cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Language Accommodation in Speak Communities in Banyumas District Gita Anggria Resticka; Erwita Nurdiyanto; Gigih Ariastuti Purwandari
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.5154

Abstract

Language diversity gives rise to language phenomena (language contact, language borrowing, language shift, language maintenance and language accommodation). Even though Indonesian appears to be the state or unified language, the role of regional languages and foreign languages (English) is quite influential in social life. The purpose of this research is to provide information regarding trends in linguistic phenomena that will occur in the languages spoken in Banyumas Regency. This research also aims to determine the communication strategy and level of accommodation of the speech community in Banyumas Regency. In addition, this research aims to identify diversity in the use of Indonesian, regional languages and foreign languages based on the characteristics of respondents in the areas used in Banyumas Regency. Another aim is to identify which social communities in each language community are more dominant in linguistic adaptation while other communities are not dominant. Identifying whether there are differences in the tendency to make linguistic adaptations between speech communities that are prone to conflict (disharmony) and speech communities that are not susceptible to social conflict (harmony). Data collection used listening techniques and depth interviews. Data analysis using interactive models. The results of this research indicate that there are challenges to linguistic adaptation of speech communities in Banyumas Regency which are related to differences in language, culture and communication styles that exist with different backgrounds. Then, there is a linguistic adaptation strategy for the speech community in Banyumas Regency which is related to communicative competence. The language accommodation of the Banyumas spoken community towards Indonesian is very accommodating, towards mother tongue it is also accommodating, but towards second regional languages and foreign languages it is not accommodating. AbstrakKeberagaman bahasa memunculkan fenomena bahasa (kontak bahasa, peminjaman bahasa, pergeseran bahasa, pemertahanan bahasa dan akomodasi bahasa). Meskipun bahasa Indonesia tampil menjadi bahasa negara atau bahasa persatuan, tetapi peran bahasa daerah dan bahasa asing (Inggris) cukup berpengaruh di dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini adalah sebagai informasi mengenai kecenderungan fenomena kebahasaan yang akan terjadi pada bahasa-bahasa yang dituturkan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini juga bertujuan mengetahui strategi komunikasi dan tingkat akomodasi masyarakat tutur di Kabupaten Banyumas. Selain itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keberagaman terhadap penggunaan bahasa Indonesia, bahasa daerah dan bahasa asing berdasarkan karakteristik responden di wilayah pakai di Kabupaten Banyumas. Tujuan lainnya yaitu mengidentifikasi komunitas sosial manakah dalam masing-masing masyarakat bahasa tersebut yang lebih dominan melakukan adaptasi linguistik sementara komunitas lainnya tidak dominan. Mengidentifikasi adakah perbedaan kecenderungan melakukan adaptasi linguistik di antara masyarakat tutur yang rentan terhadap konflik (disharmoni) dengan masyarakat tutur yang tidak rentan terhadap konflik social (harmoni). Pengumpulan data menggunakan teknik simak dan depth interview. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tantangan adaptasi linguistik masyarakat tutur di Kabupaten Banyumas yang berkaitan dengan perbedaan bahasa, budaya dan gaya komunikasi yang ada dengan latar belakang yang berbeda. Kemudian, terdapat strategi adaptasi linguistik masyarakat tutur di Kabupaten Banyumas yang berkaitan dengan kompetensi komunikatif. Akomodasi bahasa masyarakat tutur Banyumas terhadap bahasa Indonesia sangat akomodatif, terhadap bahasa ibu juga akomodatif, tetapi terhadap bahasa daerah kedua dan bahasa asing tidak akomodatif.
Tulisan Bak Mobil Truk sebagai Mobile Linguistic Landscape: Analisis Linguistik dan Ideologi Vernakular Muhammad Ashar Kadir; Djuanda Djuanda; Mantasiah Mantasiah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8561

Abstract

This study examines the linguistic landscape phenomenon in writings found on truck beds in Indonesia as a form of linguistic practice in mobile public spaces. Writings on truck beds are understood as vernacular discourse that represents life experiences, social identity, religious values, social criticism, and the ideology of marginalised communities, particularly truck driver communities. This study uses a qualitative descriptive approach with visual observation and semiotic analysis of the sentences written on truck beds. The data are analysed through theme classification, discourse function, and symbolic meaning within the framework of linguistic landscape and sociolinguistic theory. The results show that truck bed writing functions not only as a medium of personal expression, but also as a means of social communication, moral control, and symbolic criticism that moves across geographical and social spaces. This research contributes theoretically by expanding the study of linguistic landscape to the realm of non-institutional and mobile public spaces, and empirically by providing systematic documentation of the vernacular language practices of the working class. Practically, the findings of this study are relevant to the development of context-based critical literacy, the study of popular culture, and the formulation of language policies that are more inclusive of the language practices of marginalised communities. Abstrak Penelitian ini mengkaji fenomena mobile linguistic landscape pada tulisan bak mobil truk di Indonesia sebagai bentuk praktik kebahasaan vernakular di ruang publik bergerak. Berbeda dengan kajian linguistic landscape konvensional yang memusatkan perhatian pada ruang statis, penelitian ini memosisikan bak truk sebagai medium linguistik yang melintasi batas geografis dan sosial secara dinamis. Melalui analisis terhadap tiga belas data tulisan bak truk, penelitian ini mengidentifikasi empat tema dominan, yaitu wacana religius dan spiritualitas jalanan, refleksi emosional dan pengalaman hidup, humor dan kritik sosial, serta wacana relasional dan gender. Analisis linguistik difokuskan pada fitur leksikal, strategi retoris (metafora konseptual, aforisme, paralelisme, paradoks), fungsi pragmatik, dan makna ideologis. Temuan menunjukkan bahwa tulisan bak truk merupakan bottom-up sign yang berfungsi sebagai counter-discourse terhadap wacana dominan serta merepresentasikan suara autentik masyarakat kelas pekerja. Penelitian ini berkontribusi pada perluasan konseptual kajian linguistic landscape menuju ruang publik bergerak (mobile public space) dan memperkuat relevansi kajian wacana vernakular dalam sosiolinguistik Indonesia.
JOSHI NI, DE, DAN O SEBAGAI KATEGORI POSTPOSISIONAL/PEMARKAH DALAM BAHASA JEPANG: KAJIAN SINTAKTIS DAN SEMANTIS Titien Rostini
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v2i2.237

Abstract

Hasil penelitian tipologis terhadap bahasa-bahasa di dunia menunjukkan adanya berbagai corak pola urutan yang masing-masing memiliki corak internal bawahannya sendiri yang menyangkut bermacam-macam konstruksi yang ada di dalamnya. Bahasa Jepang (BJ) sebagai salah satu bahasa asing di Indonesia memiliki berbagai jenis karakteristik yang berbeda dengan struktur bahasa Indonesia. Secara tipologis, perbedaan yang paling mencolok adalah BJ memiliki linearitas kata S-O-P yang bersifat postposisional dalam bentuk partikel yang secara obligatoris muncul dalam kalimat. Secara hipotesis, dinyatakan bahwa partikel BJ berjumlah sekitar 70 jenis. Kehadiran partikel dalam kalimat bersifat multifungsi. Selain itu, dalam BJ sering ditemukan adanya partikel rangkap (double particles).Tulisan ini akan mendeskripsikan ihwal partikel (ni, de, dan o) baik yang berfungsi sebagai pemarkah (markers) atau sebagai postposisional. Selain itu, akan dikaji pula dengan melibatkan pemahan makna aspektualitas, aksionalitas dan temporalitas.
Analisis Wacana Kritis terhadap Berita Serangan Bom Afghanistan Portal Online Media SINDOnews.com dan republika.ac.id Suhud Aryana; Muhamad Burhanudin; Yusep Ahmadi F; Bernadus Wahyudi Joko Santoso; Rustono Rustono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.4142

