cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
PENGARUH PERBEDAAN WARNA JARING INSANG DASAR (BOTTOM SET GILL NET) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN JEPARA, JAWA TENGAH Zubaidi, Achmad; Boesono, Herry; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.859 KB)

Abstract

Jaring  insang  dasar (bottom set gillnet)  merupakan alat tangkap yang banyak digunakan nelayan di Kabupaten Jepara, khususnya nelayan di PPI Ujungbatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dasar berfosfor dan tidak berfosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara warna gill net dan lama perendaman terhadap hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus); menganalisis pengaruh perbedaan warna alat tangkap gill net yang digunakan terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) dan menganalisis pengaruh lama perendaman pada alat tangkap gill net terhadap jumlah hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus). Penelitian ini dilakukan pada 10 Oktober sampai dengan 25 Oktober 2014 di desa Ujungbatu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experimental fishing. Analisis penelitian ini terdiri dari variabel homogenitas, normalitas dan one way ANOVA. Analisis data diolah dengan mengunakan SPSS 16. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan jaring insang dasar warna fosfor biru mendapatkan hasil yang lebih banyak dari jaring insang dasar berwarna putih transparan.Bottom set gillnet on of fishing gear that used widely on the Jepara Regency, in particular fishermen in PPI Ujungbatu. This research was done using posphored bottom set gill net and gill net without pohsphor. The purpose of this research is to know the interactions between the gill net colors and long soaking against a small crab attaching catches (Portunus pelagicus); analyze the influence of the difference of colored gill net used against a number of catches (Portunus pelagicus) small crab attaching and analyze the effect of long immersion in the gill net fishing gear against a number of catches (Portunus pelagicus) small crab attaching. This research was conducted on October 10 until October 25, 2014 in the village of Ujungbatu. The methods used in this research is a method of experimental fishing. The analysis of this research consists of variables of its homogeneity, normality and one way ANOVA. Analysis of the data was processed using SPSS 16. The results of this study showed that the use of the net basic color phosphor blue gills get results more from the net basic gills are white transparent.
ANALISIS PEMETAAN SUMBERDAYA RAJUNGAN (Portunus sp.) YANG TERTANGKAP PADA ALAT TANGKAP BUBU DI PERAIRAN KALIORI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Primadjati, Anggarasatya; Boesono, Herry; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.768 KB)

Abstract

Perairan Kaliori merupakan perairan yang terletak  di Pantai Utara Jawa, Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah, dengan sektor andalannya adalah perikanan. Potensi hasil laut Kabupaten Rembang antara lain adalah ikan Layang, Tambak, Kembung, Selar, Tongkol, Cumi-Cumi, Kurisi, Teri, Manyung, Layur, Kakap, dan Rajungan (Bappeda, Kabupaten Rembang, 2005). Kegiatan penangkapan Rajungan salah satunya dilakukan dengan jenis alat tangkap bubu (Traps). Bubu Rajungan atau sering disebut Wuwu di Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang. ini bersifat pasif, dipasang diperairan pantai yang dioperasikan secara berangkai. Menyesuaikan perilaku Rajungan yang cenderung lebih aktif pada malam hari maka pengoprasian bubu Rajungan pun dilakukan pada malam/pagi hari (Yusuf, 2007). Selama ini, perairan Rembang memiliki aktivitas penangkapan yang tidak ter-record dengan baik, khususnya dalam sumberdaya Rajungan yang belum terdata dengan baik secara bulanan maupun tahunan, dengan adanya penelitian ini dapat memetakan lokasi potensial fishing ground sumberdaya rajungan sehingga hasil dari penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui sebaran sumberdaya Rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat peta daerah penangkapan Rajungan yang ditangkap dengan alat tangkap bubu dan menganalisis pengaruh parameter oseanografi yaitu kedalaman dan salinitas terhadap hasil tangkapan rajungan di Perairan Kaliori Kabupaten Rembang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2013 di perairan Kaliori Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Data primer yang digunakan yaitu fishing ground bubu, metode pengoprasian bubu, musim penangkapan rajungan menggunakan bubu; hasil tangkapan bubu, dan konstruksi bubu. Sedangkan data sekunder yang didapat yaitu jumlah dan jenis alat tangkap di Kabupaten Rembang dan produksi dan nilai produksi perikanan tangkap Kabupaten Rembang. data primer tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan software ArcGis 9.3 dan SPSS 16. Hasil dari penelitian ini adalah Terbentuknya peta sumberdaya rajungan berdasarkan variabel kedalaman, salinitas, koordinat dan hasil tangkapan. Berdasarkan uji SPSS parameter kedalaman berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan sementara parameter salinitas tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan. Kaliori’s waters located in north coast java, Rembang Regency. Rembang Regency Marine product potential specifically mackarel scad, mackerel, trevally, mackarel tuna, squid, threadfin bream, white bait, ribbon fish, snapper and crab (Bappeda Rembang, 2005). Crab caught by pot passively. The pot set up on coastal waters concatenated. adapt crab behavior active on the night, then placing the pot crab do on night (Yusuf, 2007). To date, rembang’s waters had no record well about fishing activity especially crab in monthly or year. By this research, mapping potentially fishing ground of crab to be knew crab resource distribution. The purposes of this research were mapping crab fishing ground caught by pot and oceanography parameter analysis specifically depth and salinity for crab caught in Kaliori water. This research conduct on November 2013 at Kaliori water Rembang Regency, Central Java. The research used explorative method. The premiere data were fishing ground, pot, pot fishing method, fishing crab season, pot haul and pot construction. The secunder data were amount and type of fishing gear at Rembang Regency and product and return of fishing gear. Then, the primary data analyzed by ArcGis 9.3 software and SPSS 16. The result of the research shown map of crab resource by depth, salinity, coordinate and haul variable. Based on SPSS check, the depth take effect of crab fishing trap meanwhile the salinity take no effect of crab fishing trap.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA NELAYAN MINI PURSE SEINE, DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK Sari, Arum Laela; Bambang, Azis Nur; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.032 KB)

Abstract

Usaha perikanan mini purse seine di PPP Morodemak merupakan usaha penangkapan yang menguntungkan dan menjadi sumbangan terbesar produksi ikan hasil tangkapan di TPI Morodemak, hal ini mengindikasikan bahwa nelayan mini purse seine hidup dalam taraf yang sejahtera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan keluarga nelayan mini purse seine di PPP Morodemak berdasarkan indikator kesejahteraan BPS,UMR dan NTN, dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga nelayan mini purse seine di PPP Morodemak. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Jumlah sampel yang diambil yaitu 39 orang juragan dan 61 orang ABK. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dan slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang dilengkapi daftar kuisioner dan observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan Indikator Kesejahteraan BPS, UMR serta konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan juragan dengan indikator BPS di atas 33 atau sejahtera tinggi, sedangkan ABK yaitu 26-36 yang artinya sejahtera sedang dan sejahtera tinggi. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan UMR Kabupaten Demak untuk nelayan juragan >1.900.000 termasuk dalam kriteria sejahtera tinggi/diatas UMR, dan untuk ABK yaitu 48 orang sudah berpenghasilan >1.900.000 yang artinya sejahtera tinggi/diatas UMR. Hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN) untuk nelayan juragan yaitu >1 yang menunjukkan bahwa juragan termasuk dalam kriteria sejahtera tinggi, sedangkan untuk ABK yaitu 48 orang=1 yang artinya sejahtera sedang. Hasil dari analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan adalah Ho ditolak karena terdapat variabel-variabel yang mempengaruhi dengan nilai sig dibawah 0,05.
PERBEDAAN PENGGUNAAN MATA PANCING DAN JAKET TUNA TERHADAP KECEPATAN PENARIKAN HASIL TANGKAPAN TUNA (Thunnus albacares) DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PERAIRAN SUKABUMI, JAWA BARAT Kristiawan, Hendrik Ari; Boesono, Herry; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.007 KB)

Abstract

Tuna jacket in appliance assist handling at the time of tuna caught with fishing rod postpone which attached or utilized by fish-hook time of fishing rod postpone capture target fish hooking, functioning as a means of protector or eaten of haul fish to be preyed or eaten by other fish and tie down peripatetic capture fish to be quickly become death.Purpose of this research is to know and analyse influence of usage of appliance assist in the form of tuna jacket to time withdrawal of fish haul of tuna and know difference of tuna haul by using optometry fish between number 2 and number 5. Method which used in this research that is eksperimental because data not yet been obtained and not yet made available so that variable to be measured have to be awakened its data pass attempt, observation to new data can be run after conducted the attempt.Result of from method of experimental obtained bydata which to show that caught fish use tuna jacket can be pulled with short meter if compared to if without using appliance assist the because [at] appliance assist the tuna jacket can close tuna gill fin in order not to be open so that gill moment closed hence fish incapable of breathing and will quickly weaken easier so that for haul. While for the difference of fishing rod eye don't have influence because its true result of which got much the same to.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN LAYUR (Trichiurus lepturus) YANG DIDARATKAN DI TPI TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Pribadi, Teguh; Ismail, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.41 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Rembang merupakan salah satu wilayah penyebaran ikan Layur yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, yaitu sebanyak 91.966 kg pada tahun 2012. Kelestarian sumberdaya akan terancam jika upaya pemanfaatan yang terus meningkat, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah penganalisisan aspek biologi dan ekonomi sumberdaya Ikan Layur di Pesisir Kabupaten Rembang yang meliputi produksi Layur per usaha penangkapan (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY),  Maximum Economic Yield  (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE).Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April dan Juli 2013. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap yang hasil tangkapannya adalah Ikan Layur di TPI Tanjungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 11 nelayan. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah metode time series dan metode bioekonomi model Schafer. Analisis aspek biologis dan ekonomis dengan menggunakan model Schaefer untuk menghitung MSY,MEY, dan OAE. Hasil penelitian dapat ditunjukan dari nilai rata-rata Catch per Unit Effort (CPUE) sumberdaya Layur pada tahun 2008-2012 di TPI Tanjungsari Kabupaten Rembang adalah 5,92 kg/alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 162.073 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 18.387 Trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Sole Ownership (SO) sebesar 151.837 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 13.767 Trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 121.9 76 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 27.533 Trip/tahun. Rembang at Regency Seawaters is one of distribution area of potential belt fish that located in northern coastal of Central Java Province, that producted 91.966 Kg in 2012.  If there is no control in the resources utilization, the resources will be threaten with the increasing of fishing exploitation  on this resources This research aims were to analyze biological and economic aspect of the utilization of ribbon fish in TPI Tanjungsari Rembang Regency Seawaters which includes Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Sole Ownership (MEY), and Open Access Equilibrium (OAE).This research conducted in April-June 2013. Research material was unit of small scale fishing industries was put ribbon fish target in TPI Tanjungsari. Research method was descriptive method. Sampling method was purposive sampling with 11 samples obtained. Data that used in this research were primary and secondary data. Data analysis method used time series and bioeconomic method Schaefer-Copes Model. Analysis of biological and economical aspects of using the Gordon Schaefer model to get MSY, MEY and OAE.  This study showed that the average of Catch per Unit Effort (CPUE) belt fish potency rate for 2008-2012 in TPI Tanjungsari Rembang Regency Seawaters is 5,92 kilograms/trip. The optimum product (Copt) of the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 162.073 kilograms per year with optimum effort (Eopt) was 18.387 trip per year. The optimum product (Copt) of the Maximum Economic Yield (MEY) was 151.837 kilograms per year with optimum effort (Eopt) was 13.767 trip per year. The optimum product (Copt) of the Open Access Equilibrium (OAE) was 121.976 kilograms per year with optimum effort (Eopt) was 27.533  trip per year.
Analisis Kepuasan Pengguna Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, Bali Malinda, Delza; Boesono, Herry; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.104 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)  Pengambengan memiliki peran strategis dalam pembangunan perikanan dan kelautan yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. PPN Pengambengan dituntut untuk meningkatkan kualitas dan pendayagunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk tingkat kepuasan pengguna PPN Pengambengan. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif, metode analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, Customer Satifaction Index (CSI) dan Importance and Performance Analysis (IPA). Nilai tersebut menunjukan bahwa kinerja PPN Pengambengan baik. Nilai Indeks Kepuasan pengguna berupa nelayan dan bakul masing- masing adalah 70,32% dan 75,76% artinya pengguna PPN Pengambengan puas dengan pelayanan atau kinerja dari PPN Pengambengan.
ANALISIS USAHA PERIKANAN PADA ALAT TANGKAP BUBU DI PERAIRAN RAWAPENING DESA LOPAIT KECAMATAN TUNTANG KABUPATEN SEMARANG Setyawan, Ringga; Wibowo, Bambang Argo; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.856 KB)

Abstract

Aspek ekonomi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pengembangan suatu usaha, diantaranya besar keuntungan dan waktu pengembalian modal. Usaha penangkapan alat tangkap bubu pencarian keuntungan menjadi tujuan utama. Oleh karena itu, dengan analisis usaha dapat diketahui apakah usaha tersebut menguntungkan atau tidak, serta besarnya tingkat keuntungan yang dapat dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini melakukan identifikasi alat tangkap bubu yang meliputi spesifikasi alat tangkap, cara operasi, hasil tangkapan, dan jenis ikan hasil tangkapan pada berbagai lokasi penangkapan dan melakukan analisis financial penggunaan alat tangkap bubu yang beroperasi di Perairan Rawapening. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel acak distratifikasi Purposive Sampling. pendapatan nelayan bubu bambu sebesar Rp 10.250.000,00, nelayan bubu plastik sebesar Rp 3.365.000. Dari analisis finansial didapatkan hasil NPV bubu bambu -3.756.902,00, R/C 1,84, IRR 30 untuk bubu plastik 574.208,00, R/C 1,25, IRR 42. Kesimpulan yang diperoleh usaha bubu bambu memiliki keuntungan yang lebih besar. Dari analisis finansial untuk kedua usaha penangkapan masih layak untuk dijalankan.
ANALISIS KESESUAIAN FASILITAS FUNGSIONAL DAN FASILITAS PENUNJANG PELABUHAN PERIKANAN BERBASIS ECOPORT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI, TEGAL Satari, Fachrudin; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.149 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari merupakan pusat kegiatan nelayan, pedagang, dan pengolah ikan di Kota Tegal. Hal ini didukung oleh letaknya yang strategis sehingga berpotensi menjadi pelabuhan perikanan yang ideal serta tidak mengabaikan aspek lingkungan (ecoport). Untuk menjadikan PPP Tegalsari berbasis ecoport perlu dilakukan analisis kesesuaian terhadap standar ecoport. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang pelabuhan perikanan yang berkaitan dengan ecoport, menganalisis kesesuaian pelabuhan perikanan sesuai dengan indeks ecoport, menentukan strategi pengelolaan pelabuhan perikanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data secara purposive sampling serta menggunakan analisis data yaitu analisis pengembangan pelabuhan perikanan berwawasan lingkungan (ecoport) dan analisis road map. Hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi fasilitas fungsional dan fasilitas penunjang pelabuhan perikanan yang  berkaitan dengan ecoport di PPP Tegalsari diketahui sudah lengkap dan dalam kondisi terawat, untuk IPAL dan MCK sudah rusak, mendapatkan nilai skor indeks ecoport 1,94 yang artinya perlu adanya peningkatan menuju ecoport. Dari hasil analisis road map, perencanaan pembangunan dapat dilakukan dalam dua periode, yaitu jangka pendek (1 - 5 tahun) dan jangka menengah (6 - 10 tahun). Pengembangan jangka pendek merupakan tahap pembangunan yang harus diprioritaskan untuk meningkatkan kualitas pelabuhan menuju pelabuhan perikanan ecoport termasuk kualitas hasil tangkapan, sedangkan jangka menengah dilakukan untuk peningkatan kuantitas hasil tangkapan ikan yang didaratkan di PPP Tegalsari. Tegalsari Coastal Fishing Port (PPP Tegalsari) are the center of fishermen, traders and fish processors activity in Tegal. It is supported by strategic location so have potential to became ideal fishing port which does not ignore the environmental aspects (ecoport). For made the PPP Tegalsari based on ecoport, it is to be suitability analyze standards ecoport. This research aims to determine the condition of the functional facilities and supporting facilities related to ecoport, suitability analyze of the fishing port based on ecoport index, determine strategy of the fishing port management. The method in this research is descriptive method with data collection method as purposive sampling, also using the data analysis is development analysis of ecoport and analysis of road map. The result showed the condition of the functional facilities and supporting facilities related to the ecoport in PPP Tegalsari known is full equipped and good condition, for IPAL and MCK it has been damaged, and obtained ecoport index score of 1.94 which means to increase towards ecoport. From the analysis of road map, the planning of development can be done in two periods, that’s short-term (1-5 years) and medium term (6-10 years). Short-term development is the stage of development that should be prioritized to improve the quality of the port to the ecoport including the quality of the catch, while the medium-term is done to increase the quantity of fish catches that landed in PPP Tegalsari.
TINGKAT PEMANFAATAN PERIKANAN DEMERSAL DI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG Saputro, Pratama; Wibowo, Bambang Argo; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.119 KB)

Abstract

Sumberdaya Ikan Demersal adalah jenis-jenis ikan yang hidup didasar atau dekat dasar perairan dan merupakan sumberdaya ikan yang cukup penting di Laut Jawa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kepadatan stok dan biomassa perikanan demersal, menganalisis Maximum Sustainable Yield (MSY),  Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE) perikanan demersal serta menganalisis tingkat pemanfaatan perikanan demersal di Kabupaten Rembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode analisa data yang digunakan adalah metode bioekonomi model Gordon-Schaefer dan metode swept area. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan stok sebesar 125,92 kg/km2 dan biomassa sebesar 4.249,83 kg dalam area survey 43,2 km2. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Sustainable Yield (MSY) sebesar 2.346.536 kg/tahun dan effort optimal (Eopt)sebesar 17.491 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Maximum Economic Yield (MEY) sebesar 1.932.035 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 10.140 trip/tahun. Produksi optimal (Copt) pada Open Access Equilibrium (OAE) sebesar 2.286.900 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 20.279 trip/tahun. Tingkat pemanfaatan rata-rata sebesar 83.71% dari jumlah tangkapan yang diperbolehkan, menandakan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan demersal di Kabupaten Rembang berada pada status fully exploited. Demersal fish resources are the types of fish that live near the bottom or bottom-dwelling and an important resource in the Java Sea. The aim of this research is to identify the density and biomass of demersal fisheries stocks, analyzing the Maximum Sustainable Yield (MSY) , Maximum Economic Yield (MEY) , and Open Access Equilibrium (OAE) demersal fisheries as well as analyzing the utilization rate of demersal fisheries in the Rembang regency. The method used is descriptive method. Data analysis method used is the method bioekonomi Gordon - Schaefer models and methods of swept area. The results showed the density of stock was 125,92 kg/km² and biomass was 4.249,83 kg in the survey area 43.2 km². Optimal production (Copt) on Maximum Sustainable Yield (MSY) was 2.346.536 kg/year and the optimal effort (Eopt) was 17.491 trips/year. Optimal production (Copt) in the Maximum Economic Yield (MEY) was 1.932.035 kg/year and optimum effort (Eopt) was 10.140 trips/year . Optimal production (Copt) on Open Access Equilibrium (OAE) was 2.286.900 kg/year and optimum effort (Eopt) was 20.279 trips/year. Average utilization rate was 83.71% of the total allowable catch , which means that the demersal fish resource utilization rate fully exploited.
ANALISIS PRODUKTIVITAS PURSE SEINE GARDAN DAN PURSE SEINE SLEREK DENGAN FISHING BASE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI JAWA TIMUR Perkasa, Tegar; Wijayanto, Dian; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.4 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas purse seine gardan dan purse seine slerek di PPP Muncar Banyuwangi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode penentuan sampel menggunakan metode non probability sampling, yaitu  accidental sampling (convenience sampling). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis produktivitas dan analisis data statistik untuk uji perbandingan menggunakan uji t atau Mann Whitney U test. Hasil penelitian tersebut purse seine slerek lebih produktif dibandingkan dengan purse seine gardan yang dapat dilihat dari beberapa faktor produktivitas menunjukkan hasil yang lebih besar yaitu pada produktivitas per trip, produktivitas per ABK, produktivitas per GT, dan produktivitas per PK. Sedangkan pada produktivitas per BBM dan produktivitas per biaya menunjukkan hasil bahwa purse seine gardan lebih produktif dibandingkan dengan purse seine slerek karena biaya operasional setiap hari lebih kecil.   The purpose of this research was to know and analyze productivity of purse seine gardan and purse seine slerek at Muncar Coastal Fishing Port in Banyuwangi, East Java. The method of this research used descriptive method. The sampling method used non-probability sampling method, i.e. accidental sampling (convenience sampling).  Data analysis method used analysis of productivity and analysis of statistical data. Comparison test used Independent samplet test or Mann Whitney U test. The research  result showed that purse seine slerek more productive than purse seine gardan, could be seen from several factors of productivity showed the greater result in productivity per trip, productivity per crew, productivity per GT, and productivity per PK. While for productivity per fuel and productivity per cost, showed that purse seine gardan was more productive than purse seine slerek because operational costs of purse seine gardan were more little every day.