cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 322 Documents
EFEKTIFITAS MASASE TERAPI CEDERA OLAHRAGA TERHADAP NYERI TUMIT DAN NYERI OTOT TIBIALIS PADA ATLET FUTSAL SMA NEGERI 1 CIAMIS Aap Subhan Sa’roni; Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol 18, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.244 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i2.29197

Abstract

Olahraga futsal merupakan olahraga yang berintensitas tinggi yang ditandai dengan adanya aktivitas berlari secara berulang- ulang dengan waktu yang relatif lama sehingga beresiko cedera pada kaki. Gangguan nyeri tumit dan nyeri otot tibialis banyak terjadi pada pemain futsal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas masase terapi cedera olahraga terhadap nyeri tumit dan nyeri otot tibialis pada atlet futsal SMA Negeri 1 Ciamis. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental dengan desain one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain ektrakurikuler futsal SMAN Negeri 1 Ciamis. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan teknik Purposive Sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi sehingga didapatkan sampel sebanyak 30 orang diantaranya 15 orang mengalami keluhan nyeri tumit dan 15 orang mengalami keluhan nyeri otot tibialis. Data yang dikumpulkan adalah derajat nyeri tumit da nyeri otot tibialis sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisi data menggunakan analisis deskriptif dan uji prasyarat dengan menggunakan uji normalitas menggunakan metode Kolmogrof-Smirnof dan Shafiro-walk, uji homogenitas menggunakan uji Levane Test, dan di analisis dengan uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-Test untuk menjawab hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa masase terapi cedera olahraga efektif terhadap penurunan rasa nyeri tumit dan nyeri otot tibialis pada atlet futsal SMA Negeri 1 Ciamis. Penelitian ini menjukan adanya perbedaan rata-rata nilai nyeri antara nyeri pada sebelum perlakuan (pretest) dan sesudah perlakuan (posttest). THE EFFECTIVITY OF THERAPY MASSAGE FOR SPORT INJURY TOWARD HEEL AND MUSCLE TIBIALIS PAIN IN ONE SENIOR HIGH SCHOOL (CIAMIS) FUTSAL ATHLETES AbstractFutsal is a high-intensity sport that is characterized by the activity of running repeatedly with a relatively long period of time so tend to induce risk of injury inside feet. Heel pain and tibial muscle pain are commonly injuries of futsal players. The purpose of this study was to determine the effectiveness of massage therapy for sports injuries to heel pain and tibial muscle pain in futsal athletes of SMA Negeri 1 Ciamis. This research is a Pre-Experimental study with one group pretest-posttest design. The population in this study were futsal extracurricular players of SMAN Negeri 1 Ciamis. The sampling technique using Purposive Sampling technique based on inclusion and exclusion criteria to obtain a sample of 30 people including 15 people experiencing complaints of heel pain and 15 people experiencing complaints of tibial muscle pain. Data collected was the degree of heel pain and tibial muscle pain before and after treatment. Data analysis techniques used descriptive analysis and prerequisite tests using the normality test using the Kolmogrof-Smirnof and Shafiro-walk methods, homogeneity tests using the Levane Test, and analyzed with the hypothesis test using Paired Sample t-Test to answer the proposed hypothesis. The results showed that massage therapy for sports injuries was effective in decreasing heel pain and tibial muscle pain in futsal athletes of SMA Negeri 1 Ciamis. This research shows that there is a difference in the average value of pain between pain before and after the treatment (posttest).
PENGARUH LATIHAN PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP ARUS PUNCAK EKSPIRASI (APE) PADA PENDERITA ASMA Dandy Prastyanto; Wara Kushartanti
MEDIKORA Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.023 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i2.23199

Abstract

Latar belakang dilaksanakannya penelitian ini adalah banyaknya penderita asma berdasarkan prevalensi asma di Indonesia. DI Yogyakarta menempati posisi ketiga terbanyak dan pada usia 15-24 tahun menempati posisi kedua terbanyak penderita asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pernapasan buteyko terhadap Arus Puncak Ekspirasi (APE) pada penderita asma mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan desain penelitian pretest and posttest. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang menderita asma. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang menderita asma berjumlah 12 orang. Subjek diberikan perlakuan dengan metode latihan pernapasan buteyko, perlakuan (treatment) dilakukan 3 kali sehari (pagi, siang, malam) selama 4 minggu pertemuan, kemudian sebelum dan sesudah perlakuan dilakukan tes APE dengan satuan liter/menit (l/min). Instrumen pengambilan data menggunakan tes peak flow meter. Teknik analisis data menggunakan uji-t, setelah sebelumnya dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan latihan pernapasan buteyko terhadap APE dengan p value 0,000 0,05. Rerata kenaikan APE setelah mendapatkan perlakuan dengan latihan pernapasan buteyko sebesar 89,17 l/min. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan pernapasan buteyko dapat meningkatkan APE pada penderita asma.
PENGARUH SPORTS MASSAGE PADA EKSTREMITAS BAWAH TERHADAP FLEKSIBILITAS PEMAIN SEPAK BOLA Nurkholis Ipang Ripai; Ali Satia Graha
MEDIKORA Vol 17, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.958 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i1.23492

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sports massage pada ekstremitas bawah setelah latihan terhadap fleksibilitas. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental design yang mempunyai kelompok kontrol, namun tidak dipilih secara random (nonequivalent control group design). Populasi penelitian adalah pemain tim sepak bola di Desa Argomulyo Cangkringan Sleman Yogyakarta sebanyak 20 orang dengan sampel berjumlah 10 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis dilakukan dengan uji analysis of varians (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hasil signifikan terhadap pengaruh sports massage pada fleksibilitas
PROFIL ANTROPOMETRI ATLET SEPAKBOLA PROFESIONAL PADA MASA TRANSISI Rizki Mulyawan
MEDIKORA Vol 18, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.323 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i1.29192

Abstract

Ada beberapa tahapan bagi pemain sepakbola dalam menjalani kompetisi, yaitu masa persiapan, masa kompetisi utama dan masa transisi. Dari ketiga tahap tersebut, masa transisi sering diabaikan oleh para pemain sepakbola di Indonesia. Hal ini sangat fatal, kadang ada pula yang salah dalam mempersepsikan masa transisi.  Pengambilan data menggambarkan bagaimana kondisi atlet sepakbola profesional khususnya yang berdomisili di kota Bandung selama masa transisi (jeda kompetisi). Diperoleh 8 pemain sepakbola professional yang berasal dari kota Bandung dan sedang dalam waktu jeda kompetisi. Pengambilan data menggunakan Omron HBF 375 Karada Scan Body Composition Monitor. Lemak di area bawah kulit yang ada di seluruh tubuh berada dalam kondisi normal pada seluruh subjek, kecuali pada bagian lengan dan kaki sekitar 37,50% dari 8 subjek masuk dalam kategori tinggi lemak, 62,50% masuk dalam kategori normal. Sementara itu, kondisi otot rangka secara keseluruhan berada dalam kategori normal (100%). Jika dispesifikkan ke beberapa bagian tubuh, kondisi otot rangka di batang tubuh, dalam hal ini tubuh bagian atas, semua subjek kondisi otot rangkanya masih tergolong rendah (100%), kemudian di bagian lengan kondisi otot rangka kategori tinggi (100%) dan pada bagian kaki seluruh subjek memiliki kondisi otot rangka yang termasuk dalam kategori sangat tinggi (100%), dapat diartikan kondisi kaki ditopang oleh proporsi otot yang kuat. Pengambilan data lainnya, yaitu kadar lemak, data menunjukkan bahwa 37,50% dari jumlah subjek memiliki kadar lemak dengan kategori tinggi, dalam hal ini di atas normal, meskipun peningkatannya tidak melebih 20%, sementara 62,50% subjek berada dalam kategori normal. Kemudian instrumen lainnya, yaitu lemak yang melindungi organ vital (visceral fat), seluruh subjek dikategorikan normal (100%) dan indeks massa tubuh (BMI) pun berada dalam kategori normal (100%). Secara keseluruhan bisa dikatakan semua subjek dalam keadaan normal. Terdapat beberapa instrumen yang harus diperbaiki subjek ketika masa transisi, terkait komposisi lemak secara keseluruhan dan kondisi otot rangka bagian atas tubuh Pengambilan data ini berguna untuk menentukan program apa yang akan dibuat selanjutnya dalam masa transisi dan menjelang persiapan kompetisi. ANTHROPOMETRY PROFILE OF PROFESSIONAL SOCCER ATHLETES IN THE TRANSITION PERIODAbstractThere are several stages for soccer players in undergoing the competition, namely the preparation period, the main competition period and the transition period. Of the three stages, the transition period is often ignored by soccer players in Indonesia. This is fatal, sometimes there is wrong perception in transition period. Retrieval of data illustrates how the condition of professional soccer athletes, especially those who live in the city of Bandung during the transition period (competition break). Obtained 8 professional soccer players who came from Bandung and are on transition period (competition break). Data collectiong use Omron HBF 375 Karada Scan Body Composition Monitor. Subcutaneous fat in the whole body is in normal condition in all subjects, except in the arms and legs about 37.50% of 8 subjects included in the high-fat category, 62.50% included in the normal category. Meanwhile, the condition of skeletal muscle as a whole is in the normal category (100%). If specified to several parts of the body, skeletal muscle conditions in the trunk, in this case the upper body, all subjects with skeletal muscle conditions are still relatively low (100%), then in the arm the skeletal muscle conditions are high category (100%) and on feet have skeletal muscle conditions that are included in the very high category (100%), it meant that the foot's condition is supported by the proportion of strong muscles. Another data collected, in the name of fat content as general in the body, data showed that 37.50% of the total subjects had high fat content, in this case above normal, although the increase did not exceed more than 20%, while 62.50% subjects were in the normal category. Then other instruments, fat that protects vital organs (visceral fat), all subjects were categorized in normal (100%) and body mass index (BMI) was in the normal category (100%). Overall it can be said that data from all subjects are normal. There are several instruments that must be improved by the subject during the transition period, related to the overall fat composition and condition of upper body skeletal muscles. Data collection is useful to determine what programs will be made later in the transition period and preparation period.
Analisis perbedaan kemampuan bank shoot dari sisi kanan dan sisi kiri pada anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di Yogyakarta Kukuh Hardopo Putro
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.324 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30918

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam penelitian ini adalah anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di yogyakarta belum sempurna dalam melakukan bank shoot baik dalam posisi maupun gerakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaan kemampuan bank shoot dari sisi kanan dan dari sisi kiri pada anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian ini diambil secara random sampling, yang berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian menggunakan tes bank  shoot  dari  AAHPER  dengan validitas 0,609 dan reliabilitas 0.757. Teknik pengumpulan data dengan metode tes dan pengukuran. Analisis  data dengan ujji prasyarat dan uji t. Hasil uji statistik diperoleh nilai uji-t bank shoot sisi kanan dan kiri memiliki nilai t hitung -1,417 dan nilai t tabel dengan df 14 pada taraf signifikansi 5% sebesar 2,14. p = 0,178, karena p 0,05 maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bank shoot dari sisi kanan dan kiri pada anggota ekstrakurikuler bolabasket putra usia 11-14 tahun di Yogyakarta. Analysis of the difference in the capability of bank shoot from the right and left side of male basketball extracurricular members aged 11-14 years old in YogyakartaAbstractProblems that occur in this study are members of male basketball basketball extracurricular members aged 11-14 years in Yogyakarta not yet perfect in doing bank shoots both in position and movement. This study aims to determine the differences in the ability to shoot banks from the right side and from the left side on the extracurricular members of the basketball boy age 11-14 years in Yogyakarta. This research is a descriptive study with a survey method. The sample in this study was taken by random sampling, which amounted to 30 students. The research instrument used a bank shoot test from AAHPER with a validity of 0.609 and reliability of 0.757. Data collection techniques with test and measurement methods. Data analysis with prerequisite tests and t tests. Statistical test results obtained t-test value shoot banks right and left side has a t value of -1.417 and t table value with df 14 at a significance level of 5% of 2.14. p = 0.178, because p 0.05 there is no significant difference. So it can be concluded that there is no significant difference between the ability to shoot banks from the right and left sides of male basketball extracurricular members aged 11-14 years in Yogyakarta.
PENGARUH LATIHAN CIRCUIT BODYWEIGHT TERHADAP KEBUGARAN JASMANI, INDEKS MASSA TUBUH, PERSENTASE LEMAK TUBUH DAN FLEKSIBILITAS Nanda Dwicahya; Fatkurahman Arjuna
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.205 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23486

Abstract

Memiliki status kebugaran jasmani yang baik dan tubuh yang ideal merupakan harapan semua orang. Sebagian besar member fitness Ros-In Hotel memliki tubuh yang kurang ideal dan kebugaran jasmani yang kurang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan circuit bodyweight terhadap kebugaran jasmani, indeks massa tubuh, persentase lemak tubuh, dan fleksibilitas member fitness Ros-In Hotel Yogyakarta.Penelitian ini merupakan pre-experimental design dengan one-group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah member dengan usia antara 19-25 tahun, aktif minimal dua bulan, dan bersedia mengikuti latihan 18 kali pertemuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan pengukuran. Instrumen yang digunakan yaitu tes rockport, stadiometer, timbangan, scinfold caliper, dan sit and reach. Analisis data penilitian menggunakan uji t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan variabel antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen.Hasil penelitian ini menunjukan uji t data VO2Max diperoleh nilai t hitung 3.000 t tabel 2.262, dan nilai p 0,015 0,05 maka ada peningkatan VO2Max yang signifikan. Hasil uji t IMT diperoleh nilai t hitung 6.957 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada penurunan berat badan yang sangat signifikan. Hasil uji t lemak tubuh diperoleh nilai t hitung 9.221 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada penurunan lemak tubuh yang sangat signifikan. Hasil uji t fleksibilitas diperoleh nilai t hitung 6.332 t tabel 2.262, dan nilai p 0,000 0,05 maka ada peningkatan fleksibilitas yang sangat signifikan.
PENGARUH KOMPRES ES DAN KOMPRES HANGAT TERHADAP PENYEMBUHAN CEDERA ANKLE PASCA MANIPULASI TOPURAK PADA PEMAIN FUTSAL Queen Syafaati Hakiki; B.M. Wara Kushartanti
MEDIKORA Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.922 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i2.29185

Abstract

Cedera ankle merupakan cedera terbanyak dalam olahraga futsal (Junge Drovak, 2010: 1091). Terapi manipulasi merupakan salah satu cara nonfarmakologi yang sering digunakan, meskipun terkadang memberi efek nyeri setelah terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kompres (es dan hangat) dalam mengurangi nyeri dan menambah ROM serta fungsi gerak sendi ankle setelah terapi manipulasi (teknik Topurak). Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan pretest-posttest control group design digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian dengan 15 pemain yang mengalami cedera ankle kronis dan masuk dalam kriteria inklusi dari 30 pemain GPS Futsal Bantul. Subjek penelitian dibagi menjadi tiga kelompok dengan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Sebelum dan sesudah pemberian kompres (es dan hangat) dilakukan pengukuran skala nyeri, range of motion (ROM), dan skala fungsi pada seluruh subjek. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif, dan uji t berpasangan untuk data ROM, serta uji Wilcoxon untuk data skala nyeri dan skala fungsi. Uji Anova juga digunakan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan dari ketiga variable independent. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompres es dan kompres hangat pasca manipulasi Topurak dapat mengurangi nyeri tekan dan menambah ROM. Disamping itu kompres es dapat meningkatkan fungsi gerak (jinjit dan lompat) secara signifikan (p jinjit= 0,03 dan p lompat= 0,04). Perlakuan istirahat juga dapat menurunkan skala nyeri tekan dan menambah ROM kecuali pada inversi ankle (p= 0,06). Selain itu, istirahat juga dapat meningkatkan skala fungsi lari dan lompat. Tidak ada perbedaan signifikan pada ketiga perlakuan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompres dan istirahat sama-sama dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan ROM serta fungsi gerak sendi ankle pasca manipulasi Topurak. EFFECT OF WARM COMPRESSES AND WARM COMPRESSES ON HEALING OF POST MANAKULASI ANKLE INJURIES IN FUTSAL PLAYERS AbstractAnkle injuries are the most injuries in futsal (Junge Drovak, 2010: 1091). Manipulation therapy is one of the non-pharmacological methods that is often used, although sometimes it gives pain effects after therapy. This study aims to examine the effect of compresses (ice and warm) in reducing pain and increasing ROM and ankle joint function after manipulation therapy (Topurak technique). This research is a Quasi Experimental Design study with pretest-posttest control group design used as an approach in research with 15 players who suffered chronic ankle injuries and included in the inclusion criteria of 30 Bantul GPS Futsal players. The research subjects were divided into three groups with two experimental groups and one control group. Before and after applying compresses (ice and warm) the pain scale, range of motion (ROM), and function scale were measured on all subjects. The collected data were analyzed descriptively, and paired t tests for ROM data, and Wilcoxon tests for pain scale and function scale data. Anova test was also used to find out the significant differences of the three independent variables. The results showed that ice compresses and warm compresses after Topurak manipulation can reduce tenderness and increase ROM. Besides that, ice packs can improve the function of motion (tiptoes and jumps) significantly (paws = 0.03 and p jumps = 0.04). The resting treatment can also reduce tenderness scale and increase ROM except for ankle inversion (p = 0.06). In addition, rest can also increase the scale of the function of running and jumping. There were no significant differences in the three treatments, so it can be concluded that compressing and resting both can reduce pain and improve ROM and ankle joint function after Topurak manipulation.
EFEKTIVITAS MANIPULASI EFFLEURAGE TERHADAP TINGKAT DEPRESI, KECEMASAN DAN STRES PADA LANSIA Muhammad Nurul Anwar; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 18, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.513 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i2.29203

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pola pikir berlebih dan perasaan cemas pada lansia semakin naik ketika mengalami kelelahan akibat aktivitas sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efektivitas manipulasi effleurage terhadap tingkat depresi, kecemasan dan stres pada lansia di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah Pre-experimental design dengan pendekatan One-Shoot Case Study. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia laki-laki yang mengikuti perkumpulan di komplek Masjid Al Muhtadin dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul. Sampel penelitian ini adalah lansia laki-laki di perkumpulan komplek Masjid Al Muhtadin terdapat 15 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Teknik analisis yang dilakukan adalah deskriptif statistik frekuensi dalam bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manipulasi effleurage efektif terhadap tingkat depresi, kecemasan dan stres pada lansia di Yogyakarta. Tingkat efektivitas manipulasi effleurage terhadap tingkat depresi pada lansia yang berkategori normal 10 orang atau 66,67%, dan ringan 5 orang atau 33,33%. Efektif untuk tingkat kecemasan berkategori normal 13 orang atau 86,67%, dan parah 2 orang atau 13,33%. Sedangkan untuk tingkat stres yang berkategori normal 13 orang atau 86,67%, dan ringan 2 orang atau13,33%. EFFECTIVENESS OF EFFLEURAGE MANIPULATION ON DEPRESSION, ANXIETY AND STRESS LEVELS IN THE ELDERLY AbstractThis research is motivated by excessive thought patterns and feelings of anxiety in the elderly increases when they experience fatigue due to daily activities. This study aims to determine the effect of the effectiveness of effleurage manipulation on the level of depression, anxiety and stress in the elderly in Yogyakarta. This research is a descriptive research. The method used is a pre-experimental design with a One-Shoot Case Study approach. The study population was all elderly men who participated in the gathering at the Al Muhtadin Mosque complex in Plumbon hamlet, Banguntapan, Bantul. The sample of this study is 15 elderly men in the Al Muhtadin Mosque complex. The sampling technique was purposive sampling. The instrument used was a questionnaire. The analysis technique used is descriptive frequency statistics in the form of percentages. The results of this study indicate that effleurage manipulation is effective against depression, anxiety and stress levels in the elderly in Yogyakarta. The effectiveness level of effleurage manipulation on the level of depression in the elderly is in the normal category of 10 people or 66.67%, and mild 5 people or 33.33%. Effective for the level of anxiety in the normal category of 13 people or 86.67%, and severe 2 people or 13.33%. Whereas for stress levels that are in the normal category of 13 people or 86.67%, and mild 2 people or 13.33%.
IDENTIFIKASI TINGKAT KEBUGARAN OTOT ATLET BULUTANGKIS USIA 9-12 TAHUN DENGAN METODE KRAUS WEBER Dinan Mitsalina; Prijo Sudibjo
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.976 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23479

Abstract

Bulutangkis merupakan olahraga yang memiliki risiko cedera yang tinggi disebabkan karena karakteristik olahraga tersebut (high impact, high intensity, and multi direction sports). Upaya pencegahan cedera dapat dilakukan dengan memiliki kebugaran otot dan fleksibilitas yang baik. Identifikasi kebugaran otot dan fleksibilitas atlet dapat dilakukan dengan metode Krauss Weber. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kebugaran otot atlet bulutangkis usia 9-12 tahun tahun dengan metode Krauss Weber.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survei dengan instrumen berupa tes Kraus Weber. Subjek penelitian yang digunakan adalah atlet bulutangkis usia 9-12 tahun di Klub Jaya Raya Satria. Teknik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, dengan jumlah 12 atlet. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran otot atlet bulutangkis usia 9-12 tahun yang paling buruk adalah pada kekuatan otot perut, didominasi oleh semua atlet dengan kategori obesitas yang berjenis kelamin putra. Seluruh atlet bulutangkis usia 9-12 tahun memiliki kekuatan otot punggung maupun fleksibilitas tulang belakang dan otot hamstring yang baik.
EFEKTIVITAS LATIHAN BODY WEIGHT TRAINING DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN RESISTANCE BAND TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN PERSENTASE LEMAK Asti Lestari; Ahmad Nasrulloh
MEDIKORA Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.398 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i2.29180

Abstract

Body weight training menggunakan resitance band dan tanpa resistance band merupakan bentuk latihan beban yang sedang populer saat ini. Kebanyakan orang melakukan kedua latihan tersebut untuk tujuan menurunkan berat badan dan persentase lemak. Akan tetapi belum diketahui tingkat efektivitas dari latihan body weight training menggunakan resistance band dan tanpa resistance band terhadap penurunan berat badan dan persentase lemak. Penelitian ini adalah pre-experimen dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pretest dan posttest. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara purposive sampling, dengan member wanita berjumlah 20 orang, berjenis kelamin perempuan. Pembagian kelompok dalam penelitian ini yaitu kelompok I body weight training menggunakan resistance band dan kelompok II tanpa resistance band. Instrument yang digunakan untuk mengukur berat badan yaitu timbangan omron dengan satuan kilogram, untuk mengukur tinggi badan dengan menggunakan stadium meter dengan atuan centimeter, dan untuk mengukur persentase lemak badan menggunkan skinfold calipter. Teknik analisis data menggunakan paired t test dan independent t test untuk mengetahui ada pengaruh dan ada perbedaan terhadap sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Ada pengaruh yang signifikan body weight training menggunakan resistance band terhadap penueunan berat badan dan persentase lemak dengan nilai signifikasi (p0,05), (2) Ada pengaruh body weight training tanpa resistance band terhadap penurunan berat badan persentase lemak dengan nilai signifikasi (p0,05). (3) Dapat dibuktikan juga bahwa latihan beban body weight training menggunkan resistance band lebih efektif dari pada tanpa resistance band terhadap penurunan berat badan dan persentase lemak pada sampel penelitian.  EFFECTIVENESS OF BODY WEIGHT TRAINING TRAININGWITH AND WITHOUT USING THE RESISTANCE BANDTOWARDS WEIGHT REDUCTION AND PERCENTAGE OF FAT AbstractBody weight training using resistance bands and without resistance bands is a form of weight training that is currently popular. Most people do both exercises for the purpose of losing weight and fat percentage. However, the level of effectiveness of body weight training using resistance bands and without resistance bands for weight loss and fat percentage is unknown. This research is a pre-experiment with the research design used, namely pretest and posttest. Sampling in this study was carried out by means of purposive sampling, with 20 female members, female sex. The division of groups in this study is group I body weight training using resistance bands and group II without resistance bands. The instrument used to measure body weight is the scale of the omron in kilograms, to measure height using a stadium meter with a centimeter, and to measure the percentage of body fat using a skinfold calipter. Data analysis techniques used paired t test and independent t test to find out there is an influence and there are differences in the research sample. The results showed that: (1) There was a significant effect of body weight training using resistance bands on weight loss and fat percentage with a significant value (p 0.05), (2) There was an effect of body weight training without resistance bands on weight loss body fat percentage with a significance value (p 0.05). (3) It can also be proven that body weight training using resistance bands is more effective than without resistance bands for weight loss and fat percentage in the study sample.