cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
INCOME OVER FEED COST PEMELIHARAAN AYAM BROILER BETINA DENGAN RANSUM MENGANDUNG TEPUNG S. molesta (Income Over Feed Cost of Female Broilers Rearing Fed with S. molesta) Setyaningrum, Fira; Handayani, Migie; Setiadi, Agus
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.044 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung S. molesta pada masing-masing perlakuan terhadap income over feed cost (IOFC), pertambahan bobot badan (PBB), konsumsi, dan feed convertion ratio (FCR). Meteri yang digunakan adalah ayam broiler umur 2 minggu (DOC) strain Lohmann betina sebanyak 100 ekor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan dilakukan dengan menggunakan tepung S. molesta sebagai campuran pakan secara bertingkat dengan presentase yang berbeda yaitu T0 = tanpa pemberian Salvinia, T1 = ransum dengan Salvinia 6%, T2 = ransum dengan Salvinia 12%, dan T3 = ransum dengan Salvinia 18%. Setiap perlakuan diulang 5 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Data yang diperoleh dari penelitian ini diolah menggunakan analisis varian (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Apabila ada perbedaan pengaruh diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian superskrip (P<0,05) menunjukkan bahwa pemberian S. molesta memberikan pengaruh nyata terhadap IOFC, PBB, bobot akhir, dan FCR, tetapi memberikan pengaruh tidak nyata terhadap rataan konsumsi. IOFC penjualan hidup maupun karkas paling tinggi yaitu dengan pemberian 0% sedangkan pada pemberian 12% dan 18% semakin menurun, tetapi 6% tidak berbeda nyata dengan 0% sehingga S. molesta bisa diberikan pada ternak sampai dengan 6%.Kata Kunci : Broiler Betina; Income Over Feed Cost; S. molesta ABSTRACT     The purpose of this study is to determine the effect of flour S. molesta in each treatment against income over feed cost (IOFC), body weight gain (UN), consumption, and feed convertion ratio (FCR). Meteri used are broiler chickens aged 2 weeks (DOC) female strain Lohmann much as 100 individuals. The method used in this study is completely randomized design (CRD). The experiments were performed using a mixture of flour S. molesta multilevel feed with different percentage is T0 = without giving Salvinia, Salvinia T1 = diet with 6%, T2 = 12% ration with Salvinia, and T3 = diet with 18% Salvinia. Each treatment was repeated five times so that there are 20 experimental units. Data obtained from this study were processed using analysis of variance (ANOVA) of the completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. If there is a difference between the effect of treatment then followed by Duncan's Multiple Range Test. The results of the study superscript (P <0.05) showed that administration of S. molesta significant effect on IOFC, the UN, the final weight and FCR, but not significant effect on the average consumer. IOFC sale of live and carcass highest of the administration of 0%, while the provision of 12% and 18% decrease, but not significantly different from 6% to 0% so that the S. molesta can be given to animals up to 6%.Keywords: Broiler Females; Income Over Feed Cost; S. molesta
PENGARUH EKSTRUSI DAN PROTEKSI DENGAN TANIN PADA TEPUNG KEDELAI TERHADAP PRODUKSI GAS TOTAL DAN METAN SECARA IN VITRO Sajati, Ganang; Prasetyo, Bambang Waluyo Hadi Eko; Surono, Surono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.248 KB)

Abstract

The purpose of this study was to examine the influence of combined treatmentsof the extrusion process and the addition of a natural source of tannins (tea and orgambier wastes) of the total gas and methane production in soybean flour.The materials used in this study were soybean meal, tea waste, gambier, cowrumen fluid, alcohol, CO2, McDougall solution, 15% H2SO4, 0,5 N NaOH, 0,5 N HCl,1% PP indicator and distilled water. The instruments used were analytical scales, testtubes, oven, extruder machine, waterbath, centrifuge, vacuum flaks, CO2 gas cylinder,100ml syringes glass equipped with silicone hoses and clips to be closed and opened,vaccuntainer, erlenmeyergas chromatography, special flute tube and distillation flask,glass beaker, Erlenmeyer, incubator, pipettes, measuring instruments, magnetic stirrer,peristaltic pump to drain the rumen fluid and heater. This study used completelyrandomized design in 2x3 factorials and 3 replicates by a-factor (a0 = no extruided anda1= extruded) and b-factor(b0= no tannins, b1= tea waste tannins, b2= gambier tannin).The parameters observed including total gas and methane production, the data weretaseted by usisng analysis of varience and followed by the Duncan test.The results indicate that there is no interaction between the extrusion and theaddition of tannins to total gas production, while the production of methane gas does notindicate any influence (p < 0.05). It is concluded that the extrusion and protection withnatural tannins of soybean flour have impacted on decreased in the production of totalgas and methane production.
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN E DAN BAKTERI ASAM LAKTAT TERHADAP KECERNAAN LEMAK DAN BOBOT TELUR AYAM KEDU HITAM DIPELIHARA SECARA IN SITU Fauziah, Astrid; Mangisah, Istna; Murningsih, Wisnu
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.529 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecernaan lemak, produksi telur dan bobot telur ayam kedu hitam akibat penambahan vitamin E dan bakteri asam laktat (BAL). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai Januari 2012 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Makukuhan Mandiri Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah ayam kedu hitam umur 1 tahun sebanyak 20 ekor jantan dengan bobot 2.071,43 ± 41,03 g dan 100 ekor betina bobot 1.540,83 ± 46,58 g. Ransum yang digunakan terdiri dari bekatul, jagung kuning, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung kerang, dan CaCO3. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum kontrol, T1 = ransum + vitamin E 20 IU/100 g, T2 = ransum + 3,6 ml BAL (Biostrater-A), T3 = ransum + vitamin E 20 IU/100 g + 3,6 ml BAL (Biostrater-A). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi kecernaan lemak dan bobot telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin E dan BAL dalam ransum berbeda nyata (P>0,05) terhadap kecernaan lemak dan bobot telur ayam kedu hitam. Hasil kecernaan lemak dan bobot telur yang sebesar 84,21; 85,32; 86,97; 87,36% dan 41,28; 42,07; 39,78; 40,50 g/butir untuk masing-masing perlakuan T0, T1, T2, dan T3. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan vitamin E dapat meningkatkan kecernaan lemak dan bobot telur. Penambahan bakteri asam laktat dan kombinasi vitamin E dan BAL dapat meningkatkan kecernaan lemak tetapi tidak meningkatkan bobot telur ayam kedu hitam.Kata kunci: vitamin E, bakteri asam laktat, ayam kedu hitam, kecernaan lemak, bobot telurABSTRACT The study aims to determine the fat digestibility, egg production and egg weight due to the addition of vitamin E and lactic acid bacteria (LAB). The research was conducted on November 2011 to January 2012 on Livestock Farmers Groups Makukuhan Mandiri Kedu, Temanggung, Central Java. The Research using 20 males kedu black chicken age of 1 year with weight of 2071,43 ± 41,03 g and 100 females weight of 1540,83 ± 46,58 g. Ration used consisted of rice bran, yellow corn, soybean meal, fish meal, shellfish, and CaCO3. Treatment applied is T0 = control ration, T1 = ration + 20 IU/100 g vitamin E, T2 = ration + 3,6 ml LAB (Biostarter A) and T3 = ration + vitamin E 20 IU/100 g + 3,6 ml LAB (Biostarter A). Experimental design used was completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The parameters observed were fat digestibility and egg weight. The results showed that the addition of vitamin E and LAB were significantly different (P>0,05) for fat digestibility and egg weight kedu black chicken. The results of fat digestibility and egg weight were 84,21; 85,32; 86,97; 87,36%, and 41,28; 42,07; 39,78; 40,50 g/egg for each treatment T0, T1, T2, and T3. The conclusion is the addition of vitamin E can increase fat digestibility and egg weight. The addition of lactic acid bacteria and the combination of vitamin E and LAB can increase fat digestibility but not increase the egg weight kedu black chicken.Keywords: vitamin E, lactic acid bacteria, kedu black chicken, fat digestibility, egg weight
PENGARUH LEVEL PROTEIN DAN ASAM ASETAT DALAM RANSUM TERHADAP TINGKAT KEASAMAN (pH) USUS HALUS, LAJU DIGESTA DAN BOBOT BADAN AKHIRAYAM BROILER (The Effect of Levels Protein and Acetic Acid on Feed Formula to Potensial Hydrogen (pH) Intestine Small, Digest Puspasari, Dessi Rahmawati; Mulyono, Mulyono; Mangisah, Istna
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.697 KB)

Abstract

ABSTRAK          Penelitian bertujuan  mengetahui adanya interaksi antara level protein ransum dan penambahan asam asetat dalam ransum terhadap pH usus halus. Laju digesta dan bobot badana khir ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 180 ekor ayam broiler  unsex strain Lohman MB 202 dengan bobot awal rata-rata 45,6±4,8 g. Bahan ransum yang digunakan terdiri dari jagung pecah, bekatul, bungkil kedelai, Poultry Meat Meal (PMM), tepung ikan dan premiks. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  pola faktorial 2x3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah level protein kasar (PK) yaitu 21% (T1) dan 20% (T2), faktor kedua adalah level penambahan asam asetat yaitu 0% (V0), 0,75% (V1), 1,5% (V2). Parameter yang diamati adalah pH usus halus, laju digesta dan bobot badan akhir ayam broiler. Data hasil penelitian diolah secara statistik dengan analisis ragam dan apabila ada pengaruh nyata (p<0,05) antar perlakuan dilakukan uji wilayah ganda Duncan  pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian level protein dengan penambahan asam asetat  pada ransum  tidak terdapat interaksi yang  nyata (p>0,05) terhadap pH usus halus, laju digesta dan  bobot badan akhir. Simpulan penelitian adalah kombinasi level protein 21% dan 20% dengan penambahan asama setat 0%, 0,75% dan 1,5% dalam ransum belum mampu mengubah pH usus halus, laju digestadan meningkatkan bobot badan.Kata kunci : broiler, protein, asam asetat, pH usus halus, laju digesta, bobot badan akhir. ABSTRACT This research aims to determine the effect of levels protein and acetic acid on feed formula to pH small intestine, digest rate and final body weight of broiler. The materials used in the research were 180 unsex broiler chickens Lohman strain MB 202 with an average weight 45,6 ± 4,8 g. The ration used consisting of broken maize, rice bran, soybean meal, Poutry Meat Meal (PMM), fish meal and premix. The experimental design used was a completely randomized design (CRD) factorial 2x3 with 3 replications. The first factor, the protein level in ration, is  CP 21% (T1) and 20% (T2), the second factor is the addition of acetic acid on level 0% (V0), 0,75% (V1), 1,5% (V2). Parameters were observed include pH small intestine, digest rate and final body weight. Research used variance analised.The results showed that the protein level of the ration with the addition of acetic acid in the diet there is no significant interaction (p> 0.05) on the pH small intestine, digesta rate and final body weight. Conclusion The study is a combination of levels protein  21% and 20% with the addition of acetic acid 0%, 0.75% and 1.5% in the diet has not been able to change the pH small intestine, digesta rate and final body weight.Keyword : broiler, protein feed formula, acetic acid, pH small intestine, digest rate, final body weight
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA TINGKAT ANGGOTA KELOMPOK TANI TERNAK ITIK DI GAPOKTAN PURWADIWANGSA KELURAHAN PESURUNGAN LOR KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL Septiyani, Khayu; Mardiningsih, Dyah; Eddy, Bambang Trisetyo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.124 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen usaha anggota KTTI Purwadiwangsa, mengetahui kelemahan (Weaknesses), kekuatan (Strengths), ancaman (Threats) dan peluang (Opportunities) pada usaha tingkat peternak KTTI Purwadiwangsa, membuat perencanaan yang dapat mengembangkan para anggota KTTI Purwadiwangsa. Manfaat dari penelitian ini antara lain bagi peneliti, dapat menambah pengalaman serta mengetahui kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats) yang terjadi dalam KTTI Purwadiwangsa, untuk memberikan suatu informasi yang dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam pembangunan peternakan khususnya peternakan itik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode penentuan responden dilakukan secara random sampling dengan jumlah responden 40 peternak. Metode pengumpulan data yaitu metode observasi dan wawancara langsung kepada peternak. Data primer meliputi kelemahan dan kekuatan dari usaha peternakan itik. Data sekunder yaitu karateristik wilayah. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pemeliharaan ternak itik yang dilakukan oleh para peternak rakyat masih bersifat tradisional, kandang yang dimiliki sudah cukup baik, sanitasi kandang jarang dilakukan. Usaha ternak itik sebagai usaha pokok. Peran pemerintah sangat penting dalam pengembangan usaha pada tingkat peternak itik, Dari hasil Analisis SWOT menghasilkan total skor pembobotan faktor internal 3,321 dan total skor faktor eksternal sebesar 3,205 yang masuk pada kolom 1 (satu), yang artinya strategi pertumbuhan melalui konsentrasi yang dicapai secara integrasi vertikal dengan mengambil alih fungsi supplier/distributor, agar mampu meningkatkan kekuatan dengan upaya meminimalkan biaya produksi dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas serta distribusi produk.Kata kunci : Ternak itik, anggota KTTI, SWOTABSTRACT The purpose of this research is to know the business management Purwadiwangsa KTTI members, knowing the weakness of (Industry), strength, threats and Opportunities at the level of enterprise Purwadiwangsa KTTI breeders, Make planning members may develop ktti purwadiwangsa. The benefits of this research, among others, for researchers, can add to the experience as well as knowing the strength, weakness, opportunities and threats that occurs in the KTTI Purwadiwangsa, To give an information that can be used as basis consideration in development farm peternakan especially duck. Methods used in this research is method survey. The method of determining respondents carried out random sampling by the number of respondents 40 breeder. Data collection methods the methods of observation and interviews direct to the breeder. Primary Data include the weaknesses and strengths of the duck. Data is secondary karateristik region. Analysis of data used that is quantitative analysis and qualitative analysis. The results showed the cattle breeding ducks by the breeder is still traditional folk, Cage owned good enough sanitary cage rarely done. Livestock business as duck staple. The role of Government is crucial in business development at the level of the breeder ducks. From the results of the SWOT analysis produces a total score weighting internal factors and 3,321 total score of 3,205 external factors that enter in column 1 (one), that means a growth strategy through the concentration achieved in vertical integration by taking over the functions of suppliers/distributors, in order to be able to increase the power in order to minimize production costs and inefficient operations to control the quality and distribution of the product.Keywords: ducks, members of the KTTI, SWOT
KANDUNGAN ASAM LEMAK TAK JENUH TELUR AKIBAT PEMBERIAN KAYAMBANG (Salvinia molesta) PADA RANSUM AYAM PETELUR Nugraheni, Zaki Mala; Hintono, Antonius; Mangisah, Istna
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.391 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui efek pemberian kayambang (Salvinia molesta) dalam ransum ayam petelur terhadap persentase relatif asam lemak tak jenuh (asam lemak linolenat, linoleat dan oleat) telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian kayambang dalam ransum dengan taraf 0%, 6%, 12% dan 18%. Parameter yang diamati meliputi konsumsi lemak, persentase relatif asam lemak lemak linolenat, linoleat dan oleat telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kayambang hingga taraf 18% dalam ransum tidak memberikan pengaruh berbeda nyata (P>0,05) baik pada konsumsi lemak maupun pada persentase relatif asam lemak linolenat pada telur.  Sebaliknya pada persentase relatif asam lemak linoleat dan oleat memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,01). Kesimpulannya, pemberian kayambang (Salvinia molesta) dalam ransum ayam Lohmann Brown betina menurunkan konsumsi lemak pada ayam dan persentase relatif asam lemak tak jenuh (asam lemak linolenat, linoleat dan oleat) pada telur.Kata kunci : Kayambang; konsumsi lemak; asam lemak tak jenuh.ABSTRACT The aim of this research to determinate the effect of addition of kayambang (Salvinia molesta) in laying hens feed on relative percentage of egg unsaturated fatty acids (linolenic fatty acid, linoleic and oleic). This research used a completely randomized design (CRD) consist of 4 treatments and 3 replications. The treatment were added kayambang in laying hens feed with level 0%, 6%, 12% and 18%. Observed parameters were fat consumption, relative percentage of linolenic fatty acid, linoleic and oleic. Result showed the effect of addition of kayambang until 18% in feed wasn’t significally different (P>0.05) on fat consumption and relative percentage of linolenic fatty acid. In contrary, the effect of addition of kayambang until 18% in feed showed significally different (P>0.01) on relative percentage of linoleic and oleic fatty acid. In conclusion, addition of kayambang (Salvinia molesta) to Lohmann Brown females laying hens diet decrease of fat consumption and also relative percentage of unsaturated fatty acids (linolenic fatty acid, linoleic and oleic).Keywords : kayambang; fat consumption; unsaturated fatty acids.
PENGARUH PENAMBAHAN JINTAN HITAM (Nigella sativa) DAN VITAMIN C DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL LEMAK AYAM BROILER (The Effect of Black Cumin (Nigella sativa) Addition and Vitamin C Suplementation in BroilerDiet on The Lipid Profile) Azim, Ahmad Fuad; Atmomarsono, Umiyati; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.244 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jintan hitam (Nigella sativa) dan vitamin C dalam ransum terhadap profil lemak pada ayam broiler. Penelitian menggunakan 150 ekor broiler (unsexed), strain Cobb umur 8 hari dengan bobot badan rata-rata 187,15 ± 10,72 g. Perlakuan dibagi menjadi 5 jenis ransum dengan masing-masing penambahan vitamin C 500 ppm dan jintan hitam yang berbeda level, yaitu tanpa jintan hitam (T1), 0,25% jintan hitam (T2), 0,5% jintan hitam (T3), 0,75% jintan hitam (T4), 1% jintan hitam (T5). Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati meliputi bobot lemak abdominal, kadar kolesterol darah, HDL, LDL, dan kadar trigliserida darah yang diambil pada umur 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jintan hitam dan vitamin C tidak memberikan pengaruh berbeda (P>0,05) terhadap bobot lemak abdominal, kadar kolesterol darah, HDL, LDL, kadar trigliserida darah. Simpulan penelitian adalah penambahan jintan hitam (1%) dan vitamin C 500 ppm terhadap ayam broiler cukup untuk pemeliharaan di daerah tropis ditandai dengan perubahan bobot lemak abdominal, kadar kolesterol darah, HDL, LDL, dan kadar trigliserida darah.Kata kunci: ayam broiler; jintan hitam; vitamin C; lemak abdominal; profil lemakABSTRACTThe aim of research was to know the effectof addition of black cumin (Nigella sativa) and vitamin C in broiler diet on the lipid profile. One hundred fifty of chickens were used in thisresearch, unsexed,8 days old,Cobb strainswith 187,15 ± 10,72 g mean weight. The treatment was divided into 5 types of rations with addition of 500 ppm vitamin C in each rations and addition of black cumin in differential levels, i.e. without black cumin (T1); 0,25% black cumin (T2);0,5% black cumin (T3); 0,75% black cumin (T4),1% black cumin (T5). The treatments were arrangedto a completely randomized design (CRD)with 5 treatments and 5 replications. The observed parameters includeweights of abdominal lipid, levels of blood cholesterol, levels of high density lipoprotein (HDL), levels of low density lipoprotein (LDL) and levels of trigliserida. The results showed the addition of black cummin and vitamin C in chicken broiler rations had no significant (P>0,05) on weights of abdominal lipid, levels of blood cholesterol, levels of high density lipoprotein, levels of low density lipoprotein and levels of trigliserida.In conclusion, addition of 1% black cumminand 500 ppm vitamin C on the ration had enough for maintenance of broiler in tropical invironment with changing weights of abdominal lipid, levels of blood cholesterol, levels of high density lipoprotein, levels of low density lipoprotein and levels of trigliserida.Keyword : broiler chicken; black cumin; vitamin C; abdominal lipid; lipid profile
KUALITAS SEMEN BERDASARKAN UMUR PADA SAPI JANTAN JAWA Dewi, Arnia Septarosa; Ondho, Yon Soepri; Kurnianto, Edy
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.392 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur terhadap kualitas semen pada sapi Jawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2011 dan dilanjutkan pada bulan Juni 2012, di Kelompok Tani Ternak Cikoneng, Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 ekor sapi jantan Jawa. Masing-masing berumur <2 tahun sebanyak 2 ekor, umur 2-3 tahun sebanyak 3 ekor, dan umur >3 tahun sebanyak 3 ekor yang berada di KTT (Kelompok Tani Ternak) dengan cara pemeliharaan yang sama. Jumlah sapi pada masing-masing kelompok umur dianggap sebagai ulangan. Rancangan statistik yang digunakan adalah One Way Classification (RAL) dengan ulangan tidak sama. Data dianalisis menggunakan sidik ragam, dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur sapi jantan Jawa berpengaruh terhadap volume, tetapi tidak mempengaruhi parameter yang lain seperti warna, pH, konsistensi, konsentrasi, motilitas, mortalitas dan abnormalitasnya.Kata Kunci : Sapi Jawa; umur; kualitas semen.ABSTRACTThe objective of this research was to evaluate the effect of age on semen quality in Java bull. This research was conducted from July to August 2011, and continued in June 2012, located at farmer group of Cikoneng Sejahtera, Banjarharjo, Brebes, Central Java. The materials used were 8 heads of Java bulls, those were 2 heads of <2 years old, 3 heads of 2-3 years old, and 3 heads of >3 years old. All of materials were raised at farmer group in the same management. A number of bulls at each age group were assumed as the replication. Statistical design used was One Way Classification with unbalanced data. Data were analyzed using ANOVA, then followed by Duncan test if there is effect of the bull age. The results showed that age affects semen volume, but did not affect other parameters such as color, pH, consistency, concentration, motility, mortality and normality.Key words : Java bulls; age; semen quality.
ANALISIS PENGEMBANGAN USAHA TERNAK ITIK DI KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG (Analysis Business Development of Duck Farming in Banyubiru District Semarang Regency) Satrio, Yudi Wahyu; Santoso, Siswanto Imam; Setiadi, Agus
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.712 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian bertujuan mengetahui manajemen usaha tingkat peternak itik, faktor-faktor pendukung dan penghambat pengembangan usaha ternak itik dan mengidentifikasi prospek dan strategi pengembangan usaha tingkat peternak di Kecamatan Banyubiru. Penelitian dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2014. Penentuan lokasi atau wilayah penelitian dilakukan secara “purposive sampling”. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara “qouta sampling”. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil nilai Location Quoentient (LQ) di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang sebesar 14,15 yang artinya bahwa sub sektor peternakan itik di Kecamatan Banyubiru lebih spesialis dibandingkan di tingkat Kabupaten Semarang. Berdasarkan analisis SWOT dihasilkan total skor pembobotan faktor Internal Eksternal sebesar 3,00 dan 3,24 yang artinya antara lain pertumbuhan atau pengembangan dapat dilakukan dengan peningkatan sumber daya manusia, pemanfaatan sumber daya alam atau pakan guna meminimalkan biaya produksi. Simpulan yang didapatkan adalah Kecamatan Banyubiru memiliki daya dukung wilayah yang tinggi dalam pengembangan usaha ternak itik.Kata kunci : itik dan pengembangan usaha. ABSTRACTThis study aimed to know duck farming management, supporting factors and their inhibiting factors. Also, this study aimed to identify prospects and strategy for developing duck farms in Banyubiru sub-district. This study was conducted during November to December 2014. Research location was determined using purposive sampling method and sampling methodology used in this research was quota sampling methodology. The value of Location Quoentient in Banyubiru sub-district was 14,15 which meant that duck farm in Banyubiru sub-district was more expert than the duck farm in district level, Semarang. Based on SWOT analysis, total score of internal factors was 3% and total score of external factors were 3,24%. The conclusion was,  duck farms growth and development could be done through upgrading quality of its human resources,optimization of natural resources or food in order to minimize cost of production. The conclusion of this research was, duck farm in sub-district Banyubiru was worthed to be developed.Keywords : Duck and business development.
TOTAL BAKTERI ANAEROB, PRODUKSI GAS DAN LAJU PRODUKSI GAS BIO-DIGESTER DENGAN PENAMBAHAN SEKAM PADI PADA BAHAN BAKU FESES SAPI POTONG Hakim, Luqman Nauval; Nurwantoro, Nurwantoro; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.567 KB)

Abstract

This study aims to determine the total production of biogas, anaerobic bacterial counts, and the rate of biogas production with the addition of rice husk in cattle fecal material. The research was carried out on October 9, 2010 through June 14, 2011 in Dairy Cattle Science Laboratory, Faculty of Animal Science, Diponegoro University, Semarang. Research materials in the form of fresh feces of cattle by 200 males Java g biogas as the main ingredient, rice husks as much as 8.46 g of additional material, and as much water as a diluent 385.09 g stuffing materials digester. The equipment used is a set of tools digester, pH meter, thermometer, electric scales, aluminum foil, buckets, stirrers, measuring cups and shots. Experiments using completely randomized design (CRD) consisting of 2 treatments and 4 replications. Treatment is T0 (control) with stuffing materials 100% feces and T1 (treatment) with stuffing materials feces and rice hulls. Observed variables include the total gas, total anaerobic bacteria, and the rate of gas production. The data were tested by t test. The results showed that the addition of rice husk in biogas stuffing materials not significant (P> 0.05) on the production of gas and the gas production rate, whereas total anaerobic bacteria showed that there were significant effects (P <0.05). The average biogas production is 206.875 ml for 28 days at T0 and T1 243.75 ml. Total anaerobic bacteria in T0 (control) 0.75 × 107 cfu / g lower (P <0.05) than T1 (treatment) 3.24 × 107 cfu / g. Rice husks can not be used as an additive in the feces of beef cattle to produce biogas.Keywords: biogas, anaerobic bacteria, cow feces, rice husksABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total produksi biogas, jumlah bakteri anaerob, dan laju produksi biogas dengan penambahan sekam padi pada bahan baku feses sapi potong. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2010 sampai 14 Juni 2011 di Laboratorium Ilmu Ternak Perah, Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Materi penelitian berupa feses segar dari sapi Jawa jantan sebanyak 200 g sebagai bahan utama pembuatan biogas, sekam padi sebanyak 8,46 g sebagai bahan tambahan, dan air sebanyak 385,09 g sebagai pencair bahan isian digester. Peralatan yang digunakan yaitu seperangkat alat digester, pH meter, termometer, timbangan elektrik, alumunium foil, ember, pengaduk, gelas ukur dan suntikan. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah T0 (kontrol) dengan bahan isian 100% feses dan T1 (perlakuan) dengan bahan isian feses dan sekam padi. Variabel yang diamati meliputi total gas, total bakteri anaerob, dan laju produksi gas. Data hasil penelitian diuji dengan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan sekam padi pada bahan isian biogas tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap produksi gas dan laju produksi gas, sedangkan total bakteri anaerob menunjukkan terdapat pengaruh yang nyata (P < 0,05). Rata-rata produksi biogas adalah 206,875 ml selama 28 hari pada T0 dan pada T1 243,75 ml. Total bakteri anaerob pada T0 (kontrol) 0,75 × 107 cfu/g lebih rendah (P < 0,05) daripada T1 (perlakuan) 3,24 × 107 cfu/g. Sekam padi belum bisa digunakan sebagai bahan tambahan dalam feses sapi potong untuk menghasilkan biogas.Kata kunci: biogas, bakteri anaerob, feses sapi, sekam padi