cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 322 Documents
TINGKAT PEMAHAMAN DAN SURVEI LEVEL AKTIVITAS FISIK, STATUS KECUKUPAN ENERGI DAN STATUS ANTROPOMETRIK MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FIK UNY Prijo Sudibjo; Novita Intan Arovah; Rachmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol. XI No. 1 Oktober 2013
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.2816

Abstract

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Fakultas Ilmu Keolahragaan dipersiapkan menjadi pelatih yang kompeten. Salah satu kompetensi yang diperlukan oleh pelatih adalah pemahaman dan keterampilan dalam pengukuran tingkat aktivitas fisik, status kecukupan energi dan status antropometrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pengukuran level aktivitas fisik, status kecukupan energy, dan status antropometrik mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNY. Penelitian ini merupakan penelitian observasi cross sectional pada 30 mahasiswa Program Stusi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNY yang telah menempuh mata kuliah Anatomi. Pengukuran tingkat pemahaman dilaksanakan dengan metode tes. Level aktivitas fisik diukur dengan kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire), status kecukupan energi diukur dengan membagi antara asupan kalori dibagi dengan kebutuhan kalori, dan status antropometris dinilai dengan menggunakan rumus BMI (body mass index) dansomatotype berdasarkan Health Charter Manual. Data diolah secara deskriptif dan korelatif menggunakan analisis Korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara tingkat pemahaman dan status level aktivitas fisik, status kecukupan energy, dan status antropometrik dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNY mempunyai level aktivitas fisik yang baik (skor IPAQ rata-rata 7248,13 ± 2420,58 METS), dan status kecukupan energi yang baik pula (rata-rata kecukupan energi sebesar 96,62 ± 19,81%). Di sisi lain, status gizi pada 90 % mahasiswa menunjukkan kriteria yang normal. Uji Korelasi Pearson menunjukkan adanya korelasi positif yang sangat kuat antara tingkat pemahaman level aktivitas fisik dan level aktivitas fisik (korelasi 0.902 dan p 0,05), namun tidak terbukti adanya korelasi yang signifikan (p 0,05) antara tingkat pemahaman dan status kecukupan energi dan status gizi yang secara berurutan didapatkan nilai korelasi sebesar 0,27 dan 0,048.Kata Kunci: level aktivitas fisik, status kecukupan energi, status antropometrik
LATIHAN SENAM AEROBIK UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI A. Erlina Listyarini
MEDIKORA Vol. VIII No. 2 April 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4654

Abstract

Senam aerobik adalah aktivitas (gerak) yang dilakukan oleh perorangan maupun kelompok orang secara berirama, menggunakan otot-otot besar, dengan menggunakan sistem energi aerobik, dan mengikuti irama musik yang juga dipilih sehingga melahirkan ketentuan ritmis, kontinuitas, dan durasi tertentu yang bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan kebugaran tubuh serta tujuan lain misalnya menurunkan berat badan. Latihan senam aerobik adalah senam yang menggerakkan seluruh otot, terutama otot besar dengan gerakan yang mantab, terus menerus, berirama, maju, dan berkelanjuutan. Salah satu upaya untuk dapat meningkatkan kebugaran jasmani yaitu dengan latihan senam aerobik, namun harus memenuhi beberapa ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi yaitu, 1) berdasarkan intensitas latihan, sebaiknya berlatih sampai denyut nadi latihan atau berlatih mencapai target training zone. 2) takaran lama latihan, apabila latihan sampai mencapai target training zone maka latihan senam aerobik paling sedikit 30 sampai 45 menit. 3) frekuensi latihan, minimal 3 kali seminggu dan maksimal 8 kali seminggu. 4) lama program latihan, bagi peserta senam aerobik yang sangat kurang kebugarannya harus mengikuti program latihan selama 13 minggu, sedangkan bagi mereka yang termasuk sedang harus mengikuti program latihan selama 8 minggu.Kata kunci : senam aerobik, kebugaran jasmani
PENCEGAHAN CEDERA DALAM SEPAK BOLA Nurcahyo, Fathan
MEDIKORA Vol. VI No. 1 April 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4670

Abstract

Pada saat berolahraga (terutama olahraga bodycontac langsung) sangat rentan  terhadap terjadinya cedera baik otot, tulang, ligamentum maupun persendian  yang  bisa terjadi pada bagian kepala, bagian badan, bagian lengan tangan,   atau bagian  tungkai kaki. Olahraga permainan sepak bola merupakan olahraga  bodycontac langsung sehingga atlet atau pemain sepakbola akan sangat dekat   dengan cedera-cedera  pada bagian tersebut. Cedera yang dialami oleh seorang   pemain atau adet sepak bola  dapat menyebabkan mundurnya prestasi  seorang atlet, trauma, gangguan psikologis,  fisik menurun, dan bahkan cacat   permanen atau bahkan sampai pada kematian.Cedera yang terjadi pada olahraga permainan sepak bola antara lain disebabkan  oleh beberapa hal, antara lain: kondisi alam atau lingkungan yang kurang   kondusif,  bodycontac antar pemain atau dengan objek lain, taktik atau teknik   dasar yang  salah, salah jatuh, beban latihan yang berlebihan (overload), kelelahan {overtraining, kurang pemanasan-penguluran-pendinginan, atau  penggunaan perlengkapan  olahraga (equipment) yang salah. Cedera yang  terjadi dalam cabang olahraga  permainan sepak bola ini dapat terjadi pada  beberapa bagian, antara lain: (1) cedera  pada bagian kepala, misalnya: gagar otak ringan/berat, mimisan pada hidung,  pendarahan pada rongga mulut, (2)  cedera pada bagian badan, misalnya: pada leher,  pada punggung, pada dada  atau bahu, (3) cedera pada bagian lengan tangan, misalnya:  pergelangan tangan, jari-jari tangan siku, dan (4) cedera pada bagian tungkai-kaki,  misalnya: tungkai atas, lutut, ankle, jari-jari kaki, dan telapak kaki.Pencegahan cedera saat beriatih maupun pada saat bertanding dalam olahraga  permainan sepak bola dapat dilakukan oleh seorang pemain atau atlet sepak  bola dengan berbagai cara. Cara-cara pencegahan untuk meminimalisasi  terjadinya  cedera dalam olahraga permainan sepak bola antara lain dengan  cara: penerapan  pengetahuan, sikap, dan perilaku yang baik dan benar.  Pengetahuan, sikap, dan  perilaku untuk dapat mencegah terjadinya cedera  tersebut dapat diwujudkan  dengan cara pencegahan melalui: (1) lingkungan,  (2) perlengkapan yang dipakai,  (3) latihan, (4) pemanasan, penguluran dan pendinginan yang baik, (4)  ketrampilan, (5) pemiUhan dan pola makan yang baik, (6) pelatih atau maseur, dan (7) alat bantu atau pertolongan.Kata Kunci: pencegahan, cedera, sepak bola
TERAPI LATIHAN DI AIR BAGI PENDERITASTROKE - Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4683

Abstract

Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak)yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebrai) yang terjadikarena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Untuk mengatasimasalah penyakit stroke, diperlukan strategi penanggulangan stroke yangmencakup aspek prcventif, terapi rahabilitasi, dan promotifTerapi latihan adalah latihan yang terdiri gerakan tubuh atau bagiantubuh tertentu untuk mcngatasi gangguan atau mempcrbaiki fungsi. Terapilatihan di air bagi penderita stroke dilakukan dengan jangka waktu 6-8minggu, dengan durasi 2 kali seminggu, sekali terapi waktunya 1 jam. Padapenderita stroke, wakm pemulihan tergantung berat-ringan dan jenisstrokenya. Selama mclakukan terapi latihan di air, seorang penderita strokeidcalnya dibantu oleh empat orang peiatih. Proses penyembuhan dalamair merangsang saraf sensorik dan mcrangsang sel-sel otak. Anggota tubuhdi dalam air akan lebih mudah digerakkan dan dilatih kelcnturannya Terapilatihan dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan penderitastroke.Kata kunci: Terapi Latihan, Stroke
LATIHAN AEROBIK YANG AMAN BAGI PENDERITA HIPERTENSI Cerika Rismayanti
MEDIKORA Vol. IV,No. 1, April 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4700

Abstract

Hipertensi adalah desakan darah yang berlebihan dan hampir konsen terhadap arteri.Tekanan dihasilkan oleh kekuatan jantung ketika memompa darah. Tekanan darah tinggi dapatditentukan oleh adanya kenaikan darah sistolik atau diastolik. Tekanan darah sistolik yangnormal rata-rata 120 mm Hg dan diastolik ratarata 80mm Hg dengan variasi yang tertinggi yangmasih dapat dikatakan normal untuk sistolik sebesar 130-140 mm Hg dan untuk diastolik sampai 90 mmHg.Jenis olahraga yang efektif menurunkan tekanan darah adalah olahraga aerobik dengan intensitas sedang yang bersifat intermiten, yaitudengan durasi 1 menit untuk antensitas sedikit lebih tinggi atau sampai penderita merasa rerengah-engah, dan yang 3 menit u n t u k istirahataktif. Salah satu contohnya, jalan kaki cepat. Frekuensi latihannya 2 sampai 3 kali seminggu,dengan lama latihan 20 - 60 menit sekali latihan, Namun dalam makalah ini, jenis olahraga yaitudengan menggunakan senam aerobik yang dapat dilakukan dipusat kebugaran atau dirumah.Olahraga ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan hasil terbaru untuk menurunkan tejcanan darah tinggi atau hipertensi.Latihan aerobik dapat menurunkan tekanan darah karena latihan itu dapat merilekskan pembuluh-pembuluh darah. Lama-kelamaan,latihan olahraga dapat melemaskan pembuluhpembuluh darah, sehingga tekanan darah menurun, sama halnya dengan melebarnya pipaair akan menurunkan tekanan air. Latihan olahraga juga dapat menyebabkan aktivitas saraf, reseptor hormon, dan produksi hormon-hormontertentu menurun. Bagi penderita hipertensi latihan aerobik dengan intensitas ringan dan bersifat intermitten tetap cukup aman dilakukansetiap saat.Kata kunci: latihan aerobik, hipertensi
EFEK LATIHAN PLIOMETRIK DAN LATIHAN LARI GAWANG PADA CEDERA LUTUT Ali Satya Graha
MEDIKORA Vol. III, No. 2, Oktober 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4723

Abstract

-
SIKAP ANGGOTA SPa MEDICA YOGYAKARTA TERHADAP SENAM PENYEMBUHAN MEDICADALAM MENGATASI STRES Sigit Nugroho
MEDIKORA Vol. II, No 1, April 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4756

Abstract

Penelitian Inl bertujuan untuk mengetahui sikap paraanggota SPa Aiedica terhadap senam penyembuhan medica dalammengatasi stres, dengan mengidcntifikasi komponen sikap, kognitif,afekdf, dan konatif. Hal itu mcncakup sikap terhadap SPa Medicadan kesehatan, meditasi dan daya pikir, stres mental dan stres fisikpara anggota SPa Medica Yogyakarta.Populasi penelitian ini melipuu seluruh anggota di limasanggar SPa Medica Yogyakarta. Pengambilan sampel denganteknik insidetal sampling. Instrumen penelidan berupa angketdengan empat alternatif jawaban. AnaUsis data menggunakanteknik analisis data deskripuf.Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota SPa Medicaterhadap senam penyembuhan medica dalam mengatasi stres dalamkategori sangat positif dengan persentase untuk komponenkognitif 83.41 %, afektif 82.89 %, dan konatif 81.77 %. Ditinjau dari objek sikap, hasil perhimngan menunjukkan bahwa sikapanggota terhadap SPa Medica dan kesehatan 84.81 %, meditasidan daya pikir 83.02 %, sedangkan untuk stres mental dan stresfisik 80.67 Vo. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa secaraumum anggota SPa Medica mempunyai pengetahuan, pandangan,dan keyakinan yang sangat positif terhadap senam penyembuhanmedica dalam mengatasi stres
Alumni assessment on the quality of services and curriculum relevance of Program Study Sports Science FIK UNY Sigit Nugroho; Ahmad Nasrulloh; Sumaryanto Sumaryanto; Sumarjo Sumarjo; Duwi Kurnianto Pambudi
MEDIKORA Vol 20, No 1 (2021): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i1.39370

Abstract

This research is a quantitative descriptive study which aims to obtain an overview of alumni assessments in providing service quality and the relevance of the curriculum of the Sport Science Study Program, Faculty of Sport Sciences, Yogyakarta State University. The data collection method used a questionnaire with variables consisting of 1) the quality of financing services and academic activities 2) the waiting period of work, 3) the competence of graduates, and 4) the relevance of the curriculum. The population of this study were all graduates of the Ikor Study Program. Sampling with snowball sampling technique with a total of 113 samples. The research instrument used a questionnaire while for data collection techniques using google form. Data analysis was carried out by means of quantitative descriptive analysis. The results of the study show that the service quality of the Ikor study program in financing is very good, it is known that the tuition fees are 26.55% with scholarships and 73.45% at their own expense. Meanwhile, the quality of service in academic activities was good at 79.27%. Ikor Study Program graduates in obtaining employment amounted to 65.49% after graduating with an average of 3.47 months and before graduating 34.51% with an average of 5.23 months. The overall competence of graduates was very good, namely 85.3%, the most prominent being competence in working with teams or with other people, namely 88.5%. The results of the relevance of the curriculum are included in the very good category, namely 85.93%, in the relevance of the curriculum from the alumni assessment, the highest percentage of 90.97% was found in practice subjects that were delivered during lectures very well according to work needs. So as a whole it can be concluded that most of the alumni assessments in providing service quality and curriculum relevance are very good. PENILAIAN ALUMNI TERHADAP MUTU LAYANAN DAN RELEVANSI KURIKULUM PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN FIK UNY AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penilaian alumni dalam menyelenggarakan mutu layanan dan relevansi kurikulum Program Studi Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan variabel yang terdiri dari 1) mutu layanan pembiayaan dan kegiatan akademik 2) masa tunggu pekerjaan, 3) kompetensi lulusan, dan 4) relevansi kurikulum. Populasi penelitian ini adalah seluruh lulusan Prodi Ikor. Pengambilan sampel dengan teknik snowball sampling dengan jumlah 113 sampel. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner sedangkan untuk teknik pengumpulan data dengan google form. Analisis data dilakukan dengan jalan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penilitian menunjukan bahwa mutu layanan prodi Ikor dalam pembiayaan sangat baik, diketahui bahwa pembiayan kuliahnya sebesar 26,55 % dengan beasiswa dan sebesar 73,45 % dengan biaya sendiri. Sedangkan mutu layanan pada kegiatan akademik hasilnya baik yaitu sebesar 79,27 %. Lulusan Prodi Ikor dalam memperoleh pekerjaan sebesar 65,49 % sesudah lulus dengan rata-rata sebesar 3,47 bulan dan sebelum lulus sebesar 34,51 % dengan rata-rata sebesar 5,23 bulan. Kompetensi lulusan secara keseluruhan sangat baik yaitu 85,3 % yang paling menonjol kompetensi dalam bekerjasama dengan tim atau dengan orang lain yaitu sebesar 88,5 %. Hasil relevansi kurikulum masuk dalam kategori sangat baik yaitu sebesar 85,93 %, dalam relevansi kurikulum dari penilaian alumni persenstase yang paling tinggi yaitu sebesar 90,97 % terdapat pada matakuliah praktik yang disampaikan saat kuliah sangat sesuai dengan kebutuhan kerja. Sehingga secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa penilaian alumni dalam penyelenggaraan mutu layanan dan relevansi kurikulum sebagian besar menyatakan sangat baik.
Contribution of leg muscle explosive power and leg length with the results of the straddel-style high jump in SMA Negeri 6 Pekanbaru Jaka Sunardi; Raffly Henjilito
MEDIKORA Vol 19, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v19i2.35301

Abstract

The purpose of this study is to determine the contribution of leg muscle explosive power and leg length to the results of straddle-style high jumping at SMA Negeri 6 Pekanbaru students. This type of research is correlation. Population and sample in this study were all students of class X IPS 2, 25 people and the sample of 15 students. The instruments of this study include the leg muscle explosive test that is vertical jump, leg length test using a meter and straddle style high jump test. The data analysis technique is the correlation value test. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that there is a contribution of leg muscle explosive power (X1) and high jumping straddle force results in 6 Pekanbaru (Y) High School (Y) students, where rcount = 0.53 At significant level 5% is found rtable = 0.514, thus rcount rtable or 0.53 0.514. There is a contribution of leg length (X2) and straddle force high jump results in 6 Pekanbaru (Y) High School students, which is found to be r = 0.53 At a significant level of 5% found rtable = 0.514, thus rcount rtable or 0, 530.514. There is a contribution of leg muscle explosive power (X1) and leg length (X2) with the high jumping result of straddle force in high school 6 Pekanbaru (Y) high school students, which is found to be counted = 0.699 At a significant level of 5% found rtable = 0.514, thus rcount r table or 0.699 0.514 in the strong category. Kontribusi daya ledak otot tungkai dan panjang tungkai dengan hasil lompat tinggi gaya straddel pada siswa SMA Negeri 6 Pekanbaru   AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kontribusi daya ledak otot tungkai dan panjang tungkai dengan hasil lompat tinggi gaya straddle pada siswa SMA Negeri 6 Pekanbaru. Jenis penelitian ini ialah korelasi. Populasi serta sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS 2 yaitu 25 orang serta sampelnya siswa putra yang berjumlah 15 orang. Instrument penelitian ini antara lain tes daya ledak otot tungkai yaitu vertical jump, tes panjang tungkai menggunakan meteran dan tes lompat tinggi gaya straddle. Teknik analisis datanya yaitu uji nilai korelasi. Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah di lakukan maka dapat di simpulkan bahwa terdapat kontribusi daya ledak otot tungkai (X1) dan hasil lompat tinggi gaya straddle pada siswa SMA Negeri 6 Pekanbaru (Y), di mana di dapati rhitung = 0,53 Pada taraf signifikan 5% didapati rtabel = 0,514, dengan demikian rhitung rtabel atau 0,53 0,514. Terdapat kontribusi panjang tungkai (X2) dan hasil lompat tinggi gaya straddle pada siswa SMA Negeri 6 pekanbaru (Y), dimana di dapati rhitung = 0,53 pada taraf signifikan 5% didapati rtabel = 0,514, dengan demikian rhitung rtabel atau 0,53 0,514. Terdapat kontribusi daya ledak otot tungkai (X1) dan panjang tungkai (X2) dengan hasil lompat tinggi gaya straddle pada siswa SMA Negeri 6 Pekanbaru (Y), dimana di dapati rhitung = 0,699 pada taraf signifikan 5% didapati rtabel = 0,514, dengan demikian rhitung rtabel atau 0,699 0,514 dalam kategori kuat.
Effect of aerobic and load exercises on body fat and lung vital capacity Rina Yuniana
MEDIKORA Vol 19, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v19i2.34740

Abstract

This study aims to determine how much influence aerobic exercise and weight training have on body fat and vital capacity. This study used an experimental method with a randomized control group pretest-posttest design. The population in this study were 68 female members at the Fitness Center, Faculty of Sport Science, Yogyakarta State University who participated in the weight loss program. The sample in this study was taken purposively by determining the number of members who participated in the training program with the criteria that active members were at least 2 months practicing before the treatment was carried out and women aged 18-25 years. Through these criteria, the sample obtained is as many as 54 people. Of the 54 people, they were divided randomly into three groups, namely the aerobic exercise group of 18 people, the weight training group of 18 people, and the control group of 18 people. The instrument used to measure and collect body fat data used a skinfold caliper, while the vital lung capacity was measured using a spirometer with a Vitalograph brand. The data analysis technique used the normality test, namely the Kolmogorov-Smirnov Test. This test is carried out to determine whether the data has a normal distribution. The homogeneity test used the Levene's Test with the F test. To test the research hypothesis, it was done using Analysis of Variance (ANOVA). This test was conducted to determine the difference in the mean value of the variables between the pretest and posttest in the experimental group. The results of the research analysis showed that aerobic exercise can reduce body fat by 4.651% and increase the vital lung capacity of members at the Fitness Center by 0.2167 liters / BTPS. Weight training can reduce body fat by 2.969%. Weight training can increase the vital capacity of the lungs by 0.1583 liters / BTPS. Aerobic exercise can reduce body fat by 1.68617% higher than weight training. Aerobic exercise can increase the ability of vital lung capacity 0.05833 liters / BTPS higher than weight training. Pengaruh latihan aerobik dan latihan beban terhadap lemak tubuh dan kapasitas vital paru AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan aerobik dan latihan beban terhadap lemak tubuh dan kapasitas vital. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Randomized Control Group Pretest-Posttest Desain. Populasi pada penelitian ini adalah member perempuan di Fitness Center Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta yang mengikuti program penurunan berat badan yaitu sebanyak 68 orang. Sampel pada penelitian diambil secara purposive dengan menentukan jumlah member yang mengikuti program latihan dengan kriteria yaitu member aktif minimal 2 bulan berlatih sebelum perlakuan dilaksanakan dan wanita usia 18-25 tahun. Melalui kriteria tersebut maka sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 54 orang. Dari 54 orang tersebut dibagi menjadi tiga kelompok secara random, yaitu kelompok latihan aerobik sebanyak 18 orang, kelompok latihan beban sebanyak 18 orang, dan kelompok kontrol sebanyak 18 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data lemak tubuh dengan menggunakan skinfold caliper, sedangkan untuk mengukur kemampuan kapasitas vital paru menggunakan spirometer Merk Vitalograph. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas yaitu Kolmogorov-Smirnov Test. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah data mempunyai sebaran yang berdistribusi normal. Uji homogenitas menggunakan uji Levene’s Test dengan uji F. Untuk menguji hipotesis penelitian dilakukan dengan menggunakan Analisis Variansi (ANAVA). Uji ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan rerata nilai dari variabel antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa latihan aerobik dapat menurunkan lemak tubuh sebesar 4,651 % dan meningkatkan kapasitas vital paru pada member di Fitness Center sebesar 0,2167 liter/BTPS. Latihan beban dapat menurunkan lemak tubuh sebesar 2,969 %. Latihan beban dapat meningkatkan kapasitas vital paru sebesar 0,1583 liter/BTPS. Latihan aerobik dapat menurunkan lemak tubuh lebih tinggi 1,68617 % dibanding latihan beban. Latihan aerobik dapat meningkatkan kemampuan kapasitas vital paru lebih tinggi 0,05833 liter/BTPS dibanding latihan beban.