cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PROLANIS PUSKESMAS KECAMATAN CIMAHI TENGAH Juwita, Elvera; Susilowati, Susilowati; Mauliku, Novie E; Nugrahaeni, Dyan K
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.732 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.26119

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolik yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi penyakit seperti kardiovaskular, retinopatik, gangren, kerusakan ginjal dan neuropati. Dari 34 Provinsi di Indonesia, Jawa Barat menduduki peringkat tertinggi mencapai 186.809 orang penderita DM. Dilihat dari segi ekonomi pembiayaan kesehatan akibat diabetes, beban biaya langsung medis penderita rawat jalan yang yang ditanggung setiap tahunnya kurang lebih telah mencapai 1.349.126 ribu rupiah. Hal ini akan membebani indonesia, penderita, dan keluarga. DM tidak dapat disembuhkan tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan melalui aktivitas fisik, diet, dan obat-obatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2 di PROLANIS Kecamatan Cimahi Tengah.Metode: Desain penelitian menggunakan studi potong lintang dengan 52 sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah univariat untuk melihat distribusi frekuensi, bivariat dengan menggunakan uji Kolerasi Spearman, dan multivariat untuk melihat faktor dominan yang berpengaruh menggunakan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil: Hasil analisis terdapat hubungan antara aktivitas fisik (p=0,019, r=-0,323), asupan karbohidrat (p=0,001, r=0,627), kepatuhan minum obat (0,009, r=-0,798) dengan kadar gula darah dan tidak terdapat hubungan antara indeks masa tubuh (p=0,778, r=0,040) dan tidak terdapat hubungan antara lingkar pinggang (p=0,187, r=0,186) dengan kadar gula darah. Simpulan: Kepatuhan minum obat merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kadar gula darah (p=0,017, OR=24,956).
PENGEMBANGAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS F100 DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG LABU KUNING DAN TEPUNG PISANG Ambarwati, Ria
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.255 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.27033

Abstract

Latar Belakang: Perlu pengembangan modifikasi makanan tambahan dengan komposisi bahan berbasis F100.Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar energi, protein dan lemak serta uji daya terima cookies berbasis F100 dengan substitusi tepung labu kuning dan tepung pisang.Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen rancangan acak lengkap 1 faktorial. Konsentrasi substitusi tepung labu kuning dan tepung pisang 10%, 20%, 30% dan 0% sebagai kontrol dengan 3 kali ulangan. Kadar energi dengan menggunakan DKBM, kadar protein diuji dengan metode micro Kjeldahl dan kadar lemak dengan metode soxlet. Uji daya terima pada 25 panelis agak terlatih dan 20 balita usia 2-5 tahun. Perbedaan kadar protein dan lemak diuji dengan ANOVA dan uji lanjut LSD, Tukey HSD. Uji daya terima panelis agak terlatih diuji dengan Friedman. Perbedaan kadar energi dan uji daya terima pada balita dianalisis secara deskriptif.. Hasil: Kadar energi paling tinggi pada cookies dengan subtitusi tepung labu kuning konsentrasi 10% (100,73 kkal/100 gram) dan tepung pisang konsentrasi 10% (101,23/100 gram). Ada perbedaan kadar protein dan lemak cookies dengan substitusi tepung labu kuning (p=0,000) dan substitusi tepung pisang (p=0,000). Ada perbedaan daya terima panelis terhadap rasa (p=0,046), warna (p=0,000), tekstur (p=0,007) dan tidak ada perbedaan aroma (p=0,126) cookies substitusi tepung labu kuning. Tidak perbedaan terhadap rasa (p=0,984), warna (p=0,352), tekstur (p=0,758), aroma (p=0,680) cookies substitusi tepung pisang. Lebih dari 50% balita menghabiskan cookies substitusi tepung labu kuning konsentrasi 10%, 20% dan tepung pisang konsentrasi 30%.Kesimpulan: Konsentrasi substitusi tepung labu kuning 10%, 20% dan substitusi tepung pisang 30% dapat direkomendasikan sebagai alternatif makanan tambahan.1.    Nency Y, Arifin MT. Gizi Buruk, ancaman generasi yang hilang. Inovasi, 2005;5(XVII):1-4.2.    Kemenkes RI.Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Kemenkes RI; 2013.3.    Dinas Kesehatan Kota Semarang. Laporan Program Penanganan Komprehensif Gizi Buruk di Kota Semarang Tahun 2015. Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang ;2015.4.    Departemen Kesehatan RI. Pedoman pelayanan gizi buruk. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2011. 5.    Departemen Kesehatan RI. Pedoman penatalaksanaan gizi buruk secara rawat jalan untuk Puskesmas. Jakarta: Departemen Kesehatan RI: 2003. 6.    Dinas Kesehatan Kota Semarang. Laporan Program Penanganan Komprehensif Gizi Buruk di Kota Semarang. Semarang: Dinas Kesehatan Kota Semarang; 2016.7.    Jannah EW, Sulaeman A, Fitria M, Gumilar M, Salsabila ST. Cookies tepung ubi jalar oranye, tepung kedelai, dan puree pisang sebagai pmt balita gizi kurang. Jurnal Riset Kesehatan, 2019;11(1):105–12.  8.    Faridah A, Pada KS, Yulastri A, Yusuf L. PatiseriJilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan; 2008.p 496–515.9.    Sutomo BD. Sukses Wirausaha Kue Kering. Cetakan V. Jakarta: Kriya Pustaka; 2012. p.18. 10. Hendrasty, Krissetiana H. Tepung Labu Kuning Pembuatan dan Pemanfaatannya. Yogyakarta: Kanisius; 2003. p. 9. 11. Azhariati R. Pengaruh metode pengeringan terhadap kerusakan betakaroten mi ubi kayu yang diperkaya tepung labu kuning. Agritech. 2008;22(4):153–7. 12. Masli R. Studi pembuatan tepung pisang kepok (musa paradisiaca forma typical) sebagai bahan substitusi pembuatan roti tawar (kajian tingkat kematangan pisang kepok dan suhu pengeringan). Departemen Agroindustri Universitas Muhammadiyah Malang. Skripsi. 2010; 13. Karlin R, Rahayuni A. Potensi Yogurt Tanpa Lemak Dengan Penambahan Tepung Pisang Dan Tepung Gembili Sebagai Alternatif Menurunkan Kolesterol. Journal of Nutrition College. 2014;3(2):293–302. 14. Soekarto ST. Penelitian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Jakarta: Bhatara Karya Aksara; 1985. p. 1–121.15. Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta. Persatuan Ahli GiziIndonesia; 2005. 16. Persatuan Ahli Gizi Indonesia. Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo; 2009. 17. Riganakos KA, Kontominas MG. Effect of heat treatment on moisture sorption behavior of wheat flours using a hygrometric tehnique. Developments in Food Science. 1995;37:995–1005. 18. See EF, Wan Nadiah WA, Noor Aziah AA. Physico-chemical and sensory evaluation of breads supplemented with pumpkin flour. ASEAN Food Journal. 2007;14(2):123–30. 19. Asmaraningtyas D. Kekerasan, warna dan daya terima biskuit yang disubstitusi tepung labu kuning. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Skripsi. 2014.20. Winarno F. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama; 2004. p 41–43.21. Utomo LIVA, Nurali E, Ludong M. Pengaruh Penambahan maizena pada Pembuatan Biskuit Gluten Free casein Berbahan Baku Tepung Pisang Goroho (Musa Acuminate). Cocos, 2017;1(2).22. Subandoro RH, Basito, Atmaka W. Pemanfaatan tepung millet kuning dan tepung ubi jalar kuning sebagai subtitusitepung terigu dalam pembuatan cookies terhadap karakteristik organoleptik dan fisikokimia. Jurnal Teknosains Pangan. 2013;2(4):68–74. 23. Yasinta UNA, Dwiloka B. Nurwantoro N. Pengaruh subtitusi tepung terigu dengan tepung pisang terhadap sifat fisikokima dan organoleptik cookies. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 2017;6(3):119–21. 24. Sitohang KAK, Lubis Z, Lubis LM. Pengaruh perbandingan jumlah tepung terigu dan tepung sukun dengan jenis penstabil terhadap mutu cookies sukun. Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. 2015;3(3):308–15. 25. Lolodatu ES. Purwijatingngsih LME, Pranata F. Kualitas non flaky crackers coklat dengan variasi substitusi tepung pisang kepok kuning (musa paradisiaca forma typica). Jurnal Teknobiologi. Jurnal Teknobiologi. 2015;1–14. 26. Setyadi DA, Cahyadi W, Surahman DN. Pengaruh jenis Tepung pisang (Musa paradisiaca) dan waktu pemanggangan terhadap karakteristik banana flakes. Universitas Pasundan. Skripsi. 2017.27. Mennella JA, Bobowski NK. The sweetness and bitterness of childhood: Insights from basic research on taste preferences. Physiol Behav. 2015;152:502–7. 28.  Widya FC, Anjani G. Syauqy A. Analisis kadar protein, asam amino, dan daya terima pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan berbasis labu kuning (cucurbita moshata) untuk batita gizi kurang. Journal of Nutrition College, 2019;8(4):207–18. 29. Boulanger AM, Vernet M. Introduction of new food textures during complementary feeding: observations in France. Arch Pediatr. 2018;25(1):6–12.   
EFEK PEMBERIAN SUSU KEDELAI-JAHE TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA WANITA PRE-MENOPOUSE PREDIABETES Pramono, Adriyan; Fitranti, Deny Yudi; Rahmawati, Eka Rina; Ayustaningwarno, Fitriyono
Journal of Nutrition College Vol 9, No 2 (2020): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.824 KB) | DOI: 10.14710/jnc.v9i2.26970

Abstract

Latar Belakang: Susu kedelai-jahe dapat mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk mengendalikan kadar glukosa darah puasa. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aktivitas antioksian dari susu kedelai-jahe dan untuk menganalisis pengaruh susu kedelai-jahe terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) wanita non-menopause prediabetes di kota Semarang, Indonesia. Metode: Penelitian ini diawali dengan pengembangan produk susu kedelai jahe sebagai intervensi. Aktivitas antioksidan dari susu kedelai jahe dianalisis menggunakan metode DPPH. Desain penelitian ini adalah randomized control trial (RCT) yang melibatkan 22 wanita non-menopause prediabetes (usia 42 ± 7, kadar GDP > 100 mg/dl). Subjek dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok yang diberi minuman susu kedelai (T1), susu kedelai-jahe (T2) dan kontrol (C) selama 14 hari. Hasil: Tidak terdapat perbedaan rerata kadar glukosa darah puasa (GDP) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol, kelompok T1 dan T2 (p=0.589). Setelah intervensi, kadar GDP berbeda signifikan antar kelompok kontrol, T1 dan T2 (p=0.026). Analisis selanjutnya menunjukkan, kadar GDP kelompok T2 (bukan T1) berbeda signifikan terhadap kontrol (p=0.047) setelah dikendalikan factor kadar GDP sebelum intervensi, usia, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Simpulan: Penambahan jahe pada minuman susu kedelai memiliki potensi dalam mengendalikan kadar GDP wanita non-menopouse yang prediabetes.
KAITAN STUNTING DENGAN FREKUENSI DAN DURASI PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI KECAMATAN SEDAYU, KABUPATEN BANTUL Sahitarani, Agustina Swastika; Paramashanti, Bunga Astria; Sulistiyawati, Sulistiyawati
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.26952

Abstract

Latar belakang: Stunting pada balita perlu menjadi perhatian khusus karena dapat menghambat perkembangan fisik dan mental anak. Stunting juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian, serta gangguan perkembangan lainnya.Tujuan: Untuk menganalisis hubungan stunting dengan frekuensi dan durasi penyakit infeksi pada anak berusia 24-59 bulan di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional. Variabel dalam penelitian ini meliputi stunting pada anak bulan sebagai variabel bebas, serta frekuensi dan durasi penyakit infeksi sebagai variabel terikat. Subjek penelitian yaitu sebanyak 185 anak dan dipilih berdasarkan metode Probability Proporsionate to Size (PPS). Kriteria inklusi yaitu anak usia antara 24-59 bulan yang terdaftar dalam posyandu pada bulan Februari 2017, sedangkan kriteria ekslusi yaitu anak yang tidak hadir di posyandu saat penelitian berlangsung. Uji statistic deskriptif dan kai kuadrat dilakukan dalam penelitian ini.Hasil: Tiga puluh persen anak menderita stunting dimana 21% memiliki riwayat ISPA, 31% memiliki riwayat diare dan 12% memiliki riwayat pneumonia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara stunting dengan frekuensi diare, frekuensi ISPA, dan frekuensi pneumonia. Tidak ada hubungan yag bermakna antara stunting dan durasi diare, durasi ISPA, dan durasi pneumonia.Simpulan: Tidak ada hubungan antara stunting dengan frekuensi dan durasi penyakit infeksi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa kemungkinan terdapat faktor lain yang berkontribusi terhadap morbiditas akut seperti asupan gizi, akses ke fasilitas kesehatan, kondisi lingkungan dan penyebab sosial ekonomi pada anak usia 24-59 bulan.
HUBUNGAN PENGGUNAAN APLIKASI PESAN ANTAR MAKANAN ONLINE DENGAN FREKUENSI MAKAN DAN KUALITAS DIET MAHASISWA Maretha, Febrina Yollanda; Margawati, Ani; Wijayanti, Hartanti Sandi; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.26692

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, aplikasi pesan antar makanan online semakin populer di berbagai kelompok masyarakat termasuk mahasiswa. Aplikasi pesan antar makanan online dapat mempermudah membeli makanan karena pembeli dapat mengatur jenis, jumlah dan frekuensi makanannya sendiri. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai makanan yang kurang sehat sehingga dapat berpengaruh pada frekuensi makan dan kualitas diet.Tujuan: Menganalisis hubungan penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan frekuensi makan dan kualitas diet mahasiswa.Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah mahasiwa Universitas Diponegoro sebanyak 70 orang yang dipilih melalui metode simple random sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah penggunaan aplikasi pesan antar makanan online, sedangkan variabel terikat adalah frekuensi makan dan kualitas diet. Variabel perancu penelitian ini adalah uang saku dan pengetahuan gizi. Data konsumsi makan diambil menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) lalu dikonversi ke skor Diet Quality Index-International (DQI-I). Data diuji dengan uji korelasi Rank Spearman.Hasil: Terdapat 97,1% subjek yang memiliki kualitas diet buruk.Tidak ada hubungan antara penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan frekuensi makan utama (p= 0,162), frekuensi makan selingan (p= 0,751) dan kualitas diet (p= 0,869). Ada hubungan negatif yang signifikan antara uang saku dengan frekuensi makan utama (r= -0,297 ; p= 0,013).Simpulan: Tidak ada hubungan antara penggunaan aplikasi pesan antar makanan online dengan frekuensi makan dan kualitas diet. Preferensi pribadi dan ketersediaan makanan di sekitar tempat tinggal menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap frekuensi makan dan kualitas diet. 
PENGARUH PEMBERIAN MI BASAH IKAN PATIN TERHADAP INTAKE ENERGI, PROTEIN DAN BERAT BADAN SISWA SD DI PEKANBARU Roziana, Roziana; Fitriani, Fitriani; marlina, yessi
Journal of Nutrition College Vol 9, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i4.28785

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2019, sebanyak 290 juta porsi mi instan dikonsumsi setiap hari di seluruh dunia. Mi basah ikan patin merupakan mi basah yang terbuat dari tepung terigu tinggi protein dimodifikasi dengan menambahkan ikan patin dalam proses pembuatannya untuk meningkatkan kandungan protein pada mi. Berbeda dengan mi instan, mi basah tidak mengandung pengawet, pewarna dan penyedap buatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intake energi, protein dan berat badan sebelum dan sesudah pemberian mi basah ikan patin. Metode: Penelitian eksperimental dengan desain one group pretest-posttest ini dilakukan pada siswa SDN 147 Pekanbaru dengan metode purposive sampling. Jumlah responden yang terpilih sebanyak 30 siswa dengan status gizi kurang. Intervensi berupa pemberian olahan mi basah ikan patin sebanyak 200 g selama 10 hari berturut-turut. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan uji wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan intervensi, rata-rata intake energi adalah 1174,50 kkal, intake protein 89,66 g dan berat badan awal 27,16 kg. Setelah dilakukan intervensi, rata-rata intake energi menjadi 1371,11 kkal, intake protein 45,95 g dan berat badan akhir adalah 27,67 kg. Simpulan: Terdapat perbedaan rerata intake protein dan berat badan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi (p = 0,02 dan p = 0,001), sedangkan rerata intake energi tidak mengalami perbedaan yang signifikan (p = 0,142).
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI, ZAT GIZI MAKRO, AKTIVITAS FISIK, DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR Taradipa, Priska Tamara; Margawati, Ani; Purwanti, Rachma; Candra, Aryu
Journal of Nutrition College Vol 9, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i4.28445

Abstract

Latar Belakang: Beberapa sekolah menerapkan proses pembelajaran dan kebijakan yang berbeda terkait aktivitas fisik dan penyelenggaraan makanan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh asupan zat gizi dan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan asupan energi, zat gizi makro, aktivitas fisik dan status gizi anak sekolah dasar di SD Negeri Lerep 05 dan SD Alam Ungaran. Metode: Desain penelitian cross sectional dengan 44 subjek yang dihitung menggunakan rumus besar sampel 2 kelompok kategorik tidak berpasangan. Subjek berasal dari SD Negeri Lerep 05 dan SD Alam Ungaran. Asupan energi dan zat gizi makro diperoleh dari food record (3 hari: 2 weekdays, 1 weekend) dan dianalisis menggunakan Nutrisurvey. Aktivitas fisik diukur menggunakan Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C). Status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Mann-Whitney. Hasil: Sebagian besar subjek dari SDN Lerep 05 memiliki asupan energi kurang selama di sekolah (90,9%), tingkat aktivitas fisik sedang (63,6%), status gizi berlebih IMT/U > 1 SD (45,5%). Sebagian besar subjek dari SD Alam Ungaran memiliki asupan energi cukup selama di sekolah (40,9%), tingkat aktivitas fisik sedang (45,5%), status gizi normal (68,2%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi (p=0,001), protein (p=0,001), karbohidrat (p=0,013) subjek selama di sekolah, protein total subjek (p=0,002), aktivitas fisik subjek selama di rumah (p=0,021). Tidak terdapat perbedaan antara asupan energi total subjek (p=0,221), aktivitas fisik subjek di sekolah (p=0,602), status gizi subjek (p=0,167). Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi, protein dan karbohidrat subjek selama di sekolah; asupan protein total subjek dan aktivitas fisik subjek selama di rumah. Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara asupan energi total subjek, aktivitas fisik subjek di sekolah dan status gizi subjek. 
IDENTIFIKASI NILAI GIZI DAN POTENSI MANFAAT KEFIR SUSU KAMBING KALIGESING Hardiansyah, Angga
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.27308

Abstract

Latar belakang: Kambing kaligesing merupakan jenis kambing lokal dengan produksi susu tinggi. Pengolahan susu menjadi produk fermentasi seperti kefir, merupakan salah satu upaya diversifikasi produk dan eksplorasi manfaat produk tersebut untuk kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan zat gizi dan potensi manfaat kefir susu kambing kaligesing Metode: Starter kefir diperoleh dari Triyono Farm, Magelang. Pada penelitian ini, ditambahkan 2 liter susu pasteurisasi dalam biji kéfir sekitar 100 gram. Pembuatan produk menggunakan jenis rancangan acak lengkap dengan perlakuan berupa perbedaan waktu fermentasi (18, 24, 30, dan 36 jam), dengan 3 kali ulangan. Uji organoleptik kesukaan dilakukan untuk mendapatkan produk dengan waktu fermentasi terpilih. Kefir yang terpilih berdasarkan uji kesukaan  kemudian dianalisis kandungan zat gizinya. Zat gizi yang dianalisis dalam penelitian ini adalah kadar air, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, besi, laktosa, dan vitamin B12. Hasil: Kefir dengan fermentasi 24 jam merupakan formula terpilih yang mendapatkan persentase kesukaan tertinggi secara keseluruhan dengan karakteristik warna putih kekuningan, aroma dan rasa asam, dan tekstur lembut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada satu serving size kefir susu kambing sebanyak 200 ml, terdapat 7,18 gram protein, 4,04 gram lemak, 456 mg kalsium, 4,96 gram besi, dan 0,26 mikrogram vitamin B12. Produk kefir susu kambing ini memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi meskipun dalam satu kali konsumsi belum mampu mencukupi kebutuhan kalsium sehari.Simpulan: Kefir susu kambing kaligesing yang dihasilkan merupakan pangan bergizi tinggi terutama protein dan kalsiumnya dengan kandungan laktosa rendah yang dapat membantu pemenuhan gizi individu yang memiliki masalah intoleransi laktosa
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TERJADINYA GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE (GERD) Ajjah, Bunga Fauza Fitri; Mamfaluti, Teuku; Putra, Teuku Romi Imansyah
Journal of Nutrition College Vol 9, No 3 (2020): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i3.27465

Abstract

Latar Belakang : Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan penyakit kronik yang terjadi pada masyarakat dewasa terutama mahasiswa. Faktor yang dapat menyebabkan GERD adalah pola makan termasuk jenis-jenis makanan tertentu yang dikonsumsi, frekuensi makan, dan ketidakteraturan makan. Mahasiswa kedokteran selalu berada di bawah tekanan akademik sehingga muncul ketidaknyamanan pencernaan yang memberi dampak bagi kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Tujuan : Mengetahui hubungan pola makan dengan terjadinya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik observasional dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling sebanyak 216 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh subjek menggunakan kuesioner pola makan yang sudah divalidasi dan dimodifikasi oleh peneliti dan menggunakan Gastroesophageal Reflux Disease Questionnaire (GERDQ) dalam bahasa Indonesia yang telah valid. Kuesioner pola makan dinilai dari segi keteraturan makan, frekuensi makan, jenis-jenis makanan, dan porsi makanan yang dikonsumsi. Hasil : Subjek yang memiliki pola makan buruk dan mengalami GERD sebanyak 34,2% sedangkan subjek yang memiliki pola makan baik dan tidak mengalami GERD sebanyak 86,5%. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan antara pola makan dengan terjadinya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) (p = 0,004).Simpulan : Terdapat hubungan antara pola makan dengan terjadinya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala.
THE EFFECTS OF PAPAYA LEAVES JELLY IN LIPID PROFILE AMONG OVERWEIGHT WOMEN Nissa, Choirun; Pratiwi, Syafira Noor; Majidah, Siti; Rahma, Nadia; Paramastuti, Ratih; Hindarta, Nadhea Alriessyanne; Syauqy, Ahmad; Wijayanti, Hartanti Sandi; Afifah, Diana Nur
Journal of Nutrition College Vol 9, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v9i4.29160

Abstract

Background : Insulin resistance that occurred in diabetic state could promote endothelial dysfunction which lead to metabolic disease in obese subjects. Although several studies showed papaya leaves had antidiabetic and antihyperlipidemic agent, the effect of papaya leaves jelly is rarely studied on lipid profiles among overweight women.Objectives : We aimed to examine the effect of papaya leaves jelly on lipid profiles in women with overweight. Methods : This study was a pre-posttest controlled group design with both of the groups were overweight. The treatment group consumed papayq leaves jelly with 24.6 grams papaya leaves jelly that contains 182.4 mg chlorophyll, while the control group consumed 24.6 grams jelly with green dye for 20 days in a row. Three-day recall in three non-consecutive days and physical activity using International Physical Activity (IPAQ) were taken three times. Fasting blood sugar was measured using Glucose Oxidase Phenol 4-Aminophenazone (GODPAP). LDL, HDL, total cholesterol, triglyceride levels were measured using Cholesterol Oxidase Para Aminophenazone (CHOD-PAP). Statistical analysis using Paired t-test was used within group, while Independent t-test and Mann-Whitney were used in between groups. Papaya leaves jelly effects on lipid profiles was analyzed using multiple linear regression after considering energy, protein, fat, and carbohydrate intakes. Results : Triglyceride levels was reduced significantly (p=0.014) in the treatment group despite there were no differences in triglyceride (p= 0.407), LDL (p= 0.923), HDL (p= 0.749) and total cholesterol (p= 0.277) between 2 groups. Conclusion : Papaya leaves jelly consumption could lower triglyceride levels significantly in the treatment group.