cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Komentar Netizen dan Normalisasi Bullying di Tiktok Ifit Novita Sari; Syafrianza Maulana; Badiatul Azizah; Ajda Amalia Amalia Putri Nasution; Safira Ramadani Mahfud
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8275

Abstract

The development of social media has changed the way individuals communicate, but it has also given rise to the phenomenon of cyberbullying that is becoming more widespread, especially on platforms like TikTok. Negative comments and hate speech from netizens are often normalized, reflecting the failure to internalize the values of character education in digital interactions. The purpose of this study is to analyze how netizens' comments on TikTok contribute to the normalization of bullying behavior and examine the implications of this phenomenon on the effectiveness of character education. This study uses a qualitative approach with the Critical Discourse Analysis (CDA) method on comments uploaded on several teenage TikTok accounts with a high number of followers. Data were collected through purposive sampling techniques and analyzed with a thematic approach to identify bullying narrative patterns and factors that influenced them. The results showed that bullying comments were often supported or ignored by other users, creating a permissive digital environment for negative behavior. Anonymity factors, viral trends, and low digital literacy contribute to the high rate of bullying comments on TikTok. The normalization of bullying in netizens' comments on TikTok shows the weak internalization of character values in digital interactions. These findings indicate the need for a more adaptive and digital-based character education strategy to suppress the culture of cyberbullying. Keywords: bullying on TikTok, character education, digital interaction, netizens' comments, normalization of cyberbullying Abstrak Perkembangan media sosial telah mengubah cara individu berkomunikasi, namun juga memunculkan fenomena cyberbullying yang semakin meluas, terutama di platform seperti TikTok. Komentar negatif dan ujaran kebencian dari netizen sering kali dinormalisasi, sehingga mencerminkan kegagalan internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam interaksi digital. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana komentar netizen di TikTok berkontribusi terhadap normalisasi perilaku bullying serta mengkaji implikasi fenomena ini terhadap efektivitas pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis Critical Discourse Analysis (CDA) pada komentar yang diunggah di beberapa akun TikTok remaja dengan jumlah pengikut yang tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis dengan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola narasi bullying serta faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komentar bernada bullying sering kali mendapatkan dukungan atau diabaikan oleh pengguna lain, sehingga menciptakan lingkungan digital yang permisif terhadap perilaku negatif. Faktor anonimitas, tren viral, dan rendahnya literasi digital berkontribusi terhadap tingginya tingkat komentar bullying di TikTok. Normalisasi bullying dalam komentar netizen di TikTok menunjukkan lemahnya internalisasi nilai karakter dalam interaksi digital. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi pendidikan karakter yang lebih adaptif dan berbasis digital untuk menekan budaya cyberbullying.
Inovasi dan Retensi Fonologis Proto Bahasa Melayu pada Bahasa Melayu Riau Dialek Pesisir NFN Ubaidillah; NFN Norlaili
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.1392

Abstract

Malay is one of languages that has many speakers. One area of Malay language speakers is Riau. Riau Malay language has few differences in the lexicons, so that it can be said as a sub-dialect. Therefore, it is important to study further about the communication language of Riau Malay, especially Riau Malay coastal dialect used in Tembilahan Sub-district by using diachronic study. This study aims to describe the reflexes of Malay protol-anguage phonemes of Riau Malay coastal dialect in Tembilahan Sub-district which is then followed by making the rules of changing Malay proto-language phonemes of Riau Malay coastal dialect in Tembilahan Sub-district and the rules for retention forms of its phonemes. The method used in this study is a qualitative deductive method that applies top-down reconstruction technique. The results obtained in this study are that Riau Malay coastal dialect used in Tembilahan Sub-district has some innovation rules, both in the forms of primary innovations and secondary innovations. The primary innovations have three types of innovations, namely substitution, split, and merger, while secondary innovations, consisting of lenition, fortition, metathesis, syncope, prothesis, and paragoge. AbstrakBahasa Melayu merupakan salah satu bahasa dunia yang memiliki banyak pengguna. Salah satu daerah pengguna bahasa melayu adalah Riau. Bahasa Melayu Riau memiliki sedikit perbedaan-perbedaan dalam leksikonnya sehingga bisa dikatakan sebagai subdialek. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih jauh mengenai bahasa komunikasi Melayu Riau, tepatnya bahasa Melayu Riau dialek Pesisir yang digunakan di Kecamatan Tembilahan dengan menggunakan kajian diakronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran refleks fonem-fonem protobahasa Melayu pada bahasa Melayu Riau dialek Pesisir di Kecamatan Tembilahan yang kemudian dilanjutkan dengan membuat kaidah-kaidah perubahan fonem-fonem protobahasa Melayu pada bahasa Melayu Riau dialek Pesisir di Kecamatan Tembilahan berikut kaidah retensi fonem-fonemnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif kualitatif yang menerapkan teknik rekonstruksi dari atas ke bawah (top-down reconstruction). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terdapat kaidah inovasi-inovasi Melayu Riau dialek pesisir yang digunakan di Kecamatan Tembilahan, baik yang berupa inovasi primer maupun inovasi sekunder. Adapun inovasi primer, memiliki tiga jenis inovasi, yaitu substitusi, split, dan merger, sedangkan inovasi sekunder, terdiri atas lenisi, fortisi, metatesis, sinkope, protesis, dan  paragog.
Health Protocol Campaign in The City of Malang as a Covid-19 Pandemic Mitigation: A Study of Linguistic Landscape Muhammad Rozin; Scarletina Vidyayani Eka; Fredy Nugroho Setiawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.5177

Abstract

This study aims to examine the portrait of linguistic landscape (LL) and its social aspects as reflected in the health protocols (Prokes ‘Protokol Kesehatan') banners and billboards in public spaces in Malang. Thus, it attempts to answer two questions: (1) what are the perceptions and attitudes of the people of Malang city towards the various calls for health protocol? and (2) how effective are the calls in impeding the outbreak of Covid-19 in Malang city? According to Backhaus (2006), several important criteria to consider to ensure valid data collection in LL study are geographic location, characteristics of banners and billboards, and what counts as monolingual and multilingual banners. The research areas were therefore divided into two: (1) some residential areas and shopping centers in Malang city to collect non-official signs and (2) city centers which include major arterial roads, Pasar Besar area, city square, and areas around the city hall to collect official signs. Data in the form of photos of billboards and banners were taken using a mobile phone camera between May and July 2021. The curated 63 photos of Prokes banners and billboards were then qualitatively analyzed following the LL framework (Backhaus, 2006; Spolsky & Cooper, 1991) and triangulated with data from interviews. Adopting random sampling technique, 11 interviewees belonging to the middle class and 10 from the lower class were chosen to determine public perceptions of the effectiveness of the calls. The results show that the non-official banners featured more multilingual banners than did the official ones, and hence amplifying the results of the existing research on LL. As for the respondents’ perception, official banners were more preferable as they used Boso Walikan and were more assertive and illustrative. Although the two respondent groups agreed that the banners were not effective, they had different views about what mediums were more effective. The middle class considered campaigns using social media to be more effective, while the lower class preferred direct counseling. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji potret lanskap linguistik (LL) dan aspek sosialnya sebagaimana tercermin dalam spanduk dan baliho Protokol Kesehatan (Prokes) di ruang publik di Kota Malang. Dengan demikian, ada dua pertanyaan yang akan dijawab: (1) bagaimana persepsi dan sikap masyarakat kota Malang terhadap berbagai seruan Protokol Kesehatan tersebut? dan (2) seberapa efektif himbauan tersebut untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di kota Malang? Menurut Backhaus (Backhaus, 2006), beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan untuk memastikan pengumpulan data yang valid dalam studi LL adalah lokasi geografis, karakteristik spanduk dan baliho, dan tolok ukur spanduk monolingual dan multilingual. Oleh karena itu, lokus penelitian dibagi menjadi dua: (1) beberapa kawasan pemukiman dan pusat perbelanjaan di kota Malang untuk mengumpulkan rambu-rambu non-resmi dan (2) pusat kota yang meliputi jalan utama, kawasan Pasar Besar, alun-alun kota, dan kawasan sekitar Balai Kota untuk mengumpulkan rambu-rambu resmi. Data berupa foto baliho dan spanduk diambil menggunakan kamera ponsel antara bulan Mei dan Juli 2021. Sebanyak 63 foto spanduk dan baliho Prokes yang terpilih kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan kerangka LL (Backhaus, 2006; Spolsky & Cooper, 1991) dan ditriangulasi dengan data hasil wawancara. Mengadopsi teknik random sampling, 11 orang dari kelas menengah dan 10 orang dari kelas bawah dipilih untuk diwawancarai guna memahami persepsi mereka tentang efektivitas himbauan Prokes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spanduk tidak resmi menampilkan lebih banyak spanduk multibahasa daripada spanduk resmi, dan dengan demikian memperkuat hasil penelitian terdahulu tentang LL. Adapun terkait persepsi responden, spanduk resmi lebih disukai karena menggunakan Boso Walikan dan lebih tegas serta ilustratif. Meskipun kedua kelompok responden sepakat bahwa spanduk tidak efektif, mereka memiliki pandangan yang berbeda tentang media apa yang lebih efektif. Kelas menengah menganggap kampanye menggunakan media sosial lebih efektif, sedangkan kelas bawah lebih menyukai penyuluhan langsung.
Analisis Pola Kata dan Frasa dalam Artikel Ilmiah Bahasa Indonesia: Kajian Morfosintaksis dan Semantik Nirwana Rasyid; Fatimah Fatimah; Muh.Zuhdy Hamzah; Syahru Ramadan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8379

Abstract

This study aims to analyze the patterns of words and phrases in Indonesian scientific articles through a morphosyntactic and semantic approach. The research employs a qualitative descriptive method, with data collection techniques including documentation, reading, and note-taking. Data analysis is conducted through stages of data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that word and phrase patterns in scientific articles are influenced by morphosyntactic and semantic rules, with specific patterns reflecting the choice of words and sentence structures used by the authors. This research contributes to the understanding of language use in academic writing, particularly in how linguistic structures affect the clarity and precision of scientific communication in Indonesian. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kata dan frasa dalam artikel ilmiah bahasa Indonesia melalui kajian morfosintaksis dan semantik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, baca, dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kata dan frasa dalam artikel ilmiah dipengaruhi oleh kaidah morfosintaksis dan semantik, dengan pola tertentu yang mencerminkan pemilihan kata dan struktur kalimat yang digunakan penulis. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman penggunaan bahasa dalam penulisan ilmiah, khususnya bagaimana struktur linguistik mempengaruhi kejelasan dan ketepatan komunikasi ilmiah dalam bahasa Indonesia.
TINDAK TUTUR MEMINTA MAAF SECARA SAMUDANA TERSELUBUNG DALAM BAHASA JAWA Endang Sri Maruti
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v5i1.38

Abstract

pology is typically done when someone made a mistidake. In Javanese speech community, apologized tend declared first even though it is spoken or done is not necessarily wrong. This research focus on form of apology speech acts in the Javanese community in the Beringin Village, District Lakarsantri, Surabaya. To explain the focus, the researcher used descriptive-qualitative with ethnopragmtic design. Data are collected from 46 subjects by observation and indepth interviews. Data are analizd using Miles and Huberman’s flow model covering three steps: reduction, display, and verivication/concluison. The results showed that the form says to apologize distinguished by mode and components.  ABSTRAKPermintaan maaf lazimnya dilakukan seseorang jika melakukan kesalahan. Pada masyarakat tutur bahasa Jawa, meminta maaf cenderung dinyatidakan terlebih dahulu meskipun sebenarnya hal yang dituturkan atau dilakukannya belum tentu salah. Fokus penelitian ini adalah bentuk tindak tutur meminta maaf pada masyarakat Jawa di wilayah Kelurahan Beringin, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan etnopragmatik. Data penelitian diperoleh dari 46 subjek penelitian melalui observasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model alir yang di dalamnya terdapat reduksi, sajian, verifikasi, dan penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk tutur untuk meminta maaf dibedakan berdasarkan modus dan komponennya.
Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Membaca Model Graves Mahasiswa BIPA Dian Uswatun Hasanah; Dwi Kurniasih; Novita Nurul Halimah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1872

Abstract

This study aims to develop BIPA teaching materials on reading skills with Graves model. This study uses qualitative research methods that are adapted to conditions in the field. The stages of the Graves model implemented are four stages, namely: 1) needs analysis, 2) determining general and specific objectives, 3) sorting and selecting teaching materials and activities developed, and 4) organizing the content and activities of teaching materials. The results showed that the preparation of teaching materials for reading BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta has its own characteristics. This specialty is found in the theme used in teaching materials, namely "Learning Indonesian Through Cultural Wisdom". Through the material in reading teaching materials, foreign students are introduced to the variety of cultures found in Indonesia, especially in the city of Solo. So, not only language is the focus of learning, but also the culture and Islamic values that apply. This was done with the consideration that the BIPA institution was under PTKIN so that foreign students studying at UIN Raden Mas Said Surakarta, were required to have knowledge about language, culture, and Islamic insight. In addition, products developed by BIPA teaching materials for reading skills are not only produced in the form of hard files. However, in the form of e-books in PDF format. The use of teaching materials in the form of electronic books can make it easier for foreign students to access and study them. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar BIPA pada keterampilan membaca dengan model Graves pada mahasiswa BIPA di UIN Raden Mas Said Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tahapan model Graves yang dilaksanakan ini ada empat tahap, yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) menentukan tujuan umum dan khusus, 3) memilah dan menyeleksi materi ajar dan aktivitas yang dikembangkan, dan 4) mengorganisasikan isi dan aktivitas bahan ajar. Data dikumpulkan dengan cara data pengembangan bahan ajar dan data uji coba. Analisis data menggunakan analisis data pengembangan dan analisis data uji coba bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan bahan ajar membaca BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta mempunyai ciri khas tersendiri. Kekhasan tersebut terdapat pada tema yang digunakan dalam bahan ajar yakni “Belajar Bahasa Indonesia Melalui Kearifan Budaya”. Melalui materi dalam bahan ajar membaca, mahasiswa asing diperkenalkan tentang ragam budaya yang terdapat di Indonesia, khususnya di Kota Solo. Dengan demikian, tidak hanya bahasa yang menjadi fokus pembelajarannya, tetapi juga budaya dan nilai-nilai keislaman yang berlaku. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa lembaga BIPA berada di bawah PTKIN sehingga mahasiswa asing yang belajar di UIN Raden Mas Said Surakarta, diwajibkan memiliki pengetahuan mengenai bahasa, budaya, dan wawasan keislaman. Selain itu, produk hasil pengembangan bahan ajar BIPA keterampilan membaca tidak hanya diproduksi dalam bentuk hard file. Akan tetapi, dalam bentuk e-book dengan format PDF. Penggunaan bahan ajar dalam bentuk buku elektronik dapat memudahkan mahasiswa asing untuk mengakses dan mempelajarinya.
Verb Structure and Grammatical Encoding in the Spontaneous Speech of Indonesian Speakers with Broca’s Aphasia Harwintha Yuhria Anjarningsih; Kharisma Ulinnuha; Myrna Laksman-Huntley
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4749

Abstract

This study aimed to obtain the characteristics of verb structure in the speech of Indonesian speakers with Broca’s aphasia and their relation to the Argument Structure Complexity Hypothesis (ASCH) and grammatical encoding. There are three questions, namely the interrelationships of verbs and syntactic functions, interrelationship of verbs and semantic functions, and the contribution to the ASCH and grammatical coding. Eight participants took part, divided into four with aphasia and four Non-Brain Damaged (NBD) participants as controls. The research used an experimental research method. The instruments were five images adapting Cookie Theft (an instrument used in an aphasia test in various languages) and 3 instructions to tell about daily activities. The results showed that participants with aphasia tended to use verbs in simpler structures than controls. Therefore, this study supports the ASCH about the argument simplification and tendency of grammatical coding problems, important as coming from Indonesian, an Austronesian language. Clinical implications are discussed. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik struktur verba dalam tuturan spontan penutur Bahasa Indonesia dengan afasia Broca dan hubungannya dengan Argument Structure Complexity Hypothesis (ASCH) dan pengkodean gramatikal. Ada tiga pertanyaan penelitian, yaitu keterkaitan verba dan fungsi sintaksis, keterkaitan verba dan fungsi semantik, dan kontribusi terhadap ASCH dan pengkodean gramatikal. Delapan peserta ikut serta, dibagi menjadi empat dengan afasia dan empat peserta tanpa gangguan syaraf (Non-Brain Damaged: NBD) sebagai kontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Instrumen yang digunakan adalah lima buah gambar yang mengadaptasi Cookie Theft (instrumen dalam tes afasia lintas bahasa) serta tiga buah instruksi untuk bercerita tentang kegiatan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan afasia cenderung menggunakan verba dalam struktur yang lebih sederhana daripada peserta NBD. Oleh karena itu, penelitian ini mendukung ASCH tentang penyederhanaan argumen dan kecenderungan terjadinya masalah pengkodean gramatikal. Dukungan ini penting karena datang dari Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa rumpun Austronesia. Implikasi klinis juga disarankan.
SIKAP BAHASA PENUTUR BAHASA JATI DAN APARAT PEMERINTAH TERHADAP BAHASA RETTA DI ALOR Wati Kurniawati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v5i2.152

Abstract

This research aims to discover the language attitude of the native speakers and authorities towards their mother language. The methods used in this research are descriptive and text analysis methods. Text analysis method used is content analysis. Data collection was conducted through questionnaire and conversation method with fishing technique as the basic technique and face-to-face conversation technique as the continuation technique. The number of the samples is 90 respondents and 10 respondents. The research shows that the native speakers of Retta have a positive attitude towards their mother language since they transmit their mother language intergenerational, use it in their daily life and preserve it. In addition, the authorities also have a positive attitude towards their mother language. It indirectly states that Retta language is able to survive, there is the next generation as its speakers, it is an ancestral language and it is studied to strengthen the family relationships and as the local content. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap bahasa penutur dan aparat pemerintah terhadap bahasa ibunya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis teks. Metode analisis teks yang digunakan adalah analisis isi. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan metode cakap dengan teknik dasar berupa teknik pancing dan teknik lanjutan berupa teknik cakap semuka. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden dan 10 responden. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa penutur bahasa Retta memiliki sikap positif terhadap bahasa ibunya karena melakukan transmisi bahasa ibu antargenerasi, digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan menjaga kelestariannya. Sementara itu, aparat pemerintah memiliki sikap positif terhadap bahasa Retta yang menyatakan bahwa bahasa Retta lebih bertahan hidup, ada generasi penerus sebagai penutur, bahasa leluhur, dipelajari untuk mempererat hubungan kekeluargaan, dan untuk muatan lokal di wilayahnya.
Kajian Sosiopragmatik Iklan Dakwah tentang Riba Fatmahwati A. Adnan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i2.1622

Abstract

The purpose of this study is to find out the types of speech acts and the pragmatic power of the proselytism advertisement on usury. The qualitative approach is used in this study. The method used is the descriptive phenomenological method. Data regarding Islamic proselytism advertisements are collected from field studies and documentation, while pragmatic power data are obtained through interviews. The research findings reveal that the speech act used the most is the assertive speech act, namely presenting facts, information, knowledge, and Islamic law on usury by including arguments and evidence based on the Quran and Hadith. The data regarding the pragmatic power obtained from the respondents show that 46% of respondents "ignored", 32% "rejected", and 22% acknowledged the messages on the proselytism advertisements. The conclusion drawn from the sociopragmatic study of this phenomenon is that Muslims tend to "ignore" the messages about usury because of hedonistic lifestyle of today. AbstrakTujuan kajian ini ialah mengetahui jenis tindak tutur dan daya pragmatik iklan dakwah tentang riba. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deksriptif yang bersifat fenomenologis. Data iklan dakwah dikumpulkan dengan melakukan studi lapangan dan dokumentasi, sedangkan data daya pragmatik diperoleh melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penyampaian pesan yang terbanyak digunakan ialah tindak tutur asertif, yaitu menyatakan fakta, informasi, pengetahuan, dan hukum dengan menyertakan argumen dan bukti yang didasarkan pada Alquran dan hadis Rasulullah. Tanggapan responden menunjukkan daya pragmatik iklan dakwah tersebut. Ternyata, 46% responden “mengabaikan”, 32% “menolak”, dan 22% menerima pesan iklan dakwah itu. Simpulan yang ditarik dari kajian sosiopragmatik terhadap fenomena ini ialah masyarakat muslim cenderung “mengabaikan” pesan dakwah tentang riba karena lebih mementingkan tuntutan dan gaya hidup hedonis yang “mewabah” dewasa ini.
Mengungkap Ideologi Humanisme melalui Analisis Transitivitas Pada Pidato Aksi Bela Palestina Anies Baswedan Al Furqan Al Furqan; Nurrahmah Nurrahmah; Wulanda Wulanda; Wirduna Wirduna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.7018

Abstract

This research aims to examine the representation of humanism ideology in Anies Baswedan's speech at the Palestine Solidarity Action using a transitivity analysis approach in systemic functional linguistics. The research data consists of the speech text delivered by Anies Baswedan on November 5, 2023. Data collection was conducted using recording and note-taking techniques. The speech text was transcribed to ensure data accuracy. The analysis is conducted by identifying types of transitivity processes and interpreting the meanings and ideologies contained within them. The results of the research indicate that Anies Baswedan's speech is dominated by material processes, which construct the Palestine Solidarity Action as a tangible movement and concrete participation. Mental processes are used to build solidarity and empathy, while relational processes affirm ideological principles such as independence as a fundamental right. Verbal processes represent efforts to voice the movement's aspirations and demand justice, while behavioral and existential processes construct the audience as witnesses and active participants. Transitivity analysis reveals the manifestation of humanism ideology, emphasizing respect for human dignity, opposition to oppression, and a call to uphold justice for the Palestinian people. This research contributes to the understanding of language use in representing ideology within the context of social movements in Indonesia. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi ideologi humanisme dalam pidato Anies Baswedan pada Aksi Bela Palestina dengan menggunakan pendekatan analisis transitivitas dalam linguistik sistemik fungsional. Data penelitian berupa teks pidato yang disampaikan oleh Anies Baswedan pada tanggal 5 November 2023. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi jenis-jenis proses transitivitas dan menginterpretasikan makna serta ideologi yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Anies Baswedan didominasi oleh proses material yang mengonstruksikan gerakan Aksi Bela Palestina sebagai aksi nyata dan partisipasi konkret. Proses mental digunakan untuk membangun solidaritas dan empati, sementara proses relasional menegaskan prinsip-prinsip ideologis seperti kemerdekaan sebagai hak asasi. Proses verbal merepresentasikan upaya menyuarakan aspirasi gerakan dan menuntut keadilan, sedangkan proses behavioral dan eksistensial mengonstruksikan audiens sebagai saksi dan partisipan nyata. Analisis transitivitas mengungkapkan manifestasi ideologi humanisme yang menekankan penghargaan terhadap martabat manusia, penentangan penindasan, dan seruan untuk menegakkan keadilan bagi rakyat Palestina. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang penggunaan bahasa untuk merepresentasikan ideologi dalam konteks gerakan sosial di Indonesia.