cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
PERIBAHASA: KEARIFAN LOKAL PEMBENTUK KARAKTER ANAK-ANAK DAYAK MAANYAN DI KALIMANTAN TENGAH R. Hery Budhiono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v5i1.35

Abstract

The proverbs of Dayak Maanyan that became the object of this research are associated with the character building of the child speakers of the language. The objective of this research is to find the connection between the meaning of the Dayak Maanyan proverbs and the characters of its speakers. This descriptive qualitative research is divided into three stages, namely data provision, analysis and presentation. The data are Dayak Maanyan proverbs which then analyzed and elaborated informally using qualitative narration. Some of the proverbs contain noble teachings and sermons in addition to its unbounded-by-time-and-space nature. One of the proverbs is “Nyalah karewau napait hang urung” which means “like a buffalo pulled in nose”. This proverb is about firmness and confidence. By having these characters, one is expected to recognize their own self and then learn to comprehend and appreciate others. This noble values will build strong characters and spirits if applied continuously. ABSTRAKPeribahasa Dayak Maanyan yang menjadi subjek penelitian ini berusaha dikaitkan dengan pembentukan karakter anak-anak penutur bahasa tersebut. Tujuan ditulisnya penelitian ini adalah mencari hubungan antara makna peribahasa Dayak Maanyan dengan karakter penuturnya. Penelitian deskriptif kualitatif ini terbagi menjadi tiga tahap, yaitu penyediaan data, analisis, dan penyajian hasil analisis. Data berupa peribahasa Dayak Maanyan. Kemudian, dianalisis dan diuraikan secara informal menggunakan narasi kualitatif. Beberapa peribahasa memang mengandung ajaran dan nasihat yang bernilai luhur di samping sifatnya yang tidak terikat ruang dan waktu. Salah satunya adalah peribahasa “Nyalah karewau napait hang urung” yang bermakna seperti kerbau ditarik di hidungnya. Peribahasa tersebut mengandung makna tentang keteguhan pendirian dan kepercayaan diri. Berbekal dua kecakapan tersebut seseorang diharapkan mampu mengenali diri sendiri dan selanjutnya menyelami dan menghargai orang lain. Nilai-nilai luhur seperti ini akan membentuk karakter dan jiwa yang kuat jika malar diterapkan.
Language Variations for Tourism Sectors around of English and Dutch Colonial Buildings: Sociolinguistics and Ethnolinguistics Studies Inayatul Mukarromah; Sitti Zulaihah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 1 (2023): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i1.4666

Abstract

The purpose of this research is to know the language variations through Sociolingustics and ethnolinguistics studies in the English heritage and colonial building areas. The approach used in this research is qualitative. The strategy of in this research designed by combining the qualitative research design from Lincoln (2003) with the descriptive qualitative research design from Permadi (2013). The research results in the emergence of code-mixing and code-switching in society. There are several languages are spread in those cultural heritage, such as: Chinese, Melayu, Arabic, Bugis, Maduresse and Indonesia. While, Banyuwangi has Oseng Language.Thus, the conclusion that it is necessary to understand the potential of the language used in society. In this case, not only the text but its use in social and cultural contexts because language does not only depend on its social aspects in the sense of how language is used in social contexts and culture but then how language finally can be an additinaol potention to support colonial tourism destination in Banyuwangi.  AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi bahasa melalui pendekatan sosiolingusitik dan ethnolingusitik di Kawasan cagar budaya Inggrisan dan dua bangunan kolonial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini dirancang dengan mengkomibansi antara desain penelitian kualitatif dari Lincoln (2003) dan desain kualitatif deskriptif Permadi (2013).  Hasil penelitian yang didapat bahwa terdapat campur kode dan alih kode dalam kehidupan di masyarakat. Ada beberapa bahasa yang tersebar dalam warisan budaya tersebut, seperti: Cina, Melayu, Arab, Bugis, Madura dan Indonesia. Dengan demikian, kesimpulan dalam penelitian ini adalah perlunya memahami potensi bahasa yang digunakan dalam masyarakat. Dalam hal ini, bukan hanya teksnya tetapi penggunaannya dalam konteks sosial dan budaya karena bahasa tidak hanya bergantung pada aspek sosial dan budaya saja tetapi bagaimana bahasa kemudian bisa dijadikan sebagai potensi tambahan untuk menunjang destinasi pariwisata kolonial di Banyuwangi.  
K-Medoids Clustering untuk Pembentukan Database Stopword Bahasa Jawa Aji Prasetya Wibawa; Farid Miftahuddin; Suyono Suyono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.2125

Abstract

Stopword is a word that can be ignored in the natural language process. This word removal process does not affect the text analysis process. The technique used to remove stopword is called Stopword Removal. This technique matches words to a stopword list. If the word is in the list it will be deleted. Javanese language to date still has a limited list of stopword. This study aims to form a list of stopword using cluster techniques namely K-medoids clustering. This technique groups words by occurrence in Javanese text. Each cluster result is tested by matching it with a stopword of javanese expert identification. The results of this study suggest that the stopword produced by k-medoids clustering with a value of K=13 has an accuracy of 70.5%. AbstrakStopword merupakan kata yang bisa diabaikan dalam permrosesan bahasa alami. Proses penghapusan kata ini ini tidak mempengaruhi proses analisis teks. Teknik yang digunakan untuk menghapus stopword disebut Stopword Removal. Teknik ini mencocokkan kata dengan daftar stopword (stoplist). Apabila kata tersebut terdapat pada daftar maka akan dihapus. Bahasa jawa sampai saat ini masih memiliki daftar stopword yang terbatas. Penelitian ini bertujuan membentuk daftar stopword menggunakan teknik cluster yakni K-medoids clustering. Teknik ini mengelompokkan kata berdasarkan kemunculan dalam teks bahasa Jawa. Dalam penerapannya, metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lima tahap. Tahapan penelitian tersebut dimulai dari pengumpulan dataset, preprocessing data, clustering, dan terakhir adalah evaluasi. Setiap hasil cluster diuji dengan mencocokkannya dengan stopword hasil identifikasi ahli bahasa Jawa. Hasil penelitian ini menunujkkan bahwa stopword yang dihasilkan k-medoids clustering dengan nilai K=13 yang memiliki akurasi sebesar 70,5%.
Analisis Wacana Kritis dalam Bidang Pendidikan: Analisis Bibliometrik Yusep Ahmadi F; Yusuf Anbar Firdausi; Wawan Gunawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.5311

Abstract

This research aims to present trends and developments in the results of critical discourse analysis research in the field of education using bibliometric analysis methods. The data source for this research is AWK journal articles in the education sector indexed by Scopus. Data was collected via the Publis or Perish application, with the keywords Critical Discourse Analysis, Education and Learning; year of publication in the last 5 years, namely between 2017 s.d. 2022, Scopus indexer. Based on this technique, 52 journal articles were obtained which were declared valid according to the problem and research objectives. The research results show that the trending problem or issue studied by AWK researchers in the field of education is the issue of representation and underrepresentation of cultural values and certain cultural groups in educational discourse; the most widely used AWK model is the Fairclough AWK model; The trend for most AWK research publications in the field of education is in the journal Linguistics and Education. Meanwhile, the research country that has contributed the most to AWK research in the field of education is researchers from the United States, while the development of AWK research in the field of education indexed by Scopus in the last 5 years was mostly published in 2018. This research implies that discourse is a means of practicing social representation which is still conditional on inequality. Even though it is in the context of education, inequality still occurs. Starting from there, the recommendation for AWK researchers in the field of education is to be able to research and develop a balanced communication formula, both communication in learning resources and in the learning process. AbstrakPenelitian ini  bertujuan untuk menyajikan  tren dan perkembangan hasil penelitian  analisis wacana kritis dalam bidang pendidikan dengan metode analisis bibliometrik.  Sumber data penelitian ini adalah artikel-artikel jurnal   AWK bidang pendidikan yang terindeks Scopus. Data dijaring melalui aplikasi Publis or Perish, dengan kata kunci Critical Discourse Analysis, Education dan Learning; tahun terbit 5 tahun terakhir, yaitu antara 2017 s.d. 2022, pengindeks Scopus. Berdasarkan teknik tersebut didapatkan 52 artikel jurnal yang dinyatakan valid sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Hasil penelitian menujukkan  bahwa tren masalah atau isu yang diteliti peneliti AWK dalam bidang pendidikan adalah isu representasi dan underrepresented terhadap nilai kultural dan kelompok kultural tertentu dalam sebuah wacana pendidikan; model AWK yang paling banyak digunakan adalah model AWK Fairclough; tren tempat publikasi penelitian AWK dalam bidang pendidikan yang paling banyak adalah pada jurnal Linguistics and Education. Sementara itu, negara peneliti yang paling banyak berkontribusi dalam penelitian AWK bidang pendidikan adalah peneliti asal Amerika Serikat, sedangkan perkembangan penelitian AWK bidang pendidikan yang terindeks Scopus dalam 5 tahun tahun terakhir ini banyak diterbitkan pada tahun 2018. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa wacana merupakan sarana praktik representasi sosial yang masih syarat dengan ketimpangan. Sekalipun itu pada konteks pendidikan, ketimpangan itu masih terjadi. Berangkat dari sana, rekomendasi bagi peneliti AWK bidang pendidikan adalah untuk dapat meneliti dan mengembangkan formula komunikasi yang seimbang, baik komunikasi yang ada dalam sumber belajar maupun dalam proses pembelajaran. 
Prawacana, Daftar Isi, Abstrak Ranah, Jurnal Kajian Bahasa
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v5i1.656

Abstract

Javenglish: Permainan Bahasa di Era Masyarakat Multilingual. Alip Sugianto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2146

Abstract

Javanglish is a combination of two languages, namely Java or Java with English or English. These two languages are very interesting to study with a sociolinguistic approach because both languages contain linguistic and social facts. This study aims to determine the form of language games used in Javenglish, and the similarities and differences between the two languages. The method in this study went through three stages, namely provision, analysis and exposure. The results show that Javenglish aims to play language by gathuk mathuk between Javanese and English so that it creates a uniqueness, and it's funny because there are several language element games in the form of phonological games or language sounds, and semantic games or language meanings. AbstrakJavenglish merupakan penggabungan dari dua bahasa yaitu bahasa Jawa atau Java dengan bahasa Inggris atau English. Kedua bahasa tersebut sangat menarik dikaji dengan pendekatan sosiolinguistik karena dalam dua bahasa tersebut mengandung fakta bahasa dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk permainan bahasa yang digunakan dalam Javenglish, dan kesamaan dan perbedaan di antara dua bahasa tersebut, metode dalam penelitian ini melalui tiga tahap yaitu penyediaan data, analisis, dan pemaparan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Javenglish bertujuan untuk permainan bahasa dengan cara gathuk mathuk antara bahasa Jawa dan English sehingga memunculkan keunikan dan lucu karena terdapat beberapa permainan unsur bahasa berbentuk seperti permainan fonologi atau bunyi bahasa dan permainan semantik atau makna bahasa.
Pembelajaran Terdiferensiasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara pada Siswa SMA di Indonesia: Sebuah Eksperimen di Kelas Maria Ulviani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7796

Abstract

This study aims to determine the impact of the implementation of differentiated learning models on speaking literacy in the Indonesian language subject in class X of SMA Unismuh Makassar. The research method used is a quantitative approach with an experimental design. The study population included all students of class X of SMA Unismuh Makassar, with samples consisting of two classes: the experimental class (X Amanah, 35 students) and the control class (X Kreatif, 36 students). Data collection techniques include written tests, speaking tests, observations, and interviews. Data were analyzed using Descriptive Statistics and Inferential Statistics. The results of the study showed a significant impact of the differentiated learning model on speaking literacy. Based on the Mann Whitney test, the average value in the control class was 81.3056 with a standard deviation of 7.285, while in the experimental class the average was 79.0571 with a standard deviation of 6.978. The average difference of 2.2485 shows that the control value is higher than the experiment, but the significance value of 0.302 (> 0.05) indicates that this difference is not significant, so H0 is accepted and H1 is rejected. On the other hand, in further analysis, the average control value is 80.194 with a standard deviation of 6.440, while the average experimental value increases to 90.028 with a standard deviation of 5.586. The average difference of -9.834 shows that the experimental value is higher than the control, with a significance value of 0.000 (< 0.05), which indicates a significant difference, so H0 is rejected and H1 is accepted. This finding proves that the differentiated learning model has a significant positive effect on improving students' speaking literacy in Indonesian subjects compared to conventional learning methods. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran berdiferensiasi terhadap literasi berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas X SMA Unismuh Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X SMA Unismuh Makassar, dengan sampel terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen (X Amanah, 35 siswa) dan kelas kontrol (X Kreatif, 36 siswa). Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, tes berbicara, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya dampak signifikan model pembelajaran berdiferensiasi terhadap literasi berbicara. Berdasarkan uji Mann Whitney, diperoleh rata-rata nilai pada kelas kontrol sebesar 81,3056 dengan standar deviasi 7,285, sedangkan pada kelas eksperimen rata-rata sebesar 79,0571 dengan standar deviasi 6,978. Selisih rata-rata sebesar 2,2485 menunjukkan nilai kontrol lebih tinggi daripada eksperimen, namun nilai signifikansi sebesar 0,302 (> 0,05) menunjukkan bahwa perbedaan ini tidak signifikan, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Sebaliknya, pada analisis lanjutan, rata-rata nilai kontrol sebesar 80,194 dengan standar deviasi 6,440, sementara rata-rata nilai eksperimen meningkat menjadi 90,028 dengan standar deviasi 5,586. Selisih rata-rata sebesar -9,834 menunjukkan bahwa nilai eksperimen lebih tinggi dari kontrol, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan perbedaan yang signifikan, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini membuktikan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan berpengaruh positif terhadap peningkatan literasi berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional.
Ketegaran Konstruksi Katek dan Variannya dalam Bahasa Melayu Palembang NFN Houtman
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 2 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i2.863

Abstract

This research is a morphosemantic study that observes the power of form and meaning from katek lingual unit and its variants, i.e. dak katek, katek idak, katek-katek, tek-katek, dak katek-katek, and dak katek idak, that derived from Palembang-Malay language. This research category is qualitative, based its analysis upon the equivalences between adaptations of linguistic, social, and meaning. This equivalence concept is applied to notice the form and meaning of communication from local language users, in this case is Palembang language speech-act in their utterances. The technique used in collecting data is note taking and interview. The data analysis method used is analytical method, prevalently used in syncronical linguistics research. Data analysis used is method of equivalent with corresponding comparative linking technique and differentiating comparative linking technique. Research result showed that for Palembang people, the derivative of dak katek, katek idak, katek-katek, tek-katek, dak katek-katek, and dak katek idak which came from the same root, that is katek which means ‘nothing’, experienced development and reinforcement of meaning in accordance with the given language phenomenon. These derivatives experienced meaning adaptation based on the pace of the social changing of the users. ABSTRAKPenelitian ini merupakan kajian morfosemantik yang melihat daya bentuk dan makna satuan lingual katek dan variannya, yaitu dak katek, katek idak, katek-katek, tek katek, dak katek-katek, dan dak katek idak, yang berasal dari bahasa Melayu Palembang. Kategori penelitian ini adalah kualitatif yang mendasarkan kajiannnya pada kesepadanan antara adaptasi linguistik, sosial, dan makna. Konsep kesepadanan diterapkan untuk melihat bentuk dan makna komunikasi pengguna bahasa tempatan, dalam hal ini adalah tindak tutur bahasa Palembang. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik catat dan wawancara. Dalam analisis data digunakan metode padan dengan teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung banding membedakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi masyarakat Palembang, bentukan dak katek, katek idak, katek-katek, tek katek, dak katek-katek, dan dak katek idak yang berasal dari akar kata yang sama, yakni katek yang bermakna ‘tidak ada’ mengalami perkembangan dan penguatan makna sesuai dengan fenomena bahasa yang ada. Bentukan tersebut mengalami adaptasi makna berdasarkan laju perubahan sosial penggunanya.
Tinjauan Pragmatik Siber Pada Acara Virtual Doa Lintas Agama Pray from Home untuk Mengatasi Pandemi Covid-19 Sahrul Romadhon; Ardi Wina Saputra; Denny Adrian Nurhuda
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5195

Abstract

The purpose of this study is to explain the government's role in overcoming the Covid-19 problem through the socialization of PrayfromHome as an effort to improve ways to improve themselves in increasing the immunity of religious communities. This was done because a vaccine for the Covid-19 virus has not yet been found. To find out the role of the government, the researchers conducted data collection based on the propositions contained in the virtual joint editorial prayer offered by policy makers and representatives of interfaith prayer. The method used in this research is a qualitative research based on cyber pragmatics based on each thematic content contained in the editorial propositions of the prayers offered. The results of the study show that Pray from home activities have thematic content which is divided into (1) from the policy makers, the Covid-19 outbreak requires every religious adherent to provide physical and mental enthusiasm as an initial provision of intangible vaccines for the Indonesian people, (2) from the representative side of inter-religious prayer that raises several inner conditions, including (a) there are several acknowledgments of mistakes for all actions carried out in the world to the Creator before asking for the world to return to normal, (b) the existence of a form of superiority of God's natural power, as the greatest power, a place to surrender, (c) hope for all parties involved or at the forefront in handling the Covid-19 pandemic so as not to provide strength and safety during the handling process. AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran pemerintah dalam mengatasi permasalahan Covid-19 melalui sosialisasi doa bersama PrayfromHome sebagai upaya meningkatkan keimanan yang berujung pada peningkatan imun umat beragama. Hal itu dilakukan karena vaksin dari virus Covid-19 belum ditemukan. Untuk mengetahui peran pemerintah tersebut, peneliti melakukan pengambilan data berdasarkan proposisi-proposisi yang terdapat dalam redaksional doa bersama secara virtual yang dipanjatkan oleh pemangku kebijakan dan perwakilan pendoa antaragama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif berbasis analisis pragmatik siber berdasarkan setiap muatan tematik yang terdapat dalam proposisi-proposisi redaksional doa yang dipanjatkan. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Pray from Home memiliki muatan tematik yang terbagi atas (1) dari sisi pemangku kebijakan, adanya wabah pandemi Covid-19 ini mengharuskan setiap pemeluk agama untuk memberikan penguatan diri secara fisik maupun mental sebagai bekal awal vaksin tak benda bagi masyarakat Indonesia, (2) dari sisi perwakilan pendoa antaragama yang memunculkan beberapa kondisi batiniah, di antaranya (a) terdapat beberapa pengakuan kekhilafan atas segala perbuatan yang dilakukan didunia kepada Sang Pencipta sebelum meminta agar dunia kembali seperti sediakala, (b) adanya bentuk superioritas kekuatan alami Tuhan, sebagai kekuatan terbesar, tempat memasrahkan diri, (c) terselipkan harapan kepada semua pihak yang terlibat atau garda terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19 agar diberikan kekuatan serta keselamatan selama proses penanangan wabah berlangsung. 
Lullabying in Javanese Caregiver-Infant Interaction: A Discursive-Integrative Pragmatic Approach R. Kunjana Rahardi; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8384

Abstract

The objective of this research was to depict pragmatic functions of lullabying within the Javanese cultural context, examining how linguistic practices in early infant caregiving facilitate emotional bonding, cultural transmission, and behavioral socialization. Utilizing a qualitative, discursive-integrative pragmatic framework, the research employs multimodal discourse analysis on verbal lullabies collected from digital social media platforms, notably TikTok. Data were collected using the observation method combined with the note-taking technique. Subsequently, the data were analyzed through the application of a contextual analysis method. The results of the analysis reveal five pragmatic functions of lullabying in Javanese caregiving practices. These five functions are as follows: (1) shooting songs using metaphorical language to convey protection and comfort; (2) onomatopoeic refrains that leverage rhythmic repetition to capture attention and induce calm; (3) ludic and culturally embedded references connecting infants to Javanese heritage; (4) vernacular intimacy that subtly guides behavior through affectionate, colloquial speech; and (5) playful nonsense lullabies infused with domestic referentiality to create soothing yet engaging interactions. These findings reveal lullabying as a complex pragmatic performance deeply rooted in Javanese values such as humility, social harmony, and compassion, serving not only as a means of soothing but also as a culturally specific mechanism for early moral and social education. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan fungsi-fungsi pragmatik dari aktivitas meninabobokan dalam konteks budaya Jawa, dengan menelaah bagaimana praktik kebahasaan dalam pengasuhan bayi pada tahap awal berperan dalam membangun ikatan emosional, mentransmisikan nilai budaya, serta melakukan sosialisasi perilaku. Dengan menggunakan kerangka pragmatik kualitatif berorientasi diskursif-integratif, penelitian ini menerapkan analisis wacana multimodal terhadap lagu-lagu nina bobo yang dikumpulkan dari media sosial digital, khususnya TikTok. Data dikumpulkan melalui metode observasi yang dipadukan dengan teknik pencatatan. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode analisis kontekstual. Hasil analisis mengungkap lima fungsi pragmatik dari aktivitas meninabobokan dalam praktik pengasuhan Jawa. Kelima fungsi tersebut adalah: (1) lagu penenang yang menggunakan bahasa metaforis untuk menyampaikan perlindungan dan kenyamanan; (2) refrein onomatope yang memanfaatkan pengulangan ritmis untuk menarik perhatian dan menimbulkan ketenangan; (3) unsur ludik dan rujukan budaya yang menghubungkan bayi dengan warisan Jawa; (4) keintiman vernakular yang secara halus membimbing perilaku melalui tuturan penuh kasih dan bersifat kolokial; dan (5) lagu nina bobo bernuansa “nonsense” yang dipadukan dengan referensialitas domestik untuk menciptakan interaksi yang menenangkan sekaligus menarik. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas meninabobokan merupakan sebuah performa pragmatik yang kompleks dan berakar kuat pada nilai-nilai Jawa seperti kerendahan hati, harmoni sosial, dan kasih sayang, yang tidak hanya berfungsi untuk menenangkan, tetapi juga sebagai mekanisme khas budaya dalam pendidikan moral dan sosial pada tahap awal kehidupan.

Page 3 of 39 | Total Record : 386