cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
EVALUASI DAMPAK GEOMETRI PELEDAKAN AKTUAL TERHADAP FRAGMENTASI BATUAN PADA PENAMBANGAN BATU KAPUR Prabowo, H.; Amrina, E.; Rifaldi, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.1655

Abstract

Batu kapur ditambang oleh CV Tekad Jaya dengan menggunakan sistem penambangan terbuka dengan teknik penambangan quarry. Metode peledakan digunakan dalam kegiatan pemecahan batuan. Hasil dari prosedur peledakan belum ideal karena masih terdapat hasil fragmentasi yang lebih besar dari 80 cm sebanyak 31,35%. Hal ini belum sesuai dengan target ukuran fragmen >80 cm tidak melebihi 10 persen seperti yang direncanakan. Untuk mencapai hasil fragmentasi yang diinginkan, Teori Kuz-Ram digunakan untuk memperbaiki geometri peledakan berdasarkan permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi dampak geometri peledakan terhadap fragmentasi batuan. Data aktual geometri peledakan; burden 2,18 meter, spasi 3,16 meter, kedalaman lubang ledak 5,53 meter, tinggi jenjang 5,19 meter, stemming 3,09 meter, subdrilling 0,34 meter, pengisian kolom 2,45 meter, dan powder factor 0,26 kg/m3. Geometri tersebut menghasilkan fragmentasi boulder ukuran >80 cm sebanyak 31,35%. Perbaikan usulan geometri peledakan dengan menggunakan teori Kuz-Ram yaitu burden 1,9 meter, spasi 2,85 meter, kedalaman lubang ledak 6,46 meter, tinggi jenjang 5,99 meter, stemming 1,33 meter, subdrilling 0,47 dan powder factor 0,61 kg/m3. Setelah dilakukan perhitungan, proporsi bongkahan material yang berukuran lebih besar dari 80 cm menjadi 3,19%. Hal ini telah sesuai dengan target perusahaan yaitu ukuran fragmentasi hasil peledakan > 80 cm kurang dari 10%.
PENGARUH FRAKSI UKURAN BUTIR BATUBARA TERHADAP ANALISIS PROKSIMAT DI SEAM X CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Alfianita, L.; Widayat, A. H.; Anggayana, K.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.1656

Abstract

Kegiatan penambangan batubara dimulai dari proses penggalian, pengangkutan dan penyimpanan dapat menyebabkan ukuran butir batubara menjadi bervariasi. Variasi ukuran butir yang terjadi dari ukuran awal menjadi ukuran yang lebih halus tidak dapat dihindari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran butir pada analisis proksimat yang ditinjau menggunakan analisis termogravimetri (TGA) mengikuti prosedur ASTM D.7582-15. Penelitian ini menggunakan tiga sampel batubara yang berasal dari batubara seam X Cekungan Sumatera Selatan yang diambil menggunakan metode channel sampling dengan interval dua meter. Pengambilan sampel mewakili bagian atas (ALXT01), tengah (ALXM02), dan bawah (ALXB03). Kemudian sampel dibagi kembali menjadi enam ukuran fraksi yaitu (+5#), (+35#,-5#), (+60#,-35#), (+120#, -60#), (+230 #, -120 #) dan (-230#). Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara ukuran butir batubara terhadap hasil analisis proksimat dalam air dried basis (adb). Semakin halus ukuran butir, kandungan karbon tertambat, kelembaban air, dan zat terbang cenderung akan turun, namun kadar abu cenderung naik. Pemisahan sampel berdasarkan ukuran butir dapat menyebabkan perbedaan kualitas batubara. Hal ini memberikan implikasi bahwa agar mendapatkan sampel yang representatif, proses pengambilan sampel harus dilakukan secara menyeluruh yang mencakup seluruh ukuran butir.
PERENCANAAN SEKUEN PENAMBANGAN BATUBARA UNTUK MENINGKATKAN TARGET PRODUKSI MENJADI 3.000.000 METRIC TON DI PIT 4 PT DIZAMATRA POWERINDO Bakti, M. T.; ., Bochori; Waristian, H.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.1664

Abstract

Tahun 2022 target produksi PT Dizamatra Powerindo sebesar 2.500.000 ton dan berencana untuk meningkatkan target produksi sebesar 3.000.000 ton. Sehingga perlu direncanakan dan dilakukan pendesainan ulang dari bukaan pit, kapasitas disposal, dan jumlah kebutuhan alat agar menunjang ketercapaian produksi pada tahun 2023. Perencanaan sekuen penambangan pit dan disposal ini dirancang dengan bantuan software Minescape 5.7, pit yang didesain mengikuti output desain pit kuartal dari software Spry 1.5. kemudian desain digambar ulang agar dapat diterapkan pada keadaan aktual. Setelah didapatkan rancangan sekuen yang sesuai, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis kebutuhan alat gali muat dan angkut. Pit desain tahun 2023 seluas 77,15 Ha memiliki tonase batubara 3.125.465 ton dan volume overburden 9.277.944 BCM dengan SR 2,96. Kuartal 1 produksi batubara sebanyak 689.675,51 ton, overburden sebesar 2.026.033,09 BCM dan nilai SR 2,94. Kebutuhan peralatan sebanyak 8 unit loader dan 61 unit hauler. Produksi batubara kuartal 2 sebanyak 850.233,25 ton, overburden sebesar 2.487.303,11 BCM dengan SR 2,93. Kebutuhan peralatan sebanyak 8 unit loader dan 68 unit hauler. Kuartal 3 produksi batubara direncakan sebesar 889.868,39 ton, overburden sebanyak 2.535.818,71 BCM dengan SR 2,85. Kebutuhan peralatan sebanyak 8 unit loader dan 73 unit hauler. Kuartal 4 produksi batubara sebesar 695.687,85 ton, overburden sebanyak 2.228.789,10 BCM dengan SR 3,20. Kebutuhan peralatan sebanyak 8 unit loader dan 64 unit hauler. Disposal desain pada tahun 2023 memiliki kapasitas overburden sejumlah 9.307.000 BCM.
OPTIMALISASI CADANGAN BATUBARA SEAM P PADA DESAIN PIT PQRT PT BERAU COAL Nashita, H.; Ibrahim, E.; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1677

Abstract

Pit PQRT merupakan salah satu pit yang berada di Site Lati yang menjadi penyumbang terbesar dalam produksi batubara PT Berau Coal pada tahun 2022, yaitu mencapai 7.951.581 ton. Permintaaan pasar terhadap batubara seam P juga meningkat seiring dengan peningkatan konsumsi batubara dunia. Pada kondisi aktual pit PQRT terdapat di sisi barat high wall pada elevasi -70 berpotensi untuk dilakukan optimalisasi batubara. Oleh karena itu diperlukan perencanaan kembali desain pit PQRT untuk mengoptimalkan volume cadangan batubara seam P, menghitung volume overburden dan batubara seam P sebelum dan setelah dilakukan optimalisasi serta nilai break even stripping ratio (BESR) dan stripping ratio (SR) ekonomis apabila dilakukan optimalisasi batubara. Perancangan desain optimalisasi batubara seam P pit PQRT dilakukan menggunakan software MineScape 5.7. Berdasarkan rekomendasi geoteknik PT Berau Coal direncanakan single slope 55o, overall slope 32o, tinggi lereng tunggal 10 meter, lebar jenjang 5 meter, dan lebar jalan angkut 35 meter. Desain pit optimalisasi menghasilkan request level (RL) tertinggi 80 dan RL terendah -90 dengan faktor keamanan (FK) 1,24 untuk overall slope dan FK 1,21 untuk single slope. Hasil perhitungan total cadangan untuk area optimalisasi batubara seam P pit PQRT sebesar 114.637 ton untuk batubara dan sebesar 527.039 BCM untuk overburden maka total cadangan pit PQRT tahun 2023 apabila ditambahkan dengan volume cadangan optimalisasi sebesar 8.066.218 ton batubara dan 124.841.039 BCM overburden. Nilai BESR dan SR Ekonomis untuk penambahan volume batubara dan overburden pada desain pit optimalisasi sebesar 47,8 dan 33,46.
RANCANGAN PENAMBANGAN DENGAN PENANGANAN MATERIAL OPD ABC TIMUR DI PIT MIDDLE PT BANJARSARI PRIBUMI Marbun, T.; ., Bochori; Puspita, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.1697

Abstract

PT Banjarsari Pribumi merencanakan target produksi satu juta ton batubara dari pit middle pada tahun 2023, sehingga diperlukan suatu perencanaan penambangan yang dapat menunjang pencapaian produksi. Penelitian bertujuan untuk merencanakan penambangan yang mencakup desain pit dan disposal, sequence penambangan bulanan dengan penanganan matrial OPD ABC timur dan analisis keperluan alat gali muat dan angkut. Perancangan pit penambangan, disposal dan sequence bulanan dibuat menggunakan bantuan software minescape 5.7 dengan cara dilakukan penentuan blok penambangan dengan uji coba secara berulang serta batasan nilai stripping ratio 6,2 dan target produksi bulanan yang ditetapkan. Berdasarkan hasil rancangan pit diperoleh perhitungan volume 1.014.675 ton batubara dan 5.821.600 BCM overburden dengan stripping ratio 5,74. Rancangan pit dibuat dengan memperhitungkan pengambilan kembali material OPD ABC timur yang berada di pit middle dan rancangan sekuen penambangan dijadwalkan bulanan yang dapat memenuhi pencapaian produksi batubara sebanyak satu juta ton. Arah penambangan dimulai dari side wall timur melanjutkan penambangan sebelumnya menuju side wall barat dengan luas bukaan 39,18 Ha. Rancangan penimbunan disposal dibuat secara inpit dump pada area IPD ABC seluas 44,30 Ha yang dapat menampung overburden sebesar 7,99 juta BCM.
STABILISASI LERENG TIMBUNAN DITINJAU DARI KOMPOSISI MINERAL PENYUSUN TANAH PADA LERENG TIMBUNAN TAMBANG Asof, M.; Pebrianto, R.; Ataariq, A. Z.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i3.1728

Abstract

Area timbunan sangat berpotensi mengalami kelongsoran, penambahan massa tanah, tanah yang tidak compact, jenis tanah, dan curah hujan menjadi beberapa faktor yang meningkatkan potensi kelongsoran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan kestabilan lereng timbunan dan jenis mineral lempung penyusun tanah. Dilakukan pengujian sampel tanah timbunan pada site Muara Tiga Besar Utara, PT Bukit Asam Tbk. lalu menganalisis nilai faktor keamanan pada lereng timbunan. Hasil analisa menunjukan lereng dalam keadaan aman dengan faktor keamanan berkisar antara 1-1.2. Namun kondisi aktual menunjukkan sering terjadi kelongsoran pada lereng setiap terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi. Pengujian XRF terhadap lima sampel tanah timbunan menunjukkan bahwa unsur yang dominan terkandung ialah Si (silika) 31,625%, Fe (besi) 22,465%, dan Al (aluminium) 16,156%. Hal ini menginterpretasikan bahwa jenis mineral yang terindikasi ialah mineral lempung jenis montmorillonite dengan sifat cepat menyerap air namun memiliki permeabilitas yang relatif kecil sehingga banyak air terperangkap dalam tanah.
PENCEMARAN LOGAM BERAT PADA AIR SUNGAI ANDONG OLEH PENAMBANGAN EMAS TRADISIONAL DI JATIROTO, JAWA TENGAH Haritsah, L.; Budianta, W.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i4.1740

Abstract

Pencemaran logam berat pada lingkungan perairan terutama sungai yang diakibatkan kegiatan pertambangan sudah banyak dijumpai. Penelitian ini berlokasi di Jatiroto, Wonogiri, Jawa Tengah dan bertujuan untuk menginvestigasi pencemaran logam berat pada Sungai Andong di lokasi penelitian yang diakibatkan oleh adanya kegiatan pertambangan emas tradisional. Sampel air sungai diperoleh sebanyak sebelas sampel yang diambil secara sistematis dari hulu ke hilir Sungai Andong. Satu sampel batuan urat kuarsa juga diambil untuk diukur konsentrasi logam berat. Pengukuran logam berat pada semua sampel dilakukan dengan ICP AES. Hasil pengukuran logam berat pada sampel air sungai kemudian diplot ke dalam grafik untuk melihat pola konsentrasi dari hulu ke hilir. Analisis statistik korelasi juga dilakukan untuk melihat hubungan antar unsur logam berat yang diteliti. Hasil analisis logam berat pada urat kuarsa menunjukkan bahwa telah terjadi akumulasi logam berat pada zona mineralisasi akibat kehadiran mineral pirit, spalerit dan galena. Hasil dari analisis grafik menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat dalam air sungai bervariasi antara daerah hulu dengan hilir sungai dimana secara umum daerah hulu memiliki kandungan logam berat yang lebih besar daripada daerah hilir. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa adanya korelasi untuk As-Pb, Cu-Hg, Cu-Zn serta Hg-Zn, sedangkan unsur-unsur yang memiliki hubungan kuat adalah As-Hg, dimana menunjukkan sumber yang identik, saling ketergantungan, dan perilaku yang serupa selama proses transportasi. Distribusi logam berat dalam air sungai dari hulu ke hilir di lokasi penelitian dipengaruhi oleh faktor alamiah (geogenik) dan kegiatan manusia (antropogenik).
PENGARUH WAKTU PENGADUKAN DAN KONSENTRASI METANOL (CH3OH) TERHADAP PENURUNAN KADAR SULFUR BATUBARA TONDONGKURA MELALUI PROSES DESULFURISASI Juradi, M. I.; Bakri, S.; ., Anshariah
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.1747

Abstract

Batubara Tondongkura diketahui memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi. Penurunan kandungan sulfur dalam batubara ini menjadi fokus utama untuk meningkatkan kualitas batubara. Proses desulfurisasi batubara merupakan salah satu metode yang efektif dalam mengurangi kandungan sulfur. Metanol (CH₃OH) telah diketahui memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan sulfur dalam batubara dan membentuk senyawa yang lebih mudah dipisahkan. Penggunaan metanol dalam proses desulfurisasi telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam berbagai penelitian sebelumnya. Namun, efektivitas desulfurisasi sangat bergantung pada beberapa faktor, termasuk konsentrasi metanol yang digunakan dan waktu pengadukan selama proses tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui persen penurunan kadar sulfur dengan parameter konsentrasi larutan dan waktu pengadukan pada proses desulfurisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data variabel tetap dan variabel bebas. Langkah awal yang dilakukan adalah menentukan persentase pengenceran yang menghasilkan banyaknya larutan metanol yang digunakan untuk pelindian. Setelah itu ditentukan parameter penurunan persentase kadar sulfur keseluruhan mulai dari awal hingga setelah leaching. Data awal didapatkan kadar total sulfur sebesar 7,59% dengan variabel waktu pengadukan kondisi terbaik didapatkan pada 60 menit waktu pengadukan dengan persen penurunan 37,32% sedangkan pada variabel persen volume methanol kondisi terbaik didapatkan 5% volume methanol dengan persen penurunan 61,98%.
PENGARUH NILAI KARAKTERISTIK BATUBARA TERHADAP GROSS CALORIFIC VALUE BATUBARA PT BUKIT ASAM Afrah, B. D.; Imanda, E. R. D.; Utami, A. A. A.; Afrah, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i4.1751

Abstract

PT Bukit Asam Tbk adalah perusahaan bisnis batubara yang cukup besar di Indonesia. Batubara tergolong sumber energi karena memiliki nilai kalor untuk terjadinya pembakaran. Oleh karena itu nilai kalor merupakan karakteristik yang sangat penting bagi kualitas batubara. Nilai kalor batubara yang diperoleh dari front atau lokasi penambangan dan stockpiles dapat mengalami perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh analisis proksimat terhadap gross calorific value (GCV) dan pengaruh lokasi penambangan terhadap parameter analisis proksimat dan GCV. Analisis proksimat merupakan uji untuk menentukan kandungan dalam batubara, yakni kadar air (moisture air dry), kadar abu (ash content), zat terbang (volatile matter), dan karbon tetap (fixed carbon). Persentase kadar air tertinggi dan terendah ialah sebesar 13,71% dan 4,69% dengan nilai kalor masing-masing sebesar 6.231 cal/g dan 6.692 cal/g. Persentase kadar abu tertinggi dan terendah ialah sebesar 12,74% dan 1,06% dengan nilai kalor masing-masing sebesar 5.633 cal/g dan 6.148 cal/g. Persentase kadar zat terbang tertinggi dan terendah ialah sebesar 44,2% dan 15% dengan nilai kalor masing-masing sebesar 8.328 cal/g dan 6.148 cal/g. Kadar air, kadar abu, dan kadar zat terbang yang semakin tinggi dalam batubara menyebabkan semakin rendahnya nilai kalor batubara. Persentase nilai karbon tetap tertinggi dan terendah ialah sebesar 81,74% dan 40,02% dengan nilai kalor masing-masing sebesar 8.328 cal/g dan 5.633 cal/g. Nilai karbon tetap yang semakin tinggi dalam batubara menyebabkan nilai kalor batubara yang semakin tinggi. Kualitas batubara yang berasal dari front lebih baik daripada stockpiles yang disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya faktor cuaca, pengotor, dan lama penyimpanan pada stockpiles.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PENGGUNAAN ALAT ANGKUT MERCY3939K DENGAN SCANIAP380 PADA PENGUPASAN OVERBURDEN Setyaningsih, S.; Zahar, W.; Yulanda, Y. A.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.1765

Abstract

Kegiatan pengupasan overburden merupakan kegiatan yang perlu dilakukan sebelum dilakukan kegiatan coal getting. Penggunaan alat angkut pada biaya pengupasan overburden merupakan komponen biaya terbesar yang akan dikeluarkan oleh perusahaan diakibatkan oleh populasi unit yang paling banyak. Biaya tersebut terdiri dari biaya owning cost dan operating cost. Biaya produksi sangat dipengaruhi oleh produktivitas alat dimana semakin lama penggunaan alat maka performa alat akan menurun. Pada penelitian ini, umur alat telah digunakan selama lima tahun penggunaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa biaya alat angkut yang menguntungkan, sehingga memberikan keuntungan dengan mempertimbangkan biaya kepemilikan dan operasional serta biaya produksi dengan mengkorelasikannya dengan produktivitas alat. Berdasarkan penelitian didapatkan produktivitas Mercedes Benz Actross 3939K sebesar 53,12 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 60.512/jam dan biaya operasional Rp 448.598/jam. Sedangkan produktivitas Scania P380 sebesar 37,25 bcm/jam dengan biaya kepemilikan Rp 63.718/jam dan biaya operasional Rp 420.411/jam. Dengan membagi nilai produktivitas alat didapatkan biaya produksi Mercedes Benz Actross 3939K Rp 9.584/bcm sedangkan Scania P380 Rp 12.996/bcm. Berdasarkan biaya produksi tersebut disimpulkan bahwa walaupun operating cost dump truck Mercedes Benz Actross 3939K lebih besar namun unggul secara performa sehingga Mercedes Benz Actross 3939K lebih ekonomis secara biaya produksi dibandingkan dengan dump truck Scania P380.