cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
HUBUNGAN ANTARA VOLUME AMBING, LAMA MASSAGE DAN LAMA PEMERAHAN TERHADAP PRODUKSI SUSU KAMBING PERANAKAN ETTAWA (The Relationships between Udder Volume, Massage and Milking Durations on Milk Yield of Ettawa Grade) Habib, Ilham; Suprayogi, Teguh Hari; Sambodho, Priyo
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.964 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian mengenai hubungan antara volume ambing, lama massage dan lama pemerahan terhadap produksi susu kambing Peranakan Ettawa bertujuan untuk mengetahui hubungan antara volume ambing, lama massage dan lama pemerahan terhadap produksi susu. Materi yang digunakan adalah 60 ekor kambing perah PE laktasi periode II sampai III. Parameter yang diukur meliputi volume ambing, lama massage, lama pemerahan, dan produksi susu. Analisis hipotesis pendugaan hubungan antar variabel penelitian menggunakan analisis korelasi-regresi sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan volume ambing, lama massage dan lama pemerahan dapat digunakan untuk memprediksi produksi susu. Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan yaitu secara berurutan untuk memprediksi produksi susu dapat menggunakan parameter: volume ambing, lama pemerahan dan lama massage. Kata kunci: kambing Peranakan Ettawa; ambing; pemerahan; massage; produksi susu   ABSTRACT Research on the relationship between the volume of the udder, massage and milking duration on milk yield of Ettawa grade aims to determine the relatioship between the volume of the udder, massage and milking duration on milk yield. The materials used were 60 dairy goats 2nd until 3rd lactations period. Parameters measured include udder volume, massage duration, milking duration and milk yield. Analysis of the relationship between variables hypothesized prediction research using corellation-simple and multiple regression analysis. The result showed the volume of the udder, massage and milking durationcan be used to predict milk yield. As conclusion, in sequence to predict milk yield can use the parameters: the volume of udder, massage and milking duration. Keywords : Ettawa grade; udder; milking; massage; milk yield 
ANALISIS SWOT USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN WONOGIRI Hernowo, Nonot; Ekowati, Titik; Mardiningsih, Dyah
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.643 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2012 di Kabupaten Wonogiri. Penelitian ini dilaksanakan pada peternak rakyat di Kabupaten Wonogiri dan bertujuan untuk mengetahui manajemen usaha peternak sapi potong dan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman usaha sapi potong di Kabupaten Wonogiri. Diharapkan dengan penelitian ini dapat dihasilkan sebuah rekomendasi untuk pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Wonogiri, sebagai sentra sapi potong yang siap bersaing dengan Kabupaten lain di Jawa Tengah, dan sebagai salah satu pendukung untuk merealisasikan program ”Swasembada Daging” yang selalu mengalami penundaan. Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu dari 5 daerah selain Kabupaten Boyolali, Grobogan, Blora, Rembang, yang berpotensi untuk pengembangan sapi potong rakyat di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei dan model analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% peternak penggemukan sapi potong menggunakan teknologi tradisonal, 44% menggunakan semi intensif dan 2% menerapkan teknologi intensif. Tatalaksana pemeliharaan ternak sapi potong meliputi bakalan yang banyak dipengaruhi oleh pejantan unggul, pakan dari sisa hasil industri, pertanian, perkebunan yang melimpah. Perkandangan sebanyak 54% peternak telah menerapkan kandang permanen, 32% semi permanen dan 14% kandang tradisional. Vaksinasi jarang dilakukan para peternak, dan hanya memanggil mantri ternak apabila ternak mengalami sakit. Penjualan ternak sebanyak 16% memilih menjual sendiri ke pasar dan 84% menjual sapi kepada belantik. Penerimaan yang diterima rata-rata Rp. 46.790.000,00/6 bulan, pendapatan rata-rata dalam usaha penggemukan sapi potong Rp.4.602.721,90/6 bulan. Analisis SWOT nilai kekuatan dan peluang lebih besar dari nilai kelemahan dan ancaman. Nilai kekuatan dan peluang berturut-turut yaitu 1,92 dan 1,91. Nilai kelemahan dan amcaman berturut-turut yaitu 0,64 dan 0,70, dengan menempatkan strategi pertumbuhan stabilitas sebagai strategi yang mendukung pengembangan usaha sapi potong di Kabupaten Wonogiri.Kata kunci : Peternakan rakyat; pengembangan; sapi potong; SWOTABSTACTThis research was carried out in February 2011 in Wonogiri Regency. This research was carried out on people's breeder in Wonogiri Regency and aims to know the management efforts of ranchers beef cattle and analyze strengths, weaknesses, opportunities and threats attempt to beef cattle in Wonogiri Regency. This research is expected to be produced with a recommendation for the development of beef cattle in Wonogiri Regency, as the center of beef cattle who are ready to compete with other districts in Central Java, and as one of the supporters for the realization of program self-supporting meat which is always delayed. Wonogiri Regency is one of the five regions in addition to Boyolali, Grobogan, Rembang,and Blora Regency, potentially for the development of beef cattle in the province of Central Java. This research uses the methods of survey and analysis model used is descriptive qualitative analysis using SWOT analysis. The results showed that 54% of the fattening beef cattle ranchers use traditional technology, 44% use intensive spring and 2% applying intensive technology. Corporate governance include beef cattle livestock keeping going that much influenced by the superior Stud, the feed from the rest of the industry, agriculture, plantations are abundant. cage as much as 54% of breeders have implemented permanent enclosure semi permanent, 32% and 14% traditional enclosures. Farmers rarely performed vaccinations, and only call the mantri cattle when animals experience pain. Livestock sales by as much as 16% of the vote to sell themselves to the market and 84% sell cows to Orion. Acceptance is received an average of Rp. 46.790.000 per person/6 months, average income in fattening beef cattle Rp. 4.602.721,90/6 months. SWOT analysis strengths and values the opportunity is greater than the value of weaknesses and threats. The value of the strengths and opportunities in a row i.e. 1.92 lbs and 1.91. The value of weaknesses and threats a row i.e. 0.64 0.70 and, by putting stability growth strategy as a strategy in support of development of beef cattle in Wonogiri Regency.Keywords: farming people; development; beef cattle; SWOT
STATUS MINERAL Ca DAN P KAMBING LOKAL PADA DAERAH DATARAN TINGGI DAN RENDAH DI KABUPATEN KENDAL Arifah, Nurul; Achmadi, Joelal; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.201 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status mineral Ca dan P kambing lokal di daerah dataran tinggi dan dataran rendah di wilayah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dengan mengamati kandungan Ca dan P pada tanah, air, pakan dan serum darah kambing lokal. Sampel tanah, air, dan pakan diperoleh dari sekitar tempat pemeliharaan kambing di daerah dataran tinggi yaitu di Kecamatan Sukorejo dengan ketinggian + 1000 m dpl dan dataran rendah di Kecamatan Patebon dengan ketinggian + 4 m dpl. Sampel darah berasal dari 30 ekor kambing (umur + 1 tahun) masing-masing 15 ekor di dataran tinggi dan 15 ekor di dataran rendah dengan rataan bobot badan sebesar 29,10 + 4,24 kg. Metode penelitian menggunakan metode survei dengan cara mengamati dan melakukan wawancara dengan peternak kambing di daerah dataran tinggi dan dataran rendah Kabupaten Kendal. Kadar mineral Ca dan P dianalisis dengan menggunakan alat atomic absorbance spectrophotometer (AAS). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan Ca dan P tanah, air, tanaman pakan, dan serum kambing di dataran tinggi berbeda nyata (P<0,05) dengan dataran rendah. Status mineral Ca kambing lokal di dataran tinggi lebih tinggi dibandingkan dengan status mineral Ca kambing lokal di dataran rendah, sedangkan status mineral P kambing lokal di dataran tinggi lebih rendah dibandingkan dengan status mineral P kambing lokal di dataran rendah.
PENGARUH BERBAGAI FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN PADA PEMBATASAN PAKAN TERHADAP PRODUKSI KARKAS AYAM BROILER Imamudin, Imamudin; Atmomarsono, Umiyati; Nasution, Maulana Hamonangan
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.38 KB)

Abstract

The research was aims to determine the influence of various feeding frequencies on feed restriction towards broiler chickens on carcass production. The experiment used 200 days old chick broilers unsex. Feed diet were calculated 22,69% crude protein; 2930 kcal/kg metabolizable energy. Design used in this research was Completely Randomized Design (CRD), with 4 treatments and 5 replications, so there were 20 cages as experiment units. Each experiment unit consisted of 10 brid. T0: ad libitum feeding according to PT. Charoen Pokphand standard. T1: feeding with 75% standard feed which is given 4 times a day, T2: feeding with 75% of standard feed which is given 3 times a day, T3: feeding with 75% of standard feed which is given twice a day. The carcass weight of broiler chickens on T0: 1378,6 g, T1: 1292,4 g, T2: 1294,4 g dan T3: 1295,4 g. The carcass percentage of broiler chickens on T0: 71,86 , T1: 70,89 , T2: 71,19 dan T3: 72,37 %. The carcass percentage cut portion breast of broiler chickens on T0: 35,17, T1: 37,24, T2: 35,35 dan T3: 36,14 %. The carcass percentage cut portion drumstick of broiler chickens on T0: 6,52, T1: 6,68, T2: 6,48 dan T3: 6,59 %. The carcass percentage cut portion thigh of broiler chickens on T0: 8,12, T1: 8,35, T2: 8,14 dan T3: 8,11 %. The carcass percentage cut portion wing of broiler chickens on T0: 5,46, T1: 5,42, T2: 5,83 dan T3: 5,51 %. The carcass percentage cut portion back of broiler chickens on T0: 11,97, T1: 11,86, T2: 11,66 dan T3: 11,56 %. The results showed that the influence of feeding frequency and feed restriction no significant effect (P> 0.05) on weight carcass, carcass percentage and carcass cut portionKey words: feed restriction, carcass weight, carcass percentage and carcass cut portion, broiler chicken
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM PADA PEMBUATAN FROZEN YOGURT DENGAN BAHAN DASAR WHEY TERHADAP TOTAL BAHAN PADAT, WAKTU PELELEHAN DAN TEKSTUR Trisnaningtyas, Rara Yurisha; Legowo, Anang Mohamad; Kusrahayu, Kusrahayu
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.85 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan susu skim pada pembuatan Frozen yogurt dengan bahan dasar whey terhadap waktu leleh, tekstur dan total bahan padat. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi segar, jeruk nipis, rennet, medium deMan Rogosa Sharpe (MRS) broth, kultur stater (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus), CMC (carboxyl methyl celulosa), kuning telur, gula pasir (Gulaku), krim (whipping cream merek pondan), susu skim (merek calci Skim Indomilk). Peralatan yang digunakan antara lain ice cream maker, inkubator, kain saring, timbangan, waterbath, oven, thermometer, sendok, gelas, dan stopwatch. Rancangan percobaan yang digunakan untuk pengujian total bahan padat dan watu pelelehan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, apabila terdapat pengaruh perlakuan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Berganda Duncan. Uji sifat organoleptik dengan 25 panelis agak terlatih dianalisis menggunakan Uji Kruskal Wallis. Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan susu skim sebanyak 0% (T0), 2% (T1), 4% (T2) dan 6% (T3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa frozen yogurt dengan penambahan susu skim (0, 2, 4 dan 6 %) memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap total bahan padat, waktu pelelehan dan tekstur. Nilai rata-rata dari T0, T1, T2 dan T3 untuk total bahan padat yaitu 36,417; 34,617; 43,390 dan 41,505 %; nilai waktu pelelehan yaitu 8,82; 9,12; 10,30 dan 10,36; dan 3,28 menit serta tekstur yaitu 2,21; 1,38; 2,24 dan 2,23. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah frozen yogurt berbahan dasar whey dengan penambahan susu skim sebesar 4 dan 6% memiliki kualitas yang paling baik sebagai produk alternatif pangan.Kata kunci: frozen yogurt, whey, susu skim, total bahan padat, waktu pelelehan, teksturABSTRACT The purpose of this research was to determine the effect of skim milk addition to the frozen yogurt with whey as the basic material on total solid, melting time, and the texture. The materials which are used in this research; fresh milk, lime, rennet, medium deMan Rogosa Sharpe (MRS) broth, culture starter (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus), CMC (carboxyl methyl celulose), yolk, (Gulaku), cream (whipping cream ‘pondan’), and skim milk (‘calci Skim Indomilk’). The tools which are used; ice cream maker, incubator, strainer, scales, waterbath, oven, thermometer, spoon, glass and stopwatch. Experimental design used in this study was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications, if there is a treatment effect followed by duncan multiple test area. Test the organoleptic properties using organoleptic test by 25 panelists and analyzed using Kruskal Wallis test. The treatments given is the additional of skim milk as much as 0% (T0), 2% (T1), 4% (T2) and 6% (T3). The results showed that the effect of additional skim (0, 2, 4 and 6%) gave a significant influence (P<0,05) to total solid, melting time, and the texture. The average value of T0, T1, T2 and T3 for total solids, namely 36.417; 34.617; 43.390 and 41.505%, the value of a melting time is 8.82; 9.12; 10.30 and 10.36, and 3.28 minute and texture that is 2.21; 1.38; 2.24 and 2.23. The conclusion of this research is frozen yogurt by whey as the basic material ingredient with the addition skim milk of 4 and 6% had the best quality of food as an alternative product.Keywords: frozen yogurt, whey, skim milk, total solids, time melting, texture.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus androgynus) DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER (Influence of Katuk (Sauropus androgynus) Leaf Powder in the Diet of Broileron Performance) Putri Nasution, Risda Amelia; Atmomarsono, Umiyati; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.343 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pangaruh penggunaan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) dalam ransum terhadap performa ayam broiler. Materi penelitian adalah ayam broiler sebanyak 100 ekor unsex umur 14 hari dengan bobot rata-rata 595,6 ± 143 g (CV 7,34 %). Ransum perlakuan dibagi menjadi 4 jenis ransum, yaitu ransum T0 : Ransum tanpa menggunakan tepung daun katuk, T1 : Ransum menggunakan tepung daun katuk 3%, T2 : Ransum menggunakan tepung daun katuk 6%, T3 : Ransum menggunakan tepung daun katuk 9%. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan jumlah 4 perlakuan dan 5 ulangan masing-masing unit percobaan berisi 5 ekor ayam broiler. Ransum dan air minum diberikan ad libitum. Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) T0 = 2.305,73, T1 = 2.353,22, T2 = 2.357,68, T3 = 2.368,03 g/ekor, rataan pertambahan bobot badan berpengaruh nyata (P<0,05) T0 = 1.809,20, T1 = 1.645,27, T2 = 1.545,20, T3 = 1.944,13 g/ekor, rataan konversi ransum berpengaruh nyata (P<0,05) T0 = 1,28, T1 = 1,43, T2 = 1,53, T3 = 1,24. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan tepung daun katuk (Sauropus androgynus) dalam ransum tidak memberikan pengaruh perbedaan terhadap konsumsi ransum dan konversi ransum, namun meningkatkan pertambahan bobot badan dengan taraf penggunaan 9% dalam ransum.Kata Kunci: daun katuk; konsumsi; pertambahan bobot badan; konversi; broiler ABSTRACT This research aimed to determine the effect of katuk leaf (Sauropus androgynus) powder in the diet on broiler chicken of its performance. The materialused in the research were 100 broiler chick unsex aged 14 days with average weight 595.6 ± 143 g (CV 7.34 %). Diet was divided into four treatments, T0 : was diet without katuk leaf powder, T1 : diet with katuk leaf powder 3%, T2 : diet with katuk leaf powder 6%, T3 : diet katuk leaf powder 9%. The experimental was conducted using the completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications and each research unit consist of 5 chickens. Diet and drink given ad libitum. The result shown that treatments did not affect (P>0.05) the feed consumption on T0 = 2,305.73, T1 = 2,353.22, T2 = 2,357.68, T3 = 2,368.03 g/unit. The level of katuk leaf on the average daily gain (T0 = 1,809.20, T1 = 1,645.27, T2 = 1,545.20, T3 = 1,944.13 g) and feed conversion ratio (FCR) (T0 = 1.28, T1 = 1.43, T2 = 1.53, T3 = 1.24) affected significantly (P<0,05). The conclusions of this study was the use of katuk (Sauropus androgynus) leaf powder in the diet on broiler chicken had no effect in feed consumption dan feed conversion ratio, but the use of katuk powder in 9% additional in diet increased average daily gain significantly.Keyword : katuk leaf; consumption; average daily gain; feed conversion ratio; broiler
PENGARUH PENGGUNAAN RANSUM YANG DIPERAM DENGAN SARI DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP PROTEIN DARAH DAN HEMOGLOBIN PADA AYAM BROILER Septiana, Dela; Estiningdriati, Ismari; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.731 KB)

Abstract

ABSTRAK   Sari daun pepaya mengandung enzim papain yang dapat membantu pencernaan protein dalam saluran pencernaan.  Enzim papain memecah nutrisi pakan berupa protein kompleks menjadi protein yang lebih sederhana.  Protein darah dan hemoglobin merupakan indikator dalam pengamatan nutrisi ayam broiler.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan ransum yang diperam dengan sari daun pepaya (Carica papaya) terhadap kadar protein darah dan hemoglobin.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan.  Perlakuan penelitian yaitu T0 (ransum tanpa SDP 30%), T1 ( 300ml SDP 30% /kg ransum), T2 (600ml SDP 30% /kg ransum), T3 (900ml SDP 30% /kg ransum).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ransum yang diperam dengan SDP konsentrasi 30% menghasilkan nilai protein darah dan hemoglobin yang normal tetapi menyebabkan penurunan konsumsi pakan dan bobot badan ayam broiler.   Kata kunci : sari daun pepaya, protein darah, hemoglobin ABSTRACT   Sari papaya leaf contains papain enzym to help digestion of protein in the digestive tract.  Enzyme papain break down nutrients such as protein complexes of feed become much simpler.  Blood protein and hemoglobin is an indicator of the broiler nutrition observation.  The experiment aimed at studying the effect of the use of ration brooded with sari papaya leaf (Carica papaya) on blood protein and hemoglobin.  The Completely Randomized Design with 4 treatments and 3 replications were used in this experiment. Treatment research is T0 (ration without SDP 30%), T1 (300ml SDP 30% / kg feed), T2 (30% 600ml SDP / kg feed), T3 (30% 900ml SDP / kg feed).  The results showed that use of rations are brooded by sari papaya leaf (Carica papaya) concentration of 30% make blood protein and hemoglobin values ​​were normal but cause a decrease in feed intake and body weight of broiler chickens.   Key word: sari papaya leaf, blood protein, hemoglobin
PERFORMA BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) UMUR 3 SAMPAI 6 MINGGU DENGAN POLA PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) Asiyah, N; Sunarti, Dwi; Atmomarsono, Umiyati
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.507 KB)

Abstract

ABSTRAK The research aimed to determine the effect of feeding patterns of free choice on the performance of quail (coturnik-coturnik japonica) age d 3 to 6 Weeks preference which includes feed, feed consumption, body weight gain and feed conversion. The research was conducted in October 2011 - January 2012 at the Faculty of Animal Breeding Laboratory and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this study is 216 tail female quail 3 weeks old with a body weight 56.01 ± 1.61 g (CV = 8.67%), feed ingredients used are corn, rice bran, soybean meal, coconut cake, fish meal, and PMM (Poultry Meat Meal), well additional material such as vitamins and vita stress. The equipment used is a cage, the feeding, drinking, lighting, electric scales, thermometers and hygrometers. There are three treatments with the addition of feed ingredients protein source in each treatment, T1 = 2 dietary energy source + 2 dietary protein source (rice brain, corn, fish meal, soybean meal); T2 = 2 dietary energy source + 3 dietary protein source (rice brain, corn, fish meal, soybean meal, coconut meal); T3 = 2 dietary energy source + 4 dietary protein source (rice brain, corn, fish meal, soybean meal, copra, poultry meat meal). Research use completed random design with 9 repeated. Data analysis use a variety of test and continued F Duncan test if any treatment effect. The results showed that the pattern of free choice feeding with a variety of protein sources significantly (p <0.05) feed intake, body weight growth.Keywords: female quail (coturnix coturnix japonica), free choice feeding, performanceABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola pemberian pakan bebas pilih (free choice feeding) terhadap performa burung puyuh (coturnik-coturnik japonica) umur 3 sampai 6 Minggu yang meliputi prefrensi pakan, konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2011- Januari 2012 di Kandang Laboratorium Pemuliaan Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 216 ekor burung puyuh betina umur 3 minggu dengan bobot badan 56,01 ± 1,61 g (CV= 8,67%), bahan pakan yang digunakan adalah jagung, dedak, bungkil kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan, dan PMM (Poultry Meat Meal), serta bahan tambahan seperti vitamin dan vita stress. Peralatan yang digunakan adalah kandang, tempat pakan, tempat minum, lampu penerangan, timbangan elektrik, termometer dan higrometer. Ada 3 perlakuan dengan penambahan bahan pakan sumber protein pada masing-masing perlakuan, yaitu T1= 2 bahan pakan sumber energi + 2 bahan pakan sumber protein (bekatul + jagung + tepung ikan + bungkil kedelai); T2= 2 pakan sumber energi + 3 pakan sumber protein (bekatul + jagung + tepung ikan + bungkil kedelai + bungkil kelapa); T3= 2 pakan sumber energi + 4 pakan sumber protein (bekatul + jagung + tepung ikan + bungkil kedelai + bungkil kelapa + PMM). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 ulangan.Data dianalisis ragam menggunakan uji F dan dilanjutkan uji Duncan apabila ada pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pemberian pakan secara bebas pilih (free choice feeding) dengan beragam sumber protein berpengaruh secara signifikan (p<0,05) terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan.Kata kunci : burung puyuh betina (coturnix-coturnix japonica), pakan bebas pilih (free choice feeding), performa
PENGARUH IMBANGAN PROTEIN DAN ENERGI PAKAN TERHADAP PRODUK FERMENTASI DI DALAM RUMEN PADA SAPI MADURA JANTAN Putri, Lisa Dwi Nur Aini; Rianto, Edy; Arifin, Mukh
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.203 KB)

Abstract

Suatu penelitian telah dilaksanakan dari bulan Juli – Oktober 2012 dengan tujuan mengetahui imbangan protein dan energi dalam pakan yang tepat dilihat dari konsentrasi VFA dan amonia di dalam rumen. Penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi Madura jantan umur sekitar 2 tahun dengan bobot badan rata-rata 153,75 ±  5,98 kg (CV = 7,78%). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Sapi-sapi tersebut diberi pakan hay rumput gajah dan konsentrat berupa campuran antara bungkil kedelai, pollard, dedak padi dan gaplek. Pakan yang diberikan adalah konsentrat (70%) dan hay rumput gajah (30%) secara bersamaan. Perlakuan yang diterapkan adalah imbangan antara protein dan energi pakan, yaitu T1= 14% : 50%; T2 = 14% : 60%; dan T3 = 14% : 70%. Data yang telah didapat dianalisis dengan menggunakan analisis varian. Cairan rumen dikumpulkan pada minggu terakhir (minggu ke-10), pada jam ke 0, 3 dan 6 setelah makan. Parameter yang diamati adalah konsentrasi VFA dan amonia. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis varians, dilakukan dengan membandingkan F hitung dengan F tabel pada taraf 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan imbangan protein dan energi yang diberikan tidak berpengaruh (P≥0,05) terhadap konsentrasi VFA (rata-rata 60,49 mmol), rasio asetat/propionat (rata-rata 3,45), dan konsentrasi amonia (rata-rata 17,13 mg N/100 ml). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada level protein pakan 14%, imbangan energi cukup diberikan sebesar 50% saja, karena peningkatan imbangan energi sampai dengan 70% tidak memperbaiki produk fermentasi rumen.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN MOTIVASI PARA PETERNAK DI PAGUYUBAN KAMBING PERAH PERANAKAN ETTAWA KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN Handayani, Tri Nuri; Isbandi, Isbandi; Sustiyah, Ani
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.039 KB)

Abstract

The research was for knowing the big motivation and behavior of all the livestocks of dairy goat in association of ettawa grade dairy goat in Turi subdistrict, Sleman regency. For knowing the relationship between behavior (attitude, knowledge, and skill) by their motivation . The research used two variables which is related to each other between behavior (attitude, knowledge, and skill) by motivation and quisioner as the collection data equipment. The research used sensus method that is research which took 40 samples of live stocks who include in ettawa grade dairy goat association in Turi subdistrict, Sleman regency. Analysis method taht was used in this research ir pearson correlation. The analysis is for knowing the relationship between behavior (attitude, knowledge, and skill) individually with motivation in ettawa grade dairy goat association in Turi subdistrict, Sleman regency. The result of research showed that knowledge range between 113-140, that (57,5 %) best category, attitude range between 113-140, that is (55 %) best category, skill range between 113-140 that is (60 %) best category, motivation range between 30-40, that is (85 %) category high motivation. Knowledge have strong relationship with motivation, attitude have low relationship with motivation, skill have medium relationship with motivation.Key words : ettawa grade dairy goat, motivation and behavior.ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui besar motivasi dan perilaku para peternak kambing perah di paguyuban kambing perah kecamatan Turi, kabupaten Sleman. Untuk mengetahui hubungan antara perilaku (sikap, pengetahuan, dan ketrampilan) dengan motivasi para peternak kambing perah di paguyuban kambing perah kecamatan turi, kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan 2 variabel yang saling behubungan antara perilaku (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) dengan motivasi dan kuisioner sebagai alat pengumpulan data. Penelitian menggunakan metode sensus yaitu penelitian yang mengambil sampel 40 peternak yang termasuk dalam anggota Paguyuban Peternak Kambing Perah Peranakan Ettawa Kecamatan Turi Kabupaten Sleman Yogyakarta. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi pearson. Analisis untuk mengetahui hubungan antara perilaku (pengetahuan, sikap, dan ketrampilan) secara individual dengan motivasi pada paguyuban peternak kambing perah peranakan ettawa Kecamatan Turi Kabupaten Sleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan berkisar skor nilai antara 113-140, yaitu sebesar (57,5%) kategori sangat baik, sikap berkisar skor nilai antara 113-140, yaitu sebesar (55%) kategori sangat baik, keterampilan berkisar antara 113-140, yaitu sebesar (60%) kategori sangat baik, motivasi skor nilai antara 30-40, yaitu sebesar (85%) kategori motivasi tinggi. Pengetahuan memiliki hubungan yang kuat terhadap motivasi, Sikap memiliki hubungan yang rendah terhadap motivasi, Ketrampilan memiliki hubungan yang sedang terhadap motivasi.Kata kunci :kambing peranakan ettawa, motivasi, dan perilaku.