cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PENINGKATAN UTILISASI HOTBOX PADA DEPARTEMEN PART STOCK UNTUK MEREDUKSI LINE STOP (Studi Kasus di PT. Maithland Smith Indonesia) Rizky Kurnia Gusprita; Sri Hartini; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Maithland Smith Indonesia (PT.MSI) merupakan perusahaan yang bergerak dibidang  mebel, produknya antara lain seperti kursi, meja, lemari, tempat tidur, cermin, dan lain-lain yang dipasarkan di Amerika. Pada Departemen Finishing Conveyor Area PT. MSI mengalami in-efisiensi karena banyak terjadi line stop, yaitu sebesar 57,30%. Berdasarkan studi pendahuluan pendekatan lean thinking diketahui bahwa Departemen Finishing Conveyor Area PT. MSI memiliki banyak pemborosan. Akar permasalahan yang ditemukan adalah line stop disebabkan oleh aliran material subassembly di dalam hotbox tidak lancar yang tidak bisa memenuhi minimal loading pada departemen assembly. Untuk menunjang kelancaran pengiriman komponen dari hotbox ke Departemen Assembly maka dilakukan rancangan perbaikan tata letak penyimpanan dalam hotbox dengan dukungan 5S sehingga utilisasi hotbox meningkat. Dengan adanya hal tersebut diharapkan aliran material bisa lancar dan mereduksi line stop.Dengan perbaikan layout di dalam hotbox mampu meningkatkan utilisasi sebesar 49,31% dari layout awal, yaitu dari 479,52  menjadi 715,98 . Tata letak ruang penyimpanan menjadi lebih baik dengan dukungan 5S dan efektifitasnya pun meningkat  sehingga mampu mengeluarkan material siap assembly sesuai target produksi untuk menghindari terjadinya line stop PT. Maithland Smith Indonesia (PT.MSI) is a company engaged in the furniture, among other products such as chairs, tables, cabinets, beds, mirrors, and others are marketed in the United States. In Conveyor Finishing Department Area of PT. MSI has in-efficiency because many line stop happening, amounting to 57.30%. Based preliminary study on the lean thinking approach in that Conveyor Finishing Department Area of PT. MSI has a lot of waste. The root of the problems found were line stop caused by the flow material subassembly in hotbox noncurrent who can not meet the minimum loading on the assembly department. To support the smooth delivery of the components of the hotbox to the Department of the Assembly is making the design improvements in the storage layout hotbox with 5S so that hotbox utilization increases. With this it is expected to be smooth material flow and reduce the line stop. With improvements in the hotbox layout can increase the utilization of 49.31% of the initial layout, is from 479.52 to 715.98 . The layout of the storage space could be better with support  of 5S and its effectiveness was increased so as to remove the material ready for assembly on target to prevent the production line stops
Pemilihan Bahan Pewarna Alam Batik Tulis di Usaha Kecil dan Menengah Semarang Menggunakan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) (Studi Kasus UKM Batik Semarang) Ahmad Kamil; Arfan Bakhtiar; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.12 KB)

Abstract

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dari nenek moyang bangsa Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO. Sekarang ini banyak pengrajin cenderung menggunakan bahan kimia daripada bahan pewarna alam untuk pembuatan batik, karena waktu pewarnaan yang singkat dan mudah diperoleh. Hal tersebut juga ditemui pada UKM Batik Semarang. Untuk itu peneliti melakukan penelitian guna mengetahui alternatif bahan pewarna alam yang dapat digunakan pada UKM Batik di Semarang. Penelitian ini menggunakan metode analitycal hierarchy process (AHP) dengan menggunakan 4 variabel (ekonomi, teknis, lingkungan, dan kualitas) 6 kriteria (komersial, proses produksi, bahan baku, dampak lingkungan, hasil warna dan tingkat kelunturan) dan 14 sub kriteria. Hasil perhitungan diperoleh nilai bobot tertinggi pada variabel ekonomi sebesar 0.394, bobot tertinggi pada kriteria komersial sebesar 0.252 dan nilai tertinggi pada sub kriteria harga bahan baku sebesar 0.126. hasil dari pembobotan didapatkan alternatif bahan untuk warna hijau adalah jelawe dengan penambahan pasta indigo sesuai perbandingan 3:1sedangkan untuk warna kuning adalah tegeran.  Abstract Batik is one of the Indonesia’s cultural heritages from the ancestors of Indonesia that was recognized by UNESCO. Recently, many producers tend to use a synthetic dye rather than the natural ones, because synthetic dye require shorter time in the process of making batik and can be found easily. That similar case was also found in UKM Batik in Semarang City, so that this research will try to find out the alternatives of natural dyeing agents which can be used by the people on the UKM Batik Semarang. The application of analytical hierarchy processes (AHP) method will use 4 variables (economics, technic, environment and quality) then 6 criteria (commercial, production processes, raw material, environmental impact, color results, and fading levels) and 14 sub criteria. As for the results show that the highest score is economic criteria with 0.394 points, then commercial has 0.252 points and raw material prices sub – criteria is 0.126 points. So the alternative material that could be use for the green dye is “Jelawe” by addition of “Indigo” with ratio 3:1 and “Tegeran” can be used for yellow dyeing.         
Peramalan Produk dan Perencanaan Material pada CV Sempurna Boga Makmur Produk Jelly MJ 36 Suryo Wiwoho; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.911 KB)

Abstract

CV Sempurna Boga Makmur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan yang memroduksi banyak produk seperti jelly, minuman sachet, minuman bersoda, dan sirup. Tujuan penelitian ini adalah merancang suatu sistem informasi untuk mendukung aksi perencanaan serta pembelian material yang didasarkan pada hasil forecast. Permasalahan yang dihadapi CV Sempurna Boga Makmur adalah menumpuknya stock jelly dan material digudang yang menyebabkan produk expired sebelum dipasarkan sehingga menyebabkan produk tidak dapat dipasarkan dan membuat perusahaan merugi. Dalam penelitian ini akan dilakukan menggunakan Sembilan metode lotting material requirement planning yaitu Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), Fixed Order Quantity (FOQ), Fixed Order Period Requirement (FPR), Least Unit Cost (LUC), Least Total Cost (LTC), Part Period Balancing (PPB), dan Wagner Within Algorithm (WWA). Dari hasil penelitian ini ternyata metode LUC merupakan metode terbaik yang dihasilkan karena pada metode ini biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan perencanaan kebutuhan material dengan biaya paling minimal. Abstract Product forecasting and material planning in CV Sempurna Boga Makmur jelly product MJ 36. CV Sempurna Boga Makmus is company is concern in food and produced a lot of product like jelly, drink soda, drink sachet and syrup. Purpose of this research is to create information system that can help planning of purchasing material base of forecast data. Problem that facing in CV Sempurna Boga Makmur is a lot of material in factory and cumulation jelly product that expired in factory before selling. In this research we use nine methods in material requirement planning that is Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), Fixed Order Quantity (FOQ), Fixed Order Period Requirement (FPR), Least Unit Cost (LUC), Least Total Cost (LTC), Part Period Balancing (PPB), dan Wagner Within Algorithm (WWA). From this reasearch have conclusion that LFL is the best method because produced minimal cost to company to do planning material.
SISTEM INFORMASI TRANSPORTASI UMUM TERINTEGRASI DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN ALGORITMA DEPTH FIRST SEARCH (DFS) Demas Haryo Bismantoko; Sriyanto Sriyanto; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.523 KB)

Abstract

Penggunaan kendaraan pribadi yang semakin tinggi di Kota Semarang memberikan berbagai efek negatif. Tingginya penggunaan kendaraan pribadi diakibatkan masyarakat Semarang mengalami penurunan minat menggunakan transportasi umum. Salah satu penyebab penurunan minat adalah tidak adanya integrasi transportasi umum, sehingga untuk membantu membentuk integrasi tersebut dapat menggunakan pendekatan terhadap sistem informasi. Sistem informasi mengaplikasikan time table dan route search untuk mengintegrasikan informasi transportasi umum. Time table digunakan untuk memberikan informasi jadwal dan route search digunakan untuk informasi rute dari titik awal menuju tujuan. Pencarian rute menggunakan algoritma Depth First Search (DFS). Algoritma DFS menggunakan setiap titik pemberhentian dari setiap moda untuk membentuk jalur moda transportasi umum. Setiap perpotongan jalur dengan moda transportasi umum lain akan membentuk percabangan yang memungkinkan penumpang berpindah moda dan jalur. Perpotongan tersebut dianggap dalam algoritma DFS sebagai percabangan yang digambarkan dengan pohon percabangan untuk menemukan rute yang tersedia dari titik pemberhentian satu menuju titik pemberhentian lain.  Penelitian ini menghasilkan sistem informasi transportasi umum terintegrasi untuk mengintegrasi informasi dari transportasi umum. Berdasarkan rute tersebut sistem informasi mengolah  informasi transportasi umum dan didapati moda transportasi umum apa saja yang terdapat pada rute beserta informasinya. Informasi yang disajikan berupa rute tujuan beserta peta, jadwal, biaya perjalanan, estimasi waktu, dan alternatif rute.                      ABSTRACT Increasing the number of use of private vehicles  in Semarang provide a variety of negative effects. The high use of private vehicles is caused  Semarang people decreased interest of using public transport. One of the causes of the decline of interest is the lack of integration of public transport, so to make that integration can use  by information systems approach. Information System Applying time table and route search to integrate public transport information. Time table is used to provide the schedule and route search information is used to route information from the starting point to the destination.Depth First Search (DFS) algorithm is used to find some route. DFS algorithm using any shelter point of each mode to establish public transportation’s path. Each intersection of the path with other public transport modes will form a branching that allows passengers to move and track modes. The intersection is considered in the DFS algorithm as described by branch tree to find a route that is available from public transportation’s shelter one to another  public transportation’s shelter. This research is done to get an integrated public transportation information system as a result to integrate public transportation’s information. Based on that route, information system will process public transportation’s information and found any public transportation modes contained on the route along the information. The information system provides information to the user in the form of destination route along with the map, schedule, fare, approximate time, and other alternative routes.
ANALISIS PENENTUAN PENGENDALIAN KUANTITAS PEMESANAN BAHAN BAKU KAYU JATI UNTUK PRODUK FURNITURE DAN PRODUK BBI DENGAN MODEL PERSEDIAAN EOQ DI PERUM PERHUTANI BRUMBUNGANALISIS PENENTUAN PENGENDALIAN KUANTITAS PEMESANAN BAHAN BAKU KAYU JATI UNTUK PRODUK FURNITURE DAN PRODUK BBI DENGAN MODEL PERSEDIAAN EOQ DI PERUM PERHUTANI BRUMBUNGANALISIS PENENTUAN PENGENDALIAN KUANTITAS PEMESANAN BAHAN BAKU KAYU JATI UNTUK PRODUK FURNITURE DAN PRODUK BBI DENGAN MODEL PERSEDIAAN EOQ DI PERUM PERHUTANI BRUMBUNGAN Armi Ekasari; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.639 KB)

Abstract

Perencanaan pengendalian persediaan bahan baku adalah salah satu faktor yang sangat penting bagi perusahaan dalam merencanakan dan menjalankan produksinya, karena dengan perencanaan yang tepat maka jalannya proses produksi lebih terkendali. Bahan baku menjadi prioritas utama dan vital bagi suatu industri dalam melakukan produksinya. Dalam merencanakan bahan baku yang tepat maka perusahaan biasanya melakukan berbagai metode untuk mengelola setiap persediaan bahan baku yang dibutuhkan dalam perusahaan. Saat ini, permasalahan yang sedang dihadapi oleh Perum Perhutani Brumbung adalah pada perencanaan pengendalian bahan baku yang belum tepat, karena terjadi penumpukan bahan baku kayu di gudang. Penumpukan bahan baku tersebut dikarenakan jumlah pemesanan yang hanya berdasarkan penetapan per tahun tanpa memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti faktor di bagian produksi dan pemasaran. Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut diusulkan dengan menggunakan metode EOQ. Penetapan penggunaaan metode EOQ ini dikarenakan Perum Perhutani belum memiliki upaya dalam mengoptimalkan kuantitas bahan baku yang harus dipesan dan belum digunakannya metode persediaan seperti metode EOQ dalam proses pengambilan keputusan persediaan bahan baku yang ada. Pada penelitian ini hasil yang didapatkan adalah jumlah pemesanan bahan baku yang optimal yaitu sebesar 3012,023 m3, total biaya persediaan yaitu sebesar Rp 33.245.394.023,-, besarnya safety stock yaitu 2848,315 m3 dan besarnya reorder point yaitu 2625,219 m3. Abstract Analysis of quantity control of teak wood raw materials for optimal furniture and BBI products with EOQ inventory model. Planning for controlling raw material inventories is one of the most important factors for a company in planning and carrying out its production, because with proper planning, the course of the production process is more controlled. Raw materials are a top priority and vital for an industry in its production. In planning the right raw material, the company usually performs various methods to manage every raw material inventory needed in the company. At present, the problem that is being faced by Perum Perhutani Brumbung is the improper planning of raw materials, because there is a buildup of wood raw material in the warehouse. The accumulation of raw materials is due to the number of orders that are only based on the determination per year without regard to the factors that influence it such as factors in the production and marketing section. So that to solve these problem is proposed using the EOQ method. Determination of the use of the EOQ method is because Perum Perhutani does not have an effort to optimize the quantity of raw materials that must be ordered and the inventory method has not been used, such as the EOQ method in the decision making process of existing raw material inventories. In this study the results obtained are the optimal number of raw material orders which is equal to 3012,023 m3, the total inventory cost is Rp 33.245.394.023,00, the amount of the safety stock is 2848,315 m3 and the amount of the reorder point is 2625,219 m3.
REDUKSI WASTE UNTUK MEMINIMASI MANUFACTURING CYCLE TIME MELALUI PERANCANGAN KESEIMBANGAN LINTASAN DAN STASIUN KERJA (Studi Kasus PT.Inti Sukses Garmindo) Jeffry Pane; Zainal Fanani; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Inti Sukses Garmindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang garment memproduksi berbagai macam jenis pakainan baik celana maupun baju dengan pangsa pasar dalam negeri dan luar negeri. Fokus penelitian ini adalah produksi celana.     Agar dapat bersaing dengan perusahaan  garment lainnya , perusahaan harus  meningkatkan produktivitasnya  untuk dapat memenuhi permintaan konsumen  tepat waktu. Saat ini masih terdapat banyaknya pemborosan  yang terjadi pada lantai produksi yang berpotensi memperpanjang manufacturing cycle time (MCT) yang bermuara kepada penurunan kapasitas produksi perusahaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengurangi pemborosan-pemborosan tersebut. Penelitian ini difokuskan pada departemen sewing karena merupakan departemen yang memiliki produktivitas paling rendah. Dengan menggunakan pendekatan lean yaitu process activity mapping (APM) teridentifikasi empat jenis waste yang memiliki bobot persentase terbesar yang diyakini sebagai pemicu rendahnya produktivitas. Yaitu waiting waste sebanyak 42,47%, transportation 33,38%,  underutilize people 12,73 %, dan unnecessary motion 11,43 %. Usulan perbaikan transportation waste dan unnecessary motion melalui perancangan ulang layout dan desain ulang meja mesin jahit diharapkan mampu mereduksi MCT sebesar 362 detik. Sementara usulan untuk perbaikan waiting waste menggunakan metode line balancing, metode yang terpilih adalah metode helgeson dan bernie. Perancangan ulang keseimbangan lintasan dengan metode ini mampu mereduksi waiting waste menjadi 410 detik dari yang semula1191 detik. Sehingga mereduksi MCT menjadi 1768 detik dari semula 2650 detik. Penurunan MCT ini diprediksi mampu meningkatkan kapasitas produksi menjadi 776 celana/hari dari semula hanya 540 celana/hari.
ANALISA PENERAPAN 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEKETSU, SHITSUKE) PADA AREA WAREHOUSE CV SEMPURNA BOGA MAKMUR SEMARANG Maya Kartika; Dyah Ika Rinawati
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.964 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul  Analisa Penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seketsu, Shitsuke) pada Area Warehouse CV Sempurna Boga Makmur. CV Sempurna Boga Makmur merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri makanan dan minuman, yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman yang bervariasi seperti sirup victory, victory jelly, victory coco, freshger, drink powdered, dan lain-lain. Permasalahan yang terdapat pada CV Sempurna Boga Makmur adalah masih kurang tepat dan efisiennya penggunaan ruang penyimpanan. Selain itu, masih kurang tertatanya penempatan barang yang ada pada gudang serta penyimpanan barang yang belum dilakukan secara teratur dan sesuai label. Untuk meningkatkan efisiensi dalam sistem pergudangan, diperlukan suatu metode agar peralatan yang terdapat di dalam gudang tersimpan dengan baik dan dapat menghindari terjadinya kesulitan pencarian dan pengambilan barang atau bahkan kerusakan karena penyimpanan yang tidak tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memudahkan proses penyimpanan dalam warehouse yaitu dengan menggunakan metode 5S. Penelitian ini menggunakan metode 5S dan pemberian usulan rancangan mengenai penempatan dan penyusunan barang di warehouse.   Abstract The title of this research is Analysis of implementation 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seketsu, Shitsuke) in CV Sempurna Boga Makmur Warehouse Area. CV Sempurna Boga Makmur is a company that produce the food and beverage. It produces various types of food and beverages such as syrup victory, victory jelly, coco victory, freshger, powdered drinks, and others. Issues contained in CV Sempurna Boga Makmur is still inaccurate and inefficient use of storage space. In addition, there are less well-organized placement of existing goods in warehouses and storage of goods that have not been done on a regular basis and appropriate label. To improve efficiency in the warehousing system, we need a method that the equipment contained inside the warehouse stored properly and can avoid the difficulties of search and retrieval of goods or damage due to improper storage. One method that can be used to facilitate the process of storage in a warehouse by using the 5S method. 5S method used in this research and the provision of a draft proposal regarding the placement and arrangement of goods in warehouse
ANALISIS KEPUASAN ANGGOTA KLUB SEPATU RODA MENGGUNAKAN IMPORTANCE PERFORMANCE ANALYSIS DAN CUSTOMER SATISFACTION INDEX Erlangga Ardianza Wibowo; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kahuripan Roller Sport atau KAIROS merupakan klub sepatu roda yang berdiri di kota Semarang pada 12 Februari 2012. Meskipun klub ini masih tergolong muda, namun telah memiliki anggota tercatat sebanyak 350 anak dengan jumlah anak yang aktif berlatih sebulan minimal 4 kali adalah 150 anak dan yang telah mencapai kelas mahir atau kelas merah sebanyak 86 anak. Namun adanya perpindahan anggota kelas merah atau mahir ke klub lain telah melatar belakangi untuk mengetahui faktor penyebab kepindahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut kualitas pelayanan yang dianggap penting oleh anggota, membandingkan atribut kinerja klub dan tingkat kepuasan klub KAIROS dengan klub yang telah berdiri lebih dari 10 tahun yaitu Mataram Inline Club atau MIC Yogyakarta. Data mengambil sampel 50 anggota pada KAIROS dan 50 anggota pada MIC. Metode yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI).Hasil plot diagram IPA pada KAIROS maupun MIC menunjukan terdapat atribut yang berada pada kuadran I yang berarti prioritas pertama yaitu perlu diperbaiki untuk meningkatkan kepuasan anggota. Namun hasil CSI yang menunjukan “SANGAT PUAS” menunjukan bahwa walaupun ada atribut yang masih harus diperbaiki, namun anggota sudah sangat puas terhadap pelayanan KAIROS maupun MIC. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya atribut prestasi klub dan hubungan orang tua yang menjadi faktor dalam anggota memilih klub. Hal tersebut terbukti dengan MIC yang memiliki prestasi sangat baik, dapat bertahan lebih dari 10 tahun dengan porsentase kepindahan rendah.    ABSTRACTKahuripan Roller Sport or KAIROS is a club that stands in Semarang on February 12, 2012. Although the club is still relatively young, but has a membership of 350 children registered with the number who actively practice at least 4 times a month were 150 children and who have reached the advanced class as many as 86 children. However, this transfer of red or advanced class members to other clubs have the background to know the causes of removals. This study aims to determine the service quality attributes that are considered important by members, comparing the performance attributes  and level of satisfaction with the club that has existed for more than 10 years, Mataram Inline Club or MIC. Data taking samples 50 members on the KAIROS and 50 members MIC. The method used is Importance Performance Analysis(IPA) and Customer Satisfaction Index(CSI).IPA charts plot the results on KAIROS and MIC shows attributes that are contained in quadrant I, which means that the first priority needs to be improved to increase member satisfaction. However, the results of which showed CSI "VERY SATISFIED" attribute indicates that although there is still to be repaired, but the members have been very satisfied with the services KAIROS and MIC. This happens due to the club's achievements attributes and relationships of parents is a factor in selecting club. This is evident by the MIC that has a many achievement, can last more than 10 years with low percentage move.
IMPLEMENTASI BUDAYA 5S PADA GUDANG PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA MALEM KOTA KABANJAHE Dian Lestari Br Perangin Angin; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.884 KB)

Abstract

PDAM Tirta Malem Kabanjahe merupakan sebuah perusahaan yang begerak dibidang distribusi air bersih bagi masyarakat Kabanjahe. Proses distribusi air dilakukan dengan pemasangan jaringan pipa ke setiap rumah konsumen. Untuk melakukan proses distribusi air, PDAM membutuhkan berbagai jenis alat yang disimpan di gudang. Tujuan tugas ini yaitu mendesain dan mengimplementasikan budaya 5S di gudang untuk mengurangi kegiatan yang tidak memiliki nilai. Hal yang akan dilakukan yaitu mengelompokkan dan meletakkan kembali benda sesuai bentuk dan tempat, membuang benda yang tidak terpakai, membersihkan gudang dan sebagainya. Adapun hasil kegiatan yaitu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah implementasi budaya 5S. Hasilnya akan dibuktikan dengan foto dokumentasi dan jumlah score dari form audit 5S. Secara jelas dapat diketahui jumlah score sebelum yaitu 6 (tidak menyadari kegunaan dari 5S) dan setelah dengan jumlah score 68 (sudah pada tingkat pendekatan formal). AbstractImplementation of 5S culture in warehouse of drinking water company (PDAM) Tirta Malem Kabanjahe city. PDAM Tirta Malem is a company engaged in distrubution of clean water for Kabanjahe community. The process of water distribution uses installation of pipelines to every consumer’s home. To make the process of distribution, PDAM requires some tools with different type that are stored in the warehouse. The purpose of this task is to design and implement the 5S culture in warehouse to reduce the non-value activities. The thing that will do is categorize and lay the tools back according to the shape and place, discard unused objects, clean out warehouse and so on. The results of this activity is comparing condition of warehouse before and after implementation of 5S culture. The result will be evidenced with photo documentation and a number score from 5S audit form. Clearly it can be seen that the number of score before implementation is 6 ( not realizing the usefulness of 5S) and the number of score after implementation is 68 (already at the level of a formal approach)
Analisis Perancangan Sistem Barcode dalam Menangani Aliran Raw Material Kayu pada Departemen Lumberyard di PT Ebako Nusantara Semarang Devy Christine GM Simanjuntak; Arfan bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.939 KB)

Abstract

Warehouse merupakan suatu fasilitas yang dirancang khusus oleh suatu perusahaan untuk mencapai tingkat pelayanan yang paling tinggi dengan total biaya yang paling rendah. Penanganan bahan baku merupakan hal terpenting dalam mengintegrasikan pengendalian proses pergudangan tersebut. PT Ebako Nusantara Semarang merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang furniture yang memproduksi kursi, meja, lemari dan tempat tidur. Perusahaan ini memiliki Lumberyard Department untuk menyimpan material kayu yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi. PT Ebako Nusantara Semarang saat ini masih menerapkan sistem manual dalam mengelola warehousenya. Pencatatan secara manual tersebut  membutuhkan waktu yang lama sehingga menyebabkan proses tidak berjalan dengan efisien. Secara otomatis permasalahan ini akan menimbulkan berbagai dampak negatif dari aspek waktu dan aspek biaya.Penelitian ini mencoba  merancang barcode untuk mengurangi permasalahan-permasalahan yang ada, mulai dari proses penerimaan material, penyimpanan material dan pengeluaran material sampai ke lantai produksi. Sistem barcode tersebut akan menggantikan sistem manual yang telah ada sebelumnya. Sistem Barcode ini dibuat untuk mempermudah memonitoring aktivitas yang terjadi di warehouse sehingga dapat mengurangi waktu penanganan kayu dan kesalahan dalam penginputan data kayu. Sistem manual yang diubah menjadi sistem otomasi ini menghasilkan aliran proses dari input sampai ke output secara cepat, tepat, dan akurat. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengurangan dari aspek waktu dan aspek biaya yang dikeluarkan. ABSTRACTWarehouse is a facility that is specially designed by a company to achieve the highest service level and the lowest total cost. Material handling is the most important in integrating warehouse process control. PT Ebako Nusantara Semarang is a manufacturing factory that runs the business in furniture section which produces chairs, tables, cupboards and beds. This company has Lumberyard Department to stock wood material which is later used as material for the production process. PT Ebako Nusantara Semarang still implements manual system in managing their warehouse. The record keeping activity that is run manually need a long time so that the process doesn’t run efficiently. Automatically these problems will make a lot of negative effects in time and also cost. This study try to design barcode to reduce the problems, starting from material receiving , material  storing and material releasing to the shop floor. Barcode system will replace the manual system which is exist before by integrating barcode to the information system. This barcode system is created to simplify monitoring activity that runs in the warehouse so that wood material handling time and error in inputing the data can be reduced. Manual system that is changed to the automation system is creating process flow from the input to the output fast, precisely and accurately. This can be proved by the reducement in time and cost.

Page 32 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue