cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS CELAH PELOLOSAN PADA BUBU KUBAH TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI TPI DEMAAN KABUPATEN JEPARA Prakosa, Eka Firdaus; Fitri, Aristi Dian Purnama; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (934.697 KB)

Abstract

Bubu Kubah merupakan salah satu alat tangkap inovatif bertujuan meningkatkan efektivitas penangkapanRajungan (Portunus pelagicus), namun hasil tangkapan yang diberikan masih belum sesuai denganPERMENKP/01/2015 yang mengatakan bahwa Rajungan yang boleh ditangkap memiliki lebar karapas minimal10 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebar karapas hasil tangkapan bubu modifikasi denganpenambahan celah pelolosan. Penelitian ini dilaksanakan pada 27 Mei sampai dengan 21 Juni 2017 di perairanDemaan Kabupaten Jepara. Metode penelitian adalah experimental fishing sebanyak 20 bubu kubah modifikasidigunakan untuk penelitian. Berdasarkan pengolahan Uji T, diketahui bahwa hasil tangkapan berdasarkanpanjang tidak berpengaruh secara signifikan. Berdasarkan uji selektivitas dari rumus Spare and Venemadiketahui bahwa L50% dari Rajungan hasil tangkapan bubu kubah modifikasi adalah 6,63 cm yang artinya padaukuran 6,63 cm memiliki kemungkinan lolos dari alat tangkap 50%.
RANCANGAN SISTEM INFORMASI PADA USAHA PENGKAPAN IKAN KOMODITAS UNGGULAN ( Study Kasus Ikan Tuna (Thunus Sp) ) DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDRA CILACAP Adhitya, Ega; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.812 KB)

Abstract

Data and information is very important to make a decision however, the limitations of the tuna fishery emerged information technology issues such as information required in the tuna fishery stakeholders Cilacap PPS. his study aims to Know the potential of fishery resources landed in PPS Cilacap, Designing information systems tuna fisheries (Thunus sp) in digital form and make it easier stakeholder in case of input and fisheries output in the PPSC This study applied a systems approach, a method that consider information systems as a whole integration for each activity or application. The system is limited to only about the development of tuna fisheries in PPS Cilacap. The technology used for data processing and information tuna fishery is a computerized information technology. The demand of analysis system obtained from the parties involved, namely the PPSC, Fisheries, Fishers and stakeholders. Manufacturing information system of tuna fishing design in the PPS Cilacap starting from the input data is Cilacap PPS profile information data, tuna information and tuna fisheries statistical information, which will be created in a digital information system with media Internet-web MY SQL with SIUPIT name (SISTEM INFORMASI USAHA PENANGKAPAN IKAN TUNA ) SIUPIT is computerized information system that can be used to assist and facilitate data and information services businesses in the tuna fishery PPS Cilacap for stakeholders, such as accelerating time information services, minimize mistakes and get the highest reporting of data in a shorter time and accurate.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU BERDASARKAN PERBEDAAN KEDALAMAN DI PERAIRAN MORODEMAK Kusuma, Candra Pradhika Mulya; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.492 KB)

