cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
DETEKSI DINI KETERLAMBATAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK B. Suhartini
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1564.539 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4770

Abstract

Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendaliangerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf dan ototyang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembanganrefleksi dan kegiatan masa yang ada pada waktulahir. Kondisi ketidakberdayaan pada anak akan berubah secaracepat, selama empat tahun atau lima tahun pertama kehidupanpascalahir anak dapat mengendaUkan gerakan yang kasar.Gerakan-gerakan tersebut melibatkan bagian badan yang luas,seperti tengkurap, duduk, merangkak, berdiri merambat,berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Perkembanganmotorik kasar anak dapat diketahui melalui pemantauan yangcermat.Kemampuan motorik kasar akan berkembang denganbaik apabila ada perhatian orang tua dan latihan yang baik.Kebebasan bergerak yang diberikan pada anak pada masa pertumbuhanakan berpengaruh terhadap pertumbuhan danperkembangan anak selanjutnya. Secara umum perkembanganmotorik dibagi menjadi dua, yakni motorik kasar dan motorikhalus. Motorik Kasar merupakan aktivitas motorik yangmencakup keterampilan otot-otot besar, sedangkan
EFEKTIVITAS MASASE FRIRAGEDALAM MENGATASI GANGGUAN/PENURUNANRANGE OF MOVEMENT PEMAIN BULUTANGKISYANG MENGALAMI CEDERA PERGELANGAN TANGAN Yulius Agung Saputro dan Sigit Nugroho
MEDIKORA Vol. XII No. 1 April 2014
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.577 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4578

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat efektivitas masase frirage dalammengatasi gangguan/penurunan range of movement pemain bulutangkis yangmengalami cedera pergelangan tangan.Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain pretest andposttest group design. Populasi dalam penelitian ini UKM Bulutangkis UNY, sedangkansampelnya adalah pemain putri UKM Bulutangkis UNY. Teknik pengambilan sampelmenggunakan purosive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang.Pengambilan data dilakukan dengan menghitung Range of Movement (ROM) gerakfleksi, ekstensi, adduksi dan abduksi sendi pergelangan tangan. Analisis data yangdigunakan dalam penelitian menggunakan uji-t.Hasil penelitian disimpulkan masase frirage terbukti signifikan mampu mengurangidan mengatasi cedera pergelangan tangan yang dialami pemain putri UKM BulutangkisUNY. Ditunjukkan dengan hasil Uji-t diperoleh nilai t hitung fleksi 6,886, t hitungekstensi 11,176, t hitung adduksi 15,706 dan t hitung abduksi 11,859 dengansignifikansi (p value) 0,000 (p0,05). Terdapat peningkatan Range of Movementsetelah diberikan perlakuan masase frirage pada gerakan fleksi sebesar 36,82%,ekstensi 23,87%, adduksi 27,81% dan abduksi 39,06%. Sedangkan efektivitas masasefrirage terhadap penyembuhan cedera pergelangan tangan pemain putri UKMBulutangkis UNY ditunjukkan dengan perhitungan peningkatan prosentase gerakanFleksi sebesar 94,75%, Ekstensi 94,14%, Adduksi 90,88% dan Abduksi 89% dariperbandingan dengan gerak orang normal.Kata kunci: Pemain bulutangkis, cedera pergelangan tangan, masase frirage.
MODEL AKTIVITAS REKREATIF KOMPETITIF UNTUK MENINGKATKAN KESEHATAN PSIKOSOSIAL DAN MEMELIHARA DAYA INGAT LANSIA Endang Sepdanius dan FX. Sugiyanto
MEDIKORA Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.115 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i2.7934

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model aktivitas rekreatif kompetitifmelalui aktivitas permainan untuk meningkatkan kesehatan psikososial dan memeliharadaya ingat. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagaiberikut: (1) tahap studi pendahuluan, (2) validasi ahli, (3) uji coba keberterimaan, (4) ujikemanfaatan. Data dikumpulkan menggunakan instrumen: (1) validasi draf awal, (2)angket observasi untuk peneliti, instruktur, dan respon lansia, (3) pedoman wawancarauntuk pretest dan posttest.Hasil penelitian dikemas dalam bentuk buku dan CD yang terdiri dari tujuh bentukpermainan. Adapun permainan tersebut yaitu: (1) permainan bola estafet, (2) permainanbola pantul, (3) permainan tepuk tangan ceria, (4) permainan lempar kok, (5) permainancocok-mencocokan, (6) permainan lingkaran jebakkan dan, (7) permainan stik berantai.Kata kunci: Pengembangan, aktivitas rekreatif komepetitif, kesehatan psikososial dandaya ingat lansia.
TERAPI DENGAN PANAX GINSENG “BING HAN” SALAH SATU ALTERNATIF MENATAP MASA DEPAN YANG CERAH BAGI PENDERITA DIABETES DAN KOMPLIKASINYA Subagyo Subagyo
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.261 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4642

Abstract

Artikel ini ditulis berangkat dari pengalaman pribadi penulis yang selama 3 tahunini mengalami sakit yang menurut banyak teman merupakan sakit yang aneh dan hebat.Aneh karena jarang ditemui di masyarakat. Analisis dokter katanya SJS tapi ada jugayang menyatakan sebagai Psoriasis Eritroderma. Penulis kurang memahami tentangjenis penyakit ini yang jelas berkaitan dengan Immunitas tubuh. Sampai suatu waktudivonis dokter tidak ada obatnya. Tapi penulis percaya bahwa Tuhan akan memberikanampunan dan pertolongan pada hambanya yang mau berusaha dan bertawakal.Berawal dari Alergi hebat sehingga terjadi pembengkakan pada kepala penulis,sehingga sampai tidak bisa melihat dengan kata lain mata saya tertutup oleh bengkak.Kemudian kulit mengelupas seperti Ular “nelungsungi” dalam bahasa jawa. Padaakhirnya penulis mengalami banyak komplikasi penyakit. Selama 3 tahun ini penuliskeluar masuk rumah sakit lebih dari 10 kali, sampai pada maret 2012 kemarin penulismenemukan terapi yang meringankan penderitaan penulis hingga bisa masuk kerja lagi.Yang pertama terapi dengan akupresure dan pemanasan mengunakan sinar inframerahjauh (SIM J) memakai batu keramik turmanium dan terapi minum powder ginsenguntuk memperbaiki keenam sistem dalam tubuh. Hasilnya sangat “ajaib”, penulismengalami kemajuan yang revolusioner membaik. Pengalaman ini mendorong penulisuntuk mengkaji dan mencari referensi kenapa dan bagaimana terutama kerja ginsengdari referensi yang ada dan mencoba mengkaitkan dengan keenam sistem dalam tubuhmanusia.Keenam sistem utama dalam tubuh manusia adalah 1) sistem hormon, 2) sistemsirkulasi, 3) sistem metabulasi, 4) sistem syaraf Otonomic, 5) sistem daya Immunitas,dan 6) sistem Bakteri positif Usus. Dengan terapi yang sesuai dengan “Bing Han”ginseng maka keenam sistem ini akan diperbaiki, sehingga penyakit yang dideritaseseorang secara progresive dapat disembuhkan tanpa ada efek samping. Kata Kunci : Panax Ginseng “bing Han”, Penyakit, 6 sistem utama tubuh
TINGKAT KAPASITAS VITAL PARU ANAK TUNA RUNGU Rehania Nur'Aini Mustopa; Sumaryanti Sumaryanti
MEDIKORA Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.051 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i2.23143

Abstract

Pernapasan sangat penting bagi kehidupan manusia dan ditunjang oleh beberapa faktor, salah satu di antaranya adalah kapasitas vital paru yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kapasitas vital paru anak tunarungu di SLB Karnnamanohara Kabupaten Sleman yang belum pernah diketahui sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan satu variabel, yaitu kapasitas vital paru. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel populasi, yaitu siswa tunarungu yang berjumlah 142 anak di SLB Karnnamanohara Kabupaten Sleman yang terdiri atas siswa TKLB 25 anak, SDLB 98 anak, SMPLB 15 anak, dan SMALB 4 anak. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa alat yaitu spirometer vitalograph. Untuk menganalisis data yang terkumpul, peneliti menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tingkat kapasitas vital paru anak tunarungu di SLB Karnnamanohara berada pada kategori kurang.
RESPONS HUNTING PADA TERAPI DINGIN PADA PENANGANAN CEDERA OLAHRAGA Novita Intan Arovah
MEDIKORA Vol. VII No. 1 April 2011
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2009.978 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4658

Abstract

Atlet merupakan populasi yang rentan mengalami cedera olahraga. Cedera olahraga tersebut memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses pemulihan sekaligus mencegah terjadinya cedera ulang. Terapi dingin merupakan modalitas terapi yang sering digunakan untuk mengatasi cedera olahraga pada fase akut. Terapi dingin tersebut pada dasarnya bersifat anri-inflamadf. Walaupun demikian, apabila digunakan secara tidak   tepat dapat mengakibatkan efek vasodilatasi (respons hunting) yang bersifat kontraproduktif bagi proses inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terjadinya hunting response pada terapi dingin dengan menggunakan es langsung, es yang dibungkus dengan kain serta air es.Subjek penelidan ini adalah 10 orang probandus sehat berusia 17-20 tahun. Subjek menerima tiga perlakuan (es langsung, es dengan kain dan air es) dengan periode wash-out selama 1 minggu diantaranya. Pada tiap perlakuan dihitung waktu terjadinya vasokontriksi (warna pucat pada kulit) dan vasodilatasi (warna merah pada kulit) pada dua tempat perlakuan yakni telapak tangan dan fossa cubiti. Data tersebut kemudian diolah menggunakan oneway anova untuk melihat ada tidaknya perbedaan pada waktu vasokontriksi dan vasodilatasi inter dan antar kelompok. Uji-t kemudian dilakukan untuk menguji ada tidaknya perbedaan vasokontriksi dan dilatasi antarpasangan kelompok perlakuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) terdapat perbedaan bermakna antarawaktu vasokontriksi dan vasodilatasi pada ketiga perlakuan terapi dingin (perlakuan es langsung, es dengan kain maupun air es), (ii) respon vasokontriksi dan vasodilatasi pada perlakuan es langsung lebih cepat terjadi daripada pada perlakuan es dengan kain maupun air es value —0.00), (iii) terdapat perbedaan bermakna antara waktu respons vasodilatasi dan vasokontriksi pada lokasi telapak tangan dan fossa cubiti dan (iv) respons vasokontriksi dan vasodilatasi pada telapak tangan dan fossacubiti lebih cepat terjadi daripada pada perlakuan es dengan kain maupun air es (p value—0.00).Secara praktis, dapat disimpulkan bahwa dalam melakukan terapi dingin pada cedera akut, pengaruran waktu terapi perlu memperhatikan letak dan jenis modalitas terapi dingin yang digunakan untuk menghindari terjadinya respons hunting.Kata Kunci: respons hunting, terapi dingin, cedera olahraga
EFEKTIVITAS LATIHAN BEBAN DENGAN METODE CIRCUIT WEIGHT TRAINING DENGAN SUPER SET TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN DAN PROSENTASE LEMAK Prabowo Purwanto; Ahmad Nasrulloh
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.736 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh metode latihan circuit weight training terhadap penurunan berat badan dan prosentase lemak, (2) Mengetahui pengaruh metode latihan super set terhadap penurunan berat badan dan prosentase lemak, (3) Mengetahui metode manakah yang paling efektif antara metode latihan circuit weight training dengan metode latihan super set terhadap penurunan berat badan dan prosentase lemak pada member Cakra Sport Club.Penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain penelitian yang di gunakan yaitu pretest- posttest. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah member cakra sport club dengan jumlah 20 member. Pembagian kelompok dalam penelitian ini yaitu kelompok I latihan dengan metode circuit weight training dan kelompok II latihan dengan metode super set. Instrumen yang digunakan yaitu timbangan, alat ukur tinggi badan dan skinfold caliper. Teknik analisis data menggunakan paired t test dan independen t test untuk mengetahui ada pengaruh dan ada perbedaan terhadap sampel.Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Latihan menggunakan metode circuit weight training ada pengaruh yaitu pada berat badan sebelum dan sesudah menggunakan metode circuit weight training sebesar 4,6 % dan prosentase lemak sebelum dan sesudah menggunakan metode circuit weight training sebesar 19,2 %. (2) Latihan menggunakan metode super set ada pengaruh pada berat badan sebelum dan sesudah menggunakan metode super set sebesar 2,6 % dan persentase lemak sebelum dan sesudah menggunakan metode super set sebesar 10,5 %. (3) Metode circuit weight training lebih efektif dari pada metode super set untuk menurunkan berat badan dan prosentase lemak. Hal ini dibuktikan dengan nilai prosentase pada penurunan berat badan antara metode circuit weight training dengan metode super set sebesar 4,6 % yang lebih besar dari 2,6 % dan nilai prosentase penurunan prosentase lemak antara metode circuit weight training dengan metode super set sebesar 19,2 % yang lebih besar dari 10,5 %.
MANFAAT OLAHRAGA RENANG BAGI LANJUT USIA Ermawan Susanto
MEDIKORA Vol. VI No. 1 April 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2619.502 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4669

Abstract

Secara umum kondisi fisik seseorang yang telah memasuki masa lanjut usia  mengalami penurunan. Perubahan-perubahan tersebut pada umumnya  mengarah  pada kemunduruan kesehatan fisik dan psikis, sehingga secara  umum akan berpengaruh pada aktivitas kehidupan sehari-hari. Tulisan ini  membahas tentang manfaat  olahraga renang dan bentuk latihan renang yang tepat bagi lanjut usia. Tulisan  diambil dengan mereview beberapa hasil  penelitian dan artikel-artikel olahraga  kesehatan khususnya manfaat olahraga renang bagi lanjut usia. Olahraga renang  merupakan salah satu olahraga kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) yang bermanfaat untuk meningkatkan VO2 maks dan penurunan denyut nadi  istirahat, yang sebenarnya cocok untuk semua usia khususnya untuk rehabilitasi,  terapi, dan lanjut usia.  Olahraga renang memiliki peran dalam menyelesaikan  berbagai macam  permasalahan seperti stres (dalam segi rohaniah) dan juga mampu  memberi rangsangan pada tubuh dalam menyembuhkan penyakit (dalam segi  jasmaniah). Olahraga renang baik bentuk aktivitasnya maupun media   kolam renang, telah berfungsi sebagai terapi kesehatan (hydrotherapy) guna  mengatasi  masalah-masalah kesehatan seperti hipokinesia (kurang gerak), muskuioskeletal, penyakit dalam, dan masalah psikis. Terdapat sebelas macam bentuk latihan di  air yang dapat dilakukan oleh lanjut usia yang dapat  meningkatkan status  kebugaran jasmani. Namun demikian, dalam melakukan  olahraga renang tidak  boleh mengalami kelelahan yang berlebihan, bila  intensitasnya berlebihan dapat  terjadi sesak napas, nyeri dada, atau pusing.  Pada lanjut usia olahraga renang  dapat dilakukan apabila memperhatikan  syarat-syarat keamanannya. Olahraga  renang dapat direkomendasikan sebagai olahraga yang aman bagi lanjut usia  seperti pada jenis olahraga aerobik lainnya seperti berjalan, bersepeda, atau  senam lansia.Kata Kunci: manfaat renang, lanjut usia, program
EFEKTIVITAS MANIPULASI EFFLEURAGE TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Muhammad Nurul Anwar; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.343 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i2.29183

Abstract

Lansia merupakan tahap lanjut dari proses kehidupan yang ditandai dengan menurunnya kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan lingkungan disekitarnya. Masa lansia merupakan tahap akhir dalam siklus perkembangan manusia di masa proses penuaan yang dialami oleh lansia dapat menyebabkan hilangnya kemampuan organ dan jaringan untuk memperbaiki diri secara perlahan-lahan dan semakin besarnya tekanan batin dan perasaan yang dialami. Tingkat aktivitas yang dilakukan oleh lansia kebanyakan merupakan aktivitas fisik ringan tetapi tetap dapat mendorong dan mempertahankan kemampuannya secara baik. Lansia banyak menghadapi masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintregasi. Pada lansia akan mengalami berbagai penurunan, yaitu kekuatan massa otot, menurunnya fungsi neuromuscular terutama pada persendian dan banyaknya mengeluh kelentukan yang berkurang karena kelelahan otot pada tubuh. Seiring dengan adanya penurunan kemampuan pada lansia sering munculnya perasaan cemas dan adanya pola pikir yang semakin dalam. Penelitian ini merupakan penelitian deskrpitif yang bertujuan memberikan apakah terdapat  efektivitas massage Effleurage terhadap tingkat depresi pada lansia di dusun Plumbon, Banguntapan, Bantul. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dangan persentase, bertujuan untuk mengumpulkan data, menyajikan data dan menentukan nilai. Hasil penelitian menyatakan bahwa tingkat efektivitas manipulasi effleurage terhadap tingkat depresi pada Lansia adalah baik dengan pertimbangan rerata sebesar 5,6. Tingkat efektivitas massage effleurage terhadap tingkat depresi pada Lansia yang berkategori normal 10 orang atau 66,67%, ringan 5 orang atau 33,33%. EFFECTIVENESS OF MANIPULATION EFFLEURAGE DEPRESSION LEVELS IN ELDERLY AbstractElderly is an advanced stage of the life process marked by a decrease in the body's ability to adapt to the surrounding environment. The elderly is the final stage in the cycle of human development during the aging process experienced by the elderly can cause the loss of the ability of organs and tissues to repair themselves slowly and the increasing amount of inner pressure and feelings experienced. The level of activity undertaken by the elderly is mostly mild physical activity but can still encourage and maintain their abilities properly. Elderly faces many health problems that need to be handled immediately and integrated. In the elderly will experience a variety of decreased, namely the strength of muscle mass, decreased neuromuscular function, especially in the joints and the number of complaints of reduced flexibility due to muscle fatigue in the body. Along with a decrease in ability in the elderly often the emergence of feelings of anxiety and the existence of a deeper mindset. This research is a descriptive study aimed at providing whether there is an effectiveness of Effleurage massage on the level of depression in the elderly in the village of Plumbon, Banguntapan, Bantul. The data analysis technique used is descriptive with percentages, aiming to collect data, present data and determine values. The results of the study stated that the level of effectiveness of effleurage manipulation on the level of depression in the elderly was good with a mean consideration of 5.6. The effectiveness of massage effleurage on the level of depression in the elderly is in the normal category of 10 people or 66.67%, mild 5 people or 33.33%.
PEMULIHAN KONTROL MOTORIK PENDERITA STROKE DENGAN MOTOR RELEARNING PROGRAMME B. Suhartin B. Suhartin
MEDIKORA Vol. VI No. 2 Oktober 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1440.957 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4687

Abstract

Masa era globalisasi adalah masa penuh persaingan dalam hidup, sehingga  banyak orang ingin berlomba-lomba untuk menjawab tantangan dan ingin  menjadi  yang terbaik. Tidak sedikit orang tidak menghiraukan kondisi fisik,  sehingga banyak  terserang penyakit salah satunya strok.Stroke adalah suatu gangguan fungsi syaraf akut yang disebabkan oleh karena  gangguan  peredaran darah otak yang timbul secara cepat dalam beberapa jam   dengan gejala dan tanda  yang sesuai dengan daerah otak yang terganggu.  Hampir delapan puluh persen penderita  stroke mempunyai defisit neuromotor,   sehingga memberikan gejala kelumpuhan sebelah  badan dengan tingkat  kelemahan bervariasi dari yang lemah sampai yang berat. Ciri tersebut  adalah kehilangan sensibilitas, kegagalan asistem koordinasi, perubahan pola jalan dan  terganggunya keseimbangan. Kondisi ini mempengaruhi kemampuan untuk  melakukan  aktivitas hidup sehari-hari, setelah serangan stroke penderita harus  mempelajari kembali  hubungan somatosensori baru atau lama untuk  melakukan tugas-tugas fungsionalnya.Rehabilitasi stroke merupakan salah satu program menyeluruh yang  terkoordinasi antara medis dan rehabilitasi untuk tujuan mengoptimalkan dan   memodifikasi  kemampuan fungsional yang ada. Program rehabilitasi stroke  telah terbukti dapat  mengoptimalkan pemulihan, sehingga penderita stroke  mendapat keluaran fungsional dan kualitas hidup yang lebih baik. Salah satu  program rehabilitasi yang  sering dipergunakan untuk mengembalikan fungsi  karena defisit motorik adalah  Motor Relearning Programme.Kata Kunci : kontrol motorik, penderita stroke, motor relearning programme

Page 10 of 32 | Total Record : 314