cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN JARING PEJER (BOTTOM SET GILL NET) ANGGOTA KUB (KELOMPOK USAHA BERSAMA) DAN NON ANGGOTA KUB DI DESA SUKOHARJO KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG Nazda, Sella; Mudzakir, Abdul Kohar; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.777 KB)

Abstract

Mayoritas masyarakat Desa Sukoharjo bermatapencaharian sebagai nelayan penangkap rajungan. Jaring Pejer (bottom set gill net) adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Sukoharjo untuk menangkap rajungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis produksi hasil tangkapan rajungan dan pengaruhnya terhadap pendapatan nelayan jaring Pejer dan menganalisis perbedaan pendapatan nelayan anggota KUB dan non anggota KUB dalam satu tahun. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan jaring Pejer di Desa Sukoharjo yang merupakan anggota KUB dan non-anggota KUB. Metode penelitian yaitu metode deskriptif studi kasus, dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan bersih yang diperoleh nelayan jaring Pejer anggota KUB adalah sebesar Rp 36.237.500,-/tahun atau Rp 3.675.000,-/bulan, sedangkan nelayan jaring Pejer non anggota KUB sebesar Rp 27.695.267,-/tahun atau Rp 3.258.267,-/bulan. Jumlah trip penangkapan dalam satu bulan adalah 20 trip dan dalam satu tahun terdapat 8,5 bulan operasi penangkapan. Rata-rata produksi rajungan dalam satu tahun sebanyak 675 kg. Berdasarkan hasil regresi linear sederhana yaitu nilai korelasi 0,775, produksi rajungan memiliki keeratan hubungan yang kuat pada pendapatan bersih yang diterima nelayan jaring Pejer, karena semakin besar jumlah produksi rajungan maka semakin tinggi tingkat pendapatannya. Berdasarkan hasil analisis Uji T, nilai Sig 2-tailed (0,002) < α = 5% (0,05) maka H1 diterima artinya pendapatan bersih nelayan anggota KUB lebih besar daripada nelayan non anggota KUB dalam satu tahun ini. Dana BLM dari pemerintah hanya diberikan satu kali saja, sehingga dana bantuan tersebut tidak memiliki pengaruh yang cukup besar dan berkelanjutan terhadap pendapatan nelayan jaring Pejer di Desa Sukoharjo. The majority of Sukoharjo villagers as a fishermen blue swimming crabs catcher. Pejer nets (bottom set gill net) is the gear used by fishermen to catch blue swimming crabs in Sukoharjo. The purposes of this research are analyzing the production of blue swimming crabs and its effect with fishermen’s income and analyzing the differences income of fishermen KUB’s member and non KUB’s member within a year. The population of this research is the Pejer’s fishermen in Sukoharjo village Pejer which is member of KUB and non-members of KUB. Research method is descriptive  case study, sampling method is used purposive sampling. The results showed that the members of KUB fishing income is Rp 36.237.500,-/year or Rp 3.675.000,-/month and non-members of KUB fishing income is Rp 27.695.267,-/year or Rp 3.258.267,-/month. Trips catching total in a month is 20 trip and within a year there are 8,5 months of fishing operated. Production of blue swimming crabs in the village of Sukoharjo average in one year is 675 kg. Based on the results of a simple linear regression correlation value 0,775, the production of blue swimming crab has a strong correlation with the Pejer’s fishermen income, because the greater production of blue swimming crab, then the level of fishermen’s income are upper. Based on the analysis of T-Test, Sig 2-tailed (0,002) < α = 5% (0,05) then H1 accepted so there are differences of net income per year between fishermen of KUB’s member and non KUB’s member. BLM funds from the government are only given one time, so that these funds do not have an appreciable impact on revenues and sustainable of fishermen Pejer net  in the Sukoharjo Village.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP CANTRANG 30 GT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIK AGUNG REMBANG Al Bayyinah, Auliya; Ismail, -; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.923 KB)

