cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
Management of athlete achievement development, central java student sports coaching and training center Nunuk Indah Winarni; Sugiharto Sugiharto; Andre Yogaswara
MEDIKORA Vol 20, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i2.40510

Abstract

One of the ways that the government restricts the development of regional elite sports is to seek to establish a variety of athlete development facilities. The purpose of this study is to determine and describe the implementation of performance development management for athletes in the Central Java Student Sports Development and Training Center (PPLOP). The research method uses explanatory research techniques. The research was conducted at the Central Java Student Physical Education and Training Center (BPPLOP). Research data sources are individuals directly related to PPLOP, including PPLOP athletes, athletes and other related party managers, coaches, and performance development coordinators. Techniques for collecting data through observations, interviews and documents. The results show that the performance management of PPLOP athletes in Central Java has achieved the best results in performance development, education, academic development and religious development. The process of improving PPLOP Central Java performance is correct, as evidenced by the performance of athletes in sports, science, and religion. The existence of the promotion and dismantling system has become a reference for the school and the PPLOP Center in Central Java to implement performance promotion management.Manajemen pembinaan prestasi atlet pemusatan pembinaan dan latihan olahraga pelajar Jawa Tengah  AbstrakSalah satu cara pemerintah dalam mengkondisikan pembinaan cabang olahraga unggulan di daerah adalah dengan mengupayakan berdirinya beberapa institusi pembinaan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi manajemen pengembangan kinerja atlet di Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan teknik explanatory research. Penelitian ini dilakukan di Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (BPPLOP) Jawa Tengah. Sumber data penelitian adalah individu yang berhubungan langsung dengan PPLOP, antara lain pengurus, pelatih, koordinator pengembangan kinerja atlet PPLOP, atlet dan pihak terkait lainnya. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Hasil penelitian menujukkan bahwa penerapan manajemen kinerja atlet PPLOP di Jawa Tengah mendapatkan prestasi terbaik dalam pengembangan kinerja, pendidikan, pengembangan akademik, dan pengembangan keagamaan. Proses peningkatan prestasi PPLOP Jawa Tengah sudah baik dan benar, terbukti dari prestasi para atlet di bidang olahraga, sains dan agama. Adanya sistem promosi dan degradasi menjadi acuan bagi pelaksanaan manajemen pembinaan prestasi di sekolah maupun di lingkungan Balai PPLOP Jawa Tengah.
Pengaruh pemberian teh hijau (camellia sinensis) dengan latihan aerobik terhadap penurunan berat badan pada remaja obesitas Cerika Rismayanthi; Yashinta Onna Purnama
MEDIKORA Vol 20, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i2.43187

Abstract

Obesitas atau overwight merupakan masalah sangat ditakuti oleh kaum wanita, karena  seorang wanita jika berat badannya sudah melebihi batas normal yang biasa ditentukan berdasarkan IMT (Indeks massa Tubuh) akan melakukan dengan segala cara untuk menurunkan berat badan menuju ideal atau sesuai yang diinginkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman teh hijau (Camellia Sinensis) yang disertai dengan latihan aerobik terhadap penurunan berat badan pada remaja obesitas. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode one-group pre-test-post-test design, dengan pemberian perlakuan memberi minuman the hijau dan melakukan latihan aerobik. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran tinggi badan berat badan, lingkar pinggang dan lingkar panggul dan IMT. Populasi penelitian adalah siswi kelas VII dan VIII SMP Negeri 3 Pakem yang mengalami obesitas atau yang mempunyai IMT besar dari 25. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria berjumlah 20 orang. Sehingga sampelnya adalah sampel populasi yaitu mengambil semua sampel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang sangat signifikan terhadap penurunan berat badan dengan nilai t-hitung 7,789, lingkar pinggang dengan nilai t-hitung 6,42, lingkar panggul dengan nilai t-hitung 6,307 dan IMT dengan nilai t-hitung 6,245 dengan taraf signifikansi 5 %. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa pemberian minuman teh hijau (Camellia Sinensis) yang diikuti latihan aerobik dapat menurunkan berat badan, penurunan lingkar pinggang dan panggul serta IMT.The effect of green tea (camellia sinensis) with aerobic exercise for weight loss in obesity adolescentsAbstractObesity or overweight is a problem that is very feared by women, because a woman if her weight has exceeded the normal limit which is usually determined based on BMI (Body Mass Index) will do everything possible to lose weight to the ideal or as desired. The purpose of this study was to determine the effect of drinking green tea (Camellia Sinensis) accompanied by aerobic exercise on weight loss in obese adolescents. This type of research is an experimental study with a one-group pre-test-post-test design method, with treatment giving green tea and doing aerobic exercise. Data collection techniques used measurements of height, weight, waist circumference and hip circumference and BMI. The population of the study was students of class VII and VIII of SMP Negeri 3 Pakem who were obese or who had a BMI greater than 25. The number of samples that met the criteria were 20 people. So that the sample is a population sample that is taking all samples that meet the criteria. The results showed that there was a very significant effect on weight loss with a t-count value of 7.789, waist circumference with a t-count value of 6.42, hip circumference with a t-count value of 6.307 and BMI with a t-count value of 6.245 with a significance level. 5%. The conclusion of this study is that giving green tea (Camellia Sinensis) followed by aerobic exercise can reduce body weight, decrease waist and hip circumference and BMI.
Assessment transition of exercise and dietary habit of athletes before and during Ramadan in the pandemic of Covid-19 Toni Kurniawan; Yetty Septiani Mustar; Agus Hariyanto; Indra Himawan Susanto; Anna Noordia
MEDIKORA Vol 20, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i2.40716

Abstract

This study aims to identify the training transitions and dietary habits of volleyball athletes' before and during Ramadan in the Covid-19 pandemic. The research design used is descriptive quantitative with a sample of 12 male junior volleyball athletes in the academy Sidoarjo volleyball. The results showed that most athletes experienced a decrease in the frequency of exercise during the month of Ramadan, especially during the COVID-19 pandemic. A total of 33.3% of athletes maintained their exercise frequency, and 66.7% experienced a decrease in exercise frequency. Furthermore, during Ramadan and Covid-19, there was an increase in the frequency of eating 1-2 times a day (58.4%), snack consumption (50%), fruit and vegetables (75%), fried foods 4-7 times a week (8.4%), instant noodles 1-3 times a week (25%) and fast food 1-3 times a week (8.4%) in athletes. Concerning this, it is imperative to revitalize the program and monitor the athlete's training periodically, which is adjusted to the conditions of the COVID-19 pandemic and provide a dietitian to regulate the athlete's diet to obtain a balanced nutritional intake following the exercise portion.Assessmen transisi latihan dan pola makan atlet sebelum dan saat ramadan di masa pandemi Covid-19AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi transisi latihan dan pola makan atlet bola voli sebelum dan saat ramadan di masa pandemi Covid-19. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan sampel 12 atlet laki-laki bola voli junior yang masih aktif dalam menjalani pemusatan latihan di Akademi Bola Voli Indomaret Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas atlet mengalami penurunan frekuensi latihan saat ramadan khususnya di masa pandemi covid-19. Sebanyak 33,3% yang mampu mempertahankan frekuensi latihan dan 66,7% mengalami penurunan frekuensi latihan. Selanjutnya, saat ramadan dan Covid-19 terjadi peningkatan frekuensi makan 1-2 sehari (58,4%), konsumsi camilan (50%), buah dan sayuran (75%), gorengan 4 – 7 kali dalam seminggu (8,4%), mie instant 1 – 3 kali dalam satu minggu (25%)  serta makanan cepat saji  1 – 3 kali dalam seminggu (8,4%) pada atlet. Berdasarkan hal ini, maka sangat penting untuk melakukan revitalisasi program dan pemantauan latihan atlet secara berkala yang disesuaikan dengan masa pandemi covid-19 dan menyediakan dietisien untuk pengaturan makan atlet agar dapat memperoleh asupan gizi seimbang sesuai dengan porsi latihannya.
Pengaruh olahraga di ruang terbuka dan ruang terbuka hijau terhadap inflamasi paru Cecep Muhammad Alawi; Hamidie Ronald Daniel Ray; Agus Rusdiana
MEDIKORA Vol 20, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i2.43254

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh olahraga di ruang terbuka dengan paparan polusi dan olahraga di ruang terbuka hijau terhadap inflamasi paru. Metode true eksperiment dan desain The Randomized Posttest-Only Control Group Design digunakan dalam penelitian ini. 24 ekor tikus putih galur wistar jantan dewasa dengan berat 200-250 gram berusia 8-9 minggu dibagi secara acak menjadi empat kelompok, NE (Non Exercise) sebagai kontrol, NE+Pol (Non Exercise + polusi Particulate Matter 2.5  75 ppm dan Carbon Monoxide Meter 100 ppm), Ex (Exercise 5 kali/minggu selama 4 minggu), Ex+Pol (Exercise + polusi). Penanda inflamasi Tumor Necrosis Factor-αlpha (TNF-α) dianalisis menggunakan Western Blotting. Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antar kelompok, analisis ANOVA satu jalur dan uji Post Hoc digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen olahraga dengan paparan polusi memiliki kadar TNF-α yang signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (Ex+Pol: 1,63 AU; NE: 0,54 AU; p=0,000). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen olahraga di ruang terbuka hijau dengan kelompok kontrol (Ex: 0,80 AU; NE: 0,54 AU; p=0,357). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh olahraga di ruang terbuka dengan paparan polusi terhadap inflamasi paru. Dan hasil lain menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh olahraga di ruang terbuka hijau terhadap inflamasi paru.The effect of exercise in open spaces and green open spaces on lung inflammationAbstractThe purpose of this study was to analyze the effect of exercise in open spaces with exposure to pollution and exercise in green open spaces on lung inflammation. True eksperiment and The Randomized Posttest-Only Control Group Design was used in this study. 24 adult male wistar white rats weighing 200-250 grams aged 8-9 weeks were randomly divided into four group, NE (Non Exercise) as control, NE+Pol (Non Exercise + exposure pollution Particulate Matter 2.5 75 ppm and Carbon Monoxide Meter 100 ppm), Ex (Exercise 5 times/week for 4 weeks), and Ex+Pol (Exercise + exposure pollution). The inflammatory marker Tumor Necrosis Factor-αlpha (TNF-α) was analyzed using Western Blotting. To find out the significant differences between groups, one-way ANOVA and Post Hoc test were used. The results showed that the exercise + exposure to pollution had significantly higher levels of TNF-α than the control group (Ex+Pol: 1,63 AU; NE: 0,54 AU; p=0,000). There was no significant difference between the exercise in green open space and the control group (Ex: 0,80 AU; NE: 0,54 AU; p=0,357). It can be concluded that there is an effect of exercise in an open space with exposure to pollution on lung inflammation. And other results show  there is no effect of exercise in green open spaces on lung inflammation.
Biomechanical analysis of topspin techniques in table tennis games Aulia Gusdernawati; Widiyanto Widiyanto; Ahmad Nasrulloh
MEDIKORA Vol 20, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v20i2.40891

Abstract

Motion analysis in sports can help athletes and coaches as material for evaluating movement in improving movement and improving athlete performance with a predetermined training program. The purpose of this study was to analyze the motion of the topspin technique in table tennis. This research is a qualitative research by describing the results of the video analysis of the topspin technique movement which is accessed from youtube, then using the Kinovea application instrument. The subjects in this study were the top ranked players, which consisted of five of the best male athletes at the world level in the table tennis game. Based on the analysis data above, it was found that the average bending of the elbow at the ready position was 92.80, the swing position before hitting the ball was 142.40, when hitting the ball was 117.80, and after hitting the ball was 73.40. The results of the average elbow distance from the center point when the ready position is 68.728 cm, when the swing position before hitting the ball is 23.532 cm, when hitting the ball with a distance of 50.88 cm and during further motion 150.768 cm. The results of the analysis of the inclination angle of the body when the ready position is 161.60, when swinging the hand 152.60, when hitting the ball 150.60, and for further motion with a body inclination of 1660. The results of the analysis of the bending of the right leg when the position is 149.80, the position of swinging the right leg 125.40, and when the ball hits it forms an angle of 125.60 and when it continues to move 42.60. The average results of the analysis of the left leg bending angle when the ready position is 151.20, the swinging position with the left leg bending is 126.20, in the position of the ball hitting an angle of 130.40, and accompanied by a follow-up motion to form the left foot angle of 1460. The average foot distance when hitting the topspin, in the ready position is 186 cm, during the backswing the foot distance is 196.638 cm, and when hitting the ball is 198.81 cm, and accompanied by a follow-up motion of 195.886 cm. Biomechanical analysis of the topspin technique from several stages starting from the ready position to the advanced motion carried out by each athlete according to their respective body anatomy and following the position when hitting the ball.Analisis biomekanika teknik topspin pada permainan tenis mejaAbstrakAnalisis gerak pada olahraga dapat membantu atlet dan pelatih sebagai bahan evaluasi gerakan dalam memperbaiki gerakan dan meningkatkan performa atlet dengan program latihan yang telah ditentukan. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis gerak teknik topspin dalam permainan tenis meja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mendeskripsikan hasil analisis video gerakan teknik topspin yang diakses dari youtube, kemudian menggunakan instrumen aplikasi Kinovea. Subyek dalam penelitian ini men top ranked players yang berjumlah lima orang atlet putra terbaik ditingkat dunia pada permainan tenis meja. Berdasarkan dari data analisis diatas ditemukan nilai rerata tekukan siku pada saat posisi siap 92,80, posisi ayunan sebelum memukul bola 142,40, saat memukul bola 117,80, dan sesudah memukul bola sebesar 73,40. Hasil rerata jarak siku dari titik pusat saat posisi siap 68,728 cm, saat posisi ayunan sebelum memukul bola 23,532 cm, saat memukul bola dengan jarak 50,88 cm dan saat gerak lanjutan 150,768 cm. Hasil analisis sudut kecondongan tubuh saat posisi siap 161,60, saat mengayunkan tangan 152,60, saat memukul bola 150,60, dan untuk gerak lanjutan dengan kecondongan tubuh 1660. Hasil analisis tekukan kaki kanan saat posisi 149,80, posisi mengayunkan kaki kanan 125,40, dan saat perkenaan bola membentuk sudut 125,60 dan saat gerak lanjutan 42,60. Hasil rerata analisis sudut tekukan kaki kiri saat posisi siap 151,20, posisi mengayungkan tangan dengan tekukan kaki kiri 126,20, pada posisis perkenaan bola membentuk sudut 130,40, serta diiringi dengan gerak lanjutan membentuk sudut kaki kiri 1460. Hasil rerata jarak kaki saat melakukan pukulan topspin, pada posisi siap 186cm, saat backswing jarak kaki 196,638 cm, dan saat perkenaan bola 198,81 cm, serta di iringi gerak lanjutan 195,886 cm. Analisis biomekanik teknik topspin dari beberapa tahapan dimulai dari posisi siap hingga gerak lanjutan yang dilakukan masing-masing atlet sesuai anatomi tubuh masing-masing serta mengikuti posisi saat perkenaan bola.
TINJAUAN PRAKTIS MEMBENTUK PERILAKU SEHAT DAN HIDUP AKTIF PADA ANAK USIA DINI Suharjana Suharjana
MEDIKORA Vol. VIII No. 2 April 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4648

Abstract

Orang yang kurang aktif bergerak dalam jangka panjang dapat menyebabkan tubuh tidak bugar dan muncul berbagai masalah kesehatan, terutama kegemukan dan penyakit kardiovaskular. Agar manusia dapat hidup sehat dan diberi umur panjang, upaya yang harus ditempuh adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, yaitu dengan berperilaku sehat dan aktif bergerak. Perilaku hidup sehat dan aktif bergerak hendaknya dimulai sejak usia dini. Membiasakan anak hidup sehat dan aktif bergerak diperlukan kesungguhan guru dalam merancang kegiatan untuk anak. Disisi lain orang tua juga harus faham dan mampu menyediakan kebutuhan makan dan kesempatan gerak bagi anaknya. Guru bisa memberikan informasi-informasi untuk kepentingan pertumbuhan dan perkembangan anak didik. Orang tua juga dapat memberikan informasi penting tentang perkembangan anak dalam keluarga.Kata kunci: pola hidup sehat, usia dini
PERBEDAAN TINGKAT KEBUGARANKARDIORESPIRASI SISWA PESERTAEKSTRAKbRIKULER BOLA BASKET DAN BOLAVOLI DI SMA NEGERI 2 PURWOREJO Suharjana dan Arif Purwandito
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4682

Abstract

Penelitian ini bertiijuan untuk mengetahui adakah perbedaan tingkatkebugaran kardirespirasi siswa yang mcngikud ekstrakurikuier bola basketdan siswa yang mengikuti ekstrakurikuier bola voli di SMA Negeri 2Purworejo.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang mengikutiekstrakurikuier bola basket dan bola voli sebanyak 41 siswa. Sampel penelitianini sebanyak 24 anak. Penelitian ini menggunakan metode survai danteknik pengambilan datanya menggunakan instrumen tes. Tes yang digunakanmultistagefitness test, tes ini untuk mengukur besarnya VO^max siswayang mengikuti ekstrakurikuier bola basket dan bola voli. Analisis datamenggunakan uji independent sample A/^j/dengan banman program SPSS17, taraf signifikansi yang digunakan sebesar 5 %.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan yang signifikanantara siswa yang mengikuti ekstrakurikuier bola basket dan bola voli diSMA Negeri 2 Purworejo yang ditunjukkan dengan hasil perhimnganbahwa t hitung = 2,132 lebih bcsar dari t tabel dengan taraf signifikansinya5% = - 2,074 atau p value = 0,044 a = 0,05. Mean siswa peserta ekstrakurikuierbola basket 34,46 sedangkan mean siswa peserta ekstrakurikuier bola voli 31,94. Maka dapat disimpulkan bahwa siswa peserta ekstrakurikuierbola basket memiliki kebugaran kardiorespirasi yang lebih baik dibamdingkan ekstrakurikuier bola voli.Kata Kunci: Sistem Kardiorespirasi, Exstrakurikuler Olahraga
PEMANFAATAN WAKTU LUANG MAHASISWA PROGRAM STUDl ILMU KEOLAHRAGAAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Dapan , Fajar Setyawan
MEDIKORA Vol. VI No. 2 Oktober 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4699

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pemanfaatan waktu luang  mahasiswa Program Studi Ilmu Keolahragaan FIK UNY.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan angket.  Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi  Ilmu Keolahragaan FIK UNY angkatan 2004, 2005, 2006, dan 2007, yang masih  terdaftar sebagai mahasiswa dan belum mengajukan Tugas Akhir Skripsi.  Jumlah  populasi sebanyak 103 orang mahasiswa. Penentuan jumlah sampel  menggunakan  Nomogram Harry King, dengan tingkat kesalahan 0,08, maka  diperoleh jumlah  sampel sebanyak 60 orang mahasiswa, yang diambil secara  random. Pengujian  Validitas menggunakan product moment dan pengujian  Reliabilitas dalam penelitian  ini menggunakan rumus alpha cronhach. Untuk  menganalis data yang terkumpul,  digunakan analisis statistik deskriptif dengan  persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 mahasiswa, 1 orang (1,7 %) dalam  kategori sangat baik, 6 orang (10 %) dalam kategori baik, 26 orang (43,3 %),  dalam  kategori cukup, 23 orang (38,3 %), dalam kategori kurang, dan 4 orang  (6,7 %)  dalam kategori sangat kurang. Dari perhitungan rerata dapat   disimpulkan bahwa  pemanfaatan waktu luang mahasiswa dalam kategori  cukup.Kata Kunci: waktu luang, mahasiswa
TINGKAT KECEMASAN PESILAT GRANDFINAL SIRKUIT NASIONAL PENCAK SILAT 2006 Tonang Juniarta Siswantoyo
MEDIKORA Vol. III, No. 1, April 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4722

Abstract

-
Peran Latihan Fisik dalam ManajemenTerpadu Osteoartritis Rachmah Laksmi Ambardini
MEDIKORA Vol. II, No 1, April 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4755

Abstract

Osteoartrids adalah penyakit sendi yang paling banyakditemui, dialami oleh populasi usia pertengahan ke atas.Osteoartritis ditandai kerusakan progresif karulago sendi danmenyebabkan perubahan struktur di sekitar sendi. Perubahanperubahanyang terjadi antara lain akumulasi cairan, pertumbuhantulang yang berlebih, kelemahan otot, dan tendon, sehinggamembatasi gerak dan menyebabkan nyeri dan bengkak. Sendi yangsering terkena adalah sendi-sendi yang menahan berat tubuh {weigthbearingjoint),seperd sendi lutut, panggul, dan mlang belakang.Diagnosis osteoartrids didasarkan pada keluhan nyeri padasendi yang terkena, dikonfirmasi dengan pemeriksaan fisik yang memperlihat- kan pembesaran tulang pada persendian, akumulasicairan, timbul krepitasi selama bergerak, kelemahan otot, daninstabilitas sendi. Pemeriksaan radiologis berguna sebagaipenunjang diagnosis. Tujuan terapi osteoartrids adalah menguranginyeri dan mengembalikan fungsi sendi yang terkena. Hal ini dapatdicapai dengan menerapkan manajemen terpadu osteoartritis, yaimmengkombinasikan terapi farmakologi dan non-farmakologi.Latihan fisik merupakan bagian penting dalam manajemenosteoartritis.Tujuan latihan fisik, yaim memperbaiki fungsi sendi,proteksi sendi dari kerusakan dengan mengurangi stres pada sendi.meningkatkan kekuatan sendi, mencegah disabiUtas, danmeningkatkan kebugaran jasmani. Manfaat latihan fisik adalahmeningkatnya mobilitas sendi dan memperkuat otot yangmenyokong dan melindungi sendi, mengurangi nyeri dan kakusendi, serta dapat mengurangi pembengkakan. Program latihanfisik yang dapat diberikan yaitu latihan fleksibihtas, latihanpenguatan isometrik, isokinetik, dan isotonik, dan latihan aerobik