cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
PERBEDAAN SATURASI OKSIGEN AWAL MASUK TERHADAP LUARAN PNEUMONIA PADA ANAK Aldora Putri Tammy; Moh. Asrofil Anam
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14216

Abstract

LatarBelakang : Pneumonia hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan anak utama di Negara berkembang. Hipoksemia merupakan salah satu penyebab utama kegagalan terapi di rumahsakit.Tujuan :Membuktikan adannya perbedaan saturasi oksigen awal masuk terhadap luaran pneumonia pada anak.Metod e: Penelitian obsevarsional dilaksanakan pada bulan April - Juni 2016 dengan subyek penelitian adalah pasien pneumonia anak usia 2- 59 bulan yang didapat dari rekam medis tahun 2014-2015 di RSUP dr. Kariadi Semarang. Saturasi oksigen awal masuk dinilai dan dilihat hubungan dengan luaran pneumonia berupa responterapi, lama rawat, dan status of discharge.Data dianalisis denganuji Chi Square, uji Fisher, dan Mann-Whitney.Hasil : Jumlah sampel adalah 78 pasien pneumonia anak yang terbagi menjadi dua kelompok, 26 pasien dengan saturasi oksigen <95% dan 52 pasien dengan saturasi oksigen >=95%. Penelitian ini menunjukan bahwa saturasi oksigen awal masuk tidak memiliki hubungan bermakna dengan respon terapi (p=0,113) dan status of discharge (p=1), namun memiliki hubungan bermakna dengan lama rawat (p=0,043).Simpulan : Saturasi oksigen awal masuk memiliki hubungan dengan lama rawat, namun tidak memiliki hubungan dengan respon terapi dan status of discharge.
HUBUNGAN ADIKSI INTERNET DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK Sitiayu Anisa Gultom; Natalia Dewi Wardani; Alifiati Fitrikasari
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.927 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i1.19392

Abstract

Latar Belakang: Prokrastinasi akademik adalah kecenderungan untuk menunda kegiatan dan perilaku yang berhubungan dengan akademik. Adiksi terhadap internet dapat diartikan sebagai ketidakmampuan individu untuk mengontrol penggunaan internet, yang menyebabkan gangguan pada psikologis, sosial, akademik, dan pekerjaan . Penelitian ini menganalisis hubungan adiksi internet dengan prokrastinasi akademik.Tujuan: Mengetahui hubungan adiksi internet dengan prokrastinasi akademik studi pada mahasiswa angkatan 2016 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Metode: Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross sectional dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Sampel penelitian adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (n=158) yang berusia 18-22 tahun, Responden diberi informed consent, mengisi kuisioner demografi, Procrastination Assessment Scale for Students (PASS), dan  Young’s Internet Addiction Test (YIAT). Analisis hubungan yang digunakan adalah uji Mann-Whitney dan Uji Spearman. Hasil: Sebanyak 77,2% responden memiliki tingkat adiksi internet rendah, 19,6% adiksi internet sedang, dan 3,2% adiksi internet tingkat tinggi. Sebanyak 34,1 % responden memiliki frekuensi prokrastinasi yang cukup tinggi, besar prokrastinasi menjadi masalah cukup tinggi sebanyak 49,5%, keinginan untuk mengurangi prokrastinasi cukup tinggi sebanyak 82,9%, dan prevalensi prokrastinasi cukup tinggi sebanyak 49,4%. Korelasi positif signifikan ditemukan antara jenis kelamin dan prevalensi prokrastinasi akademik (p<0,001). Korelasi positif signifikan antara adiksi internet dan prevalensi prokrastinasi akademik (p<0,05), frekuensi prokrastinasi (p<0,001), alasan ketidaktertarikan tugas (p<0,05), alasan takut gagal (p<0,05), dan alasan kesenangan menunda (p<0,001). Tidak ada hubungan  yang bermakna antara tempat tinggal dan indeks prestasi kumulatif dengan prevalensi prokrastinasi akademik. Tidak ada hubungan korelasi yang signifikan antara adiksi internet dengan besar prokrastinasi menjadi masalah dan keinginan mengurangi prokrastinasi akademik.Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara adiksi internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa angakatan 2016 program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Ricca Angelina Ethel; Widodo Sarjana AS; Muchlis A.U Sofro
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.471 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.15910

