cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PENENTUAN WAKTU BAKU DENGAN METODE STOPWATCH TIME STUDY STUDI KASUS CV.MANS GROUP Afiani, Rahmi; Pujotomo, Darminto
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.73 KB)

Abstract

Meningkatnya kebutuhan masyarakat menyebabkan persaingan antar perusahaan semakin ketat. Untuk menarik minat masyarakat perusahaan dituntut untuk tidak mengecewakan pelanggan dalam hal apapun salah satunya adalah informasi kepada pelanggan akan lamanya produk dibuat (tergantung jumlah pesanan). Saat ini Industri automotif khususnya motor injeksi lebih banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. CV mansgroup menciptakan sebuah produk ITC (Injector Tester & Cleaner) yaitu untuk mengetahui kondisi injeksi motor dalam keadaan bersih atau kotor. Permasalahan yang sering terjadi pada CV.Masgroup ini adalah seringnya terjadi keterlambatan pengiriman ITC (Injector Tester & Cleaner) kepada konsumen dikarenakan CV.Masgroup belum memiliki standar waktu pengerjaan ITC yang mempengaruhi lamanya produk sampai ke konsumen. Sehingga dilakukan perhitungan waktu baku dengan metode SWTS (Stopwatch Time Study) untuk mengukur lamanya produk ITC dibuat. Setelah melakukan perhitungan SWTS didapatkan bahwa waktu baku proses pembuatan ITC adalah sebesar 4244,5 detik atau 70,7417 menit per produk.  AbstractDetermining the Time Raw With the Methods a StopwatchTtime Study Case Study CV.MANS GROUP. The increasing demand of the community cause competition between company is tight .To lure people are required to company did not disappoint customers in any respect one of them is the information to customer will long products made ( depend on the number of an order ) .Now automotive industry especially motor injection more interested in by the community indonesia .Cv mansgroup creates a product ITC ( injector a tester & amp; cleaner the aimed to know the state injection motor in a state of clean or dirty .Most of the problems that happened to cv.masgroup this is often implementation has been delayed delivery itc ( injector a tester & amp; cleaner to consumers because CV.MANS GROUP do not have standard time the itc that affects long products until to the consumer .So done time estimation raw with the methods swts ( a stopwatch time study ) for measuring long products itc made. After performing calculations SWTS got that time raw process of making ITC is of 4244,5 second or 70,7417 minutes per products
PENERAPAN METODE 5S DAN PERANCANGAN FASILITAS PELETAKKAN MATERIAL DAN PERALATAN GUNA ELIMINASI WASTE OF MOTION DALAM PERAKITAN GENERATOR SET (STUDI KASUS PT. BERKAT MANUNGGAL JAYA) Tanuwijaya, Andre; Purwanggono, Bambang
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.1 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.334 KB)

Abstract

Kebijakan pemerintah “Kawasan Berikat” adalah kebijakan yang memudahkan perusahaan untuk menjual hasil produk jadi ke luar negeri, hal ini diperoleh karena setiap komponen yang dipesan import dan dirakit di Indonesia tidak dikenakan biaya bea cukai dan pajak untuk penjualan di luar negeri. Sehingga diharapkan adanya pengurangan waktu proses perakitan oleh pihak manajemen. Karena itu dilakukan penelitian pada area perakitan dengan metode micromotion study pada departemen perakitan dan ditemukan aktivitas non value added yang besar pada perakitan  generator set. Untuk itu dalam hal menanggapi masalah ini maka digunakan metode 5S untuk memperbaiki sistem stasiun kerja perakitan generator set serta perancangan fasilitas peralatan dan rak material dengan prinsip TRIZ dan antropometri. Dengan metode ini diharapkan adanya eliminasi waktu non value added untuk mengurangi proses waktu pencarian barang dan perbaikan system. Dengan penggunaan kedua metode tersebut maka diperoleh pembentukan system yang baru dalam hal meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja. Selain itu dengan adanya perancangan fasilitas yang baru untuk penyimpanan peralatan dan material, diperoleh banyak keuntungan yang mendasar dalam mengurangi waktu pencarian dan pengambilan , sehingga dapat diestimasikan bahwa waktu proses dapat berkurang dari waktu semula.  ABSTRACT A government policy “Kawasan Berikat” is a policy which is simplify the enterprises to sell their finished product to overseas country. This thing could be happen because each components which is imported, assembled at Indonesia will be out of customs fees and taxes for overseas sales. So, the company is expected a decrease in cycle time of assembling. And so a research was done with using a handy cam on assembly area which resulted few of non added value activities on assembling. Therefore, in response to this problems , we used a 5S method to improve assembling workstation generator set system, tools and components facility design using TRIZ and anthropometric method . With this method, we expected to result the elimination of non added value activities which is searching for components and tools activities and system improvement.  By using of both of method then we have a new system which is increase its efficiency and effectiveness. Beside , with a new facility design for keeping of  components and tool , we have many basic advantages to reduce searching and taking time, so it can be estimated that process time can be reduced from before. 
USING VALUE STREAM MAPPING TO SUPPORT LEAN SUPPLY IMPLEMENTATION : AIRCRAFT ENGINE MAINTENANCE Faisal, Faisal; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.578 KB)

Abstract

PT GMF Aeroasia merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang berfokus dalam Maintenance, Repair, and Operation (MRO) atau perawatan pesawat. Salah satu bagian pesawat yang diperbaiki di PT GMF Aeroasia adalah engine pesawat, tepatnya di unit Engine Maintenance. Unit Engine Maintnance. PT GMF Aeroasia menyediakan jasa  perawatan engine maskapai lain yang ingin menggunakan jasa unit Engine Maintenance PT GMF Aeroasia. Salah satu jenis engine yang bisa dilakukan perawatan di unit Engine Maintenance adalah engine CFM56-7B. Dalam setiap engine CFM56-7B  yang diperbaiki di Engine Maintenance, terdapat waktu penyelesaian perawatan yaitu TAT (Turn Around Time) engine yaitu 75 hari, namun dalam pelaksanaannya, unit Engine Maintenance sering kali melebihi batas waktu TAT yang sudah ditetapkan. Penyebab keterlambatan perawatan engine CFM56-7B bisa disebabkan oleh berbagai hal yang menghambat aliran engine dalam rangkaian perawatan. Sehingga, pada penelitian ini akan digunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi hambatan rangkaian perawatan dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan perawatan engine CFM56-7B. Hasil akhir dari analisis tersebut akan menunjukkan penghambat aliran rangkaian perawatan dan penyebabnya, serta rekomendasi perbaikan. ABSTRACTUsing Value Stram to Support Lean Supply Implementation: Aircraft Engine Maintenance. PT GMF AeroAsia is a company in PT Garuda Indonesia group that doing the business of Maintenance, Repair, and Operation (MRO) of aircraft. One of the unit in PT GMF AeroAsia is engine maintenance unit. Engine maintenance unit does not only repair Garuda Indonesia’s and Citilink’s aircraft, but also repairs another airline’s aircraft who want to use their unit’s service. One kind of the engine that can be repaired at engine maintenance unit is engine CFM56-7B. In every engine CFM56-7B which is repaired in engine maintenance unit, there is a 75 days of Turn Around Time. But, the maintenance process often pass the Turn Around time, which is caused by many factors that influence the engine flow in the maintenance process. This research used Value Stream Mapping (VSM) to identify the obstacles of the engine CFM56-7B maintenance process’ flow and used Root Cause Analysis (RCA) to identify the caused of the overdue engine CFM56-7Bmaintenance process.  The result of this research shows the obstacles of the maintenance flow, the obstacle’s causes, and recommendations.
PERANCANGAN MODEL EVALUASI PERFORMANSI DALAM PEMILIHAN SUPPLIER BAHAN KEMAS SEKUNDER (KARDUS) DENGAN KOMBINASI ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) Noor Arofah Alamiyah; Hery Suliantoro; Nia Budi Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk memiliki Supply Chain Management yang baik. Keterlibatan supplier dalam SCM sangat penting dalam menunjang kelancaran proses produksi. Perlu dirancang suatu model penilaian kinerja supplier untuk melakukan evaluasi terhadap para supplier tersebut, agar bahan baku yang dipasok sesuai dengan standar yang ditetapkan.  PT. Phapros, Tbk merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi obat-obatan, dimana saat ini model evaluasi kinerja supplier pada perusahaan tersebut, belum dapat menggambarkan kinerja supplier secara keseluruhan, karena hanya menggunakan kriteria ketepatan waktu pengiriman dan persentase barang cacat yang diterima. Tugas akhir ini dibuat dengan melakukan penelitian pada bagian pengadaan PT. Phapros, Tbk dengan tujuan perancangan model evaluasi performansi supplier menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Data Evelopment Analysis (DEA) untuk memenuhi kebutuhan PT. Phapros, Tbk. Hasil dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang menjadi penentuan penilaian performansi supplier dan rancangan model evaluasi kinerja supplier yang digunakan dalam menentukan ranking supplier bahan kemas sekunder (kardus) PT. Phapros, Tbk. Faktor-faktor tersebut antara lain defect rate, price, response-to-change time, on-time delivery rate, process capability, capacity, technology, dan partnership relationship. Hasil pe-rankingan kinerja supplier bahan kemas sekunder PT. Phapros, Tbk dari yang terbaik hingga terjelek adalah PT.C, PT.A, PT.B, PT.D, PT.E, PT.G dan PT.F
Analysis of Defect Event Quantity Using Priority-Cost Failure Mode, Effect, And Criticality Analysis (PC-FMECA) Method (Case Study: Smoothmill Facility PT. Ebako Nusantara) Ranintia Adhi Citra Pramesti; Bambang Purwanggono; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.101 KB)

Abstract

FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) is a method to identify potential failure modes of a process or product, which has been used since 1950 inside an aviation control system. To implement more efficient improvement of FMEA, criticality analysis was then added into every failure mode, termed Failure Mode, Effects, and Criticality Analysis (FMECA). However, those methods are yet to integrate cost variable, which are essential in the rapid growth of manufacturing industries. Priority-Cost FMECA (PC-FMECA) emerged to reach such objective. PT. Ebako Nusantara is a high-end furniture manufacturing with several steps of production. Interview with QC Department and Defect Event Finding Data in October 2015 portrayed Smoothmill Facility as the area responsible for the largest defect event total in October 2015, which are 32,78%. This research is done to investigate the failures occurring during production so that defect event could be reduced, if not eliminated. This research uses PC-FMECA method, which takes profitability of action into account. In this method, the New RPN is calculated with the adoption of AHP technique, where profitability values are then formulated. Criticality matrices are drawn using priority-profitability diagram to formulate priority of failure. Upon this method, the recommendations are then customized to not exceed the budget of the company.  
UPAYA MINIMASI LIMBAH PADAT RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DOKTER KARIADI SEMARANG DENGAN PENERAPAN STRATEGI CLEANER PRODUCTION Yanti Martina Waruwu; Haryo Santoso
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.563 KB)

Abstract

Pengelolaan limbah padat medis maupun nonmedis RSUP Dokter Kariadi Semarang dilakukan dengan mengikuti langkah pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pembuangan, dan pemusnaha            n dengan metode end-of pipe treatment.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem pengelolaan limbah padat, efisiensi sistem pengelolaan limbah padat,  prosedur housekeeping, dan penerapan strategi cleaner production dalam upaya minimasi limbah padat rumah sakit. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan wawancara. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penerapan strategi Cleaner Production, terutama  dalam melakukan pencegahan dan pengurangan limbah rumah sakit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pengelolaan limbah padat terfokus pada pengelolaan limbah padat medis. Rata-rata kuantitas limbah padat medis yang dihasilkan adalah 536,5 kg/hari, sedangkan limbah padat nonmedis sebesar 1655,3 kg/hari. Efisiensi pengelolaan limbah padat dapat dilakukan pada tahap reduce sebesar 2,96%, reuse 5%, recycle daun kering 25%, dan recycle limbah kayu 10%. Prosedur housekeeping sudah baik. Strategi Strengths-Opportunities (SO) merupakan strategi terbaik dalam menerapkan Cleaner Production.  
PENGENDALIAN PERSEDIAAN RAW MATERIAL METAL DENGAN METODE EOQ Studi Kasus PT DIRGANTARA INDONESIA Agit Fathan Huseina; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.867 KB)

Abstract

Kesuksesan dalam berbisnis sangat tergantung dari bagaimana perusahaan mampu untuk menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen dengan jumlah dan waktu yang tepat. Hal yang mendasar dari sebuah produksi adalah bagaimana menyediakan bahan baku produksi sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan dan waktu yang tepat agar tidak terjadi biaya persediaan yang tinggi. Saat ini PT Dirgantara Indonesia memproduksi Emergency Door dengan total demand setiap tahunnya sebanyak 20 buah. Emergency Door tersebut akan dikirimkan ke CASA Spanyol dan beberapa di Assembly dengan pesawat CN-235 dan NC-212. Pengendalian persediaan raw material metal untuk emergency door pada PT Dirgantara Indonesia direncanakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dengan tujuan untuk meminimalkan total biaya persediaan dalam 1 periode produksi (1 tahun). Untuk mengetahui titik dilakukan pemesanan kembali digunakan perhitungan Reorder Point (ROP) dan untuk mengetahui kuantitas minimal persediaan agar tidak terjadi stock out digunakan perhitungan Safety Stock. Data yang digunakan yaitu data yang berasal dari data produksi Emergency Door pada tahun 2016. Terdapat 7 data raw material metal dengan kondisi yang berbeda-beda pada tiap 1 periode produksinya. Hasilnya terdapat perbedaan antara total biaya persediaan perusahaan tahun 2016 dengan total biaya persediaan setelah menggunakan metode EOQ 
Analisa Pengaruh Human Error Pada Produktivitas dengan Menggunakan Metode SHERPA (Systematical Human Error Reduction and Prediction Approach) Theo Agri Ramaditya; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacat produk merupakan suatu masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di bidang industri. Cacat produk ini biasanya disebabkan oleh banyak hal, dari material, mesin, manusia dan banyak lagi. Operator merupakan suatu bagian essensial yang sangat dibutuhkan dalam suatu sistem, oleh karena itu mereka dianjurkan dapat bekerja dengan baik. Human error yang menyebabkan kegagalan sistem sangat bervariasi dari prosedur yang tidak tepat, kesalahan operasional, kesalahan perawatan dan kesalahan membaca instrument. Untuk menyelesaikan masalah di atas maka dipergunakan beberapa metode yaitu diagram pareto yang dipergunakan untuk mencari jenis cacat yang paling berpengaruh, fish bone diagram untuk mencari faktor human error yang berpengaruh dan untuk menyelesaikan masalah human error dipergunakan metode SHERPA, Dari diagram pareto ditemukan cacat dari dua departemen, yaitu pada departemen cor terdapat cacat kotor, gores, bentuk berubah dan lubang, kemudian pada departemen CNC terdapat cacat kawa, sling, dan gas. Dari diagram pareto kemudian dengan menggunakan fish bone dicari faktor yang mempengaruhi dan didapat dua faktor utama yaitu pada manusia dan mesin. Untuk faktor manusia dipergunakan metode SHERPA yang kemudian diberikan rekomendasi yaitu pengecekan dengan sampel, prosedur yang terperinci dan beberapa pelatihan. Untuk bagian mesin diberikan stabilizer.
ANALISIS POTENSI KECELAKAAN KERJA PADA CV. AUTOMOTIVE WORKSHOP DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS Qiqi Azwani Syauqi; Aries Susanty
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.195 KB)

Abstract

Saat ini industri otomotif secara global khususnya di negara berkembang semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna internet dan penetrasi mobile, peningkatan PDB negara-negara berkembang dan meningkatnya masyarakat kelas menengah, sehingga penjualan mobil di negara-negara ini meningkat tiap tahunnya. Menurut situs Carmudi, Kota Semarang berada di posisi kedua dengan daftar listing mobil terbanyak (7.47%) di Indonesia, menandakan tingginya aktifitas jual beli mobil di Semarang. Hal ini mendorong tumbuh suburnya ­­showroom mobil dan bengkel-bengkel pendukung. Salah satunya adalah CV. Automotive Workshop yang bergerak di bidang body repair.  Banyaknya demand mobil yang masuk untuk dilakukan perbaikan memungkinkan timbulnya kecelakaan kerja selama pekerjaan perawatan mobil. Berdasarkan data kecelakaan kerja dari tahun 2014 di CV. Automotive Workshop diketahui sebanyak 12 kejadian. Untuk menghindarinya maka perlu dicari apa akar penyebabnya dan untuk menganalisis potensi timbulnya kecelakaan kerja. FMEA merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dengan mempertimbangkan faktor severity, occurence, dan detection yang hasilnya diurutkan berdasarkan nilai RPN tertinggi untuk bisa segera dilakukan tindakan oleh CV. Automotive Workshop. Diketahui kejadian kecelakaan kerja dengan nilai RPN paling tinggi adalah terkena api las saat menghidupkan las dimana apinya terlalu besar dengan nilai RPN 224.   Abstract [Potential Analysis of Work Accidents at CV. Automotive Workshop using Failure Mode and Effect Analysis Method] Nowadays the global automotive industry, especially in developing countries has increased along with the increasing number of internet users and mobile penetration, the GDP rate increase of the developing countries and the growth of middle class-society, which makes the car sales in these countries increased anually. According to Carmudi, Semarang was the second-highest of the car listing (7.47%) in Indonesia, indicates the high activity of car transactions in Semarang. This background encourages the emergence of car showroom and its supporting workshop, such as CV. Automotive Workshop specializing in body repair. The demand number of entering car for repairs allow the emergence of accidents during maintenance work. 12 event of accidents was happen based on the data since 2014 until now. To prevent it, we need to find the causes and analyze the possibility of accidents. FMEA is one of method that can be used which calculate the severity, occurence, and detection factors and the results sorted from the highest RPN value so it can help CV. Automotive Workshop take an actions. This research showed that highest incidence with highest RPN score is contact with welding flame when switching on the welding tools with a high rate of flame, with 224 RPN score. 
USULAN SISTEM PERAWATAN PADA MESIN BARTACK LK3-B40 DENGAN PENERAPAN AUTONOMOUS MAINTENANCE DI PT. SANDANG ASIA MAJU ABADI Dina Aulia; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sandang Asia Maju Abadi merupakan perusahaan di bidang industri garmen yang memproduksi pakaian jadi. Perusahaan tidak membuat perencanaan perawatan terjadwal sehingga tak jarang mesin-mesin yang sedang beroperasi mengalami kerusakan tak terduga. Mesin Bartack yang digunakan untuk proses menjahit penguat pada akhir jahitan sering mengalami downtime selama bulan Januari sampai Juni 2013 sebesar 137,83 jam yang mengakibatkan kerugian kehilangan kualitas memproduksi pakaian secara tepat sesuai order sebesar 8270 pcs senilai Rp 1.426.575.000,00. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Productive Maintenance yang menggabungkan perawatan produktif dengan keterlibatan karyawan melalui Autonomous Maintenance. Pengukuran OEE dilakukan untuk mengetahui efektifitas mesin bartack. Nilai OEE didapat dari perhitungan tingkat availability, performance efficiency dan quality product. Nilai OEE yang didapat memiliki rata-rata 30,46% sehingga memiliki nilai OEE yang masih dibawah standar world class yaitu >85%.Rendahnya nilai OEE dikarenakan rendahnya nilai performance efficiency yang disebabkan oleh banyaknya downtime yang dialami mesin. Hal ini disebabkan tidak adanya bekal keterampilan operator untuk merawat mesin yang dioperasikannya. Oleh karena itu, autonomous maintenance perlu diterapkan untuk meningkatkan nilai OEE melalui tujuh tahapan autonomous maintenance untuk menghasilkan standar prosedur perawatan, pelatihan operator dan meningkatkan motivasi operator serta teknisi maintenance untuk saling bekerjasama dalam menjaga mesin agar tetap pada performa yang baik.   AbstractPT. Sandang Asia Maju Abadi is a company in the garment industry which produces apparel . The Company did not make a scheduled maintenance plan, so often the machines are operating unexpected damage. Bartack machine used to sew the seam reinforcement at the end often have downtime during the month of January to June 2013 amounted to 137.83 hours which resulted in the loss of quality of garments produced exactly to the order of 8270 pcs Rp 1,426,575,000.00. The method used in this study is Total Productive Maintenance treatments that combine productive employee engagement through Autonomous Maintenance . OEE measurement is performed to determine the effectiveness of bartack machine. OEE values obtained from the calculation of availability level, performance efficiency and quality product. OEE values obtained have an average of 30.46% that have OEE value is still below the world class standard of> 85%.The low value of OEE performance due to the low efficiency value caused by the amount of downtime experienced by the engine. This is due to the lack of provision of operator skill to take care of the machine operation. Therefore, autonomous maintenance needs to be implemented to increase the value of OEE through seven steps of autonomous maintenance to generate standard maintenance procedures, operator training and increase the motivation of operators and maintenance technicians to work together in keeping the engine in order to remain in good performance. 

Page 75 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue