cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
BERAT KARKAS, NONKARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL PADA AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG Salvinia molesta (The Mass of Carcass Portion, Non-Carcass Portion and Abdominal Fat of Broiler Fat by Salvinia molesta Containing Diet) Kusuma, Rudy Aditya; Dwiloka, Bambang; Mahfudz, Luthfi D.
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.202 KB)

Abstract

ABSTRAKS. molesta merupakan gulma air yang hidup terapung pada permukaan air. Dilihat dari segi proteinnya, S. molesta mempunyai potensi untuk dijadikan pakan ternak unggas. Kandungan protein pada S. molesta diharapkan dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas karkas ayam broiler. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui berat karkas, nonkarkas dan berat lemak abdominal ayam Lohman yang diberi pakan mengandung gulma S. molesta rawa pening. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (T0= 0% S. molesta, T1= 6%, T2= 12%, T3= 18%) dan 5 ulangan. Data diolah menggunakan analisis ragam pada taraf signifikasi 5%, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa berat karkas dan nonkarkas berpengaruh nyata (P<0,05) sedangkan berat lemak abdominal tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian S. molesta pada taraf 6% mampu meningkatkan berat karkas dan nonkarkas. Pemberian pada taraf 12% dan 18% menurunkan berat karkas, non karkas dan lemak abdominal. Pemberian S. molesta dalam ransum ayam broiler tidak lebih dari 6%.Kata kunci: S. molesta; karkas; non karkas; lemak abdominal ABSTRACT S. molesta has a potential to be used as poultry feed because it has a high protein content. The protein content S. Molesta is expected to increase and improve carcass quality of broiler chickens. This study aimed to determine carcass weight, noncarcass weight and abdominal fat weight of Lohman chickens that fed diet S. molesta. The research was used the Completely Randomized Design(CRD) with 4 treatments (T0= 0% S. molesta, T1= 6%, T2= 12%, T3= 18%) and 5 replications. Data is processed using avariety of analysis at a significance level of 5%, if significantly different test followed by Duncan's Multiple District. Statistical test results showed that the carcass and noncarcass weight have significant effect (P<0,05) where as abdominal fat weight has not significant effect (P>0,05).The results showed that administration of S. molesta level of 6% can improve carcass and noncarcass weight but did not affect the abdominal fat weight. Provision S. molesta level 12% and 18% decrease carcass weight, noncarcass weight and abdominal fat weight. The used of S. molesta in broiler feed no more than 6%.Keywords : S. molesta; carcass; noncarcass; abdominal fat
ANALISIS PROFITABILITAS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH “KARUNIA” KEDIRI (Profitability Analysis of “Karunia”Dairy Farm Kediri) Wardani, Tika Sukma; Budiraharjo, Kustopo; Prasetyo, Edy
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.306 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan dan profitabilitas yang dicapai oleh peternakan sapi perah “Karunia” dan mengetahui pengaruh faktor – faktor biaya pakan, jumlah produksi susu dan persentase jumlah ternak laktasi terhadap nilai profitabilitas.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – April 2012 di Peternakan sapi perah “Karunia” Kediri.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus.Data primer diperoleh melalui wawancara terhadap responden dan recording.Data diperoleh secara time series selama 36 bulan terakhir mengenai aspek teknis dan keuangan yang meliputi data biaya produksi, data penerimaan, data pendapatan, data jumlah produksi susu dan data jumlah ternak laktasi.Data sekunder diperoleh dari data yang ada di peternakan tersebut.Analisis data yang digunakan yaitu analisis rumus pendapatan, rasio profitabilitas, one sample t-test, analisis regresi linier berganda.Berdasarkan hasil perhitungan persamaan regresi linier berganda diperoleh persamaan Y = 54,794 – 0,492 X1 – 0,382 X2 – 0,062 X3. Koefisien determinasi (R2) diperoleh nilai sebesar 0,571 artinya 57,1% variasi nilai profitabilitas (Y) dapat dijelaskan oleh variasi yang terdapat pada biaya pakan (X1), jumlah produksi susu (X2) dan persentase jumlah ternak laktasi (X3), sedangkan 42,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model persamaan.Kesimpulan hasil penelitian adalah pendapatan bersih peternakan sapi perah “Karunia” rata – rata per bulan sebesar Rp. 7.226.475,26,- dengan jumlah sapi laktasi rata – rata 63 ekor. Biaya yang dikeluarkan per bulan sebesar Rp. 68.236.700,50,-. Profitabilitas yang dicapai sebesar 10,78%, perusahaan dikatakan profitable karena nilai profitabilitas lebih besar dari suku bunga bank sebesar 4,35%. Uji f secara serempak biaya pakan (X1), jumlah produksi susu (X2) dan persentase jumlah ternak laktasi (X3) berpengaruh sangat nyata terhadap profitabilias (Y). Uji t secara parsial biaya pakan (X1) berpengaruh sangat nyata terhadap profitabilitas (Y), dan jumlah produksi susu (X2) berpengaruh nyata terhadap profitabilitas (Y), sedangkan persentase jumlah ternak laktasi (X3) secara parsial tidak berpengaruh terhadap profitabilitas (Y). Kata kunci : Profitabilitas, peternakan sapi perah, produksi susu. ABSTRACT The purpose of this research is to know the magnitude of the revenue and profitability was achieved by a “Karunia” dairy farm and knowing influence factor, factor cost of feed, the production of milk and the percentage of the cattle of lactation against value profitability. Research was held in March – April 2012 in “Karunia” dairy farm Kediri. The methods used in this research is the case study method. Primary Data obtained through interviews with the respondents and recording. Data obtained for time series for 36 months on technical aspects and financial data covering production costs, data reception, income data, the amount of data the data the amount of milk production and livestock lactation. Secondary data retrieved from the data contained in these farms. Data analysis used analysis formulas use income, profitability ratios, one sample t-test, multiple linear regression analysis. Based on the results of the calculation of linear regression equations obtained multiple equations Y = 54,794 – 0,492 X1 – 0,382 X2 – 0,062 X3.A coefficient of determination ( r2 ) obtained value of 0,571 it means 57.1 % variation value profitability ( y ) can be explained by the variations contained in in the cost of feed ( x1 ), the production of milk ( x2 ) and the percentage of the cattle of lactation ( x3 ), while 42,9 % described by another variable that is not incorporated in model the equation. Conclusions of research results is a Karuniadairy farm net incomeaverages per month is Rp. 7.226.475,26,- with the number of 63 averagecows lactation flat tail. Total cost per month of Rp. 68.236.700,-.50. Profitability achieved by the company said 10,78% profitable because the value of profitability is greater than the interest rate a bank of 4.35%. F test simultaneously feed costs (X 1), the amount of milk production (X 2) and a percentage of the number of livestock lactation (X 3) effect very real to profitabilias (Y). T-test for the partial cost of feed (X 1) effect very real to profitability (Y), and the amount of milk production (X 2) influential real to profitability (Y), while the percentage of cattle lactation (X 3) partially has no effect on profitability (Y). Key word : profitability, dairy farm, milk production
PENGARUH BAHAN PENGEMAS DAN LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAN KIMIA WAFER PAKAN KOMPLIT BERBASIS LIMBAH AGROINDUSTRI Triyono, Eko; Prasetyo, Bambang Waluyo Hadi Eko; Mukodiningsih, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.021 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian yaitu untuk mengevaluasi bahan pengemas dan lama simpan optimal terhadap kualitas fisik dan kimia wafer pakan komplit berbasis limbah agroindustri. Ketersediaan pakan secara kontinyu perlu untuk meningkatkan produktivitas ternak. Penggunaan bahan pakan yang berasal dari limbah agroindustri merupakan salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan pakan, namun penggunaan bahan ini mempunyai kendala yaitu kualitas yang rendah karena itu pembuatan pakan komplit perlu dilakukan. Pakan yang diolah tidak akan awet apabila tidak dilakukan penanganan lanjut, pengemasan merupakan salah satu cara pengawetan pakan dan tidak menurunkan kualitas. Penelitian ini menggunakan pakan komplit yang dibentuk wafer dengan bahan pengemas dan lama simpan berbeda. Pembentukan wafer berfungsi untuk meningkatkan daya simpan dan mengurangi keambaan pakan. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor: bahan kemas dan lama simpan dan 3 ulangan. Faktor bahan kemas terdiri dari tanpa bahan kemas, plastik, karung plastik dan kardus, faktor lama simpan terdiri dari penyimpanan 0, 14, 28 dan 42 hari. Penelitian dilaksanakan selama 48 hari, pengambilan data dilakukan pada hari ke-0, 14, 28 dan 42. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis ragam Anova yang dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahan kemas dan lama simpan wafer pakan komplit berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein kasar, kadar air, kerapatan dan durabilitas serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak kasar. Kualitas fisik dan kimia wafer yang terbaik adalah pada penggunaan bahan kemas plastik dan lama simpan 14 hari.Kata kunci: Wafer pakan komplit, bahan kemas, lama simpanABSTRACTThe objectives of the research were to evaluate package and storage periods on physical and chemical quality of complete feed wafer based on agroindustry waste. The availability of feed continously was needed to increase productivity of livestock. The using agroindustry waste was one of requirement feedstuff for the livestock but, the using of the matter had a problem that less quality so, needed making complete feed. Processed feed is not durable if no further handling, packaging is one of the ways to preserve feed, and do not degrade the quality. This research uses complete feed wafer with package and storage periods are different. Establishment wafer serves to increase durability and reduce volume of feed. This research was done with completely randomized design patterned factorial with two factor, they are package and storage periods with 3 replications. The packaging factors consists of without packing materials, plastic, plastic bags and cardboard and storage periods consists of storage 0, 14, 28 and 42 days. The result was follow wit Anova test and Duncan test. The result of the research showed that package and storage periods was highly significantly (P<0,01) affected to crude protein, moisture content, density and durability and was significantly (P<0,05) affected to crude fat. Physical and chemical qualities of the best wafer is on the use of plastic containers and store 14 days.Key words: complete feed wafer, package, storage periods
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) DAN EFISIENSI EKONOMIS PEMELIHARAAN AYAM BROILER JANTAN YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG Salvinia molesta RAWA PENING AMBARAWA (Analysis of Break even point and Economic Efficiency of Male Broiler Chickens Were Given Rations Rangganata, Anugrah S.; Santoso, Siswanto Imam; Setiadi, Agus
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.436 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengetahui performa ayam broiler jantan, mengetahui break even point dan efisiensi ekonomis ayam broiler jantan yang diberi ransum daun Salvinia molesta Rawa Pening Ambarawa. Materi penelitian menggunakan DOC strain lohman jantan umur 2 minggu berjumlah 100 ekor dengan bobot badan awal rata-rata 45 g, pakan menggunakan jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, minyak nabati, grit, lisin, metionin, premix, dan Salvinia molesta yang diambil di daerah Rawa Pening Ambarawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan masing-masing lima ulangan. Variabel yang diamati meliputi konsumsi ransum, konversi ransum dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukan pada penggunaan penambahan Salvinia molesta level 6% pada ransum perlakuan (T1) memberikan pengaruh terhadap pertambahan bobot badan serta dapat mereduksi break even point pada ayam broiler jantan. Nilai  break even point  pada (T1) sebesar 30 unit penjualan hidup menghasilkan Rp 931.112 dan 2 unit penjualan karkas yang menghasilkan Rp 216.902. Nilai efisiensi ekonomis penjualan ayam hidup 25 ekor sebesar 0,964 dan penjualan karkas 25 ekor sebesar 1,360.Kata kunci : ayam broiler jantan; salvinia molesta; break even point; efisiensi ekonomis ABSTRACT The aims of this study were to analyze male broiler’s performance and to analyze Break even point and Economic efficiency of male broilers that were given Salvinia molesta as its ration from Rawa Pening Ambarawa. The materials used of this study were 100 DOC lohman strain age 2 weeks with each initial body weight was about 45 g, the feeds used were corn, rice bran, soybean, fish powder, vegetable oil, grit, lysine, methionin, premix and Salvinia molesta was taken from Rawa Pening Ambarawa. The method used in the study was Completely Randomized Design (CRD) whith 4 treatments and each treatment had 5 replications. Variables in the study were included ration consumption, ration conversion and daily body gain. The result of this study showed that the used of Salvinia molesta level 6% in the ration (T1) gave effect to the daily body gain and also reduced break even point of male broiler. Break even point score on T1 was about 30 units live selling and it gained Rp 931.112 and 2 units carcass selling gained Rp 216.902. Economic efficiency value of selling 25 live chickens was about 0,964 and selling of 25 carcasses was about 1.360.Keywords: male broilers chicken; salvinia molesta; break even point; economic efficiency
KELARUTAN MINERAL Ca DAN Zn HASIL SAMPING AGROINDUSTRI PADA RUMEN KAMBING JAWARANDU SECARA IN SACCO Suhada, Amir Taat; Pangestu, Eko; Nuswantara, Limbang Kustiawan
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.934 KB)

Abstract

This study aims to determine the solubility of minerals Ca and Zn from agroindustry byproducts in feed soluble minerals (a), the potentially degradation fraction of the feed mineral (b), the rate of mineral fraction b (c), and the in sacco availability of minerals (DT). The material used is 3 rumen fistulated goats Jawarandu aged 12-18 months. Feed by sugarcane shoot, bagasse, corncob, peanut skins and elephant grass. Experimental design used in this research is Completely Randomized design (CRD), the influence of feed between treatments followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. The results of mineral solubility of Ca and Zn in fractions a, b, c and DT showed a significant effect (p <0.05) between the feed material. Solubility of Ca and Zn mineral feed is influenced by the distribution of Ca and Zn in cell contents and cell walls (NDF) and the characteristics of the fiber.Key words: Mineral Solubility, Calsium, Zinc, In Sacco.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelarutan mineral Ca dan Zn hasil samping agroindustri pada mineral pakan yang mudah larut (a), fraksi mineral pakan potensial terdegradasi (b), laju mineral dari fraksi b (c), dan ketersediaan mineral (DT) secara in sacco. Materi yang digunakan adalah 3 kambing jantan Jawarandu umur 12-18 bulan yang berfistula pada bagian rumennya. Bahan pakan yang diujikan yaitu pucuk tebu, bagase, janggel jagung, kulit kacang tanah dan rumput gajah. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), adanya pengaruh antar perlakuan pakan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian kelarutan mineral Ca dan Zn pada fraksi a, b, c dan DT menunjukkan adanya pengaruh nyata (p<0,05) antar bahan pakan. Kelarutan mineral Ca dan Zn bahan pakan penelitian dipengaruhi oleh distribusi mineral Ca dan Zn pada isi sel dan dinding sel (NDF) serta karakteristik serat.Kata kunci : Kelarutan Mineral, Kalsium, Zink, In Sacco.
TAMPILAN TOTAL PLATE COUNT DAN Staphylococcus aureus PADA SUSU SAPI FRIESIAN HOLSTEIN AKIBAT DIPPING DENGAN IODOSFOR PADA BERBAGAI KONSENTRASI (Performance Of Total Plate Count And Staphylococcus aureus In Milk Of Friesian Holstein Cow After Dipping With Wibowo, Andri; Suprayogi, Teguh Hari; Sudjatmogo, Sudjatmogo
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.193 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi iodosfor untuk dipping terhadap Total Plate Count (TPC) dan Staphylococcus aureus pada susu sapi Friesian Holstein (FH). Penelitian dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak Unggul Mulyorejo di Desa Barukan, Kecamatan Tengaran - Kabupaten Semarang. Materi yang digunakan adalah susu segar yang diperoleh dari 18 ekor sapi perah FH laktasi dengan rata-rata bobot badan 408,55 ± 30,86 kg (CV = 10,68%) dan rata-rata produksi susu 9,6 ± 0,84 l (CV = 12,36%). Bahan dipping yang digunakan adalah iodosfor 10,295% (yang tersusun atas 0,295% iodine, 10% sorbitol dan gliserol) dan akuades yang dicampur hingga homogen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu T0 (non dipping), T1 (dipping dengan konsentrasi 0,5% iodosfor) dan T2 (dipping dengan konsentrasi 1% iodosfor). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan TPC pada T0, T1 dan T2 masing-masing adalah 9,6 ; 7,5 dan 3,9 x 105 CFU/ml (P<0,01), sedangkan total bakteri Staphylococcus aureus masing-masing yaitu : 1,60; 0,93 dan 0,55 x 102 CFU/ml (P<0,01). Kesimpulan dari penelitian ini adalah dipping dengan menggunakan iodosfor pada konsentrasi 0,5% sudah dapat menurunkan TPC dan Staphylococcus aureus pada susu sapi FH.Kata kunci:  dipping; iodosfor; Total Plate Count; Staphylococcus aureus; sapi Friesian Holstein  ABSTRACTThis study was aimed to determine the effect of iodosphor concentration for dipping on Total Plate Count (TPC) and Staphylococcus aureus in milk of Friesian Holstein (FH) dairy cow. The research was conducted at the Regional Technical Implementation Unit (Superior Livestock Breeding/UPTD Mulyorejo) Barukan village, Tengaran – district of Semarang. The material used was fresh milk obtained from 18 lactating FH dairy cows with an averaged body weight of 408.55 ± 30.86 kg (CV = 10.68%) and the averaged milk production of 9.6 ± 0.84 l (CV = 12.36%). Dipping materials used were iodosphor 10.295% (which was composed of 0.295% iodine, 10% sorbitol and glycerol) and distilled water which was mixed until homogeny. The experimental design used was a completely randomized design with 3 treatments and replicates).The treatments were T0 (non-dipping), T1 (dipping with a concentration of 0.5% iodosphor) and T2 (dipping with a concentration of 1% iodosphor).The results showed that the average of TPC of the treatments were 9.6; 7.5, and 3.9 x 105 CFU/ml (P <0.01), whereas the total Staphylococcus aureus were 1.60; 0.93 and 0.55 x 102 CFU/ml (P <0.01) for T0, T1 and T2, respectively. The conclusion of this study was the use of iodosphor at a concentration of 0.5% for dipping could lower the TPC and Staphylococcus aureus in milk from FH dairy cows. Keywords:  dipping; iodosphor; Total Plate Count; Staphylococcus aureus; Friesian Holstein cows
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR DADA DENGAN BOBOT BADAN KAMBING JAWARANDU BETINA DI KABUPATEN KENDAL (Correlation between Chest Girth and Body Weight of Female Jawarandu Goat in Kendal Regency) Purwanti, Aprilia Intan; Arifin, Mukh; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.712 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menduga bobot badan (BB) kambing Jawarandu betina melalui pengukuran lingkar dada (LD). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kambing Jawarandu betina yang berumur 3-12 bulan sebanyak 25 ekor dan >12-48 bulan sebanyak 75 ekor. Pengambilan sampel kambing dilakukan dengan cara purposive sampling. Variabel yang diamati adalah bobot badan dan lingkar dada kambing Jawarandu betina. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka korelasi (r) pada kelompok umur 3-12 bulan sebesar 0,840, pada kelompok umur >12-48 bulan sebesar 0,902 dan pada semua kelompok umur sebesar 0,938. Hasil korelasi antara lingkar dada dengan bobot badan diperoleh persamaan regresi linier untuk kambing Jawarandu betina kelompok umur 3-12 bulan BB = -22,500+0,693LD, pada kelompok umur >12-48 bulan BB = -47,523+1,109LD dan pada semua kelompok umur BB = -45,145+1,074LD. Persamaan regresi linier tersebut dapat digunakan untuk menduga bobot badan kambing Jawarandu betina yaitu pada semua kelompok umur dengan tingkat keakuratan sebesar 99,95%. Simpulan hasil penelitian ini yaitu persamaan regresi linier dengan variabel lingkar dada  dapat digunakan untuk menduga bobot badan kambing Jawarandu betina pada semua kelompok umur dengan akurat.Kata kunci : Bobot badan; Kambing Jawarandu; Lingkar dada ABSTRACT             This study was aimed to estimate the body weight of female Jawarandu goats based on the chest girth (CG) measurement. The materials used in this study were females Jawarandu goat aged 3-12 months and 12-48 months old as many as 25 and 75 heads, respectively. Goats were selected based on purposive sampling methods. The variables measured were body weight (BW) and CG of age group of goats. The results found that, the correlation (r) between CG and BW in the 3-12 month age group was 0.840, while in the age group >12-48 months was 0.902, while   for all age groups was 0,938 respectively. The correlation between CG and BW was formed in linear regression equations of BW (kg) = 0.693CG (cm) -22.500 for age of 3-12 months, and BW (kg)= 1.109CG (cm) - 47.523 for the age group of >12-48 months, and for all groups age was BW (kg) = 1.074CG(cm) -45.145. These linear regression equations could be used to estimate the body weight of the female Jawarandu goats in all age groups with the accuracy of 99.95%. Conclusion of this study was the linear regression equation with variable chest girth can be used to estimate the body weight of female Jawarandu goats in all age groups accurately.Keywords : Body weight, chest girth, Jawarandu goat.
PERTUMBUHAN MIKROBA PADA TELUR PASCA PASTEURISASI Rizal, Barlian; Hintono, Antonius; Nurwantoro, Nurwantoro
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Egg is a nutritius food, rich in protein, fat and minerals, there fore eggs are made susceptible for microbial growth. Microbes that could grow in egg were not only the good microbes for human body but also could be grown by pathogenic microbes or microbes that injurious for health. The growth of pathogenic microbes could be decreased by pasterurization. This purpose of this research was to determine the influence of long storage and pasteurization method at fresh egg to the growth of microbes during storage for 3 weeks after pasteurization. The benefits were expected to know the method of pasteurization, proper long storage, provide information about the growth of microbes, and pH of the pasteurization albumen the storage for 3 weeks. The experimental design used was factorial complately randomized design 3x4 with 3 replications, pasteurization method (A) factor I and factor II with storage time (B). The result of this research proved that the method of pasteurization did not affect the moisture content albumen, pH albumen and yolk, but it was influential to the total microbes. Long storage affected on moisture content of albumen, yolk pH and albumen pH, total microbes but it did not affect moisture content of egg yolks, there is no interaction between pasteurization method with storage time. Pasteurization that used the oven at a temperature 700C for 60 minutes, much less its microbes total compared to pasteurization using waterbath at a temperature 630C for 3 minutes. The longer it was stored, the total of microbes increased.Keywords: eggs, pasteurized, storage, microbesABSTRAK Telur merupakan salah satu hasil peternakan yang memiliki gizi tinggi dan digemari masyarakat karena harganya yang tejangkau. Kandungan gizi yang tinggi pada telur rentan ditumbuhi mikroba karena bisa menjadi media pertumbuhan yang baik bagi mikroba. Mikroba dapat tumbuh pada telur tidak hanya mikroba yang baik bagi tubuh manusia tetapi juga bisa ditumbuhi mikroba pathogen yang berbahaya bagi tubuh manusia. Pertumbuhan mikroba patogen dapat dikurangi dengan pasteurisasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh interaksi lama penyimpanan dan metode pasteurisasi pada telur segar terhadap pertumbuhan mikroba selama penyimpanan 3 minggu setelah pasteurisasi. Manfaat yang diharapkan yaitu untuk mengetahui metode pasteurisasi, lama penyimpanan yang tepat, memberikan informasi tentang pertumbuhan mikroba, dan pH dari telur ayam ras pasteurisasi dengan masa simpan selama 3 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3x4 dengan 3 ulangan dengan faktor I metode pasteurisasi (A) dan faktor II lama penyimpanan (B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pasteurisasi tidak berpengaruh terhadap kadar air putih dan kuning telur, pH putih dan kuning telur tetapi berpengaruh terhadap total mikroba. Lama penyimpanan berpengaruh terhadap kadar air putih telur, pH putih dan kuning telur, total mikroba tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar air kuning telur, tidak ada interaksi antara metode pasteurisasi dengan lama penyimpanan. Pasteurisasi dengan menggunakan oven pada suhu 700C selama 60 menit total mikrobanya lebih sedikit dibanding pasteurisasi dengan menggunakan waterbath pada suhu 630C selama 3 menit. Semakin lama disimpan total mikroba semakin banyak.Kata kunci: telur, pasteurisasi, penyimpanan, mikroba
PENGARUHKEPADATAN KANDANG DENGAN PENAMBAHAN JINTAN HITAM (Nigella Sativa) DALAM RANSUM TERHADAP PRODUKSI KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER (The Effect of Cage Density and Additive of Black Cumin the Diet on Carcass and Abdominal Fat Production of Br Suwito, Tutur Adi; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.629 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung pengaruh kepadatan kandang dan penambahan jintan hitam  dalam ransum terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Manfaat penelitian ini yaitu untuk mengetahui secara langsung pengaruh kepadatan kandang dengan penambahan jintan hitam terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Penelitian dilaksanakan pada bulan Febuari-April 2013 di KandangLaboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan adalah ayam broiler unsex dengan merk dagang CP 707 umur 8 harisebanyak 270 ekor dengan bobot badan rata-rata 163,12 ± 8,10 g.Bahan pakan yang digunakan adalah Bekatul,jagung, tepung ikan, meat bone meal, bungkil kedelai, tepung tapioka dan top mix.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3x3 dengan 3 ulangan. Sebagai faktor pertama adalah kepadatan (K) yaitu kepadatan rendah (K1) dengan jumlah ayam 8 ekor/m2, sedang (K2) 10 ekor/m2 dan tinggi (K3) 12 ekor/m2. Faktor kedua adalah jintan hitam (J) yaitu penambahan jintan hitam sebesar 1%/kg ransum (J1), 2%/kg (J2) dan 3%/kg (J3). Parameter yang diamati adalah bobot badan akhir, bobot karkas dan lemak abdominal. Data dianalisis ragam menggunakan uji F dan dilanjutkan uji Duncan jika ada pengaruh perlakuan dengan bantuan software SPSS 16.Kepadatan 12 ekor/m² dengan penambahan jintan hitam 1%/kg sudah cukup untuk mengatasi stres akibat kepadatan kandang dan memberikan bobot akhir, bobot karkas dan lemak abdominal yang tidak berbeda.Kata kunci: ayam broiler; jintan hitam; kepadatan; karkas; lemak abdominal  ABSTRACT   This research aimed to determine effect of cage density and addition of black cumin as materials of ration compile on broiler carcas and abdominal fat. Benefits of this research are obtained level density and the addition of black cumin which gives a good production carcas and abdominal fat in broiler. The experiment was conducted in February - April 2013 in Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, University of Diponegoro, Semarang. The material used were a broiler unsex 8 days old as 270 birds with an average body weight of 163,12 ± 8,10 g. Feed ingredients used are rice bran, corn, fish meal, meat bone meal, soybean meal, tapioca flour and top mix. The experimental design used was factorial design with 3x3 factorial and 3 replications. As the first factor is the density ( K ) is a low density ( K1 ) with the density of  8 birds/m2, medium ( K2 ) 10 birds/m2 and high ( K3 ) 12 birds/m2. The second factor were addition black cumin ( J ) is 1% black cumin/kg ration ( J1 ), 2%/ kg ( J2 ) and 3%/ kg ( J3 ). Parameters measured were the last weight, carcass weight and abdominal fat. Data were analyzed using a variety of F test and Duncan continued if there is the effect of treatment with the help of software SPSS 16. The conclusion is the use of level 1 % black cumin/kg with density 12 ekor/m²anoughtto surmount a stress due to density of cage until providethe last weight, carcass weight and abdominal fat optimal.Key words: broiler; black cumin; density; carcas; abdominal fat
PENGGUNAAN INTERNET PADA USAHA PETERNAKAN RAKYAT: STUDI KASUS PADA USAHA PETERNAKAN KAMBING BAROKAH GUNUNGPATI DAN PETERNAKAN KELINCI HIAS METESEH KOTA SEMARANG Ilmi, Ihda Usria Nuril; Eddy, Bambang Trisetyo; Setyadi, Agus
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.337 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penggunaan internet yang diterapkan di dalam peternakan rakyat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada peternak agar mampu mengembangkan usaha peternakannya dengan menggunakan internet. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 November- 5 Desember 2012 di Peternakan Barokah Gunungpati Kota Semarang dan Peternakan Kelinci Hias Meteseh Kota Semarang. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode kualitatif dengan studi kasus (case study). Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Peternakan. Data dianalisis secara deskriptif dan ditambah dengan perhitungan Break Even Point (BEP) untuk mengetahui tingkat keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peternakan Kambing Barokah menggunakan indonet, sedangkan Peternakan Kelinci Hias menggunakan facebook untuk membantu mengembangkan usahanya. Peternak berusaha untuk membuat tampilan yang menarik dan memperbaharui informasi secara periodik sehingga penggunaan internet pada usaha peternakan rakyat cukup efektif untuk mengembangkan usahanya. Dengan profil yang jelas dan menarik yang disajikan dalam website mempermudah konsumen untuk berhubungan dengan peternak. Setelah menggunakan internet terdapat beberapa keuntungan yaitu peningkatan jumlah konsumen, perluasan wilayah pemasaran, penurunan biaya produksi, penurunan BEP sehingga terjadi efisiensi penggunaan biaya produksi dan peternak akan menjadi lebih mudah untuk mendapatkan keuntungan.Kata kunci: kualitatif; studi kasus; deskriptif; peternakan rakyat dan BEPABSTRACT The purpose of this research was to know how far the internet is used in traditional farm. This research suggested the farmers to developed his farm using internet. This research was held at 5 November- 5 Desember 2012 in Barokah Goat Farm Gunungpati and Rabbit Farm Meteseh Semarang Regency. The method was used in this research was qualitative with case study method. Data were collected by depth interview, observation, and documentation. Secondary data were retrieved from Badan Pusat Statistik (BPS) and Dinas Peternakan. Data were analyzed by descriptive approach. Break Even Point (BEP) was conducted to analyze the benefit of traditional farm. The results showed that Barokah Goat Farm uses indonet and Rabbit Farm uses facebook to developed their farm. The farmers tried to made interesting profile and update that one periodicly so that, using internet in traditional farm was effective to developed his farm. Distinct and interesting profile was used in the website made easy communication between farmers and consumer. After using internet, the farmers got many benefits. They increased consumers, markets, decreased production costs, decrease BEP so that the farmers got benefits from his farm.Key words: qualitative; case study; descriptive; farm and BEP