cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PENGENDALIAN PERSEDIAAN EOQ MULTI ITEM DENGAN MEMPERTIMBANGKAN MASA DEATHSTOCK PADA NON-KONSTAN DEMAND (STUDI KASUS : RUMAH SAKIT X TANGERANG) Dythia Rointan Sianturi; Ary Arvianto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.366 KB)

Abstract

Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan masyarakat yang disediakan oleh pemerintah. Rumah sakit memiliki tujuan pelayanan yaitu untuk memberikan pelayanan obat-obatan pada waktu yang tepat dan dalam dosis serta cara pemakaian yang tepat. Proses pengelolaan obat di rumah sakit meliputi perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi. Keempat tahap ini saling terkait dan memiliki dampak yang besar terhadap ketersediaan obat di rumah sakit sehingga harus dikoordinasi dengan baik. Penyakit dan permintaan obat adalah hal yang tidak bisa diramalkan. Oleh sebab itu, pengelolaan persediaan sangat penting dalam menangani kasus non konstan demand seperti permintaan obat. Setiap tahunnya, jumlah deathstock meningkat setiap tahunnya sehingga meningkatkan biaya simpan digudang. Hal ini disebabkan karena pemesanan obat tidak terjadwal sehingga menimbulkan penumpukan obat (deathstock) digudang dan menyebabkan obat menjadi kadaluwarsa. Oleh karena itu pentingnya pengendalian persediaan dirumah sakit. Pengendaliaan persediaan pada penelitian ini menggunakan Model EOQ Multi Item dengan mempertimbangkan kondisi deathstock dan masa kadaluwarsa sehingga rumah sakit memiliki jadwal pemesanan obat yang tepat yaitu setiap 0,406 tahun atau setiap 149 hari sehingga menurunkan total biaya simpan sebesar Rp 10.274.584,52 per siklus.  Abstract The hospital is a community service facilities provided by the government . The hospital has a service goal is to provide medicines at the right time and in the dosage and how to use the right . Medication management process in hospitals include planning , procurement , storage and distribution . These four stages are interrelated and have a considerable impact on the availability of drugs in the hospital so it must be well coordinated . Disease and drug demand is unpredictable . Therefore , the management of inventory is crucial in dealing with cases of non- constant demand as demand for drugs . Each year , the number increases every year deathstock thereby increasing the cost of the warehouse store . This is because reservations are not scheduled drugs , causing a buildup of the drug ( deathstock ) warehouse and cause drug becomes outdated. Hence the importance of inventory control in the hospital . Controlling inventory in this study using Multi- Item EOQ model by considering deathstock conditions and expiry dates so that hospitals have the right medication ordering schedule is 0,406 in every year or once order for 149 days and resulting in lower total cost savings of Rp 10,274,584.52 per cycle.
PENENTUAN BEBAN KERJA DAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FTE ( FULL TIME EQUIVALENT ) PADA BAGIAN PRODUKSI NON BETALAKTAM ( TABLET TABLET SALUT KAPSUL ) PT PHAPROS Tbk Meikel Zekben S; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.361 KB)

Abstract

Suatu perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja dengan efektif dan efisien untuk mendorong tercapainya visi, misi dan tujuan perusahaan. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bekerja dengan efektif dan efisien maka diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat. Perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui analisis beban kerja. Terdapat fenomena menarik pada perusahaan Phapros Tbk bahwa terjadi ketidaksesuaian antara beban kerja dengan jumlah pekerja yang mengakibatkan terjadi inefisiensi kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran beban kerja sebagai dasar perhitungan kebutuhan tenaga kerja yang optimal. Pada penelitian ini akan dibahas pengukuran beban kerja operator  PT Phapros Tbk departemen produksi unit TTSK dengan metode Full Time Equivalent. (FTE). Berdasarkan perhitungan beban kerja ( workload ) maka didapatkan hasil bahwa beban kerja dan jumlah tenaga yang tidak sesuai dengan keadaan aktual, ada 6 jabatan antara lain yaitu Supervisor TTSK pengemesan, Operator mesin counting,  mesin pengering drying ,mesin coding, mesin rewinder dan cetak tablet. Langkah untuk mengoptimalkan kinerja Tenaga Kerja dapat dilakukan dengan merubah komposisi jumlah tenaga kerja sesuai perhitungan jumlah tenaga kerja  optimal atau melakukan penyusuanan kembali job description.  AbstractA company needs human resources who are able to work effectively and efficiently tomotivate the achievement of company’s vision, mision, and goal. In producing human resources who can work effectively and efficiently needs an accurate human resource management. Planning and managing of human resources can be carried out by using workload analysis. There is an interesting phenomenon in Phapros Tbk, that there is an incompatibility between the workload and the number of workers which cause inefficiency works. Therefore, it needs to be carried out the workload measurement as the basis of the measurement of optimal worker needs. In this research, it discusses the workload measurement from operator of PT Phapros Tbk, production departement, TTSK unit by using Full Time Equivalent method ( FTE) Based on the calculation of workload by using FTE (Full Time Equivalent), it is concluded that the amount of workload and workers are not appropriate for the current state, among others there are 6 positions : TTSK packing supervisor, counting machine operators, drying machine, coding machine, rewinder machine and tablet printers. Optimizing the performance of labors can be done by changing the composition of the workforce in accordance to the calculation of optimal labor amount or perform job description re-arranging.
EVALUASI DAN ANALISIS POSTUR KERJA MANUAL MATERIAL HANDLING pada OPERATOR PT. PINDAD (Persero) Dengan MENGGUNAKAN ANALISIS RULA (Rapid Upper Limb Assesment) Adimas Prakoso; Darminto Pujotomo
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.183 KB)

Abstract

Pada lantai produksi di PT. PINDAD (Persero) terdapat banyak kegiatan baik yang dilakukan menggunakan mesin maupun manual. Produk atau material yang terdapat dalam lantai produksi merupakan material atau produk yang memiliki beban yang cukup berat. Manual material handling yang dilakukan oleh operator juga termasuk memindahkan material dengan beban berat secara manual, kegiatan ini akan menimbulkan resiko cidera pada operator. Untuk mengetahui resiko cidera pada operator yang melakukan kegiatan manual material handling dengan menggunakan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment. Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai dari postur kerja operator dengan indikator indikator tertentu. Pengolahan data dilakukan setelah pengambilan data dilapangan dilakukan, pengolahan data ini menggunakan software CATIA dan didapat hasil bahwa operator melakukan pekerjaan dengan posutr kerja yang tidak baik dan perlu diperbaiki secepatnya. Bila operator tetap bertahan dengan melakukan pekerjaan dengan postur kerja tersebut maka resiko operator mengalami cidera akan besar. Perbaikan postur kerja operator dapat dilakukan dengan perbaikan atau penambahan fasilitas yang dibuat berdasarkan ergonomi. ABSTRACTOn the production floor PT. PINDAD (Persero) there are a lot of good activities are carried out using a machine or manually. Product or material contained in the production of floor material or products which have a heavy burden. Manual material handling is done by the operator are also included with the material moving heavy loads manually, these activities will lead to the risk of injury to the operator. To determine the risk of injury to the operator conducting manual material handling using RULA (Rapid Upper Limb Assessment. This method is used to determine the value of the posture of the operator with an indicator of certain indicators. The data processing is done after the field data collection is done, the processing of this data use CATIA software and the result is that operators do the job posutr not work well and need to be repaired as soon as possible. If the operator stick with doing the job of the working posture, the risk of operator injury would be great. Repair work posture operator can do with improvement or addition of facilities which is based on ergonomics.
Analisis Pengaruh Beban Kerja Mental Terhadap Internal Customer Satisfaction Karyawan Divisi HRO & GA PT Pertamina Trans Kontinental Menggunakan Metode NASA-TLX Dinda Ayu Rakhmawati; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.403 KB)

Abstract

PT Pertamina Trans Kontinental merupakan salah satu perseroan terbatas dibawah perusahaan induk PT Pertamina Persero yang menjadi pemegang kontribusi terbesar dalam industri jasa maritim. Dalam memenuhi tujuan strategisnya, perusahaan harus memperhatikan pengelolaan dan pengkoordinasian sumber daya manusia agar pembebanan kerja karyawan tidak melebihi kapasitas. Untuk menghindari proses akumulasi beban kerja mental yang berlebih, dibutuhkan analisis presentase dan penyebab beban kerja mental pada karyawan Divisi HRO dan GA, sehingga dapat diketahui akar permasalahan yang membuat kelelahan mental para karyawan dan pengaruhnya terhadap Internal Customer Satisfaction. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner NASA-TLX dan wawancara oleh manajer, asisten manajer, dan karyawan Divisi HRO & GA. Berdasarkan hasil wawancara dengan pekerja Divisi HRO & GA diketahui bahwa pekerja merasa memiliki beban kerja yang cukup tinggi karena pekerjaan yang dilakukan bersifat monoton namun frekuensi pengerjaannya cukup tinggi. Hasil pengolahan data menunjukkan terdapat 18 aspek yang mempengaruhi tingkat kepuasan internal perusahaan dengan nilai korelasi sebesar 0,897. Sementara kebutuhan Mental Demand, Own Performance, dan Effort menjadi faktor utama penyebab tingginya beban kerja mental karyawan. ABSTRACTAnalysis of the Influence of Mental Workload on Internal Customer Satisfaction HRO & GA Division PT Pertamina Trans Kontinental Using NASA-TLX. PT Pertamina Trans Kontinental is one of the companies under the holding company of PT Pertamina Persero which holds the largest contribution in the maritime service industry. In fulfilling its strategic objectives, the company must pay attention to the management and coordination of human resources so that the employee's workload does not exceed the capacity. To avoid the process of accumulation of excessive mental workload, it needs analysis of percentage and cause of mental workload on HRO & GA Division, so the company know the problems that make the mental fatigue of employees and its influence on Internal Customer Satisfaction. The data were collected using NASA-TLX questionnaire and interviews by managers, assistant managers, and employees of the HRO & GA Division. Based on the results of interviews with HRO & GA Division workers, it is known that the workers have high workload issues because the work is monotonous and the frequency of workmanship is high. The results of data processing show there are 18 aspects that affect the level of Internal Customer Satisfaction with a correlation value of 0.897. While the needs of Mental Demand, Own Performance, and Effort become the main factors causing the high mental workload of employees.
PENGUKURAN KUALITAS PELAYANAN BENGKEL MOBIL MENGGUNAKAN METODE INTEGRASI AHP-SERVQUAL (Studi Kasus PT. Nasmoco Gombel Semarang) Ayu Mei Wulandari; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kualitas pelayanan bengkel mobil Nasmoco Gombel Semarang diperlukan karena banyaknya keluhan yang dirasakan oleh pengguna jasa bengkel. Pengukuran kualitas selain dimaksudkan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan, namun juga untuk mengetahui dimensi kualitas yang masih lemah dan membutuhkan peningkatan sehingga dapat dilakukan perbaikan demi menjaga kepuasan pelanggan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode integrasi AHP-Servqual. Metode ini merupakan pengembangan metode AHP untuk mengukur dimensi kualitas Servqual dan tingkat kepuasan pelanggan diukur berdasarkan perbandingan ekspektasi dan persepsi pelanggan (P/E). Kualitas jasa dinilai berdasarkan lima dimensi: reliability, responsiveness, empathy, assurance, dan tangibles. Data didapatkan melalui survai tehadap 97 responden pengguna jasa bengkel Nasmoco Gombel Semarang. Penelitian menunjukkan bahwa indeks kepuasan pelanggan (P/E) bengkel Nasmoco Gombel bernilai 4,5904; artinya Nasmoco Gombel sudah mampu memberikan pelayanan memuaskan, yang sedikit melebihi ekspektasi pelanggan. Dimensi assurance merupakan dimensi yang memiliki indeks kepuasan paling rendah (4,0532). Terdapat 3 indikator pada dimensi ini yang akan diberikan usulan perbaikan karena mempunyai nilai indeks dibawah nilai P/E, yaitu: (1) Pemberitahuan ketika terjadi keterlambatan penanganan bernilai 3,8264; (2) Kecepatan servis bernilai 3,2529; dan (3) Kecepatan kedatangan suku cadang ketika tidak tersedia bernilai 2,8612.
ANALISIS SIX SIGMA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK LINE 28 DEPARTEMEN SEWING DI PT. APPAREL ONE INDONESIA Shafira Oktarin Parasayu; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.309 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan perbaikan pada proses sewing pada Line 28 PT. Apparel One Indonesia. Hal ini dilakukan karena tingginya defect yang terjadi pada Line 28 dibandingkan line lainnya. Peneliti menggunakan Six Sigma dimulai dari tahap define, measure, analyze, dan improve. Pada tahap define ditemukan jenis defect berupa dirty, accessories, tension, printing/embro, skip, hole/needle hole, poor trimming, shading, measurement dan missing. Pada tahap measure ditemukan CTQ sebanyak 5 jenis defect (skip, dirty, poor trimming, broken, tension) dengan  jenis defect yang paling sering terjadi adalah defect skip. Nilai DPMO sebesar 9427,06 dengan level sigma sebesar 3,85. Pada tahap analyze, ditentukan target level 6 sigma maka harus dilakukan penurunan DPMO sebesar 99,8% serta peningkatan Sigma sebesar 55,43 % dari baseline kinerja. Fishbone diagram digunakan untuk menganalisa sumber permasalahan yang ada dengan membaginya menjadi 4 faktor, yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode, dan faktor material. Pada tahap improve diberikan usulan perbaikan berdasarkan analisis sumber permasalahan sebelumnya.   ABSTRACT The title of this research is Six Sigma Analysis for Product Quality Improvement in Line 28 Sewing Department PT. Apparel One Indonesia. This study aims to propose improvement to the process of sewing in Line 28 of PT. Apparel One Indonesia. Compared to the other line, Line 28 has the higher defect.  This study use Six Sigma which begin with the define, measure, analyze and improve phase. In the define phase, there are many kind of defect such as dirty, accessories, tension, printing / embro, skip, hole / needle hole, poor trimming, shading, measurement and missing. In the measure phase, CTQ is defined as much as 5 types of defect (skip, dirty, poor trimming, broken, tension). The type of defect that most common is skip. DPMO value is 9427.06 with sigma level 3.85. In analyze, 6 sigma level is determined as target then DPMO should be decrease 99.8% and sigma level should be increase 55.43% from the baseline performance. Fishbone diagram is then used to analyze the source of the problem by dividing it into four factors, namely human, machine factor, method factor and material factors. In the improve phase, improvements is proposed based on the analysis of the source of the problem before. 
ANALISIS BEBAN KERJA DENGAN METODE FULL TIME EQUIVALENT UNTUK MENGOPTIMALKAN KINERJA KARYAWAN PADA PT ASTRA INTERNATIONAL TBK-HONDA SALES OPERATION REGION SEMARANG Tridoyo Tridoyo; Sriyanto Sriyanto
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.94 KB)

Abstract

Pertumbuhan pasar motor di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pesatnya perkembangan industri otomotif khususnya sepeda motor juga diimbangi dengan meningkatnya persaingan antara produsen sepeda motor yang semakin dinamis, kompetitif dan cenderung sulit untuk diprediksi pada era globalisasi seperti sekarang ini. Suatu perusahaan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja dengan efektif dan efisien untuk mendorong tercapainya visi, misi dan tujuan perusahaan. Untuk menghasilkan sumber daya manusia yang bekerja dengan efektif dan efisien maka diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat. Perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui analisis beban kerja. Terdapat fenomena menarik pada Astra Motor (PT Astra International Tbk. - Honda Sales Operation region Semarang) bahwa terjadi ketidaksesuaian antara beban kerja dengan jumlah pekerja yang mengakibatkan terjadi inefisiensi kerja. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran beban kerja sebagai dasar perhitungan kebutuhan tenaga kerja yang optimal. Pada penelitian ini akan dibahas pengukuran beban kerja karyawan PT Astra International Tbk- Honda Sales Operation region Semarang pada level administrator dengan metode Full Time Equivalent. (FTE) melalui audit manajemen sumber daya manusia dengan metode analitik observasional cross sectional. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja yang ditanggung karyawan pada level administrator adalah 64 % atau 25 karyawan memiliki beban kerja rendah/underload, 33% atau 13 karyawan memiliki beban kerja normal/fit, dan 3% atau 1 karyawan memiliki beban kerja tinggi/overload. Sedangkan jumlah kebutuhan tenaga kerja optimal pada level administrator adalah 34 karyawan. Untuk mengoptimalkan kinerja karyawan dapat dilakukan dengan merubah komposisi jumlah tenaga kerja sesuai perhitungan jumlah tenaga kerja optimal  dan melakukan penyusuanan kembali job description.  AbstractThe increase of motorcycle market growth in Indonesia is getting higher from year to year. The rapid development of automotive industry, especially motorcycle, is also balanced with the increase of competition among motorcycle producers who are more dynamic, competitive, and tends to be difficult for predicting in this globalization era. A company needs human resources who are able to work effectively and efficiently to motivate the achievement of company’s vision, mision, and goal. In producing human resources who can work effectively and efficiently needs an accurate human resource management. Planning and managing of human resources can be carried out by using workload analysis. There is an interesting phenomenon in Astra Motor ( PT Astra International Tbk- Honda Sales Operation region Semarang) that there is an incompatibility between the workload and the number of workers which cause  inefficiency works. Therefore, it needs to be carried out the workload measurement as the basis of the measurement of optimal worker needs. In this research, it discusses the workload measurement of PT Astra International Tbk- Honda Sales Operation region Semarang workers at the administrator level by using Full Time Equivalent method ( FTE ) through human resource management audit by using observational cross sectional analytic method. The results show that the workload that is warranted by workers at the administrator level is 64% or 25 workers have underload, 33% or 13 workers have normal/fit, and 3% or 1 worker has overload whereas the total number of optimal worker needs at the administrator level are 34 workers. To optimize employee performance can be done by changing the composition of manpower according to the calculation of optimal manpower and reconstitute job description.
ANALISIS ASPEK AFEKTIF PADA GAME ONLINE DARI SISI PENGGUNA MENGGUNAKAN KANSEI ENGINEERING Octavia Rosari Gultom; Heru Prastawa; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.648 KB)

Abstract

Perkembangan perekonomian di dunia telah berkembang pesat dengan munculnya potensi ekonomi baru yang mampu memenuhi kebutuhan perekonomian masyarakat di dunia. Saat ini Indonesia baik dari pemerintah maupun pelaku industri memberikan perhatian serius pada pemenuhan kebutuhan perekonomian di bidang ekonomi kreatif. Salah satu subsektor yang termasuk berkontribusi dalam pertumbuhan PDB Nasional ialah permainan interaktif. Namun subsektor ini berkontribusi sedikit dibanding subsektor lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa peneliti berfokus untuk meneliti tentang interaksi antara produk dan pengguna untuk menghasilkan desain permainan yang lebih efektif dan ergonomis. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui kansei word terkait game online dari aspek afektif dengan memanfaatkan suara konsumen (pengguna game) secara khusus pengguna game DOTA 2 dengan menggunakan metode Kansei Engineering yang dirumuskan melalui kansei word khususnya permainan. Permainan yang diteliti ialah permainan dengan jenis strategy game dan genre multiplayer online battle arena yaitu game online DOTA 2. Permainan ini dipilih karena permainan ini ialah permainan dengan tingkat pemain terbanyak di Indonesia sehingga kansei word yang diperoleh lebih representatif. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis informasi aspek afektif dalam penggunaan produk game online DOTA 2, mengelompokkan indikator aspek afektif yang sesuai dengan keinginan/persepsi penngguna produk game, dan memberikan rekomendasi berupa informasi aspek afektif yang terdapat pada game yang dapat dipertimbangkan sebagai aspek yang penting diperhatikan dalam pengembangan game selanjutnya. Berdasarkan pembahasan dan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa aspek afektif merupakan salah satu aspek yang dapat mengindentifikasi suatu permainan yang diinginkan oleh pengguna. Informasi yang diperoleh berupa kumpulan kansei word atau aspek afektif yang kemudian dikelompokkan dengan menggunakan analisis klaster. AbstractAffective aspect analysis on online games from user’s point of view using kansei engineering. Economic development in the world has grown rapidly with the emergence of new economic potentials that is able to meet economical needs of people in the world. Currently Indonesian government and industry players give serious attention to the fulfillment of economic needs in the field of creative economy. One of the subsectors that contribute to the growth of the National GDP is interactive game. However, this subsector contribution is very low compared to other subsectors. In recent years, some researchers have focused on researching the interaction between products and users to produce more effective and ergonomic game designs. This research intends to know the relation of online game kansei from affective aspect by utilizing voice of consumer (game user) specifically game user of DOTA 2 by using Kansei Engineering method formulated through kansei words specializing in games. The object is a strategy and online multiplayer battle arena genre game called DOTA 2. This game is chosen because this game is the game with the highest level of players in Indonesia and thus the obtained kansei words are more representative. The purpose of this research is to analyze the affective aspect information in the use of online game DOTA 2, grouping the affective aspect indicators according to the desire / perception of the user for the product, and to give recommendation in the form of affective aspect information contained in game which can be considered as important aspect in the next game development. Based on the discussion and analysis that has been done, it can be concluded that the affective aspect is one of the vital aspect which can identify the desired game by the user. The information obtained is a collection of kansei words or affective aspects which are grouped by using cluster analysis.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MEMBAWA TAS BELANJA SENDIRI DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (Studi Kasus Kecamatan Tembalang) Fairus Zakiah; Aries Susanty; Dyah Ika Rinawatio
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang dihadapi oleh kota-kota besar seperti Semarang. Sampah plastik adalah salah satu komponen yang ada dalam sampah yang berbahaya apabila tidak ditindaklanjuti dengan bijaksana. Dengan mengurangi volume sampah plastik, maka akan berkurang pula volume sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir. Dengan menganalisa perilaku konsumen terhadap lingkungan, khususnya pada perilaku “membawa tas belanja sendiri”, ada beberapa hal yang dapat diketahui. Pertama, mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku membawa tas belanja sendiri. Kedua, dapat merumuskan strategi untuk mengurangi pemakaian kantong plastik. Sample yang digunakan yaitu daerah Kecamatan Tembalang karena memiliki jumlah ritel terbanyak diantara 16 Kecamatan lain yang ada di Semarang. Dalam penelitian ini jumlah sample yang diambil dari populasi adalah sebanyak 100 sample dengan harapan sudah mewakili populasi. Dengan menggunakan kerangka teori yang dikembangkan oleh (Sinnappan & Rahman, 2011) dan (Chan, 2001), maka akan diuji beberapa variabel yang mempengaruhi perilaku membawa tas belanja sendiri. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Partial Least Square dan Analysis of Variance dengan bantuan software SmartPLS 2.0 M3 dan Minitab 14. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa perilaku membawa tas belanja sendiri dipengaruhi oleh niat. Sedangkan niat dipengaruhi oleh faktor sikap, keprihatinan, keseriusan, dan citra diri. Untuk profil demografis sendiri kuat pengaruhnya terhadap persepsi keprihatinan dan citra diri. Di samping itu ada perbedaan antara jenis pekerjaan untuk persepsi keprihatinan terhadap lingkungan. Dengan demikian, diperlukan beberapa strategi dalam upaya mengurangi penggunaan kantong plastik dengan perilaku membawa tas belanja sendiri. Strategi yang diusulkan antara lain Antecedent Strategies, Informational Strategies, dan Structural Strategies.  Waste is one of problems which faced by cities in Indonesia just like Semarang.  Plastics is one of component of those waste which dangerous if we are not capable to manage properly. Reducing the volume of plastics waste, would decreasing the volume of waste in landfill. Analyzing green behavior, especially “bring your own bag” behavior, there are  many things that we can get. First, we will know what factors affect “bring your own bag” behavior. Second, we can make strategy to reduce plastics based on factors that affect the behavior. Researcher using sample in Tembalang because amount of retail in Tembalang is much more than others 16 District in Semarang city. Using 100 samples would be represent the population of the chosen area. Researcher using Partial Least Square and Analysis of Variance with SmartPLS 2.0 M3 and Minitab 14 software. Using framework theory whom (Sinnappan & Rahman, 2011) and (Chan, 2001) developed,  we will examine some variables affect “bring your own bag” behaviour and we will know what variable affect the most. The result shows that the best predictor for “bring your own bag” behavior is intention. The best predictor for intention are environmental attitude, environmental concern, perceive seriousness of environmental problem, and concern for self image in environmental protection. While for demographic variables, only occupation is significant in explaining environmental factors especially for environmental concern variable. The result of the research can serve as guideline for citizen, government, and retailer to do some strategies such as Antecedent Strategies, Informational Strategies, dan Structural Strategies.
PERHITUNGAN DAN ANALISIS NILAI OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) PADA LINE POUCH PT.XYZ Debby Anastasya; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.218 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara Agraris yang memiliki potensi besar pada sektor industri peternakan sebagai pilar penting dalam sistem perekonomian. Salah satu komoditi utama pada industri peternakan adalah susu sapi. Pengembangan industri susu sapi secara profesional diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi susu sapi di Indonesia. Melihat adanya peluang tersebut, PT. XYZ mulai memproduksi susu UHT pada tahun 2002 dan melakukan modernisasi instalasi struktur dan peralatan untuk produksi susu segar. Namun pada kondisi lapangan yang ada, PT. XYZ mengalami kerugian yang diakibatkan oleh proses produksi pada salah satu lini produksi , yaitu Line Pouch. Dengan kondisi  tersebut, sangat penting untuk mengetahui efektifitas operasi produksi yang dijalankan oleh PT. XYZ Line Pouch dengan menggunakan salah satu metode Total Productive Mantainance (TPM) yaitu OEE (Overall Equipment Effectiveness). Data yang digunakan adalah data total downtime, scrap, waktu maintainance, dan output produksi dari Line Pouch PT. XYZ. Dari hasil pengolahan data , nilai OEE Line Pouch PT XYZ adalah sebesar 87%. Nilai tersebut telah melampaui nilai standard OEE Internasional sebesar 85%. Nilai OEE ini dapat dikatakan sangat baik, walaupun masih ada faktor yang perlu ditingkatkan lagi efisiensi nya untuk menyempurnakan nilai OEE pada Line Pouch.     ABSTRACT Indonesia is an agriculture country that has a great potential in the cattle industry sectors as an important pillar in the economic system. One of the main commodities in the cattle industry is dairy. The professional development of the dairy industry is required to meet the needs of cattle’s milk consumption in Indonesia. Seeing this opportunity, PT. XYZ began producing UHT milk in 2002 and modernize the structure and installation of equipment to produce fresh milk. However, the existing field conditions, PT. XYZ suffered losses caused by the production process at one of the production lines, ie Line Pouch. Under these conditions, it is important to determine the effectiveness of the production operation run by PT. XYZ Line Pouch, using one of the Total Productive Mantainance (TPM) methods, specifically OEE (Overall Equipment Effectiveness). The data used is the total of downtime, scrap, maintainance period, and the production output of the Line Pouch. From the results of data calculation, the value of OEE Line Pouch PT XYZ is  87%. This value has exceeded the international OEE standard value of 85%. This OEE value can be said to be very good, although there are some factors that needs to be improved its efficiency to enhance OEE value on Line Pouch. 

Page 54 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue