cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
GAMBARAN DAN HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PASIEN RAWAT JALAN PUSKESMAS (STUDI DESKRIPTIF ANALITIK DI PUSKESMAS HALMAHERA SEMARANG) Arhatya Marsasina; Alifiati Fitrikasari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.777 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14240

Abstract

Latar belakang : Berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, status tempat tinggal, tingkat pendidikan, stressor psikososial dan penyakit fisik dapat mempengaruhi depresi. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer sudah seharusnya menjadi lini pertama bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensif. Dari segi kesehatan fisik maupun mental.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dengan 59 pasien rawat jalan Puskesmas sebagai subjek. Pengupulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner BDI-II, data demografi dan rekam medik. Data disajikan dalam bentuk table dan analisa menggunakan uji Chi-Square, Kolomogorov-smirnov dan Fisher’s Exact. Hasil analisis dinyatakan bermakna bila nilai p<0,05.Hasil : Dari 59 pasien rawat jalan Puskesmas Halmahera Semarang yang diwawancara dengan kuesioner BDI II, gambaran tingkat depresi yang didapat adalah 52,5% dalam batas normal, 22,0% depresi ringan, 18,6% depresi sedang, 6.8% depresi berat. Uji hubungan yang dilakukan antara depresi dengan factor demografi dan penyakit fisik tidak bermakna, karena p>0,05. Sedangkan, uji hubungan depresi dengan stressor psikososial adalah bermakna dengan p=0,007.Kesimpulan : Gambaran tingkat depresi : 52,5% normal, 22,0% ringan, 18,6% sedang, 6,8% berat. Terdapat hubungan antara depresi dan stressor psikososial. Tidak ada hubungan antara depresi dengan factor demografi dan penyakit fisik.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN LENSA KONTAK DENGAN MATA KERING Syaqdiyah, Widya Halimatus; Prihatningtias, Riski; Saubiq, Arnila Novitasari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.853 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20675

Abstract

Latar Belakang: Lensa kontak banyak digunakan oleh masyarakat dan penggunaan lensa kontak dapat menyebabkan mata kering, hal itu disebabkan oleh iritasi mekanik terhadap kelenjar meibomian. Kelenjar meibomian menghasilkan lapisan lemak yang berfungsi menghambat penguapan lapisan air mata. Gangguan fungsi kelenjar meibomian menyebabkan lapisan air mata cepat menguap. Lensa kontak juga menurunkan sensitivitas permukaan mata sehingga refleks produksi lapisan air mata menurun. Peningkatan penguapan disertai penurunan produksi lapisan air mata menyebabkan sebagian besar pengguna lensa kontak mengalami mata kering.Tujuan: Mengetahui hubungan lama pemakaian lensa kontak dengan mata kering.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah 50 mata dari 26 mahasiswi Universitas Diponegoro yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pemeriksaan mata kering menggunakan tes Schirmer. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman.Hasil: Berdasarkan dari 50 mata yang telah dilakukan pengukuran tes Schirmer, terdapat 12 mata yang mengalami mata kering dan 38 mata dengan produksi air mata normal. Lama pemakaian lensa kontak dan mata kering memiliki hubungan bermakna (p = 0,007) dengan kekuatan korelasi sedang (r = -0,379).Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara lama pemakaian lensa kontak dengan mata kering, yaitu semakin lama memakai lensa kontak kejadian mata kering semakin meningkat.
HUBUNGAN JUMLAH KONSUMSI SUSU FORMULA STANDAR TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN Sherly Mediana; Rina Pratiwi
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.549 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15960

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi Stunting di Indonesia masih tinggi (37,2%) dan berhubungan dengan morbiditas dan mortalitas yang besar. Defisiensi nutrisi berperan menyebabkan stunting, dan susu formula dapat menjadi salah satu strategi untuk mengurangi stunting pada anak.Tujuan: Mengetahui hubungan jumlah konsumsi susu formula standar terhadap kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun.Metode: Rancangan penelitian bersifat analitik observasional dengan desain kasus-kontrol, dilakukan di Semarang pada periode Maret-Mei 2016 dengan subjek penelitian adalah anak usia 2-5 tahun yang mengkonsumsi susu formula standar. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat dengan uji Regresi Logistik.Hasil: Jumlah responden sebanyak 106 anak, yang terbagi menjadi 2 kelompok: kelompok kasus dengan 53 anak stunting dan kelompok kontrol dengan 53 anak berperawakan normal. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun dengan rerata pendapatan keluarga (p = 0,004; OR = 3,559) dan jumlah konsumsi susu formula (p = 0,032, OR = 2,334). Tidak ditemukan hubungan antara kejadian stunting dengan faktor lain seperti: diet, suplementasi, riwayat pemberian ASI, serta faktor demografi. Pada uji multivariat ditemukan bahwa rerata pendapatan keluarga menjadi faktor yang paling dominan menyebabkan stunting pada anak usia 2-5 tahun (p = 0,007; OR = 3,391) diikuti oleh jumlah konsumsi susu formula standar (p = 0,048; OR = 2,190).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara jumlah konsumsi susu formula standar dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun.
HUBUNGAN LAMA MEROKOK PADA PEROKOK AKTIF DENGAN GANGGUAN PENGLIHATAN WARNA Fathiya Khansa Diarti; Riski Prihatningtias; Arnila Novitasari Saubig
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.486 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23318

Abstract

Latar Belakang: Efek samping merokok salah satunya yaitu menyebabkan gangguan penglihatan. Perokok akan menghirup toksin dari rokok sehingga terjadi akumulasi bahan toksik pada epitel pigmen retina, penurunan aliran darah di retina, hipoksia, degenerasi makula, penurunan kadar antioksidan, dan peningkatan radikal bebas. Kemungkinan dari mekanisme tersebut akan menyebabkan neuropati optik toksik. Hal ini memberikan dampak pada sel reseptor kerucut yang menyebabkan gangguan pada penglihatan warna. Penilaian gangguan penglihatan warna menggunakan tes Farnsworth Munsell 15 hue yang lebih mudah diaplikasikan untuk tes klinis rutin dan tidak memakan waktu yang lama. Tujuan: Menilai hubungan lama merokok pada perokok aktif dengan gangguan penglihatan warna. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Sampel penelitian berjumlah 40 orang perokok aktif yang tinggal di Semarang berjenis kelamin laki-laki dengan usia 20-45 tahun. Pemeriksaan buta warna dengan tes Farnsworth Munsell 15 hue. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Hasil: 38 orang Superior color vision dengan jumlah skor kesalahan total 0-16 dan 2 orang Average color vision dengan jumlah skor kesalahan total 17-100. Berdasarkan data dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan tidak bermakna antara lama merokok pada perokok aktif dengan gangguan penglihatan warna (p=0,609) sehingga koefisien korelasi Spearman (r) tidak dapat diidentifikasi. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara lama merokok pada perokok aktif dengan gangguan penglihatan warna sehingga kuat lemahnya hubungan juga tidak dapat diidentifikasi.Kata Kunci: Lama merokok, gangguan penglihatan warna, Farnsworth Munsell 15 hue, neuropati optik toksik
PENGARUH PENYULUHAN SATU LAWAN SATU TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI ANEMIA DI SEMARANG Egryani, Ni Putu Risa; Saktini, Fanti; Puspitasari, Vannya Dewi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.312 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18602

Abstract

Latar belakang: Insidensi anemia di Semarang terus meningkat. Upaya promotif dan preventif melalui penyuluhan mengenai anemia diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil guna menurunkan kejadian anemia. Penyuluhan menggunakan metode pendekatan individu (satu lawan satu) dengan menggunakan pamflet jarang dilakukan, sehingga penelitian mengenai metode penyuluhan ini perlu dilaksanakan.Tujuan: Mengetahui pengetahuan ibu hamil mengenai anemia sebelum dan setelah diberikan penyuluhan, serta mengetahui apakah terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan satu lawan satu menggunakan pamflet.Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental tanpa kelompok control. Subjek penelitian merupakan ibu hamil di wilayah Puskesmas Gayamsari Semarang yang dipilih menggunakan cluster random sampling. Data yang digunakan adalah data primer, yaitu hasil pengisian kuesioner dan wawancara.Hasil: Sebanyak 48 subjek penelitian diperoleh dari kunjungan antenatal care (ANC) dan home visit. Didapatkan skor pengetahuan pre-intervensi 10(5-21), sedangkan skor post-intervensi 24(9-33) (p<0,05).  Variabel perancu (usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, riwayat anemia) tidak berhubungan secara bermakna dengan skor pengetahuan post-intervensi.Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna antara pengetahuan ibu hamil mengenai anemia sebelum dan setelah penyuluhan satu lawan satu menggunakan pamflet, namun tidak terdapat korelasi yang bermakna antara variabel perancu dengan skor pengetahuan post-intervens.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK DAN JUS PISANG TERHADAP DAYA TAHAN OTOT SELAMA AKTIVITAS LARI 30 MENIT Fadli Mardian; Marijo Marijo; Darmawati Ayu Indraswari
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.877 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14424

Abstract

Latar belakang : Pemberian cairan sangat penting untuk mengalirkan zat gizi dan oksigen menuju otot skelet untuk menghasilkan energi saat berolahraga. Minuman isotonik merupakan salah satu cara untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang sehingga tubuh terhindar dari dehidrasi dan memperpanjang daya tahan otot. Selain itu, pisang merupakan sumber karbohidrat dan elektrolit yang efektif digunakan untuk mempertahankan daya tahan otot. Namun, belum ada penelitian yang membandingkan efektivitas antara pemberian minuman isotonik dan jus pisang terhadap daya tahan otot selama aktivitas lari 30 menit.Tujuan : Membandingkan efektivitas antara pemberian minuman isotonik dan jus pisang terhadap daya tahan otot selama aktivitas lari 30 menit.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental quasi bersifat komparatif dengan rancangan pre-test dan post-test. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dengan rentang usia 18-24 tahun (n=16). Subjek penelitian menjalani tiga perlakuan, yaitu tanpa minuman, minuman isotonik, dan jus pisang. Daya tahan otot ditentukan dengan mengukur jarak tempuh lari selama 30 menit. Pemberian minuman isotonik dan jus pisang dilakukan pada menit 0, 10, dan 20 dengan masing-masing sebanyak 150 ml.Hasil : Rerata total pada kelompok sebelum diberi perlakuan adalah 4194,63 ± 401,592 m, sedangkan rerata total setelah diberi minuman isotonik dan jus pisang lebih tinggi dibanding sebelum diberi perlakuan yaitu secara berurutan sebesar 4590,56 ± 459,499 m dan 4546,421±689,742 m. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna pada kelompok dengan perlakuan minuman isotonik dan jus pisang dengan p= 0,048.Kesimpulan : Didapatkan hasil yang bermakna bahwa efektivitas jus pisang lebih baik dibandingkan minuman isotonik terhadap daya tahan otot selama aktivitas lari 30 menit.
PENGARUH PEMBERIAN KISMIS (VITIS VINIFERA L.) TERHADAP VO2MAX PADA MAHASISWA USIA MUDA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Putri, Nadira Deanda; Purwoko, Yosef
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.486 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20758

Abstract

Latar belakang: Kismis merupakan buah yang populer dan mengandung nutrisi yang esensial. Berdasarkan NutriSurvey, 40 gram kismis mengandung 28.5 gram karbohidrat. Karbohidrat tersebut digunakan untuk metabolisme energi, salah satunya adalah metabolism energi aerobik. Kemampuan maksimal dari tubuh dalam melakukan metabolism energi aerobik ditentukan oleh tingginya tingkat volume oksigen maksimal (VO2max) yang dimiliki. VO2max tersebut dapat diestimasi menggunakan tes Cooper.Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian kismis terhadap VO2max.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian posttest only with control group design dan dilaksanakan pada stadion Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang. Penelitian ini menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan (kelompok dengan pemberian kismis sebanyak 42.5 gram, sejumlah 14 orang) dan kelompok kontrol (kelompok tanpa perlakuan, sejumlah 14 orang). Penilaian dilakukan dengan membandingkan hasil VO2max pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. VO2max diukur menggunakan tes Cooper. Data diuji dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil: Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna VO2max antara kedua kelompok (p>0.05).Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna VO2max kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol.
PERBEDAAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI SEBELUM DAN SESUDAH SENAM PILATES PADA WANITA USIA MUDA Fenita Putri Saetikho; Endang Ambarwati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.132 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i1.16241

Abstract

Latar   Belakang   :   Salah satu olahraga yang sedang populer di kalangan masyarakat Indonesia terutama kaum wanita adalah Pilates. Pilates adalah olahraga yang berasal dari Jerman yang menekankan pada peningkatan keseimbangan tubuh melalui kekuatan inti, fleksibilitas, dan kesadaran untuk mendukung efisiensi gerakan.Tujuan Penelitian : Membuktikan adanya perbedaan nilai arus puncak ekspirasi sebelum dan sesudah senam pilates.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimental one group pretest posttest design. Untuk mengetahui normalitas data responden, dilakukan uji normalitas dengan uji Saphiro-Wilk, kemudian untuk uji hipotesisnya menggunakan uji Wilcoxon.Hasil Penelitian : Rata-rata nilai pre test subjek penelitian sebesar 351,88 dan rata-rata nilai post test subjek penelitian 396,25. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan Wilcoxon antara pre dan post didapatkan nilai p = 0.0004, karena p < 0.05 maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan yang bermakna.Kesimpulan : Dapat disimpulkan adanya perbedaan yang bermakna, semua nilai rerata arus puncak ekspirasi subjek penelitian mengalami peningkatan setelah mengikuti senam pilates.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ROWOSARI SEMARANG Yayuk Dwi Novitasari; Firdaus Wahyudi; Arwinda Nugraheni
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.682 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23399

Abstract

Latar Belakang : Status gizi ibu hamil merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisi kehamilan dan kesehatan janin. Proporsi KEK di Jawa Tengah tahun 2015 sebesar 1.836 ibu hamil. Tujuan: Mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Metode Penelitian : Analitik observasional dengan desain case control di Rowosari bulan Juni – September 2018 dengan teknik total sampling untuk kelompok kasus dan simple random sampling untuk kelompok kontrol,dengan jumlah sampel yang berhasil terkumpul yaitu 18 kasus dan 58 kontrol. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitasnya. Pengambilan data dengan cara wawancara, kemudian analisis hubungan dengan uji statistic Chi square dan uji statistik multivariat dengan regresi logistik. Hasil : Analisis statistik diperoleh jarak kehamilan (p= 0,001, 95% CI= 1,974-24,354, OR= 6,93), status ekonomi (p= 0,012, 95% CI= 1,298-11,888, OR=3,929), dukungan keluarga (p= 0,000, 95%CI= 2,884-38,961, OR= 10,600), asupan zat gizi (p= 0,019,95% CI= 0,093-0,838, OR= 0,279), PHBS (p=0,002, 95%CI= 1,876-61,807, OR= 10,769) memiliki hubungan signifikan terhadap KEK. Sedangkan factor usia (p= 0,173,95% CI= 0,030-2,096,OR= 0,251), pendidikan ibu hamil (p= 0,097,95% CI= 0,831-7,608, OR =2,541),pengetahuan (p= 0,136, 95%CI= 0,759-6,950, OR= 2,296), gravida (p= 0,872, 95%CI= 0,277-2,973,OR= 0,907), pendidikan suami(p= 0,097,95%CI= 0,831-7,608,OR= 2,514), aksesibilitas layanan kesehatan (p= 0,577,95%CI =0,198-2,397,OR= 0,689). Analisis statistik multivariat diperoleh faktor yang paling dominan yaitu asupan zat gizi (p= 60,031, 95%CI= 1,184 – 35,539,OR= 6,488). Kesimpulan :Faktor jarak kehamilan, status ekonomi, dukungan keluarga, asupan zat gizi, dan PHBS memiliki hubungan signifikan dengan KEK. Faktor yang paling dominan penyebab KEK yaitu asupan gizi. Disarankan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai KEKKata kunci: KEK,karakteristik ibu hamil, sosial ekonomi,status gizi, PHBS.
PENGARUH EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon aristatus) TERHADAP FUNGSI HEPAR TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI PLUMBUM ASETAT Muyassar, Abyan Mursyid; Ariosta, Ariosta; Retnoningrum, Dwi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.324 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23779

Abstract

Latar Belakang : Pencemaran timbal merupakan salah satu masalah yang sulit dikendalikan berbagai negara karena pencemarannya bisa melalui udara, tanah, makanan dan minuman. Kadar timbal yang tinggi dalam tubuh menyebabkan peningkatan radikal bebas. Radikal bebas akan merusak sel organ terutama hepar. Sel hepar yang rusak akan melepaskan enzim SGOT dan SGPT dalam darah. Daun kumis kucing mengandung flavonoid sebagai antioksidan yang bermanfaat dalam menetralisir dan membantu mengurangi kerusakan pada sel hepar. Tujuan : Membuktikan pengaruh pemberian ekstrak daun kumis kucing terhadap fungsi hepar pada tikus wistar yang diinduksi oleh Pb asetat. Metode : Penelitian quasi experimental dengan rancangan post test only control group design. Subjek penelitian adalah tikus wistar jantan usia 2 bulan, berat 150-200 gram (n=25) dibagi 5 kelompok secara simple random sampling yaitu kelompok kontrol positif (pakan standar), kontrol negatif (pb asetat 30 mg/kgBB) dan kelompok perlakuan diberi pb asetat 30 mg/KgBB dan ekstrak daun kumis kucing dengan dosis bertingkat (50 mg/KgBB, 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB). Penelitian ini menggunakan uji normalitas dan One-Way ANOVA. Hasil : Rerata SGPT K(-), K(+), P(1), P(2), P(3) adalah 63,90±5,37 U/l, 56,58±9,28 U/l, 62,42±9,99 U/l, 62,42±9,99 U/l dan 61,10±14,65 U/l. Uji One-Way ANOVA tidak didapatkan perbedaan (p=0,794). Rerata SGOT adalah 165,06±21,07 U/l, 169,18±27,13 U/l, 170,24±41,99 U/l, 152,10±21,34 U/l dan 167,38±12,23 U/l. Uji One-Way ANOVA tidak didapatkan perbedaan (p=0,819).  Kesimpulan: Tidak terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun kumis kucing dalam dosis bertingkat (50mg/kgBB, 100mg/KgBB, 200mg/kgBB) dan plumbum asetat 30mg/kgBB terhadap fungsi hepar tikus wistar selama 14 hari.Kata Kunci  : Ekstrak daun kumis kucing, Pb asetat , SGPT, SGOT

Page 39 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue