cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS VARIABEL YANG MEMPENGARUHI TINGKAT BRAND COMMUNITY UNTUK PENINGKATAN MINAT ALUMNI PROGRAM GLOBAL VOLUNTEER MEMBERI KONTRIBUSI BALIK PADA AIESEC LC UNDIP Muhammad Beta Haedar Sasono; Darminto Pujotomo; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.75 KB)

Abstract

AIESEC merupakan salah satu organisasi kepemudaan terbesar di dunia yang bergerak dalam bidang kepemimpinan, dengan salah satu local committee resmi di Universitas Diponegoro yaitu AIESEC LC Undip. Global Volunteer adalah produk unggulan dari AIESEC LC Undip yang memungkinkan pesertanya untuk berangkat keluar negeri dan melakukan proyek sosial sesuai dengan permasalahan pada negara tersebut. Saat ini sudah ada kurang lebih 1500 alumni Global Volunteer terhitung pada saat pertama kali diperkenalkan di Semarang. Permasalahan utama pada penelitian ini adalah kurangnya minat berkontribusi balik dari para alumni Global Volunteer kepada AIESEC LC Undip itu sendiri. Berdasarkan permasalahan tersebut, sejumlah kuesioner akan disebarkan kepada 100 responden untuk mengetahui pengaruh variabel alumni – product, alumni – brand, alumni – institution, dan alumni – alumni terhadap pembentukan brand community pada alumni program Global Volunteer. Penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS) untuk menentukan variabel yang paling berpengaruh terhadap brand community, sehingga ditemukan bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah alumni – institution. Abstract [Analysis of Variables that Influence The Brand Community Level for Improving Mutual Contribution from Global Volunteer Program Alumni to AIESEC LC Undip] AIESEC is one of the biggest youth organization in the world to develop the leadership of youth, with one of its official local committee in Diponegoro University, which is AIESEC LC Undip. Global Volunteer is the flagship product from AIESEC LC Undip that enables youth to go abroad and participate in a social project to solve a specific problem in the country. Since being introduced in Semarang, there are 1500 alumni from Global Volunteer as of today. The main problem in this case is the lack of intention from the alumni to give mutual contribution on AIESEC LC Undip itself. Based on that case, several questionnaires were spread to 100 respondents to know the influence of alumni – product, alumni – brand, alumni – institution, dan alumni – alumni variable to shape a good brand community on Global Volunteer alumni. This paper is using Partial Least Square (PLS) to determine the most influential variable towards brand community, which led alumni – institution being found as the most influential one.
Pengendalian Kualitas Berat Benang CD 40 pada Unit Spinning PT. Primatexco Indonesia Mumpuni Rahma Pertiwi; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.337 KB)

Abstract

Menurut Montgomerry (1996) Kualitas yaitu seberapa baik produk itu sesuai dengan spesifikasi dan kelonggaran yang disyaratkan oleh rancangan itu. PT. Primatexco Indonesia adalah perusahaan dalam bidang textile yang memproduksi benang dan kain. Keinginan PT. Primatexco Indonesia untuk bertahan dalam persaingan harus diwujudkan dengan tindakan-tindakan untuk memenuhi permintaan konsumen. Untuk mewujudkannnya PT. Primatexco Indonesia harus dapat memelihara kualitas dari produknya. Pada setiap proses produksi untuk menghasilkan produk benang di PT. Primatexco Indonesia, tidak jarang ditemui produk cacat, terutama pada berat benang salah satu produk benang jenis CD 40. Oleh karena itu diperlukan adanya perancangan pengendalian kualitas statistik pada berat benang jenis CD 40. Hasil dari pengolahan data yaitu terdapat 1  mesin penghasil benang CD 40 yang berada diluar peta kontrol. Dengan menggunakan peta kotrol R maka terdapat  4 mesin penghasil benang CD 40 yang berada diluar peta kontrol. Akar permasalahan penyebab cacatnya benang CD 40 berdasarkan analisa dengan menggunakan Why-Why Analysis dan Diagram Fishbone yaitu kapas yang digunakan untuk membuat benang tidak ditimbang sebelum di mix, operator salah dalam memasukan kapas, kurangnya perawatan mesin dan part mesin, tidak semua material yang digunakan dicek kebersihannya, dan lingkungan pabrik yang bising dan panas karena AC sering dimatikan.
ANALISIS KERUSAKAN MESIN ASPHALT MIXING PLANT DENGAN METODE FMEA DAN CAUSE EFFECT DIAGRAM (STUDI KASUS: PT PURI SAKTI PERKASA) Setiawan, Eric Priambodo; Puspitasari, Nia Budi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.646 KB)

Abstract

PT Puri Sakti Perkasa merupakan salah satu perusahaan kontraktor penyedia  produk aspal. Mesin utama yang digunakan dalam produksi adalah mesin Asphalt Mixing Plant (AMP). Penggunaan mesin yang tinggi , sehingga kerusakan pada komponen mesin AMP akan menyebabkan mesin tidak dapat beroperasi dan akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Permasalahan yang sering muncul dalam produksi adalah kerusakan-kerusakan yang tidak diprediksi, seperti kerusakan komponen belum pada waktu pemakaian wajar. PT Puri Sakti Perkasa berusaha menyusun kebijakan perawatan untuk mesin AMP melihat dari meningkatnya frekuensi kerusakan mesin AMP beberapa periode  terakhir (2015-2016). Pada penelitian ini akan dilakukan identifikasi awal penyebab kerusakan komponen mesin AMP menggunakan Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) dan cause effect diagram. Hasil dari analisis kedua tool tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan saran kebijakan perawatan dan untuk menentukan komponen mana dari mesin yang membutuhkan perhatian khusus. Hasil dari penelitian ini sendiri adalah saran pengambilan kebijakan perawatan untuk tiap komponen dalam mesin AMP. ABSTRACTAnalysis of Asphalt Mixing Plant Breakdown With FMEA Method and Cause Effect Diagram. PT Puri Sakti Perkasa is one of contractor that providing asphalt product. The main machine used in production is Asphalt Mixing Plant (AMP). Because of the high intensity usage, if there was breakdown in AMP component would stop the machine and make the company loss its profit. The frequent problem occurred in production was undetected breakdown such as, component breakdown before its lifetime usage. Looked from the increased breakdown intensity of AMP machine, PT Puri Sakti Perkasa was trying to set up maintenance policy for AMP machine. In this research would be conducted early identification of AMP component breakdown  using Failure Mode & Effect Analysis (FMEA) and cause effect diagram. The results of the analysis of both tools would be be used as the basis for the preparation of maintenance policy advice and to determine which components of the machine require special attention. The results of this research itself was the advice of taking care policy for each component in the AMP machine.
PEMILIHAN PARAMETER PRETREATMENT PADA PENGAWETAN BAMBU SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF MEBEL MENGGUNAKAN BAHAN ORGANIK DAUN MIMBA DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL Winda Andreina; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Bambu merupakan salah satu sumber daya alam Non-Hutan yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Bambu dapat dijadikan sebagai bahan alternatif pengganti kayu untuk mengatasi kelangkaan pasokan bahan baku kayu bagi Industri perabotan. Salah satu kelemahan bahan baku bambu adalah tingkat keawetan alami yang rendah sehingga rentan terhadap organisme perusak seprti kumbang bubuk dan rayap. Pemanfaatan bahan insektisida organik daun mimba merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan keawetan bambu sebagai bahan baku produk mebel yang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak daun mimba dan mendapatkan konsentrasi ekstrak yang optimal dalam pengawetan bambu. Model penelitian yang dilakukan metode desain eksperimen faktorial untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak dan lama perendaman bambu dalam proses pengawetan untuk meningkatkan keawetan bambu dari serangan organisme perusak. Daun mimba segar dicampurkan dengan air untuk menghasilkan variabel konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 gram/liter. Pada penelitian ini, bambu direndam dalam larutan konsentrasi ekstrak mimba dengan lama perendaman 30 menit dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan berat bambu yang  signifikan terjadi pada pengawetan bambu dengan konsentrasi ekstrak mimba 20% (200 gram/liter) selama 30 menit. Pengawetan bambu yang efektif dapat dilakukan dengan konsentrasi ekstrak mimba 30% selama 30 menit.
MEDIA PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIS UNIVERSITAS DIPONEGORO BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN Faisal Adi Surya Efendi; R Purwaningsih; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.785 KB)

Abstract

Sistem smartphone berbasis android memiliki kelebihan lebih mudah diakses daripada komputer.  Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membangun sebuah sistem berbasis Android sebagai media alternatif kepada mahasiswa untuk mengakses Sistem Informasi Akademik kapanpun dan dimanapun. Penelitian ini bersifat deskriptif analisis dimana desain studi yang digunakan adalah cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan yang dipilih merupakan pengguna android dan sekaligus pengakses website SIA UNDIP. Data yang didapatkan kemudian dirubah ke dalam bentuk angka dan dilakukan pengujian usability testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai daya guna pada perbandingan website SIA UNDIP (79.31%) dengan penggunaan aplikasi pengembangan android pada website (89.5%).Melihat dari nilai prosentase tersebut telah jelas bahwa aplikasi website berbasis android terbukti lebih memuaskan bagi para pengguna (mahasiswa).   Abstract The system has advantages android based smartphone more accessible than the computer. The goal of this research is to build an Android-based system as an alternative medium for students to access the Academic Information System whenever and wherever. This research was descriptive analysis and design study is cross sectional. The data collection is done by observation, interview and documentation. Informants who have an android user and simultaneously accessed UNDIP SIA website. Data obtained then converted into the form of numbers and testing usability testing. The results show that there is an increase in the value of the utility on a comparison website SIA UNDIP (79.31%) with the use of android application development on the website (89.5%). Viewed from the percentage value has been clear that web applications based on android proved more satisfactory for users (students).
ANALISIS MAINTENANCE TASK MESIN CUP FILLING 8 LINE DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) (STUDI KASUS: CV TIRTA MAKMUR) Kevin Kevin; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, pasokan air bersih semakin terbatas. Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berkembang pesat dalam kondisi tersebut. CV Tirta Makmur merupakan perusahaan AMDK yang memproduksi air minum dalam berbagai ukuran mulai dari 120 ml hingga 19 liter. Kebutuhan air minum yang berkualitas menuntut perusahaan untuk menerapkan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh bidang yang ada. Salah satunya berhubungan dengan kegiatan pemeliharaan mesin. Kerusakan mesin secara mendadak mengakibatkan terganggunya kinerja produksi yang sudah direncanakan sehingga perlu dilakukan identifikasi dan analisis faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan mesin. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah Fault Tree Analysis (FTA) dan Reliability Centered Maintenance (RCM). Penelitian difokuskan pada mesin cup filling 8 line karena memiliki downtime tertinggi. Komponen mesin cup filling 8 line yang sering rusak yaitu heater seal, trimming cutter, komponen PLC, hidrolik pneumatik, bearing, dan rantai. Perawatan yang tepat untuk komponen tersebut adalah on-condition task, scheduled discard task, dan failure-finding task. Abstract [Maintenance task analysis of cup filling 8 line machine with Fault Tree Analysis (FTA) and Reliability Centered Maintenance (RCM) (case study CV Tirta Makmur)] As time goes by, the supply of clean water is increasingly limited. The bottled drinking water (AMDK) industries are growing rapidly under these conditions. CV Tirta Makmur is an AMDK industry that produces drinking water in various sizes ranging from 120 ml to 19 liters. The need for good quality drinking water requires companies to apply oversight and control over all existing fields. One of them is related to machine maintenance activities. The sudden impact of machine breakdown resulted in disruption of planned production performance so it is necessary to identify and analyze the factors that cause the breakdown. The method applied in this research is Fault Tree Analysis (FTA) and Reliability Centered Maintenance (RCM). This research focused on cup filling 8 line machine because it has the highest downtime. The machine components that often damaged are heater seals, trimming cutter, PLC components, pneumatic hydraulics, bearings, and chains. Maintenance tasks that need to be done on the component are on-condition task, scheduled discard task, and failure-finding task.
USULAN PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN TARGET PRODUKSI PADA PT BINA GUNA KIMIA Rizki Ananda; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era industri yang semakin kompetitif saat ini, sangat penting bagi perusahaan untuk menjaga agar kebutuhan konsumen selalu terpenuhi. Hal ini sangat dipengaruhi oleh sistem produksinya. Untuk itu diperlukan adanya sistem maintenance yang baik. PT Bina Guna Kimia belum menerapkan sistem perawatan berkala sehingga bila terjadi kerusakan baru perbaikan perlatan dilakukan.  Karena belum adanya sistem perawatan yang baik, sering terjadi berbagai masalah pada proses produksi liquid, seperti target yang sering tidak tercapai, banyaknya barang yang reject seperti kaleng penyok dan penutup kaleng rusak yang disebabkan oleh mesin capper yang sering mengalami gangguan. Maka dari itu diperlukan pengukuran Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Effective Equipment Productivity (TEEP), dan Net Equipment Effectiveness (NEE) yang bertujuan untuk mengetahui keadaan mesin setelah adanya penerapan sistem perawatan. Untuk mengetahui apa yang mempengaruhi nilai OEE digunakan diagram Ishikawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai OEE, TEEP, dan NEE mesin capper masih dibawah standar JPIM 85%, terlihat pada bulan Mei nilai OEE, TEEP, dan NEE berturut-turut adalah 41.13%, 37.71%, dan 40.55%. Faktor yang menyebabkan rendahnya nilai OEE, TEEP, dan NEE adalah rendahnya nilai Performance Efficiency. Usulan perbaikan untuk mengantisipasi rendahnya nilai Performance adalah dengan menerapkan 5S, Autonomous Maintenance, dan Aktivitas Kelompok Kecil pada operator, serta menerapkan sistem perawatan preventive.  AbstracIn an era of competitive industry today, it is very important for companies to keep the customer needs. It is influenced by the production system . It required a good maintenance system. PT Bina Guna Kimia has not implemented a system of regular maintenance, so maintenance performed if there is an equipment damage. Due to the poor of maintenance system, the various problems in the production process of liquid occur more often, such targets are not achieved, the number of rejected items such as dented cans and can’s cover damaged caused by capper machine is often impaired . Thus require the measurement of Overall Equipment Effectiveness (OEE), Total Effective Equipment Productivity (TEEP), and Net Equipment Effectiveness (NEE) which aims to perceive the state of the machine after the application of maintenance system. To find out what affects the value of OEE is used diagrams Ishikawa. The results showed that the value of OEE, TEEP, and NEE capper machine is still below the standar JPIM (85%), seen in May OEE values, TEEP , and NEE are respectively 41.13 %, 37.71 % , and 40.55 %. Factors that led to the low value of OEE, TEEP, and NEE is the low value of Performance Efficiency. Proposed improvements to anticipate the low value of Performance is to implement 5S, Autonomous Maintenance, and Small Group Activities to the operator, as well as implementing preventive maintenance system.
ANALISIS PEMBOROSAN (WASTE) MATERIAL PADA PROSES PRODUKSI AQUA KEMASAN 240ML DI PT. TIRTA INVESTAMA KLATEN Yulius Pradana Setyawan P; Naniek Utami Handayani; Hery Suliantoro
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.254 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pemborosan paling tinggi yang terjadi pada proses produksi; faktor yang menyebabkan terjadinya pemborosan; dan solusi yang tepat untuk meminimalir pemborosan yang terjadi pada proses produksi Aqua kemasan 240 ml. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan LeanSix Sigma (LSS) dengan metode DMAIC atau struktur Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control, yaitu framework untuk memperbaiki proses yang bermasalah. Teknik analisis menggunakan cause effect diagram, diagram SIPOC, FMEA dan FTA. Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, kegagalan produksi cup yang paling tinggi terjadi karena “cacat cup” yang disebabkan faktor penggunaan material aluminium dan mol kotor. Solusinya, ganti material dengan karbon, pemasangan blower, dan membuat SOP. Kedua,  kegagalan pengisian cup yang paling tinggi terjadi karena “LID proses dalam” yang disebabkan faktor setting suhu sealingdisc tidak sesuai, elastisitas LID kurang, dan sensor LID tidak berfungsi. Solusinya, operator lebih teliti, training SDM, dan kalibrasi sensor eye dilakukan setiap minggu. Ketiga, pemborosan tumpahan air saat pengisian cup yang disebabkan bentuk lubang nozzle filling tanpa penampang, sehingga tekanan air pengisian cup terlalu kencang menyebabkan air banyak yang tumpah. Solusinya, mengganti nozzle filling dengan bentuk lubang penampang. Setelah diujicoba, nozzle filling berpenampang tersebut mampu menurunkan tingkat pemborosan tumpahan air secara signifikan. ABSTRACTThis study aims to determine: the highest level of waste that occurs in the production process; factors that causing waste; and the right solution for minimizing waste that occurs in the production process Aqua 240 ml. In this research by using approach Lean Six Sigma (LSS) with the DMAIC method or structure Define, Measure, Analyze, Improve, and Control, the framework to improve the process in question. Cause effect analysis techniques using diagrams, SIPOC, FMEA and FTA. The study result : First, the highest defect rank of   cup production happened because of aluminum material utilization factor and dirt of mould. The solution by replacing alumunium with carbon material, blower installation, and SOP. Second, the highest defect rank  of filling process happened because “inside LID process” due to sealingdisc temperature setting is not appropriate, LID less elasticity, and the malfunction of LID sensor. The solution, operators should give more attention in maintenance, human resources training, and the eye sensor calibration diciplinly done every week. Third, waste of overfill when cup filling process due to the shape of nozzle holes without cross-section, so that the water pressure filling cup too tight causing a lot of water is spilled. The solution by replacing the filling nozzle with a cross-section shape of the hole. Once tested, the new filling nozzle is able to reduce the level of waste water spills significantly.
Analisis Performansi Pekerjaan Proyek Pembangunan Mechanical – Electrical – Pumbling Gedung Sentraland Semarang Menggunakan Metode Earned Value Analysis Imaduddin Zakiy Purwanto; Susatyo Nugroho W.P; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.536 KB)

Abstract

Proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Pada proyek pengerjaan Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP) yang dilakukan oleh PT.Indospec, terjadi keterlambatan selama 9 minggu, mulai dari minggu ke 44 hingga minggu ke 52, dimana pada minggu ke 52 plan berada pada persentase 87.40% dan actual berada pada persentase 33.53%. Hal ini membuat perusahaan merasa perlu melakukan evaluasi kinerja proyek agar dapat diketahui kinerja dalam penyelesaian proyek dan faktor keterlambatan,dengan menggunakan metode Earned Value Analysis (EVA) dan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil dari perhitungan EVA menunjukkan tidak adanya penambahan dari rencana biaya, namun terjadi keterlambatan dalam waktu penyelesaian. Material Dipesan Belum Jadi, Terlambat Pengiriman, Tidak Ada Gudang, Penyesuaian Biaya, Perubahan Material, Perubahan Fungsi, Arsitektur, Struktur menjadi penyebab utama dalam keterlambatan proyek. Koordinasi yang baik dan persiapan yang matang dalam pengerjaan proyek sangat penting agar keterlambatan dalam proyek dapat dihindari.    AbstractProjects generally have a time limit (deadline), meaning that the project must be completed before or right at a predetermined time. In construction projects Mechanical, Electrical, Plumbing (MEP) conducted by PT.Indospec, there is a lateness for 9 weeks, starting from week 44 through week 52, where at week 52 the plan percentage is at 87.40% and the actual percentage is at 33.53%. This makes the company feel the need to evaluate the performance of the project, in order to know the performance in completion of projects and the lateness factor, using Earned Value Analysis (EVA) and using Fault Tree Analysis (FTA). The results of the EVA calculation showed no increase of cost plans, but there is a delay in the completion time. Material Booked Unfinished, Late Delivery, No Warehouse, Cost Adjustment, Changes in Material, Changes in Functional, Architectural, Structural, a major cause in the lateness of the project. Good coordination and preparation of the project is very important in order to avoid lateness in the project. 
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENGRAJIN DAN PENGGUNA BLANGKON (GAYA YOGYAKARTA) MELALUI PENDEKATAN ANTHROPOMETRI SERTA PENERAPAN SISTEM PRODUKSI YANG SESUAI (PAPER REVIEW) Iskandari, Derry; Widharto, Yusuf
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.179 KB)

Abstract

Blangkon sebagai kelengkapan busana adat jawa merupakan salah satu peninggalan budaya yang perlu dilestarikan. Dengan berkembangnya teknologi serta perubahan gaya berpakaian menjadikan blangkon tidak lagi menjadi bagian utama dalam berbusana pada masyarakat modern. Blangkon saat ini lebih banyak ditemui dalam acara – cara adat serta pelengkap dalam event – event tertentu. Sebagai cinderamata blangkon masih mempunyai daya tariknya tersendiri. Kesempatan ini mesti diambil oleh para pengrajin untuk  dapat memenuhi permintaan ini. Dengan teknologi yang ada sekarang perajin blangkon belum dapat memenuhi peluang yang ada. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengatasi permasalahan teknologi pembuatan blangkon dengan menghadirkan model kepala yang bersifat modular dan tidak lupa menghadirkan sisi ergonomic melalui penentuan anthropometri dalam model tersebut. Dengan adanya model tersebut diharapkan hasil produksi blangkon meningkat serta dapat meningkatkan kenyamanan pemakai dan produsen blangkon dalam berproduksi Increasing the Life Quality of Craftsmen and Blangkon Users  (YOGYAKARTA STYLE) Through Anthropometry Approach and the Aplication of a compatible production system (PAPER REVIEW). Blangkon as a complete form of traditional Javanese clothing is one of the cultural heritage that needs to be preserved. With the development of technology and changes in dress style, blangkon is no longer a major part of dress in modern society. Blangkon is currently more common to see at traditional event. As a souvenir, Blangkon still has its own charm. This opportunity must be taken by craftsmen to be able to fulfill this request. With the existing technology, blangkon artisans have not been able to fulfill the opportunities. For this reason, the aim of this research is to overcome the problem of making blangkon technology by presenting a modular head model that does not forget to present the ergonomic side through anthropometry determination in the model. With this model, it is expected that the productionof blangkon will increase and can increase the comfort of users and producers of blangkon in production

Page 53 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue