cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Diponegoro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 25408844     DOI : -
Core Subject : Health,
JKD : JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO ( ISSN : 2540-8844 ) adalah jurnal yang berisi tentang artikel bidang kedokteran dan kesehatan karya civitas akademika dari Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang dan peneliti dari luar yang membutuhkan publikasi . JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO terbit empat kali per tahun. JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO diterbitkan oleh Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro Semarang.
Arjuna Subject : -
Articles 1,040 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMLIHAN TEMPAT BERSALIN PADA IBU HAMIL (STUDI KASUS DI KELURAHAN ROWOSARI, KECAMATAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG) Marwan Azmi Abdurrahim; Ari Budi Himawan; Putri Sekar Wiyati
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.194 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14811

Abstract

Latar Belakang : Pertolongan persalinan secara langsung berhubungan dengan salah satu indikator kesehatan yaitu Angka Kematian Ibu (AKI). Ketepatan ibu dalam memilih tempat bersalin akan menentukan output dari suatu persalinan. Pilihan ibu dalam memilih tempat bersalin dipengaruhi banyak faktor.Tujuan : Menganalisis faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemilihan tempat bersalin pada ibu hamilMetode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan belah lintang. Sebanyak 63 Ibu Hamil di Keluarahan Rowosari selama April 2016 sampai Mei 2016 telah mengisi kuesioner. Data penghasilan, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan KIA, ANC, P4K, dan kelas ibu hamil serta pemilihan tempat bersalin diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Data dideskripsikan dalam bentuk tabel, dilakukan uji Chi square atau Fisher, analisis data menggunakan program computerHasil : 19 (30,2%) responden memilih rumah sakit sebagai tempat bersalin, dan 44 (69,8%) memilih bidan sebagai tempat bersalin. Pada penelitian ini hasil analisa data penghasilan, pekerjaan, tingkat pendidikan, pengetahuan KIA, ANC, P4K, kelas ibu hamil dengan pemilihan tempat bersalin didapatkan nilai P>0,05Simpulan : Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara pekerjaan, penghasilan, tingkat pendidikan, Pengetahuan KIA, ANC, P4K, dan kelas ibu hamil dengan pilihan tempat bersalin.
PENGARUH BERMAIN VIDEO GAME TIPE ENDLESS RUNNING TERHADAP WAKTU REAKSI Arfiningtyas, Uswatunnisa; Ambarwati, Endang; Saktini, Fanti
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.544 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18645

Abstract

Latar Belakang: Video game banyak digunakan di seluruh dunia dan dapat dimainkan oleh siapa saja. Video game tipe endless running memerlukan koordinasi visual dan motorik yang baik karena jenis game ini menuntut pemainnya untuk berkonsentrasi penuh dan bereaksi cepat. Waktu reaksi merupakan salah satu parameter yang dapat diukur untuk menilai kemampuan koordinasi visual dan motorik.Tujuan: Mengetahui pengaruh bermain video game tipe endless running terhadap waktu reaksi.Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan comparison group pre-test and post-test design. Subjek penelitian adalah 34 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro berusia 17-22 tahun yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang tidak bermain video game selama 4 minggu dan kelompok perlakuan yang bermain video game endless running 5 hari/minggu selama 4 minggu dengan frekuensi 1 jam/hari. Masing-masing subjek penelitian diukur waktu reaksi sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan software Attention Network Test. Waktu reaksi sebelum dan sesudah bermain video game dianalisis dengan uji T-berpasangan. Perubahan waktu reaksi antarkelompok dianalisis dengan uji T-tidak berpasangan.Hasil: Ditemukan rerata penurunan waktu reaksi yang bermakna pada subjek penelitian kelompok perlakuan (p<0,001). Terdapat perbedaan rerata perubahan waktu reaksi yang bermakna antara subjek penelitian pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (p=0,003).Kesimpulan: Bermain video game tipe endless running dapat menurunkan waktu reaksi.
HUBUNGAN TINGKAT ADIKSI MEROKOK DENGAN DERAJAT KEPARAHAN ATEROSKLEROSIS PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Muhammad Ridwan Rusydi Yudanardi; Andreas Arie Setiawan; Sefri Noventi Sofia
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.302 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14809

