cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Nutrition College
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 23376236     EISSN : 2622884X     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Journal of Nutrition College (P-ISSN : 2337-6236; E-ISSN : 2622-884X) diterbitkan oleh Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro sebagai media publikasi artikel-artikel ilmiah dalam biang Ilmu Gizi dengan skala terbit 4 kali dalam setahun, yaitu pada Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 704 Documents
POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS REMAJA PADA MASA PANDEMI COVID-19 Mutia, Ashifa; Jumiyati, Jumiyati; Kusdalinah, Kusdalinah
Journal of Nutrition College Vol 11, No 1 (2022): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i1.32070

Abstract

Latar Belakang : Masa pandemi Covid-19 dengan diberlakukannya pembatasan sosial dan untuk remaja diberlakukan belajar daring. Hal tersebut menyebabkan remaja dalam melakukan aktivitas menjadi sangat terbatas.Selama masa pandemi, terjadinya penurunan aktivitas fisik dan kecendrungan pola makan berlebih pada remaja dan akan berisiko obesitas. Tujuan : Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas remaja pada masa pandemi Covid-19 Metode : Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan desain cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 96 orang di SMP N 20 Kota Bengkulu secara simple random sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner FFQ dan kuesioner APARQ. Uji statistik yang digunakan adalah Chi Square dengan tingkat signifikan α = 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas remaja pada masa pandemi Covid-19 masing-masing p-value 0,011 dan 0,001.Simpulan : Ada hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas remaja pada masa pandemi Covid-19.
PENGARUH PEMBERIAN KURMA AJWA (PHOENIX DACTYLIFERA) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA Prayoga, Edwin Agung; Nugraheni, Arwinda; Probosari, Enny; Syauqy, Ahmad
Journal of Nutrition College Vol 11, No 1 (2022): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i1.32573

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko utama terjadinya penyakit kardiovaskuler dan menjadi salah satu beban kesehatan global yang paling penting. Kurma Ajwa memiliki kandungan flavonoid yang diketahui memiliki efek menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kurma Ajwa terhadap tekanan darah dengan mengetahui perbedaan penurunan tekanan darah setelah pemberian kurma Ajwa antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Metode: Desain penelitian ini menggunakan Randomized Controlled Trial (RCT) dua kelompok dengan teknik systematic random sampling. Sebanyak 40 subjek berusia >60 tahun ikut dalam penelitian ini. Subjek secara acak dibagi menjadi dua kelompok: kelompok perlakuan yang menerima intervensi kurma Ajwa (20 sampel) dan yang lainnya adalah kelompok kontrol (20 sampel). Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengukuran tekanan darah, dan pengukuran antropometri. Tekanan darah diukur sebelum, selama dan sesudah pemberian kurma Ajwa 100 g / hari selama 6 minggu. Data dianalisis dengan independent t test, uji Mann-Whitney, Wilcoxon, dan ANCOVA.Hasil: Terdapat perbedaan penurunan tekanan darah sistolik (p < 0,001) dan diastolik (p < 0,001) setelah pemberian kurma Ajwa antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol . Tekanan darah sistolik dan diastolik pada kelompok perlakuan rata-rata turun sebesar 14 mmHg dan 8,5 mmHg. Tidak ada variabel perancu yang berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah dalam penelitian ini.Simpulan: Pemberian kurma Ajwa 100 g / hari selama 6 minggu berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada lansia.
PEMBERIAN NUGGET LELE (Clarias Batrachus) PENCAMPURAN DENGAN DAUN KATUK (Sauropus Androgynous Merr.) FORTIFIKASI FE TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA Dewi, Devillya Puspita; Astriana, Kuntari
Journal of Nutrition College Vol 11, No 1 (2022): Januari
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i1.31962

Abstract

Latar belakang: Anemia pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Pemberian nugget lele dengan pencampuran daun katuk diharapkan dapat menanggulangi kejadian anemia pada ibu hamil. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian nugget lele pencampuran tepung daun katuk terhadap status gizi dan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil anemia Metode: Desain penelitian quasi experiment dengan rancangan pre test post test group design. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang mengalami anemia yang berjumlah 48 ibu hamil anemia yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Ibu hamil anemia untuk kelompok perlakuan diberikan nugget lele pencampuran tepung daun katuk sebanyak 100 gram per hari selama 21 hari dan tablet Fe sedangkan untuk kelompok kontrol hanya diberikan tablet Fe saja. Analisis data menggunakan independent t test. Hasil: Berdasarkan uji statistik tidak apa perbedaan status gizi pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p=0,293) serta tidak ada perbedaan rerata kadar Hb pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sebelum intervensi p= 0,254. Ada perbedaan rerata kadar Hb sesudah intervensi (p<0,05). Ada perbedaan rerata kadar Hb sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok perlakuan (p<0,001) namun tidak pada kelompok kontrol (p-value=0,677).Simpulan: Pemberian nugget lele pencampuran tepung daun katuk dan tablet Fe dapat meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil anemia tetapi tidak pada kelompok kontrol
IMPLEMENTASI INTERVENSI SPESIFIK DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BALITA DI DESA GAMBARSARI KECAMATAN PAGADEN KABUPATEN SUBANG Ita Fitrotuzzaqiyah; Sri Rahayu
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.32165

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penanggulangan stunting dilakukan dengan pendekatan dua intervensi yaitu intervensi sensitif dan intervensi spesifik. Sektor kesehatan merupakan penanggung jawab penanggulangan intervensi spesifik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan intervensi spesifik dalam upaya pencegahan stunting balita di Desa Gambarsari Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analitik dengan teknik pengambilan informan secara purposive sampling. Informan utama dalam penelitan ini berjumlah 18 orang yang terdiri dari Ibu balita kurang gizi (gizi kurang, gizi buruk dan stunting). Informan lain adalah dari unsur praktisi pelayanan intervensi spesifik di tingkat Desa Gambarsari dan Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juni 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, pengolahan dan analisa data sekunder serta Diskusi Grup Terpimpin (FGD), baik secara langsung maupun daring. Hasil: Pelaksanaan intervensi spesifik di Desa Gambarsari meliputi pemberian layanan pada ibu hamil berupa ANC (72,22%), layanan nifas (5,56%), layanan bayi berupa IMD (11,11%), ASi Eskklusif (22,22 %), PMBA belum sesuai dalam jumlah porsi dan frekuensi pemberian makan. Berdasarkan pemantauan pertumbuhan tercatat status naik sebesar 16,7%, tidak tercatatnya pemantauan pertumbuhan (55,56%), tidak tercatatnya panjang badan lahir bayi (50%), rendahnya perilaku tidak merokok pada keluarga (22,22%).Simpulan: Tingginya angka persalinan di fasyankes oleh tenaga kesehatan tidak diiringi dengan tingginya pelayanan IMD dan ASI Eksklusif. Tingginga tingkat layanan ANC pada ibu hamil tidak diikuti dengan tingginya pelayanan pasca nifas. Pemantauan pertumbuhan pada balita belum dilaksanakan secara optimal. 
FAKTOR-FAKTOR PRENATAL YANG MEMPENGARUHI STUNTING PADA ANAK USIA 0-2 TAHUN DI WILAYAH ASIA TENGGARA: LITERATURE REVIEW Riri Syabania; Pravita Ayu Yuniar; Ilmia Fahmi
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.32285

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang diukur dengan indikator TB/U. Anak usia 0-2 tahun termasuk stunting jika memiliki nilai z-score TB/U ≤ -3,0 SD. Pertumbuhan dan perkembangan anak stunting mengalami gangguan karena gizi buruk, infeksi, serta kondisi psikososial yang kurang memadai. Masa prenatal adalah faktor risiko stunting yang berada pada fase awal.Tujuan: Tujuan kajian literatur ini yaitu menganalisis faktor-faktor prenatal yang menyebabkan stuntingMetode: Metode penulisan artikel ini menggunakan literature review. Sumber data yang digunakan merupakan penelitian yang berasal dari wilayah Asia Tenggara dengan subjek anak usia 0-2 tahun. Penelusuran artikel menggunakan database Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi.Hasil: Faktor prenatal yang menyebabkan stunting pada anak usia 0-2 tahun adalah tinggi badan ibu, Ibu dengan tinggi badan <145 cm memiliki HAZ yang lebih rendah dibandingkan dengan anak yang memiliki Ibu dengan tinggi badan >145 cm. Anemia selama kehamilan meningkatkan risiko 3,23 kali lebih besar anak terkena stunting, keberagaman makanan saat prenatal yang merupakan komponen penting dalam menentukan status gizi anak, maternal depression melipatgandakan resiko memiliki anak stunting, kunjungan ke fasilitas kesehatan selama kehamilan juga menjadi faktor penyebab stunting. Fasilitas sanitasi di rumah yang tidak memadai memiliki risiko 40% lebih tinggi terhadap kejadian stunting.Simpulan: Faktor prenatal yang mempengaruhi stunting terdiri dari tinggi badan Ibu, anemia selama kehamilan, keberagamanan makanan saat masa kehamilan, maternal depression, kunjungan health care, dan fasilias sanitasi 
POTENSI ASI SEBAGAI IMUN BOOSTER DALAM PENCEGAHAN COVID 19 PADA ANAK USIA 0-2 TAHUN Ibnu Zaki; Ankeu Nur Arofah S; Guntur Wisesa Kumara Adji; Dhea Nita Priandini; Febbi Nuzula Rosmasita; Arneta Arezaini
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.33115

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Usia 0-2 tahun merupakan kelompok rentan terinfeksi COVID-19 dengan kasus kematian mencapai 0,5% dari total angka kematian. Hal ini disebabkan oleh sistem imunitas pada usia 0-2 tahun belum berkembang maksimal. Situasi tersebut diperparah dengan belum tersedianya vaksin Sars-Cov-2 bagi anak 0-2 tahun. Usia 0-2 tahun dalam era pandemi Covid-19 dituntut untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Oleh karena itu diperlukan imun Booster yang aman bagi usia 0-2 tahun. Salah satu makanan usia 0-2 tahun adalah ASI. Berbagai studi menyatakan bahwa ASI merupakan imun Booster aman karena tidak memiliki efek samping.Tujuan: Literature review ini bertujuan untuk menganalisis potensi ASI sebagai Imun Booster dalam upaya pencegahan Sars Cov 2 pada usia 0-2 tahun.Metode: Desain yang digunakan adalah Literature review. Penelusuran artikel mengacu pada kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Kriteria inklusi meliputi artikel ilmiah diterbitkan dalam dua tahun terakhir (2020-2021). Artikel menggunakan desain studi Cross sectional, Cohort, dan Case-control dengan pembahasan tentang Ibu menyusui dengan pengukuran kandungan IgG dan IgA pada sampel ASI, pengaruh konsumsi ASI terhadap anak usia 0-2 tahun. Database artikel ilmiah yang digunakan adalah PubMed, Science Direct, Semantic Scholar, dan Cochrane. Kata kunci yang digunakan dalam penelusuran artikel yaitu ASI, imunitas, COVID-19, human milk, breastfeeding, immunity, SARS-CoV-2. Dari hasil penelusuran ditemukan 12 artikel ilmiah sesuai dengan kriteria inklusi dan di analisis dalam literatre review Hasil: Terdapat peningkatan respon antibodi spesifik SARS-CoV-2 terutama sIgG dan sIGA dalam ASI baik yang pernah terkonfirmasi positif maupun ibu yang mendapat vaksinasi COVID-19. Bayi yang dilahirkan dan disusui dari Ibu terkonfirmasi Positif Covid 19 tidak ditemukan adanya perkembangan infeksi SARS CoV-2.Simpulan: ASI bermanfaat sebagai imun booster terhadap COVID-19 pada anak usia 0-2 tahun karena kandungan IgA dan IgG yang terdapat dalam ASI mampu melawan virus SARS-CoV-2 dan dapat menjadi antibodi bagi anak. 
PENGARUH MEDIA, PENDIDIKAN GIZI, DAN LINGKUNGAN SEBAGAI PENUNJANG KESADARAN DALAM PEMILIHAN MAKANAN Wani Asri Syawitri; Linda Riski Sefrina
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.32194

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kekurangan gizi di Indonesia sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik di tingkat daeha maupun nasional. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan status gizi seseorang, yaitu kualitas mutu gizi yang dikonsumsi sehari-hari. Kualitas mutu gizi dapat dipenuhi dengan adanya kesadaran individu dalam pemilihan makanan.Tujuan: Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh media, pendidikan, dan lingkungan sebagai penunjang kesadaran dalam pemilihan makanan.Metode: Penyusunan menggunakan metode review melalui beberapa artikel dalam jurnal internasional dan jurnal nasional. Penulis juga melibatkan beberapa referensi lainnya.Hasil: Media berpengaruh dalam meningkatkan kesadaran pemilihan makan melalui kegiatan audio dan visual sharing, serta pemutaran video terkait penyajian makanan. Sedangkan pendidikan berpengaruh pada pengetahuan gizi, terutama pengetahuan tentang kualitas mutu gizi yang dikonsumsi sehari-hari. Faktor selanjutnya, lingkungan yang memengaruhi kesadaran pemilihan makanan di antaranya adalah peran tradisi adat, peran keluarga, peran teman sebaya, dan suasana hati individu.Simpulan: Berdasarkan beberapa artikel dalam jurnal yang digunakan sebagai bahan acuan penulisan literature review ini, didapatkan kesimpulan yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh dari media, pendidikan, dan lingkungan sebagai penunjang kesadaran dalam pemilihan makanan. 
EFEK NEEM GUM (Azadiracthta indica) TERHADAP KADAR SGOT SGPT TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DIAZINON Jauhar Firdaus; Zahrah Febianti; Muhammad Rijal Fahrudin Hidayat; Elly Nurus Sakinah
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.33384

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Indonesia sebagai negara agraris 33,48 juta penduduknya bekerja di sektor pertanian dengan kasus keracunan pestisida tercatat 771 kasus pada tahun 2016. Diazinon menjadi salah satu pestisida golongan organofosfat yang cukup banyak digunakan di Indonesia yang memiliki efek neurotoksik dan berpotensi menyebabkan stres oksidatif pada hepar. Neem gum (Azadirachta indica) memiliki kandungan polisakarida dan antioksidan yang dapat mengikat radikal bebas untuk mencegah kerusakan pada hepar.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek neem gum terhadap kadar SGOT SGPT tikus wistar yang diinduksi diazinon.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental melalui pendekatan post test only dengan subjek tikus putih Rattus norvegicus strain wistar jantan sebanyak 25 ekor yang terbagi dalam 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan dosis larutan neem gum sebesar 3,75 gram/kgBB/hari, 7,5 gram/kgBB/hari, 15 gram/kgBB/hari, dan 30 gram/kgBB/hari.Hasil: Kadar SGOT dan SGPT tertinggi terdapat pada kelompok K dan kadar yang lebih rendah pada kelompok P1, P2, P3, dan P4 seiring penambahan dosis larutan neem gum yang diberikan. Hasil uji Anova kadar SGOT didapatkan signifikansi sebesar 0,013 dan uji Post Hoc terlihat perbedaan signifikan kadar SGOT kelompok P4 terhadap kelompok K sebesar 0,015.  Sedangkan hasil uji Anova kadar SGPT didapatkan signifikansi sebesar 0,014 dan uji Post Hoc terlihat perbedaan signifikan kadar SGPT kelompok P2, P3, dan P4 terhadap kelompok K berturut-turut sebesar 0,044, 0,034, dan 0,033.Simpulan: Larutan neem gum (Azadirachta indica) memiliki efek mencegah peningkatan kadar SGOT dan SGPT pada tikus yang diinduksi Diazinon.  Dosis yang dibutuhkan neem gum untuk mencegah peningkatan kadar SGOT sebanyak 30 gram/kgBB/hari dan dosis yang dibutuhkan untuk mencegah peningkatan kadar SGPT sebesar 7,5 gram/kgBB/hari, 15 gram/kgBB/hari, serta 30 gram/kgBB/hari dan tidak ada perbedaan efek yang signifikan diantara ketiga dosis tersebut. 
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN POLA KONSUMSI MAKANAN PADA MAHASISWI TINGKAT AKHIR Vina Dina Fitriana; Endo Dardjito; Widya Ayu Kurnia Putri
Journal of Nutrition College Vol 11, No 3 (2022): Juli
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i3.32235

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Mahasiswi tingkat akhir memiliki tingkat stres yang paling tinggi dibandingkan dengan kelompok lainnya. Stres dapat mempengaruhi nafsu makan serta rasa kenyang dan lapar yang kemudian dapat mempengaruhi status gizi mahasiswi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan asupan zat gizi makro dan pola konsumsi makanan tinggi gula dan makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed;Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden penelitian sebanyak 57 responden dengan kriteria inklusi mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed, berusia 19-29 tahun, dan bersedia berpartisipasi hingga akhir. Data tingkat stres diambil menggunakan kuesioner PSS, sedangkan data asupan zat gizi makro  dan pola konsumsi makanan tinggi gula dan tinggi lemak diambil menggunakan SQ-FFQ. Data kemudian dianalisis menggunakan Uji Rank Spearman;Hasil Penelitian: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan asupan karbohidrat, protein dan lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed (p=0,278; 0,742;0,771). Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan pola konsumsi makanan tinggi gula dan makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed (p=0,931;0,281);Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan asupan karbohidrat, protein, lemak, pola konsumsi makanan tinggi gula, dan pola konsumsi makanan tinggi lemak pada mahasiswi tingkat akhir Fikes Unsoed; 
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II USIA 46-65 TAHUN DI KABUPATEN WAKATOBI Ekasari Ekasari; Devieka Rhama Dhanny
Journal of Nutrition College Vol 11, No 2 (2022): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v11i2.32881

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik dengan karakteristik kadar glukosa darah yang tinggi (hiperglikemik) yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Glukosa darah yang tinggi dapat berdampak besar pada masalah kesehatan karena dapat berkembang menjadi penyakit kardiovaskuler, stroke dan gagal ginjal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II usia 46-65 Tahun di Posbindu Puskesmas Liya Kabupaten Wakatobi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang dikumpulkan antara lain data kadar glukosa darah, tingkat stress, aktivitas fisik, dan asupan gizi. Data tingkat stress diambil menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale-10 dan data aktivitas fisik diambil menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire. Data asupan gizi diambil melalui 2x24 hours food recall dan semi-quanitative food frequency questionnaire. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p-value: 0,029), aktivitas fisik (p-value: 0,015) dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat total (p-value: 0,911), asupan karbohidrat sederhana (p-value: 0,457) kepatuhan diet (p-value: 0,701) dan kadar glukosa darah. Hasil analisis multivariat diperoleh OR paling tinggi adalah pada variabel aktivitas fisik yaitu 4,320. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara antara tingkat stres, aktivitas fisik dan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe II