cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
KEMAMPUAN MOTORIK PESERTA EKSTRAKURIKULERBOLABASKET SMA N 3 BANTUL Asep Prasetyo dan Bernadeta Suhartini
MEDIKORA Vol. XII No. 1 April 2014
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.804 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan motoriksiswa Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Bantul, Kecamatan Bantul, KabupatenBantul.Metode penelitian ini adalah deskriptif dan teknik pengambilan datamenggunakan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa yangmengikuti ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 3 Bantul yang berjumlah 40siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang bejumlah 40siswa. Pengumpulan data kemampuan motorik diukur menggunakan tes denganmengukur komponen motorik yang meliputi Lari 30 M, Sit up, Basketball throwfor distance, Lompat jauh tanpa awalan, Sitreach, Lari bolak-balik 4x5 M, Squatdi dinding.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berkategori sangatbaik sebanyak 0 siswa atau sebesar 0,0%, kategori baik sebanyak 0 siswa atausebesar 0,0%, kategori sedang sebanyak 22 siswa atau sebesar 55%,kategori kurang sebanyak 18 siswa atau sebesar 45%, dan kategori kurang sekali0 siswa atau sebesar 0,0%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwakemampuan motorik siswa ekstrakurikuler bolabasket di SMA N 3 Bantul tahun2012 dalam kategori sedang.Kata Kunci: kemampuan motorik, bolabasket
HUBUNGAN BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN DENGAN KELINCAHAN PEMAIN FUTSAL PUTRI UNY Anita Rusyana Dewi dan Hadwi Prihatanta
MEDIKORA Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.763 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i2.7933

Abstract

AbstrakSetiap cabang olahraga memiliki karakteristik tertentu, maka diperlukan kesesuaianperbandingan dan perimbangan tubuh agar dapat menunjang prestasinya. Manusia tidakakan pernah mempunyai sifat-sifat jasmaniah atau fisik yang sama persis satu denganyang lainnya, sehingga berat badan, tinggi badan pemain dan kelincahan juga berbeda.Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahuihubungan berat badan dan tinggi badan dengan kelincahan pemain futsal putri UNY.Penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Penelitian ini menggunakan metodesurvei dengan teknik tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalahmahasiswi aktif dan pemain futsal putri yang mengikuti Futsal Putri UNY sebanyak 30orang. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah Pemain futsal putri UNYdengan jumlah 15 orang yang memiliki banyak pengalaman dalam bertanding futsalbaik dalam Yogyakarta maupun luar Yogyakarta dan sudah lama menjadi anggota darifutsal putri UNY, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan purposivesampling.Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada babsebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) Terbuktiterdapat hubungan signifikan antara berat badan dengan kelincahan pemain Futsal PutriUniversitas Negeri Yogyakarta dengan nilair hitung = 0,637 rtabel(0.05)(14) = 0,426 yangdiartikan memberikan sumbangan terhadap kelincahan sebanyak 9,15%. (2) Terbuktiterdapat hubungan signifikan antara tinggi badan dengan kelincahan pemain Futsal PutriUniversitas Negeri Yogyakarta dengan nilai rhitung = 0,704 rtabel(0.05)(14) = 0,426 yangdiartikan memberikan sumbangan terhadap kelincahan sebanyak 60,95%. (3) Terbuktiterdapat hubungan signifikan antara berat badan dan tinggi badan dengan kelincahanpemain Futsal Putri Universitas Negeri Yogyakarta dengan Fhitung 14,049 Ftabel (3,88)yang diartikan memberikan sumbangan sebanyak 70,1%, dan sisanya 29,9% dipengaruhioleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata Kunci: Berat Badan, Tinggi Badan, Kelincahan, Pemain Futsal Putri Uny
HORMON ANABOLIK PADA OLAHRAWAN Olivia Andiana
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.77 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4641

Abstract

Hormon anabolik mempunyai fungsi utama sebagai sintesis protein yangmerangsang terjadinya pembesaran otot dan pertumbuhan beberapa jaringan kompleksdalam tubuh. Testosteron merupakan salahsatu contoh dari hormon anabolik yangmerangsang proses pembesaran otot, begitu juga dengan HGH (human growthhormone) dan Insulin termasuk dalam hormon anabolic.Sebagai hormon anabolik juga mempunyai fungsi lain sebagai mengeblokhormone katabolik (contohnya: kortisol dan progesterone). Lawan dari hormonanabolik adalah hormon katabolik yang disekresi oleh tubuh untuk melemahkan kerjajaringan otot. Tetapi antara anabolik dan katabolik hormone sama-sama diperlukantubuh untuk menjaga homeostatis, atau regulasi dalam menstabilkan dalam tubuh.Hormon anabolik terbentuk dari anabolic steroid yang biasanya digunakan oleh paraolahragawan dan binaragawan untuk meningkatkan massa otot dan meningkatkanperformance, padahal anabolic steroid ini mempunyai efek samping yang merugikandan tidak akan digunakan oleh atlit yang professional. Hormon anabolik ini bisaterbentuk secara alami dari dalam tubuh atau secara sintetik yang bisa diperoleh melaluiinjeksi anabolic steroid maupun obat. Kata Kunci: hormon, anabolik
PENGARUH LATIHAN CIRCUIT BODY WEGHT TERHADAP VO2 MAX DAN FLEKSIBILITAS SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRA KURIKULER BOLA VOLI Texki Wahyuntoro; Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1225.877 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v15i2.23142

Abstract

Daya tahan paru jantung dan fleksibilitas merupakan komponen yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pemain bola voli. Olahraga merupakan salah satu bentuk aktivitas yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Banyak pemain bola voli di SMA N 1 Ngaglik daya tahan paru jantung dan fleksibilitas yang kurang bagus, sehingga menghambat prestasi dalam olahraga bola voli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan circuit body weight terhadap ????????2 ???????????? dan fleksibilitas siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMA N 1 Ngaglik.Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental design dengan one group pretest and posttest group desaign. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa yang aktif mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMA N 1 Ngaglik. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak sebanyak 19 orang. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan pengukuran. Analisis data penelitian menggunakan uji t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan variabel antara pretest dan posttest pada kelompok eksperimen.Hasil penelitian ini menunjukan uji t pada data Max diperoleh nilai t hitung 12,097 t tabel 2,10, dan nilai signifikansi 0,000 0.05, dengan peningkatan persentase sebesar 7,53% .Hasil uji t pada data fleksibilitas diperoleh nilai t hitung 7,554 t tabel 2,10, dan nilai signifikansi 0,000 0.05, dengan penurunan persentase sebesar 4,44%. Penelitian dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa latihan circuit body weight dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ????????2 ????????????, dan fleksibilitas siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola voli di SMA N 1 Ngaglik. Jadi dapat dikatakan latihan circuit body weight dapat dijadikan pedoman untuk latihan peningkatan ????????2 ???????????? dan fleksibilitas yang efektif dan efisien.
PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI MELALUI SENAM AEROBIK LOW IMPACT Cerika Rismayanthi
MEDIKORA Vol. VII No. 1 April 2011
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2810.464 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4657

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh latihan senam aerobik low impact terhadap penurunan tekanan darah pada penderita  hipertensi ringan. Mild hypertension (hipertensi ringan) yaitu apabila tekanan diastolik 90-104 mmHg.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dengan the one group pretest post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi stadium ringan yang berusia 39 tahun dan sampel pada penelitian ini berjumlah 30 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis statistik dengan uji-t amatan ulangan {paired t-test).Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikanlatihan senam aerobik low impact pada penderita hipertensi stadium ringan, terhadap penurunan tekanan darahnya. Latihan senam dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik, latihan senam menimbulkan efek sepcrti beta blocker yang dapat menenangkan sistem saraf simpatikus dan melambatkan denyut jantung. Latihan Senam Jantung Sehat Indonesia dengan intensitas sedang (70-80 %), dengan lama latihan 20-60 menit sekali latihan, dan frekuensi latihan 3 kali seminggu, mampu menurunkan secara signifikan tekanan darah pada penderita hipertensi stadium ringan; dengan penurunan sebesar 3,346 % (sistolik) dan 4,273 % (diastolik).Kata Kunci: penurunan tekanan darah, hipertensi, senam aerobik low impa
EFEKTIVITAS MANIPULASI “TOPURAK” UNTUK PENYEMBUHAN CEDERA SENDI LUTUT PASIEN LAB /KLINIK OLAHRAGA TERAPI DAN REHABILITASI FIK UNY Rohim, Muhammad Fathur; Kushartanti, Wara
MEDIKORA Vol 16, No 1 (2017): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.841 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v16i1.23483

Abstract

Cedera lutut yang ditandai dengan rasa nyeri merupakan cedera yang cukup sering. WHO 2008 menyatakan bahwa penderita nyeri sendi sebanyak 151 juta jiwa di dunia, hal ini merupakan sebuah kondisi yang sangat umum dialami oleh banyak orang, terutama bagi mereka yang banyak melakukan aktivitas fisik yang bertumpu pada lutut dan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keefektifan manipulasi “Topurak” (totok, pukul, gerak) untuk penyembuhan cedera sendi lutut.Metode pre-experimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design digunakan dengan populasi pasien cedera sendi lutut di Lab/ Klinik Olahraga Terapi dan Rehabilitasi – FIK UNY, pada bulan Januari – April 2017 secara insidental. Dari 75 pasien yang ditangani selama penelitian diambil sebanyak 20 orang yang bersedia sebagai sampel. Setelah dilakukan pretest untuk menilai tanda radang dan fungsional lutut, diterapi dengan manipulasi Topurak sebanyak tiga kali dengan selang-seling hari, dan masing-masing terapi berdurasi 5 menit. Setelah perlakuan terapi ke-tiga dilakukan post test. Semua data dideskripsikan, dan dilanjutkan dengan uji beda antara pretest dan post test untuk mengetahui seberapa efektivitas manipulasi Topurak. Hasil uji normalitas menunjukkan adanya distribusi normal pada data lingkar lutut atas, lingkar lutut tengah, skala nyeri, skala duduk berdiri, dan skala naik tangga, serta distribusi tidak normal pada lingkar lutut bawah, fleksi, ekstensi, dan skala kemampuan jalan. Uji beda dua kelompok berpasangan menggunakan sign test (non-parametrik).Hasil uji beda menunjukkan bahwa manipulasi Topurak efektif (p < 0,05) dalam menyembuhkan cedera sendi lutut yang ditunjukkan dengan menurunnya tanda radang, meningkatnya skala fungsi jalan, naik tangga dan duduk berdiri kecuali pembengkakan di lutut.
UPAYA GURU PENJAS DALAM MENDETEKSI GANGGUAN PERSEPTUAL MOTORIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yudanto Yudanto
MEDIKORA Vol. VI No. 1 April 2010
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2501.454 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4668

Abstract

Pendidikan Jasmani merupakan proses belajar untuk gerak dan belajar untuk  bergerak. Program pendidikan jasmani di sekolah dasar pada dasarnya  berisi tentang  program perseptual motorik.Perseptual motorik merupakan kemampuan individu dalam menerima,  menginterpretasikan dan memberikan reaksi dengan tepat kepada rangsang  yang datang. Perseptual motorik terdiri atas beberapa unsur, diantaranya:  kesadaran tubuh, kesadaran arah, kesadaran ruang, dan kesadaran tempo.  Perseptual motorik sangat berpengaruh dalam prestasi akademik siswa.Perkembangan kemampuan perseptual motorik hendaknya diperhatikan dan dipantau oleh guru Penjas. Mendeteksi gangguan perseptual motorik anak  sejak awal harus dilakukan oleh guru Penjas. Mendeteksi gangguan perseptual  motorik  dapat dilakuan dengan sebuah tes perseptual motorik, salah satu tes untuk mengetahui gangguan preseptual motorik adalah tes perseptual motorik  dari Claudine Sherill (1993: 324-325). Tes ini meliputi: mengidentifikasi atau mengenali bagian  tubuh, menyentuh kanan-kiri bagian anggota badan yang  berlawanan,  mengubah (berubah) posisi dalam suatu ruang, melintasi garis  tengah, meniru gerakan, meniru  gerakan olahraga, jejak visual (visual tracking), keseimbangan  statis, keseimbangan dinamis, dan dominasi lateral.Kata Kunci: deteksi, gangguan perseptual motorik, siswa sekolah dasar
MANIPULASI TOPURAK (TOTOK, PUKUL, GERAK) UNTUK PENYEMBUHAN NYERI DAN KETEGANGAN OTOT LEHER Ela Yuliana; B.M. Wara Kushartanti
MEDIKORA Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.873 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v17i2.29182

Abstract

Nyeri dan ketegangan otot leher merupakan keluhan muskuloskeletal umum yang sering dirasakan setiap orang (prevalensi 30%-50%). Topurak (Totok, Pukul, Gerak) merupakan salah satu terapi manipulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas manipulasi Topurak untuk penyembuhan nyeri dan ketegangan otot leher pasien Klinik Olahraga Terapi dan Rehabilitasi FIK UNY. Rancangan Pre-experimental dengan One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling yang dihitung dengan rumus Slovin didapatkan quota sebesar 15 orang. Data yang dikumpulkan adalah ROM, skala nyeri, dan skala fungsi baik sebelum maupun sesudah perlakukan. Paired Samples t Test digunakan untuk menganalisis data ROM dan uji Wilcoxon untuk data skala nyeri maupun skala fungsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ROM pada gerakan fleksi, ekstensi, left lateral flexion, right lateral flexion, left rotation, dan right rotation. Didapatkan juga adanya penurunan skala nyeri serta peningkatan skala fungsi leher setelah manipulasi Topurak (p0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa manipulasi Topurak efektif untuk penyembuhan nyeri dan ketegangan otot leher. TOPURAK MANIPULATION (TOUCH, PUNCH, MOTION) FOR HEALING OF PAIN AND NECK MUSCLE TENSIONAbstractNeck pain and muscle tension is a common musculoskeletal complaint that is often felt by everyone (prevalence of 30% -50%). Topurak (Touch, Pukul, Motion) is a manipulation therapy. and neck muscle tension of FIK UNY Sports and Therapy Sports and Rehabilitation Clinic patients. Pre-experimental design with One Group Pretest-Posttest Design. The sampling technique uses quota sampling which is calculated by Slovin formula obtained quota of 15 people. Data collected were ROM, pain scale, and function scale both before and after treatment. Paired Samples t Test is used to analyze ROM data and Wilcoxon test for pain scale and function scale data. The results showed an increase in ROM in flexion, extension, left lateral flexion, right lateral flexion, left rotation, and right rotation. There was also a decrease in pain scale and an increase in the scale of neck function after Topurak manipulation (p 0.05). Based on these results, it can be concluded that Topurak manipulation is effective for healing neck pain and muscle tension.
TINGKAT KEBUGARAN KARDIORESPIRASIGURU SDIT LUQMAN AL HAKIM YOGYAKARTA dan Suharjana, Septiyana Sari Doa
MEDIKORA Vol. V, No. 2, Oktober 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2274.82 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i2.4686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebugaran kardiorespirasiguru SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan persentase. Metodeyang digunakan adalah survai dengan teknik tes dan pengukuran. Populasidalam penelitian ini semua guru di SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta.Sampel yang digunakan sebanyak 60 orang yang terdiri atas 28 orang gurulaki-iaki dan 32 guru perempuan. Teknik yang digunakan untuk mengambilsampel adalah teknik sampel populasi (sensus). Instrumen yang digunakanadalah Multistage Fitness Test. Teknik analisa data menggunakan tcknik analisisdeskriptif dengan persentase.Penelitian ini menjimpulkan bahwa tingkat kebugaran kardiorespirasiguru SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta kategori sangat kurang 30 (50%), kategori kurang 25 (41,6 %), kategori cukup 1 (1,7 %), kategori baik4 (6,7 %), sedangkan kategori sangat baik 0 (0 %). Jadi tingkat kebugarankardiorespirasi guru SDIT Luqman A l Hakim Yogyakarta adalah sangatkurang.Kata Kunci: SDIT, Kebugaran Kardiorespirasi
PENGARUH LATIHAN DUMBELL-THERA BAND TERHADAP DAYA TAHAN OTOT LENGAN DAN AKURASI MEMANAH PADA ATLET PANAHAN Yachsie, Betrix Teofa Perkasa Wibafied Billy
MEDIKORA Vol 18, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.066 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i2.29200

Abstract

Program latihan Dumbell-Thera Band kepada atlet panahan Kabupaten Banyumas di teliti karena ada beberapa pelatih dan atlet masih belum mengerti mengenai tujuan diberikannya latihan Dumbell- Thera Band. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latian dumbell-thera band terhadap daya tahan otot lengan dan akurasi memanah pada atlet panahan Kabupaten Banyumas. Desain penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu. Disain yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan rancangan “One Group Pretest-Posttest Design. Instrumen yang digunakan adalah tes dan pengukuran akurasi dengan cara memanah jarak 30 meter dan daya tahan otot lengan menggunakan alat ukur Holding Bow Test. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet maupun pengurus panahan Kabupaten Banyumas yang berjumlah 85 orang dengan sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 orang. Teknik analisis data menggunakan uji t paired sample t test. Hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya dapat diperoleh nilai uji t pada akurasi memanah diketahui nilai t hitung (9,869) > t tabel (1,80) dan uji t pada Daya Tahan Otot Lengan diperoleh nilai t hitung (8,812) > t tabel (1,80). Dengan demikian, dapat disimpulkan ada pengaruh latihan dumbell-thera band terhadap daya tahan otot lengan dan akurasi memanah pada atlet panahan Kabupaten Banyumas. EFFECTS OF DUMBBELL-THERA BAND EXERCISE TOWARDS THE ARM MUSCLE ENDURANCE AND ARCHERY ACCURACY IN ARCHERY ATHLETES AbstractThe Dumbell-Thera Band training program for Banyumas Regency archery athletes was examined because there are several trainers and athletes who still do not understand the purpose of the Dumbell-Thera Band training. This study aims to determine the effect of dumbbell-thera band exercises on arm muscle endurance and archery accuracy in archery athletes in Banyumas Regency The design of this research is experimental research. The method used is quasi-experimental research. The design used in this study using the design of "One Group Pretest-Posttest Design. The instrument used was a test and measurement of accuracy by arching a distance of 30 meters and endurance of the arm muscles using a measuring instrument Holding Bow Test. The population in this study were 85 athletes and administrators of Banyumas Regency with 12 people as the sample in this study. The data analysis technique used paired sample t test. The results of previous studies and discussions can be obtained t test value on archery accuracy known t count value (9.869)> t table (1.80) and t test on Arm Muscle Endurance obtained t value (8.812)> t table (1.80 ). Thus, it can be concluded that there is an influence of dumbbell-thera band exercises on arm muscle endurance and archery accuracy in Banyumas Regency archery athletes.

Page 6 of 32 | Total Record : 314