cover
Contact Name
Muhamad Afdoli Ramadoni
Contact Email
afdoli_ramadoni@um-palembang.ac.id
Phone
+6282179002316
Journal Mail Official
afdoli_ramadoni@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral A. Yani, Kel. 13 Ulu, Kec. Seberang Ulu II, Palembang, Kode Pos 30263
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
ISSN : -     EISSN : 3123366X     DOI : https://doi.org/10.32502/jkps
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari’ah merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang. Jurnal ini menyajikan tulisan-tulisan ilmiah bagi para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa yang ingin mengembangkan teori, hasil penelitian empiris, serta memperkenalkan konsep-konsep baru dalam bidang Komunikasi Islam, Pendidikan Islam, dan Syari’ah dalam perspektif yang luas dan kontekstual. Tujuan utama jurnal ini adalah untuk mengeksplorasi dan memperluas kajian keilmuan dalam ranah komunikasi dakwah, pendidikan Islam, serta hukum Islam yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai moderasi beragama, etika sosial, dan kemaslahatan umat. Jurnal ini juga mendorong pemanfaatan media dan teknologi informasi dalam penyebaran nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, serta diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat Muslim di tingkat nasional maupun global. AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari’ah mengundang para peneliti, cendekiawan, dan praktisi untuk menyumbangkan karya ilmiah berupa hasil penelitian, pemikiran konseptual, dan studi kasus yang relevan guna memperkaya literatur dan pemahaman dalam bidang komunikasi, pendidikan, dan syari’ah Islam kontemporer.
Articles 12 Documents
Pengaruh Iklim Sekolah dan Sifat Efikasi Diri Santri dalam Mencegah Bullying di Pondok Pesantren Assalam Al Islami Muhammad Mukhtarul Mukhlisin; Suroso PR; Sayyid Habiburrahman
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v1i1.1285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah dan sifat efikasi diri santri dalam mencegah perilaku bullying di Pondok Pesantren Assalam Al Islami. Iklim sekolah sebagai faktor eksternal dan efikasi diri sebagai faktor internal memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku santri terhadap bullying. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan 200 santri sebagai sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah berkontribusi sebesar 5,43% terhadap perilaku bullying santri di lingkungan Pesantren. Maka iklim atau lingkungan sekolah yang positif berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka bullying. Selain itu, sifat efikasi diri santri berkontribusi sebesar 35,4% terhadap perilaku bullying. Maka santri dengan efikasi diri yang tinggi lebih mampu menghadapi tekanan sosial dan lebih cenderung menolak terlibat dalam perilaku bullying, baik sebagai pelaku maupun korban. Analisis regresi menunjukkan bahwa iklim sekolah dan efikasi diri secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencegahan bullying. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang mendukung dan memperkuat efikasi diri santri guna mencegah perilaku bullying. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan, khususnya pesantren, dalam merancang strategi pencegahan bullying yang lebih efektif.
Analisis Mendetail Perbedaan Shalat dan Do'a Rasyd Ripai Ritonga; Komarudin Sassi
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v1i1.1291

