cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
EFEK REMOTE ISCHEMIC PRECONDITIONING TERHADAP LUAS KEMATIAN OTOT JANTUNG TIKUS WISTAR PASCA INFARK MIOKARD YANG DIINDUKSI ISOPROTERENOL Rachmatu Bill Multazam; Novi Anggriyani; Noor Wijayahadi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.166 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18621

Abstract

Latar Belakang : Infark miokard adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian. Infark miokard dapat terjadi karena adanya iskemi berkepanjangan pada otot jantung. Baku emas indikator terjadinya infark miokard adalah pemeriksaan histopatologi. Terdapat suatu iskemi singkat dan sementara suatu organ sebelum infark miokard yang dapat melindungi otot jantung dari kerusakan yang disebut RIPC.Tujuan : Mengetahui efek RIPC terhadap luas kematian otot jantung tikus pasca infark miokard yang diinduksi isoproterenol.Metode : Penelitian eksperimental murni dengan rancangan randomized posttest only control group design. Sampel sebanyak 21 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok kontrol, kelompok perlakuan RIPC 3x5 menit, dan kelompok perlakuan RIPC 3x15 menit. Ketiga kelompok tersebut diinjeksi dengan isoproterenol untuk menginduksi infark miokard. Luas kematian otot jantung tikus wistar diukur menggunakan pemeriksaan histopatologi. Uji statistik menggunakan Uji Mann Whitney-U.Hasil : Skoring luas kematian otot jantung rerata pada kelompok kontrol sebesar 4,0000, kelompok perlakuan RIPC 3x5 menit sebesar 2,8957, dan kelompok perlakuan RIPC 3x15 menit sebesar 1,3714. Uji Mann Whitney-U perbedaan bermakna pada luas kematian otot jantung tikus Wistar pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan RIPC 3x5 menit(p=0,025) serta terdapat perbedaan bermakna antara luas kematian otot jantung tikus Wistar pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan RIPC 3x15 menit(p=0,001).Kesimpulan : Terdapat perbedaan luas kematian otot jantung antara tikus wistar yang diberi perlakuan RIPC 3x5 menit (P1) dan RIPC 3x15 menit (P2) dengan yang tidak diberi perlakuan RIPC (K).
HUBUNGAN ANTARA STATUS ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALMAHERA, SEMARANG Hillary Meita Audrey; Aryu Candra
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.83 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14458

Abstract

Latar Belakang : Wanita selama periode kehamilan kurang memperhatikan nutrisi yang masuk ke delam tubuhnya. Kekurangan nutrisi, salah satunya zat besi (Fe), dapat menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah menurun yang disebut anemia. Anemia pada ibu hamil dilaporkan dapat menyebabkan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR), sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.Tujuan : menganalisis adanya hubungan antara status anemia ibu hamil trimester III dengan kejadian bayi berat lahir rendah.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cohort. Jumlah subyek adalah 31 orang ibu hamil di Puskesmas Halmahera, Semarang. Data kadar hemoglobin ibu hamil diperoleh dengan pengukuran Hb dengan menggunakan hemoglobinometer dan data berat bayi diperoleh saat bayi telah lahir.Hasil : Diperoleh 31 sampel pada penelitian ini. Uji chi-square dengan analisis fisher exact test pada uji asosiasi antara kadar Hb ibu hamil trimester III dengan kejadian berat bayi lahir rendah diperoleh nilai p 0,043 dan dengan aplikasi Winepiscope diperoleh nilai relative risk (rr) 2,364.Kesimpulan : Terdapatnya hubungan bermakna antara status anemia ibu hamil trimester III dengan kejadian berat bayi lahir rendah.
PENGARUH PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP TINGKAT KEPUASAN IBU HAMIL PADA INTERPROFESSIONAL EDUCATION FK UNDIP Vinia Rahma Widyaningrum; Saekhol Bakri; Dea Amarilisa Adespin; Bambang Hariyana; Dian Puspita Dewi
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.154 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21184

Abstract

Latar Belakang: Interprofessional education (IPE) adalah kegiatan pembelajaran dua mahasiswa atau lebih dengan disiplin ilmu yang berbeda dalam bidang kesehatan yang berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan melalui sebuah kolaborasi. Keberhasilan dari pelaksanaan IPE ini dapat dicerminkan melalui kepuasan ibu hamil terhadap program IPE.Tujuan: Menganalisis persepsi ibu hamil terhadap tingkat kepuasan ibu hamil pada Interprofessional education (IPE) yang dilakukan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro terhadap pendampingan ibu hamil yang dilaksanakan pada semester 6.Metode: Penelitian cross-sectional, responden ibu hamil sebanyak 83 sampel dengan metode simple random sampling. Peneliti memberikan kuesioner kepada subjek penelitian, hasil kuesioner tersebut diolah menggunakan SPSS 21 yang terdiri dari analisis univariat. Analisis univariat dengan distribusi frekuensi serta proporsinya, untuk melihat tingkat kepuasan ibu hamil terhadap IPE dengan faktor yang berhubungan dengan kepuasan ibu hamil.Hasil: Hasil menunjukkan sebesar 51,8% ibu hamil merasa puas dan sebesar 48,2% ibu hamil merasa tidak puas pada pelaksanakan program IPE di Puskesmas Rowosari Kecamatan Tembalang, Semarang. Sedangkan, hasil perhitungan Prevalance Rate (PR) diperoleh 24,667 dengan nilai kemaknaan 0,000 yang artinya ibu hamil dengan persepsi yang baik memiliki tingkat kepuasan 25 kali lebih baik dibanding ibu hamil dengan persepsi yang kurang.Kesimpulan: Persepsi ibu hamil yang baik terhadap program IPE menghasilkan tingkat kepuasan yang baik
PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI GINJAL TIKUS WISTAR Thoyyibatun Nisa; Akhmad Ismail
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.41 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i3.18391

Abstract

Latar Belakang : Tawas banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam pangan. Tawas termasuk salah satu macam logam berat. Logam berat dalam bentuk ion sangat toksik dapat menyebabkan kerusakan organ detoksifikasi yaitu hati dan ginjal. Logam berat menyebabkan nekrosis sel-sel epitel tubulus ginjal.Tujuan : Mengetahui Perbedaan pengaruh pemberian Tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari terhadap perubahan gambaran histopatologi ginjal tikus wistar.Metode : Penelitian eksperimental dengan post test only control group design. Sampel sebanyak 20 ekor tikus wistar diadaptasi selama 7 hari lalu dibagi secara acakmenjadi 4 kelompok. Kelompok kontrol (K) hanya diberi pakan standar. P1 diberi Tawas dalam pakan 2400mg/kgBB/hari; P2 diberi 1600mg/kgBB/hari: dan P3 diberi 800mg/kgBB/hari. Setelah 30 hari, dilakukan pemeriksaan histopatologiHasil:Rerata degenerasi sel tubulus ginjal tertinggi pada Kelompok P3 sedangkan rerata nekrosis tertinggi pada Kelompok P1. Pada Degenerasi, terdapat perbedaan signifikan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P3, P2 terhadap P3 tidak signifikan. Pada Nekrosis, terdapat perbedaan antar Kelompok Kontrol dengan Kelompok P1, P2 dan P3. Kelompok P1 signifikan dengan kelompok P3, Sedangkan P1 terhadap P2 dan P2 terhadap P3 tidak signifikanSimpulan : Pemberian tawas dalam pakan dosis bertingkat selama 30 hari menyebabkan terjadinya perubahan histopatologi ginjal tikus wistar.
PERBEDAAN HASIL RETINOMETRI PADA MIOPIA TINGGI DAN MIOPIA DERAJAT LAINNYA Laksita Dinnyaputeri; Arief Wildan; Riski Prihatningtias
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.286 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i2.23799

Abstract

Latar Belakang: Tajam penglihatan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor media refraksi, faktor sistem refraksi, serta faktor persarafan mata. Penurunan tajam penglihatan yang disebabkan miopia tinggi dapat mengancam penglihatan, dan seringnya bersifat irreversibel, terutama apabila terlambat dideteksi. Penurunan tajam penglihatan pada miopia tinggi dengan komplikasi pada retina dapat dilihat dengan mengukur potensi tajam penglihatan (visus potensial) menggunakan pemeriksaan retinometri. Tujuan: Menganalisis perbedaan hasil pemeriksaan retinometri pada penderita miopia tinggi dengan hasil pemeriksaan retinometri pada penderita miopia derajat lainnya. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok miopia tinggi dan miopia derajat lainnya. Pengukuran potensi tajam penglihatan menggunakan retinometer dilakukan pada mata dengan koreksi terbaik menggunakan kacamata maupun lensa kontak. Perbedaan potensi tajam penglihatan dianalisis dengan uji Mann Whitney. Hasil: Tiga puluh dua orang mahasiswa Undip terlibat dalam penelitian ini, terdiri 16 orang dengan miopia tinggi dan 16 orang dengan miopia derajat lainnya. Subjek dengan miopia tinggi koreksi kacamata menunjukkan rerata hasil pemeriksaan retinometri 0,33 ± 0,13, hasil terendah 0,12 dan tertinggi 0,50, sementara subjek dengan miopia derajat lainnya menunjukkan rerata hasil pemeriksaan retinometri 0,59 ± 0,17, hasil terendah 0,32 dan tertinggi 0,80. Kesimpulan: Hasil pemeriksaan retinometri pada miopia tinggi lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan miopia derajat lainnya.Kata Kunci: Miopia tinggi, retinometri, potensi tajam penglihatan
INFORMED CONSENT SIRKUMSISI DI PUSKESMAS WARU, KABUPATEN PAMEKASAN, PROVINSI JAWA TIMUR, PERIODE 1 JANUARI – 31 DESEMBER 2013 Hamim Tohari; Santosa Santosa; Akhmad Ismail
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.68 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i1.11354

Abstract

Background : Health service has 2 inseparable parties, those are doctor and patient. Relationship between them is regulated by law giving rise to doctor and patient's rights and obligations. One of the doctor's obligation in medical service is giving informed consent for all action that will be done to the patient. All medical action are preceeded by informed consent, including circumcision.Aim : To determine the implementation of informed consent for circumcision done in Puskesmas Waru, Pamekasan Regency, East Java Province.Method : This research is a descriptive study. This research uses survaillance method done by collecting data, with informed consent as the sample which was gathered from medical record of circumcision in Puskesmas Waru, Pamekasan Regency, East Java Province done in January 1st - December 31st 2013. Collected data are displayed in the form of diagrams and tables.Result :  This research shows that, based on diagnosis and medical action procedure, 100% of samples have complete criteria, 100% explains Purpose of Medical Action, 100% explains Risks and Complications, 0% explains Costs Estimation, 100% of agreement to circumcision are written, and 100% of the agreement signed by both informant and approver.Conclusion :  Circumcision in Puskesmas Waru have been explained quite completely but some information was not explained. Agreement of circumcision in Puskesmas Waru have been written as explained in current Minister of Health Regulation and Statute. 
PERBEDAAN QUALITY OF LIFE PADA PENDERITA PROLIFERATIVE DIABETIC RETINOPATHY DENGAN DAN TANPA LASER PANRETINAL PHOTOCOAGULATION Yulian Fajariyanti; Arif Wildan; Andrew Johan
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.555 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18653

Abstract

Latar Belakang Retinopati Diabetika Proliferatif (PDR) merupakan komplikasi yang paling parah pada penyakit retinopati diabetik. Sekitar 50% pasien dengan PDR dapat menjadi buta setelah 5 tahun. Laser Panretinal Photocoagulation (PRP) dinyatakan sebagai standar perawatan untuk pengobatan PDR yang efektif mengurangi risiko kehilangan penglihatan berat.Tujuan Membuktikan adanya perbedaan nilai Quality of Life pada penderita PDR yang mendapat terapi laser PRP dengan yang tidak mendapat terapi laser PRP.Metode Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif dengan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah penderita PDR berjumlah 58 orang yang dibagi menjadi kelompok Laser dan kelompok Non-Laser. Jumlah subjek pada masing-masing kelompok 29 orang. Subjek pada kelompok Laser telah mendapatkan terapi berupa Laser PRP, sedangkan subjek pada kelompok Non-Laser belum pernah mendapatkan terapi Laser PRP. Pengambilan data Quality of Life dilakukan satu kali menggunakan kuesioner NEI VFQ-25 dalam bentuk composite score dan 12 subskala. Analisa data menggunakan uji T tidak berpasangan. Perbedaan dinyatakan bermakna jika p<0,05.Hasil Berdasarkan data yang terkumpul dari 58 subjek, didapatkan hasil rerata composite score QOL pada kelompok Non-Laser adalah 54,39 ± 14,06 sedangkan pada kelompok Laser adalah 59,76 ± 17,90. Pada uji T tidak berpasangan tidak didapatkan perbedaan yang bermakna antar kedua kelompok (p = 0,209). Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada seluruh subskala kecuali subkala Distance Activities (p=0,026).Kesimpulan Tidak ditemukan perbedaan bermakna pada Quality of Life penderita PDR yang mendapat terapi Laser PRP dengan yang tidak mendapat terapi Laser PRP.
KARAKTERISTIK MOLA HIDATIDOSA DI RSUP DR. KARIADI SEMARANG Arlitta Intan Kusuma; Besari Adi Pramono
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.704 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18548

Abstract

Latar Belakang Angka kematian ibu diIndonesia masih tergolong tinggi, dengan penyebab paling tinggi adalah perdarahan. Mola hidatidosa dapat menjadi salah satu penyebabnya karena  keluhan utama mola hidatidosa adalah perdarahan pervaginam. x Tujuan Mencari angka kejadian dan karakteristik pasien mola hidatidosa di  RSUP Dr. Kariadi SemarangMetode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Data diambil dari rekam medik pasien mola hidatidosa yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2011-2015.Analisis statistik dilakukan secara deskriptif dimana hasil penelitian disajikan tabel distibusi frekuensi untuk setiap karakteristiknya. Hasil Kejadian  mola hidatidosa di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama tahun 2011-2015 adalah sebanyak 80 kasus dari 25.959 pasien rawat inap di bagian Obstetri dan Ginekologi (0,39 %). Karakteristik pasien mola hidatidosa paling banyak pada usia ibu 20-35 tahun, usia kehamilan 9-16 minggu, kadar Hb ≥ 10 g/dl, paritas 0-1 kali, tingkat pendidikan SMA, dengan keluhan  perdarahan pervaginam, merupakan pasien rujukan, dan tidak menggunakan alat kontrasepsi.KesimpulanKejadian  mola hidatidosa di RSUP Dr. Kariadi Semarang selama tahun 2011-2015 adalah sebanyak 80 kasus dari 25.959 pasien rawat inap di bagian Obstetri dan Ginekologi (0,39 %). Kejadian mola hidatidosa terbanyak adalah pada usia reproduksi yaitu 20-35 tahun.
PENGARUH EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH TERHADAP KADAR AST DAN ALT DARAH TIKUS SETELAH AKTIFITAS FISIK MAKSIMAL Siahaan, Johanna; Tjahjono, Kusmiyati; Prasetyo, Awal
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.079 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i3.24493

Abstract

Latar Belakang: Aktivitas fisik maksimal dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif, yang  kemudian merusak sel hepar. Salah satu penanda adanya kerusakan sel hepar adalah kadar AST dan ALT. Pemberian ekstrak kulit buah naga merah dapat berfungsi sebagai anti stres oksidatif. Kulit buah naga merah merupakan salah sumber antioksidan karena mengandung antosianin, betalain, vitamin C dan E. Tujuan: Mengetahui pengaruh ekstrak kulit buah naga merah terhadap kadar AST dan ALT tikus setelah aktivitas fisik maksimal. Metode: Penelitian true experimental dengan desain post test only control group design pada tikus jantan. Sampel penelitian sebanyak 18 tikus dibagi 3 kelompok dengan perlakuan yang berbeda. Kelompok K1 diberikan pakan standar dan aktifitas fisik maksimal, K2 diberikan pakan standar dan ekstrak kulit buah naga merah, dan P diberikan pakan standar, ekstrak kulit buah naga merah dan aktivitas fisik maksimal.  Hasil: Uji beda Post Hoc Bonferroni pada ALT berdasarkan kelompok perlakuan didapatkan bahwa antara perlakuan K1 terhadap K2 didapatkan nilai P = 1,000, K1 terhadap P nilai P = 0,031 dan K2 terhadap P nilai P= 0,093, sehingga dapat disimpulkan antara kelompok K1 terhadap K2 tidak berbeda bermakna (P > 0,05), begitu juga antara kelompok K2 terhadap P tidak berbeda bermakna (P> 0,05), sedangkan antara kelompok K1 terhadap P terdapat perbedaan bermakna (P< 0,05).Tidak terdapat penurunan kadar AST dan ALT pada semua kelompok . Terdapat peningkatan kadar AST dan ALT pada K1, K2, P. Kesimpulan: Ektrak kulit buah naga merah tidak yang diberikan sebagai antioksidan eksogen tidak dapat menurunkan kadar AST dan ALT darah tikus secara  bermakna setelah aktivitas fisik maksimal.Kata Kunci: Ekstrak kulit buah naga merah, AST, ALT, aktivitas fisik maksimal
PENGARUH PEMBERIAN TAWAS DENGAN DOSIS BERTINGKAT DALAM PAKAN SELAMA 30 HARI TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HEPAR TIKUS WISTAR Putri Rizki Ananda; Akhmad Ismail
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.409 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i3.13091

Abstract

Background : Alum was in the form of white crystals and gelatin used in the water purification process, but there was still many misuses as a food coloring and food preservatives. Alum has the harmful side effects to the body, especially hepar as an organ that plays a role in the metabolism and detoxification.Aim : To determined differences in hepar histopathology wistar rats of alum exposure with graded dosages for 30 days.Metods : This was an experimental laboratoric research study design with a post test only control group design. There were 20 wistar rats, which have met the inclusion and exclusion criteria and adapted for 7 days. Then, wistar rats devided by simple random sampling into 4 groups. The control group (C) who were given only standard food and bevarages, group P1 given alum in feed 2400mg/kg body weight/day, group P2 given alum in feed 1600mg/kg body weight/day, and group P3 given alum in feed 800mg/kg body weight/day. After 30 days, histopathological examinated of hepar form degeneration and inflammation. Data described on the tabel, picture, and statistic analyze.Result : Mean of inflammation and degeneration hepar cell was the biggest in the group of P1. In inflammation, there was significant difference (p<0,05) in the group of C-P1, C-P2, C-P3, P1-P3, and P2-P3, although P1-P2 was not significant difference. In degeneration of hepar cell, there was significant difference (p<0,05) in the group of C-P1, C-P2, C-P3, P1-P3, and P2-P3, although P1-P2 was not significant difference.Conclusion : Giving alum in feed with graded dosage for 30 days cause change of wistar rats hepar histopathology.

Page 50 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue