cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
Analisis Overall Equipment Effectiveness dan Six Big Losses pada Mesin Pencelupan Benang (Studi Kasus PT. Pismatex Textile Industry) Firmansyah, M. Miftah; Susanty, Aries; Puspitasari, Diana
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.906 KB)

Abstract

Perusahaan textile nasional terus berupa untuk menampilkan kemampuan terbaiknya PT. Pismatex merupakan salah satu perusahaan dengan terus melakukan continous improvement.  Berdasarkan  pengamatan diperusahaan,  didapatkan bahwa sering terjadi breakdown mesin pada divisi Dyeing dan keterlambatan bahan baku benang. Data menunjukkan bahwa setiap harinya terjadi breakdown mesin 2 sampai 4 jam pada setiap mesin Dyeing. kinerja mesin juga sering kali mengalami gangguan dikarenakan umur mesin yang telah mencapai 25 tahun pengunaan yang pada akhirnya target produksi jarang tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness)  dan six big losses dari mesin. sehingga dapat diketahui kerugian terbesar yang ditimbulkan oleh mesin Dyeing.          Berdasarkan perhitungan nilai Overall Equipment Effectiveness mesin Dyeing PT. Pismatex Textile Industri yaitu sebesar 68,59 % dengan availability sebesar 81,62%, performance sebesar 85,07% dan quality rate sebesar 98,78%.  Hasil perhitungan nilai Six Big Losses masing-masing yaitu reduced speed sebesar 39,87 %, breakdown loss sebesar 8,12%, idling time sebesar 0,57%, rework loss sebesar 1,47%, scrap loss sebesar 0 % dan nilai setup and adjustment loss sebesar 10,26%. Dari nilai ini dapat dilihat bahwa faktor reduced speed loss merupakan faktor losses dengan nilai  terbesar.  Abstact        National textile companies keep struggling to show the best of the company. PT. Pismatex is the one of the company that keep the continuous improvement. Based on the field observation, there are numbers of machine breakdowns in dyeing division and delays in sourcing yarn. There ara 2 up to 4 machine breakdowns in each of dyeing machine, the performance of the machine is frequently disrupted due to the lifespan of the machie that has reached 25 years. This resulting of the production target is rarely met. The research purposed to find the OEE (Overall Equipment Effectiveness) and six big losses of machine. So the big losses caused by the machine could be find.          The Overall Equipment Effectiveness of dyeing machine in PT. Pismatex is 68,59 % with availability 81,62%, performance 85,07% and quality rate 98,78%. The result of six big losses are reduced speed  39,87 %, breakdown loss 8,12%, idling time 0,57%, rework loss 1,47%, scrap loss 0 % and value of setup and adjustment loss 10,26%. In conclusion, the reduced losses is a factor losses with the highest value. 
PERBAIKAN WAKTU PADA PENCUCIAN DRUM PLASTIK DENGAN METODE SINGLE MINUTE EXCHANGE OF DIE (SMED) Raudina Huduni; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.646 KB)

Abstract

Abstrak PT. Bayer Indonesia adalah perusahaan manufaktur dibidang farmasi yang memproduksi suplemen dan obat. Saat ini permintaan pasar semakin meningkat seiring berjalannya waktu sehingga tidak ada waktu untuk melakukan pemborosan (waste). Pengurangan waktu merupakan cara untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan. Aktivitas produksi tidak lepas dari kegiatan pencucian alat-alat produksi. Namun pada prakteknya, terdapat kurangnya operasi kerja pencucian yang efisien. Untuk itu diperlukan penerapan lean manufacturing dengan metode Single Minute Exchange of Die (SMED) untuk mengurangi waktu operasi pencucian alat. Metode SMED memisahkan operasi kerja menjadi dua, yaitu internaldan eksternal. Operasi kerja pencucian yang berjumlah 15 digolongkan menjadi lima operasi kerja eksternal dan sepuluh operasi kerja internal. Hasil pengolahan menunjukkan pengurangan total waktu pencucian dari 39,73 menit menjadi 32,75 menit.  Abstract [Plastic Drum Washing Time Improvement with SMED Method (Case Study: Washing Area of Operation Department at PT. Bayer Indonesia)]PT. Bayer Indonesia is a pharmaceutical manufacturing company that produces supplements and drugs. Currently market demand is increasing over time so there is no time to do some waste. Time reduction is a way to increase productivity and profit. Production activities cannot be separated from the washing activities of production equipment. But on reality, there is a lack of efficient washing work operations. For this reason, it is necessary to apply lean manufacturing with the Single Minute Exchange of Die (SMED) method to reduce the time of washing tool operations. The SMED method separates work operations into two, namely internal and external. 15 operations of washing work are classified into five external work operations and ten internal work operations. The processing result shows a reduction in the total washing time from 39.73 minutes to 32.75 minutes.
ANALISIS POTENSI BAHAYA DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA BAGIAN PRODUKSI CV. PUTRA UTAMA MANDIRI, SEMARANG Reza Arbika; Darminto Pujotomo; Susatyo Nugroho WP
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di setiap proses produksi pasti memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja. Potensi bahaya yang selanjutnya dapat disebut hazard tersebut haruslah menjadi permasalahan bagi setiap perusahaan. Job Safety Analysis (JSA) merupakan identifikasi sistematik dari bahaya potensial di tempat kerja yang dapat diidentifikasi, dianalisa dan direkam. CV. Putra Utama Mandiri merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai macam peralatan  rumah sakit seperti  tempat tidur, lemari, kursi roda, dan lain-lain. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas dibutuhkan beberapa elemen, salah satu diantaranya adalah sumber daya manusia yang sehat, efektif, dan efisien. Manusia sebagai operator dalam proses produksi membutuhkan lingkungan fisik kerja yang sehat dan postur kerja yang efisien dalam melakukan pekerjaannya. adanya permasalahan yaitu kecelakaan kerja sebanyak 20 kejadian antara tahun 2008 - 2010 dan adanya beberapa stasiun kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi pekerja dan permasalahan dalam ruang penyimpanan APD yang terpisah dari stasiun kerja sehingga menyebabkan pekerja menjadi tidak selalu memakai APD. Dari hasil penilaian resiko (Risk Assessment) dapat diketahui ada 2 stasiun yang memiliki Risk Rating terbesar yaitu stasiun fabrikasi dengan Risk Rating 88 dan stasiun powder coating dengan Risk Rating 59. Oleh karena itu, kedua stasiun ini dipilih menjadi objek penelitian yang akan diolah dengan metode Job Safety Analysis (JSA).
PERANCANGAN STRATEGI BISNIS DI PT. PATRIA MARITIME LINES DENGAN MENGGUNAKAN METODE 4 DICIPLINES OF EXECUTION (4DX) BERDASARKAN PENGUKURAN BALANCED SCORECARD Priska Retnosari Setiowati; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.766 KB)

Abstract

Pengukuran kinerja bukanlah tujuan akhir melainkan merupakan alat agar dihasilkan manajemen yang lebih efisien dan terjadi peningkatan kinerja. Hasil dari pengukuran kinerja akan menunjukan apa yang telah terjadi bukan mengapa hal itu terjadi atau apa yang harus dilakukan. Suatu organisasi harus menggunakan pengukuran kinerja secara efektif agar dapat mengidentifikasi strategi dan perubahan yang operasional apa yang dibutuhkan serta proses yang diperlukan dalam perusahaan tersebut. 4DX merupakan metodologi praktis yang dapat digunakan pada permasalahan utama pada setiap pemimpin, yaitu eksekusi. Dalam kasus ini, penerapan metode 4DX ini dilakukan setelah dilakukannya penilaian kinerja menggunakan Balanced Scorecard. Hasil menunjukan bahwa PT. Patria Maritime Lines belum sepenuhnya berhasil dalam mencapai tujuan maupun target yang telah ditentukan. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk membantu PT. Patria Maritime Lines dalam menyusun dan mengeksekusi strategi pada tahun 2016 agar dapat mencapai target.  Abstract Performance measurement is not an end but a means in order to produce more efficient management and increased performance. Results of performance measurement will show what has happened,  not why it happened or what to do. An organization should use effective performance measurement in order to identify strategies and operational changes what is required as well as the necessary processes in the company. 4DX is a practical methodology that can be used on the main issues on any leader, namely the execution. In this case, application of 4DX method is done after an assessment of performance using the Balanced Scorecard. Results showed that PT. Patria Maritime Lines has not been entirely successful in achieving the goals and targets that have been determined. Therefore, the research was conducted to help PT. Patria Maritime Lines in formulating and executing strategy in 2016 in order to achieve the target.
KONSEP PRODUK KIPAS ANGIN MULTI FUNGSI 3 IN 1 SEBAGAI STRATEGI PENURUNAN BIAYA DAMPAK LINGKUNGAN BERBASIS LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) Ansori, Mohamat; Hartini, Sri
Industrial Engineering Online Journal volume 3,nomor 4,tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.492 KB)

Abstract

Sebagai negara tropis, salah satu produk elektronik yang cukup tinggi tingkat konsumsinya adalah kipas angin. Tingginya penggunaan kipas angin di Indonesia khususnya tipe stand fan, berpotensi meningkatkan jumlah e-waste, dimana melalui fase hidupnya, produk elektronik menghasilkan banyak dampak ke lingkungan. Dampak lingkungan yang ditimbulkan pada masing-masing fase hidup produk sangat dipengaruhi tahap desain produk. Meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perlindungan lingkungan dan kemungkinan dampak yang ditimbulkan mendorong pengembangan metode untuk memahami dan mengidentifikasi dampak lingkungan tersebut. Salah satu metode yang telah dikembangkan adalah life cycle assessment (LCA). Dengan penilaian LCA, dapat diketahui nilai dampak lingkungan dari masing-masing fase hidup produk, besar nilai eco-cost serta alternatif strategi yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari suatu produk.            Dari hasil perhitungan LCA kipas angin tipe wall fan 16, desk fan 12 dan stand fan 16, dan kipas angin tipe stand fan wadesta dengan software simaPro metode eco- cost 2012 v1.00, nilai Eco-cost untuk produk kipas angin dengan 3 fungsi berbeda dalam unit produk yang terpisah adalah sebesar Rp.627.180,00 per unit produk. Sedangkan alternatif produk untuk menurunkan biaya eco- cost dengan konsep integrasi produk 3 in 1 stand fan wadesta, memiliki nilai eco- cost sebesar Rp. 223.821,00 per unit produk. Nilai Eco-cost stand fan wadesta lebih kecil jika dibandingkan dengan produk stand fan, wall fan dan desk fan dalam unit produk yang terpisah. Nilai eco-cost wadesta lebih rendah dikarenakan jumlah material dan komponen yang digunakan lebih sedikit jika dibandingkan dengan produk kipas angin dengan fungsi yang berbeda dalam unit produk yang terpisah. Penurunan nilai eco-cost dengan produk stand fan wadesta adalah sebesar Rp.403.360,00 per unit produk.                Abstract     As a tropical country, one of the electronic products is quite high level of consumption is the fan. The high number of fan consumption potentially increasing the number of e-waste, in which by it life phase, electronic product generate many environmental impact.environmental impact by each life phase influencing by the design phase. The increased awareness of the importance of environmental protection and the possible impacts have increased interest in the development of methods to better understand and address these impacts. One of the techniques being developed for this purpose is life cycle assessment (LCA).By LCA calculation, it can address the value of environmental impact of each product’s life phase, the eco-cost value and the alternative strategy for reducing the environmental impact of the product.     From the results of the LCA calculation by eco-cost 2012 method of simapro, between wall fan 16, desk fan 12 and stand fan 16 and stand fan wadesta, show that the eco-cost value of  wall fan 16, desk fan 12 and  stand fan 16 are Rp. 627.180,00  per unit of product. While the alternative products b integration concept of 3 in 1 product, produce eco-cost value amount Rp. 223,281.00 per unit product. The eco-cost value of wadesta stand fan is smaller cause this product using lesser material and lesser components than if the product stand fan, wall fan and desk fan is a separate unit of product. Stand fan wadesta can reduce the eco-cost value amount Rp.403.360,00 per unit product.
ANALISIS KECACATAN PRODUK KAIN COTTON DI DEPARTEMEN PRINTING PADA PT.KUSUMAHADI SANTOSA DENGAN METODE C-CHART Ramadhani, Fery; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.215 KB)

Abstract

PT. Kusumahadi Santosa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil. Permasalahan yang dialami perusahaan adalah masih banyaknya kecacatan yang terjadi terjadi pada kain jenis kain cotton dalam produksi printing. Kondisi ini dapat menyebabkan kerugian secara finansial maupun non finansial. Metode pengendalian kualitas yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan metode C-Chart, diagram pareto, dan diagram sebab akibat. Tujuan dari penelitian ini (1) mengetahui batas kendali atas (UCL) dan batas kendali bawah (LCL) pada diagram peta pengendalian C-Chart (2) Untuk mengetahui rata-rata kecacatan produk kain cotton. (3) Untuk mengetahui jenis kerusakan kain yang sering terjadi pada PT. Kusumahadi Santosa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui rata-rata kerusakan kain cotton pada tahun 2015 sebesar 1249 unit dengan batas pengendalian atas (UCL) sebesar 1355.02 dan batas pengendalian bawah (LCL) sebesar 1142.98. Dengan kerusakan tertinggi di tahun 2015 pada bulan juni dengan kerusakan sebanyak 1347 unit dan kerusakan paling sedikit terjadi pada bulan desember dengan kerusakan sebanyak 1153 unit. Dari perhitungan nilai  UCL dan LCL yang dilakukan dengan menggunakan metode C-chart dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat data yang out of control atau dalam kata lain masih terkendali. Jenis kecacatan yang terdapat pada kain cotton antara lain warna tidak sesuai, blobor, nglipat, nggaler/bergaris, dan noda. AbstractTitle : Product Defect Analysis in Printing Department PT. Kusumahadi Santosa with C-Chart Method. PT. Kusumahadi Santosa is a company engaged in the textile industry. Problems experienced by the company is still the number of defects that occur occur on the type of cotton fabric in printing production. This condition can cause financial and non financial loss. Quality control method used in research by using method of C-Chart, pareto diagram, and cause and effect diagram. The purpose of this study (1) to know the upper control limit (UCL) and lower control limit (LCL) on the C-Chart control chart map (2) To know the average damage of cotton cloth products. (3) To know the type of fabric damage that often occurs at PT. Kusumahadi Santosa.Based on the result of the research, it is known that the average cotton fabric damage in 2015 is 1249 units with the upper control limit (UCL) of 1355.02 and the lower control limit (LCL) of 1142.98. With the highest damage in 2015 in June with damage of 1347 units and the least damage occurred in December with damage as many as 1153 units. From the calculation of UCL and LCL values performed using C-chart method can be concluded that there is no data out of control or in other words still under control. The types of defects found in cotton fabric include skewing, bowing, Crease, stripes, and stains..
ANALISIS PENGARUH LAMA JAM KERJA PERAWAT ICU TERHADAP TINGKAT KESALAHAN DALAM UPAYA MEMINIMASI HUMAN ERROR (STUDI KASUS R.S XYZ SEMARANG) Hilda Winandita; PURNAWAN ADI WICAKSONO
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK R.S XYZ Semarang, merupakan rumah sakit yang menjadi rujukan pasien ICU dalam lingkup Jawa Tengah.  Selain memiliki peralatan medis yang canggih, R.S tersebut juga didukung oleh tenaga medis yang dituntut untuk menangani pasien ICU dengan sangat baik, termasuk perawat ICU yang dituntut untuk merawat pasien tanpa kesalahan sedikitpun. Sayangnya, tuntutan tersebut belum didukung dengan sistem kerja yang baik bagi para perawatnya, dimana masih terdapat banyak sekali perawat yang harus bekerja lebih dari jam kerja yang telah dijadwalkan. Hal tersebut dapat menimbulkan beban kerja berlebih serta menurunnya tingkat kewaspadaan yang dapat berakibat pada terjadinya human error, sehingga dapat membahayakan pasien, maka dilakukan  uji regresi dengan multiple mediator antara lama jam kerja terhadap tingkat kesalahan melalui variabel mediasi beban kerja fisik, mental, dan tingkat kewaspadaan (=0.05; kepercayaan= 95%). Hasil pengujian menunjukkan bahwa beban kerja fisik (CI 95% = 0.3035 – 1.3101) dan beban kerja mental (CI 95% = 0.2299 – 0.7945) merupakan variabel yang memediasi secara signifikan dalam pengaruh lama jam kerja terhadap tingkat kesalahan. Kemudian dilakukan uji post hoc berdasar kedua variabel tersebut, sehingga diketahui lama jam kerja kritis berdasarkan beban kerja fisik dan mental yaitu ketika perawat ICU bekerja selama 15 jam dan 11 jam, yang berarti lama jam kerja maksimal untuk meminimasi kesalahan adalah 8 jam. Adanya peningkatan kesalahan seiring bertambahnya lama jam kerja serta hasil wawancara kepada perawat ICU yang menyatakan banyaknya tugas yang harus dikerjakan ketika merawat pasien, mengindikasikan adanya potensi terjadinya human error pada perawat ICU yang harus diminimasi agar tidak berdampak buruk pada keselamatan pasien. Upaya minimasi human error yang dilakukan menggunakan metode HEART dan SHERPA, menunjukkan bahwa penyebab utama terjadinya potensi human error disebabkan karena tidak seimbangnya kapasitas yang dimiliki (perawat) dengan kapasitas yang dapat diterima (pasien), sehingga diperlukan penambahan jumlah perawat pada bagian ICU, penyediaan checklist untuk meminimasi kelalaian, serta diberlakukan kebijakan 8 jam kerja/shift.  
USULAN PENGADAAN MOTOR HOIST STANDBY YANG OPTIMAL UNTUK MENGATASI TINGGINYA TINGKAT BREAKDOWN PADA PT. X Sesariana, Yuanita; Rumita, Rani
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.459 KB)

Abstract

Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara atau menjaga fasilitas/peralatan pabrik dan mengadakan perbaikan atau penyesuaian/penggantian yang diperlukan agar supaya terdapat suatu keadaan operasi produksi yang memuaskan sesuai dengan apa yang direncanakan dan tidak mengalami kerusakan. Kerusakan pada suatu sistem kemungkinan besar dapat menyebabkan konsekuensi yang serius untuk perusahaan seperti biaya downtime atau mengakibatkan kondisi yang tidak aman karena kerusakan alat. Peralatan cadangan dapat digunakan untuk mengurangi akibat dari rusaknya peralatan. Proses produksi pada PT. X menggunakan mesin yang cukup banyak. Salah satu mesin yang sering mengalami kerusaan adalah mesin hoist Curing yang digunakan untuk memindahkan produk beton ke proses selanjutnya. Semua mesin hoist ini telah mendapatkan perawatan secara preventive sesuai dengan instruksi kerja alat yang ada. Namun pada kenyataannya di lapangan, beberapa jenis mesin hoist masih sering mengalami kerusakan. Bagian mesin Hoist yang sering mengalami kerusakan adalah bagian motor. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah motor mesin hoist Curing cadangan yang optimal untuk mengantisipasi terhambatnya produksi dengan pendekatan distribusi Poisson dan mempertimbangkan beberapa biaya. Distribusi Poisson adalah distribusi probabilitas diskrit yang menyajikan frekuensi darikejadian acak tertentu. Penelitian menghasilkan jumlah motor mesin Hoist cadangan adalah 4 buah dengan biaya Rp 144.218,00.   AbstractMaintenance is an activity to maintain or keep the facility / factory equipment and make  necessary repairing or adjustment / replacement, so that there is a satisfactory state of production operations in accordance with what was planned and not damaged. Damage to the system is likely to cause serious consequences for companies such as the cost of downtime or lead to unsafe conditions due to damage to the tool. Backup equipment can be used to reduce the effects of damage to the equipment. The production process at PT. X uses quite many machines. One of the machines often has damage is Curing hoist machine that is used to move concrete products to the next process. All hoist machines have got preventive maintenance work in accordance with the instructions of the existing tools. But in reality, some sort of hoist machine still often damage. The hoist machine part are often damages is motor parts. This study aims to determine the number of motor hoist machine Curing optimal backup to anticipate delays in production with a Poisson distribution approach and consider some of the costs. Poisson distribution is a discrete probability distribution that presents frequency from a certain random event. The research resulted in the number of motor Hoist machine backup is 4 pieces at a cost of Rp 144,218.00 
ANALISIS PEMBOROSAN PADA ALIRAN PRODUKSI TABLET EFFERVESCENT DENGAN TOOL VALUE STREAM MAPPING PADA PT XYZ (Studi Kasus : PT. XYZ) Alif Abdurrahman Hafiz; Wiwik Budiawan
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.05 KB)

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang kesehatan seperti pembuatan suplemen dan obat-obatan ini berdiri sejak tahun 1972. Untuk meningkatkan kualitas produk terutama untuk effervescent, dibuat regulasi kebijakan pada lini produksi. Meskipun jumlah defect pada tablet berkurang, waktu produksi meningkat secara drastis. Operation Excellence mempunyai tanggung jawab untuk mengetahui penyebab besarnya waktu produksi secara keseluruhan, memberikan solusi serta melakukan improvement dari sector produksi terutama di bagian effervescent. Pada penelitian ini dilakukan pencatatan waktu serta kegiatan dari awal mula bahan baku di terima sampai ke tangan customer dan kemudian waktunya dicatat untuk diketahui penyebab kenaikan waktu produksi. Dengan menggunakan pendekatan lean dibuat value stream mapping lalu diidentifikasi tiap tiap waste yang ada. Kemudian di tentukan waste yang paling berpengaruh. Setelah itu digunakan tools 5 whys dan diagram fishbone untuk mengetahui penyebab dari besarnya waktu tersebut serta diberikan saran perbaikan yang sesuai dengan penyebab dari masalah tersebut. Temuan utama dari penelitian ini dengan mengimplementasikan saran perbaikan diharapkan dapat mengurangi pemborosan dan waktu yang tidak memberikan nilai tambah hingga 82%. ABSTRACTPT XYZ, a company engaged in health such as the manufacture of supplements and drugs, is established since 1972. To improve product quality especially for effervescent, the company has made policy regulation on the production line. Although the number of defects in tablets decreases, the production time increases dramatically. Operation Excellence has the responsibility to know the cause of the increasing production time, provide solutions and make improvements from the production sector especially in the effervescent. In this research, time and activity records are recorded from the beginning of raw materials received to the hands of the customer and then the time recorded for the cause of the increase in production time. Using a lean approach, the value stream mapping is then identified for each waste. Then determine the most influential waste. After that use tools 5 whys and fishbone diagram to find the cause of the amount of time and then suggestions of improvement will be given in accordance with the cause of the problem. The main findings of this study by implementing improvement suggestions are expected to reduce waste and time that does not add value up to 82%.
PENENTUAN KOMBINASI TERBAIK PAKAN BUATAN DARI LIMBAH LELE TERHADAP PERTAMBAHAN BERAT IKAN LELE DUMBO (CLARIAS GARIEPINUS) DENGAN EKSPERIMEN RANCANGAN ACAK LENGKAP Silvia Merdikawati; Dyah Ika Rinawati; Susatyo Nugroho W.P.
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembudidayaan ikan lele kendala terbesar adalah tingginya biaya pakan yaitu 70% dari total biaya produksi. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya pengembangan pakan berbahan baku sumber protein lokal yang mudah diperoleh dan memiliki kandungan nutrisi yang sesuai sebagai pengganti pakan pabrik. Salah satu bahan baku yang dapat dijadikan alternatif adalah limbah ikan lele. Limbah tersebut merupakan sisa pengolahan ikan lele yang diproduksi industri pengolah lele.Penelitian ini bertujuan menemukan kombinasi terbaik pakan buatan terhadap pertambahan berat ikan lele melalui eksperimen rancangan acak lengkap dan analisis ekonomi pakan buatan terpilih. Perlakuan berupa perbedaan konsentrasi limbah ikan lele ditambah bekatul. Perlakuan I(90% limbah+10% bekatul), perlakuan II(85% limbah+15% bekatul), perlakuan III (80% limbah+20% bekatul), perlakuan IV (75%limbah+25% bekatul). Pakan diberikan 2 kali sehari sebanyak 5% dari total berat tubuh. Pengujian dilakukan pada ikan lele yang berusia 2 bulan dalam bak percobaan dengan kepadatan 5 ekor/bak dan 6 kali ulangan selama 1,5 bulan. Hasil penelitian diperoleh kombinasi terpilih perlakuan III(80% limbah+20% bekatul), dengan rata-rata pertumbuhan tertinggi 39,57 gram/ekor. Analisis ekonomi pakan buatan terpilih kapasitas produksi 100 kg/bulan diperoleh biaya pokok produksi pakan buatan adalah Rp 2838,33/kg. Harga pakan buatan tersebut memiliki selisih Rp 5.161 dengan pakan pabrik yang dijual dengan harga Rp 8.000,00/per kg.  ABSTRACT                 In catfish farming biggest obstacle is the high cost of feed that is 70% of the total cost of production. Under these conditions, it is necessary the development of feed protein source local raw materials are easily available and have the appropriate nutrients in lieu of mill feed. One of the raw materials that can be used as an alternative is a waste of catfish. The rest of the processing waste is produced catfish processing industry.                This study aims to find the best combination of artificial feed to gain catfish through a completely randomized design experiments and economic analysis of selected artificial feed. Treatment in the form of a concentration difference waste of catfish plus bran. Treatment I(90% waste +10%bran), treatment II(85% waste +15%bran), treatment III(80% waste +20% bran), treatment IV(75% waste +25% bran). Given feed 2 times a day as much as 5% of total body weight. Tests conducted on catfish 2 month old in a tub at a density of 5 trials tail / tub and 6 replicates for 1.5 months. The results obtained by the combination treatment was chosen III(80%waste +20%bran), with the highest average growth of 39.57 g/fish. Economic analysis of selected artificial feed production capacity of 100 kg/month obtained artificial feed production cost is Rp 2838.33/kg. Feed prices have made the difference between Rp 5,161 to the mill feed is sold at Rp 8,000.00/per kg.

Page 74 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue