cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
PEMILIHAN PARAMETER PENGAWETAN BAMBU APUS MENGGUNAKAN LARUTAN GARAM UNTUK MENCAPAI PRODUKSI BERKELANJUTAN DENGAN METODE DESAIN EKSPERIMEN FAKTORIAL Melinda Widiani; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksploitasi hutan sebagai bahan baku furnitur semakin mengkhawatirkan. Penebangan hutan yang tidak bertanggung jawab dan semakin langkanya hutan kayu membangkitkan kepedulian masyarakat akan penggunaan bahan baku yang bersifat berkelanjutan. Salah satu bahan yang berpotensi untuk menggantikan kayu adalah bambu. Bambu merupakan hasil alam non-hutan yang dapat tumbuh dengan cepat dan dapat diuraikan secara alami. Namun kelemahan bambu adalah tingkat keawetan yang rendah. Bambu rentan terhadap serangan kumbang bubuk dan rayap. Bambu tanpa pengawetan hanya dapat bertahan 1 – 3 tahun saja. Metode pengawetan yang paling sering digunakan adalah metode tekanan dengan menggunakan bahan kimia boraks. Penggunaan bahan kimia boraks sangat membahayakan kesehatan manusia dan dapat merusak lingkungan karena memiliki sifat racun. Oleh sebab itu perlu dicari bahan pengawet yang lebih alami dan bersifat berkelanjutan, yaitu larutan garam. Tujuan dari penelitian ini adalah mencari kombinasi terbaik dari konsentrasi bahan pengawet dan lama waktu pengawetan dengan metode rendaman. Model penelitian dilakukan dengan metode desain eksperimen faktorial dengan 2 faktor yaitu konsentrasi larutan garam dan lama perendaman. Konsentrasi yang digunakan adalah 15%, 25%, dan 35%. Sedangkan lama perendaman adalah 1 hari, 3 hari, dan 7 hari. Hasil penelitian keawetan bambu terhadap serangan rayap dilakukan dengan mengukur presentase pengurangan berat bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat bambu berkurang secara signifikan pada kombinasi 15% dan 1 hari. Pengawetan paling efektif adalah penggunaan konsentrasi 35% dengan lama perendaman 3 hari.
PERENCANAAN VOLUME KEBUTUHAN BAHAN BAKU PREFORM, CAP, DAN LABEL PRODUK MINUTE MAID PULPY ORANGE PADA PT. COCA COLA BOTTLING INDONESIA CENTRAL JAVA DENGAN METODE MRP Danica Virlianda Marsha; Bambang Purwanggono K
Industrial Engineering Online Journal Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.258 KB)

Abstract

PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri minuman ringan. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java Plant adalah Minute Maid Pulpy Orange, dimana produk tersebut merupakan yang paling diminati berdasarkan data demand tahun 2017. Untuk menunjang pengadaan material yang baik, perlu dilakukan perencanaan kebutuhan material untuk produk tersebut yang meliputi material packaging seperti preform, cap, dan label. Data kebutuhan material didapatkan dari forecasting demand tahun 2017 dengan metode terpilih 3DMA. Material Requirement Planning (MRP) dilakukan terhadap ketiga material tersebut dengan lotting LFL, EOQ, FOQ, FPR3, dan FPR4. Dari teknik lotting tersebut, kemudian dilakukan perhitungan biaya pengadaan total, dengan hasil biaya terendah didapatkan dengan teknik lotting LFL yaitu Rp6.864.681 untuk material preform, Rp6.864.649 untuk material cap, dan Rp6.464.838 untuk material label. Abstract [Material requirement planning for preform, cap, and label material of minute maid pulpy orange product at PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java] PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java is a beverage industry company. One of their products is Minute Maid Pulpy Orange, which is the had the largest demand in 2017. To support material procurement, material requirement planning is needed to each packaging material of the product, like preform, cap, and label. Material requirement data is obtained from forecasting based on previous demand, with 3DMA as its best method. Material Requirement Planning (MRP) is done to all of those materials mentioned, with  LFL, EOQ, FOQ, FPR3, and FPR4 lotting techniques. From those techiques, calculation of total procurement cost is done with the result of LFL as its best lotting technique which delivers Rp6.864.681 for preform material, Rp6.864.649 for cap material, and Rp6.464.838 for label material.
ANALISIS PENGARUH ORIENTASI PASAR, KELENGKAPAN PRODUK DAN EFEKTIVITAS SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP KINERJA PEMASARAN (Pada Mesin Diesel PT. Kubota Indonesia Semarang) Murni Elfrida Sipayung; Bambang Purwanggono
Industrial Engineering Online Journal Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk dapat memperoleh data mengenai orientasi pasar, kelengkapan produk, efektifitas saluran distribusi dan kinerja pemasaran maka disusunlah sebuah kuesioner dengan menggunakan item-item pertanyaan yang merupakan alat ukur dari variabel-variabel tersebut. Kuesioner yang telah tersusun tersebut selanjutnya disebarkan kepada 105 responden kubota semarang. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan nilai indeks, analisis kualitatif dan ujiregresi berganda untuk membuktikan ada atau tidaknya pengaruh dari masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Dari hasil pengujian hipotesis melalui uji regresi berganda menunjukkan orientasi pasar, kelengkapan produk dan efektifitas saluran distribusi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran kubot semarang. Sedangkan hasil perhitungan deskriptif yang dilakukan pada variabel-variabel penelitian dengan menggunakan nilai indeks menunjukkan indeks orientasi pasar kubota semarang adalah sebesar 88,46 yang menunjukkan bahwa orientasi pasar kubota semarang termasuk dalam kategori sangat tinggi, indeks kinerja pemasaran kubota semarang adalah sebesar 75,4 yang menunjukkan bahwa minat kinerja pemasaran kubota semarang adalah tinggi, indeks kelengkapan produk adalah sebesar 72,56 yang menunjukkan bahwa kelengkapan produk kubota semarang adalah sedang dan nilai indeks efektivitas saluran distribusi Kubota semarang adalah sebesar 62,5 yang  menunjukkan bahwa efektivitas saluran distribusi dalam kategori rendah. ABSTRACTOrdering of getting data of market orientation, completeness of product, effectiveness of distribution channel and marketing performance made researcher compose a questionnaire with items which were be measuring instruments of them. It was spread to 105 respondents of  Kubota Semarang. Then, the collected data were be analyzed using index value (total number), qualitative analysis and regression test to know the effect of each independent variables to dependent variable. From the hypotheses testof the multiple regressions results show that market orientation, completeness of product and effectiveness of distribution are positively and significantly impact on marketing performance of kubota semarang. However descriptive test toward the observed variables index shows that the index of market orientation is 88,46, it means that the level of market orientation of kubota semarang  is categorized as extremely high, the index of marketing performance is 75,4, it means that the level of marketing performance is categorized as high, the index completeness of product kubota semarang is 72,56, it means that the level of the completeness productis categorized as moderate and the index of effectiveness of distribution is 62,5 it shows that the level of  the effectiveness of distribution considered as low/modest.
ANALISIS KESIAPAN SERTIFIKASI ISO 9001:2015 PADA PT. WIJARA NAGATSUPAZKI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAP ANALYSIS Fernando, Jonathan Michael; Purwanggono, Bambang; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.412 KB)

Abstract

Persaingan ekonomi global dan permintaan pasar mewajibkan perusahaan untuk membangun dan mengembangkan sistem manajemen internal yang sesuai dengan standar internasional. Karena persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat, banyak organisasi mengadopsi dan mengimplementasi program peningkatan kualitas secara efektif. Program peningkatan kualitas tersebut terdapat dalam Quality Manajement System (QMS), QMS tersebut dikembangkan dalam sertifikasi standar ISO 9001. ISO 9001 adalahsuatu standar yang berisi persyaratan sistem manajemen mutu yang diterbitkan oleh International Organization for Standarization (IOS). Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah PT. Wijara Nagatsupazki, perusahaan ini bergerak dalam bidang manufaktur. Perusahaan ini mengalami beberapa kerugian berupa penarikan order dari pelanggan, selain itu terjadi pula keluhan dari pelanggan akan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar yang telah disetujui, hal ini merupakan salah satu dampak tidak langsung dari tidak adanya sertifikasi ISO 9001 di PT. Wijara Nagatsupazki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi PT. Wijara Nagatsupazki saat ini dan seberapa besar kesiapan PT. Wijara Nagatsupazki untuk persiapan sertifikasi ISO 9001:2015 dan memberikan rekomendasi dan menyusun dokumen mutu perusahaan sesuai dengan persyaratan ISO 9001 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Gap Analysis. Gap Analysis digunakan untuk mengevaluasi keadaan PT. Wijara Nagatsupazki dan menilai kesiapan perusahaan untuk persiapan perusahaan melakukan sertifikasi ISO 9001:2015. Perhitungan pada Gap Analysis menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan persyaratan yang ada pada ISO 9001:2015. Hasil dari perhitungan menggunakan checklist akan menunjukan seberapa besar kesiapan PT. Wijara Nagatsupazki untuk melakukan sertifikasi ISO 9001:2015. Abstract Analysis of ISO 9001:2015 Certification Readiness in PT. Wijara Nagatsupazki using Gap Analysis, global economic competition and market demand, requires companies to establish and develop the internal management system in accordance with international standards. Due to the world economic competition intensifies, many organizations adopt and implement effective quality improvement programs. The quality improvement program is contained in the Quality Management of System (QMS), which are developed in ISO 9001 standard certification. ISO 9001 is a standard that contains the requirements for quality management systems published by the International Organization for Standardization (IOS). Companies that become the research object is PT. Wijara Nagatsupazki, the company is engaged in manufacturing. The company suffered some losses in the form of withdrawal of orders from customers, on the other hand there were also complaints from customers because the products are not in accordance with the standards that have been approved, this is one of the indirect impact of the absence of the ISO 9001 certification in PT. Wijara Nagatsupazki. his study aimed to evaluate the condition of PT. Wijara Nagatsupazki today and how prepared PT. Wijara Nagatsupazki preparation for ISO 9001: 2015 and providing recommendations and prepare a document for the quality of the company in accordance with the requirements of ISO 9001 2015. Gap Analysis was used to evaluate the state of the PT. Wijara Nagatsupazki and assessing the readiness of companies for preparing the company for ISO 9001:2015 certification. The calculations on the Gap Analysis using the checklist will be made under the existing requirements of ISO 9001: 2015. The results of calculations using the checklist will show how prepared PT. Wijara Nagatsupazki to perform a certification ISO 9001: 2015.
Implementasi Teknik Relokasi 1-0 pada Pengembangan Algoritma Sequential Insertion Untuk Perbaikan Solusi Awal Model VRP dengan Karakteristik Heterogeneous Fleet Size and Mx Vehicle Routing Perkasa, Dwi Satria; Arvianto, Ary
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No.2 Tahun 2015
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.45 KB)

Abstract

Transportasi dan distribusi erat kaitannya dengan perusahaan dalam mengirimkan produk ke pelanggan. Permasalahan pengiriman produk ke pelanggan ini dikenal dengan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP memiliki berbagai varian model seperti yang telah dikembangkan penelitian sebelumnya. Dalam penelitian ini akan mengembangkan model VRP Heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR), tujuannya meminimasi jumlah kendaraan, fungsi beban kerja, dan fungsi biaya. Penentuan jumlah dan rute kendaraan penelitian ini tetap mempertimbangkan aspek multiple product, multiple trips, multiple products and compartments, split delivery, dan multiple time windows. Teknik pemecahan masalah dalam penelitian ini menggunakan algoritma sequential insertion dan metode local search, serta improvement  dengan operator relocation 1-0. Berdasarkan perhitungan  model VRP Heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR) didapatkan hasil kombinasi jenis kendaraan terpilih kapasitas 2.000 kiloliter dan 4.700 kiloliter yang menghasilkan jumlah tur 2, nilai TCT 265.76 jam dan RCT  70.24 jam dengan fungsi beban kerja  2.266.462,4 dan fungsi biaya sebesar Rp. 1.818.232.000, sedangkan hasil improvement relocation 1-0 didapatkan hasil jenis kendaraan terpilih 2.000 kiloliter dan 4.700 kiloliter yang menghasilkan jumlah tur 2, nilai TCT 272.27 jam dan RCT 63.73 jam dengan fungsi beban kerja yaitu  2.272.907,3 dan fungsi biaya sebesar Rp. 1.899.536.000.  Abstract Transportation and distribution is closely related with company in delivering the products to the customer. The problem of delivering products is known as Vehicle Routing Problem (VRP). VRP has many variants which have been developed in the previous research. In this research we will develop a VRP Model heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR), the goal is for minimizing the number of vehicle, workload function, and cost function. determination the number of vehicle and route which is still considering multiple product, multiple trips, multiple product and compartment, split delivery, and multiple time windows aspects. Problem solving techniques in this research using sequential insertion algorithm and local search method, also improvement with operator relocation 1-0. Based on the calculation of VRP Heterogeneous fleet size and mix vehicle routing (HFSMVR) model, showed a combined capacity of 2.000 and 4,700 kiloliters which have a tour number is 2, TCT value is 265.76 hours, and RCT value is 70.24 hours, and the value of workload function is 2.266.462,4 and cost function is Rp. 1.818.232.000. while  the improvement result showed a combined capacity of 2,000 and 4,700 kiloliters which have a tour number is 2, TCT value is 272.27 hours, and RCT is 63.73 hours and workload function is 2.272.907,3 and cost function is Rp. Rp. 1.899.536.000.
ANALISIS 5S PADA BAGIAN WAREHOUSE PT.EBAKO NUSANTARA Perkasa, Adam; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.937 KB)

Abstract

ANALISIS 5S PADA BAGIAN WAREHOUSE PT.EBAKO NUSANTARA. Tempat penyimpanan yang tertata dengan baik serta bersih dapat memberikan kemudahan bagi siapa saja yang menggunakannya. Salah satu cara untuk mendapatkan keteraturan seperti itu adalah dengan mengadopsi budaya kerja yang berasal dari Jepang, yaitu 5S. Budaya ini berisikan seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke. Dalam bahasa indonesia budaya ini dikenala dengan nama 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat serta Rajin. Sasaran utama dari 5S adalah untuk menghasilkan lingkungan yang bersih dan tertata dengan baik. Sebuah lingkungan dimana disanalah tempatnya semua barang, dan semua barang pada tempatnya. PT. EBAKO NUSANTARA adalah perusahaan manufaktur furniture ekspor dengan sistem make to order. Produk yang diproduksi adalah Meja, Kursi, Sofa, dan Lemari. Aktifitas ekspor PT. EBAKO NUSANTARA dilakukan ke beberapa negara seperti Singapura, Australia serta Amerika Serikat. tujuan dari penelitian ini adalah Memperoleh aturan penataan support material dan menentukan pengunaan label yang mudah dipahami secara visual berdasar pada  konsep 5S. Melalui identifikasi waste yang telah dilakukan didapatkan waste berupa lama waktu rata-rata pemenuhan request sebesar 1.509 detik. Serta merekomendasikan design label dan menata letak item support material berdasarkan frekuensi item keluar gudang. Abstrak5S ANALYSIS ON THE PART OF PT. EBAKO NUSANTARA WAREHOUSE. A well organized and clean storage place can make it easy for anyone who uses it. One way to get such an order is by adopting a work culture originating from Japan, namely 5S. This culture contains seiri, seiton, seiso, seiketsu and shitsuke. In Indonesian culture this is known as 5R, namely Brief, Neat, Clean, Care and Diligent. The main goal of 5S is to produce a clean and well-ordered environment. An environment where there is all the goods, and all the items in place. PT. EBAKO NUSANTARA is an export furniture manufacturing company with a make to order system. Products manufactured are Tables, Chairs, Couches and Cabinets. PT. EBAKO NUSANTARA is carried out in several countries such as Singapore, Australia and the United States. the purpose of this study is to obtain the rules of material support arrangement and determine the use of labels that are easily understood visually based on the 5S concept. Through the identification of the waste that has been carried out, it is obtained waste in the form of the average time of request fulfillment of 1,509 seconds. As well as recommending label design and arranging material support items based on the frequency of items out of the warehouse.
ANALISA PENGUKURAN KINERJA KARYAWAN BERDASARKAN KOMPETENSI SPENCER Raditya Rahman; Rani Rumita; Diana Puspitasari
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan pemakaian tenaga listrik bukan hanya dari segi kuantitas dan kontinuitas, tetapi juga mencakup kebutuhan akan mutu pelayanan. Salah satu usaha PT PLN (Persero) untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah melakukan perbaikan sarana dan sistem pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik. Sistem pengaturan jaringan distribusi tenaga listrik dilaksanakan oleh suatu unit organisasi area di lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi, yaitu Area Pengatur Distribusi (APD) , namun dalam pelaksanaan pekerjaannya, PT. PLN (Persero) APD Semarang masih terdapat program program yang belum sesuai denga target yang telah ditetapkan. Spencer melakukan penelitian mengenai kompetensi terhadap 200 lebih pekerjaan dan menemukan 286 model kompetensi yang muncul dari penelitian tersebut. Dalam tiap  model terdapat 80-98%  yang menunjukan perilaku yang diklasifikasikan menjadi 20 kompetensi. Sehingga kompetensi hasil penelitian Spencer.tersebut dapat digunakan untuk mendiagnosis perilaku secara menyeluruh yang mendasari karyawan menyebabkan hasil  suatu pekerjaan Model kompetensi Spencer tersebut akan digunakan untuk mengetahui kebutuhan kompetensi suatu pekerjaan dalam bentuk indikator, yang diolah menggunakan Analityc Hierarchy Process (AHP). Setelah diketahui bobot kepentingannya, pengukuran kinerja dilakukan dengan Objective Matrix (OMAX) untuk mengetahui nilai pencapaian kinerja tiap indikator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja yang masih kurang   dilihat dari perilaku yang mendasarinya atau dinamakan kompetensi. Dari hasil pengolahan dan analisa kinerja dapat diketahui bahwa kelompok yang paling berpengaruh terhadap kesuksesan hasil pekerjaan adalah berprestasi dan tindakan, karena memiliki bobot  kepentingan terbesar dan indkator dalam kelompok tersebut ada yang termasuk dalam kategori“buruk” (dalam skala 10) yaitu motivasi dalam bekerja. Perusahaan harus meningkatkan kompetensi berprestasi dan tindakan dengan indikator motivasi dalam bekerja sehingga dalam beberapa waktu kedepan, nilai pencapaian kinerja perusahaan dapat masuk dalam kategori “baik”. Namun juga memperhatikan kompetensi lainnya yang berkategori sedang juga mempertahankan kompetensi yang telah berkagori baik.
PENGUKURAN DAN ANALISIS PRODUKTIVITAS DI PT. TIGA MANUNGGAL SYNTHETIC INDUSTRIES DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) Tania, Fani; Ulkhaq, Mujiya
Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.969 KB)

Abstract

PT. Tiga Manunggal Synthetic Industries merupakan industri yang bergerak di bidang industri tekstil yang memproduksi kain polyester yang diekspor ke Timur Tengah, Jepang, Afrika, dan Vietnam. Banyaknya industry lain yang bergerak di bidang yang sama mengharuskan perusahaan ini untuk terus memperbaiki semua aspek yang ada di perusahaan, baik yang berasal dari luar maupun dalam. Salah satu upaya perbaikan yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan produktivitas dari perusahaan tersebut. Pengukuran dan analisis produktivitas penting dilakukan guna mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya. Dengan produktivitas yang tinggi diharapkan perusahaan dapat terus kompetitif dan berdaya saing. Untuk itu perlu dilakukan pengukuran produktivitas. Dengan melakukan pengukuran produktivitas perusahaan dapat melihat capaian yang telah diraih sebagai landasan untuk  perencanaan masa depan perusahaan. Pengukuran produktivitas ini dilakukan dengan menggunakan metode Objective Matrix (OMAX). Di perusahaan ini produktivitas sudah baik, namun masih ada di beberapa periode yang produktivitasnya mengalami penurunan dari periode sebelumnya. Kenaikan produktivitas terjadi pada periode Desember 2014, Mei 2015, Juni 2015, Agustus 2015, dan Oktober 2015; sedang penurunan terjadi pada periode Januari 2015, Februari 2015, Maret 2015, April 2015, Juli 2015, dan September 2015. Peningkatan tertinggi berada pada periode Desember 2014, yaitu 0.501, dan penurunan produktivitas terendah terjadi pada periode September 2015 yaitu sebesar 0,496.Dan kriteria yang perlu ditingkatkan adalah produktivitas jumlah pekerja, jam kerja mesin, dan penggunaan energi listrik.  Abstract Productivity measurement was conducted at PT. Tiga Manunggal Synthetic Industries.  PT. Tiga Manunggal Synthetic Industries is a textile industry which produces polyester fabrics that are exported to the Middle East, Japan, Africa, and Vietnam. Because many other industries engaged in the same field requires companies to continuously improve every aspect of the company, both from outside and inside. One improvement efforts that can be done is to increase the productivity of the company. Measurement and analysis of important productivity conducted to determine the level of efficiency and effectiveness of resource use. With high productivity, company expected to continue competitive. It is necessary to measure productivity. By measuring the productivity, the company can see the achievements that have been achieved as the basis for planning the company's future. Productivity measurement is done by using Objective Matrix (OMAX). In this company’s productivity has been good, but still exists in some period whose productivity has decreased from the previous period. The increase in productivity occurred in the period of December 2014, May 2015, June 2015, August 2015 and October 2015; moderate decrease occurred in the period January 2015, February 2015, March 2015, April 2015, July 2015 and September 2015. The highest increase was in December 2014 period, ie 0.501, and the lowest productivity decline occurred in the period September 2015 is equal to 0.496. And criteria that need to be improved is the productivity of workers, the working hours of the machine, and use of electrical energy.
ANALISIS TERJADINYA MINYAK KOTOR PADA KEMASAN LITHOS (Studi Kasus : PT.PERTAMINA (PERSERO) Production Unit Cilacap – Lubricant) Septiana Dwi Swastiyardiani; Denny Nurkertamanda
Industrial Engineering Online Journal Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. PERTAMINA (PERSERO) Production Unit Cilacap - Lubricant adalah perusahaan minyak dan gas bumi milik negara yang memproduksi pelumas untuk industri dan otomotif. Permasalahan yang sering muncul dalam proses pengisian adalah terjadinya ceceran pelumas yang tidak dapat digunakan kembali. Data minyak kotor produk lithos atau botol yang dihasilkan periode November 2011 s/d Oktober 2012  memiliki nilai yang lebih besar yaitu 16 drum dibanding produk DFO atau drum yang hanya 8 drum. Sehingga pada penelitian ini difokuskan kepada produk lithos yang memiliki jumlah minyak kotor lebih besar dibanding produk DFO.Langkah pertama dalam penelitian adalah membuat Fishbone Diagram untuk mengetahui cakupan kategori penyebab masalah. Kemudian digunakan Fault Tree Analysis untuk mengetahui akar penyebab terjadinya minyak kotor. Langkah selanjutnya adalah analisis lanjutan untuk mengetahui aspek-aspek yang memerlukan tindakan perbaikan melalui teknik Barrier Analysis.Hasil penelitian menunjukkan akar penyebab terjadinya minyak kotor adalah tidak adanya SOP untuk maintenance selang vacum, tidak ada SOP untuk maintenance selang penghubung bulk dan nossel, dan satu pekerja mengawasi mesin sekaligus melakukan pengecekan tutup botol.                                                     ABSTRACT          PT. Pertamina (Persero) Unit Production Cilacap - Lubricant is an oil and gas company owned by government which produce lubricant  for industrial and automotives. Problems often arise in the filling process  is the lubricant spills that can not be reused. Data dirty oil of lithos or bottle product produced in period November 2011 until  October 2012 had a value greater there are 16 drums than  DFO or drum product that only 8 drum. So in this study focused on lithos product that has a number greater than  DFO product.The first step in the research is to create a Fishbone Diagram to determine the scope category of cause problem. Fault Tree Analysis is then used to determine the root cause of the dirty oil. The next step is the follow-up analysis to determine those aspects that require remedial action through the Barrier Analysis techniques.The results showed the root cause of the dirty oil is no SOP for maintenance of hose vacuum, there is no SOP for maintenance of hose coupling bulk and nozzle, and one worker oversees the machine and to check the bottle cap at once. 
Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Menggunakan Metode SCOR dan AHP Pada Unit Pengantongan Pupuk Urea PT. Dwimatama Multikarsa Semarang Chotimah, Rizqi Rahmawati; Purwanggono, Bambang; Susanty, Aries
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.448 KB)

Abstract

PT. Dwimatama Multikarsa (DMK) merupakan perusahaan pengantongan pupuk urea di Semarang. Dalam menjalankan aktivitas rantai pasoknya, perusahaan ini sering mengalami masalah mulai pada proses pengadaan, produksi, hingga pengiriman. Pada proses pengadaan, perusahaan ini sering mengalami keterlambatan raw material sehingga berpengaruh pada keterlambatan waktu proses produksi yang berujung tidak tercapainya target volume produksi pengantongan pupuk dan terlambatnya pengiriman. Oleh karena itu dibutuhkan evaluasi mengenai kinerja rantai pasok perusahaan, yang bertujuan untuk mengetahui performansi kinerja rantai pasok, mengidentifikasi indikator yang bermasalah, serta menentukan usulan perbaikan pada indikator tersebut. Dalam penelitian ini dibahas mengenai pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan metode SCOR yang dapat mengukur seluruh proses inti rantai pasok dari hulu hingga hilir. Pengukuran dilakukan berdasarkan 5 proses inti, dan dijabarkan dalam setiap atribut dan metrik-metrik kinerja yang disajikan dalam bentuk Key Performance Indicator (KPI). Selain itu juga dilakukan pembobotan tiap metrik menggunakan AHP. Menurut hasil penelitian, didapatkan total kinerja rantai pasok PT. DMK adalah sebesar 73,344 yang masuk dalam kategori Baik. Namun masih terdapat beberapa indikator kinerja yang masuk dalam kategori average dan  marginal yang menjadi prioritas untuk dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut diberikan berdasarkan best practice yang ada di metode SCOR. Abstract PT. Dwimatama Multikarsa (DMK) is a urea fertilizer packing company in Semarang. In carrying out its supply chain activity, this company often has problems starting from procurement, production, to delivery process. In the procurement process, this company often delays raw materials so that it affects the delay in the production process it’s not reaching the production volume of fertilizer packing and delayed delivery.Therefore, it’s necessary to evaluate the performance of the supply chain, which aims to determine the performance of the supply chain, identify the problem indicators, and determine the proposed improvement on the indicator. In this study discussed the measurement of supply chain performance using SCOR method that can measure the whole process of supply chain core from upstream to downstream. Measurements are based on five core processes, and are described in each attribute and performance metrics presented in the form of a Key Performance Indicator (KPI). It also weighted each metric using AHP. According to the results of research, obtained total supply chain performance of PT. DMK is equal to 73,344 which included into Good category. However, there are still some performance indicators that fall into the category of average and marginal priority for improvement. The improvements are given based on best practice in the SCOR method.

Page 73 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue