cover
Contact Name
Winci Firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6288802310216
Journal Mail Official
jurnalranahbahasa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Daksinapati Barat IV
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
ISSN : 23388528     EISSN : 25798111     DOI : https://doi.org/10.26499/rnh
Core Subject :
https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Produktivitas Kata Pada Tulisan Anak Tunagrahita di Jenjang Sekolah Menengah Pertama Rahayu Pujiastuti; Ira Eko Retnosari; Mimas Ardhianti; Indayani Indayani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8534

Abstract

This study aims to describe word productivity in the writing of children with intellectual disabilities at a lower secondary school. The research approach is both qualitative and quantitative. The data, in the form of word productivity, includes variations in word forms and the frequency of word types in the writing of five children with mild intellectual disabilities, who served as the data sources for this study. Data collection utilised testing and documentation techniques. The data collection instruments comprised verbal and visual media as well as questions. The data collection procedure involved (1) determining the data collection pattern, (2) conducting tests, (3) collecting documents in the form of the children’s writing, and (4) validating the data. Data analysis employed the distribution method. The data analysis instruments consisted of tables to reduce the data so that each data unit, the overall data, and the relationships between aspects could be observed. The data analysis procedures were carried out by (1) reducing the data, (2) presenting the data, (3) interpreting the data, (4) drawing conclusions, and (5) validating the findings. Data validity was ensured through the triangulation of theory, method, and sources. The research findings concern the lexical productivity in the writing of children with mild intellectual disabilities, based on variations in word forms, including root words, affixed words, and reduplication. Root words are highly dominant. Eight-word classes were identified: nouns, verbs, adjectives, adverbs, numerals, pronouns, prepositions, and conjunctions, whilst interjections, articles, and particles were not found. Nouns, verbs, and adjectives occur frequently. This information indicates that the development of word productivity in children with mild intellectual disabilities at the lower secondary school level still reflects a mastery of simple linguistic structures and concrete word types rather than complex morphological structures and abstract word types. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan produktivitas kata dalam tulisan anak tunagrahita di SMP. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Data berupa produktivitas kata, meliputi variasi bentuk kata dan frekuensi jenis kata pada tulisan lima anak tunagrahita ringan yang menjadi sumber data penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data berupa media verbal dan visual serta soal. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan (1) menentukan pola pengumpulan data, (2) melakukan tes, (3) mengumpulkan dokumen berupa tulisan anak, dan (4) mengabsahkan data. Penganalisisan data menggunakan metode agih. Instrumen penganalisisan data berupa tabel untuk mereduksi data agar dapat melihat setiap satuan data, data keseluruhan, dan hubungan antaraspek. Prosedur penganalisisan data dilakukan dengan (1) mereduksi data, (2) menyajikan data, (3) menginterpretasi data, (4) menyimpulkan, dan (5) mengabsahkan temuan. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori, metode, dan sumber. Hasil penelitian berupa produktivitas kata pada tulisan anak tunagrahita berdasarkan variasi bentuk kata, meliputi kata dasar, kata berafiks, dan reduplikasi. Kata dasar sangat dominan. Delapan jenis kata yang ditemukan, yaitu nomina, verba, adjektiva, adverbia, numeralia, pronominal, preposisi, dan konjungsi, sedangkan interjeksi, artikula, dan partikel belum ditemukan. Jenis kata nomina, verba, dan adjektiva memiliki frekuensi yang tinggi. Informasi ini menjelaskan bahwa perkembangan produktivitas kata anak tunagrahita ringan di SMP masih menggambarkan penguasaan struktur bahasa yang sederhana dan jenis kata yang konkrit daripada struktur morfologis yang kompleks dan jenis kata yang abstrak.
WUJUD KESANTUNAN ASERTIF DAN IMPERATIF DALAM BAHASA BANJAR Rissari Yayuk
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v5i2.147

Abstract

Politeness by the present generation has shifted as a result of various factors. Important to the preservation of a form of politeness that coud be used as a teaching example for increased intelligence-speaking children today and will come in a variety of speech acts. The problem studied include (1) How Being assertive speech act of politeness Banjar, (2) How to form the speech acts imperative Banjar. The aim is to describe, (1) Being assertive speech act of politeness Banjar, and (2) form the speech acts imperative Banjar. This research method is descriptive technique used in data collection and documentation is a recording technique. Sources of data taken from the area which is considered to represent the people of Banjar, namely Banjar. Time data capture for 2 months (of January s.d. End of February 2016). The results showed being politeness contained in an assertive speech act can be seen in the form of pleasantries and politeness sapaan.Wujud words contained in the imperatif speech acts can be seen in the form of pleasantries and greeting words. ABSTRAKKesantunan berbahasa oleh generasi sekarang mengalami pergeseran akibat berbagai faktor. Penting dilakukan pelestarian wujud kesantunan berbahasa yang bsa dijadikan contoh ajar bagi peningkatan kecerdasan berbahasa anak-anak sekarang maupun akan datang dalam ragam tindak tutur. Masalah yang dikaji meliputi (1) Bagaimana Wujud kesantunan tindak tutur asertif dalam bahasa Banjar, dan (2) Bagaimana wujud tindak tutur imperatif dalam bahasa Banjar. Tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan (1) wujud kesantunan tindak tutur asertif dalam bahasa Banjar, dan (2) wujud tindak tutur imperatif dalam bahasa Banjar. Metode penelitian ini adalah deskriptif Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah teknik rekam dan dokumentasi. Sumber data diambil dari wilayah yang dianggap mewakili masyarakat Banjar, yaitu Kabupaten Banjar. Waktu pengambilan data selama 2 bulan (Januari s.d. Februari 2016). Hasil penelitian menunjukkan wujud kesantunan berbahasa yang terdapat dalam tindak tutur asertif dapat dilihat dalam wujud basa-basi dan kata sapaan. Wujud kesantunan berbahasa yang terdapat dalam tindak tutur imperatif dapat dilihat dalam wujud basa-basi dan kata sapaan.
Fungsi Kognitif dan Pragmatik Metafora dalam Debat Pilgub DKI Jakarta 2017 Aliurridha Aliurridha; Anwar Efendi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1328

Abstract

Metaphors have long been studied in literature yet the study of metaphors on the political discourse of Indonesia is still difficult to be found. The researches on metaphors are mostly in finding the type of metaphor but rarely studies the function of metaphor. In addition, the researches on metaphors are still dominated by a semantic approach rather than a pragmatic approach, whereas metaphor is part of the language in use. This study aims to find the cognitive and pragmatic functions of metaphors in the debate of the 2017 Jakarta Governor election. The method in this research was a qualitative method with cognitive and pragmatic approaches. The data were collected by the read and record techniques. The data were analyzed by the referential and abductive inference method. The result of this study shows that most metaphorical expressions found in this study cognitively have ontological and structural functions. Whereas, pragmatically metaphors have a function to influence listeners by using target domains that are close to everyday life. In general, the metaphors that emerged at the debate of the 2017 DKI Jakarta Governor election have a function to help simplify abstract and complex political issues. AbstrakMetafora telah lama menjadi kajian sastra, tetapi pengkajian metafora pada wacana politik di Indonesia masih sangat jarang. Penelitian tentang metafora kebanyakan masih terbatas pada menemukan jenis dari metafora, tetapi kajian mengenai fungsi metafora masih jarang dilakukan. Selain itu, penelitian metafora masih didominasi oleh pendekatan semantik daripada pendekatan pragmatik. Padahal, metafora merupakan bagian dari penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan fungsi kognitif dan pragmatik metafora pada debat pemilihan Gubernur Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kognitif dan pragmatik. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik baca tulis. Data dianalisis dengan metode padan referensial dan inferensi abduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ungkapan metaforis yang ditemukan dalam penelitian ini secara kognitif memiliki fungsi ontologikal dan fungsi struktural. Sementara itu, secara pragmatik metafora berfungsi untuk memengaruhi pendengar dengan menggunakan ranah sasaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Secara umum metafora yang muncul pada debat pemilihan Gubernur DKI Jakarta memiliki fungsi untuk membantu menyederhanakan isu-isu politik yang abstrak dan rumit.
Meningkatkan Kemampuan Berbicara dengan Desain Student Active Learning Kombinasi Synchronous dan Asynchronous Yeti Heryati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 12, No 2 (2023): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v12i2.4187

Abstract

The purpose of this research is to create an online learning design based on student active learning to improve students' speaking skills. The type of research used is Research & Development (R&D) method development research in the field of education. The stages carried out are limited to the stages of information gathering, planning, and making initial products. This learning is designed based on the foundational study and literature data about online learning, student active learning, and speaking. The result of the research is an online learning design. The online learning is done by combining synchronous and asynchronous with zoom meeting, google meeting, mentimeter, mindmup, and jamboard applications. The stages go through five stages, namely ICARE, namely Introduction, Connection, Application, Reflection, and Extention. Learning activities that support speaking skills include four activities, namely telling pictures, compiling concept maps, creating scenarios, and role playing. AbstrakTujuan penelitian ini membuat desain pembelajaran daring berbasis student active learning untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan metode Research & Development (R&D) dalam bidang pendidikan. Tahap yang dilakukan dibatasi pada tahap pengumpulan informasi, perencanaan, dan pembuatan produk awal. Pembelajaran ini dirancang berdasarkan studi pendaluhuan dan data literatur tentang pembelajaran daring, student active learning, dan berbicara. Hasil penelitian didapatkan sebuah desain pembelajaran daring. Pembelajaran daring tersebut dilakukan dengan cara kombinasi synchronous dan asynchronous dengan aplikasi zoom meeting, google meeting, mentimeter, mindmup, dan jamboard. Tahapannya melalui lima tahap, yakni ICARE, yakni Introduction (mengenalkan), Connection (menghubungkan), Application (menerapkan), Reflection (merefleksikan), dan Extention (mengembangkan). Kegiatan pembelajaran yang mendukung keterampilan berbicara meliputi empat kegiatan yakni menceritakan gambar, menyusun peta konsep, membuat skenario, dan bermain peran.
Tren Penelitian Kesadaran Fonologis dan Asesmen Diagnostik Vivih Karlina; Yeti Mulyati; Halimah Halimah; Rosita Rahma; Khaerudin Kurniawan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8502

Abstract

Research on phonological awareness has developed rapidly, yet the position of diagnostic assessment in early reading has not been mapped in an integrated manner. This study aims to map research trends in phonological awareness and diagnostic assessment in early reading during the 2014–2024 period. This study employed bibliometric analysis and a systematic literature review. Data were collected by retrieving articles from the Scopus database using Boolean queries. From an initial 103 articles, 40 met the inclusion criteria following the PRISMA 2020 flow diagram. The data were analyzed using VOSviewer to map publication trends, contributions by countries and institutions, author collaboration, and keyword co-occurrence, followed by thematic analysis to identify research focuses, methods, populations, and major findings. The results show that publications have increased since 2020 and that the United States is the dominant contributor. Thematically, the literature is dominated by studies on phonological awareness and phonological processing (35%), followed by decoding and word-reading development (25%), whereas diagnostic assessment and screening account for only 15%. The findings further indicate that phonological awareness is the main predictor of early reading in 20 articles, decoding contributes to word-reading development in 11 articles, and only 6 articles report diagnostic assessment instruments for screening. This study confirms that stronger integration between phonological awareness and diagnostic assessment is needed to support the early detection of reading difficulties. Abstrak Penelitian mengenai kesadaran fonologis berkembang pesat, tetapi posisi asesmen diagnostik dalam membaca awal belum dipetakan secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan memetakan tren penelitian kesadaran fonologis dan asesmen diagnostik dalam membaca awal pada periode 2014–2024. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik dan tinjauan pustaka sistematis. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran artikel pada basis data Scopus menggunakan kueri Boolean. Dari 103 artikel awal, diperoleh 40 artikel yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan alur PRISMA 2020. Data dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, kontribusi negara dan institusi, kolaborasi penulis, serta ko-kemunculan kata kunci, kemudian dilanjutkan dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi fokus penelitian, metode, populasi, dan temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi meningkat sejak 2020 dan didominasi oleh Amerika Serikat. Secara tematik, penelitian didominasi oleh kesadaran dan pemrosesan fonologis (35%) serta decoding dan perkembangan membaca kata (25%), sedangkan asesmen dan skrining diagnostik hanya menempati 15%. Temuan lain menunjukkan bahwa kesadaran fonologis menjadi prediktor utama membaca awal pada 20 artikel, decoding memperkuat perkembangan membaca kata pada 11 artikel, dan instrumen asesmen diagnostik untuk skrining masih terbatas pada 6 artikel. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara kesadaran fonologis dan asesmen diagnostik masih perlu diperkuat untuk mendukung deteksi dini kesulitan membaca.
Analisis Wacana Kritis Cuitan Fahri Hamzah (FH) Terkait Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Kusno; Nur Bety
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v6i2.462

Abstract

Fahri Hamzah (FH) is one of the leaders in parliament who often criticizes the Corruption Eradication Commision (KPK) through his Twitter account. One of them is the submission of the right of inquiry of KPK. This study will reveal the perception of FH through his tweet on July, 2—26, 2017. The perception disclosure is analyzed using the Fairclough model. Research content based on the textual analysis (micro analysis) shows that the text structure is short and directly convey the content of the speech. Substantially, the text reveals various perceptions of FH, such as the people treated to drama about KPK, KPK is always considered true and the media is not objective. The transitive aspect indicates that FH reinforces negative things and negates positive things. There is an emphasis on the wrack of KPK. The modalities function is in the form of a speech that strengthens the need for special committee’s of the right of inquiry of KPK. The use of vocabulary overall illustrates the negative opinion and pessimism related to the performance of the KPK. The use of cynicism, sarcasm and satire styles colors the entire FH’s tweets. The analysis based on the dimension of discourse practice (meso-level) indicates that FH’s views are contrary to the public opinion. The Special Committee of KPK is considered as an effort to protect the members of parliament who are involved in e-KTP case. The analysis based on the social cultural practice dimension (macro-level) indicates that FH is one of the politician who often criticizes the performance of KPK, including the handling of e-KTP case. AbstrakFahri Hamzah (FH) merupakan salah satu pimpinan di DPR yang sering mengkritisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui akun Twitter-nya. Salah satunya adalah masalah pengajuan hak angket KPK. Penelitian ini akan mengungkapkan persepsi FH melalui cuitan di Twitter pada tanggal 2—26 Juli 2017. Pengungkapan persepsi tersebut dianalisis menggunakan model Fairclough. Hasil penelitian berdasarkan analisis tekstual (analisis mikro) menunjukkan bahwa struktur teks pendek dan langsung menyampaikan isi tuturan. Adapun secara substansi teks mengungkapkan beragam persepsi FH, seperti masyarakat disuguhi drama tentang KPK, KPK selalu dianggap benar, dan media berlaku tidak objektif. Aspek ketransitifan menunjukkan FH menguatkan hal-hal negatif dan meniadakan hal positif. Terdapat penekanan tentang kebobrokan KPK. Fungsi modalitas berupa tuturan yang menguatkan perlunya Pansus Angket KPK. Penggunaan kosakata secara keseluruhan menggambarkan pandangan negatif dan pesimisme terkait kinerja KPK. Penggunaan gaya bahasa sinisme, sarkasme, dan satire mewarnai keseluruhan cuitan FH. Analisis berdasarkan dimensi praktik wacana (level menengah) menunjukkan bahwa pandangan FH berseberangan dengan opini publik. Pansus KPK dianggap sebagai upaya melindungi anggota DPR yang terlibat kasus e-KTP. Adapun analisis berdasarkan dimensi praktik sosial budaya (level makro) menunjukkan bahwa FH termasuk politisi yang sering mengkritik kinerja KPK, termasuk penanganan kasus e-KTP.
Komik Online “Ngopi, Yuk!”: Kajian Praanggapan dalam Perspektif Pragmatik Bambang Eko Hari Cahyono; Arifah Putri Nur Nadila
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 2 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i2.7889

Abstract

The scope of pragmatic studies consists of 3 components, namely presupposition, conversational implicature, and entailment. One of the pragmatic studies that examines the meaning of assumptions or assumptions in speaking is presupposition. This study aims to describe and explain the dominant forms of presupposition in the online comic "Ngopi, Yuk!" episodes 929—1073. The type of research used was qualitative descriptive research. Data collection techniques used were listening and note-taking techniques. Data analysis used was an interactive analysis model which was carried out at the time or during and after data collection. Data analysis was carried out through 3 simultaneous activity flows, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. The results of the study shows that 3 most dominant forms of presupposition are found, namely 33 existential presuppositions, 18 structural presuppositions, and 27 factive presuppositions. Existential  presuppositions are characterized by the existence of a place, anentity, a person, time, words and phrases that indicate a person's atmosphere and condition. Structural presuppositions are marked by interrogative sentences or question words, while factive presuppositions are indicated by the use of verbs, verb phrases, adjectives, and adjective phrases. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk-bentuk praanggapan yang dominan dalam komik online “Ngopi, Yuk!” episode 929—1073. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dilaksanakan pada saat atau selama berlangsungnya pengumpulan data dan setelah pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui 3 alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 bentuk praanggapan yang paling dominan, yaitu praanggapan eksistensial sebanyak 33, praanggapan struktural sebanyak 18, dan praanggapan faktif sebanyak 27. Praanggapan eksistensial ditandai dengan adanya eksistensi tempat, entitas sesuatu, orang, waktu, kata dan frasa yang menunjukkan suasana serta keadaan seseorang. Praanggapan struktural ditandai dengan kalimat interogatif atau kata tanya, sedangkan bentuk praanggapan faktif ditunjukkan dengan penggunaan verba dan frasa verba dan adjektiva dan frasa adjektiva.
Medan Makna Aktivitas Tangan dalam Bahasa Sasak Dialek Ngeno-Ngene Hubbi Saufan Hilmi; Fabio Testy Ariance Loren
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v8i1.625

Abstract

This research aims to describe the components of the meaning of hand activities in the village of Labuhan Haji East Lombok district. The research method used in this research is a descriptive method with a qualitative form. The data in this study was obtained from 60 samples of native Sasak language ngeno-ngene dialect from two different hamlets in one village, meanwhile, the data in this study is oral data. The data technique in this study use proficient methods and see. The rseults of this study showed that the meaning of the activity field in Sasak dialect has fifty four lexemes and grouped based on the meaning of component that is in it to nineteen subterrain meaning hand activity in Sasak dialect ngeno-ngene. ABSTRAKPenelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan komponen medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak dialek ngeno-ngene di Desa Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini ialah metode deskriptif dengan bentuk kualitiatif. Data dalam penelitian ini didapatkan dari 30 sampel penutur asli bahasa Sasak dialek ngeno-ngene dari dua dusun yang berbeda dalam satu desa, sementara itu data dalam penelitian ini berupa data lisan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap dan simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa medan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak dialek ngeno-ngene memiliki lima puluh empat leksem dan dikelompokkan berdasarkan komponen makna yang ada di dalamnya menjadi sembilan belas submedan makna aktivitas tangan dalam bahasa Sasak dialek ngeno-ngene.
EKSPRESI BAHASA EVALUATIF PADA ARTIKEL ILMIAH BIDANG ILMU KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL Ahmad Fadly; Untung Yuwono
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.5527

Abstract

Scientific article writers (SAW) are required to avoid subjectivity through their language. On the other hand, they are expected to offer critical propositions(s) that involve evaluation of phenomena or metaphenomena. Through an appraisal framework, this study aims to bridge two opposing orientations in writing scientific articles: objective and evaluative-critical. This researcher uses a qualitative approach to obtain in-depth analysis of scientific articles. The data sources used are nationally accredited scientific articles in Indonesian in the fields of health sciences and social sciences, which are indexed by the Science and Technology Index (SINTA) and have a top five impact factor ranking. The results of this study indicate that PAI attitude preferences influence the degree of objectivity and subjectivity. In the field of health sciences, PAI avoids subjectivity with nominalization and objectivation of feelings or emotions. In the field of social sciences, PAI seeks passivation and shifts Affect resources to Judgement. The shifting of resources is a way to institutionalize the expression of emotions and feelings. Abstrak Penulis artikel ilmiah dituntut menghindari subjektivitas melalui bahasanya. Di sisi lain, ia diharapkan menawarkan proposisi(-proposisi) kritis yang melibatkan evaluasi terhadap fenomena atau metafenomena. Melalui kerangka appraisal, penelitian ini bertujuan menjembatani dua orientasi yang beroposisi dalam penulisan artikel ilmiah: objektif dan evaluatif-kritis. Peneliti ini menggunakan ancangan kualitatif untuk memperoleh kedalaman analisis atas artikel ilmiah. Sumber data yang digunakan adalah artikel-artikel ilmiah terakreditasi nasional berbahasa Indonesia bidang ilmu kesehatan dan ilmu sosial, yang terindeks Science and Technology Index (SINTA) dan memiliki faktor dampak (impact factor) peringkat lima teratas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi sikap PAI berpengaruh pada derajat objektivitas dan subjektivitasnya. Pada bidang ilmu kesehatan, PAI menghindari subjektivitas dengan nominalisasi dan objektivasi perasaan atau emosi. Pada bidang ilmu sosial, PAI mengupayakan pasivasi dan menggeser sumber daya Afek menjadi Penilaian. Penggeseran sumber daya itu merupakan cara melembagakan (institutionalized) ekspresi emosi dan perasaan.
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK 4 - 5 TAHUN DENGAN STIMULASI GAMES EDUKASI1 Rosida Tiurma Manurung
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 3, No 2 (2014): Jurnal Ranah
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v3i2.7

Abstract

Penggunaan stimulasi media yang kreatif dan inovatif dapat meningkatkan minat belajar anak dalam pemerolehan bahasa. Tujuan penulisan makalah ini ialah untuk mengungkapkan peningkatan kemampuan bahasa pada anak dengan stimulus games edukasi. Penulisan makalah ini menggunakan metode pengembangan media pembelajaran dan penelitian tindakan (action research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan indeks kemampuan berbahasa teregister dengan stimulus media games edukasi serta dapat meningkatkan nilai dan karakter kreatif pada anak, khususnya usia 5 tahun. Hal itu terlihat dalam perubahan setiap aksi yang penulis lakukan berdasarkan isi dan tindak tutur anak serta pengukuran indeks kemampuan berbahasa, khususnya ditinjau dari perkembangan sintaksis dan pragmatis. Selain itu, pengembangan media pemerolehan bahasa akan menumbuhkan motivasi, kreativitas, dan karakter positif pada anak. Pengembangan stimulus media pemerolehan bahasa ini dapat dijadikan model untuk peningkatan kemampuan berbahasa pada anak normal.