lebih dekat, dan menampilkan apa yang belum pernah dilihatmasyarakat tentang idolanya tersebut. Hal ini berpotensi memunculkan prosesgatekeeping pada masyarakat pada saat menerima informasi. Baik informasi yangbaik atau yang buruk dari pesohor idolanya. Pembentukan citra dan stereotipdapat sangat mudah terjadi bila tayangan pemberitaan pesohor tersebut dilakukansecara berulang-ulang. Walaupun terbentuknya citra tidak dapat diukur secarakasat mata karena adanya faktor dan pengalaman yang berbeda, menjadikanpembentukan citra antar khalayak tidak sama.Belakangan ini kabar tentang pesohor yang terlibat kasus narkoba bukansebuah hal yang baru mengingat televisi beberapa kali menayangkan berita yangserupa. Padahal seharusnya pesohor selalu memberi pengaruh baik kepadamasyarakat untuk menjauhi narkoba karena pesohor memiliki kecenderungandijadikan panutan oleh sebagian masyarakat khusunya penggemar. Yangmemilukan, liputan 6 SCTV 27 Jan 2013 memberitakan bahwa BNN menangkap17 orang di rumah artis Raffi Ahmad satu diantaranya anggota legislatif, dan 3sebagai artis, sedangkan 13 lainnya adalah kawan artis pemilik rumah(sumber:liputan6SCTV)Televisi merupakan salah satu media massa, yang paling dekat denganmasyarakat. Memiliki jaringan yang kuat untuk menyampaikan informasi dengancepat dan memiliki jangkauan yang luas. Selain hal tersebut, televisi memilikipengaruh yang lebih besar dibanding media massa seperti koran dan radio. Beritakasus narkoba pada pesohor yang diangkat oleh infotainment, disiarkan secaralugas dan transparan melalui televisi. Sehingga masyarakat mampu mengetahuikasus narkoba yang dialami pesohor, dengan mudah dan gamblang. Terhitungantara tahun 2005 hingga sekarang, kurang lebih sebelas kasus narkoba yangdialami beberapa pesohor di Indonesia dimana setiap kasusnya dibahas padasetiap acara infotainment yang menbahas secara terus menerus pada jadwalmasing masing saluran televisi.Permasalahannya apakah setelah muncul pemberitaan kasus narkoba parapesohor yag ditayangkan secara terus menerus, akan mempengaruhi citra pesohordi masyarakat. Penelitian ini, mengkaji hubungan antara terpaan berita kasusnarkoba pada masyarakat dengan citra pesohor yang di bentuk oleh masyarakat.PEMBAHASANPesohor sudah menjadi bagian hidup dari masyarakat, sebagai inspiratordan penghibur. Kehidupan Pesohor semakin mendapat perhatian dari khalayakdengan adanya infotainment. Beberapa kali pesohor diberitakan tersangkut kasusyang melibatkan narkoba dan obat-obatan terlarang, sedangkan pesohormerupakan sosok yang banyak ditiru oleh penggemar ataupun pemirsa televisi.Media massa memiliki pengaruh besar kepada khalayak, mampu mempengaruhipemikiran, sikap dan perilaku khalayak. Penelitian ini diinspirasi oleh kutipandalam buku Jalaluddin Rahmat: “informasi itu dapat membentuk,mempertahankan atau meredefinisikan citra” (Rakhmat, 2005: 224). Penelitian inimencari tahu dan membahas hubungan dari pemberitaan kasus narkoba pesohordan citra pesohor di masyarakat.Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungannegatif antara terpaan pemberitaan kasus narkoba pesohor (X) dengan variabelcitra pesohor di masyarakat (Y). Artinya, semakin tinggi terpaan pemberitaankasus narkoba pesohor di televisi maka citra masyarakat mengenai pesohor akancenderung mengarah ke arah negatif..Cumulative Effects Theory dari Elisabeth Noelle-Neuman menyimpulkanbahwa media tidak punya efek langsung yang kuat tetapi efek itu akan terusmenguat seiring dengan berjalannya waktu. Cumulative Effects Theorymenyatakan bahwa tidak ada yang bisa menghindari media, karena sudah kemana-mana, atau pesan media (McQuail, 2011: 216). Di sini teori tersebut terlihatdimana pertama, media membentuk formasi sosial dan sejarah dengan menyusunrealita (dalam fiksi maupun berita) dengan cara yang terprediksi dan terpola. Lalukedua khalayak membentuk sendiri pandangan mereka tentang realita sosial dankedudukan mereka di dalamnya, pada interaksi dengan konstruksi simbolik yangditawarkan media.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kecenderungan hubunganantara terpaan pemberitaan kasus narkoba pesohor di televisi dengan citramasyarakat mengenai pesohor. Tidak adanya kecenderungan hubungan antarakedua variabel tersebut, disebabkan oleh berbagai hal. Salah satu penyebabnyaadalah bahwa citra tidak hanya dibentuk berdasarkan faktor tunggal yang dominanTidak adanya hubungan dari kedua variabel disebabkan oleh berbagai hal,antara lain: Informasi yang diterima masyarakat tentang kasus narkoba pesohor tidak sertamerta memengaruhi citra pesohor yang dibentuk masyarakat. Masyarakat membentuk citra pesohor berdasarkan nilai-nilai yang melekat padacitra pesohor, yakni: gaya hidup pesohor,tutur kata dan penampilan pesohor. Banyak prestasi dan keunggulan yang dimiliki pesohor, sehingga membuat citrayang baik pada pesohor.Citra adalah dunia menurut persepsi kita (Rakhmat, 2005: 223).Informasi yang diterima masyarakat tentang kasus narkoba pesohor merupakansalah satu bentuk dari realita pesohor yang selanjutnya dipahami masyarakat. Darihasil kuesioner dan pengolahan data dapat ditemukan bahwa adanya pemahamanmasyarakat yang cukup baik tentang citra pesohor. citra pesohor di masyarakattergolong cukup baik. Hal tersebut ditandai melalui pandangan masyarakat pada,penampilan, gaya hidup dan tutur kata pesohor yang cukup baikPENUTUPPenelitian ini berangkat dari kutipan dalam buku Jalaluddin Rakhmat, yangmengatakan bahwa: “Buat khalayak, informasi itu dapat membentuk,mempertahankan atau meredefinisikan citra”. (Rakhmat, 2005: 224). Sehinggapenelitian ini mencoba membuktikan apakah informasi tentang kasus narkobayang dialami peshor mampu membentuk, mempertahankan atau meredefinisikancitra pesohor. Setelah dilakukan penelitian dengan melakukan wawancara pada 95responden menggunakan instrumen kuesioner, ternyata menunjukkan hasil bahwainformasi tentang kasus narkoba pesohor tidak secara langsung mempengaruhicitra pesohor di masyarakat.Dalam Penelitian ini, citra pesohor di masyarakat ditandai oleh responden melaluipandangan pada, penampilan, gaya hidup dan tutur kata pesohor yang cukup baik,dimana responden mewakili 4 kategori terpaan pemberitaan kasus narkobapesohor yang ditentukan. Terpaan berita kasus narkoba pesohor yang sangattinggi, cukup tinggi, kurang tinggi dan rendah, dengan jumlah masing – masingkategori yang tidak terlalu jauh atau timpang. Dan akhirnya dapat diketahuibahwa citra pesohor di masyarakat tergolong cukup baik. Hal tersebut ditandaimelalui pandangan masyarakat pada, penampilan, gaya hidup dan tutur katapesohor yang cukup baik.DAFTAR PUSTAKAAbdullah, Irwan. 2007. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: PustakaPelajar.Ang, Ien. 1990. The Nature of the Audience. Dalam Downing, John, Ali Mohammadi,Annabelle Sreberny-Mohammadi [eds]. Questioning The Media: A CriticalIntroduction. California: SAGE Publication Inc.Barker, Chris. (2008). Cultural Studies, Teori & Praktik. Yogyakarta: KreasiWacana.Blake, Marc.2005. How to be a Comedy Writer. Great Britain: Summersdale PublishersLtd.Helitzer, Melvin. 2005.Comedy Writing Secrets. Ohio: F+W Publications, Inc.Rahardjo, Turnomo. 2005. Menghargai Perbedaan Kultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Representasi Freedom dalam ‘The Great Gatsby’ (Analisis Semiotika Pada Tokoh Daisy Buchanan) Fathimatul Muyassaroh; Triyono Lukmantoro; Hapsari Dwiningtyas; Sri Budi Lestari
Interaksi Online Vol 4, No 1: Januari 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.258 KB)

Abstract

The Great Gatsby merupakan sebuah film yang menggambarkan realita kehidupan masyarakat Amerika di tahun 1920an yang penuh hingar bingar. Film ini menarik untuk dikaji karena terdapat penggambaran lain di balik kebebasan perempuan yang ditampilkan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi kebebasan perempuan tersebut melalui tanda-tanda yang terdapat dalam film serta mengetahui ideologi yang terkandung dalam film.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika untuk menganalisis obyek yang diteliti. Teknik analisis data menggunakan konsep pembacaan tanda-tanda dan kode-kode dari John Fiske, yaitu “The Codes of Television”. Analisis film diuraikan secara sintagmatik pada level realitas dan level representasi. Sedangkan analisis level ideologi diuraikan secara paradigmatik.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan perempuan yang ditampilkan merupakan bentuk dari kesewenang-wenangan, sesuai dengan pengertian bentuk-bentuk kebebasan menurut K. Bertens. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa bentuk-bentuk kebebasan perempuan yang ditampilkan dalam film, cenderung masih dangkal. Secara fisik perempuan tampak memiliki kebebasan, namun lebih dalam perempuan masih berada di bawah dominasi laki-laki. Adanya upaya konstruksi sistem patriarki, menyebabkan kaum perempuan menjadi subyek representasi yang mengandung stereotip dalam film, serta menjadi obyek dan kelas kedua yang terpinggirkan bagi kaum laki-laki. Secara keseluruhan, kebebasan perempuan yang ditampilkan dalam film ini sengaja dibuat sebagai objek hiburan industri perfilman saja. Kebebasan perempuan yang ditampilkan dalam film, merupakan sebuah upaya ideologi patriarki untuk menjaga dominasinya, yakni dengan menampilkan berbagai konflik serta masalah yang dihadapi dan ditimbulkan oleh perempuan ketika mereka telah mendapatkan kebebasan sebagai individu.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN INTERNET, INTENSITAS KOMUNIKASI PEER GROUP, STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN INTENSITAS MEMBACA BUKU PADA REMAJA KOTA SEMARANG Afif Hazly Hasibuan; Tandiyo Pradekso
Interaksi Online Vol 7, No 2: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.932 KB)

Abstract

The massive usage of internet often considered as the main factor from the shifting of conventional media usage, as the print book. In spite of that, peer group encouragement and economic ability are giving a contribution to people’s choices regarding to media usage. This research aims to determine the relation of internet usage intensity, peer group communication intensity, social economic status, with the intensity of reading book. This research is using reference group theory and literature review for determining every hypotesis in this research.For the sampling technique, this research is using the non-random sampling technique in convenient sampling method. The number of samples studied is 100 respondents with some characteristics, there are; domicile in Semarang, age range between 15 – 24 years old, active users of the internet and still reading a book. The result of first hypothesis testing is there is no correlation between internet usage intensity with the intensity of reading book with a value 0,071 of significance. The second hypothesis testing result is there is no correlation between peer group communication intensity with the intensity of reading book with a value 0,922 of significance. The third hypothesis testing result is there is a correlation between social economic status with the intensity of reading book with a value 0,019 of significance and -0,234 of correlation coefficient. Through this result, for increasing the intensity of reading book it is suggested that every content creator on the internet for making convergent content that directs every reader to read a book and for every person should bring his favorite books when interacting with their peer group. For book publishers, it is suggested for making brief and comprehensive content like the infographic, so every published book remains interesting to read.
PRODUKSI PROGRAM NEWS FEATURE TELEVISI “IS IT YOU?” DIVISI PENULIS NASKAH Vania Ristiyana; M Bayu Widagdo; Djoko Setyabudi; I Nyoman Winata; Hedi Pudjo Santosa
Interaksi Online Vol 2, No 4: Oktober 2014
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.647 KB)

Abstract

Program news feature merupakan salah satu program televisi yang diciptakan dan diproduksi berdasarkan realitas kehidupan sehari-hari. Dengan menghadirkan program news feature yang ringan maka suatu program bisa dengan mudah di nikmati dan dipahami oleh khalayak luas, terkhusus target audiens yang ingin dicapai. Dengan melihat keunggulan dari news feature maka dibuatlah suatu program news feature berjudul “IS IT YOU?”. “IS IT YOU?” merupakan suatu program news feature yang akan mengangkat realitas kehidupan anak muda jama sekarang, dengan kemasan yang menghibur tetapi tidak mengesampingkan unsur edukasi di dalamnya. Fenomena di sekitar anak muda sekarang ini yang nantinya akan dikritisi lewat program news feature ini.Pada program news feature “IS IT YOU?” penulis bertugas sebagai penulis naskah. Penulis naskah merupakan blueprint untuk semua tim produksi, karena naskah yang dibuat nantinya akan menjadi pedoman dalam pengambilan gambar hingga proses editing. Penulis naskah lebih banyak melakukan tugas pada saat pra produksi dengan melakukan riset naskah, riset narsumber dan juga pembuatan Standard Sequence Guide. Saat produksi berlangsung terdapat perubahan beberapa episode dan juga perubahan angel, sehingga penulis naskah harus membuat naskah yang baru, selain itu penulis naskah juga mempersiapkan list pertanyaan tambahan untuk setiap wawancara, sebagai cadangan ketika wawancara kekurangan list pertanyaan dan durasi yang dibutuhkan masih panjang. Kemudian beberapa hambatan juga dialami oleh penulis naskah kebanyakan terjadi ketika pergantian angel dan juga episode sehingga penulis naskah harus melakukan riset ulang dengan rentan waktu yang singkat. Tetapi secara keseluruhan dari testimoni yang diberikan oleh beberapa masyarakat bahwa isi dari program news feature sudah pas karena memang sekarang ini fenomena yang terjadi pada anak muda seperti itu, dan juga pertanyaan-pertanyaan yang diajukan juga sudah cukup memberikan sentilan kepada anak muda, tetapi terdapat beberapa bagian yang harus masih diperbaiki agar program news feature “IS IT YOU?” bisa lebih baik.Kata kunci : Realitas Anak Muda, Penulis Naskah, News feature, Karya Bidang
THE PHENOMENON OF UTILIZATION INSTAGRAM AS A PERSONAL BRANDING MEDIUM Tatia Ridho Ramadhanti; Agus Naryoso, S.Sos, M.Si
Interaksi Online Vol 4, No 4: Oktober 2016
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.08 KB)

Abstract

The widespread of social networking instagram among modern society especially among young people makes social networking instagram very popular today. Instagram popularity cannot be separated form their role as social network that uses the image as a communication tool. Allowing users create their personal galleries. Instagram allows user to show photos and edit it using the features provided in it. Instagram also allows users to do a personal branding through photo they uploaded as wes as through the caption and the hastag which can be added to optimalized the use of SEO (Search Engine Optimizer). This study aimed to describe the individual’s experience in conducting their personal branding instagram through social networking. In this study, the theory used is the dramaturgy of Erving Goffman, supported by interactionism symbolic theory and the theory of personal branding. Experience of this individuals expressed in descriptive qualitative method that focus on invidual’s experience using in-depth interviewed technique to the informant who is an active user of instagram and have been using this social media for more than a year. This study had been done to an individu that has a hobby of photgraphy that has been using instagram for more than a year, had uploaded more than 300 picture and have more than 3000 follower. The result of this study indicate that the social networking instagram user can perform personal branding by presenting their self as good as possible in order or achieve the goal they desired. Instagram is a media that can be used as a medium to communicate its personal branding through photo, caption, hastag, and also comment section. To achieve its objectives of personal branding, the user plays the role of front stage to perform impression management in order to achieve their goal, while at the back stage, users try to maintain things as best as possible so that couldn’t damage their reputation and not to be seen by others and prepare picture, caption and hastag to post as a tool of their personal branding .

Page 82 of 157 | Total Record : 1563