cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
PERBEDAAN PENGETAHUAN GIZI, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG VISUAL GIZI SEIMBANG ANTARA DUA GENERASI DI GEREJA GSKI REHOBOT KEBON JERUK JAKARTA Parapat, Ruth Gracia Dau Vanes; Melani, Vitria; Wahyuni, Yulia; Nuzrina, Rachmanida; Sitoayu, Laras
Journal of Nutrition College Vol 10, No 2 (2021): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i2.29140

Abstract

Background: Generation Y (Millennial) and generation Z (IGeneration) are proven to be the two generations that dominate the use of information communication technology today. Living in a rapidly developing technology era and abundant information should make them have nutritional knowledge, attitudes and behavior towards a good visual balanced nutrition. However, Riskesdas 2018 shows an increase in the prevalence of obesity in adults by 21.8%. This high prevalence is said to be an indicator of low knowledge about balanced nutrition even though the two generations live in an era of abundant information.Objectives: Analyzing differences in nutritional knowledge, attitudes and behavior regarding visual balanced nutrition between generation Y and generation Z.Methods: This research is an observational analytic study with cross sectional design. Selection of research subjects with total sampling. A sample of 40 respondents was obtained from generation Y and 40 respondents from generation Z. Using the independent t-test statistical test to determine differences in nutritional knowledge, attitudes and behaviors regarding balanced nutrition visuals (balanced nutrition cone and my plate) in generation Y and generation Z.Results: There are differences in nutritional knowledge in generation Y and generation Z (p = 0.0001), there are differences in attitudes about visual balanced nutrition in generation and generation Z (p = 0.0001), and there are differences in nutritional behavior towards visual balanced nutrition of generation Y and generation Z (p = 0.029). From the above values, it can be said that the value of sampling bias on nutritional knowledge and attitudes is smaller than behavior.Conclusion: The three results show that there are differences in nutritional knowledge, attitudes and behavior between these two generations.
EFFECT OF PROBIOTIC AND PREBIOTIC CONSUMPTION ON BLOOD CHOLESTEROL LEVEL IN THE ELDERLY IN POSYANDU MANISJANGAN YOGYAKARTA Setyaji, Diyan Yunanto; Setyani, Fransisca Anjar Rina
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30828

Abstract

Background: With advanced age, an increase in lipid profile is associated with the incidence of cardiovascular disease. Previous studies showed that the administration of probiotic and/or prebiotic are effective in improving lipid profiles. However, other studies have also shown that probiotic and prebiotic had insignificant effects on lipid profiles.Objectives: Determined the effects of probiotic and prebiotic on blood cholesterol level in the elderly.Methods: A total of 64 elderly who did not take cholesterol-lowering drugs enrolled in the quasi-experiment pretest-posttest design and were assigned to three interventions and control groups. The subjects in PRE-group consumed 100 grams of mung bean porridge per day; the subjects in PRO-group consumed 65 ml of fermented milk enriched with Lactobacillus casei Shirota strain per day; the subjects in PREPRO-group consumed 100 grams of mung bean porridge and 65 ml of fermented milk enriched with Lactobacillus casei Shirota strain per day. All intervention groups received treatment for 4 weeks. The control group did not receive any treatment during the study. Before and after treatment, cholesterol data was collected. Paired t-test, ANOVA, Post-hoc LSD were used for statistical analysis.Results There was an increase in cholesterol levels in PRE, PRO, PREPRO-groups (12.93 mg/dL; 48.37 mg/dL; and 7.62 mg/dL). Among the three intervention groups, only the consumption of probiotic was significant for changes in blood cholesterol levels (p 0.023). The administration of various interventions did not have a significant effect on changes in cholesterol levels (p 0.246) when compared to the control group.Conclusion: Prebiotic and probiotic do not lower blood cholesterol level in the elderly in Posyandu Manisjangan Yogyakarta.
PENGARUH EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN INSTAGRAM TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU GIZI SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 PADANG Rusdi, Faza Yasira; Helmizar, Helmizar; Rahmy, Hafifatul Auliya
Journal of Nutrition College Vol 10, No 1 (2021): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i1.29271

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian anemia di dunia dan Indonesia meningkat setiap tahun. Asupan makan yang tidak seimbang adalah salah satu penyebab anemia. Asupan makan yang tidak seimbang dapat disebabkan oleh pengetahuan yang rendah. Melalui edukasi gizi, remaja dapat mengubah perilaku makan ke arah yang lebih baik.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh edukasi gizi melalui Instagram terhadap perilaku gizi seimbang dalam mencegah anemia pada remaja putri.Metode: Design penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental pre-post test with control group design. Media yang digunakan adalah Instagram sebagai media untuk kelompok intervensi dan WhatsApp sebagai media untuk kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Padang pada bulan Oktober 2019 - April 2020. Sampel penelitian terdiri dari 60 remaja putri, yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu 30 remaja putri kelompok intervensi dan 30 remaja putri kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional random sampling. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang pada kelompok Instagram. Ada perbedaan pengetahuan yang signifikan antara Instagram dan kelompok kontrol. Pemberian edukasi gizi melalui Instagram berdampak pada peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri untuk mencegah anemia di SMA Negeri 2 Padang.Kesimpulan: Pemberian edukasi gizi melalui Instagram mempengaruhi pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja putri. Ahli gizi di Kota Padang diharapkan dapat menggunakan media sosial sebagai media edukasi gizi dan pengembangan media yang efektif dan efisien.
KONSUMSI PROTEIN, VITAMIN A DAN STATUS GIZI SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Wadhani, Luh Putu Prema; Wijaya, Shiza Maunik
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30829

Abstract

Latar belakang: Masalah kesehatan dan prestasi anak usia sekolah yang rendah saat ini menjadi penentu kualitas suatu bangsa dimasa yang akan datang. Pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan intelektual pada anak sangat membutuhkan asupan zat gizi seperti protein dan vitamin A dan status gizi yang baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan tingkat konsumsi protein, vitamin A dan status gizi dengan hasil belajar anak sekolah dasarMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif dengan menggunakan metode pendekatan survey. Pengambilan data pada penelitian ini bersifat cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2019 di dua sekolah dasar yang ada di Kabupaten Badung-Bali. Teknik pengambilan menggunakan teknik random dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang yang dilakukan di kelas V. Data mengenai konsumsi protein dan vitamin A diperoleh dengan menggunakan instrument food recall selama 3x24 jam. Data status gizi dengan menggunakan indeks massa tubuh (IMT) menurut umur. Data hasil belajar menggunakan hasil ujian akhir semester ganjil. Data dianalisis dengan menggunakan analisis korelasi sperman rank.Hasil: Terdapat 66% (33 orang) anak dengan kategori status gizi yang normal, 50% (25 orang) anak mengkonsumsi protein dengan kategori yang baik, dan 58% (29 orang) anak mengkonsumsi makanan sumber vitamin A dalam kategori yang sedang. Konsumsi protein (p<0,05) dan vitamin A memilki keterkaitan dengan hasil belajar (p<0,05) dan status gizi memilki keterkaitan dengan hasil belajar anak sekolah dasar (p<0,05).Simpulan: Konsumsi protein, vitamin A dan status gizi memilki keterkaitan dengan hasil belajar pada anak sekolah dasar.
GIZI UNTUK PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA PASIEN DENGAN DIABETIC FOOT ULCER (DFU): LITERATURE REVIEW Lestari, Melani Puji; Kusumaningrum, Niken Safitri Dyan
Journal of Nutrition College Vol 10, No 1 (2021): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i1.29825

Abstract

Latar belakang: Asupan gizi merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka, khususnya Diabetic Foot Ulcer (DFU). Oleh karena itu, selain merawat kaki, pasien DFU sangat dianjurkan untuk memperhatikan diet dan gizi yang dikonsumsi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mereview peran gizi pada proses penyembuhan DFU.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review yaitu mengkaji secara kritis temuan-temuan yang telah dipublikasikan sebelumnya. Artikel dari 3 database, yaitu SCOPUS, PubMed, dan Google Scholar yang sesuai dengan kriteria inklusi kemudian dianalisis untuk menjawab tujuan penelitian. Kriteria inklusi artikel yang disertakan dalan penelitian meliputi artikel yang telah dipublikasikan pada jurnal internasional dengan rentang publikasi dari Januari 2015 sampai Desember 2019, berupa Randomized Controlled Trial (RCT), dan  berbentuk full-text. Enam artikel dianalisis dan disintesis untuk mendapatkan hasil penelitian berdasarkan proses skrining, seleksi, dan pemilihan artikel.Hasil: Literature review ini menunjukkan bahwa gizi, baik dalam bentuk macronutrient (misalnya omega 3) maupun micronutrient (seng, magnesium, vitamin D, vitamin E, dan probiotik), berperan penting dalam proses penyembuhan luka DFU. Macro dan micronutrient ini berperan mulai dari proses modulasi proliferasi sel, metabolisme kolagen, serta sebagai biomarker fase inflamasi dan oksidasi. Asupan gizi yang tepat akan mengontrol dan menekan komplikasi DFU sehingga penyembuhan lukanya berjalan secara optimal. Omega-3, seng, magnesium, vitamin D, vitamin E, dan probiotik berperan besar dalam peningkatan produksi kolagen, sintesis protein, dan pembuangan bakteri serta sel - sel nekrotik.Simpulan: Baik macronutrient maupun micronutrient, keduanya dibutuhkan di dalam tubuh untuk mendukung proses penyembuhan luka DFU. Masing-masing komponen tersebut mempunyai peran penting dalam proses penyembuhan luka.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU TENTANG STATUS GIZI ANAK DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MAKAN ANAK Sari, Dyah Purnama; Helmyati, Siti; Sari, Titi Nurma; Hartriyanti, Yayuk
Journal of Nutrition College Vol 10, No 2 (2021): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i2.30343

Abstract

Background: One of the factors influencing a child's nutritional status is their mother's or caregivers feeding practice. Mother's behavior in feeding their child is affected by many factors such as social & economic factor, the perception of their child's nutritional status and nutrition knowledge. Objective: To determine the correlation between mothers' knowledge about nutrition and behavior in feeding practice; and the correlation between mothers' perception about their children's nutritional status and behavior in feeding practice (energy, protein, fat, and carbohydrate). Methods: This research was a quantitative study with a cross-sectional design. The samples of this study were 89 pairs of mothers and their child who aged between 1 – 5 years selected by cluster sampling. The subjects of this study took place in HDSS's region, which were Ngaglik and Sleman Districts, Sleman Regency, DI Yogyakarta. This study uses a questionnaire about mothers' perception and knowledge and uses a recall 24-hours to measure the mothers' behavior. The analysis techniques used in this study were Mann Whitney Test and Gamma Test.Results: In general, most mothers have excessive feeding behavior to their child. Mothers with high levels of knowledge tend to have excessive feeding behavior for their child in all nutrients categories. However, mothers with a low level of knowledge tend to have less feeding behavior for energy and fat categories. There are significant correlations between mothers’ knowledge about nutrition with mothers’ feeding practice (p-value <0.001; 0.015; <0.001 and 0.001, respectively). But there is no significant correlation between mothers' perception of their children's nutritional status and mothers' feeding practice for energy, carbohydrate, protein, and fat (p-value 0.854; 0.933; 0.594 and 0.985, respectively). Conclusion: There is a significant correlation between mothers' knowledge about nutrition and mothers' feeding practice. On the other hand, there is no significant correlation between mothers' perception of their children's nutritional status and mothers' feeding practice.
HUBUNGAN ASUPAN NATRIUM, LEMAK, GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL, DAN GAYA HIDUP DENGAN HIPERTENSI PADA DEWASA DI DKI JAKARTA Ekaningrum, Annisa Yuri
Journal of Nutrition College Vol 10, No 2 (2021): April
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i2.30435

Abstract

Background: Non-communicable disease (NCD) that is still being serious problem in the worldwide and Indonesia is hypertension. DKI Jakarta was one of urban areas with prevalence of hypertension larger than prevalence in Indonesia, that was 34 %. High level of shift of life in urban areas affect unhealthy lifestyle such as eating pattern, physical activity, and mental and emotional health.Objective: This study aimed to analyze the relationship between sodium and fat intake, mental and emotional disorders, and lifestyle with hypertension in adult in DKI Jakarta.Methods: This study design was cross-sectional and used secondary data that was sourced from Indonesian Food Consumption Survey (SKMI) 2014 and Basic Health Research (Riskesdas) 2013. Subject in this study was respondents aged more than 18 years old who live in DKI Jakarta.Results: Bivariate analysis in this study showed that sodium intake (p=0.531) and fat intake (p=0.323) were not associated with hypertension. Emotional and mental disorders was associated with hypertension (p=0.001). Physical activity and sedentary behavior was not associated with hypertension (p=0.297; p=0.759). Food consumption behavior that was associated with hypertension was consuming salty foods more than once a day (p=0.039). Multivariate analysis results showed that respondents who suffer emotional and mental disorders tend to have a risk 4.095 times higher to suffer hypertension compared with people who not suffer emotional and mental disorders. Conclusion: Factor that is dominant affecting hypertension is mental and emotional disorders. Hypertension patients was suggested to manage stress that triggers to anxiety and depression.
FORMULASI IKAN LELE DAN BAYAM HIJAU TERHADAP NILAI GIZI, MUTU ORGANOLEPTIK, DAYA TERIMA RISOLES ROTI TAWAR SEBAGAI SNACK BALITA Riestamala, Eriske; Fajar, Ibnu; Setyobudi, Sugeng Iwan
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.30749

Abstract

Latar belakang: Balita merupakan kelompok rentan terhadap masalah gizi kurang atau gizi buruk, seperti stunting. Salah satu penanganan masalah gizi dengan karakteristik masalah gizi kronis yaitu dengan Pemberian Makanan Tambahan tinggi energi dan tinggi protein pada balita yang sesuai kebutuhan gizi berdasarkan AKG 2019 serta memanfaatkan pangan lokal seperti ikan lele dan bayam hijau.Tujuan: Mengetahui karakteristik dan daya terima dari risoles roti tawar ragout ikan lele dan bayam hijau sebagai salah satu alternatif pangan fungsional dalam bentuk PMT Pemulihan balita yang padat gizi.Metode: Penelitian eksperimental dengan desain 2 taraf perlakuan yaitu proposi ikan lele dan bayam hijau masing-masing sebesar 80%:20% dan 75%:25%. Parameter penelitian yang dilakukan terhadap produk yaitu uji organoleptik (hedonik) pada 15 panelis, perlakuan terbaik, menghitung komposisi gizi secara empiris, mutu protein, penentuan takaran saji, dan daya terima pada 12 balita RW 06 kelurahan Merjosari Kota Malang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan Microsoft Excel 2010.Hasil: Perlakuan terbaik dari penelitian ini adalah P2 (ikan lele 75%:bayam hijau 25%) memiliki kandungan zat gizi per 120 gram yaitu energi 300 Kkal , protein 14 gram, lemak 10 gram, karbohidrat 33 gram, Fe 2 mg, Zinc 1 mg, mutu cerna 97%, NPU 72%, PST 120%, PER 149%. Rata-rata uji organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur) pada tiap perlakuan yaitu 3 (suka) terhadap risoles roti tawar ragout ikan lele dan bayam hijau. Rata-rata daya terima balita terhadap produk yaitu 60,4%.Simpulan: Pemberian formulasi pada P2 sudah memenuhi kebutuhan snack balita (10% dari total kebutuhan energi) dan sudah sesuai dengan Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) 2018.
FAKTOR IBU DAN WAKTU PEMBERIAN MPASI BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN KUPANG Zogara, Asweros Umbu; Loaloka, Meirina Sulastri; Pantaleon, Maria Goreti
Journal of Nutrition College Vol 10, No 1 (2021): Januari
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i1.30246

Abstract

Latar belakang: Balita sangat rawan mengalami gangguan kesehatan akibat dari masalah gizi karena balita menjadi awal dari pertumbuhan dan perkembangan anak. Balita yang kekurangan gizi akan berisiko mengalami masalah kesehatan di masa mendatang. Penyebab masalah gizi pada balita antara lain, faktor orang tua karena balita masih sangat bergantung dengan orang tua, serta pemberian MPASI dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor ibu dan waktu pemberian MPASI dengan status gizi balita di Kabupaten Kupang.Metode: Penelitian dilaksanakan di Desa Oefeto dan Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang pada bulan September sampai Desember 2019. Desain penelitian yang digunakan adalah studi cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 229 balita dan data dianalisis menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita adalah pendidikan ibu (p value=0,001), pengetahuan gizi ibu (p value=0,001), perilaku gizi ibu (p value=0,001), dan waktu pemberian MPASI (p value=0,001), sedangkan pekerjaan ibu (p value= 0,783), dan sikap ibu tentang gizi (p value=0,355) tidak berhubungan dengan status gizi balita. Kesimpulan: Intervensi perlu dilakukan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita, antara lain peningkatan pengetahuan gizi, serta penerapan perilaku gizi ibu.
HUBUNGAN LINGKAR PINGGANG DENGAN GLUKOSA DARAH PUASA PADA WANITA MENOPAUSE DI SEMARANG Keyasa, Magnalia Morena Ruth; Widyastuti, Nurmasari; Margawati, Ani; Dieny, Fillah Fithra
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.29168

Abstract

Latar Belakang: Wanita menopause biasanya bermasalah dengan peningkatan lingkar pinggang yang disebabkan oleh obesitas. Lingkar pinggang dan kadar glukosa darah puasa berhubungan secara signifikan pada wanita postmenopause.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita menopause.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional pada subjek 55 wanita menopause yang diambil dengan metode simple random sampling. Data lingkar pinggang didapatkan melalui pengukuran antropometri, data asupan diperoleh melalui wawancara semi-quantitative food frequency questionnaire. Analisis kadar glukosa darah puasa menggunakan Spektrofotometer Biolyzer 100. Analisis bivariate menggunakan uji rank spearman. Hasil: Sebagian besar subjek (81,8%) penelitian memiliki kadar glukosa darah puasa normal dengan rerata 108,8±4,2 mg/dl, sedangkan lingkar pinggang terdapat 60% termasuk kategori obesitas. Hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan bermakna antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita menopause (r=0,122, p=0,376).Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar glukosa darah puasa pada wanita menopause.