cover
Contact Name
Agus Hendra Al Rahmad
Contact Email
journal.nahi@gmail.com
Phone
+6287782006121
Journal Mail Official
journal.nahi@gmail.com
Editorial Address
JL. Medan-Banda Aceh, Desa Panteriek No. 5, Desa/Kelurahan Panteriek, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh,Kode Pos: 23247, Banda Aceh, Aceh 23247
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Nutrition and Health Insights
ISSN : -     EISSN : 31250467     DOI : http://dx.doi.org/10.63197/nahi
Core Subject :
Jurnal Nutrition and Health Insights merupakan jurnal multidisiplin yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi inovatif dalam bidang gizi dan kesehatan. Jurnal ini mempublikasikan hasil penelitian yang membahas hubungan antara gizi, kondisi kesehatan, pelayanan kesehatan, lingkungan, serta karakteristik berbagai kelompok masyarakat. Ruang lingkup jurnal mencakup gizi masyarakat dan gizi klinik, termasuk penilaian status gizi, intervensi berbasis masyarakat, kebijakan pangan, serta terapi gizi medis untuk penyakit kronis. Bidang pelayanan dan teknologi pangan meliputi manajemen penyelenggaraan makanan, keamanan pangan, fortifikasi, inovasi produk, dan penerapan teknologi untuk meningkatkan mutu pangan. Selain itu, juga menerima kajian mengenai kesehatan masyarakat, keperawatan, farmasi, epidemiologi penyakit terkait gizi, promosi kesehatan, interaksi obat dan zat gizi, serta pengembangan suplemen. Topik lain meliputi kesehatan gigi dan mulut, kebidanan, gizi ibu dan anak, kesehatan reproduksi, teknologi laboratorium, rekam medis, dan pengelolaan data kesehatan. Lebih lanjut, cakupan yaitu pada pengaruh pencemaran, kontaminasi pangan, higiene, sanitasi, serta faktor lingkungan terhadap status gizi dan kesehatan manusia. Jurnal ini diharapkan menjadi wadah ilmiah bagi peneliti dan praktisi untuk mendukung peningkatan kesehatan berbasis bukti.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu Hesti Aisyah Putri; Betty Yosephin Simanjuntak; Desri Suryani
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.16

Abstract

Wasting merupakan salah satu kekurangan gizi yang mencerminkan berat badan anak yang terlalu kurus menurut tinggi badannya. Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi wasting di Indonesia sebesar 7,1%. Dampak dari wasting berupa gangguan kognitif bahkan peningkatan risiko kematian. Pola pemberian makan adalah perilaku penting yang dapat memengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting pada anak balita usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Penurunan Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian case control. Populasi sebanyak 393 balita dengan sampel sebanyak 44 sampel, meliputi 11 balita wasting dan 33 balita dengan status gizi normal. Pengambilan sampel pada kelompok kontrol menggunakan teknik systematic random sampling. Cara pengumpulan data dengan metode wawancara menggunakan kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ). Sedangkan data status gizi dikumpulkan dengan pengukuran antropometri. Analisis univariat dan bivariat dianalisis dengan uji chi-square dengan tingkat signifikan α = 0.05. Pola pemberian makan pada kelompok kasus ditemukan 81.8% memiliki pola pemberian makan tidak tepat sementara pada kelompok kontrol sebanyak 39.4%. Analisis bivariat menunjukkan ada hubungan pola pemberian makan dengan kejadian wasting (p-value 0,037) dan OR = 6.923 dengan CI 95% = 1.285 – 37,287. Pola pemberian makan yang tidak tepat lebih banyak ditemukan pada kelompok kasus dibandingkan pada kelompok kontrol.
Uji aktivitas antioksidan teh herbal daun anting-anting (Acalypha indica L.) menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) Cut Riska Aura; Rini Handayani; Rina Kurniaty; Azmalina Adriani
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.17

Abstract

Radikal bebas dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Antioksidan dapat menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit degeneratif. Salah satu tanaman yang dapat menangkal radikal bebas adalah tanaman daun Anting-anting (Acalypha indica L.) yang banyak digunakan sebagai obat alternatif. Daun Anting-anting (Acalypha indica L.) mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid dan fenolat yang berguna sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan teh herbal daun anting-anting yang mengandung antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan aktivitas antioksidan teh herbal daun Anting-anting (Acalypha indica L.) menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan vitamin C sebagai kontrol positif. DPPH merupakan senyawa radikal bebas. Percobaan dilakukan dengan teh herbal daun anting-anting dengan lima konsentrasi yang berbeda yaitu 2, 4, 6, 8, 10 ppm. Sampel dari masing-masing konsentrasi dibiarkan bereaksi dengan senyawa DPPH, setelah itu diukur nilai absorbansinya dengan spektrofotometri UV Vis pada λ 517 nm. Berdasarkan hasil tersebut, teh herbal daun anting-anting memiliki nilai IC50 sebesar 137,068 µg/mL yang tergolong moderat dan vitamin C memberikan nilai IC50 sebesar 19,364 µg/mL yang tergolong sangat aktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teh herbal daun anting-anting memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dalam menangkal radikal bebas.
Hubungan kepatuhan tenaga kesehatan gigi dan mulut dalam pencegahan infeksi silang dengan penggunaan alat pelindung diri (APD) di Poli Gigi Kabupaten Pidie Maulida Rahmi; Herry Imran
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.18

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sangat penting dalam penanganan pasien dan harus sesuai Standard Operating Procedure (SOP) untuk mencegah resiko infeksi silang. Masa pandemi covid-19 kebutuhan APD meningkat akan tetapi ketersediaan di rumah sakit/puskesmas tidak mencukupi, tenaga kesehatan menyediakan secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan APD. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kepatuhan tenaga kesehatan gigi dan mulut dalam pencegahan infeksi silang dengan penggunaan APD di Poli Gigi Kabupaten Pidie Tahun 2021. Penelitian bersifat analitik, desain cross-sectional. Populasi yaitu 26 Puskesmas di Kabupaten Pidie, tenaga terapis gigi sebanyak 65 orang dan 18 dokter gigi. Penentuan sampel berdasarkan pertimbangan (purposive sampling) yaitu terapi gigi 24 orang dan dokter gigi 9 orang, total sampel yaitu 33 orang. Penelitian dilaksanakan di Poli Gigi Puskesmas Kabupaten Pidie, penelitian Tanggal 25 Mei 2021. Instrument lembaran kuesioner dan cheklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepatuhan APD kategori tidak patuh berjumlah 20 responden (60,6%), Pemakaian APD kategori tidak lengkap berjumlah 23 responden (69,7%) Hasil uji statistik diperoleh p.Value 0,001 menunjukkan < α 0.05 Terdapat hubungan antara kepatuhan dengan penggunaan APD pada tenaga kesehatan di Poli Gigi Puskesmas Kabupaten Pidie. Kesimpulan kepatuhan APD kategori tidak patuh, pemakaian APD kategori tidak lengkap dan terdapat hubungan antara kepatuhan dengan pemakaian APD di Poli Gigi Puskesmas Kabupaten Pidie.
Uji daya aktivitas antelmintik perasan daun pala (Myristica fragrans houtt) terhadap cacing gelang ayam (Ascaridia galli) secara in vitro Nelsa Arahma; Rini Handayani; Vonna Aulianshah; Noni Zakiah
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.19

Abstract

Antelmintik adalah obat yang dapat mematikan atau melumpuhkan cacing dalam usus manusia atau hewan sehingga cacing dapat dikeluarkan bersama dengan kotoran atau feses. Daun pala (Myristica fragrans Houtt) mengandung senyawa alkaloid, terpenoid, saponin, flavonoid, dan fenolik yang berkhasiat sebagai antelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh perasan daun pala (Myristica fragrans Houtt) dapat mengakibatkan mortalitas terhadap cacing Ascaridia galli secara in vitro dengan konsentrasi 10%; 20%; dan 30%. Kontrol negatif menggunakan NaCl 0.9% dan kontrol positif menggunakan pirantel pamoat 0.5%. Cacing Ascaridia galli sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan pengamatan setiap 12 jam selama 36 jam pada inkubator dengan suhu 37⁰C. Setiap 12 jam sekali cacing Ascaridia galli yang sudah tidak bergerak dicelupkan pada air hangat dengan suhu 50⁰C, apabila setelah dicelupkan cacing kembali bergerak maka dinyatakan hanya mengalami paralisis, namun apabila cacing tidak bergerak lagi maka cacing tersebut dinyatakan telah mati. Perasan daun pala (Myristica fragrans Houtt) dengan konsentrasi 10%; 20%; dan 30% pasca inkubasi selama 36 jam dapat menyebabkan kematian. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbedaan konsentrasi perasan daun pala menunjukkan perbedaan mortalitas, dimana persentase kematian terbesar berada pada konsentrasi 30% yaitu sebanyak 100% cacing mati dan disusul dengan konsentrasi 10%; dan 20% yaitu sebanyak 80% cacing mati. Kesimpulan, persentase kematian ini membuktikan bahwa perasan daun pala efektif berkhasiat sebagai antelmintik karena dapat mempercepat kematian cacing dengan perasan daun pala dibandingkan dengan NaCl sebanyak 60% cacing mati.
Literature review: Intervensi stunting di negara berkembang Sintia Monica; Tonny Cortis Maigoda; Arie Krisnasary
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.20

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Kondisi ini diukur dengan panjang atau tinggi badan yang lebih dari - 2 sd median standar pertumbuhan anak dari WHO. Stunting yang dialami pada masa kanak-kanak dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangannya. Pertumbuhan menjadi tidak optimal dan terjadinya hambatan perkembangan dari awal kehidupan sehingga berakibat pencapaian pendidikan rendah dimasa mendatang. Penurunan stunting perlu ditemukan intervensi yang sesuai dan terbaik, dilakukan sedini mungkin untuk pencegahan atau menghindari terjadinya dampak jangka panjang yang merugikan dan mempengaruhi tumbuh kembang anak. Tujuan untuk mengetahui bagaimana intervensi stunting di beberapa Negara Berkembang. Desain penelitian yang digunakan adalah Literature Review dengan menggunakan metode summarize atau meringkas, yang menggambarkan hasil intervensi stunting di negara berkembang. Lima belas artikel memenuhi kriteria inklusi. Artikel yang dipublikasi/ diterbitkan terbanyak tahun 2020 (26.6%). Jenis intervensi yang dilakukan sebagian besar jenis edukasi (66.6%). Hasil utama artikel membahas intervensi edukasi dan Multi micronutrien Suplementation. Di Indonesia terdapat 4 artikel yang menunjukkan hasil signifikan berpengaruh dengan nilai p value <0.05, di Kamboja terdapat 3 artikel yang tidak berpengaruh, di India terdapat 2 artikel yang menunjukkan hasil signifikan dan di Ethiopia terdapat 3 artikel berpengaruh dengan nilai p value <0.05 berpengaruh dengan nilai p value <0.05. Memberikan pendidikan kesehatan/edukasi stimulasi kepada ibu secara bertahap serta memberikan suplementasi zat gizi mikro dapat menjadi langkah awal untuk penurunan stunting.
Hubungan asupan karbohidrat, serat dan aktifitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita dewasa dengan obesitas Muntiara Hasdipa; Tonny Cortis Maigoda
Nutrition and Health Insights Vol. 1 No. 2 (2024): October
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v1i2.21

Abstract

Kelebihan berat badan dan obesitas menunjukkan dari asal usul genetik, perilaku, sosial ekonomi dan lingkungan, obesitas meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronik yang serius seperti penyakit jantung, diabetes meilitus, depresi, kanker dan bahkan berujung pada kematian dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat, serat dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita obesitas Pegawai Negeri Sipil di Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Provinsi Bengkulu sebagai upaya preventif bagi kesehatan masyarakat. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan penelitian ini yaitu cross-sectional yaitu semua variabel yang termasuk independen (asupan karbohidrat, serat, dan aktivitas fisik) dan variabel dependen (gula darah puasa) diambil sekaligus pada waktu bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perempuan dewasa yang mempunyai kelebihan berat badan di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Bengkulu sebanyak 36 orang. Penelitian dilakukan di wilayah Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu. Adapun waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan maret 2020. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan atas dasar pertimbangan peneliti yang menganggap bahwa unsur-unsur yang dikehendaki telah tersedia pada anggota sampel yang diambil. Hasil uji statistic Spearman Correlate diperoleh dari nilai < 0.05 (0.001) yang berarti ada hubungan antara asupan karbohidrat, (0.001) yang berarti ada hubungan antara asupan serat, (0.002) yang berarti ada hubungan antara aktivitas fisik dengan glukosa darah puasa pada wanita obesitas aparatur sipil negara di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Bengkulu.
Pengaruh gangguan makan terhadap citra tubuh pada remaja-dewasa : Strategi intervensi meningkatkan status gizi dan kesehatan mental Evril Katrina Riyanto; Mia Dian Prasmita; Almira Sitasari; Agus Wijanarka; Tri Siswati
Nutrition and Health Insights Vol. 2 No. 1 (2025): May
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v2i1.22

Abstract

Eating disorder is a health problem that includes various unhealthy behaviors including food restriction, overeating, and compulsive behavior related to food. The condition is often associated with mental health problems, such as anxiety and depression, and can lead to more serious eating disorders. This research method uses a comprehensive PubMed search for journals spanning 2015- 2024 found relevant research. The results is 9 articles were found regarding eating disorders, anorexia nervosa, the relationship between body shape and eating frequency, and the prevalence of eating disorders in adolescents and adults. The conclusion of this study is body acceptance therapy has been shown to be an effective and more scalable treatment option for eating disorders, thereby potentially expanding access to those in need of treatment. Given the positive initial results, further refinement and long- term follow-up are recommended to assess the sustainability of treatment results.
Pengaruh penambahan tepung kacang kedelai terhadap daya terima organoleptik dan proksimat pada mie instant buah naga Rizkiya Nabila; Abdul Hadi
Nutrition and Health Insights Vol. 2 No. 1 (2025): May
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v2i1.23

Abstract

The Indonesian people have a strong preference for noodles. The World Instant Noodle Association (WINA) reports that, after only China and India, Indonesia has the highest demand for instant noodles globally (Sikander and Khan 2017). Noodles that are less harmful to the body have been the subject of several research and development initiatives. To make sure that noodles get all the nutrients they need, researchers are considering adding nutrient-rich soy bean flour. The research strategy used in this study is a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) trial with three treatments and three iterations. Analysis of variance and Duncan's test for additional significance were used to those data. Results: The addition of soy bean flour to dragon fruit instant noodles did not significantly alter their color, scent, taste, or texture, according to organoleptic test findings (P Value> 0.05). Adding soy bean flour to dragon fruit instant noodles did not significantly change their protein or carbohydrate content in the proximate test. The actual impact on the contents of water, ash, fat, and fiber is shown by a P Value less than 0.05.  Dragon fruit instant noodles preserved using soy bean flour retain all of their original color, flavor, fragrance, texture, protein, and carbohydrate content. The amounts of water, ash, fat, and fiber are all significantly altered, however
Relation between high purine intake and hiperurisemia in pre-elderly to late elderly ages Tiara Diva Maharani; Karima Khoirunisa Ayuningtyas; Aldika Salma Nurhani; Almira Sitasari; Agus Wijanarka; Tri Siswati
Nutrition and Health Insights Vol. 2 No. 1 (2025): May
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v2i1.24

Abstract

The prevalence of joint disease in pre-elderly to late elderly ages is quite high (30.3%) and is generally caused by a high purine diet. The purpose of this scoping review is to discuss the relationship between a high purine diet and the incidence of hyperuricemia in the elderly. Methods: Researchers used the scoping review method using academic journals published from 2020 to 2024. The literature was searched using Google Scholar electronic database. Researchers used the following search terms: Asam urat OR Hiperurisemia AND lansia OR elderly AND makanan tinggi purin OR high purine intake AND observasional OR observasional crossectional case control. A total of 93 studies were identified and 9 studies were included in this review. Results: Based on nine journal articles, researchers obtained information regarding the relationship between high purine diet and the incidence of hyperuricemia in the elderly showing varied results in several regions of Indonesia. Most of the journal articles obtained stated that there was an association between a high purine diet and the incidence of hyperuricemia in the elderly. Conclusions: Elderly people who consume foods high in purines can increase uric acid levels in the body so it is necessary to adjust their diet, especially limiting foods that are high in purines.
The relationship of vegetable and fruit consumption to mental health in adolescents and early adults: Scoping review Shafira Dwiva Rochmi; Almira Sitasari; Agus Wijanarka; Tri Siswati; Reiza Dwi Yuniar
Nutrition and Health Insights Vol. 2 No. 1 (2025): May
Publisher : DAPU Aceh Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63197/nahi.v2i1.25

Abstract

Mental disorders in adolescents have an adverse impact on their academic performance, lifestyle, and quality of life. Consumption of fruits and vegetables is important to maintain good physical and mental health.  The aim is to determine the effect of vegetable or fruit consumption on mental health in adolescents. The research method was scoping review of journals obtained through databesed electronic media, namely Pubmed and google scholar. the results of the study were 8 articles found a relationship between the effect of vegetable or fruit consumption on mental health in adolescents while 1 journal showed no effect between consuming vegetables and fruit with mental health. The conclusion of the study is that vegetable and fruit consumption has an influence on mental health. This mental health such as, symptoms of depression, mood, loneliness, anxiety etc.

Page 2 of 4 | Total Record : 31