Abstract

Kabupaten Rembang merupakan Kabupaten yang terletak di pantai Utara Provinsi Jawa Tengah yang memiliki jumlah produksi perikanan tangkap terbesar di Provinsi Jawa Tengah dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Penelitian ini mengambil usaha penangkapan cantrang karena alat tangkap cantrang merupakan salah satu alat tangkap yang jumlahnya paling banyak dibandingkan Kecamatan lain di Kabupaten Rembang. Kapal cantrang yang dioperasikan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasik Agung berkisar antara 10 – 30 GT dengan 1 trip selama ± 7 – 25 hari. Mayoritas masyarakat di Desa Tasik Agung bekerja sebagai nelayan cantrang. Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diketahui sampai seberapa jauh kegiatan penangkapan menggunakan alat tangkap cantrang masih dapat memberikan keuntungan dan dikatakan layak. Penelitian ini bertujuan mengkaji aspek teknis perikanan cantrang dan menganalisis aspek kelayakan finansial usaha penangkapan cantrang di PPP Tasik Agung Rembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai Januari 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 8. Metode analisis  data yang digunakan adalah NPV, IRR, PP dan B/C Ratio. Hasil penelitian diketahui bahwa investasi yang diperlukan untuk usaha perikanan tangkap cantrang dengan ukuran kapal 30 GT berkisar antara Rp. 505.600.000,- sampai Rp. 598.200.000,-. Pendapatan rata-rata sebesar Rp. 1.070.260.281,-/th dengan biaya total Rp. 902.028.022,-/th menghasilkan keuntungan sebesar Rp. 168.232.259,- /th. Berdasarkan hasil perhitungan analisis finansial usaha perikanan tangkap cantrang diperoleh nilai NPV rata-rata Rp. 946.550.226,-, B/C ratio rata-rata 1,13 , IRR rata-rata 31% dan PP (Payback Period) rata-rata 3,30. Kesimpulan yang diperoleh adalah usaha perikanan tangkap cantrang di PPP Tasik Agung Rembang dapat dikatakan layak secara finansial. Rembang Regency is one of regencies located in the North Coast Area of Central Java Province which produces the largest fishing catch in Central Java Province. The object of this research is Danish Seine, a fishing gear that is more in its quantity in Rembang Sub district than other sub districts in Rembang Regency. Danish Seine, operated in Tasik Agung Fishing Port, has size 10 – 30 GT with its fishing trip is around 7 - 25 days. Most of people in Tasik Agung Village work as a fisherman using Danish Seine. Related with this condition, it is necessary to know how long fishing activity using Danish Seine will be profitable and can be done feasibly. The purpose of this research is to assess the technical aspect of Danish Seine and analyze feasibility aspect of fishing business using Danish Seine in Tasik Agung Coastal Fishing Port. This research was conducted on December 2013 until January 2014. The method used in this research is descriptive method and case study. The purposive sampling method is used in this research which gets 8 respondents. The data were analyzed using NPV, IRR, PP and B/C ratio. The findings of the research implies that the minimal investment required for fishing business using Danish Seine with a ship having size 30 GT was about Rp. 505.600.000,- to Rp. 598.200.000,-. The business made Rp. 1.070.260.281,-/year of average income with Rp. 902.028.022,-/year of total cost, this business made profit of Rp. 168.232.259,- /year. Based on the calculation of financial analysis of fishing business using Danish Seine, the average NPV is Rp. 946.550.226,-, the average of B/C ratio is 1,13 , the average of IRR is  31%,  and  the average of PP (Payback Period) is 3,30. From this research, it can be concluded that the fishing business using Danish Seine in Tasik Agung Fishing Port, Rembang is feasible.     
Analisis Pengaruh Perbedaan Jenis Umpan Pada Alat Tangkap Pancing Rawai Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Remang (Muraenasox talabon) di Perairan Rembang. Pamuntjak, Ivandeni Ronny Kurniawan; Jayanto, Bogi Budi; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.602 KB)

Abstract

Umpan merupakan faktor penunjang dalam kegiatan penangkapan ikan menggunakan alat tangkap pancing rawai. Pancing rawai tergolong alat tangkap yang bersifat pasif, dimana cara menarik perhatian sasarannya menggunakan umpan. Umpan yang digunakan oleh nelayan yaitu ikan juwi, untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi digunakan umpan ikan petek segar dan ikan petek yang diasinkan sebagai pembanding. dari hasil rumus yang didapat. Tujuan penelitian adalah menganalisis keefektifan penggunaan perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan alat tangkap pancing rawai di perairan Rembang. Metode yang digunakan adalah experimental fishing dengan mengunakan uji analisis statistik. Rawai menggunakan mata pancing berjumlah 1200 mata pancing yang dimana setiap 400 mata pancing diberi umpan yang berbeda. Pada 400 mata pancing pertama menggunakan umpan ikan petek segar sebagai pembanding pertama, 400 mata pancing kedua menggunakan umpan ikan juwi sebagai control, dan 400 mata pancing ketiga menggunakan umpan ikan petek yang diasinkan sebagai pembanding kedua. Taraf uji dilakukan sebanyak 8 kali pengulangan. Pelaksanaan penelitian pada bulan Agustus 2016 dan berlokasi di perairan Rembang. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan jenis umpan pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan mengunakan alat tangkap pancing rawai. Hal ini dibuktikan pada taraf uji one way anova menunjukan nilai Z 0,718 ≥ 0,05 yang artinya H0 diterima.
ANALISIS KINERJA SATKER PSDKP PEKALONGAN DILIHAT DARI ASPEK PERIKANAN TANGKAP DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN Anggityarini, Stella; Rosyid, Abdul; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.48 KB)

Abstract

PSDKP Unit Pekalongan is one of the public organizations that provides services, hence this factor affected PSDKP Unit performance towards the fishers entrepreneur. The purposes of study were to find out PSDKP Unit Pekalongan’s performance, analyze PSDKP Unit services quality towards fishing entrepeneur satifaction in PSDKP Unit Pekalongan and to analyze the research result to find solution from the problem that faced by the Satker PSDKP Pekalongan. The reseach method used in this reseach was descriptive method, while the sampling method used was purposive sampling by the number of samples taken 30 respondents. Data analysis methods used are Servqual Analysis and Cartesian Diagram. The result from the fishing’s services quality research were 79,40%. Servqual score analysis can be seen that expectation is 1472, while the perception is 1176, so that the Servqual score that can be obtained was -296. Cartesian Diagram analysis showed that power responsiveness dimension is in A quadrant it meant become first priority, empathy dimension in B quadrant it meant maintain performance, direct evidence dimension in C quadrant was inlow priority and reliability and assurance dimension in D quadrant was in overcome priority.
ANALISIS BIOEKONOMI MODEL COPES PERIKANAN DEMERSAL PESISIR REMBANG Tarigan, Timotius; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.156 KB)

Abstract

Perairan Rembang merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan demersal yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, karena memiliki 28,54% hasil laut ikan demersal dari total produksi ikan demersal di Indonesia. Pemanfaatan sumberdaya ikan demersal  hingga kini diusahakan oleh nelayan skala kecil dengan menggunakan alat tangkap seperti trammel dan cantrang. Dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan jumlah dan armada alat tangkap sehingga jumlah trip juga meningkat.sehinggasuatu saat nanti bisa terjadi penangkapan berlebih. Tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan demersal di perairan Rembang belum diketahui kondisinya apakah sudah mengalami overfishing atau belum. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai tingkat pemanfaatan dilihat dari aspek biologi dan ekonomi di perairan Rembang.            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi sumberdaya perikanan demersal di Kabupaten Rembang, mengaplikasikan metode Copes sehingga didapatkan upaya penangkapan (fopt), hasil tangkapan maksimum lestari (MSY), akses terbuka (OAE) dan kepemilikan tunggal (SO), dan menganalisis aspek biologi dan ekonomi pemanfaatan sumberdaya perikanan ikan demersal dengan daerah penangkapan perairan Rembang Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 di perairan Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah Nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg/trip  untuk cantrang dan 12 kg/trip untuk trammel, pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.119.577 kg/tahun, Produksi optimal (COAE) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 405.743  kg/tahun dan effort optimum (EOAE) sebesar 71.641 alat Trip/tahun. Produksi optimal (CSO) pada Sole Ownership (SO) sebesar 2.114.194 kg/tahun dan effort optimum (ESO) sebesar 35.821 Trip/tahun. Rembang seawater is one area deployment potential of demercal fish in the waters north of Central Java, because it has a 28.54% yield of total sea demersal demersal fish production in Indonesia. The utilization of demercal fish resources up to now that cultivated by small-scale fishermen uses fishing gear as a trammel and a cantrang. Not only over the years that is constantly increasing in quantity and a fleet of fishing tools, but also an increase in trips of fishing so someday its cause over-fishing. On the other side, the resource utilization rate of Demercal fish in Rembang waters isn`t yet known the conditions that over-fishing or not. Therefore need to do research on the utilization rate is seen from the aspect of biology and economics at Rembang waters.                 The purpose of this research were to identify the potential of Demercal fisheries, applying of Copes model, fopt, Maximum Sustainable Yield (MSY), Open Access Equilibrium (OAE), and Sole Ownership (SO). To identify aspects of biology and economics in the utilization of Demercal fish at Rembang waters, Rembang regency. This research was held in April of 2013 at Rembang waters, Central Java. The method of the research used descriptive method. The results of this study were the average value of Catch per Unit Effort (CPUE) 71 kg / trip to cantrang and 12 kg / trip to trammel, the Maximum Sustainable Yield (MSY) of 2,119,577 kg / year, optimal production (COAE) on Open Access Equilibrium (OAE) of 405 743 kg / year and optimum effort (EOAE) of 71 641 tools Trip / year. Optimal production (CSO) in Sole Ownership (SO) of 2,114,194 kg / year and optimum effort (ESO) of 35 821 Trip / year.
ANALISIS PERUBAHAN SALINITAS TERHADAP TINGKAT KEMATIAN DAN TINGKAH LAKU IKAN NILA MERAH (OREOCHROMIS NILOTICUS) SEBAGAI PENGGANTI UMPAN HIDUP PADA PENANGKAPAN CAKALANG Yatiningsih, Rizki; Besono, Herry; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.102 KB)

Abstract

Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang bersifat euryhaline. Ikan nila dapat digunakan sebagai alternatif pengganti umpan hidup pada penangkapan cakalang melalui aklimatisasi dari air tawar ke air payau.  Aklimatisasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan hidup ikan nila merah pada saat dijadikan umpan hidup. Umpan hidup pada penangkapan cakalang (Pole and Line) yang biasa digunakan yaitu nener, teri atau rambe, namun umpan hidup yang digunakan sulit didapat dan memiliki harga yang relatif mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematian ikan nila dan tingkah laku kan nila pada saat proses aklimatisasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2017. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental, pada penelitian ini dibagi menjadi dua tahapan penelitian yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Ikan nila merah dilakukan aklimatisasi salinitas dari air tawar dengan salinitas 0,1 ppt hingga air payau dengan salinitas 21 ppt. hasil perhitungan survival rate ikan nila merah setelah penambhanan salinitas hingga 21ppt didapatkan  rata – rata sebesar 92 % dan pada saat di uji cobakan di laut pada salinitas >30 ppt ikan nila mampu bertahan hidup. Tingkah laku ikan nila merah pada saat proses aklimatisasi ikan hanya mengalami stres ringan, sehingga ikan dapat beradaptasi kembali pada lingkungannya.
HUBUNGAN JENIS UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING ALAT TANGKAP RAWAI DASAR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KAKAP (Lutjanus sp) DI PERAIRAN PASIR, KEBUMEN Muandri, Nur; Asriyanto, Asriyanto; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.523 KB)

Abstract

Rawai dasar umum digunakan oleh nelayan di Perairan Pasir Kebumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil tangkapan ikan kakap (Lutjanus sp) terhadap penggunaan umpan dan ukuran mata pancing yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu jenis umpan dan ukuran mata pancing dengan 4 perlakuan yaitu (tembang,layur,nomor 6, dan nomor 9). Masing-masing dilakukan dengan 10 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan tembang berpengaruh terhadap hasil tangkapan dan umpan layur pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan Kakap (Lutjanus sp) hal ini dilihat dari hasil tangkapan umpan tembang bernomor 6 sebanyak 95 ekor, dan umpan tembang bernomor 9 sebanyak 85 ekor, serta umpan layur bernomor 6 sebanyak 57 ekor, dan umpan layur bernomor 9 sebanyak 43 ekor. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penggunaan alat tangkap pancing dengan kombinasi umpan tembang lebih baik digunakan.
ANALISA PERBEDAAN UMPAN DAN WAKTU PENGOPERASIAN PANCING ULUR TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) DI PERAIRAN PRIGI KABUPATEN TRENGGALEK, JAWA TIMUR Susanto, Mudhofar; Pramonowibowo, -; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.066 KB)

Abstract

Nelayan perairan Prigi umumnya mengoperasikan pancing ulur. Salah satu ikan hasil tangkapan yang memiliki nilai ekonomis tinggi adalah ikan tenggiri (Scomberomorus commerson). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan hasil tangkapan ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) berdasarkan perbedaan umpan dan waktu penangkapan alat tangkap pancing ulur. Metode eksperimental pada penelitian ini menggunakan 2 variabel yaitu perbedaan umpan dan waktu penangkapan. Umpan yang digunakan pada penelitian ini adalah umpan alami danumpan buatan, serta perbedaan waktu penangkapan yaitu waktu penangkapan siang hari dan waktu penangkapan malam hari. waktu penangkapan siang hari memberikan jumlah tangkapan ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) lebih banyak menggunakan umpan alami. Dengan demikian penggunaan umpan alami dan buatan memiliki hasil tangkapan ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pancing ulur dengan menggunakan umpan alami memberikan hasil tangkapan ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) lebih banyak daripada pancing ulur menggunakan umpan buatan. Pancing ulur dengan waktu penangkapan malam hari memberikan hasil tangkapan Ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) lebih banyak dari pada waktu penangkapan siang hari. Fishers objectives in prigi are commonly using hand line. One kind of fish with high economic value is King Mackerel. The purpose of this research to know the difference of king mackerel catches. With hand line use differentce bait and fishing time. Experimental method use 2 variables, were squid bait and fishing time. The baits used in this research were natural bait and artificial bait,elastic bait squid with fosfor, and the difference of fishing time, were the day light time and night. The result artificial bait was showed difference bait in the day light. So that natural bait and artificial bait using on hand line give different catches. The conclusion of this research that hand line fishing natural bait catch King Mackerel more than artificial bait. While the night fishing time catch King Mackerel more than the day fishing time.
ANALISIS FAKTOR PRODUKSI ALAT TANGKAP JARING INSANG (GILL NET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus sp) DI DESA SUKOHARJO KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH Juliastuti, Merida Tri; Mudzakir, Abdul Kohar; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.774 KB)

Abstract

Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang merupakan salah satu penghasil rajungan (Portunus sp) dengan alat tangkap jaring pejer yang dominan digunakan. Permintaan akan rajungan di pasar lokal maupun luar sangat tinggi sehingga banyak nelayan yang mengoperasikan jaring pejer untuk menangkap rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor produksi yang mempengaruhi hasil tangkapan nelayan jaring insang (gill net) rajungan dan menganalisis faktor produksi yang paling berpengaruh dan seberapa besar pengaruh faktor produksi terhadap hasil tangkapan rajngan di Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang Jawa Tengah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling.Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan jaring insang di Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang terdapat tiga faktor dari tujuh variabel, diantaranya bahan bakar (X1), jumlah tenaga kerja (X2) dan daya mesin (X5). Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan jaring insang di Desa Sukoharjo Kabupaten Rembang Jawa Tengah dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: Ln Y = 0,938 – 0,597 ln X1 + 0,539 ln X2 + 0,391 ln X5. Sukoharjo village, Rembang is one of the largest swimming crab (Portunus sp) with pejer net fishing gear (gill nets). The demand for crab in local and foreign markets are very high, that’s why there are many fishermen who operate nets pejer (gill nets) to catch swimming crabs. This study aims to identify factors that affect the production of swimming crab catches using gill nets (gill net) and analyze the factors of production that very influential and how big the influence of factors production to catch swimming crab in the village of Sukoharjo, Rembang, Central Java. The method used in this research is descriptive case studies and purposive sampling method. The analytical method used is the classic assumption test and the Cobb-Douglas production function. The results showed that the factors that contribute to the gill net fishing unit in the village of Sukoharjo, Rembang were three factors of seven variables, they are fuel (X1), the number of workers (X2), power machines (X5). The relation between the factors of production to the production of gill net fishing unit in the village of Sukoharjo, Rembang, Central Java can be represented in the model of the Cobb-Douglas function, namely as follows: Ln Y = 0,938 – 0,597 ln X1 + 0.539 ln X2 + 0,391 ln X5.
ANALISIS PEMASARAN HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp) DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) SE-KABUPATEN GUNUNGKIDUL Maisyaroh, Nisa; Ismail, -; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.353 KB)

Abstract

Lobster merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Kabupaten Gunungkidul. Nilai ekonomis lobster cukup tinggi yaitu mencapai Rp.200.000,- sampai Rp.400.000,- perKg. Lobster juga merupakan komoditas ekspor. Produksi lobster di Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2012 mencapai 88,27 ton. Produksi perikanan yang besar harus diimbangi dengan adanya pemasaran yang efisien mengingat dari hasil perikanan yang mudah rusak. Pemasaran merupakan hal yang paling penting dalam menjalankan sebuah usaha perikanan karena pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk saluran distribusi, margin pemasaran, keuntungan dan menganalisis efisiensi pemasaran pada tiap-tiap lembaga pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Secara khusus metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan metode pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bentuk saluran distribusi di setiap TPI ada 2 saluran yaitu Produsen à Pedagang Pengumpul à Konsumen dan Produsen à PedagangPengumpul à Eksportir. Margin pemasaran untuk saluran kedua di semua TPI dari pedagang pengumpul sama yaitu sebesar Rp. 50.000,-/kg. Margin pemasaran untuk saluran pertama di TPI Gunungkidul Lobster batu antara Rp.15.000,-/kg sampai Rp.25.000,-/kg, Lobster pasir antara Rp. 20.000,-/kg sampai Rp. 30.000,-/kg. Nilai efisiensi pemasaran yang paling efisien adalah saluran kedua, dimana nilai efisiensi saluran kedua lebih kecil dibandingkan nilai efisiensi saluran pertama. Lobster is one of fisheries commodities in Gunungkidul. Lobster is valued around Rp. 200.000,- to Rp. 400.000,- / kilogram and it makes lobster has high economic value. Lobstor is also one of export commodities.  The lobster production in Gunungkidul Regency in 2012 reached 88,72 tons. The high production of fish must be balanced with the efficient marketing of fishery products that are easily damaged. Marketing is the most important point in running a fishing business because marketing is an economic action that influences the fishermen’s income. The research was intended to analyze the distribution network, marketing margin, profit and the marketing efficiency in every market. Descriptive method was used in this research, specifically descriptive method using study case approach and accidental sampling method.  The result has shown that there are two distribution channels in every TPI 2 channels namely 1) Producer à fish wholesaler à Consumers and 2) Producer à fish wholesaler à Exporter. The marketing margins for the second line in all TPI from the same wholesaler is Rp. 50.000, - / kg. The marketing margin for the first line rock lobster between Rp.15,000,-/kg to Rp.25,000,-/kg. Sand lobster between Rp.20,000,-/kg to Rp.30,000,-/kg. The most efficient market value is the second line where the efficiency value is less than the first line’s efficiency value.