cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN IKAN LAYUR (Trichiurus sp) DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR (Handline) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU SUKABUMI Sudrajat, Siti Meilanisa Nurul Iman; Rosyid, Abdul; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.069 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek teknis dan finansial usaha penangkapan ikan layur menggunakan pancing ulur di PPN Palabuhanratu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 sampai dengan Januari 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara dan pengambilan data sekunder di instansi yang mendukung penelitian.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan ikan layur menggunakan pancing ulur sebesar Rp 106.077.133,- per tahun dengan keuntungan rata-rata sebesar Rp. 14.489.400,- per tahun. Usaha penangkapan tersebut layak untuk dijalankan, karena mempunyai nilai NPV sebesar Rp. 85.578.942,-; IRR 54 %; B/C Ratio 1,1 dan payback period 3,2 tahun. Pengendalian jumlah hasil tangkapan ikan layur, penggunaan mesin 15 PK serta pengaktifan kembali TPI dapat dilakukan guna meningkatkan perkembangan usaha penangkapan ikan layur dimasa mendatang. This reaserch objective to analyze the technical and financial aspects of the hairtails fishing industry using handline in PPN Palabuhanratu. This research was conducted from December 2013 to January 2014. Descriptive method was used in this reasearch. Sampling was purposive sampling. Collecting data should be conducted by direct observation, interviews, and secondary data collection agencies that support research. The research result showed that the average income level of hairtails  fishing business using handline is Rp 106.077.133,- per year with an average benefit of Rp. 14.489.400,- per year. The feasibility analysis for fishing business resulted in the NPV: Rp. 85.578.942,-; IRR: 54%, B/C ratio: 1,1  and PP: 3,2 years. Controlling amount of catching and machine used 15 HP as well as the reactivation of the fish auction (TPI) can be done to improve the development of  hairtails fishing in future.
Analisis Perbandingan Pendapatan Nelayan Dengan Pola Waktu Penangkapan Berbeda Pada Alat Tangkap Anco (Lift Net) di Perairan Rawa Bulung, Kabupaten Kudus Sari, Rullyta Puspita; Wijayanto, Dian; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.857 KB)

Abstract

Desa Bulung adalah desa yang warganya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Alat tangkap yang paling banyak digunakan untuk menangkap ikan adalah Anco (Lift Net). Pemanfaatan sumberdaya ikan yang berlebihan menyebabkan produksi ikan mengalami penurunan yang cukup drastis. Upaya yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk tetap melestarikan sumberdaya ikan adalah dengan memberi kebijakan pembatasan waktu penangkapan ikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui aspek teknis perikanan Anco; analisis aspek ekonomi yang terdiri dari produksi, biaya, penerimaan dan keuntungan nelayan Anco; dan mengestimasi pola waktu penangkapan berbeda terhadap produksi, biaya, penerimaan dan keuntungan nelayan Anco di Desa Bulung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.  Metode analisis yang digunakan adalah uji t (paired sample t test) dengan asumsi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai residual data produksi, biaya, penerimaan dan keuntungan memiliki varians yang sama dan berdistribusi normal. Pola waktu penangkapan yang digunakan dalam penelitian adalah 8 bulan (207 trip), 6 bulan (154 trip), 4 bulan (102 trip). Estimasi perhitungan terhadap produksi, biaya dan penerimaan nelayan anco di Desa Bulung diperoleh nilai tertinggi pada 8 bulan penangkapan, tetapi keuntungan total maksimum yang diperoleh terdapat pada 4 bulan penangkapan sebagai nelayan dan 8 bulan sebagai petani yaitu sebesar Rp 19.344.300. Sehingga sebaiknya nelayan anco melakukan penangkapan ikan pada bulan Desember hingga Maret (musim puncak) dan pada bulan April hingga November bekerja sebagai petani.
PENGARUH PERBEDAAN UKURAN MATA PANCING DAN JENIS UMPAN PANCING SOGOK (HANDLINE) TERHADAP HASIL TANGKAPAN BELUT (Monopterus albus) DI RAWA PENING SEMARANG Prasetiyo, Andi; Fitri, Aristi; -, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.244 KB)

Abstract

Fishing operations on eel (Monopterus albus) generally uses traps, handline and electrical fishing tools but in this research uses fishing gear called ‘pancing sogok’. ‘Pancing sogok is a fishing gear that consists of stick, line and a hook which operated by embedded on land and left in a night. The aim of this experiment were analyzed effects of size differences on hook (size 1 and 12), analyzed effects of bait differences on type (frog and worm) in Rawa Pening Semarang. The experimental method that used for this experiment was experimental fishing method with 2 variables, which is hook size and type of bait with 4 treatments. Data analysis used normality test and ANOVA test done with SPSS 16.0. The results showed that the differences between hook size number 1 and number 12 gave influences to the amount of eel catch (Monopterus albus). It’s showed by sig score hook size no.1 is 0,00 and sig score hook size no. 12 is 0,00 which both of them have sig score less than 0,05 and it meant H0 pushed away so it concluded that the hook size influenced the fishing catch. In other side, type of bait between frog and worm didn’t give influences on the amount of eel catch (Monopterus albus), it’s showed by sig score frog bait and worm bait which is 0,517 and 0,032 which both of them more than 0,05 and it’s meant H0 accepted. ANOVA test result showed that nothing interaction between hook size and type of bait.
PENGARUH PERBEDAAN TRANSPARANSI BUBU DAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN WADER (Rasbora argyrotaenia) DI RAWA JOMBOR, KABUPATEN KLATEN Norfahronni, Rizky Muhammadin; Asriyanto, -; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.469 KB)

Abstract

Kabupaten Klaten mempunyai banyak tujuan wisata budaya maupun alam. Salah satu obyek wisata yang terdapat dalam wilayah Klaten adalah obyek wisata Waduk Jombor atau lebih dikenal dengan sebutan Rawa Jombor. Rawa ini memiliki luas 198 ha dengan kedalaman mencapai 4,5 m dan memiliki daya tampung air 4 juta m3. Di Rawa Jombor sendiri ikan wader termasuk ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi sebesar Rp.20.000,- perkilonya. Nelayan setempat biasanya menggukan alat tangkap bubu botol untuk proses penangkapan wader. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh perbedaan trasparansi bubu, menganalisis pengaruh perbedaan pemberian umpan dan menganalisis ada tidaknya interaksi antara faktor transparansi bubu dan perbedaan umpan terhadap jumlah (ekor) dan berat (gram) hasil tangkapan ikan wader (Rasbora argyrotaenia). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental fishing. Berdasarkan hasil penelitian,  adanya pengaruh perbedaan antara transparansi bubu dengan hasil tangkapan bubu transparan 244 ekorseberat 1600 gram dan bubu tidak transparan 101 ekor seberat 660 gram, adanya pengaruh perbedaan permberian umpan dengan hasil tangkapan menggunakan umpan pelet 286 ekor seberat 1895 gram, terasi 59 ekor seberat 265 gram dan tanpa umpan kosong, serta tidak adanya interaksi antara faktor transparansi bubu dan perbedaan umpan dilihat dari nilai F sebesar 53,342 dan nilai probabillitasnya 0.086. Klaten has many cultural and natural tourist destinations. One of the tourism site that is exist with in the city is Jombor Reservoir or renowned as Rawa Jombor. The marsh has an area of 198 hectares with 4.5 meters depth and has capacity of 4 million m3 water. Wader fish on the marsh has economical value, each of them can be sold approximately Rp. 20.000,- /kg. Local fishermen usually use bottle traps as fishing gear to catch fishes. The purpose of this study was analyzing the effect of differences the effect of different bait, connection between the trap transparancy factor and differences between various baits to the amount and weight of cought wader fish (Rasbora argyrotaenia). This study used experimental fishing method. According to the result of the research, there were differences between trap transparancy with catching result. The results of transparancy trap were 244 fishes with 1600 grams weight and the traps are not transparent were 101 fishes with 660 grams weight and the effect of different bait with catching result using pellets bait were 286 fishes with 1.895 grams weight, shrimp were 59 fishes with 265 grams weight and without bait has no result, and there is no relation between trap transparancy and different bait according to F value of 53,342 and probability value is 0.086.
ANALISIS KERAMAHAN LINGKUNGAN BUBU RAJUNGAN MODIFIKASI CELAH PELOLOSAN DI PERAIRAN KABUPATEN REMBANG Ummaiyah, Chahyawati; Fitri, Aristi Dian Purnama; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.432 KB)

Abstract

Kajian mengenai keramahan lingkungan perlu dilakukan pada semua alat penangkap ikan, agar tercipta alat tangkap yang ramah lingkungan, yaitu alat tangkap yang tidak merusak lingkungan dan sumberdaya ikan, sehingga akan terwujud perikanan tangkap yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian adalah menentukan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap bubu modifikasi. Penelitian dilakukan pada bulan November 2016 di Perairan Rembang. Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental fishing dengan penambahan celah pelolosan dengan ukuran P x L yaitu 10 cm x 2 cm pada bubu rajungan A1 (tanpa celah), bubu A2(1 celah pelolosan), dan bubu A3 (2 celah pelolosan)   pada bubu rajungan. Hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) 236 ekor (65%), dan hasil tangkapan sampingan Kroyo (Paratelphusa maculata) 40 ekor (11%), Kerapu Macan (Ephinephelu fuscoguttatus) 20 ekor (6%), Keong Macan (Babylonia spirata) 68 ekor (18%). Ukuran rajungan yang telah matang gonad  CW (carapace weigth) 10,56 cm. Berdasarkan proporsi jumlah tangkapan (ekor) dan segi bobot tangkapan bubu A1, A2, dan A3 > 60%, maka dapat dikatakan ramah lingkungan, sedangkan hasil tangkapan sampingan (HTS) bubu ini A1, A2, dan A3 ramah lingkungan karena  > 60%. Berdasarkan data Lm (length at first maturity) rajungan, bubu A1 ramah lingkungan karena persentase jumlah tangkapan Lm > 10 cm, sedangkan bubu A2 dan A3 tidak ramah lingkungan karena Lm < 60%. 
ANALISIS PENANGANAN (HANDLING) HASIL TANGKAPAN KAPAL PURSE SEINE YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO KABUPATEN PATI Hastrini, Ria; Rosyid, Abdul; Riyadi, Putut Har
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.291 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo adalah salah satu Pelabuhan Perikanan yangterletak di Provinsi Jawa Tengah. Purse seine merupakan alat tangkap dominan di TPI unit II PPPBajomulyo. Jumlah ikan layang (Decapterus spp) mencapai 86% dari seluruh hasil tangkapanpurse seine. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi dan jenis hasil tangkapan kapalpurse seine, menganalisis penanganan dan kualitas hasil tangkapan kapal purse seine, danmenganalisis perbandingan jenis pengawetan freezer dan es yang digunakan kapal purse seine.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yang bersifat studi kasus dengananalisa laboratorium. Hasil penelitian menujukkan bahwa nilai organoleptik sampel ikan layangpada kapal purse seine freezer sebesar 7.45    7.63 dan 7.51    7.76 dan kapal purse seinees sebesar 6.87    7.04 dan 6.88    7.07 . Pengujian formalin secara kualitatif terhadapkeempat sampel ikan layang menunjukkan hasil negatif yang berarti ikan tersebut tidakmengandung formalin. Nilai Angka Lempeng Total (ALT) sampel ikan dari kapal purse seinefreezer 55 dan 113 GT yaitu sebesar 9,3 x 103 dan 7,6 x 103 col/gram, lebih sedikit dibandingdengan es 49 dan 95 GT, yaitu 1,6 x 104 dan 1,1 x 104 col/gram, keempat sampel ikan layangtersebut masih dalam batas ambang SNI ALT yaitu dibawah 5 x 105 col/gram. Dari analisalaboratorium tersebut menunjukkan bahwa penanganan dengan jenis pengawetan freezer dankualitas ikan layang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis pengawetan es.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) YANG DIDARATKAN DI PPN BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Azkia, Lana Izzul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.897 KB)

Abstract

Kakap Merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor yang memiliki harga rata-rata tertinggi dibandingkan ikan lainnya di PPN Brondong. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil tangkapan per upaya penangkapan sumberdaya Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong dan menganalisis pola musim penangkapan sumberdaya ikan Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dan deskriptif. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 90 orang responden. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui hasil tangkapan per upaya penangkapan adalah analisis CPUE dan standarisasi alat tangkap sedangkan untuk mengetahui pola musim penangkapan digunakan metode rata-rata bergerak. Hasil penelitian menunjukkan nilai Hasil tangkapan per upaya penangkapan atau CPUE (Catch Per Unit Effort) sumberdaya Kakap merah yang didaratkan di PPN Brondong tahun  2008-2014 berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan dengan nilai rata-rata CPUE sebesar 3511,40 kg/trip/tahun. Berdasarkan nilai IMP diketahui bahwa musim puncak penangkapan Kakap merah terjadi pada bulan November.   Red snapper (Lutjanus sp.) is export comodity had the highest average price from the other fishes in Brondong Arcipelagic Fishing Port. The purpose of this research to analyze Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan and analyze fishing season pattern of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan. The method in this research was survey and descriptive method. The sampling method was purposive sampling with 90 respondent. Data Analysis to know Catch Per Unit Effort used CPUE analysis and fishing gear standaritation method, while data analysis to know fishing season pattern used moving average method. The result showed that Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan have fluctuation and inclined to be down. Based on the index was known that the peak fishing season fishing occurs in November.
ANALISIS KINERJA KUD MINA MISOYO MAKMUR DALAM USAHA PERMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI PEMALANG JAWA TENGAH Utami, Nadya Damayanti; Mudzakir, Abdul Kohar; Dewi, Dian Ayunita Nugraheni Nurmala
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.714 KB)

Abstract

Analisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur sangat penting dalam pelayanan kepada anggotanya. Koperasi juga memiliki peranan penting dalam perekonomian rakyat, sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan bagi nelayan. Untuk mengetahui apakah suatu koperasi sudah baik maka koperasi tersebut perlu dilihat kinerjanya. Tujuan ini adalah untuk menganalisis kinerja usaha KUD Mina Misoyo Makmur dalam usaha simpan pinjamnya dan menganalisis kinerja KUD Mina Misoyo Makmur perspektif pelanggan dan anggota KUD dengan analisis Balanced Score Card (BSC). Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah metode studi kasus untuk menilai kinerja KUD. Alat analisis menggunakan Balanced Score Card (BSC) dengan 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, perfsfektif pelanggan, perspektif bisnis internal serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Perspektif keuangan dihitung menggunakan rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas. Metode pengambilan sample untuk angota KUD menggunkan metode quota sampling dan karyawan KUD menggunkan metode purposive sampling. Berdasarkan dari hasil penilaian kinerja KUD Mina Misoyo Makmur dengan BSC dapat diketahui total score yaitu 87,93% , nilai tersebut menunjukkan bahwa kinerja KUD Mina Misoyo Makmur termasuk ke dalam kategori baik. Dalam perspektif keuangan dengan rasio likuiditas, solvabilitas dan rentabilitas didapatkan total skor 17,5% kemudian perspektif pelanggan 25,59%, bisnis internal 25,34% dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan 19,5%. Hal ini menunjukkan bahwa KUD Mina Misoyo Makmur telah memberikan pelayanan terbaik terhadap anggotanya.
VALUASI EKONOMI DAMPAK KEBERADAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TASIKAGUNG REMBANG, JAWA TENGAH Negara, Bela Karisma; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 4: Oktober, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PPP Tasikagung Rembang merupakan suatu pelabuhan perikanan yang mampu meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan pesisir Tasikagung. PPP Tasikagung Rembang termasuk ke dalam tipe C. PPP Tasikagung Rembang mempunyai peranan yang penting dan stategis dalam pembangunan perekonomian nasional. Terdapat banyak unit usaha perikanan yang ada di PPP Tasikagung Rembang antara lain yaitu kapal cantrang, kapal mini purse seine, penyaluran BBM solar, penyaluran air bersih, pemindangan ikan, warung makan, sewa basket, warung sembako, perbengkelan, penyedia jasa MCK, dan es batu. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Februari tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas pelabuhan yang terdapat di PPP Tasikagung Rembang dan menganalisis nilai ekonomi dampak keberadaan PPP Tasikagung Rembang ditinjau dari sektor usaha perikanan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan nilai ekonomidampak keberadaan PPP Tasikagung Rembang pada tahun 2017 yaitu sebesar Rp 2.469.829.341.168. Nilai tersebut didapatkan dari selisih nilai keuntungan yang diperoleh dari total keuntungan usaha perikanan pada tahun 2017 yaitu senilai Rp 2.520.189.315.928 dengan nilai aset pembangunan PPP Tasikagung Rembang yaitu Rp 50.359.974.760. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya dibangun PPP Tasikagung Rembang diperoleh nilai ekonomi yaitu Rp 2.469.829.341.168 dengan nilai B/C ratio senilai 50,04.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN, BAKUL DAN PENGOLAH IKAN TERHADAP KINERJA PELAYANAN TPI BANYUTOWO, KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH Fitriani, Fitriani; Wibowo, Bambang Argo; Mudzakir, Abdul Kohar
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 3: Agustus, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPI Banyutowo merupakan TPI yang aktif dalam kegiatan lelang dari proses bongkar muat hasil tangkapan ikan hingga memberikan pelayanan bagi peserta lelang yang selama ini diberikan kepada nelayan, bakul dan pengolah ikan sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 2017 dengan jumlah produksi 530 ton. Selama ini pelayanan jasa mengenai tingkat kepuasan peserta lelang dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan penyediaan pelayanan. Analisis tingkat kepuasan peserta lelang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan TPI. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pelayanan yang telah memenuhi unsur pengukuran kepuasan kinerja pelayanan, menganalisis atribut pelayanan jasa apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan peserta lelang, menganalisis tingkat kepuasan peserta lelang terhadap kinerja pelayanan dan meng analisis presepsi peserta lelang terhadap kualitas dan kepentingan kinerja pelayanan di TPI Banyutowo Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 80 orang. CSI, IPA dan Gap digunakan untuk mengukuran kepuasan. Hasil yang diperoleh memiliki nilai CSI sebesar 63,11% yang artinya peserta lelang cukup puas terhadap pelayanan yang diberikan, ada 7 unsur yang dinilai sudah memenuhi kepuasan peserta lelang. Atribut yang perlu diperbaiki dalam analisis IPA yaitu keamanan TPI, pemahaman pegawai untuk memenuhi kebutuhan lelang, kemampuan pegawai untuk menerima saran dan keluhan peserta lelang, kebersihan lantai pelelangan dan ketersediaan fasilitas sanitasi. Pelayanan jasa TPI Banyutowo menurut presepsi peserta lelang memiliki kualitas yang rendah dengan nilai Gap -1,10.