Abstract

Kabupaten Demak memiliki 2 tempat pelelangan ikan (TPI) yang masih aktif yaitu TPI Morodemak dan TPI Wedung. Jenis ikan yang dominan tertangkap sebagai komoditas unggulan adalah Teri, Kembung, Petek, Kuniran, dan Layur. Berdasarkan hasil survey di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak Kabupaten Demak terdapat alat tangkap bagan perahu berjumlah 69 unit. Alat tangkap bagan perahu digunakan oleh para nelayan di perairan Morodemak untuk menangkap ikan teri (Stolephorus sp.). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan kedalaman terhadap hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling digunakan untuk menentukan daerah penangkapan ikan. Berdasarkan hasil penelitian, semakin dalam perairan, berat hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.) semakin tinggi dan didominasi ikan teri (Stolephorus sp.) sedangkan semakin dangkal perairan, berat hasil tangkapan ikan teri (Stolephorus sp.) semakin rendah. Jenis ikan teri (Stolephorus sp.) yang didapatkan yaitu jenis Stolephorus indicus dan Stolephorus commersonnii dimana banyak didapatkan pada kedalaman perairan 31 meter. Kondisi lingkungan daerah penangkapan bagan perahu yaitu intensitas cahaya rata-rata 260 - 1932 (lux), suhu 29,6 - 31 °C, salinitas 29 - 33 0/00 dan kedalaman perairan 27 - 32,8 meter. Demak had 2 fish auction which is still active, namely Wedung and Morodemak. The dominant species of fish caught as a commodity are anchovy, Indian mackerel, Leiognathus dussummeiri, Sulphur goatfish, and Trichiurus lepturus. Based on the survey results in Morodemak Coast Fishing Port Demak, there are boat lift nets totaled 69 units. Boat lift nets fishing gear are used by fishermen in Morodemak waters to catch anchovy (Stolephorus sp.). The purpose of this study was to analyze the effect of differences depth towards anchovy (Stolephorus sp.) catches. The method that used in this study is descriptive method. The purposive sampling method is used in this research to determine the fishing ground. Based on the research results, the deeper waters, heavy catches of anchovy (Stolephorus sp.) higher and the catchesis dominated by anchovy (Stolephorus sp.) While the more shallow waters, heavy catches of anchovy (Stolephorus sp.) lower. The kinds of type of anchovy (Stolephorus sp.) are Stolephorus indicus and Stolephorus commersonnii which are abundant in water depths of 31 meters. Environmental conditions of the boat lift nets is an average light intensity of 260 - 1932 (lux), temperature of 29.6 to 31°C, salinity 29 - 330/00 and the depth of water from 27 to 32.8 meters.
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI PROVINSI JAWA TENGAH Naya, Dewa Alit Baradwaja; Wijayanto, Dian; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.802 KB)

Abstract

Perikanan tangkap Provinsi Jawa Tengah yang terdiri dari perikanan tangkap laut dan perikanan tangkap perairan umum yang mempunyai potensi untuk dikembangkan. Potensi perikanan tangkap laut yang tersebar di perairan Jawa Tengah sekitar 1.873.530 ton/tahun meliputi Laut Jawa sekitar 796.640 ton/ tahun dan Samudera Indonesia sekitar 1.076.890 ton/tahun. Dengan sumberdaya perikanan tangkap sebesar itu, tentu saja provinsi Jawa Tengah memiliki komoditas unggulan yang menjadi sektor pembangunan ekonomi daerah.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komoditas unggulan pada sektor perikanan tangkap di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan studi pustaka. Metode analisis analisis data yang digunakan adalah analisis Location Quotient (LQ), analisis Shift Share (SS), dan analisis Spesialisasi (SI). Komoditas unggulan perikanan tangkap di Provinsi Jawa Tengah antara lain ikan layang (Decapterus sp), ikan kembung (Rastrelliger sp), ikan selar (Selaroides sp), dan ikan tembang (Sardinella fimbriata).
PEMETAAN SEBARAN IKAN TONGKOL (Euthynnus sp.) DENGAN DATA KLOROFIL-α CITRA MODIS PADA ALAT TANGKAP PAYANG (Danish-seine) DI PERAIRAN TELUK PALABUHANRATU, SUKABUMI, JAWA BARAT Mujib, Zaki; Boesono, Herry; Purnamafitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.086 KB)

Abstract

Palabuhanratu waters is the center of important economic fisheries commodity like tinker mackerel (Euthynnus sp.). Statistic datas of PPNP (2011) showed that production value of fishery in Palabuhanratu was decreased 3% from a year before, that is have an impact to economy condition of Palabuhanratu. Payang (Danish-seine) as a one of pelagic fishing gear in Palabuhanratu have an imbalance condition between supplies and income. Tinker mackerel production decreased in 2011 resulted in the economic condition of fishermen Palabuhanratu decreased. As one of the predictors of the presence of fish, chlorophyll-a can be used in the determination of the study the fishing ground through remote sensing technology. The purpose of the studies are to analyze the factors that influence the distribution of tinker mackerel (Euthynnus sp.), analyze the relation of chlorophyll-a and the value of the catch, and create a map of potential Palabuhanratu tinker mackerel in the Palabuhanratu waters. The research method used was descriptive with the case study and data collection by purposive sampling. Chlorophyll-a values in March - April 2012 ranged from 0,70 mg / l – 2,585 mg / l, with an average value of 0,475 mg / l. The amount of catches reach 695 kg in March and April of 426,24 kg. The results of measurements of field data has showed that average of salinity, SPL, DO, current, and depth respectively: 33 ppt, 30,9° C, 6,28 mg / l, 0,108 m / s, and 288,67 m. The results of the regression test showed that current was the significant variable with a value of p=0,02 (p <0,05) and r = 0.690 (indicating a strong correlation). The results showed that correlation pattern between water quality parameters, chlorophyll-a, and the catch of mackerels (Euthynnus sp.). Based on field data and MODIS image overlay, potential fishing areas in March - April 2012 include: Cimandiri, Tanjung Kembar, Gedogan, Ujung Karangbentang, Ujung Sodongprapat, and the Gulf Amuran.
ANALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA UMPAN DAN STADIA UMUR YANG BERBEDA (SKALA LABORATORIUM) Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.483 KB)

Abstract

Tingkah laku kepiting bakau (Scylla serrata) dalam mencari makan menjadi dasar dalam aplikasi operasi penangkapan. Stadia umur yang berbeda pada kepiting memiliki respon berbeda pada tiap stimulus (umpan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi faktor perbedaan umpan dan stadia umur terhadap waktu respon kepiting; faktor perbedaan umpan terhadap waktu respon kepiting dan faktor perbedaan stadia umur terhadap waktu respon kepiting. Materi penelitian adalah  kelompok umur kepiting muda (lebar karapas 8 cm) dan dewasa (lebar karapas11 cm) serta jenis umpan berupa umpan kepala ayam, ikan petek dan keong mas segar. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen di laboratorium dengan 3 variabel umpan dan 2 stadia umur dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara faktor perbedaan umpan dan stadia umur tehadap waktu respon. Umpan kepala ayam memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan umpan ikan petek dan keong mas. Kepiting stadia dewasa memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan kepiting muda khusus pada umpan kepala ayam. The Mud Crab’s (Scylla serrata) behavior in feeding habits becomes the base of operation application of fish capturing in the field. The different mud crab’s life stage provides the different responses to each stimulus (bait). The purpose of this study is to know the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response  speed of  mud crab; the different types of  bait towards response speed of mud crab and the different life stage towards the response speed of mud crab factor. The materials used  in this research are sub-adult (carapace width 8 cm) and adult (carapce 11 cm) mud crab and the types of  fresh bait in the form of chicken’s head, leiognathus fish, and golden snail. The methods used in this reasearch are experimental laboratory  and the method analysis with two variables: the types of bait and life stage with six treatments. The data analyses used are One-Sample Kolmogorov-Smirnov normality test, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The result of this research shows the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response speed of mud crab. The bait in the form of chicken’s head gives the fastest response among the liognathus fish and the golden snail bait. The  life stage of adult mud crab gives the  faster response than the sub-adult mud crab special for chicken’s head bait.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP PELAYANAN PENYEDIAAN KEBUTUHAN MELAUT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) SADENG KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Wahyuningsih, Mita; Bambang, Azis Nur; Pramitrasari, Sulistyani Dyah
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.036 KB)

Abstract

Kepuasan pelanggan merupakan suatu rasa kepuasan atau ketidakpuasan pelanggan sebagai respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian yang dipersepsikan antara harapan awal sebelum pembelian dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian. Nelayan sebagai pengguna fasilitas pelabuhan mengginginkan pelayanan yang optimal dari pelabuhan, sehingga setiap pelabuhan perikanan seharusnya dapat memberikan pelayanan yang dibutuhkan secara tepat, cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di PPP Sadeng untuk menganalisis tingkat kepuasan nelayan purse seine, gillnet dan handline terhadap pelayanan penyediaan kebutuhan melaut (solar, es, air bersih) dan fasilitas di PPP Sadeng. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan analisa deskriptif. Analisis yang digunakan untuk menganalisis tingkat kepuasan adalah Customer Satisfication Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang di PPP Sadeng kondisinya baik. Tingkat kepuasan nelayan purse seine terhadap pelayanan kebutuhan melaut solar 61,6% (cukup puas), kebutuhan es 63% (cukup puas), kebutuhan air bersih 56% (cukup puas), pelayanan fasilitas 56,8% (cukup puas). Tingkat kepuasan nelayan gillnet dan purse seine terhadap kebutuhan solar 66,2% (puas), kebutuhan es 67% (cukup puas), kebutuhan air bersih 65,4% (cukup puas), pelayanan fasilitas 66% (puas).
ANALISIS PERBANDINGAN LETAK UMPAN BUATAN PADA BOTTOM SET GILL NET TERHADAP RAJUNGAN DI PERAIRAN JEPARA JAWA TENGAH Makhshun Chanafi, M. Khanif; Asriyanto, Asriyanto; Purnama Fitri, Aristi Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.74 KB)

Abstract

Rajungan hewan yang termasuk golongan crustacea dimana dapat tertangkap dengan bottom set gill net yang merupakan alat tangkap pasif. Penggunaan umpan pada alat tangkap bottom set gill net yang bersifat pasif sangat diperlukan. Hal tersebut bertujuan agar rajungan dapat langsung mendekati penempatan bottom set gill net tanpa melihat keberadaan alat tangkap. Penelitian ini bertujuan mengetahui dan menganalisis pengaruh dan letak umpan buatan terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus sp.) dengan alat tangkap bottom set gill net di perairan Jepara. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental fishing. Umpan yang digunakan adalah pelet (pakan udang) dan perlakuannya yang pertama yaitu umpan diletakkan pada tali ris bawah dan perlakuan kedua umpan diletakkan pada 10 mata jaring dari tali ris bawah pada bottom set gill net dengan jarak antar umpan 1,5 m. Data dianalisis menggunakan SPSS 16 dengan uji normalitas, uji homogenitas dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan buatan (pakan udang) tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan (P > α 0,05) dan perbedaan letak umpan buatan (pakan udang) tidak berpengaruh terhadap rajungan (P > α 0,05).
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP PAYANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN Tambunsaribu, Jasi Rani; Ismail, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.743 KB)

Abstract

Produksi perikanan di PPP Wonokerto terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dimana alat tangkap Payang merupakan salah satu alat tangkap yang dominan di PPP Wonokerto. Dengan demikian, perlu diketahui seberapa jauh kegiatan perikanan payang masih dapat berjalan dengan layak untuk diusahakan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aspek teknis usaha perikanan tangkap payang dan menganalisis tingkat kelayakan usaha dari segi finansial dengan menghitung NPV, IRR, B/C Ratio dan PP. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus deskriptif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis teknis dan analisis finansial. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara pengukuran, observasi langsung dan wawancara, sedangkan pengambilan data sekunder dilakukan dengan mengambil data dan informasi dari instansi-instansi yang mendukung penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap payang yang di operasikan di perairan Wonokerto memiliki ukuran mata jaring (mesh size) 2 – 15 inchi, dengan hasil tangkapan ikan pelagis. Analisis finansial usaha perikanan tangkap payang didapatkan nilai NPV Rp 470.706.068; IRR 36 % ;PP 1,15 tahun; dan B/C ratio 1,25 yang berarti bahwa usaha perikanan tangkap payang di PPP Wonokerto layak secara finansial. Fish production in PPP Wonokerto continues to increase from year to year, which Payang fishing tool is one of the dominant fishing equipment in PPP Wonokerto. Therefore, needed to know how much payang fishing activity still be able to walk properly to be applied. This research purpose is to know the technical aspects of the payang fishery business and analyze the feasibility of financial terms to calculate NPV, IRR, B / C Ratio and PP. This study was conducted in May 2015. The method used was the descriptive case study method. The sampling method used was purposive sampling. Data analysis method used was the analysis of the technical and financial analysis. Primary data collection was done by measuring, direct observation and interviews, while secondary data collection was done by taking the data and information from agencies that support research. The results showed that the payang fishing equpment that operated in Wonokerto waters have a mesh size 2-15 inches, with catches of pelagic fish. Financial analysis to payang fishing obtained NPV value of Rp 470 706 068; IRR 36%; PP 1.15 years; and B / C ratio of 1.25, which means that the payang fishery business in PPP Wonokerto financially feasible.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL GORDON SCHAEFER SUMBERDAYA IKAN WADER (Rasbora sp) DI RAWA PENING, KABUPATEN SEMARANG Sari, Nopi; Pramonowibowo, -; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni N
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.976 KB)

Abstract

Pengelolaan sumberdaya ikan yang berkelanjutan sangat penting guna mencegah terjadinya eksploitasi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perikanan tangkap ikan wader di Rawa Pening, mengetahui tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan wader di Rawa Pening dengan indikator MSY, MEY dan OAE dan mengetahui kelayakan usaha penangkapan ikan wader di Rawa Pening. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan metode analisis data yang digunakan adalah analisis bioekonomi Gordon-Schaefer, analisis R/C dan BEP. Data yang digunakan merupakan data produksi selama 10 tahun dari tahun 2003–2012 sebagai data sekunder dan data trip, harga dan biaya sebagai data primer. Hasil analisa bioekonomi model Gordon-Schaefer pada sumberdaya ikan wader (Rasbora sp) menunjukkan hasil sebagai berikut: nilai CMSY sebesar 190.324 kg dengan jumlah trip sebanyak 8.892 trip/tahun. Nilai CMEY 187.171 kg dengan trip sebanyak 7.747 trip/tahun. Nilai COAE sebesar 85.374 kg dengan trip sebanyak 15.495 trip/tahun. Rata-rata keuntungan per trip yang dihasilkan adalah Rp. 41.118,- dengan nilai R/C sebesar 1,42 dan BEP produksi sebesar 5,51 kg. Secara biologi dan secara ekonomi, sumberdaya ikan wader (Rasbora sp) di Rawa Pening telah mengalami telah mengalami over fishing. Rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan wader secara ekonomi di Rawa Pening adalah 132,01%. Sustainable management of fisheries resources is needed to prevent fisheries resource from over exploitation. The purposes of this research were to find about characteristic of rasbora fishing in Rawa Pening, to find about rasbora (Rasbora sp) utilization in Rawa Pening with MSY, MEY and OAE indicators, and to find about feasibility effort of rasbora (Rasbora sp) in Rawa Pening. The method of this research was analysis descriptive, and the analysis data of this research was bioeconomic Gordon­-Schaefer Model, R/C analysis and BEP analysis. This research used production data of  Rasbora (Rasbora sp) for 10 years from 2003-2012 as secondary data, and efforts, price and cost as primary data. The result of Gordon-Schaefer method showed that (CMSY) for rasbora was 190.323 kg/ year with maximum fishing efforts 8892 efforts/ year. The maximum captured of economic yield (CMEY) 187.171 kg/year and (EMEY) of rasbora was 7.747 efforts/year. While limitation of the rasbora production at open access equilibrium (OAE) 85.374 kg/year and (EOAE) of rasbora was 15.495 efforts/year. The average profit of rasbora captured Rp. 41.118,-. The value of R/C ratio was 1,42 and the BEP production of rasbora (Rasbora sp) was 5,51/effort. In biologic and in economic, rasbora resources in Rawa Pening concluded over fishing. In economic, the average utilization of rasbora resources in Rawa Pening is 132,01%.