cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Industrial Engineering Online Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
INDUSTRIAL ENGINEERING ONLINE JOURNAL adalah Karya Ilmiah S1 Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang memuat tulisan ilmiah dan hasil-hasil penelitian, kajian ilmiah, analisis dan pemecahan permasalahan di Industri yang erat hubungannya dengan bidang Ilmu Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 1,253 Documents
ANALISIS KAPABILITAS PROSES PRODUKSI KRIMER KENTAL MANIS MEREK X PERIODE 2021 DENGAN STATISTIK MULTIVARIAT PADA PT ABCDE Iravaty Amalia Amanda; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT ABCDE merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur pangan dan berfokus menghasilkan berbagai olahan produk susu. Produk yang dihasilkan salah satunya adalah Krimer Kental Manis. Proses produksi Krimer Kental Manis secara garis besar terdiri dari pencampuran, penyaringan, homogenisasi, pasteurisasi, flash cooling, dan pengemasan. Sedangkan, parameter utama dalam mengukur kualitas produk Krimer Kental Manis adalah Total Solid, Fat, dan Protein. Dari data komposisi Krimer Kental Manis X tahun 2021 dengan masing-masing sampel berjumlah 515 unit terdapat 110 sampel Total Solid, 5 sampel Fat, dan 2 sampel Protein berada di bawah spesifikasi. Dengan tujuan penelitian untuk menganalisis pergeseran proses kualitas, menentukan nilai kapabilitas proses produksi, dan menganalisis penyebab, serta memberikan rekomendasi perbaikan dilakukanlah pengendalian kualitas menggunakan metode statistik multivariat dengan ketiga komposisi utama. Peta kendali yang digunakan adalah Generalized Variance dan T 2Hotelling. Penyebabnya kemudian dianalisis menggunakan diagram fishbone dan metode failure mode effect analysis. Kemudian, diberikan rekomendasi perbaikan berupa perbaikan mesin secara berkala, pemasangan tanda pada alat penuang material, dan memberikan pelatihan, jam istirahat yang cukup, sistem reward and punishment, dan safety briefing pada operator.Kata kunci: Statistik multivariat; generalized variance; T2Hotelling; pengendalian kualitas; fishbone; FMEAAbstract [Title: Capability Analysis of the Production Process of Sweetened Condensed Cream X Production Process for 2021 with Multivariate Statistics at PT ABCDE] PT ABCDE is a company engaged in the food manufacturing industry and focuses on producing various dairy products. One of the products produced is Sweet Condensed Creamer. The production process of Sweet Condensed Cream basically consists of mixing, filtering, homogenizing, pasteurizing, flash cooling, and packaging. Meanwhile, the main parameters in measuring the product quality of Sweet Condensed Creamer are Total Solid, Fat, and Protein. From the composition data for Sweet Condensed Creamer X in 2021 with 515 units of each sample, there are 110 samples of Total Solid, 5 samples of Fat, and 2 samples of Protein which are below specifications. With the aim of research to analyze the quality process shift, determine the value of the production process capability, and analyze the causes, as well as provide recommendations for improvement, quality control is carried out using multivariate statistical methods with three main compositions. The control chart used is Generalized Variance and T2Hotelling. The causes are then analyzed using a fishbone diagram and the failure mode effect analysis method. Then, recommendations for improvement are given which are to do regular machine repairs, installation of signs on material pouring tools, and providing training, adequate rest hours, reward and punishment systems, and safety briefings for operators.Keywords: Multivariate statistics; generalized variance; T2Hotelling; quality control; fishbone; FMEA
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KELELAHAN KERJA DENGAN METODE SUBJECTIVE SELF RATING TEST (STUDI KASUS: PEKERJA PEMBUATAN BOTOL) PT. MAPAN DJAYA PLASTIK Muhammad Ilham Fadilah; Heru Prastawa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPekerja yang berada di lingkungan fisik (suhu, kebisingan, pencahayaan) yang memiliki nilai diatas Nilai Ambang Batas (NAB) berisiko mengalami kelelahan kerja. Kelelahan merupakan kondisi penurunan efisiensi tubuh yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah yang sering kali diabaikan dan dapat meningkatkan terjadinya kecelakaan kerja. Pekerja bagian pembuatan botol khususnya pada proses merapikan botol 1 liter 70 gram ada PT. Mapan Djaya Plastik, merupakan salah satu pekerja yang berisiko mengalami kelelahan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja dan faktor-faktor (internal dan eksternal) yang berkaitan dengan kelelahan kerja subjektif pada pekerja pembuatan botol plastik di bagian proses merapikan botol 1 liter 70 gram. Jenis studi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu berdasarkan fakta di lapangan. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja pembuatan botol sebanyak 23 orang. Pengumpulan data penelitian ini diambil dari data primer dan sekunder. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kelelahan kerja subjektif yang diukur dengan menggunakan kuesioner Subjective Self Rating Test dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), sedangkan variabel independen dalam penelitian ini adalah faktor internal (usia, status gizi, masa kerja) dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran langsung. Berdasarkan skor yang diperoleh, didapatkan bahwa 23 pekerja bagian pembuatan botol merasakan kelelehan dengan keterangan 7 pekerja mengalami kelelahan rendah, 13 pekerja mengalami kelelahan sedang, dan 3 mengalami kelelahan tinggi. Uji statistik yang digunakan yaitu Uji Reliabilitas dan Uji Korelasi Spearman. Pada hasil penelitian Uji Reliabilitas, suatu atribut dikatakan reliable apabila memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,6 dan diperoleh nilai Cronbach Alpha 0,851 untuk gejala pelemahan kegiatan, 0,880 untuk gejala pelemahan motivasi, dan 0,835 untuk gejala kelelahan fisik. Pada hasil penelitian Uji Korelasi Spearman, didapatkan nilai sig. untuk ketiga variabel > 0,05, yaitu 0,047 untuk usia, 0,885 untuk masa kerja, 0,181 untuk status gizi. Kemudian dilakukan analisis perbaikan postur tubuh pekerja pembuatan botol menggunakan Rapid Uper Limb Assesment (RULA) Analysis dengan software Catia V5R20 sehingga didapatkan final score RULA sisi kanan sebesar 3, dan final score RULA sisi kiri sebesar 3. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi antara faktor internal (usia, status gizi, masa kerja) dengan kelelahan kerja pekerja pembuatan botol. Disarankan pihak perusahaan memperhatikan kondisi fisik lingkungan kerja agar sesuai standard dan rutin melakukan konseling secara berkala.Kata Kunci: Kelelahan kerja, Subjective Self Rating Test, Uji Reliabitilas, Uji Korelasi Spearman, Rapid Uper Limb AssesmentAbstractWorkers who are in a physical environment (temperature, noise, lighting) that has values above the Threshold Value (NAB) are at risk of experiencing fatigue. Fatigue is a condition of decreased body efficiency that can affect work productivity. Occupational fatigue is one of the problems that is often ignored and can increase the occurrence of work accidents. Workers in the bottle-making section, especially in the process of tidying up 1 liter 70-gram bottles at PT Mapan Djaya Plastik, are one among the workers at risk of fatigue. The purpose of this study is to determine the level of work fatigue and factors (internal and external) related to subjective work fatigue in plastic bottlemaking workers in the process of tidying up 1 liter 70-gram bottles. The type of research study used in this research is descriptive, which is based on facts in the field. The sample in this study was 23 bottle-making workers. The data collection of this study was taken from primary and secondary data. The dependent variable in this study is subjective work fatigue measured using the Subjective Self Rating Test questionnaire from the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC), while the independent variables in this study are internal factors (age, nutritional status, length of service) using a questionnaire and direct measurement. Based on the scores obtained, it was found that 23 workers in the bottle-making section felt fatigue with a description of 7 workers experiencing low fatigue, 13 workers experiencing moderate fatigue, and 3 experiencing high fatigue. The statistical tests used are the Reliability Test and the Spearman Correlation Test. In the Reliability Test research results, an attribute is said to be reliable if it has a Cronbach Alpha value> 0.6 and obtained a Cronbach Alpha value of 0.851 for symptoms of weakening activities, 0.880 for symptoms of weakening motivation, and 0.835 for symptoms of physical fatigue. In the Spearman Correlation Test research results, the sig. value for the three variables> 0.05, namely 0.047 for age, 0.885 for tenure, and 0.181 for nutritional status. Then the analysis of posture improvement of bottle-making workers using Rapid Uper Limb Assessment (RULA) Analysis with Catia V5R20 software so that the right side RULA final score is 3, and the left side RULA final score is 3. The conclusion of this study shows that there is no correlation between internal factors (age, nutritional status, length of service) and the fatigue of bottle-making workers. It is recommended that the company pay attention to the physical condition of the work environment to meet the standards and routinely conduct regular counseling.Keywords: Work Fatigue, Subjective Self Rating Test, Reliability Test, Spearman Correlation Test, Rapid Uper Limb Assessment
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE NATIONAL AERONAUTICS AND SPACE ADMINISTRATION – TASK LOAD (NASA – TLX) Studi Kasus: Unit HRBP PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk Richard Jonathan Gitowardojo; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk adalah perusahaan dengan kegiatan usaha utama di bidang perindustrian meliputi industri obat – obatan, produk obat tradisional, bahan baku obat tradisional, kosmetik, makanan dan minuman yang berkaitan dengan kesehatan. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk memiliki 34 unit salah satunya unit HRBP (Human Resources Business Partner) yang terdiri dari 3 divisi yaitu divisi talent development, industrial relationship, dan pay-roll. Dalam penelitian ini, analisis beban kerja mental menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX). Dari 19 pekerja terdapat 11 pekerja masuk dalam kategori beban kerja berat, 7 pekerja masuk dalam kategori beban kerja sedang, dan 1 pekerja masuk dalam kategori ringan. Aspek performansi menjadi aspek tertinggi yang berpengaruh dalam beban kerja mental yaitu sebesar 17,94%. Divisi industrial relationship memiliki rata-rata skor beban kerja tertinggi sebesar 86,33 (kategori beban kerja berat). Rata-rata skor beban kerja divisi pay-roll sebesar 81,33 (kategori beban kerja berat) dan ratarata skor beban kerja divisi talent development sebesar 78,08 (kategori beban kerja sedang). Rata-rata skor beban kerja dari 19 pekerja sebesar 80,75. Rekomendasi perbaikan yang disusulkan untuk mengurangi tingkat beban kerja mental khususnya pada divisi industrial relationship pay-roll adalah dengan menambah jumlah pekerja sebanyak 1 orang di tiap divisinya. .Kata kunci: Beban Kerja Mental; NASA-TLX; Sido Muncul; HRBPAbstract[Mental Workload Analysis Using National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX) Method] PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk is a company that has main business activities in the industrial sector which include the industry of medicines, traditional medicinal products, raw materials of traditional medicines, cosmetics, food and beverages related to health. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk has 34 units, one of which is the Human Resources Business Partner (HRBP) unit that consists of 3 divisions, that are talent development division, industrial relations, and pay-roll. In this research, mental workload analysis at the HRBP unit of PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk used the National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA-TLX). Out of 19 workers there are 11 workers in the heavy workload category, 7 workers in the medium workload category, and 1 worker in the light workload category. The performance aspect is the highest aspect that influences the mental workload of workers, which is 17.94%. The industrial relations division has the highest average workload score of 86.33 (heavy workload category). The average workload score of the pay-roll division is 81.33 (heavy workload category) and the average workload score of the talent development division is 78.08 (moderate workload category). The improvement recommendation to reduce the level of mental workload experienced by workers in the HRBP unit is proposed to increase the number of workers by 1 person in industrial relations division and pay-roll division.Keywords: Workload Analysis; NASA-TLX; Sido Muncul; HRBP
LEAN MAINTENANCE PADA TRANSMISSION CASE TD LINE UNTUK MEREDUKSI WASTE GUNA MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PERAWATAN MESIN DI PT MITSUBISHI KRAMA YUDHA MOTORS & MANUFACTURING Fika Ariska; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing (PT MKM) adalah perusahaan otomotif Indonesia - Jepang yang membuat komponen mesin dan body kendaraan niaga (mobil pick-up dan truk) dengan merk Mitsubishi. PT MKM memproduksi berdasarkan jumlah pesanan yang diterima dari distributor tunggal kendaraan Mitsubishi di Indonesia yaitu PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB). PT MKM sering mengalami masalah mesin breakdown. Adanya mesin breakdown menyebabkan proses produksi terhenti dan target harian produksi tidak tercapai. Makin lama proses perbaikan mesin menyebabkan produktivitas menurun. Berdasarkan data historis breakwon mesin perusahaan tahun 2021 didapatkan bahwa pada Transmission Case TD Line sering mengalami breakdwon. Oleh karena itu, perlu identifikasi waste pada proses perbaikan mesin di Transmission Case TD untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi perbaikan mesin. Penelitian ini menggunakan konsep lean maintenance yang dapat mereduksi waste maintenance. Selain itu, juga dilakukan perhitungan efektivitas mesin dengan Mean Time Between Failure (MTBF) dan Mean Time To Repair (MTTR). Aktivitas perbaikan mesin akan digambarkan dengan Maintenance Value Stream Mapping (MVSM) dan dilakukan identifikasi waste serta perhitungan efisiensinya. Berdasarkan hasil penelitian, mesin yang paling sering mengalami breakdown adalah TM-10. Penyebab kerusakan terbesar karena part yang rusak sebesar 49%. Nilai efisiensi sebelum perbaikan 27,93% dan sesudah perbaikan menjadi 41,67%.Kata kunci: Lean Maintenance, MTBF, MTTR, RCA.AbstractPT Mitsubishi Krama Yudha Motors and Manufacturing (PT MKM) is an Indonesian-Japanese automotive company that makes engine and body components for commercial vehicles (pick-ups and trucks) under the Mitsubishi brand. PT MKM produces based on the number of orders received from the sole distributor of Mitsubishi vehicles in Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB). PT MKM often experiences engine breakdown problems. The existence of machine breakdowns causes the production process to stop and the daily production target is not achieved. The longer the machine repair process takes, the lower the productivity. Based on the historical data of the company's machine breakwon in 2021, it is found that the Transmission Case TD Line often experiences breakdwon. Therefore, it is necessary to identify waste in the engine repair process at Transmission Case TD to increase the effectiveness and efficiency of engine repair. This research uses the concept of lean maintenance which can reduce maintenance waste. In addition, the calculation of machine effectiveness with Mean Time Between Failure (MTBF) and Mean Time To Repair (MTTR) is also carried out. Machine repair activities will be described with Maintenance Value Stream Mapping (MVSM) and waste identification and efficiency calculations are carried out. Based on the research results, the machine that most often experiences breakdowns is TM-10. The biggest cause of breakdown is due to broken parts at 49%. The efficiency value before improvement is 27.93% and after improvement is 41.67%.Keywords: Lean Maintenance, MTBF, MTTR, RCA
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR UNIT WARPING DENGAN METODE NASA-TLX DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR TEKSTIL Nova Astriyani; Singgih Saptadi
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Iskandar Indah Printing Textile merupakan perusahaan manufacture textile yang memproduksi material benang menjadi kain mentah (kain grey) dan batik printing. Aktivitas perusahaan ini masih mengandalkan sumber daya manusia salah satunya pada unit warping. Unit warping yaitu bagian persiapan pada produksi yang membutuhkan energi lebih dalam pekerjaannya yang dapat menciptakan beban kerja. Pekerja unit warping mendapatkan target produksi yang diberikan untuk setiap tim dapat mereka capai. Terdapat kejadian gulungan benang beberapa beam kontruksi pada unit warping belum selesai sehingga menghambat pekerjaan pada unit sizing. Akibatnya unit sizing menganggur sehingga mengurangi produktivitas dan menyebabkan keterlambatan pesanan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi penyebab faktor-faktor yang dapat mempengaruhi beban kerja mental pekerja unit warping dengan menggunakan NASA-TLX. Metode NASA-TLX berisi kuesioner tentang kebutuhan pengukuran subjektif yang lebih mudah tetapi lebih sensitif pada pengukuran beban kerja (Hancock, 1988). Metode NASA-TLX lebih baik daripada metode lainnya karena pengukuran dilakukan dengan mengukur enam dimensi ukuran beban kerja mental yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performansi, tingkat usaha dan tingkat frustasi (Okitasari dan Pujotomo, 2016). Berdasarkan masalah tersebut peneliti memperoleh hasil yang menunjukan bahwa dalam unit warping terdapat 10 pekerja memiliki beban kerja mental sedang dan 4 pekerja memiliki beban kerja mental berat. Dalam penelitian ini terdapat rekomendasi perbaikan yang diusulkan namun usulan perbaikan tersebut belum dilakukan implementasi.Kata Kunci: NASA-TLX, Beban Kerja, Mental Workload, Kebutuhan Mental, Kebutuhan FisikAbstractPT Iskandar Indah Printing Textile is a textile manufacturing company that produces yarn material into raw cloth (gray cloth) and batik printing. The company's activities still rely on human resources, one of which is in the warping unit. The warping unit is a preparatory part of production that requires more energy in its work which can create workload. Warping unit workers get production targets given to each team that they can achieve. There is an incident of several beam construction yarn rolls in the warping unit that have not been completed so that it hampers work on the sizing unit. As a result, the sizing unit is idle, reducing productivity and causing delays in orders. The purpose of this study is to identify the causes of factors that can affect the mental workload of warping unit workers using NASATLX. The NASA-TLX method contains a questionnaire on subjective measurement needs that is easier but more sensitive to workload measurement (Hancock, 1988). The NASA-TLX method is better than other methods because measurements are made by measuring six dimensions of mental workload measures, namely mental needs, physical needs, time needs, performance, level of effort and level of frustration (Okitasari & Pujotomo, 2016). Based on this problem, the researcher obtained results that showed that in the warping unit, 10 workers had a moderate mental workload and 4 workers had a heavy mental workload. In this study, there are recommendations for improvements proposed but the proposed improvements have not been implemented.Keywords: NASA-TLX, Workload, Mental Workload, Mental Needs, Physical Need
PENERAPAN METODE SIX SIGMA DMAIC DAN FUZZY FMEA UNTUK PERBAIKAN KUALITAS ROKOK DI PT XYZ (Studi Kasus : SKT PT XYZ) Nanda Febriyana; Sri Hartini
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKualitas adalah bagian yang penting dalam proses produksi. Kualitas dapat menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli suatu produk. Oleh karena itu, kualitas hasil produksi suatu perusahaan perlu diperhatikan dan ditingkatkan. XYZ merupakan salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia. Guna menghindari terjadinya kerugian perusahaan dan mempertahankan persaingan, maka PT XYZ selalu berupaya untuk menjaga kualitas hasil produksinya. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis defect fisik produk rokok jenis abc, melakukan analisis penyebab utama defect, serta menganalisis risiko, sehingga dapat memberikan rekomendasi perbaikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Six Sigma DMAIC dan Fuzzy FMEA untuk menganalisis risiko penyebab cacat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa defect rokok batangan terbesar terdapat pada penyebab cacat pengisian blend yaitu mencapai 52,97%. Penyebab defect tersebut adalah belum adanya alat bantu untuk mengatur tembakau. Penyebab defect ini memiliki nilai FRPN 1,723 sehingga harus segera dilakukan perbaikan. Saran perbaikan yang dilakukan adalah dengan melakukan redesign pada kotak tempat tembakau yaitu menambahkan 3 bagian fungsional berupa bagian cekung untuk mempermudah mengukur tembakau, lubang penyaring untuk memilah tembakau, dan sudut kemiringan kotak untuk memudahkan jalannya tembakau. Hasil redesain tersebut diprediksi dapat mengurangi defect rokok akibat pengisian blend serta mengurangi besaran biaya kualitas yang dialokasikan untuk perbaikan dan produk cacat.Kata kunci: Kualitas, Six Sigma, Fuzzy FMEA, DefectAbstractQuality is an important part of the production process. Quality can be a consideration for consumers to buy a product. Therefore, the quality of the production of a company needs to be considered and improved. PT XYZ is one of the largest cigarette companies in Indonesia. In order to avoid company losses and maintain competition, PT XYZ always strives to maintain the quality of its products. The purpose of this research is to identify and analyze the physical defects of abc cigarettes, to analyze the main causes of defects, and to analyze the risks, so that they can provide recommendations for improvement. The method used in this research is Six Sigma DMAIC and Fuzzy FMEA to analyze the risk of defects. The results showed that the biggest defect in cigarette sticks was in the cause of defects in blend filling, which reached 52.97%. The cause of this defect is the absence of tools to regulate tobacco. The cause of this defect has an FRPN value of 1.723 so it must be repaired immediately. Suggestions for improvement are to redesign the tobacco box, namely adding 3 functional parts in the form of a concave section to make it easier to measure tobacco, filter holes to sort tobacco, and angle of inclination of the box to facilitate the passage of tobacco. The results of this redesign are predicted to reduce cigarette defects due to blend filling and reduce the amount of quality costs allocated for repairs and defective products.Keywords: computer vision; detection accuracy; AmmoQC system; precision
PERBAIKAN PROSES PRODUKSI COCONUT SHELL BRIQUETE CHARCOAL DENGAN METODE COST INTEGRATED VALUE STREAM MAPPING Evanda Ryan Prakoso; Arfan Bakhtiar
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri arang kelapa di Indonesia merupakan sektor indutri yang saat ini sedang meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor arang kelapa mengalami peningkatan 4,69% dari USD 145,1 juta pada tahun 2019 menjadi USD 151,9 juta pada tahun 2020. CV. XYZ merupakan salah satu industri yang mengolah batok kelapa menjadi briket arang kelapa. Perusahaan ini khusus memproduksi coconut shell briquete charcoal (briket arang kelapa) untuk rokok shisha atau hookah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses produksi briket arang kelapa pada CV. XYZ menggunakan pendekatan lean manufacturing dengan metode cost integrated value stream mapping. Setelah itu dilakukan identifikasi waste dan penyebabnya menggunakan analisis fishbone sehingga dapat diberikan rekomendasi perbaikan yang tepat. Waste yang ditemukan pada penelitian ini adalah waiting, transportation, overprocessing, dan inventory. Hasil dari rekomendasi perbaikan yang diberikan dapat menurunkan 21% total waktu produksi dan menurunkan total biaya produksi sebanyak 1%.Kata kunci : Lean manufacturing, cost integrated value stream mapping, fishbone diagramAbstractIn Indonesia, one economic sector that currently growing is the production of coconut charcoal. According from the Central Statistics Agency (BPS), coconut charcoal exports increased by 4.69% from USD 145.1 million in 2019 to USD 151.9 million in 2020. CV. XYZ is one of the industries that processes coconut shells into coconut charcoal briquettes. This company specifically produces coconut shell briquete charcoal (coconut charcoal briquettes) for shisha or hookah cigarettes. This study aims to identify the production process of coconut charcoal briquettes at CV. XYZ uses a lean manufacturing approach with a cost integrated value stream mapping method. After that, identify the waste and its causes using fishbone analysis so that appropriate recommendations for improvement can be given. The waste found in this research is waiting, transportation, overprocessing, and inventory. Improvement suggestions made can result in a 21% reduction in overall production time and an 1% reduction in overall production costs.Keywords: Lean manufacturing, cost integrated value stream mapping, fishbone diagram
MODEL RESILIENSI TOKO RITEL TRADISIONAL BERDASARKAN PERILAKU Muhammad Farid Ayyasyi; Novie Susanto
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pendistribusian produk energi berupa produk Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam usaha untuk menambah kapasitas penimbunan BBM di Integrated Terminal Semarang, maka dilakukannya proyek pembangungan tangki BBM 2 x 40.000 KL di Integrated Terminal Semarang. Hal ini tentunya dapat membantu PT Pertamina Patra Niaga untuk menerima BBM lebih banyak serta dapat melakukan pendistribusian secara maksimal serta memiliki reserve BBM yang lebih banyak untuk daerah Jawa Tengah dan sekitarnya PT Pertamina Patra Niaga memiliki target dalam pembuatan Job Safety Analysis (JSA) yang detail guna mempertimbangkan aspek K3 dalam tempat proyek. Hal ini sejalan dengan salah satu target dalam bidang HSSE dari PT Pertamina Patra Niaga dalam mencapai Zero Accident dalam seluruh pekerjaannya termasuk salah satu pekerjaan yang ada diketinggian yaitu pengelasan diketinggian dimana pekerjaan ini memiliki risiko barang yang mudah meledak.Kata Kunci: Keselamatan Kerja, Job Safety Analysis, Pengelasan di KetinggianAbstractPT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Semarang is a company engaged in the distribution of energy products in the form of fuel oil (BBM) products. In an effort to increase the fuel storage capacity at Integrated Terminal Semarang, a 2 x 40,000 KL fuel tank construction project was carried out at Integrated Terminal Semarang. This can certainly help PT Pertamina Patra Niaga to receive more fuel and be able to distribute it optimally and have more fuel reserves for the Central Java and surrounding areas. PT Pertamina Patra Niaga has a target in making a detailed Job Safety Analysis (JSA) to consider K3 aspects in the project site. This is in line with one of the targets in the HSSE field from PT Pertamina Patra Niaga in achieving Zero Accident in all its work, including one of the jobs at the height, namely welding at the height where this work has a risk of explosive items.Keywords: Work Safety, Job Safety Analysis, Welding at Heights
ANALISIS PENGARUH BEBAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DEPARTEMEN PRODUKSI PADA PERUSAHAAN PRODUSEN MESIN SERBAGUNA Ariibah Syifaa Choirunnisa
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDepartemen produksi merupakan departemen penting dalam berlangsungnya proses produksi. Mulai dari bagian procurement, quality, assembling, hingga warehouse. Pekerja pada unit kerja tersebut merupakan peran sentral dalam melaksanakan proses produksi. Pada departemen produksi seringkali terjadinya kesalahan kerja yang ditandai dengan sebanyak 70% karyawan departemen produksi memiliki kinerja belum memuaskan. Hal ini perlu dianalisis agar dapat meningkatkan kinerja karyawan departemen produksi dari hal beban kerja yang diemban. Dalam melakukan analisis beban kerja digunakan metode NASA-TLX untuk mengukur tingkat beban kerja mental yang dirasa pekerja kemudian melihat hubungan signifikansi menggunakan metode Rank-Spearman. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh bahwa 85% pekerja departemen produksi memiliki beban mental kerja yang tinggi dan terdapat hubungan signifikansi antara beban kerja mental dengan kinerja pegawai. Selanjutnya berdasarkan hasil tersebut dilakukannya pendekatan beban kerja NASA-TLX dan beban tugas per jabatan dimana menghasilkan penambahan masing-masing 1 pekerja pada unit kerja procurement dan wareihouse. Selain penambahan jumlah pekerja, diperlukannya perbaikan lingkungan kerja pada bagian office dengan penambahan 1 lampu dan untuk bagian assembling dengan penambahan 8 lampu. Kemudian untuk unit kerja assembling dan warehouse dapat dilakukan pemasangan alat pendingin ruangan agar temperatur ruang kerja menjadi nyaman Keywords: Beban Kerja Mental, Kinerja Karyawan, Pengukuran Beban Kerja, NASA-TLX
PERANCANGAN LEAN MANUFACTURING DALAM PROSES PACKING TV LED 32” (STUDI KASUS : PT XYZ) Alexander Krisna; Naniek Utami Handayani
Industrial Engineering Online Journal Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri manufaktur produk elektronik rumah tangga di Indonesia terus berkembang pesat. PT XYZ, sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang elektronik, tentunya ingin meningkatkan kapasitas produksi dan efisiensi dari proses produksi. Walau begitu, masih terdapat banyak waste dalam proses packing TV LED 32 inch yang menyebabkan terhambatnya proses produksi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi waste, menganalisis akar penyebab masalah dari waste yang ada, dan menentukan rekomendasi perbaikan berdasarkan penyebab masalah yang ditemukan. Pendekatan lean manufacturing digunakan untuk mengatasi masalah yang ditemui. Tools PAM, VSM, Diagram SIPOC digunakan untuk menggambarkan kondisi dan mengidentifikasi waste, dan analisis 5whys dan fishbone digunakan untuk menganalisis masalah. FMEA digunakan untuk menentukan rekomendasi perbaikan dan permasalahan dengan nilai RPN tertinggi yang akan ditindaklanjuti lebih jauh, yaitu kelelahan pekerja dan gagal memenuhi target produksi. Rekomendasi perbaikan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menerapkan line balancing dan menggunakan active seat bagi pekerja. Penerapan line balancing mampu memperbaiki performansi lintasan produksi dengan meningkatkan line efficiency dan menurunkan smoothness index serta waktu siklus menjadi 10,893 sekon. Penggunaan active seat mampu membuat pekerja dapat bekerja dengan lebih nyaman tanpa mengurangi produktivitas pekerja.Kata kunci: FMEA, lean manufacturing, line balancing, metode heuristikAbstractLEAN MANUFACTURING APPLICATION IN THE PACKING PROCESS OF LED TV 32” (CASE STUDY : PT XYZ) The manufacturing industry in Indonesia continues to grow rapidly. PT XYZ, as a company engaged in the electronics sector, wants to increase their production capacity and efficiency. Even so, there is still a lot of waste in the LED TV 32 inch packing process which causes delays in the overall production process. This study aims to identify waste, analyze the root causes of the existing waste, and determine recommendations for improvement based on the causes of the problems found. A lean manufacturing approach is applied to solve the problem. PAM, VSM, SIPOC Diagram is used to describe the conditions and identify the waste, and 5whys and fishbone analysis to analyze the problem. FMEA is used to determine recommendations for improvement and problems with the highest RPN value which will be followed up further, namely worker fatigue and failure to meet production targets. Recommendations to solve this problem are line balancing application and usage of active seats for workers. The application of line balancing can improve production line performance by increasing line efficiency and lowering the smoothness index and cycle time to 10,893 seconds. The use of active seats is able to make operators work more comfortably without reducing worker productivity.Keywords: FMEA, heuristic method, lean manufacturing, line balancing

Page 99 of 126 | Total Record : 1253


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 4 (2024): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2024 Vol 13, No 3 (2024): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2024 Vol 13, No 2 (2024): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2024 Vol 13, No 1 (2024): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2024 Vol 12, No 4 (2023): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2023 Vol 12, No 3 (2023): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2023 Vol 12, No 2 (2023): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2023 Vol 12, No 1 (2023): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2023 Vol 11, No 4 (2022): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2022 Vol 11, No 3 (2022): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2022 Vol 11, No 2 (2022): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2022 Vol 11, No 1 (2022): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2022 Vol 10, No 1 (2021): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2021 Vol 9, No 4 (2020): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2020 Vol 10, No 4 (2021): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2021 Vol 10, No 3 (2021): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2021 Vol 9, No 3 (2020): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2020 Vol 9, No 2 (2020): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2020 Vol 9, No 1 (2020): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2020 Vol 8, No 4 (2019): WISUDA PERIODE OKTOBER TAHUN 2019 Vol 8, No 3 (2019): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2019 Vol 8, No 2 (2019): WISUDA PERIODE APRIL TAHUN 2019 Vol 8, No 1 (2019): WISUDA PERIODE JANUARI TAHUN 2019 Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018 Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018 Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018 Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018 Vol 6, No 4 (2017): wisuda periode oktober 2017 Vol 6, No 3 (2017): wisuda periode juli 2017 Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017 Vol 6, No 1 (2017): Wisuda Periode Januari Tahun 2017 Vol 5, No 4 (2016): Wisuda Oktober Tahun 2016 Vol 5, No 3 (2016): Wisuda Juli Tahun 2016 Vol 5, No 2 (2016): Wisuda April Tahun 2016 Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015 Vol 4, No 3 (2015): Wisuda Juli Tahun 2015 Vol 4, No.2 Tahun 2015 Vol 4, No.1 Tahun 2015 volume 3,nomor 4,tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 1, Nomer 4, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 2, Tahun 2012 Volume 1, Nomer 1, Tahun 2012 More Issue