cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Ungkapan Keprihatinan dalam “Maklumat Akal Sehat” (Analisis Wacana Kritis terhadap Maklumat Rocky Gerung dkk) Andi Indah Yulianti; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.961

Abstract

This paper seeks to reveal how the use of language in the form of lexical choices in "Maklumat Akal Sehat" when associated to the ideology and academic background of the initiators. This study used Teun van Dijk's Critical Discourse Analysis approach which divides discourse into three dimensions, namely the dimensions of text, social cognition, and social context. From the findings and discussion, it can be concluded that "Maklumat Akal Sehat" are dominant in lexical choices. The emerging lexicon illustrates concerns about democracy in Indonesia. The lexicons that appear are mostly related to politics, law, certain political understandings/ideology, and words that are slightly less prevalent (tunaide, tunakualitas, multimatra), because basically this decree is composed by several figures with different academic background and most of them are activists, writers, human rights watchdogs, lecturers of philosophy, etc. so, those things directly and indirectly influence the lexical choice in the decree.  ABSTRAKTulisan ini berusaha untuk mengungkap bagaimana penggunaan bahasa berupa pilihan leksikal dalam ”Maklumat Akal Sehat” jika dihubungkan dengan ideologi dan latar belakang akademik para penggagasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Critical Discourse Analysis Teun van Dijk yang membagi wacana ke dalam tiga dimensi yaitu dimensi teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dari hasil temuan dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa “Maklumat Akal Sehat” dominan pada pilihan leksikal. Leksikon yang muncul menggambarkan keprihatinan terhadap demokrasi di Indonesia. Leksikon-leksikon yang muncul sebagian besar berhubungan dengan politik, hukum, paham/ajaran politik tertentu, dan kata-kata yang sedikit kurang lazim (tunaide, tunakualitas, multimatra), karena pada dasarnya maklumat ini disusun oleh beberapa tokoh dengan latar belakang akademis yang berbeda-beda dan sebagian besar merupakan aktivis, sastrawan, penggiat HAM, dosen filsafat, dan lain-lain sehingga secara langsung dan tak langsung turut memengaruhi dalam pemilihan kata dalam maklumat tersebut.
DIAGNOSA DISLEKSIA MENGGUNAKAN APLIKASI PREDIKSI KATA Tri Wahyu Retno Ningsih; Ichwan Suyudi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v4i1.21

Abstract

Aplikasi word prediction adalah suatu alat bantu pengetikan kata secara otomatis untuk memprediksi kata yang akan diketik. Tujuan penelitian ini adalah menguji aplikasi prediksi kata untuk proses pemerolehan kata pada anak. Aplikasi ini dapat mengoreksi huruf yang salah sehingga dapat meminimalkan kesalahan pengetikan. Dengan aplikasi ini anak dapat memilih kata yang diinginkan berdasarkan daftar kata yang muncul di layar komputer sehingga anak tidak perlu mengetik alfabet berikutnya. Anak yang mempunyai kendala visual dapat terbantu dengan mengenali huruf yang akan dipilih untuk mengetik kata yang diinginkan.
Referential Choice in the Written Narratives of Indonesian Adults Katharina E. Sukamto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2930

Abstract

This study aims to describe the referential choice of two protagonist animate characters in a silent six-minute film entitled The Pear Story (Chafe, 1980). A total of 80 undergraduate and graduate Indonesian students were asked to watch the film and then retell the story by writing a narrative about the film in Indonesian. Findings indicate that when the protagonist animate referents are mentioned for the first time, a classifier seorang ‘a person’ is always used before the NP. When they are reactivated, they are mostly expressed by zero, pronouns dia or ia ‘he’, clitic –nya ‘his’ or ‘him’, NPs with determiners ini ‘this’, itu ‘that’, tersebut ‘aforementioned’, tadi ‘mentioned before’, NPs with relative clauses and NPs with definite articles si or sang ‘the’ which are often used in fables or tales. This study also demonstrates that the choice of anaphoric expressions of the protagonists is determined by factors such as referential distance and referential interference. This study confirms other cross-linguistic studies about referential choice – that there is a correlation between salience and referring expressions in discourse. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan penggunaan acuan untuk dua tokoh utama dalam film bisu berdurasi enam menit yang berjudul The Pear Story (Chafe, 1980). Sebanyak 80 mahasiswa Indonesia tingkat Strata 1 dan Pascasarjana di sebuah universitas swasta diminta untuk menonton film tersebut dan kemudian menuliskan narasi mengenai film itu dalam bahasa Indonesia. Data menunjukkan bahwa jika referen kedua tokoh utama tersebut disebutkan untuk pertama kalinya, bentuk leksikal seorang selalu muncul sebelum frasa nomina (FN). Jika referennya diaktifkan kembali, maka yang digunakan adalah zero, pronomina dia atau ia, klitik –nya, FN + ini/itu/tersebut/tadi, FN + klausa relatif, dan si/sang + FN. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pilihan bentuk anaforik untuk kedua tokoh utama itu ditentukan oleh faktor jarak antara referen dan anteseden dan juga oleh adanya interferensi referen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lintas bahasa mengenai pilihan acuan, yaitu bahwa ada korelasi antara referen utama dan bentuk acuannya.
Promotion of West Sumatra Tourism in the Creative Industry and Its Strategic Value in the Language of Promotion Adjuoktoza Rovylendes; Arnailis Arnailis; Yusnelli Yusnelli; Murniati Murniati; Ferry Herdianto; Nofridayati Nofridayati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.5839

Abstract

The advancement of tourism in Indonesia has been facilitated through various implicit and nuanced approaches, such as language-based activities and innovative sectors. The availability of promotional texts in the form of language games can be considered a strategic asset, as it can capture the reader's attention and sustain their interest throughout the text, particularly in the context of tourism. The study employed various methodologies such as data acquisition and gathering, data classification and evaluation, and recording the results. A comprehension strategy is a familiar approach wherein we focus on the textual representation of information. The data analysis findings indicate that the utilization of promotional texts in the form of language games possesses a certain degree of strategic significance. This value is exemplified notably through the existence of syntactic deviation, equivocal forms, phonetic wordplay, and the accuracy of vocabulary.  AbstrakKemajuan pariwisata di Indonesia telah difasilitasi melalui berbagai pendekatan implisit dan bernuansa, seperti kegiatan berbasis bahasa dan sektor inovatif. Ketersediaan teks promosi dalam bentuk permainan bahasa dapat dianggap sebagai aset strategis, karena memiliki potensi untuk menarik perhatian pembaca dan mempertahankan minat mereka sepanjang teks, khususnya dalam konteks pariwisata. Studi ini menggunakan berbagai metodologi seperti perolehan dan pengumpulan data, klasifikasi dan evaluasi data, dan pencatatan hasil. Strategi pemahaman adalah pendekatan yang akrab bagi kami, di mana kami memusatkan perhatian kami pada representasi informasi secara tekstual. Temuan analisis data menunjukkan bahwa pemanfaatan teks promosi dalam bentuk permainan bahasa memiliki tingkat signifikansi strategis tertentu. Nilai ini dicontohkan terutama melalui adanya penyimpangan sintaksis, bentuk samar-samar, permainan kata fonetik, dan keakuratan kosa kata.
Neologisme dalam Penamaan Kuliner Nusantara: Analisis Makna dan Pola Pembentukan Akronim Nafri Yanti; Mekar Ismayani; Ria Saputri
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8357

Abstract

This research is motivated by limited research on neologisms, particularly acronyms, in the context of the Indonesian language. The research aims to identify and analyze the processes of acronym formation in the names of culinary items across the Indonesian archipelago. The study employs a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through literature review, interviews, and direct observation. The findings reveal 63 culinary name acronyms, of which 14 have been officially recorded in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Most acronyms originate from West Java Province, particularly the city of Bandung, indicating the richness of local culinary culture and the community’s creativity in generating unique names. The analysis shows that the majority of acronyms consist of two syllables (74.60%), with a dominant phonological pattern of KV–KVK. The process of acronym formation generally involves combining the initial syllabic elements of the words that make up the culinary names, as seen in examples such as “cireng” (from “aci digoreng”, meaning fried tapioca starch) and “cilok” (from “aci dicolok”, meaning skewered tapioca starch). The study also reveals that acronyms are used to simplify pronunciation in everyday communication while simultaneously reflecting local identity. The results of this study are expected to enrich references in ethnolinguistic studies and serve as a consideration for expanding vocabulary entries in the KBBI, particularly for popular acronym-based culinary names. This research contributes to documenting linguistic cultural heritage through traditional Indonesian cuisine. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya kajian neologisme, khususnya akronim dalam konteks bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pembentukan akronim pada nama-nama kuliner di Nusantara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, wawancara, dan observasi langsung. Dari hasil penelitian, ditemukan 63 akronim nama kuliner, dengan 14 di antaranya telah terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sebagian besar akronim berasal dari Provinsi Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, yang menunjukkan kekayaan budaya kuliner lokal dan kreativitas masyarakat dalam menciptakan nama-nama unik. Analisis menunjukkan bahwa mayoritas akronim memiliki dua suku kata (74,60%) dengan pola fonologis dominan KV-KVK. Proses pembentukan akronim umumnya menggabungkan elemen suku kata awal dari kata-kata penyusun nama kuliner, seperti pada "cireng" (aci digoreng) dan "cilok" (aci dicolok). Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa akronim digunakan untuk mempermudah penyebutan dalam komunikasi sehari-hari sekaligus mencerminkan identitas lokal. Hasil kajian ini diharapkan dapat memperkaya referensi dalam studi etnolinguistik serta menjadi bahan pertimbangan dalam menambah kosakata pada KBBI, khususnya untuk nama-nama kuliner populer berbasis akronim. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam mendokumentasikan warisan budaya bahasa melalui kuliner khas Indonesia.
KARAKTERISTIK PEMAKAIAN BAHASA DALAM TULISAN PADA BODI BEMO DAN TRUK DI SURABAYA Foriyani Subiyatningsih
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v2i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik pemakaian bahasa dalam tulisan pada bodi bemo dan truk di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Data penelitian adalah penggunaan satuan lingual berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat pada bodi bemo dan truk yang melintas di sepanjang jalan di Surabaya dan tulisan pada truk yang dimuat di internet. Penyediaan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan catat, dengan teknik sadap dan dengan teknik lanjutan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih (beserta teknik-tekniknya). Penelitian ini menghasilkan hal-hal, antara lain berupa (1) perubahan fonem, (2) pelesapan dan penambahan fonem, (3) kata bahasa Inggris dibaca dengan lafal bahasa Indonesia atau bahasa Jawa, (4) kata bahasa Inggris ditulis sesuai dengan lafal bahasa Indonesia, (5) bilangan dan angka sebagai representasi huruf, suku kata, atau kata, (6) singkatan, (7) akronim, (9) bentuk plesetan, (10) penulisan kata yang bervariasi, dan (12) tulisan yang disertai lukisan.