cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TEMU KUNCI (Boesenbergia pandurata ROXB.) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS PADA AYAM BROILER (The Effect of feeding fingerroot (Boesenbergia pandurata ROXB.) Powder on Broiler Performance) Artanto, Eriski Dian; Sukamto, Bambang; Atmomarsono, Umiyati
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.387 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung temu kunci (Boesenbergia pandurata ROXB.) dalam ransum terhadap performans, persentase karkas dan meat bone ratiopada ayam broiler. Seratus dua puluh ayam broiler unsex umur 7 hari bobot badan awal 137,5 g ± 16,04 g setiap unit percobaan terdapat 6 ekor ayam broiler dibagi 5 taraf pemberian tepung temu kunci (0; 0,8; 1,2; 1,6; dan 2%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, 5 perlakuan dan 4 ulangan.Data yang diperoleh  dianalisis sidik ragam uji F taraf signifikasi 5%, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum, persentase karkas dan meat bone ratio tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap penambahan temu kunci dalam ransum.Kesimpulan hasil penelitian penambahan temu kunci belum mampu meningkatkan performans ayam broiler.Kata Kunci: temu kunci; performans; persentase karkas; meat bone ratio; ayam broiler ABSTRACTThis study aimed to determine the effect of dietary fingerroot (Boesenbergia pandurata ROXB.)powderaddition on performance (feed consumption, body weight again, feed conversion ratio), carcass percentage and meat bone ratio of broiler chickens. One hundred and twenty broiler chick unsex age of 7 days body weight 137,5 g ± 16,04 g each experimental unit 6 chickens were allocated in five levels of fingerrootpowder addition (0; 0,8; 1,2; 1,6;  and  2%). The experimental design used in this study was Completely Randomized Design with 5 treatments and 4 replications. The data obtained were analyzed using analisis of varianc with F-test level 5% and if the results of the analysis show that the real effect of treatment will be followed by the Least Significant Duncan test. The result showed that feed feed consumption, body weight again, feed conversion ratio carcass percentage and meat bone ratio not significantly effect (P>0,05) in dietary fingerroot ration.The conclusion of the experiment is that fingerroot powder could be effect performance in broiler.Key word : fingerroot; performance; carcass percentage; broiler chickens
PENGARUH PENAMBAHAN KOTORAN WALET DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMANS BURUNG PUYUH JANTAN UMUR 0–5 MINGGU Tambunan, Guntar M; Sarengat, Warsono; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.074 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan kotoran walet dalam ransum terhadap performans burung puyuh jantan umur 0-5 minggu. Penelitian ini dilaksanakan di kandang unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro dan berlangsung selama 5 minggu. Materi yang digunakan adalah burung puyuh jantan umur satu hari sebanyak 200 ekor. g, 340,13 g, 356,69 g, 355,43 g dan 350,92 g. Bobot badan T0, T1, T2, T3 dan T4 adalah 97,00 g, 101,55 g, 106,50 g, 104,00 g dan 109,25 g. Konversi ransum T0, T1, T2, T3 dan T4 adalah 3,26, 3,37, 3,35, 3,45 dan 3,22. Hasil analisis statistik menunjukkan penambahan kotoran walet dalam ransum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Kesimpulan penelitian ini yaitu bahwa kotoran walet dapat digunakan sebagai bahan ransum burung puyuh jantan sampai level 12%.Kata kunci : Burung puyuh; kotoran walet; performans.ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of the addition of swallow droppings in the ration on performance of quail males aged 0-5 weeks. This research was conducted in the poultry cages, Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University and lasted for 5 weeks. The materials used were 200 heads of males quail aged one day. Parameters observed were feed consumption, body weight gain and feed convention rations. The results showed that the average ration T0, T1, T2, T3 and T4 were 335,71 g, 340,13 g, 356,69 g, 355,43 g and 350,92 g. Body weight gain T0, T1, T2, T3 and T4 were 97,00 g, 101,55 g, 106,50 g, 104,00 g and 109,25 g. Convertion ratio T0, T1, T2, T3 and T4 were 3,26, 3,37, 3,35, 3,45 and 3,22. The results of the statistical analysis showed the addition of swallow droppings in the ration had no significant effect (P> 0.05) to ration consumption, body weight gain and conversion ratio. The conclusion from this research is that swallow droppings it can be used as a ration to the level of 12%Keywords: Quail; swallow droppings; performance.
MASSA PROTEIN DAN LEMAK DAGING PADA AYAM BROILER YANG DIBERI TEPUNG TEMUKUNCI (Boesenbergia pandurata ROXB.) DALAM RANSUM (Protein and Fat Meat Mass in Broiler Chikens which Given Finggerroot (Boesenbergia pandurata ROXB.) Powder in Ration) Mentari, Anik Siswi; Mahfudz, Luthfi D.; Suthama, Nyoman
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.464 KB)

Abstract

ABSTRAK            Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung temukunci (Boesenbergia pandurata ROXB.) dalam ransum ayam broiler terhadap massa protein dan massa lemak daging.  Manfaat penelitian dapat memberikan informasi bagi peternaktentang pemberian tepung temukunci sebagai bahan aditif yang mengandung antioksidan murah dan mudahdidapatserta memiliki kegunaan dalam meningkatkan massa protein dan menurunkan massa lemak daging ayam broiler.  Materi yang digunakan adalah 120 ekor ayam broiler umur 8 hari dengan bobot (137,5 g ± 16,09), setiap ulangan terdapat 6 ekor ayam.  Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan.  Parameter yang diamati adalah massa proteiin daging, massa kalsium daging, massa kalsium tulang, massa lemak daging, dan pertambahan bobot badan.  Perlakuan pemberian tepung temukunci masing-masing (0; 1,2; 1,6; 1,8 dan 2 %).  Data diolah dengan analisis ragam pada probabilitas 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan.  Jika terdapat pengaruh nyatadilanjutkan dengan perhitungan uji wilayah duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung temukunci dapat meningkatkan deposisi protein yang dinyatakan sebagai massa protein daging serta menurunkan pengaruh Ca daging yang dinyatakan sebagai massa kalsium daging sehingga tidak berpengaruh dalam degradasi protein, sedangkan massa lemak daging dan massa kalsium tulang tidak berpengaruh nyata (P>0,05).  Kesimpulan dari penelitian, pemberian tepung temukunci hingga level 1,8% dapat  mempengaruhi massa protein dan kalsium daging secara optimal.          Kata kunci: ayam broiler;  temukunci;   antioksidan;   pertumbuhan;  massa protein;  lemak daging ABSTRACT            The study was aimed to determine the effect of finggerroot (Boesenbergia pandurata ROXB.) powder in broiler chickens ration on protein and fat meat mass.   The benefit of research can provide information on the utilization of finggerroot as a broiler chickens feed.  The materials used are 120 broiler chickens (age 7 days) with initial body weight (137.5 g  ± 16.09), each experimental unit contained six chikens with the level of provision of finggerroot.  This research used completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications.  Parameters measured were meat protein mass, meat fat mass, meat calcium mass, bone calcium mass, and body weight gain.  The treatment is the gift of finggerroot different levels (0; 1.2; 1.6; 1.8 and 2 %).  Data were statically analyzed by analysis of variance and continued to Duncan test when the treatment effect was significant.  The result showed that giving finggerroot into ration could improve protein deposition ability which stated at meat protein mass and decrease the effect of meat Ca in protein degradation which stated at meat calcium mass, while meat fat mass and bone calcium mass has no significant effect (P>0.05).  The conclusion is feeding finggerroot in level 1.8 % could improve protein and calcium meat mass optimally.Keywords: broiler chikens; finggerroot; antioxidant;  growth;  protein; fat meat mass
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) PADA BERBAGAI UPAYA PERBAIKAN TANAH SALIN Suswati, Suswati; Sumarsono, Sumarsono; Kusmiyati, Florentina
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan produksi rumput benggala (Panicum maximum) pada berbagai upaya perbaikan tanah salin. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca, Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari : kontrol (P0), gypsum (P1), abu sekam padi (P2), pupuk kandang (P3), gypsum dan abu sekam padi (P4), gypsum dan pupuk kandang (P5) dan abu sekam padi dan pupuk kandang (P6). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar, produksi bahan kering dan nisbah daun batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbaikan tanah salin berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah anakan, panjang akar, bahan kering akar dan produksi bahan kering tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nisbah daun batang.Kata kunci : tanah salin, pertumbuhan dan produksi, rumput benggala
PENGARUH BERBAGAI FILLER (BAHAN PENGISI) TERHADAP KADAR AIR, RENDEMEN DAN SIFAT ORGANOLEPTIK (WARNA) CHICKEN NUGGET Kusumaningrum, Margi; Kusrahayu, Kusrahayu; Mulyani, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.89 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai filler terhadap kadar air, rendemen dan sifat organoleptik (warna) chicken nugget. Materi yang digunakan adalah berbagai tepung yang berasal dari umbi-umbian yaitu tepung tepung terigu, tepung ubi jalar kuning, tepung gaplek, tepung garut, tepung mocaf (modified cassava flour). Data hasil penelitian diolah secara statistik menggunakan analisis ragam pada taraf signifikasi 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata terhadap kadar air dan rendemen dilanjut uji wilayah ganda duncan, sedangkan pada nilai sifat organoleptik warna dilanjut uji non parametrik kruskall wallis. Perlakuan yang diterapkan adalah dengan 5 perlakuan (T0 menggunakan 10% tepung terigu sebagai filler, T1 menggunakan 10% tepung ubi jalar kuning sebagai filler, T2 menggunakan 10% tepung gaplek sebagai filler, T3 menggunakan 10% tepung garut sebagai filler, T4 menggunakan 10% \tepung mocaf (modified cassava flour) sebagai filler) dengan 4 kali ulangan. Berdasarkan analisis ragam diketahui bahwa penggunaan berbagai filler memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada rendemen dan uji organoleptik warna, tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada uji kadar air.Kata Kunci : chicken nugget, ubi jalar kuning, gaplek, garut, mocafABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of various filler on the water content, rendemens and the color of chicken nuggets. The material used is a variety of flour from the wheat flour, yellow sweet potato flour, cassava flour, arrowroot flour, mocaf flour (modified cassava flour). The data were processed statistically using analysis of varians on the level of significance of 5% and if there are significant effect on the value of the water content and rendemens continued duncan multiple range test, while the value of the organoleptic properties of color continued non parametric kruskall wallis test. The treatment was applied to 5 treatments (T0 used 10% wheat flour as a filler, T1 used 10% yellow sweet potato flour as a filler, T2 used 10% cassava flour as a filler, T3 used 10% arrowroot flour as a filler, T4 used 10% mocaf flour (modified cassava flour) as a filler) with 4 replications. There were significantly effect (P<0,05) on rendemens and color test, however there was no significantly effect (P>0,05) on the water content.Keywords: chicken nuggets, yellow sweet potato, cassava, arrowroot, mocaf
ANALISIS POLA SALURAN PEMASARAN DAN MARJIN PEMASARAN USAHA TERNAK AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL (Analysis of The Pattern Marketing Channels And Marketing Margins Broiler Chicken Farming Partnership In Limbangan Distr Rahmawati, Yeni; Sarengat, Warsono; Marzuki, Sudiyono
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.684 KB)

Abstract

ABSTRAK              Tujuan penelitian adalah mengetahui pola saluran pemasaran pada usaha ternak ayam broiler pola kemitraan di Kecamatan Limbangan dan mengetahui nilai marjin pemasaran ayam broiler pada tiap pola saluran pemasaran.Penelitian dilaksanakanbulan Juni sampai bulan Juli 2014 di Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan pola saluran pemasaran dibahas secara deskriptif dan pengujian marjin pemasaran tiap pola saluran pemasaran di uji dengan independent sample t test. Hasil penelitian adalah terdapat 3 pola saluran pemasaran yaitu pola 1: produsen - inti - pedagang besar - pedagang pasar - pedagang eceran - konsumen; pola 2: produsen - inti - pedagang besar - pedagang pasar - konsumen; dan pola 3: produsen - inti - pedagang besar - konsumen. Rata-rata marjin pemasaran adalah pola 1 (panjang) Rp 13.032 sebesar 35,52%, pola 2 (sedang) Rp 12.244 sebesar 33,40 % dan pola 3 (pendek) Rp 11.408 sebesar 31,09%. Marjin pemasaran pola (1 dan 2) dan pola (1 dan 3) terdapat perbedaan antara tiap pola. Sedangkan pola (2 dan 3) tidak terdapat perbedaan antara tiap pola.Kata Kunci: Pola saluran pemasaran dan marjin ABSTRACT             The purpose of this study was determine the pattern of marketing channels in broiler chicken farmingin the district Limbangan partnership and know the value of marketing margin broiler sin each marketing channel pattern. The research was conducted from June to July 2014 Limbangan District Kendal Regency. Data collected included primary data and secondary data. Analysis of the data used marketing channel pattern discussed in the descriptive and marketing margin testing each marketing channel pattern is tested with independent sample t test. The results showed that there are three patterns of marketing channels that pattern 1: manufacturer-core-wholesalers-markettraders-retailers-consumers; pattern2: manufacturer-core-wholesalers-markettraders-consumers and pattern 3: manufacturer-core-wholesalers-consumers. The average marketing marginis the pattern1 (length) Rp13.032 at 35.52%, the pattern2 (moderate) Rp12.244 at 33.40% and 3 patterns (short) Rp11.408 at 31.09%. Marketing marginisthe pattern (1 and 2) and patterns (1 and 3) that there are differences between each pattern. While the pattern (2 and 3) that there is no difference between each them.Keywords: Pattern marketing channels and margin
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG JAHE EMPRIT (Zingiber officinale var Amarum) DALAM RANSUM TERHADAP LAJU PAKAN DAN KECERNAAN PAKAN AYAM KAMPUNG UMUR 12 MINGGU Setyanto, Andri; Atmomarsono, Umiyati; Muryani, Rina
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.46 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of ginger powder emprit use in the diet on passage rate and feed digestibility of 12 weeks old native chicken. The material used in the study were 240 DOC native chickens. Diet was divided into two phases, namely stater phase with protein 19% and 2.900 EM kcal/kg and finisher phase with protein 17% and 2.900 EM kcal/kg. The experiment was conducted using the Completely Randomized Design(CRD) on split plot pattern with 2 main plot, 4 subplot and 5 replications, there was 40 experimental units. The experimental unit consisted of 6 bird chicken. The diet given adlibitum fed DOC to 4 weeks. Old after 5 weeks old the chicken male and female were separate and gave ginger powder in the diet T1 = 1%, T2 = 2%, T3 = 3% and the control diet (with out ginger powder). The results showed an average digestibility of the diet (T0 = 75,38%, T1 = 75,83%, T2 = 73,95%, T3 = 73,26%), passage rate (T0 = 179,2 min, T1 = 174,0 min, T2 = 186,0 min, T3 = 163,0 min), protein digestibility (83,97% males and females 80,67%). The conclusion of this study showed that the effect of ginger powder in the diet significant on passage rate. The treatment use ginger powder in the diet no significant effect on digestibility of diet and the protein digestibility, but significant effect on the digestibility protein male and female show that the males chicken more can ulitize the protein digestible than the female.Key words: native chicken, ginger powder, passage rate, feed digestibilityABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung jahe emprit dalam ransum terhadap laju pakan dan kecernaan pakan ayam kampung umur 12 minggu. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 240 ekor ayam kampung berumur 1 hari unsex yang berjumlah 240 ekor. Ransum dibagi menjadi dua fase, yaitu fase starter dengan protein 19% EM 2.900 kkal dan fase finisher dengan protein 17% EM 2.900 kkal. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola split plot dengan 2 petak utama, 4 sebagai anak petak dan 5 ulangan, sehingga ada 40 unit percobaan. Tiap unit percobaan terdiri dari 6 ekor ayam kampung, sehingga ayam yang dibutuhkan adalah 240 ekor. Ransum diberikan ad libitum sampai umur 4 minggu. Setelah umur 5 minggu dan diketahui jantan betina dilakukan pemberian ransum perlakuan dengan penggunaan tepung jahe 1%, 2%, 3% dan ransum kontrol tanpa penggunaan tepung jahe. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kecernaan ransum (T0 = 75,38%, T1 = 75,83%, T2 = 73,95%, T3 = 73,26%), laju pakan (T0 = 179,2 menit, T1 = 174,0 menit, T2 = 186,0 menit, T3 = 163,0 menit), kecernaan protein (jantan 83,97% dan betina 80,67%). Kesimpulan hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung jahe dalam ransum berpengaruh terhadap laju pakan. Perlakuan penggunaan tepung jahe tidak berpengaruh terhadap kecernaan ransum dan kecernaan protein, tetapi pada kecernaan protein berpengaruh terhadap jantan dan betina yang menunjukan ayam jantan dapat memanfaatkan protein yang di cerna dari pada betina.Kata Kunci : tepung jahe, ayam kampung, laju pakan, kecernaan pakan
KANDUNGAN BAKTERI ASAM LAKTAT DAN BAKTERI SELULOLITIK PADA POLLARD YANG DIFERMENTASI (Content Of Lactid Acid Bacteria And Cellulolytic Bacteria On The Pollard Fermentation) Nurhalimah, Neneng; Widiyanto, Widiyanto; Sulistiyanto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.012 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui kandungan bakteri asam laktat (BAL) dan bakteri selulolitik pada pollard yang difermentasi dengan cairan rumen dan Cairan Limbah Sayur Fermentasi (CLSF).  Pembuatan CLSF dengan mencampur limbah sayuran kubis 80% dan sawi 20%, serta garam 8% dan molases 6,4% dari total limbah sayur, kemudian diperam selama 6 hari dan diperas untuk diambil ekstraknya.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4 dengan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah pemeraman 0 dan 48 jam dan faktor kedua adalah rasio ELSF:cairan rumen 0:0 (B0); 20:10 (B1); 20:20 (B2) dan 10:20 (B3).  Analisis bakteri asam laktat dan bakteri selulolitik menggunakan metode hitungan cawan tuang (Standard Plate Count).Data dianalisis menggunakan analisis ragam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan pemeraman sangat nyata (p<0,05) terhadap kandungan BAL. Fermentasi ELSF:cairan rumen pada pemeraman 48 jam dan perlakuan B3 terbukti mampu mempengaruhi jumlah kandungan BALyaitu sebesar 4,05 x 107sel/g, jumlah ini lebih besar dibandingkan pada saat pemeraman 0 jam dengan perlakuan yang sama yaitu sebesar 0,075x 107sel/g.  Simpulan penelitian ini adalah lama waktu fermentasi dapat meningkatkan jumlah BAL dan jumlah nutrisi yang masih memungkinkan untuk berlangsungnya metabolisme BAL, namun pada perlakuan dan pemeraman yang sama bakteri selulolitik tidak mampu untuk tumbuh.  Perlukajian lanjut terhadap kemungkinan penambahan rasio CLSF dan cairan rumen serta lama waktu fermentasi agar bakteri selulolitik mampu berproliferasi. Kata Kunci:starter, CLSF, cairan rumen, bakteri asam laktat, bakteri selulolitik. ABSTRACT           Experimentto determine the content of lactic acid bacteria (LAB) and cellulolytic bacteria tothe pollard fermentation with rumen fluid and extractoffermentedvegetablewastes(EFVW).  Making the EFVW, mixing the wastes of cabbage 80% and mustard 20% with salt 8% and molasses 6.4% of the total vegetable wastes, then cured for 6 days, and it was mechanically exctrcated to get the EFSW.  This research using a complety randomized design (CRD) factorial (2x4) with 4 replication.  The first factor are incubation times, 0 and 48 hours, second factors ratio of EFVW:rumen fluid  (B0); 20:10 (B1); 20:20 (B2) and 10:20 (B3).  Analyzes of lactid acid bacteria (LAB) and cellulolytic bacteria (CB)were conducted by themethod of standard plate count.  Data were analyzed  of analyst  variant.  The result showed that there was interaction of treatment is significant (p<0,05) on the content of LAB.  Fermentation of EFVW:rumen fluid in 48 hours incubationof B3-treatment afford affect the content with the number 4.05 x 107cell/g the number is greater than 0 hours with time the same is 7.5 x 105.  This result indicate that a timeof fermentation can increase the number of bacteria and the nutrient still allows of the LAB-metabolism, however treatments of ratio EFVW:RF as well as time of curing made the cellulolytic bacteria have not proliferate. Keywords: starter, EFVW, rumen fluid, lactis acid bacteria, cellulolityc bacteria
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA BOOKLET PADA PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK KAMBING TENTANG PENYAKIT SCABIES DI KTT NGUPOYO SATO DESA WONOSARI KECAMATAN PATEBON (The Effect of Using Booklet on Increasing Goat Farmers’ Knowledge About Scabies in KTT Ngupoyo Sa Parwiyati, Susi; Sumekar, Wulan; Mardiningsih, Dyah
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.279 KB)

Abstract

 Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan media booklet terhadap peningkatan pengetahuan peternak kambing tentang penyakit scabies, dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan ukuran pada media booklet. Penelitian menggunakan metode eksperimen pre-test dan post-test. Responden sebanyak 24 peternak kambing anggota KTT Ngupoyo Sato dengan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa booklet ukuran besar maupun ukuran kecil dapat meningkatkan pengetahuan peternak kambing tentang penyakit scabies sebesar 25,40% dan 14,37%. Hasil perhitungan uji t menunjukkan bahwa nilai t hitung ≥ t tabel, berarti ada pengaruh booklet terhadap peningkatan pengetahuan peternak kambing tentang penyakit scabies. Hasil perhitungan uji F (One Way Anova) menunjukkan bahwa nilai F hitung ≥ F tabel, hal ini berarti booklet ukuran besar berpengaruh lebih baik dibandingkan booklet ukuran kecil terhadap peningkatan pengetahuan peternak kambing tentang penyakit scabies. Kesimpulan bahwa booklet efektif digunakan dalam penyampaian informasi kepada peternak dan booklet berukuran besar lebih baik dibandingkan booklet berukuran kecil dalam meningkatkan pengetahuan peternak kambing tentang penyakit scabies.Kata kunci: booklet; peningkatan pengetahuan; peternak; scabies ABSTRACT The purposes of this observation were to determine the effect of booklets to increase the knowledge of goat farmer about scabies, and to determine the effect of different size on booklet. This observation use experimental pre-test and post-test method. There are 24 respondents as a goat farmer of KTT Ngupoyo Sato,where specific creterias. The result showed that the big and small size booklet could increase the knowledge of goat farmers about the scabies disease at 25.40% and 14.37%. The t-test analysis showed that the value of t count ≥ t table, it showed that there was effect of the booklet on increasing knowledge of goat farmers about the scabies disease. The results of F test (One Way Anova) analysis showed that the value of F count ≥ F table, it meant that the big size booklet was better than small size booklet to increasing the knowledge of goat farmers about the scabies disease. The conclusion this observation showed that booklet effective tool on giving information for goat farmers and also big size booklet was better than small size booklet on increase the knowledge of goat breeders about the scabies disease.Keywords: booklet; increasing knowledge; farmers; scabies
PENGARUH METODE PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP SERAPAN NITROGEN DAN FOSFOR RUMPUT BENGGALA (Panicum maximum) Suharyani, Suharyani; Kusmiyati, Florentina; Karno, Karno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.006 KB)

Abstract

Wilayah pesisir memiliki sumber daya alam yang berpotensi cukup besar untuk pengembangan ternak ruminansia. Hal ini didukung oleh banyaknya lahan marginal yang dapat digunakan untuk mendukung ketersediaan hijauan pakan. Namun ketersediaan hijauan pakan sering menjadi masalah karena sulitnya hijauan pakan untuk tumbuh di wilayah pesisir yang memiliki tanah dengan kadar garam (NaCl) yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode perbaikan tanah salin terhadap serapan nitrogen dan fosfor rumput benggala (Panicum maximum). Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Ilmu Tanaman Makanan Ternak Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP selama 5 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 ulangan dan 7 perlakuan (T0 : Kontrol; T1 : gypsum (0,02 kg/pot);T2 : abu sekam padi (0,01 kg/pot); T3 : pupuk kandang (1,30 kg/pot); T4 : gypsum (0,02 kg/pot) dan abu sekam padi (0,01 kg/pot); T5 : gypsum (0,02 kg/pot) dan pupuk kandang (1,30 kg/pot); T6 : abu sekam padi (0,01 kg/pot) dan pupuk kandang (1,30 kg/pot). Parameter yang diamati adalah (1) serapan nitrogen, (2) serapan fosfor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perbaikan tanah salin pada perlakuan gypsum dan pupuk kandang dapat meningkatkan serapan nitrogen dan fosfor pada tanah salin. Kesimpulan adalah penyerapan nitrogen dan fosfor oleh rumput benggala tertinggi dengan pemberian perlakuan gypsum dan pupuk kandang.Kata kunci : Rumput benggala, nitrogen, fosfor, tanah salin.Abstract The coastal area has a potential resource for livestock development. This is supported by large areas of marginal land that can be used for forage production. However, forage production in coastal areas is often limited by saline soil which has high sodium concentration. This study aimed to assess the effect of saline soil improvement methods on nitrogen and phosphorus uptake of Bengagala grass (Panicum maximum). The experiment was conducted for 5 months at the Greenhouse of Forage Science Laboratory, Department of Nutrition and Feed Science, Faculty of Animal Science and Agriculture, Diponegoro University. The experiment was arranged based on completely randomized Design (CRD) with 3 replications and 7 treatments (T0: Control; T1: gypsum (0.02 kg/pot), T2: rice husk ash (0.01 kg/pot); T3: animal manure (1.30 kg/pot); T4: gypsum (0.02 kg/pot) and rice husk ash (0.01 kg/pot), T5: gypsum (0.02 kg/pot) and animal manure (1.30 kg/pot); T6: rice husk ash (0.01 kg/pot) and animal manure (1.30 kg/pot). Parameters observed were (1) absorption of nitrogen, (2) absorption of phosphorus. The results showed that the treatment of gypsum and animal manure increased uptake of nitrogen and phosphorus in saline soil. It can be concluded that the treatment of gypsum and animal manure resulted in the highest nitrogen and phosphorus uptake by Benggala grass.Key word: Benggala grass, nitrogen, phosphorous, saline soil.