cover
Contact Name
Bayu Saputra
Contact Email
bayudesmonn@gmail.com
Phone
+628992290175
Journal Mail Official
bayudesmonn@gmail.com
Editorial Address
Gedung G lantai 2, FKIP Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung Kode Pos 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia (JPPK)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23021772     EISSN : 27149595     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jpk
Core Subject :
Focus and Scope Assessment and evaluation of chemistry learning Chemistry learning technology and innovation Chemistry learning based on Problem Solving, SiMaYang, PJBL, Didactic, Lesson Study, Discovery Learning, etc. HOT-based chemistry learning Inquiry-based learning includes inquiry, structured, controlled and guided strategies. Integrated chemistry learning The Scientific Approach includes the scientific method as an ongoing method; Blended learning
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
The Influence of the Discovery Learning Model Assisted by E-Modules on Improving High School Students' Chemistry Learning Outcomes on Buffer Solution Material Tiara Khairisa; Simson Tarigan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan E-Modul terhadap Peningkatan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA pada Materi Larutan Penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-Modul terhadap peningkatan hasil belajar kimia siswa SMA pada materi larutan penyangga. Penelitian ini menggunakan dua kelas, pada kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dengan media Ispring, dan untuk kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata setelah diberikan pretest pada kelas eksperimen sebesar 29,6, dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 32. Setelah diberikan perlakuan, kemudian diberikan posttest diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 77,8 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 76,6, kedua kelas tersebut mengalami peningkatan hasil belajar, pada kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 0,68 atau 68% dan pada kelas kontrol mengalami peningkatan sebesar 0,65 atau 65% setelah diberikan perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan E-Modules dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa khususnya pada materi larutan penyangga.
Implementation of the Learning Cycle 5E Learning Model Assisted by Scaffolding to Improve Students' Learning Outcomes and Science Process Skills on Buffer Solution Material. Ira Fransiska Sibarani; Nurfajriani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of the Learning Cycle 5E Learning Model Assisted by Scaffolding to Improve Students' Learning Outcomes and Science Process Skills on Buffer Solution Material. This study aimed to determine the effectiveness of the Learning Cycle 5E model assisted by scaffolding in improving students’ learning outcomes and science process skills on buffer solution material. The research design used was one group pretest-posttest involving students of class XI MIA at SMA Negeri 4 Medan. The intervention was conducted in three learning cycles. Data were collected using pretest-posttest instruments and science process skill observation sheets. The N-Gain results showed an increase in students’ learning outcomes from cycle I (0.52), cycle II (0.69), to cycle III (0.73), with an average gain score of 64.63%, categorized as moderately effective. Science process skills of students reached a high level with an average score of 73.61%. implementation of the Learning Cycle 5E model assisted by scaffolding is effective in enhancing students’ understanding and scientific skills in buffer solution learning.
The Influence of Discovery Learning Model on Improving Student Learning Outcomes on Reaction Rate Material in Grade XI of Senior High School Arta Rohani Sijabat; Haqqi Annazili Nasution
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Materi Laju Reaksi di Kelas XI SMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi laju reaksi. Pada penelitian ini menggunakan dua sampel penelitian yang dipilih dengan random sampling di SMA Negeri 1 Sidikalang dan masing-masing berjumlah 36 siswa. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Pretest Posttest Control Group Design, yang melibatkan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini adalah tes hasil belajar kimia siswa yang berbentuk pilihan berganda yang telah divalidasi oleh validator ahli. Hasil analisis data yang diperoleh rata-rata peningkatan hasil belajar kimia siswa pada kelas eksperimen sebesar 80% dan untuk kelas kontrol sebesar 70%. Untuk uji hipotesis menggunakan uji t-pihak kanan dengan hasil penelitian pada taraf signifikan dan db=36 dengan nilai t hitung > t tabel yakni t hitung 23,43 > 2,03. Sehingga dalam penelitian ini Ha diterima dan H 0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi laju reaksi
The Effectiveness of STEM-Based Electrochemistry E-Modules in Enhancing Critical Thinking Skills Makharany Dalimunthe; Gulmah Sugiharti; Susilawati Amdayani; Muhammad Isa Siregar
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektifitas E-Modul Elektrokimia Berbasis STEM Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis. Setiap mahasiswa yang lulus dalam era revolusi industri 4.0 harus memiliki kemampuan abad 21 seperti berpikir kritis, kreatif, penemuan, komunikasi dan kerja sama tim. Dengan memasukkan STEM ke dalam e-modul elektrokimia berpotensi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini mengkaji efektifitas E-Modul Elektrokimia Berbasis STEM dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan bagaimana respon mahasiswa terhadap penggunaannya. Penelitian ini dilaksanakan dalam mata kuliah Kapita Selekta Kimia pada kelas PSPK 22C. Desain penelitian yang digunakan adalah one- group pretest-posttest design. Instumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur respon mahasiswa terhadap e-modul dan soal essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Hasil uji N-Gain menunjukkan skor rata-rata 0,792 untuk kemampuan berpikir kritis, yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, respon mahasiswa terhadap e-modul elektrokimia berbasis STEM menunjukkan skor rata-rata 82,8, yang termasuk dalam klasifikasi sangat baik.
The Influence of the Problem Based Learning Model on Student’ Learning Outcomes and Creative Thinking Abilities in Colloid Learning Anna Juniar; Nestin Sundayan Zai; Pravil M Tambunan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to determine the effect of the Problem Based Learning model on students' learning outcomes and creative thinking skills on colloid material. This study used a pretest and posttest control group design. The sample in this study consisted of two classes, namely class XI IPA 2 with 34 students as the experimental class and class XI IPA 1 with 34 students as the control class determined using a purposive sampling technique. The learning outcomes and creative thinking abilities of students were measured through pretest and posttest and the average value of the learning outcomes and creative thinking abilities of students in the experimental class who were taught using the Problem Based Learning model was higher than the average value of the learning outcomes and creative thinking abilities of students in the control class who were taught using conventional learning. Hypothesis testing with independent sample t-test states that the first hypothesis value is obtained Tcount = 4.16 and it is known that Ttable = 1.99, then tcount tabet means that there is an influence of the Problem Based Learning model on learning outcomes. Furthermore, the second hypothesis is obtained Tcount = 10.85 and it is known that Ttable = 1.99, then Tcount>Ttable means that there is an influence of the Problem Based Learning model on students' creative thinking abilities. From this study it was found that the Problem Based Learning model has an influence on students' learning outcomes and creative thinking abilities on colloid material.
The Relationship Between Religiosity and Student Learning Outcomes in Chemistry for Class XI at MAN 1 Madina Nurul Amalia Febrian; Ayi Darmana
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Religiusitas dengan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kimia Kelas XI MAN 1 Madina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui religiusitas, hasil belajar kimia, serta hubungan religiusitas dengan hasil belajar pada siswa MAN 1 Madina. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA di MAN 1 Madina yang berjumlah 210 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket religiusitas yang berjumlah 30 item pernyataan, tes ulangan berupa lembar soal kemampuan kimia sebanyak 10 soal pilihan berganda dengan topik kesetimbangan kimia, serta data nilai rapor semester genap. Uji hipotesis dilakukan dengan uji koefien korelasi dan determinasi. Berdasarkan analisis yang dilakukan diperoleh bahwa tingkat religiusitas yang dimiliki siswa secara keseluruhan berada dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 87,63. Sedangkan hasil belajar siswa yang merupakan gabungan nilai rapor dan nilai tes memperoleh rata-rata sebesar 84,26. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dengan hasil belajar kimia pada siswa XI MAN 1 Madina. Kekuatan hubungan antara religiusitas dengan hasil belajar siswa secara keseluruhan berada dalam kategori kuat dengan kontribusi pengaruh sebesar 50,3%.
Differences in Learning Outcomes and Critical Thinking Skills of Students Taught Using Powtoon Media and Ispring Presenter with A Problem-Based Learning Model on Reaction Rate Material John Hebert Siallagan; Ratna Sari Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the differences in learning outcomes and critical thinking skills of students taught using powtoon media and ispring presenter with a problem-based learning model on reaction rate material. This study used two research samples selected by purposive sampling at SMA negeri 4 Medan and each numbered 36 students. The research design used in this study was the pretest posttest control group design, which involved the experimental class I and the experimental class II. The result of the study indicate that the difference in learning outcomes between students taught using powtoon and ispring presenter media with the problem based learning yielded a sig.(2-tailed) value of 0.044 this means there is a difference in student learning outcomes taught using powtoon media and ispring presenter media with the problem based learning model, where the increase in learning outcomes using powtoon of 0.74 and using ispring presenter of 0,64. In the difference in critical thinking skills of students taught using powtoon and ispring presenter media with the problem based learning model sig.(2-tailed) was 0.046 this means there is a difference in the critical thinking skills of student taught using powtoon and ispring presenter media with problem based learning model
Differences in Student Learning Outcomes Using the Predict Observe Explain Model and the Learning Cycle 5E Model on Acid Base Material Arliani Panaulan Siregar; Manihar Situmorang; Anna Juniar; Gulmah Sugiharti; Rini Selly
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Predict Observe Explain dan Model Learning Cycle 5E pada Materi Asam Basa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji cara-cara di mana model pembelajaran Learning Cycle 5E meningkatkan hasil belajar siswa, cara-cara di mana model pembelajaran Predict Observe Explain meningkatkan hasil belajar siswa, dan cara-cara di mana model pembelajaran Learning Cycle 5E berbeda dari model Predict Observe Explain sehubungan dengan materi asam-basa. Dua kelas yang dipilih secara acak, XI-B dan XI-C, berfungsi sebagai sampel. Ada dua kelas eksperimen, yaitu I dan II, dan penelitian ini menggunakan desain kelompok kontrol pretes-posttest. Tes pilihan ganda dengan 20 pertanyaan digunakan dalam penelitian ini. Uji hipotesis penelitian I menghasilkan t hitung (26,77) lebih besar dari t tabel (2,3451), maka H 0 ditolak. Uji hipotesis II: Jika t hitung (38,67) lebih besar dari t tabel (2,3451), maka H 0 ditolak. Uji hipotesis III: Jika t hitung (2,35) lebih besar dari t tabel (2,2921), maka H 0 ditolak. Penelitian telah menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada materi asam basa, dari nilai sebelum menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E sebesar 45,29 menjadi 85,71, terdapat peningkatan hasil belajar siswa denganmenggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain pada materi asam basa, dari nilai sebelum menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain sebesar 42,86 menjadi 81,71, dan terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Predict Observe Explain dan model pembelajaran Learning Cycle 5E pada materi asam basa. Nilai rata-rata hasil belajar pada kelas eksperimen I sebesar 85,71, sedangkan pada kelas eksperimen II sebesar 81,71.
Manufacture and Characterization of Physical Properties of Composites Based on Coconut Fiber Composition (Cocofiber) Peggy Ananda Putri Adi Yunita; Nurfajriani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manufacture and Characterization of Physical Properties of Composites Based on Coconut Fiber Composition (Cocofiber). This study aims to analyze the quality of coconut fiber reinforced composites through evaluation of physical properties including density, porosity, and water content. The composites were made using coconut fiber modified by immersion in 5% NaOH, epoxy resin as a matrix, and MEKPO catalyst using the hand lay-up method. Five variations of resin:fiber volume composition were used, namely 95:5%, 85:15%, 75:25%, 65:35%, and 55:45%. The results showed that the composite with 5% fiber content produced optimal performance with the highest density (0.94 g/cm³), the lowest porosity (22%), and the lowest water content (0.57%). Increasing fiber content tended to decrease density but increase porosity and water content, indicating that low fiber compositions resulted in better fiber-matrix bonding and potentially superior mechanical properties.
Development of Chemistry Teaching Modules Based on Integrated Differentiation of Socio-Emotional Learning on the Topic of Acids and Bases Putri Dewi Meita Marpaung; Moondra Zubir
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kimia
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan modul ajar Kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kelayakan e-modul berbasis Reading To Learn pada materi ikatan kimia. (2) Mengetahui peningkatan kemampuan HOTS- Literacy siswa pada materi ikatan kimia setelah menggunakan e-modul berbasis Reading To Learn. (1) Mengetahui apakah modul ajar kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional pada materi asam basa yang dikembangkan layak digunakan siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan. (2) Mengetahui apakah modul ajar kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional pada materi asam basa yang dikembangkan efektif digunakan siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan. (3) mengetahui apakah modul ajar kimia berbasis diferensiasi terintegrasi pembelajaran sosial emosional pada materi asam basa yang dikembangkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Perguruan Kebangsaan T.A 2024/2025 dengan seluruh siswa kelas XI sebagai populasi dan kelas XI-A sebagai kelas ekperimen dan kelas XI-B sebagai kelas kontrol. Dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Develop, Implementation, dan Evaluation). Penelitian ini dilakukan sampai tahap implementasi atau tahap uji coba. Penilaian untuk menguji hasil kelayakan modul melibatkan dua validator sebagai ahli materi dan ahli media, sedangkan tahap uji coba melibatkan 31 responden siswa kelas XI-A SMA Perguruan Kebangsaan . Perolehan hasil rata-rata dari kedua validator sebesar 3,91 4 sehingga para ahli menyatakan perangkat pembelajaran tersebut dikategori valid atau “Sangat Layak”. Tingkat keefektifitasan modul dilihat dari nilai posttest siswa yang dinyatakan tuntas karena skor hasil belajar siswa mencapai nilai KKM sebanyak 27 siswa dengan persentase ketuntutasan klasikal sebesar 87,1% sehingga termasuk kedalam kriteria sangat efektif. Hasil uji N-Gain score pada kelas eksperimen sebesar 0,327 dengan kriteria sedang dan pada kelas kontrol sebesar 0,484. Sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar Modul pembelajaran berbasis diferensiasi terintegrasi sosial emosional layak digunakan karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi asam dan basa.