Abstract

Shalat dan doa merupakan dua bentuk ibadah yang memiliki posisi penting dalam Islam. Keduanya menjadi sarana utama seorang hamba dalam menjalin hubungan dengan Allah SWT. Meski keduanya memiliki esensi komunikasi spiritual antara manusia dan Tuhan, pemahaman terhadap definisi, fungsi, serta kedudukan hukum antara shalat dan doa memiliki perbedaan yang signifikan.Dalam praktik keseharian umat Islam, seringkali terjadi kerancuan antara makna shalat dan doa. Banyak yang menganggap bahwa keduanya adalah sinonim atau bahkan bentuk ibadah yang sama. Padahal, secara terminologis maupun syar’i, shalat dan doa memiliki karakteristik dan tuntunan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk menggali perbedaan tersebut secara mendalam agar tidak terjadi kekeliruan dalam pengamalan ajaran agama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan metode tafsir tematik (maudhu’i) untuk mengkaji ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan shalat dan doa. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menyelami pemahaman mendalam secara integratif terhadap satu tema dalam keseluruhan teks al-Qur’an. Metode tafsir tematik menjadi landasan penting dalam menjelaskan perbedaan teologis dan praktis antara dua bentuk ibadah ini, sebab mampu merangkum ayat-ayat yang tersebar di berbagai surah dan menganalisisnya dalam kerangka koherensi makna.Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan pendekatan teologis-normatif, di mana teks-teks suci Islam dikaji sebagai sumber utama untuk memahami konsep ibadah dalam IslamHasilnya yakni Shalat dan doa merupakan dua bentuk penghambaan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Keduanya memiliki fungsi spiritual yang mendalam dan menjadi sarana komunikasi utama seorang hamba kepada Tuhannya. Meskipun memiliki titik temu dalam aspek ibadah dan pendekatan diri kepada Allah SWT, namun shalat dan doa berbeda dalam hal hukum, bentuk, waktu, dan tata cara pelaksanaannya. Shalat memiliki struktur yang baku, diwajibkan lima waktu sehari semalam, dan merupakan rukun Islam yang tidak boleh ditinggalkan. Doa, di sisi lain, bersifat lebih fleksibel, dapat dilakukan kapan saja dan dalam bentuk apa pun sesuai dengan kondisi dan kebutuhan seorang Muslim. Namun, keduanya sama-sama mengajarkan nilai ketundukan, keikhlasan, dan harapan kepada Allah SWT sebagai Rabb yang Maha Mendengar dan Maha Pengabul Doa. Dengan memahami perbedaan dan persamaan antara shalat dan doa, diharapkan umat Islam dapat lebih bijak dan konsisten dalam menjalankan ibadahnya. Tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban melalui shalat, tetapi juga memperkuat dimensi spiritual dengan memperbanyak doa dalam setiap aspek kehidupan.
Implementasi Amanah Dalam Kehidupan Berdasarkan Q.S Al-Ahzab Ayat 72: Analisis Tafsir Dan Perilaku Manusia Rifani Akhiyar Qolbi; Komaruddin Sassi
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 1 (2026): AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i1.1292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai amanah dalam kehidupan manusia berdasarkan Q.S Al-Ahzab ayat 72. Amanah merupakan konsep fundamental dalam Islam yang mencakup tanggung jawab manusia terhadap Allah, diri sendiri, dan sesama. Ayat ini menjelaskan bahwa amanah adalah sesuatu yang sangat berat sehingga langit, bumi, dan gunung menolak untuk memikulnya, namun manusia bersedia menerimanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tafsir untuk memahami makna mendalam dari ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi amanah dalam kehidupan sehari-hari mencakup empat aspek utama: tanggung jawab spiritual, tanggung jawab sosial, tanggung jawab moral, dan tanggung jawab lingkungan. Perilaku amanah dapat diwujudkan melalui kejujuran, kepercayaan, keadilan, dan konsistensi dalam menjalankan kewajiban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa amanah bukan hanya sekedar konsep teoritis, tetapi merupakan prinsip hidup yang harus diimplementasikan dalam seluruh aspek kehidupan manusia.
Hubungan Antara Tingkat Kedisiplinan Ibadah dengan Kepercayaan Diri Mahasiswa di Prodi Ilmu Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Aine Sri Al Amalia; Nur Aulia; Sekar Alifah; Widia Zul Fitriyani; Aditya Firmansyah
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v1i1.1293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kedisiplinan ibadah dengan kepercayaan diri mahasiswa Program Studi Ilmu Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mahasiswa Ilmu Hadits merupakan kelompok yang secara akademik dekat dengan ajaran agama, sehingga kedisiplinan dalam menjalankan ibadah bisa diyakini berperan dalam pembentukan sikap mental, termasuk kepercayaan diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 32 mahasiswa yang dipilih berdasarkan kriteria ibadah rutin. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai Pearson sebesar 0,552 dengan signifikansi 0,001, yang mengindikasikan adanya hubungan positif dan signifikan antara kedisiplinan ibadah dan kepercayaan diri. Analisis regresi sederhana juga menunjukkan bahwa kedisiplinan ibadah memberikan kontribusi sebesar 30,5% terhadap pembentukan kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya peran ibadah dalam pembentukan karakter mahasiswa, khususnya dalam memperkuat rasa percaya diri.
Dinamika Kepemimpinan Transformasional dan Kualitas Pembelajaran di SD Muhammadiyah 36 Arisan Gading Isnania Hafizo; Suroso PR; Haryadi
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 1 (2026): AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i1.1295

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi tantangan implementasi kepemimpinan transformasional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar pedesaan dengan keterbatasan sumber daya. Rumusan masalah meliputi: faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika kepemimpinan transformasional, pelaksanaannya di SD Muhammadiyah 36 Arisan Gading, dan dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan dinamika kepemimpinan transformasional, menganalisis hubungannya dengan kualitas pembelajaran, serta mengidentifikasi faktor-faktor pengaruhnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta analisis dokumen terkait kebijakan dan program sekolah. Analisis data dilakukan secara sistematis untuk menggali dinamika kepemimpinan transformasional kepala sekolah serta dampaknya terhadap kualitas pembelajaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional melalui adaptasi sosial, kreativitas dalam memanfaatkan fasilitas terbatas, kolaborasi internal, solusi praktis, dan evaluasi dinamis. Faktor-faktor ini berkontribusi pada peningkatan motivasi guru, inovasi pembelajaran, serta kualitas interaksi antara guru dan siswa. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan jumlah guru, beban kerja yang tinggi, dan minimnya fasilitas pembelajaran. Kendala ini memerlukan solusi strategis untuk memastikan keberlangsungan program pembelajaran yang efektif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dinamika kepemimpinan transformasional memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran meskipun dalam kondisi keterbatasan. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap implementasi kebijakan, umpan balik dari guru dan siswa, serta analisis terhadap hasil pembelajaran. Untuk mengoptimalkan kualitas pembelajaran, disarankan adanya peningkatan pelatihan profesional bagi guru, penguatan kolaborasi antara sekolah dan masyarakat, serta dukungan kebijakan yang lebih responsif terhadap tantangan di lapangan.
Strategii Pembelajarani Gurui Pendidikani Agamai Islami dalami Meningkatkani Akhlakuli Karimahi Pesertai Didiki dii SMPi Negerii 4i Sungai Lilin Azhari Fahmi Siregar; Purmansyah Ariadi; Sayid Habiburrahman
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 1 (2026): AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i1.1296

Abstract

Pendidikani agamai Islami mempunyaii tujuani untuki membentuki dani meningkatkani akhlaki seseorangi agari memilikii keimanani yangi kuati kepadai Allah.i Olehi karenai itu,i pendidikani agamai Islami memberikani contohi melaluii gurui pendidikani agamai Islami yangi dapati menjadikani sebagaii teladani bagii pesertai didiki dalami berperilaku.i Dengani melihati perilakui yangi dilakukani gurui pendidikani agamai Islami makai pesertai didiki akani mencontohi perilakui gurunya,i karenai setiapi harii pesertai didiki melihatnya. Penelitiani inii bersifati deskriptifi kualitatifmenggunakani jenisi penelitiani studii kasus.i Waktui yangi digunakani penelitii untuki penelitiani inii dalami kuruni waktui kurangi lebihi i 6i bulan dilakukani dii SMPi Negerii 4i Sungaii Lilini yangi beralamati dii desai Berliani Makmur,i Kecamatani Sungaii Lilin,i Kabupateni Musii Banyuasin,i Provinsii Sumaterai Selatan,i Indonesia.i Peneliti melakukani wawancarai dengani informani yangi terkaiti dengani strategii pembelajarani gurui PAIi dalami menigkatkani akhlakuli karimahi siswa,i diantaranya: Kepalai Sekolah, Wakai Kesiswaani, Guru PAI, dan peserta didik di SMP Negerii 4 Sungai Lilin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pembentukan akhlakul karimah peserta didik yaitu: menggunakan strategi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dan tepat dengan mengintegrasikannya dengan metode pembentukan akhlakul karimah, yaitu melalui pembelajaran inovatif, pembiasaan, Pendekatan personal, dan Komitmen Bersama. Beberapa dampak positif yang ditunjukkan oleh peserta didik terhadap strategi yang diterapkan oleh guru pendidikan agama Islam di SMP Negei 4 Sungai Lilin diantaranya yaitu pemahaman terhadap materi pembelajaran, Disiplin, Kesadaran dalam beragama, Berfikir Kritis, dan Perilaku yang terpuji.
Peran Guru Bidang Studi Tauhid dalam Meningkatkan Motivasi Beribadah Shalat Fardhu pada Santri Pondok Pesantren Assalam Al-Islami Sungai Lilin Musi Banyuasin Antoni; Ani Aryati; Abu Hanifah
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v1i1.1298

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari beberapa santri yang kurang rajin untuk beribadah shalat fardhu. Dan perlu adanya peran guru tauhid untuk memotivasinya. penelitian merupakan jenis penelitian kualitatif dengan tujuan untuk menjawab rumusan masalah mengenai 1). Bagaiman aktivitas shalat fardhu santri di Pondok Pesantren Assaalam Al-Islami Sungai Lilin Musi Banyuasin, 2). Bagaimana peran guru tauhid dalam memotivasi santri agar senantiasa rajin ibadah shalat fardhu?, serta 3). Apa saja faktor pendukung dan penghambat guru bidang studi tauhid dalam memotivasi ibadah shalat fardhu santri?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum, Aktivitas shalat fardhu santri tergolong baik, dengan sebagian besar santri melaksanakannya secara rutin dan berjamaah. Namun, masih terdapat beberapa santri yang kurang konsisten karena faktor internal dan eksternal. Peran guru tauhid sangat berpengaruh sebagai pendidik, pembimbing, fasilitator, dan motivator. Guru tidak hanya mengajarkan pemahaman tauhid secara teori, tetapi juga memberikan bimbingan bertahap serta menjadi teladan langsung bagi santri. Faktor pendukung meliputi lingkungan religius yang mendukung serta metode pengajaran yang menarik, sedangkan faktor penghambat meliputi kebiasaan lama santri dan keterbatasan waktu guru. Temuan lapangan menunjukkan kesesuaian dengan teori Al-Ghazali, di mana guru tauhid berperan sebagai "murabbi" (pembimbing spiritual). Santri yang dibina secara emosional dan spiritual lebih memahami shalat sebagai kebutuhan rohani, bukan sekadar kewajiban formal. Santri yang dibimbing dengan metode bertahap lebih konsisten dalam shalat. Pembiasaan ini meliputi pengajaran tata cara shalat secara rinci, pembinaan akhlak, serta latihan mujahadah untuk menguatkan ketahanan diri. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi pemahaman tauhid, pembiasaan bertahap, dan keteladanan guru mampu membentuk karakter santri yang disiplin dalam melaksanakan shalat fardhu. Shalat akhirnya dirasakan santri bukan sebagai beban kewajiban, melainkan sebagai kebutuhan spiritual yang membawa ketenangan dan mendekatkan diri kepada Allah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pondok pesantren lain dalam mengoptimalkan peran guru sebagai pembimbing spiritual yang efektif.
Hubungan Pemahaman Pendidikan Agama Islam Dengan Penyimpangan Perilaku Sosial Siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Banyuasin I Sri Augustiani; Ani Aryati; Azwar Hadi
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 1 (2026): AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i1.1301

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk karakter dan moral siswa sejak dini, sehingga Sekolah Dasar menjadi wadah utama penanaman nilai-nilai keislaman untuk membentuk perilaku sosial yang baik. Namun, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya penyimpangan perilaku sosial di kalangan siswa, seperti tidak jujur, kurangnya rasa hormat terhadap guru, dan berkelahi dengan teman di sekolah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis bagaimana pemahaman siswa terhadap Pendidikan Agama Islam berhubungan dengan penyimpangan perilaku sosial yang mereka lakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Banyuasin I. Adapun sampel penelitian berjumlah 46 orang yang terdiri dari siswa kelas VI A dan VI B. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi angket yang digunakan untuk mendapatkan gambaran hubungan pemahaman pendidikan afana Islam dengan penyimpangan perilaku siswa. Data yang terkumpul di rekapitulasi, kemudian dianalisis dengan rumus statistik yaitu Mean, Standar Deviasi, TSR, dan Persentase. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Product Moment untuk mengetahui hubungan antara dua variable. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui bahwa pemahaman agama Islam siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Banyuasin I terkategori sedang, terbukti darui responden yang tergolong dalam kategori tersebut berjumlah 34 orang (73,91 %) dari 46 responden. Sedangkan bentuk penyimpangan perilaku siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Banyuasin I masih tergolong wajar. Dengan demikian, penyimpangan perilaku siswa perlu diminimalkan dengan cara dinasehati dan dibimbing dengan cara meningkatkan pemahaman siswa terhadap pendidikan Agama Islam dengan baik. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi antara Variabel X (Pemahaman Pendidikan Agama Islam) terhadap Variabel Y (Penyimpangan Perilaku Sosial Siswa di Sekolah Dasar Negeri 1 Banyuasin I bahwa ada hubungan pemahaman Pendidikan Agama Islam dengan penyimpangan Perilaku Sosial siswa. Hal ini terbukti dari “rxy” Product moment = 0,379 dengan “r”tabel signifikan 5%= 0,291 dan 1 %= 0, 376.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas pendidikan agama dalam membentuk perilaku siswa serta menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan metode pembelajaran PAI di sekolah dasar.
Implementasi Asesmen Formatif berbasis Multiple Intelligences di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mandiri Cendekia Palembang M. Adi Gunawan Saputra; Rulitawati; Azwar Hadi; Hoirul Amri
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 1 No. 1 (2025): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v1i1.1359

Abstract

Fakta yang terjadi, praktik pendidikan yang dilaksanakan oleh guru seringkali tidak berpihak kepada murid, masih terdapat guru yang belum memahami konsep asesmen formatif dalam kurikulum merdeka yang diterapkan di kelas. Sehingga peserta didik dikondisikan selayaknya seperti botol kosong yang hanya butuh diisi dengan muatan-muatan informasi saja yang dianggap perlu oleh guru, hanya dengan duduk-duduk mendengar, mencatat, dan menghafal apa yang disampaikan oleh guru. Realita tersebut jelas tidak dibenarkan, karena hal itu dapat menjadikan peserta didik pasif di dalam kelas dan hanya statis menyaksikan ceramah dari guru di depan kelas. Selain itu, kenyataan tersebut tentunya juga akan berimbas pada pengekangan terhadap bakat alami yang dimiliki dan menurunnya pretasi belajar peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Objek penelitian yang diamati adalah proses pembelajaran mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas. Subyek penelitiannya adalah guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Islam terpadu Insan Mandiri Cendekia Palembang. Hasil penelitian ini menunjukkan pelaksanaan asesmen formatif itu sendiri dapat membantu guru dalam mengidentifikasi kesiapan peserta didik di awal pembelajaran. Sedangkan asesmen formatif dalam proses membantu guru untuk mengetahui daya serap pada saat melakukan langkah-langkah pembelajaran. Asesmen formatif awal dengan menerapkan siklus golden cirlce dapat menjadi pilihan yang tepat bagi guru agar peserta didik lebih memahami dan membudayakan pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan. Teknik pengajaran yang dilakukan guru terhadap peserta didik melalui konsentris golden circle akan meningkatkan kekuatan emosional dan spiritualitas diri yang akan membawa mereka menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Peneliti menemukan beberapa hambatan pada implementasi asesmen formatif pada pelajaran pendidikan agama islam berbasis multiple intelligences di Sekolah Dasar Islam Terpadu Insan Mandiri Cendekia Palembang. Dengan memberikan pemahaman bermakna bagi guru, menggunakan metode dan media belajar yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik, memberikan peluang guru untuk dapat meningkatkan 4 kompetensinya, sekaligus memberikan dukungan moril merupakan solusi agar hambatan itu dapat diselesaikan.
Peran Guru Tahfidz dalam Mengatasi Buta Huruf Alqur’an di Rumah Tahfidz Al-Fatihah Palembang Arif Apriyanto; M. Jauhari; Jamaluddin
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 1 (2026): AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i1.1369

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Peran Guru Tahfidz Dalam Mengatasi Buta Huruf Al-Quran di Rumah Tahfidz Al-Fatihah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif Dimana data data dan bukti-bukti dijadikan satu.Hasil penelitian bahwa peran guru Tahfidz dalam mengatasi buta huruf Al- Quran sangat penting. Peran guru tahfidz dalam mengatasi buta huruf Al-Quran sangatlah penting bagi pembelajaran pertama seorang siswa yang ingin belajar membaca Al-Quran. Karena yang pertama dipelajari saat ingin belajar membaca Al-Quran adalah harus mengetahui huruf-huruf serta makhroj dan kaidah-kaidah saat membaca Al-Quran. Oleh sebab itu peran guru tahfidz sangatlah penting untuk mendukung keberhasilan yang akan dicapai oleh seorang siswa itu sendiri. metode yang akan dilakukan oleh seorang guru tahfidz dalam menjalankan perannya untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang akan dihadapinya.

Page 1 of 2 | Total Record : 12