cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
sugengsnugroho@uny.ac.id
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
sugengsnugroho@uny.ac.id
Editorial Address
Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta Jl. Colombo No. 1 Karangmalang Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Medikora: Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga
ISSN : 02169940     EISSN : 27212823     DOI : 10.21831
Core Subject : Health, Education,
MEDIKORA is a sports health scientific journal published by the Sports Science Study Program of the Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Yogyakarta which contains the results of critical analysis studies and research in the field of sports health. The Journal is published twice a year (April and October).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 314 Documents
PENYULUHAN AKTIVITAS FISIK DAN SCREENING PARAMETER SINDROM METABOLIK PADA POPULASI LANSIA Cerika Rismayanthi; Prijo Sudibjo; Novita Intan Arovah; Krisnanda Dwi Apriyanto
MEDIKORA Vol 18, No 1 (2019): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.736 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v18i1.29194

Abstract

Kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan informasi tentang profil tingkat kebugaran lansia binaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Yogyakarta, (2) mendapatkan informasi tentang faktor risiko sindrom metabolik bagi lansia binaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Yogyakarta, (3) memberikan pengetahuan bagi lansia binaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Yogyakarta tentang pentingnya melakukan aktivitas fisik dan mengetahui parameter sindrom metabolik. Khalayak sasaran utama dari kegiatan ini adalah Kelompok Lansia Teratai Nogotirto, Kelurahan Nogotirto, Kecamatan Gamping Sleman berjumlah 118 orang. Metode kegiatan PPM dilakukan dengan beberapa kegiata meliputi: cek kesehatan, tes pengukuran kebugaran jasmani bagi lansia, serta evaluasi dan penyuluhan. Cek kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah, lingkar perut, trigliserida, HDL dan glukosa darah puasa. Penyuluhan diberikan setelah para lansia mendapatkan hasil dari cek kesehatan. Metode penyuluhan dilakukan agar para lansia mempunyai motivasi untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari sindrom metabolik yang dapat memicu munculnya penyakit degeneratif. Tes pengukuran kebugaran jasmani meliputi jalan selama 6 menit, fleksibilitas, keseimbangan. Pengisian kuesioner dilakukan untuk mengetahui seberapa penting manfaat kegiatan PPM ini bagi para lansia. Berdasarkan hasil cek kesehatan diperoleh data bahwa sejumlah 78 (66,1%) lansia terindikasi sindrom metabolik. Dan dari sejumlah 78 lansia, 98,71% (77 lansia) yang terindikasi sindrom metabolik adalah perempuan. Dari data lansia laki-laki diperoleh rata-rata usia 61,5 tahun, dengan norma normal jalan 6 menit lansia laki-laki dengan usia tersebut adalah 610 – 735 yards (558-672 meter) dan norma normal jalan 6 menit lansia wanita dengan usia tersebut adalah 545 – 660 yards (498-603 meter). Jadi kesimpulan dari tes kebugaran lansia, baik laki-laki maupun wanita mempunyai tingkat kebugaran yang di atas rata-rata (above average). Physical Activity Counseling and Screening Parameter Metabolic Syndrome in the Elderly PopulationAbstractThe Community Service Program activity aims to: (1) obtain information on the profile of the fitness level of the elderly under the guidance of the Indonesian Doctors Association (IDI) and the Indonesian Doctors' Wives Association (IIDI) Yogyakarta, (2) obtain information about the risk factors for metabolic syndrome for the elderly under the guidance of the Association Indonesian Doctors (IDI) and the Indonesian Doctors 'Wives Association (IIDI) Yogyakarta, (3) provides knowledge for the elderly assisted by the Indonesian Doctors Association (IDI) and the Indonesian Doctors' Wives Association (IIDI) Yogyakarta about the importance of physical activity and knowing the parameters of metabolic syndrome. The main target audience for this activity is the Elderly Lotus Group Nogotirto, Kelurahan Nogotirto, Sleman Gamping District, with a total of 118 people. The PPM activity method is carried out with several activities including: health check, physical fitness measurement test for the elderly, as well as evaluation and counseling. Health checks include measurements of blood pressure, stomach circumference, triglycerides, HDL and fasting blood glucose. Counseling is given after the elderly get the results of a health check. The counseling method is done so that the elderly have motivation to maintain health and avoid the metabolic syndrome which can trigger the emergence of degenerative diseases. Physical fitness measurement tests include walking for 6 minutes, flexibility, balance. The questionnaire was filled out to find out how important the benefits of PPM activities are for the elderly. Based on the results of health checks obtained data that a number of 78 (66.1%) elderly indicated metabolic syndrome. And of the 78 elderly, 98.71% (77 elderly) who indicated metabolic syndrome were women. From the data of elderly men obtained an average age of 61.5 years, with the normal norm of walking 6 minutes elderly men with that age is 610 - 735 meters (558-672 meters) and the normal norm of walking 6 minutes elderly women with age these are 545 - 660 yards (498-603 meters). So the conclusion of the elderly fitness test, both men and women have a fitness level that is above average (above average).
TERAPI GERAK BAGI PENDERITA STROKE - Widiyanto
MEDIKORA Vol. V,No. 1, April 2009
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1856.027 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4697

Abstract

-
Tingkat kepuasan wasit sepakbola dalam mengambil keputusan berdasarkan tingkat pendidikan Hikmat Kodrat; Nurlan Kusmaedi; Ahmad Hamidi
MEDIKORA Vol 19, No 1 (2020): April
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.823 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v19i1.30514

Abstract

Pengadil dalam pertandingan sepakbola yang dinamakan wasit/referee. Awalnya pengadil atau pengambil keputusan dilakukan oleh masing-masing kapten tim, kemudian peran ini di delegasikan kepada seorang umpire. Akhirnya, seorang yang dianggap netral dinamai referee (wasit) bertindak sebagai orang yang akan menyelesaikan permasalahan dalam pertandingan. Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada fairplay, sportivitas, objektivitas, dan konsisten. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian ini untuk mengetahui tentang tingkat kepuasan wasit sepakbola dalam mengambil keputusan berdasarkan tingkat pendidikan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif adapun metode yang digunakan dalam penelitian yaitu Deskriptif dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah causal comparative. Populasi dalam penelitian ini adalah Wasit PSSI Kota Bandung yang memiliki Pendidikan SMA, S1, dan S2. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling  Metode rendem menggunakan kriteria yang telah dipilih  pengambilan sampel secara sengaja sesuai dengan persyaratan sampel yang di perlukan. Instrument yang  digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket Soccer Referee Decision Satisfaction Scale (SRDSS) yang dikembangkan oleh Andrew et. al. (2006). Berdasarkan hasil pengolahan data maka terdapat perbedaan antara tingkat kepuasan wasit sepakbola dalam mengambil keputusan berdasarkan tingkat pendidikan dengan hasil angket yaitu tingkat pendidikan S2 lebih puas dalam mengambil keputusan di bandingkan dengan S1 dan SMA. Maka tingkatan pendidikan wasit berpengaruh terhadap pengambilan keputusan semakin tinggi Pendidikan wasit maka semakian puas dalam mengambil keputusan. Football referee satisfaction level in making decisions based on education level AbstractThe judge in a soccer match called the referee / referee. Initially the court or decision maker is carried out by each team captain, then this role is delegated to an umpire. Finally, a person who is considered neutral is called a referee acting as the person who will solve the problem in the match. Decision making must be based on fair play, sportsmanship, objectivity, and consistency. Therefore the researcher wants to do this research to find out about the level of satisfaction of the football referee in making decisions based on their level of education. In this study using quantitative research while the method used in research is descriptive and the research design used in this study is causal comparative. The population in this study is PSSI Referee in Bandung City who has a high school, bachelor and master's education. The sampling technique used in this study is Purposive Sampling The rendem method uses criteria that have been chosen deliberately sampling in accordance with the required sample requirements. The instrument used in this study was a Soccer Referee Decision Satisfaction Scale (SRDSS) questionnaire developed by Andrew et. al. (2006). Based on the results of data processing, there is a difference between the level of satisfaction of football referees in making decisions based on the level of education with the results of the questionnaire, namely the education level of S2 is more satisfied in making decisions compared to S1 and SMA. Then the level of referee education influences the decision making the higher the referee education, the more satisfied in making decisions.
LATIHAN FISIK DAN ASAM LAKTAT - Widiyanto
MEDIKORA Vol. III, No. 1, April 2007
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3947.858 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4720

Abstract

-
BERGERAK UNTUK SEHAT Soni Nopembri
MEDIKORA Vol. II, No 1, April 2006
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2208.424 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4751

Abstract

AbstrakJudul dalam tullsan menjadi dasar pemikiran sederhanamengenai hubungan antara akti\'itas jasmani dan kesehatan. Tulisanini juga memberikan konsep dasar yang sangat sederhanahubungannya dengan pengaruh melakukan aktivitas jasmani padapeningkatan dan pemeliharaan kesehatan tubuh.Makna mengenai kesehatan secara filosofis akanmemberikan gambaran bcgim pentingnya kesehatan bagi scorangmanusia. Berbagai manfaat yang secara nyata didapat darimclakukan aktivitas jasmani yang teratur digambarkan secarasederhana pada bagian kedua tulisan ini. Peningkatan danpemeliharaan kesehatan merupakan tujuan utama manusiamelakukan aktivitas jasmani secara teratur. Aktivitas jasmanisederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan danmemeliharaan kesehatan dibahas dalam bagian ini. Pembahasanjuga menyangkut pentingnya aktivitas jasmani dalam pencegahanpenyakit kronis.Tulisan diakhiri dengan suatu kesimpulan bahwa aktivitasjasmani yang teratur tidak harus secara terstrukmr dilakukan olehanak-anak dan orang dewasa, tetapi berbagai aktivitas jasmani yangdilakukan dalam kehidupan sehari-hari dapat diupayakan untukmencapai tingkat kesehatan.
KESADARAN MAHASISWA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN KAMPUS Erwin Setyo Kriswanto
MEDIKORA Vol. XI No. 1 Oktober 2013
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.611 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v11i2.2817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Terhadap Kesehatan Lingkungan Kampus. Terciptanya mahasiswa yang sehat, mandiri dan berkemampuan akan menjadi kebanggaan tersendiri saat mereka berhasil mengaplikasikan kesehatanlingkungan dengan baik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang akan mendeskripsikan atau menggambarkan suatu keadaan khususnya tentang tingkat kesadaran mahasiswa Fakultas ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta terhadap Kesehatan Lingkungan Kampus. Metode yang digunakan adalah survei dengan menggunakan instrumen angket. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Teknik penentuan sampel menggunakanrandom sampling sejumlah 462. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kuantitatif yang dituangkan dalam bentuk persentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kesadaran mahasiswa Fakultas Ilmu keolahragaan terhadap kesehatan lingkungan kampus adalah sebanyak 129 mahasiswa (27,92 %) dengan kategori sangat baik, 309 mahasiswa (66,88 %) dengan kategori baik, dan 24 mahasiswa (5,20 %) dengan kategori sedang, 0 mahasiswa (0,00%) dengan kategori kurang, dan 0 mahasiswa (0,00 %) dengan kategori sangat kurang.Kata Kunci: kesadaran mahasiswa, kesehatan lingkungan
OLAHRAGA, PENUAAN, DAN PENYAKIT PENYAKIT YANG MENYERTAINYA Panggung Sutapa
MEDIKORA Vol. I, No . 2, Oktober 2005
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2318.927 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v1i2.4774

Abstract

Kecepatan penuaan pada seseorang bergantung padagenetik (keturunan), maupun faktor lingkungan dan gayahidup. Banyak upaya yang ditempuh untuk menghindaripenuaan secara dini karena dampak dari adanya penuaanmemunculkan perubahan-perubahan baik secara anatomismaupun fisiologis.Perubahan secara anatomis meliputi, perubahan padajantung, otak, paru-paru, ginjal, otot, dan tulang. Perubahanperubahananatomis berdampak pada perubahan secarafisiologis yang akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas,angka harapan hidup {life expectancy) menjadi lebih kecildan jangka lama hidup menjadi pendek [life span).Salah satu alternatif untuk meningkatkan produktivitasdan meningkatkan angka harapan hidup dapat ditempuhdengan melakukan olahraga dengan memperhatikan kaidahkaidahyaitu frekuensi, lama dan beban latihan sesuai umurdan kondisi.Kata kunci: olahraga, penuaan, penyakit.
PENGARUH TERAPI MASASE, TERAPI LATIHAN, DAN TERAPIKOMBINASI MASASE DAN LATIHAN DALAM PENYEMBUHANCEDERA BAHU KRONIS PADA OLAHRAGAWAN Nova Anggriawan , BM. Wara Kushartanti
MEDIKORA Vol. XII No. 1 April 2014
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.808 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4582

Abstract

Keluhan cedera akibat aktivitas olahraga yang dikeluhkan oleh banyakolahragawan adalah cedera bahu. Terdapat berbagai pilihan jenis dan teknik fisioterapiyang dapat digunakan dalam penanganan cedera bahu. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui seberapa besar pengaruh terapi masase, terapi latihan, dan terapikombinasi masase dan latihan dalam penyembuhan cedera bahu kronis dengan indikasiluas gerak sendi atau range of movement (ROM) dan persepsi nyeri.Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design dengan desain tigakelompok dengan tes awal dan tes akhir yang mengukur ROM fleksi, ekstensi,abduksi, dan adduksi menggunakan jangka dan busur dan persepsi nyeri yang diukurdengan skala rating sebelum dan sesudah terapi masase, terapi latihan serta terapikombinasi masase dan latihan. Subjek dalam penelitian ini adalah olahragawan yangmengalami cedera bahu saat latihan maupun bertanding. Sampel penelitiansebanyak 40 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok: 10 orang diberi perlakuan terapimasase, 10 orang terapi latihan, dan 20 orang diberi terapi kombinasi masase danlatihan. Analisis data ROM penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, uji-tdilanjutkan uji anova, analisis data persepsi nyeri menggunakan uji Wilcoxon SignedRank Test dilanjutkan uji Kruskall Wallis dengan taraf signifikansi 5 %.Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terapi masase, terapi latihan, danterapi kombinasi masase dan latihan berpengaruh signifikan terhadap kesembuhancedera bahu (p0,05) yang ditunjukkan dengan meningkatnya ROM dan menurunnyapersepsi nyeri. Persentase peningkatan ROM dan penurunan persepsi nyeri akibatterapi masase rata-rata 25,416 %, terapi latihan rata-rata13,568 %, dan terapi kombinasi masase dan latihan rata-rata 38,004 %. Dari ketigajenis terapi didapatkan bahwa terapi kombinasi masase dan latihan paling efektif,disusul terapi masase dan yang terakhir terapi latihan.Kata Kunci: terapi masase, terapi latihan, cedera bahu, olahragawan
PERSEPSI ATLET TERHADAP TINGKAT KELELAHAN PADA MULTISTAGE FITNESS TEST DAN YO-YO INTERMITTEND RECOVERY TEST Loly Zulfiyani dan Eka Novita Indra
MEDIKORA Vol 14, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.63 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v14i2.7938

Abstract

Yo-yo intermittent recovery test digunakan oleh pelaku olahraga sebagai alat ukurVo2max khususnya pada cabang olahraga permainan yangcepat dan explosivesecaraintermittend. Tipe latihan yang digunakan oleh atlet basket menggunakan kecepatanyang explosive dalam berlari lalu beristirahat aktif sambil dribbling, passing, shootingataupun berfikir untuk membuat strategi, oleh sebab itu yo-yo intermittent recoverytestsangat valid dilakukan pada cabang olahraga bola basket. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui persepsi atlet terhadap tingkat kelelahan pada multistagefitness test dan yo-yo intermittend recovery test di tim basket putra SMA Negeri 4Yogyakarta.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif persentase dan metode yang digunakandalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik tes dan pengukuran untukmengambil data. Hasil penelitian adalah: Indeks persepsi kelelahan tim basket putraSMA Negeri 4 Yogyakarta terhadap tes daya tahan paru jantung metode multistagefitness test yang berada dalam skala skala 11 (ringan) sebesar 7,7%, skala 13 (sedang)sebesar 30,8%, skala 15 (berat) sebesar 53,8%, skala 17 (sangat berat) sebesar7,7%.Indeks persepsi kelelahan tim basket putra SMA Negeri 4 Yogyakarta terhadaptes daya tahan paru jantung metode yo-yo intermittend recovery test yang berada dalamskala 13 (sedang) sebesar 38,4%, skala 15 sebesar 53,8%, skala 17 sebesar 7,7%.Kata Kunci: Tingkat Kelelahan, Multistage FitnessTest, dan Yo-Yo IntermittendRecovery Test
PERSPEKTIF FILSAFAT OLAHRAGA DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEHAT Sumaryanto Sumaryanto
MEDIKORA Vol. IX No. 1 Oktober 2012
Publisher : Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.656 KB) | DOI: 10.21831/medikora.v0i1.4646

Abstract

Olahraga sebagai sistem pengetahuan memiliki pohon keilmuan (body ofknowledge) yang secara kefilsafatan menunjukkan karakter yang unik dankomprehensif. Dalam hal ini, Filsafat merupakan seni berfikir. Jadi dapat dikatakanbahwa filsafat olahraga merupakan perenungan akan keterlibatan manusia dalamaktivitas olahraga.Filsafat olahraga memiliki tanggung jawab penting dalam mempersatukanberbagai kajian ilmu untuk dirumuskan secara terpadu dan mengakar menuju ilmuolahraga dalam 3 dimensi ilmiahnya (Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi). Asumsidasar ontologi olahraga yaitu “gerak insani” (human movement) sebagai potensi untukdikembangkan menuju arah kesempurnaan. Gerak insani menjadi prinsip pertamadalam ontologi olahraga. Fokus olahraga pada “gerak insani”, menjadikan epistemologiolahraga lebih bertendensi ke empirisme terbuka, artinya sistem yang memilikiimplikasi epistemik selalu terus menerus berubah karena pengaruh eksternal; sehinggaterbuka untuk pendekatan inter, antar, dan lintas disiplin. Demikian juga pada aspekaksiologi, karena sifat keterbukaan atas pengaruh aspek kehidupan yang lain, makadalam aktivitas olahraga akan muncul nilai-nilai olahraga yang variatif. Nilai-nilai itupada akhirnya akan kembali dan dinikmati oleh masyarakat pelaku olahraga.Nilai-nilai yang terungkap dalam olahraga, selanjutnya akan menggambarkanfungsi olahraga dalam masyarakat. Masyarakat sehat merupakan suatu bentukfenomena kehidupan dari insan manusia yang memiliki derajat kesehatan yang baik,mencakup kesehatan jasmani dan rohani. Pada konteks kehidupan masyarakat,eksistensi olahraga dalam perspektif filosofis memberikan kontribusi pada upayamewujudkan masyarakat yang sehat. Kata kunci: filsafat olahraga, masyarakat sehat

Page 4 of 32 | Total Record : 314