Abstract

Latar Belakang : Penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia terus meningkat dan akan memberikan beban mortalitas, morbiditas dan beban sosial ekonomi bagi keluarga penderita, masyarakat, dan negara. Merokok sebagai salah satu faktor risiko, memiliki peranan penting dalam perjalanan penyakit jantung dan pembuluh darah. Paparan molekul asap rokok sendiri telah diketahui memberi dampak yang signifikan dalam terjadinya disfungsi endotel pembuluh darah. Namun, belum ada penelitian yang membandingkan tingkat adiksi merokok terhadap derajat kerusakan pembuluh darah di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Tujuan : Mengetahui hubungan antara tingkat adiksi merokok dengan derajat keparahan aterosklerosis pada pasien penyakit jantung koronerMetode: Penelitian ini dilakukan dengan metode cross-sectional, melalui wawancara dengan 30 responden yang merupakan pasien instalasi jantung RSUP Dr.Kariadi yang menjalani pemeriksaan angiografi koroner dengan rentang usia 40 hingga 65 tahunHasil : Didapatkan bahwa banyak maupun sedikit paparan asap rokok, tidak mempengaruhi derajat keparahan aterosklerosis pada pembuluh darah koroner jantung (p=0,156)Kesimpulan : Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat adiksi merokok dengan derajat keparahan aterosklerosis pada pasien penyakit jantung koroner
PENGARUH MEROKOK TERHADAP GANGGUAN PENDENGARAN PADA USIA DEWASA MUDA Dian Lestari Ningsih; Dwi Marliyawati; Kanti Yunika
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.575 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.21285

Abstract

Latar Belakang: Nikotin dan karbonmonoksida pada rokok dapat menyebabkan vasospasme sehingga berkurangnya perfusi oksigen ke organ koklea. Hal ini mengakibatkan kerusakan sel rambut. Zat aktif pada rokok juga menyebabkan perubahan histopatologi pada mukosa saluran pernapasan atas yang mengakibatkan disfungsi tuba. Patofisiologi tersebut menyebabkan gangguan pendengaran pada perokok dengan tipe konduktif, sensorineural, dan campuran.Tujuan: Mengetahui pengaruh merokok terhadap gangguan pendengaran.Metode: Penelitian ini adalah penelitian obsevasional dengan rancangan kasus dan kontrol. Sampel sebanyak 66 perokok dipilih dengan menggunakan teknik consecutive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kasus (perokok dengan gangguan pendengaran) dan kontrol (perokok tanpa gangguan pendengaran). Masing-masing kelompok dianalisis pengaruh jumlah batang rokok dan lamanya merokok terhadap gangguan pendengaran.Hasil: Uji Pearson Chi-Square menunjukan terdapat pengaruh yang bermakna  jumlah batang rokok terhadap gangguan pendengaran (p=0,013), OR=3,6 dan IK 95% 10,150-1,290. Uji Pearson Chi-Square menunjukan hasil bermakna pada pengaruh lama nya merokok terhadap gangguan pendengaran (p=0,049), OR=2,6 dan  IK 95% 72,84-0,995. Hasil uji multivariat regresi logistik didapatkan jumlah rokok >10 lebih berpengaruh terhadap gangguan pendengaran (p=0,025), OR=3,3 dan IK 95% 9,627-1,168.Simpulan: Terdapat pengaruh antara jumlah batang rokok dan lamanya merokok terhadap gangguan pendengaran. Jumlah batang rokok memiliki pengaruh lebih besar terhadap gangguan pendengaran.
THE RELATIONSHIP BETWEEN ESR, HEMATOCRIT, PLATELETS COUNT AND OUTCOME OF CNS TUMOR PATIENTS WHO RECEIVED CHEMOTHERAPY AT RSUP DR. KARIADI SEMARANG Budi, Hyasinta Paramita; Rahmawati, Maria Belladona; Budisulistyo, Trianggoro; Muhartomo, Hexanto
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.555 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i2.27097

Abstract

Background : Central nervous system tumors, both primary and secondary tumor, are malignancies which result in mental disorder, and neurological deficit. Therefore, the patients can end up being social burden for their environment. Hematological laboratory test including ESR, hematocrit, and platelets count are very practical. However, they are functional for predicting outcome. Aim: The current study aimed to determine the relationship between ESR, hematocrit, platelets count, and outcome of CNS tumor patients who received chemotherapy at RSUP dr. Kariadi Semarang. Method : This recent study was conducted at Medical Record Installation by collecting data from patient’s medical record. Data taken by researcher were hematologic profile (ESR, hematocrit, and platelets count), demographic data (age, gender, type of tumor, symptomatic treatment, and comorbidity), and outcome. Data were analyzed using univariate analytical method to show data distribution, bivariate analytical method to determine the relationship with outcome, and multivariate analytical method to determine which variable had the most significant relation. Result : Bivariate analytical method using chi-square test showed insignificant p value for hematocrit (p=0,541 total data, p=0,960 case, p=0,518 control). Platelets count analysis didn’t give significant p value either (p=0,541 total, p=0,790 case, p=0,292 control). There were no data could be obtained about ESR. Conclusion : The current study showed no relationship between hematocrit and outcome, neither the relationship between platelets count and outcome.Keywords : ESR, hematocrit, platelets count, outcome
POLA ADUAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP PELAYANAN KEDOKTERAN DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA Khansa Pinasti Anjarsari; Tuntas Dhanardhono; Anugrah Riansari; Sigid Kirana Lintang Bhima
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.326 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i2.27144

Abstract

Latar Belakang: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang dikenal sebagai BPJS adalah perusahaan milik negara Indonesia yang secara khusus ditugaskan oleh pemerintah Indonesia untuk menjaga sistem jaminan sosial nasional untuk semua Warga Negara Indonesia. Pada era BPJS ini, FKTP sebagai fasilitas kesehatan pertama memiliki peran penting dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Meskipun demikian, FKTP sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan sering mendapat keluhan dari peserta BPJS. Tujuan: mengetahui pola aduan peserta JKN terhadap layanan kedokteran di fasilitas kesehatan tingkat pertama Kota Semarang. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan retrospektif terhadap data aduan di BPJS Kesehatan Cabang Semarang, dua puskesmas Kota Semarang, dan dua Klinik Pratama Kota Semarang yang dipilih yang dilakukan dari bulan Juni 2019 sampai September 2019.  Teknik pengambilan sampel dengan total sampling (total 402 aduan). Hasil: Aduan yang ditujukan ke FKTP mengenai ketepatan waktu pelayanan (31%), sarana prasarana (28%), pelayanan administrasi (12%), keramahan petugas (3%), dan makanan rawat inap (3%). Aduan ditujukan pada dokter mengenai ketepatan waktu pelayanan (11%), pelayanan dokter (8%), dan keramahan dokter (4%). Wanita lebih banyak mengajukan aduan dibanding laki-laki, yaitu 61%. Usia terbanyak yang melapor adalah rentang usia 26-35 tahun (40%). Pelapor melaporkan aduan dengan cara tertulis (96 %) dan secara langsung atau lisan (4%) . Kesimpulan: Aduan di FKTP terbanyak adalah aduan terkait dengan waktu pelayanan yang lama, baik di pelayanan administrasinya maupun di pelayanan kedokteran.  Meningkatnya kunjungan pasien sejalan dengan peningkatan pelayanan yang diberikan oleh FKTP, namun tidak sebanding dengan jumlah petugas yang bekerja. Tersedianya media seperti kuisioner, formulir, kotak saran, dan aplikasi memudahkan pasien untuk mengajukan aduan di FKTP.Kata kunci: BPJS, aduan, FKTP
ASSOCIATION BETWEEN LOW BIRTH WEIGHT (LBW) INFANTS AND TH INCIDENCE OF ACUTE LEUKEMIA IN CHILDREN Roidlotul Nikmah Annafi; Yetty Movieta Nancy; Mulyono Mulyono; Dwi Retnoningrum
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.54 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i2.27077

Abstract

Background: Acute leukemia is a blood cells malignancy disease originating from the bone marrow, characterized by the proliferation of white blood cells, with manifestations of abnormal cells in peripheral blood. Perinatal conditions such as low birth weight can increase the risk of leukemia in children. Low birth weight infants cause resistance towards GH and IGF-1 which triggers leukemia. The purpose of this study is to determine the correlation between low birth weight infants and the incidence of acute leukemia in children. Methods: A case-control analytic observational study, carried out at RSUP Dr. Kariadi. The study was conducted in July-October 2019. Subjects were patients with acute leukemia as the case group and non-leukemia patients as the control group aged 0-18 years old. Data was collected by interview using a questionnaire and then data analysis was conducted using the chi square test. Results: Research subjects 82 people, aged 0-18 years old consisting of 46 males (56.1%) and 36 females (43.9%). No significant relationship was found between low birth weight infants with the incidence of acute leukemia in children. Different results were obtained for the duration of breastfeeding with the incidence of acute leukemia in children with P = 0.002. Conclusion: There was no association between low birth weight (LBW) infants and the incidence of acute leukemia in children.Keywords: acute leukemia in children, LBW
LONGAN PEEL EXTRACT (DIMOCARPUS LONGAN L.) AS AN ANTIOXIDANT AGAINST OXIDATIVE STRESS IN WISTAR RATS INDUCED BY TOXIC DOSES OF PARACETAMOL Aulia Sandriani; Faizah Fulyani; Donna Hermawati; Santoso Santoso; Eva Annisaa
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.311 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i2.27098

Abstract

Background: Oxidative stress is an imbalance between free radicals and antioxidants, characterized by increase in malodialdehyde (MDA) levels. Stress oxidative caused by paracetamol overdose consumption and can be a serious problem for the structure and liver cell function. Oxidative stress prevented and controlled by antioxidant. Longan peel has phenolic and flavonoid which can potentially be sources of natural antioxidants. This study aimed to prove the longan peel extract had an antioxidant effect that could affect the oxidative stress in rats induced by toxic doses of paracetamol. Method: : Experimental research with control group design. Group P1, P2, and P3 were treatment group induced by paracetamol with a toxic dose of 2000 mg/kgBW and given extracts of longan peel (Dimocarpus longan L.) with multilevel doses, that were 25 mg/kgBW, 50 mg/kgBW, and 75 mg/kgBW wistar rat. Then, blood samples from each group were collected and measured plasma MDA levels and the animals were terminated, then their livers were taken for measurement of liver SOD enzyme activity. Result: One Way ANNOVA test showed a significant difference in plasma MDA (p=0,000) in the whole group of wistar rats. Significant differences were also shown on the examination of plasma MDA levels in the K1-K2, K2-P1, K2-P2, and K2-P3 groups (p<0,05). Conclusion: Longan peel extract had the effect of reducing plasma MDA levels of wistar rats induced by toxic doses of paracetamol compared to the control group.Keywords: Paracetamol, longan peel extract, MDA.
THE EFFECT OF GIVING BIT JUICE (Beta vulgaris L.) ON SPERMATOZOA MORPHOLOGY OF WISTAR RATS THAT EXPOSED MOSQUITO COIL SMOKE Septian, Kevin; Ariani, RR Mahayu Dewi; Hermawati, Donna; Nugroho, Trilaksana
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.542 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i2.27145

Abstract

Background : Spermatozoa have a limited amount of antioxidants that cause spermatozoa to be susceptible to oxidative stress by reactive oxygen species (ROS). Mosquito repellent contains the active ingredient Pyrethroid which is one example of external factors that cause DNA damage through oxidative stress. This results in the emergence of secondary metabolites that can act as free radicals, then these free radicals follow the circulation of blood throughout the body including the testes which will cause the process of spermatogenesis to be disrupted and will ultimately affect the quality of the spermatozoa produced. Objective :  To find out the effect of giving beetroot juice (Beta vulgaris) on the morphology of spermatozoa of male Wistar rats that exposed to mosquito coil smoke. Method : This study uses an experimental study, with the type of research design is post test only control group design. The population used in this study were male Wistar rats (Rattus novergicus). The research sample was selected by simple random sampling. Analysis of the data used in the study is an analysis with one way anova test. Results : The mean morphological morphology of normal spermatozoa are: Group K (-) = 96.40; Group K (+) = 88,40; P1 group = 90.80; P2 group = 94.40. One Way ANOVA test found significant differences between the five treatment groups. Post-Hoc Test found significant differences between K (-) with K (+), K (+) with P2, P1 with P2, P1 with K (-). While in the other groups, there was no significant difference in the morphological percentage of spermatozoa. Conclusion : The giving of beet juice can affect sperm morphology Wistar rats that exposed to mosquito coil smoke.Keywords : spermatozoa, bit juice, antioxidant, free radical
LUARAN MATERNAL DAN NEONATAL PADA KEHAMILAN GEMELLI DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG Adrina Nur Saffira; Yuli Trisetiyono; Erie BPS Andar; Julian Dewantiningrum
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.297 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i2.27079

Abstract

Latar Belakang : Kehamilan gemelli merupakan kehamilan yang terdiri dari dua janin dalam kandungan pada waktu yang sama. Angka kejadian kehamilan gemelli semakin meningkat diakibatkan semakin berkembangnya assisted reproductive technology (ART). Kehamilan gemelli lebih berisiko dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Kehamilan gemelli mempunyai risiko besar pada ibu  seperti keguguran, anemia, gestational diabetes mellitus (GDM), preeklampsia dan risiko terhadap bayi yang dikandung seperti kelahiran prematur, berat bayi lahir rendah (BBLR), intrauterine growth restriction (IUGR) dan kelainan kongenital. Penelitian mengenai kehamilan gemelli di Indonesia khususnya Jawa Tengah dinilai masih kurang sehingga dilakukan penelitian ini. Tujuan : Mendeskripsikan karakteristik, luaran maternal dan neonatal pada kehamilan gemelli di RSUP Dr. Kariadi Semarang tahun 2015-2018. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan cross sectional dimana peneliti akan mendeskripsikan karakteristik, mortalitas, morbiditas maternal dan neonatal pada kehamilan gemelli di RSUP Dr. Kariadi Semarang khususnya tahun 2015-2018. Sampel diambil secara consecutive sampling sebanyak 92 sampel dan didapatkan 77 ibu yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data yang digunakan pada penelitian adalah tabulasi silang (Crosstabs) pada SPSS v 23 untuk menggambarkan frekuensi dan persentase. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan usia terbanyak ibu pada 20-35 tahun (88,3%) dan multipara (58,4%). Persalinan terbanyak yang dilakukan adalah dengan cara perabdominal (59,7%), jenis kelamin bayi keduanya sama (84,4%) dan korionisitas terbanyak adalah monokorionik-diamniotik (90,9%). Luaran maternal yang didapatkan seperti mortalitas maternal (2,6%), anemia (53,2%), preeklampsia (36,4%), ketuban pecah dini (KPD) (46,8%), GDM (1,3%), antepartum haemorrhage (APH (24,7%), postpartum haemorhage (PPH) (3,9%) dan hidramnion (5,2%). Luaran neonatal yang didapatkan seperti mortalitas neonatal (6,5%), prematur (71,4%), BBLR (90,9%), asfiksia neonatorum (18,2%), IUGR (32,5%), kelainan kongenital (7,8%), twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS) (3,9%), malpresentasi (53,2%) dan vanishing twin syndrome (2,6%). Kesimpulan : Karakteristik ibu yang paling banyak ditemukan adalah usia 20-35 tahun, dan multipara. Luaran maternal terbanyak yang ditemukan adalah anemia, KPD, dan preeklampsia. Sedangkan luaran neonatal yang terbanyak adalah BBLR diikuti dengan kelahiran prematur, malpresentasi dan IUGR.Kata Kunci : gemelli, luaran maternal, luaran neonatal

Page 67 of 104 | Total Record : 1040


Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 6 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 5 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 4 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 3 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 2 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 14, No 1 (2025): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 6 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 5 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 4 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 3 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 2 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 13, No 1 (2024): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 6 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 5 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 4 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 3 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 12, No 1 (2023): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 6 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 5 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 4 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 3 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 11, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 6 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 5 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 4 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 3 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 10, No 1 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO (DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL) Vol 9, No 6 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (Jurnal Kedokteran Diponegoro) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 3 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 2 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 9, No 1 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro ) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 3 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 8, No 1 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 4 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 4 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 3 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 6 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 3 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 2 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO Vol 5, No 1 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO More Issue