cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
PENGELOLAAN CEDERA SPRAIN TINGKAT II PADA PERGELANGAN KAKI Bambang Priyonoadi
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4776

Abstract

Pada waktu berolahraga, sering terjadi cedera pada daerah sendi pergelangan kaki. Sendi pergelangan kaki mudah sekali mengalami cedera karena kurang mampu melawan kekuatan medial, lateral, tekanan, dan rotasi.Cedera yang mengenai ligamen disebut sprain. Padasendi pergelangan kaki terdapat banyak ligamen, danligamentum tersebut bisa terkena sprain dengan berbagaitingkatan di antaranya tingkat I (terdapat sedikit hematomadalam ligamen dan hanya beberapa serabut yang putus), tingkatII (lebih banyak serabut otot dari ligamentum yang putus, tetapilebih separo serabut ligamentum masih utuh), tingkat III(seluruh ligamentum putus sehingga kedua ujungnya terpisah).Cedera sprain tingkat II pada ligamentum pergelangan kakikalau tidak segera dikelola dapat berakibat menuju cedera yanglebih berat atau ke tingkat III.Pengelolaan cedera sprain tingkat II pada pergelangankaki terdiri atas lima fase, yaitu fase I bertujuan untukmengontrol pengeluaran darah, pembengkakan, rasa sakit, dankejang. Diperkirakan lama waktu 2-3 hari; fase II pemeliharaanlanjutan, yaitu dengan semua perlakuan dan segera dilanjutkanbebas dari sakit pada waktu bergerak dan m e m u l i h k ankekuatan; fase IV bertujuan untuk memulihkan 90 % luas geraksendi (range of motion/ROM), power, daya tahan, kecepatan,dan kelincahan. Lama waktu yang dibutuhkan 1 minggu; danfase V bertujuan penderita bebas dari gejala dan mempunyaiR O M yang baik. Keberhasilan penyembuhan cedera bergantungpada tingkat kedisiplinan, ketekunan, dan kemauanuntuk menjalankan urutan perawatan. Kriteria dari sembuhtotal pada cedera sprain tingkat II pergelangan kaki adalahbebas dari kepincangan dalam gerak dan tidak ada pembengkakan,R O M pada pergelangan kaki berfungsi baik dankekuatan kembaU normal, penderita dapat berlari, melompatdan dapat membuat perbaikan gerak yang baik sepeni sebelumcedera.Kata k u n c i : sprain, pergelangan kaki.
MODEL MASASE BAYI USIA 3 BULAN SAMPAI 3 TAHUN UNTUK MENGURANGI KELELAHAN Asrida Noor Eka Puspitasari dan Suharjana
MEDIKORA Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v14i2.7935

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model-model masase bayi untuk usia 3bulan sampai 3 tahunyang layak digunakan. Model-model masase yang dikembangkandiharapkan dapatdigunakan oleh para orangtua, bidan, dukun sebagai salah satu bentukmasase yang bervariasi, mudah danbermanfaat bagi bayi.Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan langkah-langkah penelitianpengembangan sebagai berikut: (1) pengumpulan informasi di lapangan, (2) melakukananalisis terhadap informasi yang dikumpulkan, (3) mengembangkan produk awal (drafmodel), (4) validasi oleh ahli dan revisi, (5) menguji coba lapangan skala kecil dan revisi, (6)menguji coba lapangan skala besar dan revisi, dan (7)pembuatan produk final. Uji coba skalakecil dilakukan kepada 3 bayi di Kelurahan Kalitirto, Kecamatan Berbah yang melibatkan 3orangtua dan 1 bidan. Uji coba skala besar dilakukanterhadap bayi di Kelurahan Kalitirto,Kecamatan Berbah yang berjumlah 10 bayi dan melibatkan 10 orangtua dan 2 bidan.Instrumen pengumpulan data yang digunakanyaitu (1) wawancara dan (2) lembar observasi.Teknik analisis data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif kualitatif.Penelitian ini menghasilkan buku panduan model masase bayi usia 3 bulan sampai 3tahun untuk mengurangi kelelahan, yang berisikan tujuh bagian, yaitu (1) Model masase bayibagian kaki, (2) Model masase bayi bagian perut, (3) Model masase bayi bagian dada, (4)Model masase bayi bagian tangan, (5) Model masase bayi bagian wajah, (6) Model masasebayi bagian punggung dan pantat, dan (7) Model masase bayi bagian betis belakang yangaman, bermanfaat dan layak digunakan oleh para orangtua, bidan, dukun bayi.Kata kunci: Masase Bayi, Kelelahan
PENTINGNYA KEBUGARAN AEROBIK BAGI SETIAP ATLET YANG BERTANDING PADA KEJUARAAN MULTI EVENT Suharjana Suharjana
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4643

Abstract

Untuk mengetahui perkembangan prestasi atlet yang akan berlaga dalam arenamulti event seperti PON biasanya dilakukan pertandingan uji coba melawan atlet daerahatau bertanding melawan atlet mancanegara. Selain itu untuk melihat perkembanganatlet biasanya juga dilakukan tes fisik umum untuk seluruh atlet cabang olahraga. Salahsatu item tes fisik yang biasanya selalu digunakan adalah tes kebugaran aerobik.Kebugaran aerobik merupakan unsur kondisi fisik umum yang harus dimilikioleh setiap atlet dalam cabang olahraga. Jika kebugaran aerobik seorang atlet bagus,maka atlet tersebut tidak akan mudah lelah dalam menjalankan latihan atau pun dalampertandingan. Bagi atlet yang unsur biomotornya dominan aerobik, sebaiknyakebugaran aerobik bergerak antara skala baik dan baik sekali, sedangkan bagi atlet yangunsur biomotarnya dominan non aerobik sebaiknya kebugaran aerobiknya dalam skalasedang sampai baik. Kata kunci : kebugaran aerobik, puslatda
IDENTIFIKASI KONDISI PSIKOLOGIS (MENTAL) PEMANAH JUNIOR DI DIY Suryanto Suryanto
MEDIKORA Vol. VII No. 1 April 2011
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4659

Abstract

Penelitian ini membahas tentang kondisi psikologis atlet junior cabang olahraga panahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengidentifikasi kondisi psikologis atlet junior cabang olahraga panahan di Daerah Isdmewa Yogyakarta.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan satu variabel, yaitu: kondisi psikologis. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet junior cabang olahraga panahan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Populasi berjumlah 32 orang dari 35 orang, karena 1 orang udak hadir dan 2 orang tidak mengembalikan angket. Semua populasi digunakan sebagai sampel, sehingga disebut sampel total atau sensus. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket.Untuk menganalisis data yang terkumpul, peneliti menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologis atlet junior cabangolahraga panahan di Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri atas (1) motivasi, (2)komunikasi, (3) kerjasama, (4) adaptasi, (5) inisiatif, dan (6) keyakinan, semuanya masuk dalam kategori Sangat Baik.Kata kunci: kondisi psikologis, atlet junior di D I Y
PENGATURAN TEKANAN DARAH JANGKAPENDEK, JANGKA MENENGAH,DAN JANGKA PANJANG Eka Novita Indra
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4677

Abstract

Tekanan darah merupakan salah satu dari tanda vital penting selaindenyut nadi, frekuensi nafas dan suhu mbuh. Tekanan darah dalam kehidupanseseorang bervariasi sccara alami.Tekanan darah dipengaruhi oleh aktivitas fisik, akan lebih tinggi padasaat mclakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tanda vitalini mencerminkan aspek dasar kcsehatan seseorang, bahkan juga kemampuanseseorang untuk bertahan hidup. Tekanan darah dan den)ait nadiseringkali dijadikan acuan sebagai tolok ukur untuk menentukan takaranlatihan, khususnya latihan yang sifatnya melatih sistem kardiorespirasi ataulatihan aerobik.Mekanisme pengaturan tekanan darah dalam tubuh manusia diklasifikasikanmenjadi tiga, yaitu mekanisme pengaturan tekanan darah jangkapendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Pengaturan tekanan darahjangka pendek melibatkan refleks neuronal susunan saraf pusat dan regulasicurah jantung, mekanisme ini bertujuan untuk mempertahankan mean arterialbloodpressure yang optimal dalam waktu singkat. Pengaturan tekanan darahjangka menengah dan jangka panjang mengatur homeostasis sirkulasi melaluisistem humoral endokrin dan parakrin vasoaktif yang melibatkan ginjalsebagai organ pengatur utama distribusi catran ekstraseluler. Kata Kunci: Kebugaran, Tekanan Darah.
PENGARUH LATIHAN AEROBIK KOMBINASI DENGAN TEKNIK TERHADAP KEMAMPUAN KARDIORESPIRASI E F E K TEKANANUDARA TERHADAP FISIOLOGI TUBUH ATLET Ahmad Nasrulloh
MEDIKORA Vol. V,No. 1, April 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4694

Abstract

-
FISIOTERAPI DAN TERAPI LATIHAN PADA OSTEOARTRITIS Novita Intan Arovah
MEDIKORA Vol. III, No. 1, April 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4716

Abstract

-
PENGARUH JET LAG DAN CARA MENGATASI TINJAUAN FISIOLOGI Tri Prabowo
MEDIKORA Vol. I, No. 1, April 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4733

Abstract

Suatu pertandingan tingkat dunia kadang tidak dilaksanakan di negeri  sendiri. Jarak yang jauh diharuskan ditempuh dalain waktu singkat. Untuk tujuan  tersebut pilihan yang tepat adalah dengan transportasi udara dengan pesawat.  Sehingga atlet, ofisial dan pelatih akan menempuh perjalanan singkat melewati  beberapa zona waktu. Akibat peristiwa tersebut penumpang pesawat sering  mengalami gangguan setelah tiba di negara tujuan. Beberapa gejala yang  muncul  pada keadaan ini antara lain kesulitan tidur, kelemahan dan hilangnya  nafsu makan.  Kondisi tersebut dikenal dengan istilah jet lag. la dapat  mengganggu penampilan  atlet pada pertandingan yang akan diikuti, sehingga  harus secepatnya dipulihkan.Secara fisiologis tubuh manusia telah memiliki ritme sirkadian tertentu  yang telah diatur secara sentral. Kondisi tubuh manusia pada saat istirahat baik  temperatur badan, tekanan darah, denyat jantung, fungsi saluran cerna dan  saluran  kencing memiliki irama sirkadian tertentu. Jam biologis di dalam tubuh manusia  senantiasa berputar seiring kegiatan rutin yang dikerjakan.  Irama tersebut berjalan  kontinu dan akan berubah dengan adanya perubahan  pola kegiatan dan pengaruh  dan luar. Adanya perubahan akibat perjalanan  singkat trans meridian akan  mengacaukan ritme biologis tersebut.Penelitian yang telah ada melibatkan beberapa subjek baik dari kalangan  atlet maupun nonatlet. Beberapa aspek berperan dalam proses adaptasi, berat  ringannya gejala dan kecepatan pemulihan. Arah perjalanan menuju negara  tujuan,  musim dan usia menjadi aspek penentu juga terhadap timbulnya jet lag. Untuk  mcngatasi jet lag ini dibutuhkan beberapa hal mulai dari  preadaptasi, pemilihan  menu makanan, fototerapi dan pemberian obat-obatan. Walaupun begitu,  motivasi atlet juga berperan untuk meringankan gejala dan  kecepatan adaptasi.Kata kunci : jet lag, sirkadian, atlet
IDENTIFIKASI FEMALE ATHLETE TRIAD (FAT) PADA ATLET PERSATUAN ANGKAT BESI, BERAT, DAN BINARAGA SELURUH INDONESIA (PABBSI) DIY Kukuh Wahyudin Pratama; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. XI No. 1 Oktober 2013
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.2814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identifikasi female athlete triad (FAT) pada atlet PABBSI putri Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan datanya menggunakan angket. Subyek dalam penelitian ini adalah atlet putri PABBSI DIY yang berjumlah 26 atlet. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yang dituangkan dalam bentuk persentase identifikasi FAT pada atlet PABBSI putri Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terbagi dalam lima kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi FAT pada atlet PABBSI putri Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sedang. Secara rinci berdasarkan kecenderungan FAT, yaitu sebanyak 3atlet (11,54 %) masuk dalam kategori sangat tinggi, 3 atlet (11,54 %) masuk dalam kategori tinggi, 13 atlet (50,00 %) masuk dalam kategori sedang, 5 atlet (19,23 %) masuk dalam kategori rendah, dan 1 atlet (3,85 %) masuk dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan faktor risiko FAT, yaitu sebanyak sebanyak 4 atlet (15,38 %) yang masuk dalam kategori sangat tinggi, 5 atlet (19,23 %) masuk dalam kategori tinggi, 12 atlet (46,15 %) masuk dalam kategori sedang, 2 atlet (7,69%) masuk dalam kategori rendah, dan 3 atlet (11,54 %) masuk dalam kategori sangat rendah.Kata Kunci: female athlete triad (FAT), atlet PABBSI Putri
LATIHAN BEBAN BAGI PENDERITAOSTEOPOROSIS - Yudik Prasetyo
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4771

Abstract

Osteoporosis ialah keadaan berkurangnya massa tulang,sehingga keropos dan mudah patah. Puncak massa tulang padausia 30 tahun, selanjutnya melewati umur tersebut terjadipenurunan. Faktor penyebab osteoporosis, meliputi: faktorsejarah keluarga, reproduktif, gaya hidup, pemakaian obat,kondisi medis, dan endogenik.Kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang perludipenuhi oleh penderita osteoporosis, agar massa tulangnya tidakberkurang. Manula dan wanita menopause membutuhkankalsium sampai 1.200-1.500 mg/hari. Osteoporosis mengakibatkanpatah tulang, yang pahng sering adalah pada punggung(vertebra spinalis, torakalis, lumbalis), paha (leher femur,trochanterica), dan lengan bawah (distal radius). Patah tulangdapat dicegah dengan melakukan latihan beban. Program latihanbeban yang baik harus dilakukan hati-hati, progresif, bersifatindividual, beban disesuaikan, berkelanjutan, menghindaribagian tubuh yang lemah, didampmgi instruktur, dan denganpetunjuk dokter. Latihan beban dapat dilakukan dengandumbbell, berat badan sendiri, legpress machine, dan pita elastis.Kata kunci: latihan beban, osteoporosis.