cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
PENGARUH WEIGHT TRAINING DAN BODY WEIGHT TRAINING TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET BOLA TANGAN Rizki Muhammad Afif , Ahmad Nasrullah,
MEDIKORA Vol 15, No 1 (2016): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.946 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i1.10072

Abstract

Belum diketahuinya latihan berpengaruh untuk meningkatkan power tungkai atlet bola tangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan, (2) mengetahui pengaruh body weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan, dan (3) mengetahui metode latihan yang lebih berpengaruh antara weight training dan body weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan.Penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan two group pretest-posttest. Populasi yang digunakan adalah atlet bola tangan Yogyakarta dengan jumlah 16 atlet. Pembagian kelompok dalam penelitian ini dengan cara A-B-B-A yaitu setelah hasil tes awal diranking kemudian subjek yang memiliki prestasi dipasang-pasangkan ke dalam dua kelompok kemudian diberi perlakuan. Untuk kelompok I latihan dengan metode weight training dan kelompok II latihan dengan metode body weight training. Hasil post test diuji menggunakan uji t test.Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang signifikan dari weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan Yogyakarta, dengan nilai signifikan 0,000 (p 0,000), (2)Terdapat pengaruh yang signifikan dari body weight training terhadap power otot tungkai atlet bola tangan Yogyakarta, dengan nilai signifikan 0,000 (p 0,000). (3) Berdasarkan statistik nilai rata-rata (mean), power otot tungkai pada kelompok weight training lebih tinggi dari pada power otot tungkai pada kelompok body weight training. Dapat disimpulkan bahwa weight training lebih berpengaruh meningkatkan power otot tungkai dibanding body weight training.Kata kunci: weight training, body weight training, power dan bola tangan
OLAHRAGA GATEBALL BAGI USIA LANJUT Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. VIII No. 2 April 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.055 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4653

Abstract

Program pembinaan usia lanjut dapat melalui olahraga, salah satunya denganmelakukan olahraga gateball. Gateball adalah jenis olahraga dengan menggunakantongkat pemukul bola (stick), dan dimainkan oleh 2 (dua) tim saling berhadapan.Peranan gateball saat ini semakin besar, negara dengan populasi lanjut usia sudahmenjadi problem nyata, tetapi gateball dapat menjadi sumber kebahagian seumur hidupuntuk orang usia lanjut.Usia lanjut adalah mereka yang berusia 55 tahun ke atas. Keberhasilan mencapaikebugaran usia lanjut ditentukan oleh takaran latihan yaitu FIT (Frekuensi, Intensitas,dan Time). Olahraga gateball yang dilakukan oleh usia lanjut dilakukan 3 kali perminggu, intensitas antara 60-75% detak jantung maksimal, dan waktu yang diperlukandalam satu game 30 menit. Olah raga gateball termasuk olahraga yang sederhana,namun bermanfaat luar biasa. Dengan melakukan olahraga gateball dapat bermanfaatmelatih daya tahan otot lengan, daya tahan otot kaki, koordinasi, serta daya tahanaerobik (daya tahan paru jantung). Kata kunci: gateball, usia lanjut
EFEKTIVITAS TERAPI KOMBINASI MASASE FRIRAGE DAN LATIHAN PNF TERHADAP PEMULIHAN CEDERA PANGGUL Davit Firmanda Hernowo; Rachmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol 18, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.655 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i2.29201

Abstract

Cedera adalah kelainan atau gangguan yang terjadi pada anggota tubuh yang menyebabkan timbulnya keluhan seperti, nyeri, panas, merah, bengkak, dan tidak dapat berfungsi baik pada otot, tendon, ligamen, persendian maupun tulang yang terjadi akibat aktivitas yang berulang, berlebihan maupun kecelakaan. Panggul merupakan salah satu bagian persendian yang sering digunakan manusia melakukan aktivitas sehari-hari, oleh karena itu akan memiliki persentase untuk dapat terjadi cedera. Masase terapi ataupun stretching merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi keluhan cedera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang efektivias terapi kombinasi Frirage dan terapi latihan PNF terhadap pemulihan cedera panggul. Metode penelitian menggunakan penelitian pra eksperimen dengan desain satu kelompok dengan tes awal dan tes akhir (one-group pretest-posttest design). Penelitian ini dilakukan di klinik terapi FIK UNY pada tanggal 14 sampai dengan 27 September 2017. Populasi penelitian ini adalah pasien laki-laki di klinik terapi FIK UNY pada bulan Agustus 2017. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 15 subjek diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian pada range of motion (ROM) secara keseluruhan sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan nilai signifikansi (p 0,05), dengan efektivitas sebesar 6,60% untuk fleksi, 26,85% untuk ekstensi, 28,23% untuk abduksi, 10,74% untuk adduksi, 5,16 untuk medial rotasi, dan 6,77% untuk lateral rotasi, pada nyeri secara keseluruhan sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan nilai signifikansi (p 0,05), dengan efektivitas sebesar 51,13%. dan pada fungsi gerak secara keseluruhan sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan nilai signifikansi (p. 0,05), dengan efektivitas sebesar 72,10% untuk jalan, 73,33% untuk duduk berdiri, 50,53% untuk berdiri satu kaki. Simpulan penelitian, terapi kombinasi masase frirage dan terapi latihan PNF efektif terhadap pemulihan ROM, nyeri dan fungsi gerak cedera panggul pasien Klinik Terapi FIK UNY. EFFECTIVENESS OF FRIRAGE MASSAGE THERAPY THERAPY AND PNF EXERCISES ON PELVIC INJURY RECOVERY AbstractInjury is a disorder or disorder that occurs in a limb that causes complaints such as pain, heat, redness, swelling, and can not function well in muscles, tendons, ligaments, joints or bones that occur due to repetitive, excessive activity or accidents. Pelvis is one part of a joint that is often used by humans to carry out daily activities, therefore it will have a percentage of injury to occur. Massage therapy or stretching is one effort that can be done to reduce injury complaints. The purpose of this study was to find out about the effectivity of Frirage combination therapy and PNF exercise therapy on pelvic injury recovery. The research method uses pre-experimental research with one group design with initial tests and final tests (one-group pretest-posttest design). The research was conducted at the UNY FIK therapy clinic on 14 to 27 September 2017. The population of this study was male patients at the UNY FIK therapy clinic in August 2017. The samples in this study were 15 subjects obtained using purposive sampling. The results of the study on the range of motion (ROM) as a whole before and after treatment showed a significance value (p 0.05), with an effectiveness of 6.60% for flexion, 26.85% for extension, 28.23% for abduction, 10.74% for adduction, 5.16 for medial rotation, and 6.77% for lateral rotation, the overall pain before and after treatment showed a significance value (p 0.05), with an effectiveness of 51.13%. and the overall motion function before and after treatment showed a significance value (p. 0.05), with an effectiveness of 72.10% for the road, 73.33% for sitting standing, 50.53% for standing on one foot. Conclusions of the study, combination massage therapy and PNF exercise therapy are effective for recovery of ROM, pain and pelvic injury function of patients at the Therapy Clinic of Sport Science Faculty UNY.
MANFAAT MASASE WAJAH DAN VITAMIN E PADA ATLET Ali Sayta Graha
MEDIKORA Vol. IV,No. 1, April 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4267.756 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4705

Abstract

-
PEMANASAN DALAM BENTUK PERMAINAN PADA PEMBELAJARAN PERMAINAN SEPAKBOLA DISEKOLAH DASAR - Yudanto
MEDIKORA Vol. III, No. 2, Oktober 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2420.598 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4727

Abstract

-
OLAHRAGA DAN KESEHATAN REPRODUKSI I Nyoman Kanca
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3457.82 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4765

Abstract

Pelaksanaan program pelatihan olahraga yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja gerak fisik seharusnya dapatmenimbulkan respons adaptasi ketahanan tubuh yang tercermindalam kondisi sehat. Kondisi sehat merupakan dasar dan sekaligusmenjadi tujuan dalam pembinaan kebugaran jasmaniPelatihan olahraga dapat meningkatkan ketahanan tubuhdan dapat digunakan untuk mengatasi kecepatan kemunduranorgan dan pengembangan terapi biologik pada beberapa macampenyakit. Pelatihan olahraga yang teratur dapat meningkatkankemampuan fisiologik organ tubuh 25 % lebih tinggi dibandingkandengan orang yang tidak aktif, demikian juga orang yangmelakukan pelatihan olahraga yang terattir di waktu umur 50 tahundidapatkan kemampuan fungsi neuromuskulo-skeletal dankardiorespirasi yang hampir sama dengan orang yang berumur20-30 tahun. Pelatihan olahraga merupakan salah satu cara yangefektif untuk meningkatkan kondisi fisik, psikis, dan sosialseseorang, sebab dengan melakukan olahraga kebugaran seseorangtetap terjaga dan terhindar dari berbagai penyakit dan stres yangdapat mengganggu seseorang dalam melakukan aktivitas seksual.Kebugaran dan kesehatan fisik, psikis, dan sosial merupakanmodal utama untuk dapat melakukan aktivitas seksual denganoptimal, dengan demikian kebugaran dan kesehatan fisik, psikis,dan sosial harus dijaga dengan baik melalui pelatihan olahraga.Seseorang tidak dapat melakukan aktivitas seksual apabila keadaantubuh dan pikirannya terganggu. Jadi kehidupan seksual yang sehatterdapat pada pasangan yang sehat baik secara fisik, psikis, maupunsosialnya. Gairah seks bertambah berkat aktivitas olahraga yangteratur, sebab olahraga terbukti mampu meningkatkan kadarhormon testoteron bagi laki-laki dan hormon estrogen bagiperempuan. Kedua hormon tersebut memberi pengaruh langsungterhadap kemauan dan kepuasan seksual.Rata kunci: olahraga, kesehatan, reproduksi.
PERILAKU HIDUP SEHAT MEMBERS FITNESS CENTER GOR FIK UNY Eko Sucipto dan Suryanto
MEDIKORA Vol 14, No 1 (2015): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.526 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i1.4573

Abstract

Perilaku hidup sehat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan danmempertahankan kesehatan. Seiring dengan perkembangan jaman, banyak orangyang berperilaku hidup kurang sehat terutama berkenaan dengan gaya hidup ataulife style seperti minum minuman beralkohol, mengkonsumsi makanan yang tidaksehat, tidur tidak teratur, dan kurang berolahraga. Penelitian ini betujuan untukmengetahui perilaku hidup sehat members Fitness Center Gedung OlahragaFakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta (GOR FIK UNY).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalahmembers Fitness Center GOR FIK UNY. Sampel penelitian ini adalah membersFitness Center yang masih aktif sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampelmenggunakan accidental sampling atau teknik sampling kebetulan, maksudnyaadalah apabila pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap orang yangberbeda atau benda yang kebetulan ada atau dijumpai. Pengumpulan datamenggunakan angket. Hasil uji validitas diketahui dari 32 butir angket terdapat 4butir yang gugur yaitu nomor 6, 17, 22 dan 30 yang selanjutnya tidak digunakandalam pengambilan data penelitian. Hasil uji reliabilitas diperoleh koefisienreliabilitas sebesar 0,925 dan dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakananalisis deskriptif dengan presentase.Hasil penelitian diketahui perilaku hidup sehat members fitness center GORFIK UNY dalam kategori cukup baik sebanyak 72 %. Perilaku terhadap makanandan minuman sebagian besar responden dalam kategori baik dan cukup baik.Perilaku terhadap kebersihan diri sebagian besar responden dalam kategori Baik.Perilaku terhadap kebersihan lingkungan sebagian besar responden dalam kategoricukup baik. Perilaku terhadap sakit dan penyakit sebagian besar responden dalamkategori cukup baik. Perilaku hidup yang teratur sebagian besar responden dalamkategori cukup baik.Kata kunci: perilaku hidup sehat, members fitness
PROFIL KONDISI FISIK ATLET UNIT KEGIATAN MAHASISWA PENCAK SILAT UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KATEGORI TANDING Dewi Nurhidayah; Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.425 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23475

Abstract

Kondisi fisik merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan sebelum mempelajari teknik, taktik, dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kondisi fisik atlet UKM Pencak Silat UNY kategori tanding pada putra dan putri.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data tes dan pengukuran. Subjek dalam penelitian ini adalah altet UKM pencak Silat UNY kaategori tanding pada putra dan putri. Instrumen yang digunakan terdiri atas 9 item tes. Pemilihan item tes ini mengacu pada tes kondisi fisik atlet pencak silat dewasa kategori tanding, yaitu: (1) fleksibilitas menggunakan side-split, (2) kecepatan menggunakan sprint 40 meter, (3) daya ledak lengan menggunakan push-up 30 detik, (4) kekuatan otot perut menggunakan sit-up selama 1 menit, (5) kekuatan otot punggung menggunakan back-up selama 1 menit, (6) daya ledak tungkai menggunaka standing triple jump, (7) kelincahan menggunakan shuttle run, (8) daya tahan anaerobik menggunakan sprint 300 meter, dan (9) daya tahan aerobik menggunakan bleep test.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil analisis tes dengan menglasifikasikan hasil tes dengan norma yang ada, secara umum kondisi fisik atlet UKM Pencak Silat UNY tahun 2016 pada putra rata-rata 63 % dalam kategori baik, 25 % dalam kondisi cukup, dan 13 % dalam kondisi sangat baik. Kondisi fisik atlet UKM Pencak Silat UNY tahun 2016 pada putri rata-rata 75% dalam kategori baik dan 25% dalam kondisi cukup.
PEMBERIAN MADU SEBELUM AKTIVITAS FISIK INTENSITAS SEDANG TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID PLASMA TIKUS WISTAR Krisnanda Dwi Apriyanto
MEDIKORA Vol 17, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.277 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i1.23497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian madu sebelum aktivitas fisik intensitas sedang terhadap penurunan kadar malondialdehid (MDA) plasma pada tikus jantan.Penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium dengan menggunakan rancangan posttest dengan kelompok kontrol (posttest only control group design) yang dilakukan selama 7 hari. Sampel penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus putih Wistar jantan (Rattus norvegicus). Tikus dibagi menjadi 2 kelompok secara acak dan masing-masing kelompok terdiri dari 10 tikus. Kedua kelompok adalah: K0 = kelompok kontrol dan K1 = kelompok pemberian madu dosis 2,5 g/kg BB. Aktivitas fisik intensitas sedang dilakukan dengan cara merenangkan tikus selama 70% dari kemampuan maksimal tikus berenang dan diberikan tambahan beban 6% dari berat badan tikus. Madu diberikan satu kali setiap hari selama 7 hari dilakukan melalui sonde. Data dianalisis menggunakan program statistik SPSS 16.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar MDA plasma dalam kelompok K0 adalah 12,02 ± 1,85 nmol/ml dan 9,89±0,9 nmol/ml pada kelompok K1. Uji analisis independen t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan p = 0,007 (p 0,05). Terjadi penurunan kadar MDA plasma sebesar 17,72%. Pemberian madu dengan dosis 2,5 g/kg BB mengakibatkan penurunan yang signifikan terhadap kadar MDA. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penggunaanya pada manusia.
MANFAAT ISTIRAHAT PADA PASCA CEDERA AKIBAT BEROLAHRAGA Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol 18, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.923 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i1.29196

Abstract

Olahraga yang berkembang di masyarakat telah banyak menerima IPTEK sebagai pelengkap dalam setiap melakukan aktivitas olahraga. tetapi banyak masyarakat yang melakukan aktivitas olahraga, tidak terlepas dari cedera akibat melakukan olahraga tersebut. Cedera akibat olahraga berdampak pada aktivitas sehari-hari dan gangguan tubuh yang lain. Karateristik cedera yang dialami oleh para olahragawan seperti cedera ringan, sedang dan berat Cedera pada olahragawan dapat dikelompokkan yaitu cedera derajat-1, cedera derajat-2 dan cedera derajat-3. Cedera derajat-2 dan cedera derajat-3 pada umumnya dilakukan pengobatannya oleh dokter oleh karena cedera derajat-2 dan cedera derajat-3 biasanya jaringan otot robek atau patah tulang, dll. Macam cedera yang tejadi pada tubuh seperti: tulang, otot, ligamen dan persendian anggota gerak tubuh, baik olahraga body contact ataupun non body contact. Cedera yang terjadi tidak dihiraukan oleh para olahragawan dan mereka masih tetap berlatih, bertanding ataupun melakukan aktivitas olahraga untuk prestasi, hobi ataupun kebugaran. Saat cedera terjadi para olahragawan tidak mau untuk beristirahat supaya pulih dari cederanya. Dampak dari tidak adanya istirahat yang terprogram mengakibatkan proses peradangan timbul kembali, kelemahan pada otot semakin tinggi, kreatin kinase meningkat sehingga menimbulkan atrophy otot, dan cedera lama timbul kembali sehingga nyeri terus terasa setiap saat. Kekurangan Kreatin Kinase didalam sarkoplasma otot menyebabkan kemampuan otot menurun tetapi ketika kreatin kinase meningkat akan minimbulkan atrophy pada otot. Istirahat yang terprogram dan cukup sangat penting bagi olahragawan yang mengalami pasca cedera supaya dapat meraih prestasi, kesehatan, kebugaran dan hobi dalam berolahraga kembali. THE BENEFITS OF REST FOLLOWING INJURED DUE TO SPORTS Abstract In modern era, sports will engange with science and technology then improving human performance to get achievement, health and recreation through sports. Science and technology used in various sports, on the other hand it causes injured then impact on daily activities. Injury characteristics experienced by athletes such as minor, moderate and severe injuries. Injured can be classified as first-degree injuries, second-degree injuries and third-degree injuries. Second-degree injuries and third-degree injuries are generally treated by doctors because its usually torn or broken muscle tissue, etc. Types of injuries that occur in the body such as: bones, muscles, ligaments and joints of the limbs, both body contact or non-body contact sports. Sometimes athletes deny that suffers injury and still go the the field for training, compete or do exercise. When the feeling of injury arise, athletes tend to deny the tears and continue their training. Impact of deny to take a rest program will cause inflammation process reappears, weakness in the muscles gets higher, creatine kinase increases, causing muscle atrophy, and overpast injuries reappear so that the pain continues to be felt any time. Creatine kinase decrease in muscle sarcoplasm causing downward muscle ability, while creatine kinase increases, it will generate muscle atrophy. Recovery program is important for athletes who suffering injured so that he/she should come back to the field to get achievement, health, fitness and passion in sports.