Abstract

Latar Belakang : Infeksi virus HIV menjadi bagian dari penyakit kronis yang menimbulkan tekanan psikologis yang tinggi dan rasa cemas pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Kecemasan pada ODHA lebih tinggi dibandingkan orang pada umumnya yang dapat menurunkan kualitas hidup.Tujuan : Mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling pada 94 pasien HIV/AIDS yang menjalani rawat jalan di Poli Penyakit Tropik dan Infeksi RSUP Dr.Kariadi. Selanjutnya dilakukan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS), sedangkan kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Data yang terkumpul kemudian dilakukan analisis dengan uji chi-square.Hasil : Prevalensi gangguan cemas sebesar 16% pada pasien HIV/AIDS. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan (p=0,731; 0,691; 0,202; 0,710). Usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan jumlah CD4 tidak berhubungan dengan kualitas hidup pada setiap domain. Namun, terdapat hubungan bermakna antara lama menderita terhadap kualitas hidup domain psikologis (p=0,004).Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dengan kualitas hidup. Terdapat hubungan bermakna antara lama menderita dengan kualitas hidup pada domain psikologis pasien HIV/AIDS RSUP Dr. Kariadi.
PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN ANNONA MURICATA TERHADAP KADAR MALONDIALDEHYDE (MDA) DARAH TIKUS SPRAGUE-DAWLEY YANG DIINDUKSI 7,12 DIMETHYLBENZ[Α]ANTHRACENE Blasius Adrian Budianto; Eka Yudhanto; Ariosta Ariosta
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.201 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23298

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara adalah penyakit kanker yang paling sering diderita kalangan wanita di sebagian besar negara. Kanker payudara di Indonesia menyebabkan kematian sebesar 16,6 per 100.000 penduduk. Penyebab pasti dari kanker payudara masih belum diketahui. Senyawa 7, 12-Dimethylbenz[a]anthracene (DMBA) digunakan untuk menyelidiki karsinogenesis. Pengobatan kanker berkembang terus. Berbagai penelitian yang diteliti saat ini banyak menggunakan ekstrak tumbuhan sebagai terapi suportif kanker. Salah satunya adalah daun Annona muricata atau sirsak. MDA merupakan suatu marker kerusakan oksidatif. Kadar MDA pada pasien dengan kanker payudara akan mengalami peningkatan secara signifikan. Keberhasilan terapi pada pasien kanker payudara ditunjukkan dengan penurunan kadar MDA darah Tujuan : Mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun Annona muricata terhadap kadar MDA darah tikus Sprague Dawley yang diinduksi 7,12-Dimethylbenz[a]anthracene. Metode : Penelitian true experimental randomized post-test only with control group design pada tikus yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu kelompok perlakuan (P1) yang diberikan induksi DMBA dan kemudian diberikan ekstrak etanol daun sirsak melalui sonde lambung dengan dosis 200mg/KgBB/hari selama 12 hari dan kelompok kontrol (P2) yang diberikan induksi DMBA. Hasil : Rerata kadar Malondialdehyde pada kelompok P1 = 274,46±107,99 dan pada kelompok P2 = 243,21±97,41. Hasil uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk diperoleh data berdistribusi normal untuk kedua kelompok. Hasil uji independent-samples T Test menunjukkan tidak didapatkan perbedaan bermakna dengan nilai P = 0,52. Kesimpulan : Ekstrak etanol daun Annona muricata tidak berpengaruh terhadap kadar MDA darah tikus Sprague Dawley yang diinduksi 7,12-Dimethylbenz[a]anthraceneKata kunci : Ekstrak etanol daun Annona muricata, kanker payudara, 7,12-Dimethylbenz[a]anthracene, malondialdehyde.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PADA INFORMASI MP-ASI DI BUKU KIA DENGAN PEMBERIAN MP-ASI BALITA USIA 6-24 BULAN DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG UTARA Lantip Meliana Pancarani; Dodik Pramono; Arwinda Nugraheni
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.758 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18589

Abstract

Latarbelakang : Buku KIA memuat informasi MP-ASI yang sederhana namun lengkap. Sayangnya penggunaan buku KIA sebagai media edukasi dan informasi masih kurang. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu pada  informasi MP-ASI di buku KIA dengan pemberian MP-ASI. Metode : observasional dengan desain cross-sectional dengan sampel para ibu yang memiliki balita usia 6 – 24 bulan yang tinggal di Kelurahan Bandarharjo Semarang Utara dengan jumlah sampel minimun 46 responden.  Hasil : Setelah dilakukan uji regresi logistik didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p=0,910) dan sikap ibu (p=0,904) pada  informasi MP-ASI di buku KIA dengan pemberian MP-ASI. Simpulan : Pengetahuan dan sikap ibu pada  informasi MP-ASI di buku KIA tidak berhubungan dengan pemberian MP-ASI.
DIFFERENCES IN ANXIETY AND INSOMNIA LEVELS BETWEEN OBESE AND NON-OBESE STUDENTS CLASS OF 2016 OF THE FACULTY OF MEDICINE, DIPONEGORO UNIVERSITY Sri Mulyasari; Widodo Sarjana; Titis Hadiati
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.651 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i1.26564

Abstract

Background: Anxiety and insomnia can be experienced by anyone, including students, both obese and non-obese. Many pressures and problems experienced by obesity and non-obesity students will cause discomfort and have an impact on mental health problems such as anxiety which can develop insomnia. Objective: To determine differences in levels of anxiety and insomnia among college obesity and non-obesity students, faculty of medicine. Methods: This study is an observational analytic study with cross-sectional approach. The sample is 122 people, consisting of 21 respondents obesity and 101 respondents of non-obese who are students of the Faculty of Medicine Batch 2016 Universitas Diponegoro. Sampling with a total sampling method. Measured respondents ' level of anxiety using a questionnaire Zhung Self-rating Anxiety Scale and the level of insomnia using a questionnaire Insomnia SeverityIndex. The test used is Chi-square. Results: The research results showed that anxiety in obesity 1.6% and non-obesity of 3.3%. While insomnia in obesity of 8.2% and the non-obesity of 28.7%. Based on the results of statistical tests show there is no significant difference in anxiety levels between obese and non-obese (p=275) and there is no significant difference in the level of insomnia among obese and non-obese (p=0,475). Conclusions: There is no significant difference in terms of the level of anxiety and insomnia between obesity and non-obesity.Keywords: Anxiety, insomnia, obesity, non-obesity
LAJU TRANSPOR MUKOSILIAR MUKOSA NASAL PADA PETUGAS SPBU Darryl Samuel Salim; Awal Prasetyo
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.867 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14260

Abstract

Latar Belakang : Uap BBM mengandung benzena, toluen, etilbenzena, xylene (BTEX) yang merupakan zat-zat iritan. Paparan zat iritan pada mukosa hidung akan menyebabkan kerusakan pada sistem trampor mukosiliar hidung. Petugas SPBU di Indonesia terpapar zat-zat iritan tersebut selama mereka bekerja. Pengaruh pekerjaan sebagai operator SBPU serta pengaruh lama bekerja terhadap sistem transpor mukosiliar hidung belum diketahui.Tujuan : Mengetahui perbedaan kecepatan TMSH (transpor mukosiliar hidung) antara pekerjaan sebagai petugas SPBU dan lama bekerja.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan age matched case control. Sampel penelitian adalah 18 orang petugas SPBU di sekitar Tembalang Semarang dan 18 orang mahasiswa dan petugas di FK Undip Tembalang Semarang sebagai kelompok kontrol. Waktu TMSH diukur dengan menggunakan uji sakarin. Normalitas data diuji dengan Saphiro-Wilk. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney.Hasil : Rata-rata waktu TMSH pada petugas SPBU adalah 1222.56 detik dan pada bukan petugas SPBU adalah 892.33 detik. Pada uji Mann-Whitney waktu TMSH pada petugas dan bukan petugas didapatkan perbedaan bermakna (p=0.001), sedangkan tidak didapatkan perbedaan bermakna (p=0.075) pada waktu TMSH dibandingkan dengan lama bekerja.Kesimpulan : Terdapat perbedaan waktu TMSH pada petugas SPBU dan tidak terdapat perbedaan laju TMSH dibandingkan dengan lama bekerja.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS PNEUMONIAE PADA MEDIA AGAR DARAH DOMBA DENGAN AGAR DARAH MANUSIA PENGARUH PREINKUBASI DALAM SUPLEMENTED TODD HEWITT BROTH (STHB) Nabila Fawzia; Purnomo Hadi; Helmia Farida
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.195 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20720

Abstract

Latar Belakang Agar darah yang umum digunakan saat ini dan menjadi standar adalah dengan agar darah domba (ADD) sebagai media selektif untuk kultur Streptococcus pneumoniae. Namun di negara berkembang, penggunaan agar darah domba kurang ekonomis. ADM terdapat kekurangan dalam menumbuhkan bakteri karena adanya perbedaan morfologi dan komposisi darah. Penambahan prosedur kultur dengan preinkubasi dalam STHB (Suplemented Todd Hewitt Broth) diharapkan dapat meningkatkan jumlah bakteri yang tumbuh pada media kulturTujuan Menguji efektifitas ADMG dan preinkubasi dalam STHB sebagai media untuk menumbuhkan Streptococcus pneumoniae dibandingkan dengan ADDG. Metode Penelitian ini menggunakan desain true experimental-post test only. Sampel penelitian adalah 16 swab nasofaring dari subjek sehat yang disimpan dalam media STGG pada temperatur -80OC (n=16). Pengamatan meliputi kuantitas koloni,diameter koloni,diameter zona hemolisis,dan karakteristik koloni. Uji yang digunakan adalah uji Student –T atau uji Mann Whitney dan uji Chi Square. Hasil Pada penelitian didapatkan perbedaan namun tidak bermakna pada kuantitas koloni (p=0,590; 0,590; 0,590), diameter koloni (p=0,985;0,809;0,985), dan karakteristik koloni (p=0,446; 1,000; 1,000). Pada diameter zona hemolisis ditemukan perbedaan bermakna antar kedua media (p=0,014;0,002;0,002).Kesimpulan Pertumbuhan S.pneumoniae pada Media Agar Darah Manusia dan Preinkubasi dalam STHB tidak lebih baik dibandingkan pada Media Agar Darah Domba.
PENGARUH LETAK TENSIMETER TERHADAP HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH Yudha Adidarma Marhaendra; Edwin Basyar; Ari Adrianto
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.303 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.16032

Abstract

Latar Belakang : Tekanan darah merupakan salah satu dari tanda-tanda vital yang digunakan seorang dokter sebagai landasan untuk mendiagnosa dan menerapi seorang pasien. Pengukuran darah yang akurat sangat dibutuhkan dalam mengevaluasi status hemodinamik pasien dan mendiagnosa penyakit. Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mmHg), dan dicatat sebagai dua nilai yang berbeda yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolic. Dewasa ini peneliti menemukan berbagai macam tensimeter, seperti tensimeter dinding dan tensimeter standing portable, yang mana kedua tensimeter tersebut letaknya tidak sejajar dengan jantung.Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh letak tensimeter terhadap tekanan sistolik dan tekanan diastolik darahMetode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian sebanyak 50 mahasiswa berusia 20-22tahun. Dilakukan pengukuran dengan letak tensimeter sejajar jantung dan diatas jantung masing-masing sebanyak 3 kali, diambil nilai rata-rata hasil pengukuran kemudian data diolah dengan menggunakan uji t berpasanganHasil Penelitian : Hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: Tekanan darah sistolik antara letak tensimeter sejajar jantung vs diatas jantung (111,88 ± 12,91 vs 111,68 ± 11,86 mmHg) dan : Tekanan darah distolik antara letak tensimeter sejajar jantung vs diatas jantung (65,38 ± 6,64 vs 65,06 ± 6,8 mmHg). Dari hasil uji t berpasangan didapatkan hasil 0,835 untuk tekanan sistolik, dan didapatkan hasil 0,649 untuk tekanan diastolik, dimana keduanya menunjukan hasil yang tidak bermakna (p>0,05)Kesimpulan : Tidak ada pengaruh letak tensimeter terhadap tekanan sistolik dan diastolik darah.
PENGARUH ASAP CAIR BERBAGAI KONSENTRASI TERHADAP VIABILITAS STAPHYLOCOCCUS AUREUS Reynata Adhiasari; Oedijani Santoso; V. Rizke Ciptaningtyas
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.898 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i1.23372

Abstract

Latar Belakang : Plak gigi terbentuk melalui tiga tahap, yaitu proses pembentukkan pellicle, kolonisasi primer, serta kolonisasi sekunder dan maturasi. Apabila dibiarkan, plak gigi dapat menyebabkan gingivitis dan periodontitis. Salah satu bakteri yang dapat melakukan kolonisasi pada pellicle gigi adalah Staphylococcus aureus. Disamping itu, Staphylococcus aureus juga dapat memperberat kejadian periodontitis dengan masuk ke dalam periodontal pocket yang terbentuk karena adanya kedalaman sulkus gingiva yang tidak normal. Peneliti menggunakan asap cair berbagai konsentrasi untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kandungan fenol, asam asetat, dan karbonil diharapkan mampu menghambat maupun membunuh bakteri ini. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian asap cair berbagai konsentrasi terhadap viabilitas Staphylococcus aureus. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Sampel yang digunakan adalah bakteri Staphylococcus aureus yang diberi perlakuan menggunakan lima macam konsentrasi asap cair (100%, 50%, 25%, 12,5%, dan 6,25%) dan dilakukan pengulangan sebanyak lima kali untuk masing-masing konsentrasi. Analisis data yang dilakukan adalah Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil : Uji Kruskal Wallis pada analisis data KHM menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p=0,000), begitu pula pada analisis data KBM (p=0,000). Selanjutnya dilakukan uji Mann Whitney yang menyatakan bahwa terdapat signifikansi pada kelompok P3 (25%) untuk uji KHM dan pada kelompok P2 (50%) untuk uji KBM. Kesimpulan : Nilai Kadar Hambat Minimum (KHM) asap cair terhadap Staphylococcus aureus adalah 25%, sementara nilai Kadar Bunuh Minimum (KBM) asap cair terhadap bakteri ini adalah 50%.Kata Kunci : Asap cair, Staphylococcus aureus, Plak, KHM, KBM

Page 49 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue