cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PENGARUH AKUT SUSU COKELAT DAN MINUMAN OLAHRAGA KOMERSIAL SEBAGAI MINUMAN PEMULIHAN PASCA LATIHAN PADA PROGRAM INTERVAL TRAINING (STUDI PADA SEKOLAH SEPAK BOLA UNIVERSITAS DIPONEGORO) Aulia Safitri; Tanjung Ayu Sumekar; Yuswo Supadmo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.416 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14250

Abstract

Latar belakang : Diet pasca latihan merupakan hal penting untuk mengembalikan tubuh ke kondisi sebelum melakukan latihan. Susu cokelat dipercaya dapat membantu mengisi ulang glikogen yang habis pasca latihan sedangkan minuman olahraga komersial dapat mempercepat rehidrasi, mengurangi stres fisiologis latihan, serta memasok karbohidrat yang digunakan selama latihan.Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian susu cokelat dan minuman olahraga komersial secara akut terhadap masa pemulihan pasca latihan pada program interval training.Metode : Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Subjek penelitian adalah siswa Sekolah Sepak Bola Universitas Diponegoro (n=10). Subjek penelitian dimasukkan dalam satu kelompok perlakuan, kemudian diberi tiga perlakuan berbeda yaitu air mineral, susu cokelat dan minuman olahraga komersial dimana masing-masing perlakuan berjarak 1 minggu Subjek penelitian diinduksi kelelahan dengan cara interval training berupa lari 8 x 50 m kemudian subjek diberi perlakuan dan diistirahatkan 15 menit. Indeks kelelahan subjek penelitian diukur dengan Running-based Anaerobic Sprint Test (RAST).Hasil : Uji One Way ANOVA nilai indeks kelelahan antar kelompok menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p =0.044). Didapatkan perbedaan nilai indeks kelelahan yang bermakna (p = 0.046) antara kelompok air mineral dengan kelompok minuman olahraga. Perbedaan nilai indeks kelelahan yang bermakna (p = 0,021) juga didapatkan antara kelompok susu cokelat dengan kelompok minuman olahraga. Perbedaan nilai indeks kelelahan antara kelompok air mineral dengan kelompok susu cokelat menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna (p = 0.723).Kesimpulan :.Pemberian susu cokelat dan minuman olahraga komersial memiliki pengaruh akut terhadap masa pemulihan pasca latihan pada program interval training
PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (ALLIUM SATIVUM L),KITOSAN DAN YOGURT SINBIOTIK PISANG TANDUK TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS SPRAGUE-DAWLEY HIPERKOLESTEROLEMIA Yanuarius Alvin Pratama Budianto; Nyoman Suci Widyastiti; Ariosta Arisota
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.549 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20703

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan abnormalitas metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan maupun penurunan fraksi lipid dalam serum. Berbagai penelitian terdahulu membuktikan bawang putih (Allium sativum L), kitosan dan yogurt sinbiotik pisang tanduk mempuyai efek memperbaiki profil lipid.Tujuan : Menganalisis perbandingan pengaruh pemberian ekstrak bawang putih, kitosan dan yogurt sinbiotik pisang tanduk terhadap profil lipid tikus Sprague-Dawley hiperkolesterolemia.Metode : Penelitian eksperimental dengan disain Post Test Control Group Design. Jumlah sampel 30 tikus Sprague-Dawley jantan, terbagi dalam 5 kelompok, terdiri dari kelompok kontrol normal (K1), kontrol hiperkolesterolemia (K2)dan kelompok perlakuan P1,P2,P3 yang masing-masing diberi ekstrak bawang putih, kitosan atau yogurt sinbiotik pisang tanduk. Analisis statistik yang digunakan adalah uji One Way Anova dan Post Hoc Bonferroni.Hasil : Rerata kadar kolesterol total K1,K2,P1,P2,P3 adalah 83,67 ± 3,68; 207,79 ± 5,36; 105,11 ± 3,03; 117,64 ± 4,17; 128,35 ± 3,85 mg/dL;. Rerata kadar trigliserida K1,K2,P1,P2,P3 adalah 73,68 ± 4,20;130,59 ± 3,03; 82,22 ± 1,94; 92,33 ± 3,21; 103,51 ± 3,11mg/dL;. Rerata kadar kolesterol HDL K1,K2,P1,P2,P3  adalah 89,06 ± 1,99; 25,23 ± 1,52; 74,13 ± 3,09; 62,42 ± 2,04; 56,63 ± 2,11 mg/dL;. Rerata kadar kolesterol LDL K1,K2,P1,P2,P3 adalah 24,57 ± 2,04; 77,02 ± 1,64; 35,46 ± 2,35; 45,15 ± 1,72; 56,18 ± 1,49 mg/dL.Kesimpulan : Terdapat perbedaan pengaruh pemberian ekstrak bawang putih ,kitosan dan yogurt sinbiotik pisang tanduk terhadap profil lipid tikus Sprague-Dawley  hiperkolesterolemia.Ekstrak bawang putih menunjukkan efek paling baik dalam memperbaiki profil lipid , diikuti oleh kitosan dan yogurt sinbiotik pisang tanduk.
PENGARUH GROWTH FALTERING TERHADAP KEJADIAN DEMAM DAN KEJANG DEMAM PADA ANAK PASCA IMUNISASI CAMPAK Umar Muhammad Basalamah; Galuh Hardaningsih
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.224 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15977

Abstract

Latar Belakang: Kejadian demam dan kejang demam adalah salah satu dari kejadian ikuta pasca imunisasi campak. Growth faltering merupakan salah satu indeks garis pertumbuhan yang dapat diinterpretasikan dalam Kartu Menuju Sehat.Tujuan: Membuktikan pengaruh growth faltering terhadap kejadian demam dan kejang demam pada anak pasca imunisasi campak.Metode: Jenis penelitian ini adalah cohort prospektif. Subyek dalam penelitian ini berjumlah 96 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok 1 adalah anak dengan riwayat pertumbuhan growth faltering, dan kelompok 2 adalah anak dengan riwayat pertumbuhan normal. Penelitian dilakukan di 4 puskesmas di Semarang pada bulan April – Mei 2016. Sampel diambil secara consecutive sampling. Data diperoleh secara observasi dan wawancara langsung kepada orangtua pasien. Analisis data dilakukan dengan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square.Hasil: Rerata usia anak yang diberi imunisasi campak dan pada sampel penelitian ini adalah 9,52 bulan. Kejadian demam pada kelompok anak growth faltering terdapat 18 anak (37.5%) sedangkan pada anak dengan pertumbuhan normal terdapat 11 anak (22.9%) (p=0.182;OR=2.018;95%CI=0.828-4.921). Kasus kejang demam pasca imunisasi campak ditemukan pada anak-anak dengan riwayat growth faltering sebanyak 4,2% (p=1.000;OR=2.043;95%CI=0.179-23.319) dan semua anak yang terkena kejang demam pasca imunisasi campak memiliki riwayat bayi berat lahir rendah.Kesimpulan: Riwayat growth faltering tidak memberikan pengaruh terhadap kejadian demam dan kejang demam pada anak pasca imunisasi campak, walaupun jumlah anak demam dan kejang demam pada kelompok growth faltering lebih banyak.
HUBUNGAN PENINGKATAN BERAT BADAN TRIMESTER III TERHADAP BERAT BADAN PASCA SALIN < 6 BULAN Muhammad Fajar Shodiq; M. Besari Adi Pramono
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.645 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23338

Abstract

Latar Belakang : Obesitas dan overweight merupakan suatu permasalahan yang sering dihadapi oleh negara-negara di dunia. Salah satu penyebab terjadinya Obesitas dan overweight adalah kejadian peningkatan berat badan pasca salin. Peningkatan berat badan pascasalin biasanya disebabkan karena adanya retensi berat badan. Peningkatan berat badan tertinggi saat hamil adalah peningkatan berat badan pada trimester III. Tujuan: Mencari hubungan peningkatan berat badan trimester III kehamilan dengan berat badan pasca salin < 6 bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan cara sample random sampling dari wilayah puskesmas dikotamadya Semarang yang mengikuti penelitian 1000 HPK. Terdapat 80 sampel yang termasuk kriteria inklusi dan eksklusi dengan rincian 24 responden kelompok BB kembali seperti sebelum hamil dan 56 responden kelompok BB tidak kembali seperti sebelum hamil. Uji hipotesis dianalisis dengan uji chi-square. Signifikan bila p <0,05. Hasil : Berdasarkan hasil uji chi square test, nilai p pada analisa hubungan peningkatan berat badan trimester III dengan berat badan pascasalin < 6 bulan adalah 1,000 (p > 0,05) yaitu tidak signifikan. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara peningkatan berat badan trimester III terhadap berat badan pascasalin < 6 bulan.Kata Kunci : Peningkatan berat badan trimester III, berat badan pasca salin < 6 bulan, retensi berat badan.
PERBANDINGAN NILAI VO2MAX DAN DENYUT NADI LATIHAN PADA PEMAIN FUTSAL DENGAN PEMAIN SEPAK BOLA (STUDI PADA UNIT KEGIATAN MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO) Ocky Dermawan Yudha Hari Warsono; Sumardi Widodo; Endang Kumaidah
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.231 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18611

Abstract

Latar Belakang Mengukur nilai VO2Max dan denyut nadi latihan adalah cara untuk menilai kebugaran jasmani. Banyak cabang olahraga yang dapat dilakukan untuk mencapai kebugaran jasmani, diantaranya adalah Futsal dan Sepak bola.Tujuan Membandingkan nilai VO2Max dan denyut nadi latihan pada pemain Futsal dengan pemain Sepak bola di Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro.Metode Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah pemain Futsal dan pemain Sepak bola Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro (n=16 tiap kelompok) yang diukur VO2Max nya dengan Bleep Test (Multistage Fitness Test) dan denyut nadi latihan dengan meraba arteri radialis selama 1 menit setelah melakukan Bleep Test (Multistage Fitness Test).Hasil Rerata nilai VO2Max dan denyut nadi latihan pemain Futsal di Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro adalah 46,56 ± 5,88 ml/kg/menit dan 144,88 ± 15,82 denyut/menit. Rerata nilai VO2Max dan denyut nadi latihan pemain Sepak bola di Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro adalah 40,10 ± 3,27 ml/kg/menit dan 145,00 ± 25,05 denyut/menit.Kesimpulan Terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,001) pada nilai VO2Max pemain Futsal dengan pemain Sepak bola. Sementara itu tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,987) pada nilai denyut nadi latihan pemain Futsal dengan pemain Sepak bola di Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Diponegoro.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura) TERHADAP GAMBARAN MIKROSKOPIS HEPAR TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIINDUKSI ETANOL DAN SOFT DRINK Fiqih Kartika Murti; Siti Amarwati; Noor Wijayahadi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.381 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14433

Abstract

Latar Belakang : Konsumsi alkohol dan soft drink semakin meningkat di dunia. Minuman yang mengandung etanol dan soft drink memiliki efek negatif terhadap hepar, diantaranya menghasilkan peroksidasi lipid, inflamasi hepar, stres oksidatif, penyakit hati alkoholik, resistensi insulin, dan Non Alcoholic Fatty Liver Disease. Ekstrak daun kersen memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi sebagai hepatoprotektor sehingga dapat mencegah dan mengurangi kerusakan pada hepar.Tujuan: Membuktikan pengaruh ekstrak daun kersen terhadap gambaran mikroskopis hepar tikus Wistar jantan yang diinduksi etanol dan soft drink.Metode: Penelitian true experimental dengan Post Test-Only Control Group Design. Sebanyak 30 tikus Wistar jantan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol, P1, P2, P3, dan P4. Kelompok P1 dan P3 diberi etanol 40% sebesar 1,8 ml/200 g/hari. Kelompok P2 dan P4 diberi soft drink sebesar 50 ml/hari. Kelompok P3 dan P4, 60 menit sebelum diinduksi etanol 40% dan soft drink diberikan ekstrak daun kersen sebesar 500 mg/kgBB/hari. Setelah intervensi 30 hari, sampel diterminasi dan heparnya dibuat preparat untuk diamati gambaran mikroskopis. Uji analisis menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann Whitney.Hasil: Pemeriksaan histopatologi menunjukkan sebagian besar hepatosit dalam keadaan normal pada kelompok kontrol, nekrosis zona 3 lobulus hepar pada P1, degenerasi parenkimatosa pada P2, degenerasi parenkimatosa pada P3, dan hepatosit dalam keadaan normal pada P4. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang bermakna pada seluruh kelompok (Kontrol, P1, P2, P3, dan P4) dengan p=0,001. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang bermakna pada K-P1 (p=0,001), K-P2 (p=0,001), P1-P3 (p=0,001), dan P2-P4 (p=0,011).Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kersen menghasilkan perbedaan yang bermakna pada gambaran mikroskopis hepar yang diinduksi etanol dan soft drink.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KEJADIAN AKNE VULGARIS PADA LAKI-LAKI PEKERJA SWASTA STUDI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN SWASTA DI WILAYAH KOTA SEMARANG Josephine Christina Djunarko; Retno Indar Widayati; Hari Peni Julianti
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.997 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20848

Abstract

Latar Belakang. Akne vulgaris adalah penyakit dari unit pilosebasea rongga rambut di kulit yang berhubungan dengan kelenjar minyak.1 Salah satu faktor yang berperan terhadap terjadinya akne vulgaris adalah meningkatnya sekresi sebum akibat adanya sekresi hormon androgen yang tinggi.2 Sintesis hormon androgen dapat ditekan oleh adanya hormon melatonin.3 Hormon melatonin berfungsi untuk menginduksi tidur dan dapat meningkatkan kualitas tidur.4 Salah satu tindakan pencegahan untuk mengatasi akne vulgaris adalah dengan memperbaiki kualitas tidur yang sudah terbukti pada penelitian-penelitian sebelumnnya bahwa mempertahankan kualitas tidur yang baik dapat menekan produksi hormon androgen yang berperan dalam timbulnya akne vulgaris.5–7Tujuan. Mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian akne vulgaris pada laki-laki pekerja swasta.Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan April-Agustus 2017 di beberapa perusahaan yang berada di wilayah kota Semarang. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling dan didapatkan jumlah total 97 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak masuk kriteria eksklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI. Analisis data menggunakan uji chi square.Hasil. Kualitas tidur dengan kejadian akne vulgaris pada laki-laki pekerja swasta memiliki hubungan yang bermakna dengan p=0,028 (p<0,05) dan PR=4,50 ; 95% CI=1,27±15,89. Mayoritas dari subjek penelitian memiliki kualitas tidur yang buruk(61,9%) dan menderita akne vulgaris(86,6%) dengan derajat sedang(60,7%).Kesimpulan. Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian akne vulgaris pada laki-laki pekerja swasta.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROGRESIVITAS MIOPIA PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Inez Sharfina Primadiani; Fifin Luthfia Rahmi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.895 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i4.18381

Abstract

Latar Belakang  : Sebagian besar miopia berkembang pada anak usia sekolah dan akan stabil pada usia remaja. Namun, pada sebagian orang akan menunjukkan perubahan ketika usia dewasa muda pada saat duduk di bangku perkuliahan. Faktor-faktor yang mempengaruhi progresivitas miopia belum jelas, namun bukti mengatakan bahwa adanya kondisi multifaktorial antara lain genetik dan faktor lingkungan dapat menyebabkan berkembangnya miopia.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi progresivitas miopia pada mahasiswa kedokteran.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 59 orang dipilih secara simple random sampling dari mahasiswa kedokteran umum Universitas Diponegoro angkatan 2013 dengan mengisi kuesioner. Uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square.Hasil : Sebanyak 5 responden (8,5%) adalah penderita myopia progresif, dan 54 (91,5%) tidak progresif. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat keluarga dengan progresivitas miopia (p = 0,23). Tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara jarak, lama, posisi, dan intensitas cahaya pada aktivitas melihat dekat dengan progresivitas miopia (p>0,05).Simpulan : Riwayat keluarga miopia, jarak, lama, posisi, dan intensitas cahaya aktivitas melihat dekat yang merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan miopia pada penelitian ini tidak terbukti sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi progresivitas miopia.
HUBUNGAN KONSUMSI SUSU DENGAN DERAJAT KEPARAHAN AKNE VULGARIS PADA MAHASISWI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO ANGKATAN 2015-2017 Dyah Ayu Kusumaningrum; Puguh Riyanto; Aryoko Widodo
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.838 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23786

Abstract

Latar Belakang: Akne vulgaris (AV) merupakan gangguan kulit berupa peradangan kronik dari folikel pilosebaseus yang dapat disebabkan oleh banyak faktor dan dapat terjadi dengan derajat keparahan yang bervariasi. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan terjadinya akne adalah konsumsi susu. Susu mengandung IGF-1 yang dapat meningkatkan level androgen di sirkulasi sehingga mempengaruhi komedogenitas dan mempengaruhi perkembangan akne. Tujuan: Mengetahui hubungan konsumsi susu dengan derajat keparahan akne vulgaris pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro angkatan 2015-2017. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan rancngan observasional cross sectional. Sampel diambil dengan cara purposive sampling sehingga dihasilkan sampel 46 dengan kriteria inklusi mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro angkatan 2015-2017, berusia 17-22 tahun, menderita akne vulgaris dan mengkonsumsi susu rutin. Data didapatkan dari data primer kuisioner. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Dari hasil uji korelasi Spearman didapatkan hubungan yang tidak signifikan atau tidak bermakna antara hubungan konsumsi susu dengan derajat keparahan akne vulgaris, dimana p = 0,256 (signifikan apabila p < 0.05). Jenis susu yang banyak dikonsumsi oleh mahasiswi adalah susu UHT. Dan frekuensi mahasiswi mengkonsumsi susu paling banyak 3 kali per minggu. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi susu dengan derajat keparahan akne vulgaris pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro Angkatan 2015-2017.Kata Kunci: Derajat keparahan AV, susu, mahasiswi
PERBEDAAN KADAR MALONDIALDEHIDA PADA SUBYEK BUKAN PEROKOK, PEROKOK RINGAN DAN SEDANG-BERAT Matthew Brian Khrisna; Meita Hendrianingtyas
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.944 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14813

Abstract

Latar Belakang : Merokok merupakan problem kesehatan yang besar pada remaja. Perokok dapat dibedakan dalam beberapa kategori menurut intensitasnya, yaitu bukan perokok, perokok ringan, dan perokok sedang-berat. Merokok akan menimbulkan peningkatan stres oksidatif melalui kandungan karsinogen, radikal bebas serta ROS pada fase gas dan partikulat asap rokok. MDA adalah sebuah biomarker stres oksidatif yang mudah diukur serta merepresentasikan tingkat stres oksidatif yang terjadi karena merokok.Tujuan : Membuktikan perbedaan kadar MDA serum pada subyek bukan perokok, perokok ringan dan perokok sedang-berat.Metode : Penelitian deskriptif analitik dengan desain belah lintang. Sampel sebanyak 36 mahasiswa Universitas Diponegoro yang dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan intensitas merokok menurut Sitepoe, yaitu kelompok bukan perokok, perokok ringan dan perokok sedang-berat. Kadar MDA serum diukur menggunakan metode TBARS secara spektrofotometrik. Uji statistik menggunakan uji One Way ANOVA dan Post-Hoc Bonferroni.Hasil : Kadar MDA serum rerata pada kelompok bukan perokok sebesar 11,46 ± 0,393 nmol/mL, kelompok perokok ringan 11,57 ± 0,948 nmol/mL, dan kelompok perokok sedang-berat 12,76 ± 1,18 nmol/mL. Uji Post Hoc Bonferroni menunjukkan kadar MDA berbeda pada kelompok bukan perokok dan perokok sedang-berat (p=0,006) serta kelompok perokok ringan dan sedang-berat (p=0,009). Tidak terdapat perbedaan kadar MDA serum antara kelompok bukan perokok dan perokok ringan (p=1,000).Kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar MDA serum antara perokok ringan dan perokok sedang-berat serta bukan perokok dan perokok sedang-berat. Tidak terdapat perbedaan kadar MDA serum antara kelompok bukan perokok dan perokok ringan.

Page 37 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue