cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
HUBUNGAN STATUS KEBUGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA PEKERJA PEMBUAT BUIS BETON Hari Wahyono; Prijo Sudibjo
MEDIKORA Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.779 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i2.23203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status kebugaran jasmani dan status gizi dengan produktivitas kerja pekerja pembuat buis beton di Dusun Blawong I, Trimulyo, Jetis, Bantul. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian observasi cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pembuat buis beton di Dusun Blawong I, Trimulyo, Jetis, Bantul. Sampel dalam penelitian ini berjumlah lima belas orang yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi product moment dan uji regresi (α = 0,05).Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara daya tahan jantung-paru danproduktivitas kerja (p = 0,005) dan (r = 0,743), kekuatan otot tungkai dengan produktivitas kerja (p = 0,030) dan (r = 0,559), kekuatan otot lengan dengan produktivitas kerja (p = 0,002) dan (r = 0,729), kelentukan dengan produktivitas kerja (p = 0,009) dan (r = 0,647), persentase lemak dengan produktivitas kerja (p = 0,033) dan (r = -0,551). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan produktivitas kerja (p = 0,040) dan (r = 0,536). Hasil uji regresi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status kebugaran jasmani dan status gizi dengan produktivitas kerja (p = 0,004).
PENGARUH MODEL LATIHAN KEKUATAN SPESIFIK TENIS TERHADAP KEKUATAN PETENIS DIY Abdul Alim
MEDIKORA Vol 17, No 1 (2018): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.841 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i1.23489

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model latihan kekuatan spesifik tenis terhadap kemampuan kekuatan petenis. Urgensi penelitian didasarkan belum adanya penelitian yang membahas mengenai pengaruh model latihan kekuatan spesifik tenis terhadap kemampuan petenis secara umum.Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen. Sampel penelitian adalah 12 petenis DIY (8 putra dan 4 putri). Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Paired t test digunakan dalam penelitian ini untuk dapat mengetahui pengaruh penerapan model latihan spesifik tenis terhadap kekuatan petenis DIY.Hasil analisis data menggunakan paired t test menunjukkan bahwa penerapan model latihan kekuatan spesifik tenis berpengaruh secara signifikan pada kemampuan kekuatan Petenis DIY (p= 0,000). Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model latihan kekuatan spesifik tenis dapat meningkatkan kekuatan petenis.
MANFAAT OLAH RAGA BAGI WANITA HAMIL Suharjana Suharjana
MEDIKORA Vol. VI No. 2 Oktober 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2147.524 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4674

Abstract

Sebagian besar anggota masyarakat masih mengalami kebingungan atau  keraguan akan perlunya wanita hamil berolahrga. Olahraga tidak berbahaya  bagi  ibu maupun calon anak. Selama tidak ada larangan tidak diperbolehkan  berolahraga  dari ahli kandungan atau dokter, berarti kondisi ibu, dan calon  anak yang dikandungnya dalam keadaan normal, yang berarti seorang ibu yang   sedang hamil ridak perlu  ragu-ragu untuk berolahraga.Setiap orang akan mempunyai pengalaman dan memberikan reaksi yang  berbeda  terhadap kehamilan yang mereka alami. Pengalaman dan reaksi  wanita hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni kepribadian, status gizi,  pola hidup, hubungannya dengan orang tua dan keluarganya serta sikapnya  terhadap kemungkinan  hadirnya seorang anak. Kehamilan adalah suatu fase  krisis maturasi, yang konsekuensinya tidak mungkin untuk dihindari. Usaha  yang dapat dilakukan hanyalah  mengurangi derita yang akan dialami.Salah satu cara yang dapat ditempuh guna mengurangi derita kehamilan dan  persalinan adalah dengan melakukan olahraga atau latihan. Sebelum  melakukan dan  menentukan macam latihan, sebaiknya didahului dengan  konsultasi pada dokter atau  ahli fisiologi. Di dalam melakukan latilian, wanita   hamil harus secara cermat membaca  sinyal-sinyal yang diberikan oleh  tubuhnya. Jika sekiranya latihan tersebut membuatnya  kelelahan, maka  intensitas atau durasinya perlu diturunkan. Jika ternyata gerakan-gerakan  dalam latihan tersebut terlalu sulit untuk dilakukan, maka dapat diganti dengan  latihan yang lain, yang lebih sederhana. Ada beberapa macam olahraga yang  dapat  dipilih, yakni jogging, jalan cepat, senam atau renang terutama gaya  dada.Kata Kunci: wanita hamil, perubahan fisik
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP STATUS GIZI PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Fuadi Raja Baja; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 18, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.497 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i1.29189

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya remaja yang belum mengetahui pemilihan nutrisi yang baik dan menganggap konsep diet hanya untuk menurunkan berat badan serta kebiasaan pola aktivitas fisik pasif atau sedentari pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 45 siswa SMAN 1 Yogyakarta. Variabel yang diteliti yaitu pengetahuan diet, aktivitas fisik dan status gizi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan diet adalah dengan tes tingkat pengetahuan yang telah tervalidasi, aktivitas fisik dengan menggunakan Global Physical Activity Questonnaire(GPAQ) dan status gizi dengan indeks massa tubuh. Status gizi digolongkan menjadi status gizi baik dan tidak baik. Pengolahan data dianalisis secara deskriptif. Hubungan pengetahuan diet dan aktivitas fisik terhadap status gizi dengan metode Chi Square dan Goodman Kruskall - Gamma Statistic. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan diet terhadap status gizi pada siswa SMAN 1 Yogyakarta (r=0,62 : p=0,01) serta ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap status gizi pada siswa SMAN 1 Yogyakarta (r=0,85 ; p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan diet dan aktivitas fisik siswa maka akan semakin baik status gizinya.RELATIONSHIP OF DIET KNOWLEDGE LEVELS AND PHYSICAL ACTIVITIES TOWARD NUTRITIONAL STATUS IN MIDDLE SCHOOL STUDENT AbstractThis research is motivated by the many teenagers who do not know the selection of good nutrition and consider the concept of diet only to lose weight and habitual patterns of passive or sedentary physical activity in adolescents. This type of research is a descriptive study with cross sectional approach. The sample in this study were 45 students of SMAN 1 Yogyakarta. The variables studied were dietary knowledge, physical activity and nutritional status. The instrument used to measure dietary knowledge is to test the level of knowledge that has been validated, physical activity using the Global Physical Activity Questonnaire (GPAQ) and nutritional status with body mass index. Nutritional status is classified as good and bad nutritional status. Data processing was analyzed descriptively. The relationship of dietary knowledge and physical activity to nutritional status with the Chi Square method and Goodman Kruskall - Gamma Statistics. The results showed that there was a relationship between dietary knowledge and nutritional status in students of SMAN 1 Yogyakarta (r = 0.62: p = 0.01) and there was a relationship between physical activity and nutritional status in students of SMAN 1 Yogyakarta (r = 0.85; p = 0,000). It can be concluded that the higher the level of dietary knowledge and physical activity of students, the better the nutritional status.
PEMASARAN OLAHRAGA MELALUI BERBAGAI EVENT OLAHRAGA Yustinus Sukarmin
MEDIKORA Vol. VI No. 2 Oktober 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2118.155 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4692

Abstract

Pada era globalisasi ini muncul terminologi sportainment yang memberikan  peneguhan bahwa olahraga bukan lagi sekadar sebuah tontonan melainkan  sebuah  industri hiburan dan bisnis pertunjukkan yang mampu menghadirkan  ribuan  penonton dan jutaan pemirsa. Kini, ada tiga event olahraga yang  menjadi ikon global,  yaitu pertandingan sepak bola Piala Dunia, lomba balap  mobil Formula 1, dan pertandingan olahraga multievent Olimpiade.Olahraga jika dikelola secara profesional dapat mendatangkan keuntungan  ekonomi di samping keuntungan nonekonomi. Olimpiade Los Angeles 1984  merupakan Olimpiade Modern pertama yang menerapkan pendekatan logika  ekonomi  melalui sport business dengan melibatkan banyak sponsor.  Keuntungan yang berhasil  dikumpulkan dari kegiatan multievent empat  tahunan itu sebesar US $223 juta.Keberhasilan suatu negara menyelenggarakan event olahraga ini tidak terlepas  dari peran pemasaran. Untuk memasarkan sebuah event  olahraga diperlukan  strategi  khusus yang dikenal dengan bauran pemasaran, yaitu kiat kelompok  pemasaran  yang digunakan untuk mencapai sasaran pemasarannya dalam  pasar sasaran. Media  massa punya peran penting dalam menumbuhkan brand  image tentang sebuah produk  tertentu kepada konsumen melalui tayangan  event olahraga.Kata Kunci: pemasaran olahraga, event olahraga
Hubungan tingkat kecerdasaan intelektual (IQ) dan kecerdasaan emosional (EQ) dengan penampilan bermain futsal Aginda Andika; Yudha Munajat Saputra; Ahmad Hamidi
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.498 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30025

Abstract

Inteligensia merupakan bekal potensi yang akan memudahkan dalam belajar dan menghasilkan prestasi belajar yang optimal. Namun taraf intelegensi bukan merupakan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan seseorang, karena ada faktor lain yang mempengaruhi diantaranya adalah kecerdasan emosional (EQ). Pemain futsal harus memiliki tingkat emosi (EQ) yang baik dan memiliki tingkat intelektual (IQ) yang seimbang agar bisa membantu tim atau dirinya sendiri dalam keberhasilan di bidangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecerdasaan intelektual (IQ) dan kecerdasaan emosional (EQ) dengan penampilan bermain futsal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru UKM Futsal UPI. Sample penelitian berjumlah 23 orang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampling menggunakan purposive  sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner untuk mengetahui tingkat kecerdasaan intelektual dan kecerdasaan emosional dan penampilan bermain futsal. Hasil analisa data dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) terdapat hubungan yang signifikan antara IQ dengan penampilan bermain futsal, 2) terdapat hubungan yang signifikan antara EQ dengan penampilan bermain futsal, dan 3) terdapat hubungan yang signifikan antara IQ dan EQ dengan penampilan bermain futsal.Relationship between intellectual intelligence (IQ) and emotional intelligence (EQ) with futsal playing appearanceAbstractIntelligence is a potential provision that will facilitate learning and produce optimal learning achievement. But the level of intelligence is not the only factor that determines a person's success, because there are other factors that influence including emotional intelligence (EQ). A futsal player must have a good level of emotion (EQ) and have a balanced intellectual level (IQ) in order to help the team or himself in success in his field. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of intellectual intelligence (IQ) and emotional intelligence (EQ) with the performance of playing futsal. The research method used is quantitative descriptive method with correlation design. The population in this study was UPI Futsal UKM students. 23 student samples were taken by using a sampling technique using purposive sampling. The instrument used was a questionnaire to determine the level of intellectual intelligence and emotional intelligence and the appearance of playing futsal. The results of data analysis can be concluded as follows : 1) there is a significant relationship between IQ with the appearance of playing futsal, 2) there is a significant relationship between EQ with the appearance of playing futsal, dan 3) there is a significant relationship between IQ dan EQ with the appearance of playing futsal.
RESPON KARDIOVASKULER AKIBAT LATIHAN - Widiyanto
MEDIKORA Vol. IV,No. 1, April 2008
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3928.588 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4710

Abstract

-
BERBAGAI MACAM TES UNTUK MENENTUKAN TINGKAT KESTABILAN SENDI LUTUT Bambang Priyonoadi
MEDIKORA Vol. I, No. 1, April 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2829.382 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4731

Abstract

Lutut mudah sekali terserang cedera traumatik. Persendian ini kurang mampu  melawan kekuatan medial, lateral, tekanan, dan rotasi, karena lemahnya otot,  dan mudah mendapat luka memar. Mekanisme datangnya cedera sendi lutut "  yang berakibat serabut ligamen utama dari lutut bisa menjadi putus bergantung  pada aplikasi dan kekuatan, pukulan, tekanan, gerakan yang melebihi batas  keregangan. Cedera ini dapat terjadi karena suatu gaya pada garis lurus (straigth  line) langsung atau melalui bidang tunggal (single plane), atau karena suatu gaya  berputar mendadak.Luka akut dan kronis pada lutut dapat mengakibatkan ketidakstabilan  sendi, lutut yang terluka dipenksa stabilitasnya secepat mungkin setelah cedera  dan dilakukan hanya oleh tenaga yang sudah terlatih dan profesional. Lutut yang  cedera dan lutut yang tidak cedera dites dan dikontraskan atau dibedakan  untuk  menentukan suatu perbedaan dalam tingkat stabilitasnya.Tes tekanan valgus dan varus dimaksudkan untuk menampakkan  kelemahan kompleks kestabilan lateral dan medial, khususnya serabut ligamen  colateral. Tes untuk menentukan integntas dari ligamen cruciate dapat dilakukan  dengan menggunakan: 1) tes Drawer pada fleksi 90 derajat, (2) tes Drawer  Lachman, (3) tes pivot-shift, (4) tes Jerk, dan (4) tes Drawer fleksi-rotasi. Untuk  memastikan ketidakstabilan ligamen cruciate sebelah posterior dapat dilakukan  dengan: (1) tesDrawer posterior, (2) tes recurvatum rotasi eksternal, dan (3) tes  "Sag" Posterior. Adapun untuk menentukan meniscus yang robek dapat  menggunakan tiga cara yaitu dengan: (1) tes McMurray, (2) tes kompresi aplg,dan (3) tes distraksi apley.Kata kunci: tes stabilitas sendi lutut
CEDERA ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT (ACL) PADA ATLET BERUSIA MUDA Muhammad Ikhwan Zein
MEDIKORA Vol. XI No. 1 Oktober 2013
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.115 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.2811

Abstract

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah cedera lutut yang paling sering dialami atlet. Banyak atlet terpaksa mengakhiri karier olahraganya karena penanganan yang tidak baik terhadap cedera ini. Meningkatnya partisipasi atlet berusia muda dalam olahraga kompetitif membuat angka kejadian cedera ACL pada populasi ini ikut meningkat. Hal tersebut tentunya menjadi tantangan baru bagi dunia medis karena penanganan cedera ACL pada atlet berusia muda masih menjadi perdebatan. Terapi non-operatif seringkali memberikan hasil yang tidak memuaskan dan menimbulkan ketidakstabilan lutut, sedangkan terapi operatif rekontruksi berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan. Artikel ini disusun untuk mengkaji tata laksana cedera ACL pada atlet berusia muda berdasarkan bukti-bukti penelitian terbaru yang telah dilakukan.
PENGARUH PELATIHAN OLAHRAGA RENANGINTENSITAS SEDANG DAN INTENSITAS TINGGITERHADAP RESPONS SEL ABSORPTIF SEBAGAIPENGABSORPSI HASIL PENCERNAAN PADAUSUS HALUS I Wayan Artanayasa dan I Nyoman Kanca
MEDIKORA Vol II, No. 2,Oktober 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3185.525 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.4769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhpelatihan olahraga renang dengan intensitas sedang dan intensitastinggi terhadap respons sel absortif sebagai pengabsorpsi hasilproses pencernaan di usus halus.Jenis penelitian tergolong eksperimental laboratoris,menggunakan rancangan ''theseparatesarfTplepretest-posttestamtrolgrcxpdesign". Data dianalisis dengan rumus t-test program SPSS 10.Penelitian menggunakan pelatihan olahraga renang denganintensitas sedang dan intensitas tinggi selama 4 minggu (12 kalipelatihan) pada hewan coba tikus putih jantan jenis wistar, umur± 5 bulan, berat badan 246-278 gram, eksperimen dilakukanmalam hari, pukul 19.30-22.30 WIB, suhu air 28-30° C. Hewancoba sebanyak 80 ekor yang homogen dibagi menjadi 4 kelompoksecara alokasi rwxhn [random asd^vnent) berdasarkan undian, yaitusatu kelompok pretest, satu kelompok kontrol, dan dua kelompokperlakuan (satu kelompok pelatihan olahraga renang denganintensitas sedang, dan satu kelompok pelatihan olahraga renangdengan intensitas tinggi.Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) pelatihanolahraga renang dengan intensitas sedang dan intensitas tinggidapat meningkatkan respons sel absorptif, detigan nilai I = -73,281,p = 0,000, (2) ada perbedaan pengaruh antara olahraga renangintensitas sedang dengan olahraga intensitas tinggi padapeningkatan respons sel absorptif (t = -0,860 p = 0,393). Dapatdisimpulkan, bahwa (1) pelatihan olahraga ren ang dengan intensitassedang dan intensitas tinggi selama 4 minggu dapat meningkatkanjumlah sel absorptif di usus halus, (2) ada perbedaan antarapelatihan olahraga dengan intensitas sedang dan intensitas tinggipada peningkatan jumlah sel absorptif. Peningkatan jumlah selabsorptif pada pelatihan olahraga renang intensitas sedang lebihsedikit dibanding dengan pelatihan olahrga renang intensitastinggi.Kata kunci: pelatihan, olahraga, sel, usus halus.

Page 5 of 32 | Total Record : 314