Abstract

This research is the result of Critical Discourse Analysis (CDA) on news of the bomb attack at Afghanistan's Kabul International Airport. The purpose of this research is to find out the textual practice of the discourses of the two Indonesian national media as those that can influence the reader's view of news issues. This research uses a qualitative descriptive method with a three-dimensional theoretical approach from Fairclough, namely textual practice, discourse practice and socio-cultural practice. This discourse analysis research uses three stages in analyzing Fairclough's perspective discourse, namely description, interpretation, and explanation. The results of the text analysis show that the two news’ media have different content. The text on SINDOnews.com often shows actor Joe Biden as the President of the United States who demands accountability and will retaliate against those who carried out the bombings. Meanwhile, Republikasi.ac.id tends to focus more on representing the victims of the bombing. The difference in the focus of news representation in the two media seems to coincide with the different institutional and social contexts of each media.AbstrakPenelitian ini hasil Analisis Wacana Kritis (AWK) pada berita serangan bom di Bandara Internasional Kabul Afghanistan. Penelitian dimaksudkan untuk mengetahui praktik tekstual wacana kedua media nasional Indonesia sebagai alat informasi yang dapat mempengaruhi pandangan pembaca terhadap isu pemberitaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan teori tiga dimensi dari Fairclough yaitu praktik tekstual, praktik wacana dan praktik sosial budaya. Penelitian analisis wacana ini menggunakan tiga tahapan dalam menganalisis wacana perspektif Fairclough, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil analisis teks menunjukkan bahwa kedua media berita tersebut memiliki konten yang berbeda. Teks di SINDOnews.com lebih sering memunculkan aktor Joe Biden sebagai Presiden Amerika serikat yang meminta pertanggungjawaban dan akan membalas pihak yang melakukan pengeboman. Sementara itu, Republikasi.ac.id cenderung lebih fokusmerepresentasikan korban-korban akibat peristiwa bom tersebut. Perbedaan fokus representasi berita yang ada dalam kedua media tersebut tampak bertepatan dengan perbedaan konteks institusi dan sosial tiap-tiap media. 
Perubahan Ekologi dan Pergeseran Bahasa Melayu di Pedalaman Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Yusriadi Yusriadi; Ismail Ruslan; Chong Shin; Dedy Ari Asfar
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.6202

Abstract

This research aims to describe the changes in the natural, physical, and social environment that occur in society and their influence on language. This research method uses a qualitative descriptive method. The data in this study are the speeches of speakers and community leaders regarding ecological and language changes in the Malay community in Riam Panjang, Kapuas Hulu. Data collection techniques were obtained through field observations, interviews, and documentation studies. The data analysis technique uses an ethnographic record analysis model by grouping thematically based on research objectives. After grouping, the data were described and interpreted, then concluded according to the focus of this research. The results of this study show that the natural, physical, and social environment has changed dramatically in the last three decades. The construction of the Southern Crossing Road linking Kapuas Hulu-Sintang (and Pontianak) and Malaysia in the northern crossing was a pivotal point of change. The population's relationship with the outside world has become more intense, while the relationship with the forest, fields, and rivers has become tenuous. The Malay language has shifted. The vocabulary of farming, games, rivers, fish and fishing gear, and river transportation has been abandoned. On the other hand, the previously monolingual society became a multilingual society. This research shows that changes in the natural and social environment greatly affect the shift in community language use. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan lingkungan alam, fisik, dan sosial yang terjadi dalam masyarakat dan pengaruhnya terhadap bahasa. Metode penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini tuturan penutur dan tokoh masyarakat berkenaan dengan perubahan ekologi dan bahasa dalam masyarakat Melayu di Riam Panjang, Kapuas Hulu. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis catatan etnografi dengan mengelompokkan secara tematik berdasarkan tujuan penelitian. Setelah dikelompokkan, selanjutnya data dideskripsikan dan diinterpretasikan, lalu disimpulkan sesuai fokus penelitian ini. Hasil penelitian ini memperlihatkan perubahan lingkungan alam, fisik, dan sosial terjadi drastis dalam tiga dekade terakhir ini. Pembangunan Jalan Lintas Selatan yang menghubungkan Kapuas Hulu-Sintang (dan Pontianak) serta Malaysia di lintas utara merupakan titik anjak perubahan. Hubungan penduduk dengan dunia luar semakin intens, sedangkan hubungan dengan hutan, ladang, dan sungai menjadi renggang. Bahasa Melayu mengalami pergeseran. Kosa kata perladangan, permainan, sungai, ikan dan alat tangkap, pengangkutan sungai telah ditinggalkan. Pada sisi lain, masyarakat yang sebelumnya monolingual menjadi masyarakat multilingual. Penelitian ini menunjukkan perubahan lingkungan alam dan sosial sangat memengaruhi pergeseran pemakaian bahasa masyarakat.
Prawacana, Daftar Isi, Abstrak Ranah, Volume 7, Nomor 1, Juni 2018
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak Tutur Protokol Kesehatan CHSE di Kawasan Pariwisata Kabupaten Badung Bali Yohanes Kristianto; Made Budiarsa
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.4669

Abstract

Health protocols set by the central and regional governments are closely related to the use of speech acts that state orders, appeals, and prohibitions both in agencies and in public spaces. This study aims to examine the form, function, and meaning of language in its implementation as a communication medium for health protocols campaigned by the government. CHSE includes Cleanliness, Health, Safety, Environment. CHSE is one of the strategies of the Ministry of Tourism and Creative Economy in restoring the tourism sector. The method used in this study is a qualitative descriptive with a natural setting to examine the dynamics of the form, function, and meaning of the health protocol language implemented in the Badung tourism area. The object of this research is illocutionary communicative acts in the language of health protocols. Research data in the form of language forms of health protocols were analyzed using a pragmatic perspective to find out how the context of the situation affects the way of interpreting sentences and utterances related to the language of health protocols by paying attention to certain contexts. Thus, it can be concluded that the CHSE health protocol can simply be referred to as a public service advertisement or commonly referred to as a social campaign using illocutionary communicative speech acts. The implications of this study can be used as a reference in designing a Health protocol language that is more effective and efficient for tourist destinations in Badung Regency, Bali. AbstrakProtokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sangat terkait dengan penggunaan tindak tutur yang menyatakan perintah, himbauan, dan larangan baik di instansi maupun di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk, fungsi, dan makna bahasa dalam implementasinya sebagai media komunikasi protokol kesehatan yang dikampanyekan oleh pemerintah. CHSE meliputi Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), Environment (ramah lingkungan). CHSE merupakan salah satu strategi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memulihkan sektor kepariwisataan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan setting alamiah untuk mengkaji dinamika bentuk, fungsi, dan makna bahasa protokol kesehatan yang diiplementasikan di kawasan pariwisata Badung. Objek dalam penelitian ini adalah tindak komunikatif ilokusi pada bahasa protokol kesehatan. Data penelitian yang berupa bentuk-bentuk bahasa protokol kesehatan dianalisis menggunakan perspektif Linguistik Pragmatik untuk mengetahui bagaimana konteks situasi mempengaruhi cara menafsirkan kalimat dan ujaran-ujaran berkaitan dengan bahasa protokol kesehatan dengan memperhatikan konteks tertentu. Hasil kajian dapat disimpulkan bahwa protokol kesehatan CHSE merupakan iklan layanan masyarakat dalam bentuk tindak tutur komunikatif ilokusi. Implikasi kajian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam merancang Bahasa protocol Kesehatan yang lebih efektif dan efisien bagi para pengelola destinasi wisata di Kabupaten Badung, Bali.
Exploring the Linguistic Landscape of Hotel Names in Bandung City: Sociolinguistic Functions and Language Use Susiyanti Rusyan; Dianita Dianita; Puspita Sari; Hero Gunawan; Deden Novan Setiawan Nugraha; Ervina CM Simatupang
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.7557

Abstract

The article explores the sociolinguistic aspects as part of the linguistic landscape analysis of the hotel names in Bandung City, Indonesia. The researchers limited the research data, focusing only on 4- and 5-star hotels. Employing Landry and Bourhis’s (1997) LLS theory, the paper analysed 61 names of 4-star hotels and 13 names of 5-star hotels in Bandung city, which were collected by the Botsol Crawler application. Observation, interviews, and a literature review were also conducted to obtain the data for a more comprehensive analysis. The research results show that English dominated the appearance of Hotel names, both monolingual, bilingual, and multilingual. The research results indicate that the information function found in the data mainly refers to the owner or management agency and the location of the hotels. Meanwhile, the symbolic functions mainly refer to symbols of preservation values of colonialism, Sundanese culture, and modernity. These findings appear to suggest that the regulation mandating the use of the Indonesian language or local language in public spaces is being violated. Recommendations and implications for the government and further research are also discussed. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk menganalisis aspek sosiolinguistik di balik nama-nama hotel di Kota Bandung, Indonesia, dengan menggunakan pendekatan linguistik lanskap. Data penelitian dibatasi hanya berfokus pada teks nama hotel bintang empat dan lima di kota Bandung. Dengan menggunakan teori linguistik lanskap yang diusung oleh Landry and Bourhis (1997), artikel ini menganalisis nama-nama hotel yang terdiri atas 61 nama hotel bintang empat dan 13 nama hotel bintang lima di kota Bandung, yang dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi Botsol Crawler. Guna menghasilkan analisis yang komprehensif, penelitian kualitatif dilakukan dengan pendekatan wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan Bahasa Inggris menjadi Bahasa yang paling dominan muncul dan digunakan dalam nama-nama hotel, baik berbentuk monolingual, bilingual, atau multilingual. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap bahwa fungsi informasi yang muncul pada nama-nama hotel di Bandung paling banyak merepresentasikan nama pemilik atau manajemen hotel dan lokasi hotel. Sementara untuk fungsi simbolik didominasi oleh preservasi warisan kolonial, budaya sunda, dan modernitas. Penelitian ini juga menemukan bahwa aturan penggunaan Bahasa Indonesia atau Bahasa daerah di kawasan publik belum benar-benar dipatuhi. Melalui penelitian ini, implikasi penelitian dan rekomendasi bagi pemerintah daerah juga turut didiskusikan.
Pengaruh Tindak Tutur Direktif Guru terhadap Pembentukan Karakter Siswa dalam Proses Pembelajaran Selama Pandemi Covid-19 Yetty Morelent; Hasnul Fikri; Popi Fauziati; Eva Krisna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.3121

Abstract

This study aims to describe the effect of directive speech acts used by teachers on the formation of student character in the learning process during the Covid-19 pandemic. The theory regarding directive speech acts in this study is based on sociopragmatic theory. The implemented research methodology is descriptive qualitative with 8 conditions, namely: 1) when entering class, 2) when starting a lesson, 3) during learning, 4) when giving assignments to students, 5) when asking assignments to students, 6) when asking students to correct assignments, 7) when concluding a lesson, and 8) when ending a lesson. The research data were obtained from teachers who teach Indonesian at the senior high school level in West Sumatra through questionnaires distributed using the Google form. The number of respondents who collected as many as 276 respondents. Based on the data collected, it was found that the directive speech acts used by the teacher resulted in the formation of students' character as many as 8 character pillars, namely: religious, honest, responsible, independent, curious, respectful, hard working, and disciplined. The most dominant character that appears is the character of responsibility. This behavior is reflected in the daily attitude of students in carrying out the mandate given as well as possible, such as doing assignments given by the teacher. The implications of this research can be used as a reference for character assessment. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh tindak tutur direktif yang digunakan guru terhadap pembentukan karakter siswa dalam proses pembelajaran selama pandemi Covid-19. Teori mengenai tindak tutur direktif dalam penelitian ini berlandaskan pada teori sosiopragmatik. Metodologi penelitian yang diimplementasikan adalah kualitatif deskriptif dengan 8 kondisi yaitu: 1) pada saat memasuki kelas, 2) pada saat memulai pelajaran, 3) pada pembelajaran berlangsung, 4) pada saat memberikan tugas kepada siswa, 5) pada saat meminta tugas kepada siswa, 6) pada saat meminta kepada siswa untuk memperbaiki tugas, 7) pada saat menyimpulkan pelajaran, dan 8) pada saat mengakhiri pelajaran. Data penelitian diperoleh dari guru-guru yang mengajar bahasa Indonesia tingkat SMA di Sumatera Barat melalui kuesioner yang disebarkan dengan google form. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 276 responden. Berdasarkan data yang terkumpul diperoleh hasil bahwa tindak tutur direktif yang digunakan guru menghasilkan pembentukan karakter siswa sebanyak 8 pilar karakter yaitu: religius, jujur, tanggung jawab, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai, kerja keras, dan disiplin. Karakter yang paling dominan muncul adalah   karakter tanggung jawab. Perilaku ini tercermin dari sikap siswa sehari-hari dalam menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya, seperti mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru. Implikasi penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan penilaian karakter.
Kajian Morfologi Pada Buku Saku "Tujuh Hari Pertama di Indonesia" Edisi Sea Games 2018 Zulfi Idayanti; Muh. Asharif Suleman; Aninditya Sri Nugraheni
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.6891

Abstract

The pocket book "The First Seven Days in Indonesia Your First-Seven Days In Indonesia" published by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2018 has an important position for students, apprentices or foreign nationals who are learning the Indonesian language and are going to Indonesia within the framework of the Sea Games 2018. This study aims to describe phonemic changes in word formation in the study of morphology that includes morphophonemic processes. The research was conducted using a qualitative descriptive approach. The source of data for this research is the pocket book "First Seven Days in Indonesia, Your First-Seven Days In Indonesia". The data contained in this book can be found in the form of vocabulary or conversation in 10 contents. The data is classified with the help of the MAXQDA 24 application to mark the morphophonemic vocabulary. The data was analyzed based on the morphophonemic process described in the Language Morphology Teaching Book compiled by Ahmad Nurefendi Fradana in the 2018 UMSIDA PRESS edition. The process involves the classification of words based on the process of adding phonems and phonem loss. The results of the study found 89 words that include morphophonemics based on the morphofonemic principles in Indonesian language described in the Language Morphology Teaching Book compiled by Ahmad Nurefendi Fradana. Abstrak Buku saku "Tujuh Hari Pertama di Indonesia/Your First-Seven Days in Indonesia" yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2018 berperan penting sebagai referensi praktis bagi mahasiswa, pembelajar, dan warga negara asing yang mempelajari bahasa Indonesia, khususnya dalam rangka SEA Games 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem dalam pembentukan kata berdasarkan kajian morfologi, khususnya proses morfofonemik. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain analisis dokumen. Sumber data berasal dari kosakata dan percakapan dalam sepuluh konten buku saku tersebut. Peneliti mengklasifikasikan data menggunakan perangkat lunak MAXQDA 24 untuk menandai kata-kata yang mengandung unsur morfofonemik. Selanjutnya, analisis dilakukan berdasarkan teori morfofonemik yang dikemukakan oleh Ahmad Nurefendi Fradana dalam Buku Ajar Morfologi Bahasa (UMSIDA Press, 2018). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 89 kosakata yang mengalami proses morfofonemik, baik berupa penambahan fonem (afiksasi) maupun pelesapan fonem (elisi). Temuan ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran dalam buku tersebut telah merepresentasikan fenomena kebahasaan yang autentik dan relevan untuk pengajaran BIPA. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan dan penyusunan materi ajar berbasis pendekatan morfologis-fonologis untuk meningkatkan pemahaman pembelajar asing terhadap struktur dan dinamika bahasa Indonesia.

Page 2 of 39 | Total Record : 386