cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
PENGARUH LAMA WAKTU SETTING DAN PENARIKAN TALI KERUT (PURSE LINE) TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN Maulana, Rafdi Agung; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.482 KB)

Abstract

Salah satu sentra kegiatan perikanan tangkap di Kota Pekalongan adalah Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan. Salah satu alat tangkap yang dominan digunakan nelayan PPN Pekalongan adalah mini purse seine. Penelitian ini dilakukan di Perairan Laut Jawa dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis pengaruh waktu setting dan Penarikan Tali Kerut (Purse Line)terhadap hasil tangkapan, 2) mengetahui komposisi ikan hasil tangkapan mini purse seine. Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode deskriptif survey yang bersifat studi kasus, yaitu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengenai pengoperasian alat tangkap mini purse seine dengan pengaruh waktu setting dan hauling. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisisi Regresi Linear Berganda untuk mengetahui pengaruh variabel setting dan variabel hauling terhadap hasil tangkapan. Jenis ikan yang tertangkap adalah yaitu ikan Bawal (Parastromateus niger), ikan Layang (Decapterus ruselli), ikan Pepetek (Leiognathus dussumieri), ikan Tenggiri (Scomberromo commersoni), Cumi-cumi (Loligo sp.) dan ikan Tongkol (Euthynnus affinis). Hasil kajian analisis Regresi Linear Berganda menunjukan bahwa Hasil tangkapan yang dipengaruhi oleh lama setting sebesar 27,8% dan hasil tangkapan yang dipengaruhi oleh hauling sebesar 3.3%, sedangkan lama setting dan lama hauling berpengaruh terhadap hasil tangkapan alat tangkap mini purse seine sebesar 28,8%.
PERANAN WANITA NELAYAN (ISTRI NELAYAN) JARING INSANG DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA BEJALEN, PERAIRAN RAWA PENING, KECAMATAN AMBARAWA, KABUPATEN SEMARANG Hutapea, Roma; Kohar, Abdul; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.294 KB)

Abstract

The role of fisher women is not only as a housewife but also the breadwinner, the fisher women have a dual role of women in her family. Fisher women help their husband working to fulfill family needs. The aims of the research are to discover contribution of gillnet fisher women’s income to family income and the factors that influence the gillnet fisher women’s income in Bejalen village. Descriptive method based on case study used in this research. The sampling method used in this research was purposive sampling, and total sample was 25 samples took from 60 fisher women samples. Data analysis used in this research were the Spearman Rank correlation test and multiple linear regression test. The results showed the women's role to improve the family income in Bejalen village by working in various business sectors with an average income of Rp634.000,00 per month with a contribution to family income by 37.11%. The highest fisher women’s income was Rp2.000.000,00 with 75,48% contribution to the family income and the lowest was Rp300.000,00 with 26% contribution to family income. The factors which influence the gillnet fisher women’s income significantly was working time. Fisherman’s income, age, member of family, and education were not influence significantly.
PENGARUH PERKREDITAN KPL (KOPERASI PERIKANAN LAUT) MINA SUMITRA TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN GILLNET DI DESA KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Maulana, Ali Rizki; Ismail, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.597 KB)

Abstract

Pemberian kredit oleh KPL Mina Sumitra terhadap nelayan gillnet di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu sangat berpengaruh untuk meningkatkan pendapatan nelayan gillnet, karena dengan pinjaman kredit dari KPL Mina Sumitra nelayan gillnet dapat memenuhi perlengkapan untuk melaut. Kurangnya biaya untuk usaha penangkapan ikan merupakan alasan utama nelayan gillnet meminjam kredit dari KPL Mina Sumitra. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kredit KPL Mina Sumitra terhadap pendapatan nelayan gillnet. Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitis, menggunakan teknik survey.Penelitian dilakukan di Desa Karangsong Kabupaten Indramayu yang dipilih secara purposive. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan teknik wawancara, pencatatan dan observasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis regresi linear sederhana dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya kredit dengan pendapatan bersih nelayan gillnet diperoleh nilai korelasi sebesar 0,711 dan koefisisen determinasi 50,60 %, kemudian berdasarkan uji t diperoleh t-hitung 12,274> t tabel 1,699 dengan signifikasi 5 % Kesimpulan yang dihasilkan adalah pemberian kredit oleh KPL Mina Sumitra sangat berpengaruh terhadap pendapatan bersih nelayan gillnet dan dengan adanya kredit nelayan gillnet dapat menambah modal untuk usaha penangkapan ikan sehingga semakin besar modal yang diberikan untuk biaya perbekalan, lama trip meningkat maka pendapatan bersih akan lebih banyak. The giving of credit by the MPA Mina Sumitra on gillnet fishing in Indramayu Regency Village Karangsong very influential gillnet fishermen to increase revenue, because the credit loans from Mina MPA Sumitra gillnet fishermen can meet supplies for fishing. Lack of finance for the fishing industry is a major reason gillnet fishermen borrow loans from Mina MPA Sumitra. This study aims to determine the effect of MPA Mina Sumitra credit to gillnet fishermen income. The basic method is descriptive analytical study, using survey techniques.The study was conducted in the village of Karangsong purposively selected. The data used is primary data and secondary data were collected by interview, observation and record keeping. Data analysis method used is by simple linear regression analysis and t test. The analysis showed that the amount of credit with gillnet fishing net income obtained correlation value of 0.711 and 50.60% koefisisen determination, later acquired by t test 12.274> t table 1.699 with a significance of 5% resulting conclusion is the provision of credit by KPL Mina Sumitra influence on gillnet fishing net income and the presence of credit may increase the capital gillnet fishermen to fishing effort so that the greater the cost of capital provided for supplies, long trip increases, the net income will be more than.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Perikanan Tangkap Gillnet Di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kabupaten Gunungkidul Ayu, Puspita; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.571 KB)

Abstract

PPP Sadeng terletak pada koordinat geografis di 110º 47'53,1º' bujur timur dan 8º11’26,6” Lintangselatan. PPP Sadeng memiliki peran strategis dalam pengembangan perikanan KabupatenGunungkidul. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan finansial usaha perikanantangkap menggunakan alat tangkap Gillnet. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan 60responden nelayan Gillnet (quota-incidental sampling). NPV, IRR, Payback periods, dan B/Cdigunakan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penangkapan ikan menggunakan alattangkap Gillnet. Penelitian ini membuktikan jika usaha penangkapan ikan menghasilkan NPV padaGillnet Multifilament sebesar Rp. 492.829.233, - dan Gillnet Monofilament sebesar Rp.422.166.415.-.B / C rasio yang dihasilkan pada analisis kelayakan usaha dengan menggunakan Gillnet Multifilamentadalah sebesar 5.8 sedangkan pada Gillnet Monofilament B/C rasio yang dihasilkan sebesar 5.1.Payback periods yang didapat pada usaha penangkapan ikan menggunakan Gillnet Multifilamentadalah 0,85 tahun dan Payback periods yandg didapat pada usaha penangkapan ikan menggunakanGillnet Monofilament adalah sebesar 0,96 tahun. Oleh karena itu, usaha penangkapan ikan denganmenggunakan alat tangkap Gillnet ini, layak dilakukan.
PENGARUH BENTUK MATA PANCING DAN PENGGUNAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KEMBUNG (RASTRELLIGER SP) DI PERAIRAN CILACAP Prakoso, Dito Ragil; M.Pi., Pramonowibowo; Sardiyatmo, Dr.
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rastrelliger Fish fishing in general use fishing stalling (Handline). This is because Rastrelliger Fish were caught with fishing stalling condition is good and fresh so it has a high selling price. The use of bait and hook size that effectively would provide good catches. Therefore, the need for a scientific study on the use of bait and hook sizes different to catch “Ikan Kembung”(Rastrelliger sp.).The purpose of this research was to analyze Rastrelliger Fish (Rastrelliger sp.) catches on the use of bait and hook shapes which different interaction between the use of the hook and the kind of bait to catch “ Ikan Kembung” (Rastrelliger sp.).The research uses experimental fishing with 2 variables are the type of bait and hook shape with 4 treatments are “(Tembang, squid, double hook and single hook). Each performed with 10 replications.Data analysis using data normality test and ANOVA with SPSS 17.0.The result showed that differences “Tembang Lures” and bait squid in this research affect the amount of proceeds Rastrelliger Fish (Rastrelliger sp.) catches. It is seen from the catch of squid bait with hook double hook as many as 48 tails and bait the hook” Tembang” with double hook as many as 37 tails, squid and bait the hook with a single hook as many as 35 tails and the “Tembang” with the hook bait hook single by 29 tail. ANOVA test result showed that, where using a combination of fishing gear and bait squid hook double hook size well used.
PENGARUH PERBEDAAN LAMA PENGOPERASIAN DAN KEMIRINGAN DINDING BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PERAIRAN ARGOPENI KABUPATEN KEBUMEN Khikmawati, Liya Tri; Boesono, Herry; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.027 KB)

Abstract

Lobster  merupakan komoditi ekspor perikanan laut. Kebumen merupakan daerah penghasil Lobster, selama tahun 2014 menghasilkan Lobster sebanyak 8.571 kg senilai Rp. 3.397.000.000,00. Nelayan Kebumen biasa menangkap Lobster dengan jaring insang dan jenis perangkap krendet. Di Negara maju penangkapan Lobster sudah menggunakan bubu karena konstruksinya dapat dimodifikasi sesuai tingkah laku ikan targetnya. Lobster cenderung merambat daripada berenang sehingga modifikasi dilakukan pada kemiringan dinding bubu yaitu kemiringan 45° dan 60°. Lobster lebih mudah mencapai mulut bubu, memungkinkan terjatuh dan terperangkap di dalam badan bubu. Lama perendaman dibedakan menjadi 12 jam mempertimbangkan efektifitas umpan dan 18 jam sesuai kebiasaan nelayan. Sehingga diketahui lama perendaman dan kemiringan dinding bubu yang baik untuk menangkap Lobster dan interaksi keduanya. Penelitian dilaksanakan bulan Januari 2015 di perairan Argopeni, Kebumen. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dan deskriptif studi kasus. Penentuan lokasi penelitian dengan metode simple random sampling. Penelitian diulang 12 kali. Analisis data menggunakan Ms. Excel dengan uji t-Test. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan 12 jam, t hitung bubu dengan kemiringan dinding 45° adalah 5,06 sedangkan bubu dengan kemiringan dinding 60° adalah 4,59. Perlakuan 18 jam, t hitung bubu dengan kemiringan dinding 45° adalah 6 sedangkan bubu dengan kemiringan dinding 60° adalah 6,8. Simpulan yang dapat diambil, alat tangkap yang baik digunakan adalah bubu kerucut terpotong dengan kemiringan dinding 60°. Sedangkan lama waktu perendaman alat tangkap yang baik adalah 18 jam. Interaksi keduanya adalah bubu kemiringan dinding 45° sebaiknya direndam selama 12 jam sedangkan bubu kemiringan dinding 60° sebaiknya direndam selama 18 jam. Lobster is one of the fisheries export commodities. Kebumen was district which centra of Lobster, during 2014 producted as many 8.571 kg valuable Rp. 3.397.000.000,00. Fishermens in Kebumen caught Lobster by gill nets and krendet. In the develop countries the activity to catch Lobster had used bubu becaused the construction could be modified according to the behavior of fish target. Lobster prefer tend to creeping then swimming so the wall of bubu was modified to 45° and 60° slope. Lobster easier to touch the mouth of bubu and would be trapped on the body of bubu. The immersing of fishing gear divided into 12 hours (bait effectivity) and 18 hours (fishermens habit). The research had been done on January 2015 in Argopeni water, Kebumen. The method used was experimental fishing and descriptive case studies. The locations of research were taken by simple random sampling. Each experiment were repeated 12 times. Analysis of the data using Ms. Excel with t-Test. The results showed that the t value of bubu with 45° wall slope and immersing 12 hours is 5,07 however immersing 18 hours is 6,01. The t value of bubu with 60° wall slope and immersing 12 hours is 4,59 however immersing 18 hours is 6,8. The research conclude that the best gear used was truncated cone traps with 60° wall slope and 18-hour immersing. Interaction both are bubu with 45° wall slope should be immersing for 12 hours while bubu with 60° wall slope should be immersing for 18 hours.
EVALUASI TATA LETAK FASILITAS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS, KABUPATEN KUBU RAYA, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Danielta, Danielta; Besono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.816 KB)

Abstract

Pelabuhan perikanan memiliki peran dalam pembangunan sektor perikanan. Pelabuhan perikanan ditujukan sebagai tempat kegiatan perikanan yang terdiri dari produksi perikanan, pengendalian dan pengawasan sumberdaya ikan, serta pemasarannya. Pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Rengas sangat bergantung pada tingkat usaha perikanan yang tumbuh dimasyarakat. Tata letak fasilitas sangat mempengaruhi aktivitas kegiatan perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Rengas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Rengas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survey. Metode analisis yang digunakan sebagai acuan untuk evaluasi tata letak fasilitas pelabuhan perikanan dalam penelitian ini adalah Peta Keterkaitan Kegiatan (Activity Relationship Chart). Dari hasil penelitian diketahui bahwa terdapat fasilitas fungsional yang tidak sesuai peletakkan lokasi terhadap fungsi, derajat kedekatannya, dan efisiensi jarak. Jenis fasilitas yang tidak sesuai dengan lokasinya, antara lain adalah Depot Es, Instalasi Air, dan Perbaikan Jaring. Perbaikan tata letak fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Sungai Rengas diperlukan berdasarkan derajat kedekatannya, fungsi yang sesuai, dan efisiensi jarak
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN PAYANG JABUR (Boat Seine) DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG Ningsih, Rahayu Septia; Mudzakir, Abdul Kohar; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.64 KB)

Abstract

Alat tangkap Payang Jabur di Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong dari tahun ke tahun mengalami perkembangan. Dengan demikian, perlu diketahui seberapa jauh kegiatan perikanan Payang Jabur masih dapat berjalan dan layak untuk diusahakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pengoperasian Payang Jabur, menganalisis besarnya biaya, keuntungan dan tingkat kelayakan finansial dari usaha perikanan Payang Jabur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Metode pengumpulan datanya berupa metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini populasi berjumlah 35 pemilik kapal (juragan) maka diambil semua untuk responden. Hasil analisis finansial diketahui bahwa investasi yang diperlukan dalam usaha perikanan payang jabur di Asemdoyong rata-rata sebesar Rp. 37.242.857,- penerimaan rata-rata Rp. 155.158.494,- per tahun dengan biaya total rata-rata sebesar Rp. 121.675.211,- per tahun. Dengan demikian rata-rata keuntungan yang didapat dalam satu tahun sebesar Rp. 33.483.283,-. Analisis kelayakan diketahui rata-rata nilai NPV sebesar Rp. 134.856.778,- nilai B/C Ratio adalah 1,28; nilai IRR sebesar 76 % dan PP 1,11 tahun. Analisis tersebut memiliki nilai NPV positif, B/C Ratio > 1 dan IRR > discount rate. Hal ini menunjukkan usaha perikanan payang jabur di Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong memiliki peluang yang baik dan layak untuk dikembangkan.
PENGEMBANGAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PEKALONGAN Mustofa, Nova Rodhiyana; Mudzakir, Abdul Kohar; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.402 KB)

Abstract

Komoditas unggulan merupakan komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif sehingga mampu bersaing di pasar dengan  komoditas pesaingnya karena mempunyai jumlah produksi tinggi. Penelitian  ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan di Kabupaten Pekalongan dan merumuskan strategi pengembangan perikanan tangkap. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu LQ (Location Quotient), analisis Shift share, analisis Spesialisasi, dan analisis SWOT untuk mengetahui strategi pengembangan. Kategori penentuan komoditas unggulan perikanan tangkap, diperoleh dari nilai LQ, Shift share, dan Spesialisasi yang menunjukkan nilai positif. Berdasarkan analisis LQ, Shift share, dan Spesialisasi, dari 23 jenis ikan yang ada di Kabupaten Pekalongan, komoditas unggulannya yaitu Simping (Amusium sp) dengan nilai LQ 17,40, Dj 10,41, dan Spesialisasi 4,20%. Strategi pengembangan yang dapat direkomendasikan yaitu perbaikan sarana kebersihan TPI dan akses transportasi menuju ke TPI; penambahan armada; pembuatan pabrik es, cold storage dan teknologi untuk menjaga mutu hasil tangkapan; dan bantuan alat tangkap ramah lingkungan.
ANALISA SEBARAN BAGAN TANCAP DAN HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN BANDENGAN, JEPARA, JAWA TENGAH Silitonga, Monica Febrina; Pramonowibowo, -; Hartoko, Agus
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.262 KB)

Abstract

Hasil tangkapan perlu diketahui dalam upaya untuk menentukan jenis ikan yang dominan dari hasil tangkapan bagan tancap, serta hubungannya dengan kondisi oseanografi dalam rangka untuk mengoptimalkan hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah jenis hasil tangkapan bagan tancap, melihat pengaruh faktor oseanografi yang terdiri dari kecepatan arus, kedalaman perairan, dan jenis substrat dasar perairan terhadap jenis hasil tangkapan, serta mengkaji sebaran bagan tancap di Perairan Bandengan Jepara. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh 17 titik sampling. Analis data diproses dengan menggunakan metode deskriptif, metode regresi berganda dengan SPSS, dan pemetaan sebaran dengan satelit citra IKONOS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis hasil tangkapan yang dominan adalah ikan Teri (Stolephorus sp), ikan Petek (Leiognathus sp), dan Cumi-cumi (Loligo sp). Hasil uji SPSS menunjukkan adanya pengaruh antara kedalaman, substrat liat, dan substrat lempung dengan jenis hasil tangkapan sedangkan kecepatan arus tidak berpengaruh terhadap jenis hasil tangkapan. Hasil pemetaan sebaran citra IKONOS menunjukan daerah sekitar perairan Pulau Panjang dan Teluk Sikumbu merupakan daerah potensial penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan tancap. It is important to study the catch in order to determine the dominant species from bamboo platform lift nets catch and to study its relationship with the oceanographic condition in order to optimize the catch. The purpose of this research are to identify the number of species caught by bamboo platform lift nets, to know the influence of oceanographic factors consisting of the current speed, the water depth, and the kinds of water basic substrate over the kinds of the catch, and to study the scatter of bamboo platform lift nets. This research uses purposive sampling. The data are analysis by using descriptive method, multiple regression with SPSS program while the mapping of the scatter is conducted by IKONOS image satellite. The result of this research shows dominant species caught by bamboo platform lift nets are Anchovies (Stolephorus sp), Leiognathus sp, and Squids (Loligo sp). The result of SPSS shows that the depth, the clay substrates, and the loam substrates have influence over the kinds of the catch while the current speed does not have an effect over the kinds of the catch. The result of IKONOS image scatter shows that the surrounding areas of Panjang Island and Sikumbu Bay waters are potential area the catch using bamboo platform lift nets.